Title : It's Fated

Writer : Nickey Jung Rae Suk

Cast : YunJae-Min, YooSu, Kim Jaehee (Jaejoong's Nuna), Shim (Jung) Jaeyoon, Jessica Jung (SNSD), Joseph Cheng, Park Bomi, etc.

Rating : T (PG 17)

Genre : YAOI, Straight, Friendship, Romance, MPreg ^^

Lenght : 4 of 6

Disclaimer : YunHo MILIK JaeJoong, JaeJoong MILIK YunHo, Cerita ini ASLI MILIK saya.

Warning : YAOI, BOY x BOY, Boys Love, Typo(s), Ide pasaran, EYD kacau, Judul ga sesuai dg cerita, No Majas, Alur lambat-kadang cepet, TIDAK SUKA JANGAN BACA - NO BASH.

..

..

..

~*It's Fated by nickeYJung*~

Chapter 4

Hahh..

Helaan nafas terdengar keluar dari mulut Yoo (Kim) Jaehee. Yeoja cantik yang kini berstatus sebagai istri Yoo Ah In itu memijat pelipisnya pelan.

Sesaat lalu Jaejoong dan Yunho –yang kini duduk di hadapannya telah menceritakan semuanya. Dan kini, pertanyaan yang selalu terbesit di benaknya sejak empat tahun lalu itu terjawab sudah, jika ayah biologis keponakannya yang imut itu adalah Jung Yunho, sahabat adiknya sendiri. Dan Jaehee sungguh tak menyangka. Bagaimana bisa? Pikirnya tak percaya.

"Lalu, apa yang akan kalian lakukan?" Yeoja yang hampir mirip dengan Jaejoong itu menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa, ia melipat kedua tangannya di dada, mata bulatnya menatap bergantian Yunho dan Jaejoong.

"Aku dan Changmin akan bercerai." Sahut Jaejoong tenang.

"Semudah itu kah? Kau pikir pernikahan itu sebuah lelucon eoh? Apa karena Jung Yunho juga akan bercerai?" Tak ada bentakan, Jaehee bertanya dengan nada pelan, mungkin ia terlalu lelah kalau harus berteriak.

"Ini tak ada hubungannya dengan Yunho. Ini memang sudah menjadi kesepakatan kami Nuna-yah... Aku dan Changmin akan bercerai jika salah satu diantara kita menemukan seseorang yang cocok."

"Tsk, kesepakatan katamu? Apa Changmin yang membuat kesepakatan seperti itu? Dan kau menurutinya sebagai balas budi, begitu?"

"Nuna-yah..."

"Arrasseo.. harusnya dulu aku tak mengijinkanmu menikah dengan Shim Food monster Changmin itu."

"Nuna-yah..!" Jaejoong sedikit menggertak, ia tak suka kakaknya menuduh Changmin. Meski kenyataannya memang ide itu dari Changmin, tapi tetap saja ia tak merasa terpaksa saat menyetujui kesepakatan itu dulu. " –Kami tidak saling mencintai. Selama ini kami sudah berusaha untuk saling mencintai, tapi cinta itu tetap tidak ada. Dan sekarang, Changmin menemukan belahan jiwanya, jadi sudah sepantasnya aku mendukungnya. Karena jika itu terjadi padaku pun, Changmin akan melakukan hal yang sama.. Mungkin, jika aku mencintai Changmin, aku akan mempertahankan pernikahan ini, tapi aku tak bisa, aku tak mencintainya, aku juga tak mau egois, Changmin sudah banyak membantuku, dan sudah saatnya dia meraih kebahagiannya sendiri. Jadi tolong... mengertilah..."

Jaehee dan Yunho hanya terdiam mendengar penuturan Jaejoong yang panjang lebar itu.

Yeoja cantik itu jadi merasa sedikit tak enak. Bukan begitu maksudnya. Jaehee terlalu menyayangi Jaejoong, ia hanya tak ingin jika adiknya harus menderita. "Joongie aku—"

"Gwaenchana... kalaupun kita bercerai, Changmin tetaplah appanya Jaeyoon, aku tak akan menghalanginya bertemu dengan anakku, kita berpisah secara baik-baik, dan kita masih sahabat... Semuanya akan baik-baik saja, kau tak perlu khawatir Nuna... "

Untuk kesekian kalinya Jaehee menghembuskan nafas beratnya. "Baiklah kalau itu keinginan kalian, aku tak bisa berbuat apa-apa. Tapi..." Jaehee melirik Yunho yang sedari tadi hanya terdiam tak bersuara.

Yunho yang ditatap sedikit menyeramkan oleh kakak sahabatnya itu menjadi salah tingkah.

"Apa yang akan kau lakukan setelah bercerai dari istrimu Jung Yunho?" Tanya Jaehee tajam. Jujur saja, ia sangat terkejut mengetahui bahwa namja brengsek tak bertanggung jawab –begitulah sebutannya pada orang yang menghamili Jaejoong, ternyata adalah Jung Yunho. Meskipun Jaehee tak lantas membenci Yunho karena sudah lari dari tanggung jawab –menurutnya, namun ia tidak meluapkan kemarahannya pada namja Jung itu, toh semuanya sudah terjadi. Jaehee hanya sedikit geram saja.

"Err, aku..." Yunho mengusap tengkuknya canggung.

"Kau akan menikahi Jaejoong 'kan?"

"Mwo?"

"Nuna-yah.."

"Wae?" Tanya Jaehee sengit. " –Sudah seharusnya kau bertanggung jawab Jung. Kau harus menikahi Jaejoong."

"Tapi aku—"

"Sudahlah Nuna, jangan membuat masalah ini semakin rumit. Untuk sekarang aku tak ingin menikah lagi. Aku bisa membesarkan Jaeyoon sendiri. Nan namja ya, aku bisa menjadi ibu sekaligus ayah bagi anakku. Jadi, tak ada yang harus dipertanggungjawabkan oleh Yunho." Jaejoong menyela ucapan Yunho.

"Tapi Jae, kau—"

"Kalau kalian masih ingin mengobrol, silahkan.. aku pulang lebih dulu." Tanpa peduli, Jaejoong berdiri dan pergi begitu saja.

"Jae.." Panggil Yunho.

"Jaejoong-ah eoddiga?" Teriak Jaehee namun Jaejoong menghiraukannya. " –Yya, Shim Jaejoong !"

..

..

Yunho berdiri gugup di depan pintu utama kediamannya. Ia meremas kedua tangannya yang berkeringat. Ini pertama kalinya Yunho menginjakkan kaki kembali ke rumahnya setelah kepulangannya dari Paris dua minggu yang lalu.

"Waeyo, kau takut masuk?" Tanya Jaejoong yang berdiri di samping Yunho.

Setelah berpamitan dengan Jaehee tadi, Yunho menyusul Jaejoong pergi. Dan mereka memutuskan untuk menemui kedua orangtua Yunho untuk menjelaskan semuanya seperti pada Jaehee tadi. Mungkin terkesan terburu-buru, namun mereka hanya ingin permasalahan ini cepat selesai.

Awalnya Yunho ingin menjelaskannya sendiri, namun Jaejoong memaksa ingin ikut. Jaejoong hanya merasa Tuan dan Nyonya Jung mungkin tak akan percaya begitu saja jika Jaeyoon yang mereka kenal sebagai putrinya dengan Changmin, ternyata adalah cucu kandung mereka sendiri.

"Aniyo! Aku hanya sedang berpikir, apakah mereka merindukanku atau tidak. Hehee..." Kilah Yunho tertawa. Padahal kentara sekali jika namja tampan itu tengah gugup.

Jaejoong memutar bola matanya. Ia tahu kalau Yunho berbohong, tapi dia tak peduli.

Cklek..

Pintu bergaya Eropa itu terbuka menampakkan seorang wanita paruh baya yang tersenyum menyambut kedatanggan keduanya.

"Bibi Seo !" Kaget Yunho.

"Apa kabar Tuan muda? Selamat datang... Tuan dan Nyonya sudah menunggu anda..."

"Mwo?" Yunho sedikit bingung. Bagaimana bisa kepala pelayan di rumahnya ini tahu kalau dirinya akan datang? Dan apa tadi? Ayah dan ibunya sudah menunggu? Jadi ayah dan ibunya junga tahu kalau dia akan datang dan sudah kembali dari Paris?

Pelayan yang dipanggil Bibi Seo itu membuka pintu lebar. Tak lupa ia menyapa Jaejoong dengan senyuman ramahnya. "Apa kabar Tuan muda Jaejoong? Orimaniya.."

"Aku baik bibi.. benar, kita sudah lama tak bertemu.." Balas Jaejoong tersenyum.

"Mari masuk Tuan.."

Belum sempat Yunho melangkahkan kakinya untuk masuk, sebuah telur mentah melayang ke arahnya dan..

PLOK!

"Ouch!"

Telur itu tepat mendarat di keningnya.

Beruntung saat itu Bibi Seo sudah lebih dulu masuk –karena sudah tahu apa yang akan terjadi. Sedangkan Jaejoong yang berdiri sedikit jauh dari Yunho, cepat menghindar. Jadi mereka tidak terkena lemparan telur yang berasal dari tangan Jung Dongha itu.

"Appo~~~ Yya! Siapa yang—" Kemarahan Yunho menguap begitu saja saat melihat dua orang di depan sana tengah menatapnya dengan sorot mata yang membunuh.

Terlihat ayahnya berdiri angkuh dengan kedua tangan terkepal, sedangkan ibunya berdiri di samping sang ayah dengan berkacak pinggang.

"Bersihkan dirimu, dan temui aku!" Titah Tuan Jung dingin. Lantas ia pergi diikuti istri tercintanya –Jung Raesuk, meninggalkan Yunho yang masih mengerjapkan matanya sembari memegang keningnya yang sedikit ngilu. Sementara itu Jaejoong dan Bibi Seo hanya bisa menahan tawa melihat kelakuan aneh ketiga anggota keluarga konglomerat itu.

..

Keempatnya sudah berkumpul di ruang keluarga.

Yunho dan Jaejoong duduk di hadapan Tuan dan Nyonya Jung.

Yunho sedikit menunduk takut, karena sedari tadi ayahnya terus menatapnya dingin, beda dengan Jaejoong, ia terlihat sangat santai.

Sebenarnya Tuan dan Nyonya Jung sudah tahu kalau Yunho sudah kembali dari Paris dua minggu yang lalu, dan mereka juga sudah mengetahui kalau anaknya itu akan bercerai dengan Jessica. Itulah yang membuat Tuan Jung marah, terlebih Yunho kembali ke Seoul malah menghilang dan baru muncul sekarang. Jadi saat Yoochun memberitahunya kalau sore ini Yunho akan pulang, ia bersiap-siap memberikan 'pelajaran' pada putera nakalnya itu, termasuk memberi sambutan dengan melempari Yunho dengan telur mentah. Dan ternyata lemparannya tepat sasaran, telur itu mendarat tepat di kening Yunho, ah mungkin karena ia hobi bermain baseball, pikirnya bangga. -_-

"Aigoo... Jaejoongie sudah lama kita tidak bertemu, apa kabar Jaeyoon? Dia pasti semakin cantik aniya? Hahaha..." Nyonya Jung memecah keheningan yang sempat tercipta. Sebenarnya ia paling tidak suka kalau sudah dihadapkan dengan suasana tak menyenangkan seperti itu.

"Bulan depan usianya genap tiga tahun. Dan ya... dia semakin cerewet dan bandel.." Sahut Jaejoong tertawa kecil.

"Benarkah? Dia pasti sangat menggemaskan... Ommo, aku jadi ingin bertemu dengannya.. Ah geurae, Jaejoongie, kau selalu pergi ke salon mana? Bagaimana kalau kapan-kapan kita pergi bersama? Lihatlah... wajahmu semakin cantik, dan kulitmu, aigoo aigoo... padahal kau laki-laki tapi—"

EHEM...

Deheman Tuan Jung –yang dibuat-buat menghentikan ocehan yeoja paruh baya itu.

"Em, mian... aku terbawa suasana..." Ucap Nyonya Jung salah tingkah. " –Jaejoongie bagaimana kalau kita memasak saja, kita tinggalkan pembicaraan laki-laki ini." Ajaknya sedikit berbisik. Tak sadarkah kalau yang dia ajak itu juga laki-laki?

Well, Dulu saat Yunho masih Sekolah Menengah Atas, Nyonya Jung paling suka kalau Yunho sudah membawa pulang teman-temannya, apalagi Jaejoong, Jung Raesuk itu paling senang, kerena Jaejoong suka membantunya memasak atau sekedar membuat kue dan camilan, makanya dulu ia sangat berharap mempunyai menantu seperti Jaejoong, dan yeah, karena Jaejoong namja jadi ia hanya bisa berangan-angan saja.

"Animnida eommoni... ada hal yang harus aku dan Yunho sampaikan kepada kalian.."

"Benarkah? Apa itu?" Tanya Nyonya Jung antusias.

"Abeoji, eommoni, sebenarnya aku—"

"Berikan alasanmu dulu kenapa kau menceraikan Jessica?" Sela Tuan Jung masih dengan nada dinginnya.

"Apa yang dia katakan?" Yunho balik bertanya. Ia yakin kalau Jessica sudah mengatakan alasan mereka bercerai pada orangtua mereka.

"Aku ingin mendengarnya dari mulutmu, Jessica tidak bilang apa-apa, dia hanya terus meminta maaf saja."

"Nde?" Yunho sedikit terkejut. Jadi Jessica belum memberitahukannya?

"Masalah di dalam rumah tangga adalah hal biasa, kalian bisa membicarakannya baik-baik, tak harus langsung memutuskan untuk bercerai.." Nasehat Jung Raesuk yang kini sudah kembali bersikap serius.

"Kalian tidak mengerti..." Desah Yunho mengusap wajahnya. " –Kalau masalahnya tidak seperti ini mungkin aku juga akan berpikir lagi sebelum memutuskan untuk bercerai..." Raut wajah Yunho berubah sendu. " –Aku kecewa padanya... aku— aishh sudahlah, aku tak ingin membahasnya! Yang pasti kami sudah sepakat akan bercerai."

"Jika tak memberitahu kedua orangtuamu, mungkin mereka akan salah paham padamu Yun... katakanlah.. mungkin kalau kau berbagi, mereka mempunyai solusi untuk masalah kalian." Saran Jaejoong bijak.

"Jaejoong benar Yun.. ceritalah pada kami.." Imbuh Nyonya Jung menatap lembut puteranya.

Yunho menatap bergantian kedua orangtuanya. Kemudian ia menoleh ke arah Jaejoong seakan bertanya, dan Jaejoong pun menggangukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Hahh... baiklah... " Yunho mengambil nafas sejenak. " –Jessica tak ingin mempunyai anak dariku?"

"Nde?" Koor Nyonya Jung dan Jaejoong, sementara Tuan Jung hanya diam menyimak.

"Ternyata selama ini dia mengonsumsi obat pencegah kehamilan tanpa sepengetahuanku. Dan aku baru mengetahuinya, itupun tanpa sengaja dua minggu lalu." Lanjut Yunho. Lantas ia mulai menceritakan semuanya.

"Saat aku bertanya, Jessica bilang sudah meminum obat itu sejak awal pernikahan kami. Pantas bukan kalau sampai sekarang kami belum dikaruniai seorang anak? Padahal alasanku menikah muda karena ingin cepat menjadi seorang ayah, aku bahkan mengorbankan masa mudaku demi obsesiku itu." Yunho tertawa kecut. " –Aku... sebelum kembali aku sempat mengajaknya pulang bersamaku, tapi dia lebih memilih melanjutkan kariernya di sana. Saat aku bertanya lagi apa selama ini dia mencintaiku? Dia bilang hanya kagum... dia bilang hanya memanfaatkanku karena aku sangat mencintainya, dia berfikir aku tak akan keberatan dengan profesinya yang menyita waktu itu, dan itu benar, aku membebaskannya..." Ia memejamkan matanya sejenak. " –Padahal selama ini aku tulus mencintainya, aku bahkan tak menolak saat dia mengajakku pindah ke Paris, aku juga tak memprotes saat dia sering mengabaikanku karena pekerjaannya. Aku juga tak pernah marah saat dia pulang pagi, tak pernah marah saat tak ada yang menyiapkan pakaian dan sarapan untukku, tak pernah marah saat tak ada yang menyambutku pulang dari kantor. Saat aku harus makan malam sendirian, saat tak ada yang memijatku saat aku lelah, tak ada yang menjadi tempat bersandar saat aku membutuhkan. Aku selalu memahami kesibukannya, aku mengerti semuanya, tapi saat aku meminta satu hal, dia menolaknya. Dia lebih memilih pekerjaannya dibanding aku, suaminya... Jadi abeoji, eommoni, apa aku harus tetap bertahan? Aku hanya menginginkan seorang penerus, hanya itu..."

Mata Yunho berkaca-kaca saat menceritakan kehidupan pernikahan yang selama kurang lebih empat tahun dibinanya dengan Jessica. Selama ini ia selalu menahannya karena rasa cintanya yang begitu besar pada Jessica, tapi kini, setelah Jessica menolak keinginan terbesarnya, rasa cinta itu perlahan mulai terkikis, hanya ada kekecewaan di hatinya.

Airmata Nyonya Jung perlahan mengalir. Ia tak menyangka jika selama ini kehidupan puteranya seperti itu. Padahal ia selalu berpikir Yunho bahagia dengan pernikahannya.

Tuan Jung yang duduk di samping istrinya juga hanya bisa terdiam. Namja paruh baya itu juga tak menyangka, padahal ia berpikir selama ini Jessica mencintai puteranya, tapi ternyata ia salah. Tsk, ia sedikit menyesal sudah melempari Yunho dengan telur tadi.

Sementara itu, Jaejoong hanya terdiam mendengar cerita Yunho. Entah apa yang dipikirkan namja cantik itu. Yang jelas ia merasa prihatin dengan kisah hidup sahabatnya. Seperti berkaca, ia dan Changmin juga menikah tanpa cinta, tapi bersyukur ketika akhirnya mereka harus berpisah, mereka berpisah secara baik-baik, tak ada dendam ataupun kekecewaan.

"Ceraikan dia.." Suara Tuan Jung memecah keheningan. " –Maafkan aku, aku tak tahu kalau kejadiannya seperti ini.. Aku hanya kesal karena kau tidak pulang ke rumah, dan malah bersembunyi di tempat Yoochun"

"Mianhe abeoji.."

"Sudahlah... semuanya sudah jelas, eommoni akan dukung apapun keputusanmu Yun..." Nyonya Jung menghapus jejak airmatanya.

"Gomawo eommoni.."

"Ah geurae, jadi apa yang akan kau sampaikan Jaejoongie?" Seakan teringat ucapan Jaejoong sebelumnya, Nyonya Jung kembali bertanya.

"Itu..."

"Abeoji, eommoni, sebenarnya..." Sela Yunho menggantungkan ucapannya. " –Aish! Darimana aku harus memulainya.." Gerutunya pelan.

"Ada apa Yun?" Heran Nyonya Jung.

"Shim Jaeyoon... seberanya dia... sebenarnya..."

"Jaeyoon putera kandung Yunho abeoji, eommoni..."

Perkataan Jaejoong itu sukses membuat Tuan dan Nyonya Jung memandang cepat kearah mereka.

"A-apa?"

"Sebenarnya aku tak harus menceritakan ini pada kalian. Tapi aku hanya ingin kalian tahu, jika Jaeyoon adalah darah daging Yunho. Aku bisa membuktikan untuk itu. Kalau—"

"Jung Yunho." Tuan Jung kembali menatap Yunho tajam, kali ini ia menuntut penjelasan dari anaknya. Padahal tadi amarahnya mulai mereda setelah mendengar kisah pilu puteranya. Tapi kini..

"Ye... apa yang dikatakan Jaejoong benar abeoji..." Jawab Yunho lirih.

"Bagaimana bisa?" Sekali lagi Nyonya Jung dibuat terkejut oleh peryataan puteranya.

"Aku juga baru tahu saat kembali dari Paris, saat itu..."

Yunho pun mulai menceritakan semuanya, tak lupa Jaejoong yang menjadi aktor utama juga ikut menceritakan kejadian yang sebenarnya, tentang bagaimana bocah berusia tiga tahun itu bisa sampai hadir ke dunia ini, tentang bagaimana ia akhirnya harus membuat kebohongan dan kesepakatan dengan Changmin, tentang perceraiannya dengan Changmin. Semuanya ia ceritakan, tak ada yang ditutupinya, ia hanya tak ingin berbohong lagi.

Darah di tubuh Tuan Jung serasa mengalir dengan cepat. Namja paruh baya itu memejamkan kedua mata dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Untuk sekarang ia tidak bisa berpikir baik. Baginya kenyataan ini sungguh tiba-tiba.

Sejatinya ia senang, karena ternyata cucu yang selama ini ia nantikan sudah terlahir, bahkan ia juga kerap memangku dan memanjakan Jaeyoon jika ia dan istrinya bertemu gadis kecil itu. Tapi sungguh, ia tak pernah menyangka jika Shim Jaeyoon adalah cucu kandungnya sendiri. Terlebih bocah itu terlahir dari seorang namja. Well, ia memang tak pernah mempermasalahkan hubungan seperti itu. Meskipun awalnya Tuan Jung terkejut ketika mendengar sahabat-sahabat puteranya –MinJaeYooSu- menikah dengan sesama pria, namun ia tak menyangka jika kejadiannya harus dialami oleh puteranya sendiri. Meski kini Jessica mengecewakan puteranya, namun ia masih ingin melihat Yunho suatu hari menikah lagi dan hidup bahagia bersama seorang wanita. Ya, seorang wanita, bukan dengan pria. Dan ia masih yakin jika Yunhonya masih normal, terlebih Jaejoong dan Yunho menceritakan jika itu semua terjadi karena 'kecelakaan'.

"Aigoo kepalaku..." Jung Raesuk memijat pelipisnya. Tak jauh berbeda dengan suaminya, yeoja paruh baya yang terlihat masih cantik itu juga merasa jantungnya berdetak berkali lipat lebih cepat. Jadi balita yang selalu membuatnya gemas itu adalah cucu kandungnya? " –Sepertinya aku butuh istirahat.." Nyonya Jung berdiri –masih memijat pelan pelipisnya.

Tiba-tiba tuan Jung juga ikut berdiri. "Kalian pergilah... kita bicarakan ini lain kali.." Ucapnya dingin. Lantas ia pergi begitu saja tanpa melihat Yunho dan Jaejoong.

"Aku kemari bukan untuk meminta tanggung jawab Yunho." Ucapan Jaejoong menghentikan langkah suami istri itu. Ia pun ikut berdiri menatap punggung Tuan dan Nyonya Jung. " –Aku tahu kalian akan terkejut, bahkan mungkin tak bisa menerimanya, aku mengerti..." Jaejoong sedikit tersenyum. " –Aku ke sini hanya ingin abeoji dan eommoni tahu, jika inilah kebenarannya. Aku tak peduli kalian akan mengakui Jaeyoon atau malah sekarang merasa jijik pada anakku... Geokjeonghajimasseyo.. aku tak meminta Yunho bertanggung jawab untuk mengakui atau menafkahi anakku, aku masih bisa membesarkannya sendiri. Jadi ku harap kalian tidak salah paham.."

Yunho sendiri tak tahu apa yang harus dilakukannya. Jujur saja ia sendiri masih bingung dengan perasaannya.

"Terimakasih untuk waktu kalian... selamat sore abeoji, eommoni..." Jaejoong membungkuk meski Tuan dan Nyonya Jung masih berdiri membelakanginya. Lantas namja cantik itu pergi meninggalkan sepasang suami istri yang masih mematung ditempatnya, dan Yunho yang mengacak rambutnya pusing.

..

..

~*It's Fated by nickeYJung*~

"Kenapa melihatku seperti itu?" Jaejoong mengernyit menatap wajah aneh Changmin.

"Aniyo... aku hanya tak menyangka saja..." Changmin tersenyum menyeringai dan kembali menyesap kopinya. Sementara Jaejoong hanya mendengus.

Yeah, Changmin memang sudah tahu kalau tadi sore Jaejoong dan Yunho menemui Jaehee dan orangtua Yunho. Tiga hari lalu, saat ia mencuri dengar pembicaraan Yunho dan Jaejoong, Changmin langsung saja memberondong Jaejoong dengan pertanyaannya, dan akhirnya Jaejoong memilih bercerita, ia tahu tinggkat penasaran Changmin sangat tinggi. Dan sejak itu juga, mereka sepakat untuk bercerai, bahkan kini sidang pertama perceraiannya akan dilangsungkan dua hari lagi.

"Apa aku terlalu terburu-buru?" Jaejoong mengaduk minumannya tanpa minat. Sekarang keduanya tengah bersantai di ruang keluarga rumah mereka. Jaeyoon sendiri sudah tidur.

"Ani, apa yang kau lakukan sudah benar, aku hanya kagum padamu. Kau sangat berani Jae." Changmin mengacungkan ibu jarinya.

"Tapi aku sedikit takut..." Lirih Jaejoong.

"Wae? Kau takut mereka mengambil Jaeyoon?"

"Umm.."

"Geokjeongma... keluarga Jung bukan orang seperti itu... Kalaupun iya, mereka pasti ikut mengambilmu."

"Maksudmu?"

"Yeah, kau menikah dengan Yunho, otomatis Jaeyoon akan menjadi cucu sah mereka 'kan?"

"Mworago? Aku? Menikah dengan Yunho?"

"Yup."

"Tidak."

"Kenapa? Bukankah dia juga akan bercerai?"

"Tapi bukan berarti kami harus menikah 'kan? Sudah ku bilang, aku tak meminta tanggung jawab Yunho, aku hanya ingin mereka tahu kebenarannya saja. Lagi pula aku belum mau menikah lagi. Aku masih sanggup membesarkan Jaeyoon sendiri." Cerocos Jaejoong. Kenapa semua orang menyangkanya akan menikah dengan Yunho hanya karena dia memberitahu siapa sebenarnya ayah biologis Jaeyoon? Demi Tuhan, dia sama sekali tak punya pemikiran ke arah sana. Dia menceritakan semuanya hanya karena ingin melepas beban di hatinya. Karena jujur saja, dia sendiri merasa terbebani ketika harus menyembunyikan status Jaeyoon. Lagi pula tanpa ia beritahupun, Yunho sadar bukan kalau Jaeyoon ada kemungkinan anak kandungnya?

"Kalau begitu kita tak akan bercerai."

"Terserah..." Sahut Jaejoong tak peduli. Namun seketika ia sadar dengan apa yang diucapkan Changmin. " –Mwo? Apa maksudmu kita tak akan bercerai?"

"Kalau setelah kita bercerai kau dan Yunho tak menikah, aku tak akan menceraikanmu.." Jawab Changmin santai.

"Y-ya.. Shim Changmin, kenapa bisa begitu eoh?"

"Karena aku tak ingin kau tak bahagia, sementara aku menemukan kebahagiaanku."

Jaejoong menatap Changmin yang kini tengah menatapnya juga. "Waeyo?" Tanyanya tanpa melepaskan tatapannya. " –Kalau kita tak bercerai bagaimana dengan Bomi?"

"Aku bisa bilang padanya kalau kebahagiaanmu lebih penting."

"Kenapa Changmin-ah...?" Mata Jaejoong mulai berembun. Entah kenapa ia sedikit tersentuh dengan perhatian namja yang masih sah sebagai suaminya itu. Shit! Ia benci kalau sudah cengeng.

"Eopsseo... Kau tahu Jae.. kau adalah tanggung jawabku, setelah berceraipun kau dan Jaeyoon masih tanggung jawabku. Walaupun aku bukan ayah biologis Jaeyoon, tapi yang semua orang tahu, termasuk hukum, Jaeyoon adalah anakku... kebahagian kalian adalah yang terpenting untukku. Yeah, walau aku pasti merasa sedih kalau Bomi nanti meninggalkanku. Tapi asal kalian berdua bahagia, aku tak apa..."

"Kenapa kau yakin aku dan Jaeyoon akan bahagia jika aku menikah dengan Yunho?"

"Setidaknya Yunho adalah ayah kandung Jaeyoon, dan aku yakin padanya.. dia pasti bisa... Dan jika kau kembali menikah dengan siapapun itu, tanggung jawabku mungkin sedikit berkurang. Tapi aku yakin, hanya Yunho yang paling cocok untukmu."

Jaejoong memalingkan wajahnya. Ia menelan ludahnya kasar, berusaha menahan airmatanya agar tak terjatuh. "Aku tak butuh tanggung jawabmu, aku tak butuh tanggung jawab kalain.."

"Jangan keras kepala, bagaimanapun Jaeyoon butuh keluarga yang lengkap.."

"Tks,"

" Jadi Jae... kalau kau berjanji akan menikah dengan Yunho... aku akan menceraikanmu."

"Aku tak peduli, kita akan tetap bercerai!"

"Asal kau mau menikah dengan Yunho."

"Kenapa kau memaksa sekali eoh? Kau pikir Yunho mau menikahiku? Dia namja normal Shim!"

"Aku juga normal, tapi aku bersedia menikahimu, karena kau sudah sempurna untuk menjadi seorang istri Jae. Kau cantik, bisa mengurus pekerjaan rumah, pintar memasak, body wow, kulit mulus, dadamu besar, kau juga bisa mengandung dan melahirkan.. Ok, mungkin yang tidak kau punya hanya lubang seperti wanita saja, tapi kalau boleh jujur, pelayananmu di tempat tidur cukup memuaskan. Jadi... tak ada alasan namja di luar sana menolakmu, sekalipun mereka mengaku dirinya normal."

Wajah Jaejoong memerah. Bukan karena tersipu atau tersanjung karena dipuji dengan ucapan khas seorang Shim Changmin –frontal-, tapi karena namja tinggi itu menyamakannya dengan wanita. Dan dia paling tidak suka. Demi YunJae yang Real (?) Dia laki-laki yang mempunyai Mr. P. Haruskan dia menunjukan benda berharganya itu agar semua percaya kalau dia laki-laki?

"Aku tahu kau akan marah karena menyamakanmu dengan wanita. Tapi itu faktanya Jae, Jadi... Suka tidak suka, kau harus berusaha menerimanya Jagi..." Changmin tersenyum sambil mengerling. Lantas namja tinggi itu berdiri.

Cup

Jaejoong langsung mendelik Changmin tajam. Lengkap sudah kekesalannya kini.

"Last kiss. Hehe..." Kemudian dengan kecepatan angin Changmin pergi sebelum Jaejoong memutilasinya karena sudah berani mengecup bibir cherry itu, apalagi sebelumnya namja evil itu sudah membuat Jaejoong marah dengan pujian jujurnya.

"Yya Shim Changmin, ku bunuh kau!"

"Hahahahaha..."

Akhirnya Changmin bisa merasakan lagi bibir merah menggoda itu. Yeah, sebenarnya selama menikah dengan Jaejoong Changmin tak pernah mencium Jaejoong di bibir, itu karena Jaejoong yang melarangnya dengan alasan, Jaejoong hanya akan memberikan bibirnya pada orang yang mencintai dan dicintainya. Dan jika mereka berhubungan fisikpun, mereka tak pernah berciuman. Ciuman mereka hanya saat di altar, setelah keduanya dinyatakan resmi sebagai pasangan.

..

..

..

..

..

~*It's Fated by nickeYJung*~

To Be Continued

...

Saya tahu inii sudah sangat lama, tapi yang penting lanjutkan? Hehe #watados

Maaf ga bisa ending dichap depan, endingnya nanti dichap 6 aja ya, cz saya ga mau terburu-buru, tapi tenang aja, saya udah tulis sampai chap ending, jadi tinggal post aja.. do'akan aja supaya ga ada halangan buat post lanjutannya, cz jujur sekarang saya udah mulai sibuk di duta aka dunia nyata, baca FF aja juga jarang, buka akun Facebook juga jarang, jadi klo ada diantara readers yang sudah add akun FB saya, tapi belum saya accept ato konfirm, saya minta maaf ya...

Silahkan (Klo ada) yg udah add tp belum dikonfirm bilang aja di sini (Lewat review) Sertakan nama akun FB kalian, nanti saya konfirmasi ^_^

Dan untuk yg minta MinJae moment sudah saya kabulkan, semoga kalian suka ;)

Tapi saya mau bilang ini BUKAN FF MINJAE, TAPI FF YUNJAE, dan akan berakhir dengan YUNJAE #opss

Pkonya ini FF YunJae ya, saya ga mau jd penulis yg menyebalkan, disummary bilang YunJae, tapi ending malah MinJae #smirk

Oia, ada typo dichap kemarin, tentang komposisi Obat KB yg diminum Jessica, harusnya Estrogen dan Progesteron, bukan Progestreon, hehe...

Dan Untuk Park Minnie, makasih koreksinya, saya baru nyadar klo di chapter dua pas Jaeyoon bilang 'Ahjussi mata rubah' dia ga cadel, harusnya mata lubah yah, hoho...

Makasih juga buat yg udah Follow n Favorite cerita ini, Silent Readers jg makasih udah nyempetin baca FF aneh ini^^

Special Thanks to :

Temen2 yg udh komen di status, wall ato PM di akun Facebook saya dan temen2 yg udah ninggalin jejaknya di chap kemarin.

CuteXIAH, farla 23, Dipa Woon, twink, Nony, alvida the dark knight, sirayuki gia, riska0122, EMPEROR – NUNEO, dian930715ELF, lipminnie, JungJaema, yoon HyunWoon, hanasukie, YunHolic, kim anna shinotsuke, Vic89, Angel Muaffi, Yeyen Yanuar, haruko2271,eve91, My beauty jeje, Zheyra Sky, leeChunnie, Casshipper Jung, Ristinok137, Clein cassie, RyGratia, Yuu si fujoshi, Dee chan – tik, gothiclolita89, Park Seuri, Park Minnie, KimsLovey, Junghyema, SteffyJung, NaeAizawa, danactebh, lee sunri hyun, leejisung4, hongkihanna, christyy, meotmeot, jaena, sissy, Renny harisandi, maretadias, minako yoshida, narayejea, KangMinhyuk, difongyj, cminsa, Nee - chan CassieBigeast, rickasanti cucan, Rly C JaeKyu, teukiangel, Kimikimjae, jaejae, nabratz, Byunchannie26, aiska, qonitah . heekyu, Puan Hujan, maretadias, rickasanti . cucan, hana, n all Guest.

Maaf klo ada yg ga kesebut ato ada kesalahan penulisan nama.

Selamat datang Readers baru ;)

Silahkan tinggalkan jejaknya lagi bila berkenan^.^

YUNJAE IS REAL...!
Always Keep The Faith...^^