Because these feeling is over to you

Disclaimer : vocaloid isn't mine J ©crypton future media inc and Yamaha corp. but this story is MINE! DON'T YOU DARE TO 'BAJAK BAJAK' THIS! (apalah -.-) 'copy' maksud saya hehe -_-v

Warning : ooc(maybe), gj, terlalu berbelit belit, typo(maybe), author newbie dll~

(A/N: wah.. akhirnya chapter 4 juga :D ga nyangka bisa sampe sejauh ini. Hehehe. Um, anyway. Makasih banyak buat para readers yang udah baca FF ku ini ^^. Tanpa kalian saya bukan apa-apa :') and, oh ya, Readers, berhubung saya di sini masih newbie, jadi mohon bantuannya ya! ^^ mohon di bimbing ya senpai senpai *puppy eyes* singkat AN, silahkan baca aja deh langsung~)

Summary(lengkap):

rin dan lenka adalah saudara kembar yang tinggal dan di besarkan di tempat berbeda dikarenakan suatu hal di masa lalu. rin di besarkan oleh ortunya di kota, sedangkan lenka ditemukan dan dibesarkan di desa oleh rinto yang umurnya tak beda jauh dengan lenka. banyak rumor(the true-kenyataan) mengatakan rin dan lenka adalah twin karena wajah mereka yang identik mirip, rinto yang sudah sangat menyayangi lenka, tidak mau dipisahkan dengan lenka. sehingga suatu hari rinto meninggal.

semenjak rin mengetahui lenka itu twinnya dan mengajaknya untuk pulang ke rumahnya, muncul bibit aneh misterius yang dapat mempengaruhi pikiran orang sehingga menjadi jahat. bibit itu adalah hasil ciptaan rinto untuk menunjukkan pada lenka bahwa semua orang di dunia ini jahat(padahal gak semuaa, lagian jahat ceritanya disini gara gara kena pengaruh bibit itu -.-) tidak ada seorang pun yang baik selain rinto(weew:P) , dengan begitu rinto dapat mengajak lenka ke dalam dunia mati itu bersamanya (rinto tidak mau berpisah dengan lenka because his feeling is 'over' to lenka :p) bagaimana perjuangan rin, len, sakine meiko, dll untuk mempertahankan lenka?

Just RnR please minna-san~ ^^ um, oh. yeah. Almost forgot… DON'T LIKE DON'T READ!

.

.

CHAPTER 4

.

.

Well, ga salah lagi itu len. Eh? len? Kenapa jantung ku jadi berdegup kencang yah? Aku pun mesuk ke dalam rumah dan.. kau tau pemandangan apa yang ku dapat?

Len dan lenka sedang ngobrol di ruang tamu..? mereka … terlihat akrab..

Aku pun masuk ke dalam rumah berniat untuk langsung naik ke kamarku tanpa menyapa nya. Di luar dugaan len ternyata melihat ku dan langsung menghampiriku

"rin!"

Uh… baiklah aku pun memutar tubuhku untuk melihat len

"hm"

"kemana aja lu? gua nunggu lu dari tadi tau"

Ah? Len menungguku? Deg deg

"nga-ngapain di tungguin" ucapku dengan dingin agar tak terlihat kalo aku senang jika dia mengungguku

"gua kan pengin minjem catatan lu"

"ya udah kenapa ga lu suruh lenka ambil aja langsung di kamar gua!"

"tidak, gua udah minjem punya lenka. Ternyata tulisan lenka lebih rapi dan bagus ya"

JLEB

Aku bisa merasakan hawa di sekitarku mulai panas. Apa ini?

"y-ya sudah! Kenapa lu ga pulang! Ini kan udah hampir jam 11 malam! Malah enak-enakan ngobrol di sini" dan pada akhirnya aku tidak bisa mengontrol emosi ku dan malah membentak len. Uhh.. maaf len..

"….. aku … kan khawatir padamu…"

Eh! len mengkhawatirkan ku? Dia juga ngomongnya pake aku-kamu? Ga lu-gua deg deg

Aku bisa merasakan wajahku memanas sekarang. EH! len… dia menyentuh pipiku?

"rin.. kamu… sakit? Wajah mu…"

"k-kenapa emangnya muka gua" aku masih tetap dengan gaya bicaraku yang dingin

"…merah" ucap len innocently "jadi makin imut…"

Deg!

"uuh~ coba kalo ga ada lenka, rin sudah akan ku kis—"

SLAP!

"auw! Rin! Kok gue ditampar sih?"

Ya, aku menampar len sebelum dia menyelesaikan kalimatnya

"dasar pervert! Yaudah, sekarang kan lu udah liat gua ga apa apa, udah gua bilang ga usah khawatir, gua pergi bareng teto miku miki kok! Udah sekarang pulang! Udah malem" usir ku

"aku akan pulang kalo …." Len menepuk-nepuk pipinya. Ah dia pasti minta ku cium.

"huh… okay…" lalu…

SLAP!

"ittai! Rin! Kok di gampar lagi sih?"

"huh… sekarang terserah deh mau pulang ato ngga juga! Gua cape. Mau tidur! Bye~" aku pun mulai melangkah menuju kamarku

"kalo rin gamau, lenka aja deh~" teriakan len masih terdengar oleh ku. Aku tersentak dan menghentikan langkahku. Aku langsung membalikkan tubuhku dan ku lihat… lenka mencium pipi kanan len.. aku hanya bisa cemberut menyipitkan mataku, sambil mengepalkan tanganku. Uuh!

"WHATEVER!"

BLAM

Aku berteriak dan membanting pintu kamarku

[normal pov]

"huh? Rin-chan?" lenka bingung pada sikap rin yang seperti itu

"xixixi" len terkekeh. Sepertinya dia senang melihat rin yang cemburu seperti itu

"len… kenapa tadi kau mendekatkan pipimu padaku? Jadi sekarang kan rin-chan marah.. terlihat seperti aku mencium len… gimana ini?"

"udah…udah… biarin aja hahaha.. aku pulang ya… bye!"

"dah…"

"aku merasa ga enak sama rin-chan…"

-kamar rin-

"rin-chan? Boleh aku masuk?"

"ah? Lenka?"

Lenka pun masuk "rin-chan…"

"ada apa?"

"um…"

"kau ini kenapa sih?"

"maaf ya rin-chan…"

"eh? maaf?"

"tadi.. lenka tidak menci—"

Rin menutup mulut lenka sebelum lenka menyelesaikan kalimatnya

"sudahlah, aku tidak mau dengar-dengar lagi soal tadi! Lupakan saja!"

"tap—"

Rin menutup mulut lenka lagi

"sudah! Aku cape dan aku mau istirahat. Okay? Ngerti?"

Lenka mengangguk

"bagus, kalo gitu, silahkan" rin menunjuk ke pintu kamarnya meminta lenka untuk keluar

Lenka pun keluar

"heuuh…" rin membenamkan wajahnya di bantal yang sedari tadi di pegangnya

"apa sih ini? Kenapa rasanya sakit ya melihat lenka dan len seperti tadi itu… huuh.." rin pun mengambil hape nya, dilihatnya hapenya, 1 new message

"ah! Len kah?" rin dengan semangat membuka smsnya. Tapi raut wajahnya berubah seketika saat melihat sms itu.

To : rin

Rin, otousan tidak bisa pulang malam ini. Maaf yah, kau tak apa kan hanya berdua disana?

Pastikan lenka baik baik saja ya di sana

From : otousan

"otousan….!" Rin menggeram kesal

To : otousan

Iyaiyaiya katanya janji mau pulang malam ini

From: rin

1 new message~!

"mungkin len?" rin semangat membukanya pesannya dan lagi lagi rin kecewa

To : rin

Rin, gimana lenka disana? Baik baik saja kan?

From: okaasan

"okaasan -_- ko Cuma nanyain lenka doang"

To : okaasan

Ya. Rin juga ada di rumah loh~? Gimana yah kabarnya?

From : rin

Piip~ 1 new message~!

"len?" rin lagi lagi semangat membuka pesannya. Tidak, kali ini rin tidak kecewa, tapi marah.

To : rin

Rinny~ lenka udah tidur belom?

From : len

Heuuh lagi lagi nanyain lenka. Kenapa sih pada lebih peduli sama lenka?

To : len

Kenapa kau tidak sms dia saja langsung!

From : rin

"len nyebelin! Nyebelin! Nyebelinnn! Nyebelin se-sebel sebel nya orang nyebelin!" rin mukul mukul bantalnya

To : rin

Aku ga punya nomernya :( bagi dong

From : len

"eughh!dasar….. Dasar nyebelin! Playboy maniak pisang!"

Rin pun memutuskan untuk tidak membalas pesannya dan langsung tidur

-pagi hari-

"lenka! Ayo pefghi! Ufdha mahu helat!" rin cepat cepat memakai jacketnya sambil mulut penuh dengan sarapannya

"iya iya rin-chan! Tunggu!"

Rin membuka pintu sambil masih sibuk memakai jacketnya dan… surprise!

"ohayou rinny~"

FRUUUUTT!

Rin yang kaget tanpa sengaja menyemburkan segelas air yang baru diminumnya ke wajah len

"aa… maaf len…"

"…hm…hehe… gapapa.."

"pffft- len lebih ganteng kalo mukanya kayak begitu hahaha!"

"…aku emang udah ganteng dari dulu rinny~" len mengelap wajah nya dengan tissue miliknya

"huuh GRnya mulai" rin memukul pipi len pelan

"hehehe.. loh emang bener kan?"

"week.. swipper ndeso"

"eh eh enak aja pesek!" len menempelkan jari telunjuknya di hidung rin

"swipper!" rin menjambak len

"eeh! Pesek! Ittai!"

"eh ada len?" lenka pun keluar dari rumah dan mengunci pintu rumahnya

"eh.. lenka.. hehehe… ohayou lenKAwaii~" (lenka kawaii)

"…o-ohayo len…" lenka tertunduk blushing

Rin menyipitkan matanya memperhatikan reaksi lenka dan memberi sedikit glare pada lenka

"um… pergi sekolah bareng yuk? ;)" ajak len

Lenka tampak bingung dan malah melirik kearah rin

"a-apa liat ke aku? Terserah kamu! Kalo mau sama len sih silakan saja!" rin pun melangkah hendak pergi duluan ke sekolah tapi len menghentikannya dengan memegang tangan kiri rin

"fufufu rinny~ aku ga akan biarkan kamu sendirian ke sekolah"

Rin sepertinya mengomel-ngomel sesuatu yang tak terdengar jelas oleh len dan lenka tanpa membalikkan tubuhnya rin pun melepaskan pegangan len dan berjalan duluan

"ayo lenka" ajak lend an lenka pun mengikuti

Selama perjalanan ke sekolah itu mereka bertiga hanya terdiam dengan rin yang berjalan di depan sendirian dan len lenka yang berjalan di belakangnya

'cih… apa banget sih.. ku kira len mau jemput aku ke sekolah.. tumben gitu. E taunya bukan, dia mau jemput lenka.. heuuh' rin hanya cemberut selama perjalanan.

Tiba-tiba len memeluk rin dari belakang dan menarik rin ke sisi jalan

"awas rin!"

"kyaa!"

Len dan rin terjatuh ke sisi jalan. Ternyata ada orang yang sengaja melempar pisau dan hampir mengenai rin

"eh? s-siapa itu! Keluar kau pengecut!" rin emosi dan langsung berdiri menantang si pelempar pisau

"rin! Tenang dulu! Hati hati!" len pun berdiri dan menghampiri rin yang sedang sibuk mencari si pelempar pisau berada

"a-aku takut…" lenka ketakutan

"huh! Pengecut! Keluar kau!" rin masih berteriak mencari si pelempar pisau itu

"ops.. maafkan aku nona kecil.. lemparan ku meleset ya rupanya" seorang lelaki keluar dari semak semak

"apa maksud anda melempar pisau itu!" rin kesal

"maaf.. tapi saya tidak berniat melukai anda.." bapak itu smirk dengan muka seramnya

'muka itu… sama dengan muka rin saat di makam' pikir len

"tapi pisau itu hampir melukai saya tau! Lempar dengan benar dong!" rin masih memarahi bapak itu tanpa menyadari adanya hawa aneh di sekitarnya

Bapak itu pun berjalan mengambil pisau yang tadi di lemparnya

"baiklah maafkan bapak, aku janji akan melempar dengan tepat pada sasaranku" bapak itu smirk

"nah gitu dong!" ucap rin yang sepertinya sudah puas menceramahi bapak itu

'ada yang ga beres dengan bapak ini…' pikir len

"tepat sasaran pada targetku! Hyaa!" bapak itu pun melempar pisau itu kearah lenka

"aa!"

"lenka!" rin berlari ingin melindungi lenka tapi..

Crash!

"hah!" lenka kaget ternyata bukan dirinya yang tertusuk pisau itu

"L-Len…" rin terpaku di tempatnya

"ugh.. kamu ga apa apa kan… lenka..?" tanya len sambil memeluk lenka dan menahan sakit

"len.." lenka mendongak ke atas melihat wajah len dengan khawatir

"ugh! Tak akan ku biarkan!" rin mengepalkan tangannya. Rin pun berlari ke arah bapak itu dan menonjoknya hingga jatuh ke tanah tak sadarkan diri

"hm?" rin bingung melihat bapak itu. Di sekitar tubuh bapak itu keluar hawa berwarna ungu, hawa itu mengumpul menjadi satu dan menjadi sebuah bibit

"hah!" rin terkejut dan mengambil bibit itu dari tangan bapak itu

'bibit ini! Sama seperti bibit aku dan len? Apa maksudnya ini?' rin bingung

"len kau tak apa?" lenka khawatir

"ugh.." len mencabut pisau dari tangannya

Rin pun berlari menhampiri mereka

"len! Gimana keadaan mu?"

"aku ga apa apa"

"ga apa apa gimana! Itu luka parah tau! Harus cepat di obati!" rin

"ayo kita ke sekolah saja.." ucap len

-sekolah-

"anak anak pagi ini kita mendapat surprise!" ucap luka-sensei dengan gembira

"huh?"

"baiklah, tanpa basa basi lagi.. silakan masuk! ^^" ucap luka-sensei pada seseorang yang ada di balik pintu kelas kami

Seorang cowo yang sudah tak asing buat anak anak kelas itu dengan rambut coklat kemerahan memasuki kelas dan tersenyum dengan senyuman khasnya. Sontak membuat seisi kelas kaget dan tak percaya akan kehadiran cowo yang sudah lama dikatakan meninggal karena kecelakaan itu.

"L-Lui? Ga mungkin! Itu bukan lui! Lui kan.. dia…" rin kaget

"iya, suatu surprise bukan? Lui yang sudah meninggal karena kecelakaan itu, sekarang sudah kembali ke sekolah ini lagi ^^" ucap luka-sensei

"hehehe… mati suri ku rasa… hehehe" Lui tersenyum memperlihatkan sederet giginya masih sama seperti Lui yang dulu

"Lui silakan duduk ^^" ucap luka-sensei

Lui pun memilih untuk duduk di sebelah rin

"L-Lui?" rin masih ga percaya

"ya, rinny ini aku ;)" lui mengedipkan sebelah matanya pada mantan kekasihnya itu(rin)

"Lui… aku kangen!" rin memeluk lui

"aku … eh, aku juga.." lui blushing dan membalas pelukan rin

'huuh… kalo mantannya rin ini balik lagi sih.. semakin sulit aku mendapatkan rin nya.. tapi Yakin ini Lui? Aku rasa ini bukan Lui.. dia berbeda dengan Lui yang asli…' pikir len

TBC~

(A/N: yeyeye~ jadi deh chapter 4 nya \(^o^)/ makasih udah mau baca :D oh ya jangan lupa review okay? ;) keep reading yaa~ jaa~)