Feel The Different
Berawal dari kebodohan Park Jimin. Ia harus menanggung kemarahan Princess BTS, Min Suga. Dan kejutan menanti saat Min Suga terjebak dalam tubuh member lain yang notabene adalah namja paling terbully dalam IKON. Bagaimana perubahan hidup keduanya? Bisakah Suga menghadapi kekasih dari tubuh yang ditempatinya sekarang?
.
.
this is an IKON and BTS story with official pair. no need to talk much, happy read. leave coment if you want and don't give blame word. if you don't like there's a cross sign and click then. Dyo Not Own this story, this is KhungDae's story.
.
.
"Maaf karena ketidak jelasan fiction saya ini, saya akan memberi sedikit penerangan :D. saya menyebut nama Jinhwan, berarti yang saya maksud adalah roh Jinhwan. Begitu sebaliknya, bukan pada wujudnya yaa."
Couple Jimin Yoongi, Junhoe Jinhwan. Maaf, yang lain hanya slight.
Selamat menikmati
.
.
" Goo Junhoee ambilkan mantelku di kamar! Yang warna biru!"
Junhoe menghela nafas kasar, Ia baru saja menginjakkan kakinya hendak menuju kamar Jinhwan. Tapi teriakan indah leader manja mereka terpaksa menghentikan Junhoe.
" suruh Donghyuk saja!"
" dia tidak tahu letaknya, dan aku juga lupa. Jadi carikan, kau kan sekamar denganku!"
Junhoe menahan amarahnya yang seakan hampir meledak. Ia harus sabar, emosinya sedikit terganggu karena kekasih tercintanya kini sedang sakit. Junhoe menatap khawatir pada Jinhwan, tapi… Ia yakin baru saja Ia mendengar tawa kecil keluar dari bibir Jinhwan.
" kau tertawa?" tanya Junhoe dingin.
Yoongi langsung memasang puppy eyes nya berharap Junhoe luluh dan melupakan kecerobohannya tadi. Bisa mati Yoongi kalau Junhoe tahu Ia sungguhan tertawa.
" Junhoe-ya, aku akan ke kamar. Kau ambilkan mantel untuk ha-Hanbin, ok?" duh, Yoongi benar kan menyebut nama leader mereka.
Junhoe tak segera menyahut, hal itu membuat Yoongi kembali melancarkan kebohongannya. " aku baik-baik saja, sungguh! Jangan khawatir"
Junhoe mau tak mau mengalah jika kekasihnya sudah berkata seperti itu.
" aku akan pulang cepat, jangan merindukanku ya..hehe"
Yoongi memaksakan senyumnya menanggapi Junhoe. 'aku justru berharap kau tak usah kembali ke sini. Dan sejak kapan aku merindukanmu, you scamp!'
.
.
Jungkook meraih jaketnya dan akan membuka pintu, tapi lengannya tertahan. Ia pun menoleh dan mendapati Hoseok menatapnya minta penjelasan. Jungkook mengedip paham.
" aku disuruh Mon hyung jemput Yoongi hyung, katanya sakit"
" huh? Apa dia kelelahan memasak tadi?"
Jungkook merengut mendengar pertanyaan tak masuk akal dari J-Hope.
" aku ikut kalau begitu"
Jungkook melototkan matanya melihat Hoseok menggapai pinggangnya erat.
" apaan sih hyung, nanti kalau yang lain lihat gimana?!"
J-Hope terkikik geli, " Tae dan Jin hyung sedang latihan di kamar. Sementara Jimin entah lagi apa tuh di dapur."
Jungkook lagi-lagi mengerutkan dahinya karenya kalimat absurd kekasihnya.
" aku ingin menemanimu sayang, nanti kalau di jalan ada apa-apa gimana coba? Kekasih hyung yang imut dan unyu ini kan sangaattt hyung cintai. Nanti kalau sudah sampai di sana kamu pulang sama Yoongi hyung, terus aku yang bantuin Namjoon, ok?"
Jungkook mengangguk paham atas kalimat panjang lebar Hoseok. Ia kemudian tersenyum cantik dan menyeret Hoseok keluar. " kaja!"
.
.
Jinhwan menyeruput the hijaunya pelan, Ia kemudian tersenyum pada Jungkook yang menemaninya di kamarnya. Kenapa bukan Jimin? Karena Jinhwan takut.
Jungkook pun dengan sabar memotongkan buah-buahan, dan mengajak Yoongi hyung-nya mengobrol.
" hyung, kau marahan sama Jimin lagi?"
Jinhwan menggeleng, " aku hanya tidak ingin bertemu dengannya. Rasanya aku takut"
Jungkook terdiam, sejak kapan Suga takut? Apalagi dengan Jimin.
" Jungkook-ah, sebenarnya apa masalah yang tak aku ketahui?"
" huh?" Jungkook mendadak gugup.
" ya, kau tahu aku mengalami pertengkaran dengan Jimin sebelum ini kan?"
Jinhwan memelankan suaranya ragu, supaya kalimat sok tahunya ini segera tertutupi. Ia mana tahu yang sebenarnya?
" umh..," Jungkook menggumam gelisah.
" sebenarnya…"
.
.
" ah.. sial!"
Yoongi mengumpat pelan, Ia tak tahu menahu apa password pintu di dorm ini. Lalu bagaimana Ia bisa kabur membawa dirinya yang malang ini dari Goo Junhoe?
Eh tunggu dulu, Ia harus tenang sekarang.
" kalau aku berada di tubuh Jinhwan, lalu tubuhku sendiri ada di mana?"
" Kim Jinhwan juga.., dia ada di mana sekarang?"
" apakah semuanya baik-baik saja? Jin hyung, Hobi, Namjoon, Jimin, Tae, dan Jungkook?"
Yoongi tiba-tiba merasakan matanya memanas dan itu membuatnya mendongak menahan air matanya. " bogoshipeo.."
Sedetik kemudian Yoongi tiba-tiba melonjak senang, Ia segera meraih gagang telepon kabel di dorm. Tapi sedetik sebelum menekan nomor-nomor yang dihapalnya, Ia berhenti.
" aku tidak boleh meninggalkan kecurigaan di sini, kalau aku menggunakan telepon maka pihak YG akan tahu.."
Dan berakhir dengan Ia menggunakan telepon selular milik Jinhwan untuk menelpon nomornya sendiri. Yoongi hanya meghapal nomornya ngomong-ngomong.
" yeoboseyo.."
.
.
Jimin mengernyit, nomor tak dikenal? Kenapa menelpon Yoonginya sore-sore begini?
Lama Jimin berpikir, akhirnya Ia memutuskan untuk menerima panggilan itu.
" yeoboseyo.."
Tuut tuut
Jimin menatap layar ponsel itu dalam diam, apa maksudnya coba? Kenapa panggilannya diputus begitu saja? Orang ini berniat jahat ya.
Ia pun tak memikirkan kejadian barusan dan kembali pada kegiatannya menunggui Yoongi tidur. Ia jadi merasa bersalah karena kekasih tercintanya sakit. Padahal Jimin pikir ini bukan salahnya.
" Yoongi hyung, katakan semuanya padaku. Kau pasti menyembunyikan sesuatu kan?"
Jimin mengusap pipi halus Yoongi yang terlelap, Ia menatap sendu.
" aku mencintaimu hyung, sungguh"
Jimin mengakiri kalimatnya dengan butterfly kiss di seluruh wajah Yoongi.
.
Di balik pintu kamar itu, Jimin tak tahu bahwa seseorang tengah melihat dengan sedih apa yang Jimin lakukan.
.
.
.
Yoongi segera memutus panggilan itu, wajahnya berubah sendu, kecewa, dan takut . K-kenapa suara itu yang menerima panggilannya?
" Jiminn.."
.
Membunuh bosan, Yoongi membuka halaman internet dan melanjutkan apa yang belum selesai Ia baca beberapa hari yang lalu. Profile iKON, dengan segala tetek bengeknya.
" Kim Hanbin.. leader, coreographer.. wow! Lyricist..,composer"
Yoongi mengangguk paham, hampir sama seperti dirinya ternyata.
" Kim Jiwon..ad-YAK! JADI BOCAH KELINCI INI YANG BERNAMA BOBBY?!"
" ugh..,pusing~"
Tapi Yoongi tetap melanjutkan bacaannya,mau tak mau Ia harus tahu tentang grup ini kan. Kalau Ia masih mau hidup damai.
Lama-kelamaan kepalanya memberat dan Ia pun jatuh tertidur di sofa dengan tidak nyaman.
.
.
" ..hyung?"
Yoongi menggumam pelan menikmati usapan halus di puncak kepalanya. Ia masih mengantuk, dan Yoongi rasa Ia baru saja tertidur.
" Jinan hyung"
Ia memutuskan untuk membuka matanya perlahan, dan Ia langsung terduduk saat matanya yang mengantuk itu mendapati semua member telah berdiri mengelilinginya.
Junhoe segera mengambil tempat di sampingnya dan mengarahkan tangannya menarik Jinhwan bersandar di bahunya.
" kalau masih pusing jangan dipaksa duduk, tidurlah lagi"
" jangan terlalu memanjakannya Junhoe, besok kita ada latihan. Semua harus ikut. Ini obat untukmu hyung" Hanbin menyerahkan kantong plastik yang diterima Yoongi.
" semoga cepat sembuh, esok apapun yang terjadi semua harus ikut latihan."
Yoongi mengangguk patuh, Ia tahu sebagai seorang idol memang wajib berlatih.
" Hanbin-ah gomawo.."
.
.
Jin menenggak minumnya cepat, dan langsung menumpu pada meja memaku tatapannya pada Taehyung. Membuat pria yang lebih muda bergerak mundur.
" a-apa?"
Jin kembali duduk tegak dan wajahnya tetap serius.
" aku lihat Yoongi tadi menemui manager"
Taehyung pun jadi tertarik dan menumpukan kepalanya ke meja di antara mereka berdua.
" memangnya kenapa hyung? Apa yang mereka bicarakan?"
" yah, kau tahu yang selalu bicara dengan manager adalah Namjoon. Tapi kali ini berbeda. Entah apa yang mereka bicarakan"
Taehyung mendesah malas, " itu bukan masalah yang serius hyung, bisa saja Mon hyung sedang malas bertemu manager"
Jin tertawa mendengar penuturan bodoh kekasihnya.
" oh ya?"
Taehyung mengangguk semangat. Jin pun akhirnya tersenyum, namun dalam hatinya Ia masih bertanya-tanya. Kenapa Yoongi menemui managernya diam-diam?
.
.
" berhenti!"
Hanbin mengerang kesal, kenapa dari tadi Jinhwan hanya diam dan tak fokus?!
Padahal demamnya sudah turun dan Ia tampak sehat saja. Hanbin berjalan menghentak tanda Ia kesal, tanpa ragu Ia langsung berdiri di hadapan Jinhwan dan berteriak di hadapannya.
" APA SEBENARNYA YANG TERJADI PADAMU HYUNG?! KAU TAHU KITA SUDAH LELAH, DAN KUHARAP KAU MAU MENGERTI. BERSUNGGUH-SUNGGUHLAH!"
Sesaat Yoongi merasa sangat takut dan kecewa, Ia memang tidak bisa dan itu bukan salahnya. Yoongi tak pernah dibentak dan dimarahi seperti ini selama hidupnya.
Ia hanya bisa menatap Hanbin yang berjalan keluar ruangan dengan tatapan sendu. Air mata menetes begitu saja dan terus bertambah deras.
" m-mianhaee.., hiks"
Ia jatuh terduduk sambil menyembunyikan tangisnya di balik lengan yang Ia lipat. Isakan itu bertambah keras seiring dengan pelukan erat yang tiba-tiba menghangatkannya.
" tenang hyung, nanti Hanbin hyung pasti kembali. Uljima, aku akan ?"
Yoongi mengangguk di antara isakkannya, Ia sangat berterimakasih pada bocah ini. Meski Junhoe itu kasar, tapi dia baik. Sangat baik bagi Yoongi untuk keadaan yang seperti ini.
Sedetik kemudian Jiwon kembali memasuki ruang latihan selepas acaranya mengejar dan menenagkan Hanbin. Ia ikut duduk berjongkok menyamai tinggi Jinhwan.
" maafkan Hanbin ne? aku paham keadaanmu hyung, kau pasti masih merasakan pusing mendera di kepalamu kan? Kita latihan bersama sekarang. Biarkan Hanbin tenang dulu"
Yoongi mendongak dan tersenyum lega, Bobby juga sangat baik padanya.
" tolong ajari aku.."
.
.
Pagi ini.. day 4
Jinhwan terbangun di kamar Yoongi, dengan jarinya terkait dengan sosok Park Jimin yang masih pulas. Jinhwan mengerutkan dahinya tidak mengerti, kenapa Jimin tidur di lantai?
" Jimin-ah ireona"
Tak perlu susah payah untuk membangunkan Jimin, pemuda itu sudah membuka seluruh mata sipitnya.
" ..hyung" hmm, suara serak khas bangun tidur.
" kenapa tidur di lantai, nanti kalau sakit bagaimana?"
Jimin menggeleng dengan mengeratkan genggamannya, " kalau bisa, aku ingin menanggung semua rasa sakitmu hyung"
Jinhwan terperangah, akhir-akhir ini Ia tahu bahwa Jimin selalu bertutur kata manis dan cheesy kepada Yoongi. Namun kali ini Jinhwan menangkap maksud yang berbeda.
" aku takut, tapi aku tak tahu apa itu yang aku takutkan. Jelaskan padaku hyung"
Jinhwan hanya berkedip bingung, memangnya Ia harus menjelaskan apa?
" em, naiklah Jimin. Di bawah dingin.." ucap Jinhwan akhirnya.
Ia lalu menggeser tubuhnya untuk Jimin berbaring. Setelah itu Ia membiarkan surai berwarna orange gelap itu menempati pahanya.
Jinhwan hanya tersenyum dan mengusap sayang kepala Jimin, mungkin Jimin rindu dengan Yoongi.
Jimin terus diam merasakan elusan lembut di kepalanya. Ia sungguh tak ada tenaga untuk mengoceh panjang seperti saat Ia bermanja-manja dengan Yoongi seperti biasa.
" tidurlah lagi, nanti akan kubangunkan"
Dan Jimin pun mendapat ketenangannya setelah mendegar kalimat itu dari Yoongi. Ia perlahan menutup matanya dan melingkarkan lengan kekarnya pada pinggang Yoongi.
.
.
" ayo anak-anak semua banguuunn!"
Teriakan Jin menggema di seluruh penjuru dorm. Suara itu membuat Namjoon roboh dari alam mimpinya dan jatuh menggelinding dari sofa. Suara bedebum menambah kesan ramai di dorm pagi itu, ehm.. sudah pukul 10 sebenarnya. Ia dengan santai menyeret kekasih blank-nya untuk duduk di kursi dapur.
" Tae, kamu diam saja temani hyung masak. Ok?"
Dan kekasih cantiknya yang masih memejamkan mata itu mengangguk lucu. Hal itu membuat Jin tersenyum tampan kemudian memulai kegiatanya.
J-Hope mengendap di balik pintu kamar Jin dan Yoongi, Ia mendapati Yoongi yang tertidur sambil bersandar di kepala ranjang dan Jimin yang sama lelapnya memeluk Yoongi erat.
" ah, aku jadi iri~" ocehnya manyun.
.
.
" hei, Jimin-ah. Park Jimin ireona.."
Jimin mengerang malas dan semakin menggelung diri mencari kehangatan.
" astaga, kakiku kesemutann"
Dan tak lama Jimin sudah terduduk di tempatnya sambil tersenyum absurd, Jihwan sampai bergidik dibuatnya.
" ..akh hyuungg.., masih ngantuk!"
Enaknya ngancam Jimin gak ya? Tapi kan kasihan. Kalau gak diancam juga keterusan tidur ni bocah." Jimin..ayo bangun"
Dan adegan itu berakhir dengan Jinhwan yang menjatuhkan Jimin dari ranjang. Sama seperti saat Ia pertama kali berada di dorm BTS.
" Akh! Pinggangku~"
.
.
Jin yang melihat Yoongi berjalan mendekat hanya membuat gestur mengusir. Ia tak suka acara masaknya diganggu. Dan kali ini biar Ia saja yang memasak.
" tak apa Yoongi-ya, kau istirahat saja"
.
.
Kini giliran Rapmon yang memegang bahu Yoongi agar berhenti di tempatnya.
" sudah menjadi tugasku untuk menyapu dan membersihkan dorm, main saja sana sama Jungkook"
Dan Jinhwan terpaksa pergi dari sana.
Ia berjalan bingung dan berhasil menemukan setumpuk pakaian kotor, Ia berniat mengambilnya tapi seseorang telah mencegahnya. Kim Taehyung.
" hyung tak usah bersusah payah, biar aku yang meloundry pakaian ini"
Di halaman depan Ia juga menemukan Hoseok memotong rumput dengan semangat.
" Hoseok-ah.."
" eh Yoongi hyung, cepetan masuk hyung. Nanti item lho"
Dan Jinhwan hanya dibuat cengo oleh tingkah mereka semua.
.
.
Jinhwan pun berjalan malas ke ruang tengah lalu mendudukkan diri di samping Jungkook.
" eh, Hyung darimana?"
Jinhwan hanya menggeleng, " kenapa mereka semua tak suka aku membantu pekerjaan mereka?"
Dan Jungkook hanya tertawa renyah, " Yoongi hyung akan mengacaukan pekerjaan mereka. Maka dari itu Hyung lebih pantas menonton tv di sini bersamaku. Karena aku juga pengacau sepertimu hyung, hehe"
Dan Jinhwan jadi teringat saat sebelumnya Ia pernah disebut princess oleh Jimin.
Flashback
Jinhwan baru akan membuka pintu mobil van sebelum Jimin menahan pintu itu dari luar sambil tersenyum lebar. Apa maksudnya anak ini? Jinhwan hanya ingin segera keluar dan makan di resto bersama yang lain.
" my princess Min Yoongi.., ayo sini pangeran Jimin yang gendong"
Dan Jinhwan hanya mengehla nafas maklum, yah.. Jimin memang 2 tahun lebih tua dari Junhoe. Tapi sikapnya masih sangat lucu, sangat anak-anak.
Flashback end
" ..jadi uri princess tidak boleh kelelahan" jelas Jungkook pada akhirnya.
"eng, lalu Jimin mana?"
"oh, dia sedang berelanja di supermarket depan"
"… jadi sebenarnya ada dua princess di sini!" canda Jinhwan akhirnya, dan hal itu membuat Jungkook mengernyit tak suka.
" aku bukan princess hyung, kata Hopie hyung aku ini mermaid" protes Jungkook sambil mengerucutkan bibir.
Jinhwan tak bisa menahan lagi untuk tak mencubit kedua pipi Jungkook, karena demi Tuhan bocah itu menggemaskan sekali.
Diam – diam Jungkook melirik pada Yoongi yang tengah fokus pada layar televisi di hadapannya. Ia jadi merasa bersalah pada hyung galaknya itu. Diam – diam selama ini sebenarnya Jungkook menyukai Jimin. Ia suka Jimin yang selalu ada untuknya, melindunginya, menyayanginya. Tapi, Ia juga merasakan debaran aneh dan menyenangkan saat bersama Hoseok.
Jungkook tidak bodoh untuk mengetahui perasaannya, Ia hanya belum menyadarinya. Ia menyukai Jimin tapi juga tidak bisa melepas Hoseok hyung-nya.
" Jungkook-ah.., benarkah kau tidak tahu apapun? Kukira kau sangat dekat dengan Jimin.." ujar Jinhwan lirih. Ia hanya tak ingin ada kesalah pahaman di sini. Kalau Ia salah memperlakukan Jimin kan, bisa bahaya.
" aku-"
TBC
N.B : sorry for the typo and give review please, see you next chapter.
Thanks to : Asha Pratiwi, JungYongWoo99, 23, park soohee, GitARMY, junhwan, Indriswagirl412. 7 review? member bts? 7 member ikon? 7 pas banget? tapi banyakin reviewnya ya chap ini.
mian gak bisa balas satu satu, intinya makasih udah review, favs dan follow. review kalian membuatku semnagat sekaligus terbahak jangan kapok yaa.
