Yuuki : Yo~ …. Minna-san~ …. *di hajar tonfa sama Hibari*
Hibari : hn… sudah cukup basa-basinya dan lanjutkan ceritamu , Herbivore *siap hajar Author sekali lagi*
Yuuki : Hiiiiiii …. Wa-wakata , Hibari-san *kabur*
Special Thanks yang udah Review dari Chapter 1 sampai 3
~_ VandQ _~
~_ Hayasaka Kairi _~
~_ Urara S. H _~
~_ Hikage Natsuhimiko _~
Dan terima Kasih yang sudah read and follow my fiction *bows*
DESCLAIMER : yah itu sih udah pasti punyanya Amano Akira-san desu~ …
Chapter 4 : Kenangan dan Sebuah Dorongan
"Ka- Kaa-san … ". Kata suara kecil di sebelah ranjang rumah sakit ibunya , tampak khawatir dengan keadaan ibunya yang berada tepat di depannya.
Seorang wanita berambut hitam panjang yang berada di ranjang tersebut membuka matanya dan menoleh kearah suara anak kecil yang memanggilnya . Anak itu terlihat ketakutan dan rasa ke-khawatiran terpancar dari mata anak tersebut.
"Kyoya … ". Kata ibunya pelan , " dimana kakakmu ? ".
"Onee-san masih belum kambali dari kuliahnya di Prancis bersama Otou-san , Kaa-san…". Hibari kecil yang baru berumur tiga tahun memegang tangan ibunya , takut jika suatu hari ibunya akan pergi meninggalkanya sendiri.
Lalu ibunya duduk di ranjang , menggendong anaknya ke atas ranjang , memeluknya dan membelai rambut anaknya di dalam pelukanya. "Kyoya …". Kata ibunya pelan dan penuh rasa khawatir. Hening .
"Kaa-san …. tidak akan pergi meninggalkan Kyoya sendiri kan , Okaa-san ?". Tanya Kyoya kecil menatap mata ibunya dengan penuh harap bahwa suatu hari nanti ibunya akan kembali ke rumah dan bermain bersama dengannya lagi.
"Kyoya … Kaa-san tidak akan pergi meninggalkan kamu dan kakakmu …". Kata Ibunya lembut masih membelai kepala rambutnya.
"Kaa-san janji ?"
Seakan tau pikiran anaknya , Ibunya hanya tersenyum masih membelai anaknya , menatapnya . "Kaa-san akan selalu bersamamu , Kyoya … ". 'bersamamu dan menjadi malaikat penjagamu , Kyoya'. Batin Ibunya dalam hati , masih membelai rambutnya dan tersenyum padanya seakan tidak ada hari esok untuk kembali tersenyum dan membelai rambut anaknya.
Ia tau kalau dirinya tidak akan bertahan lebih lama dari penyakitnya yang kini terus mengambil kesehatanya hari demi hari . suaminya sedang sibuk bekerja Prancis untuk mereka . ia berharap kakaknya akan pulang kembali dari kuliahnya di Prancis dan mengurusi adiknya sebagai seorang kakak untuk menggantikanya.
Hibari terbangun di kamar rumahnya , dari mimpinya tentang ia dan Ibunya saat masih kecil. Hari ini adalah hari pemakaman Kakaknya. Hujan badai diluar seakan mencerminkan perasaanya yang sekarang . ibunya meninggalkanya , kakaknya ,dan salah satu teman Omnivore'nya juga ikut meniggalkanya. Seorang Herbivore kecilnya masih terbaring di rumah sakit.
Hibari lalu menutup matanya , tertidur kembali dalam hujan badai diluar.
"Kyoya~ … bangun". Seseorang mencolek pipinya pelan.
Hibari Kyoya lalu membuka matanya perlahan dan melihat orang yang menggangu tidurnya. Ia lalu duduk di kasurnya dan menghadapi kakaknya.
"Hnn … ada apa ?". kata Hibari tanpa expresi.
Hibari Kyoya. Setengah tahun yang lalu , semenjak ia di tinggalkan ibunya , ia menjadi kurang peduli dengan sekitarnya dan tidak pernah menunjukkan expresi apapun semenjak itu. Tidak pernah bersosialisasi , benci berkerumun yang menyebabkan kebisingan , dan hampir tidak pernah tersenyum untuk siapapun , kecuali ibunya.
"Kita pergi picnic yuk… melihat-lihat pohon Sakura ?". kata kakaknya.
"Hnn … tidak , kau pergi dan picnic saja sendiri". Katanya bosan lalu ia kembali tidur.
"Ohh … ayolah , Kyoya". Kata kakaknya memohon.
Ia menunggu jawaban dari adik kecilnya. Hening. Tidak ada jawaban yang dating darinya. Ia lalu menggendong Hibari dari tempat tidur dengan Bridal style.
Hibari yang menyadari dirinya terangkat dan dipindahkan dari kasur , merasa kesal dan jengkel karna dia dipaksa untuk bangun, ia lalu memberontak dari gendonganya.
Kakaknya yang memegang erat adiknya , lalu berjalan ke kamar mandi.
"Nee-san… apa yang kau lakukan .. cepat turunkan aku ke bawah". Kata Hibari masih memberontak di dalam gendonganya.
"Menurutmu apa yang aku lakukan sekarang , Kyoya ?". Tanya kakanya mengulur waktu sambil masih berjalan kearah kamar mandi.
Hibari terdiam , lalu melirik , menyipitkan matanya kearah kakaknya. "Kau menggendongku ke kamar mandi dan memaksaku untuk ikut denganmu…".
Kakaknya hanya tersenyum simpul kearahnya. Hibari mengela napas dan siap melompat dari gendonganya.
"Kita sampai~ … ". Kata kakaknya Hibari terdiam membeku , ia terlambat untuk kabur dari kakaknya. "Sekarang , kau mandi yang bersih , aku akan ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk picnic …". Kata kakaknya riang.
Hibari hanya menghela nafas atas kelakuan kakaknya. "Hnn…". Ia lalu mengambil handuk yang ada di sebelah pintu masuk kamar mandi dan masuk. "Kakak tunggu di dapur yah~…".
Setelah selesai mandi , Hibari Kyoya dan Kakaknya sarapan bersama di dapur. Setelah itu mereka menuju ke mobil dan berkendara selama beberapa saat , hingga sampai di sebuah lapangan bunga yang dikelilingi oleh pohon sakura di sekitarnya. Di sana ada dua pasang ayunan yang letaknya tidak terlalu berjauhan.
Hibari melihat ada tiga anak disana , dua anak kembar dan satu anak laki-laki yang terlihat feminime bermain di salah satu ayunan dan di sebelahnya salah satu anak perempuan berambut warna mayonnaise bermata pink magenta dan di belakang mereka ada anak perempuan mirip dengannya berambut kuning bermata biru langit sedang mendorong anak laki-laki berambut coklat anti-gravitasi bermain ayunan.
Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dan tersadar dari lamunanya , ia reflex menoleh ke belakang. Kakaknya sudah mempersiapkan semuanya tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Kyoya , aku sudah memanggilmu , tetapi kau tetap saja tidak menanggapi panggilanku". Kata kakaknya.
"Hnn …". Ia pergi duduk di tikar yang sudah dipersiapkan oleh kakaknya , makananya sudah di siapkan.
Kakaknya berjalan kearahnya dan duduk tepat disebelahnya. Sedangkan Kyoya sedang asik mengamati anak-anak yang barusan ia lihat.
Setengah jam berlalu , ia sekarang mulai merasa bosan. Ia melirik kearah sepasang ayunan yang sudah kosong. Anak-anak yang tadi dilihatnya sekarang sedang duduk di rerumputan membuat sebuah mahkota bunga , lalu kemudian mereka bertiga berdiri dan bermain tag. Hibari berdiri dan berjalan kearah ayunan yang kosong.
Tak berapa lama seorang anak perempuan bermata pink magenta menepuk pundaknya dri belakang. "Kau ingin ikut bermain bersama kami ?". tanyanya. Hibari hanya menggeleng. "Tidak". Katanya.
Lalu seorang anak laki-laki kecil berambut coklat anti-gravitasi berlari kearah mereka. Mendengarkan percakapan mereka lalu menarik lengan baju Hibari. "Ne~…. Onii-san… maukah kau ikut bermain bersama kami ?". lalu anak itu tersenyum dengan senyuman angelicnya.
Hibari kembali terbangun dari mimpinya. Satu jam sudah berlalu , ia perlu bersiap untuk mengahadapi para kerumunan Herbivore yang hanya datang mengasihaninya.
Sesampainya di pemakaman , para tetangga dan teman-teman kakaknya yang tadi mengantarkan kakaknya ke peristirahatan terakhir pergi meniggalkan Hibari sendirian di depan kuburanya. Kakaknya dikuburkan di sebelah makam ibunya. Badai hujan sudah tampak reda , tetapi masih seperti mununjukan kesedihanya terhadapnya. Air matanya bercampur dengan gerimisnya hujan di pagi hari. Tidak . ia tidak boleh menangis. Menangis hanya untuk seorang Herbivore.
Hibari lalu menghapus air matanya , bajunya basah karena ia tidak mengenakan payung saat mengantarkan kakaknya untuk ke terakhir kalinya. Saat menghapus air matanya , ia tau kalau hujan sudah tidak mengenainya lagi. Ia melihat ke atas , di atas kepalanya ada sebuah payung hitam yang melindunginya dari hujan dan seseorang sudah berdiri di sampingnya. Memegang payung hitam untuknya.
Orang itu mengela nafas khawatir "Kyoya… kau tau bukan ? jika kau berdiri di tengah hujan kau akan sakit…". Katanya
"Hnn …". Katanya, sambil menutup matanya.
"Bagaimana jika kau sakit ?". katanya terdiam sejenak "Bagaimana jika kau sakit saat kau menjaga Tsuna nanti ? kau sudah janji , bukan ?"
"Hnn … jika itu hanya hujan saja , tidak akan bisa membunuhku , Omnivore".
"Aku tau , tapi itu bisa membuatmu demam dan sakit , Kyoya..!". katanya khawatir.
"….."
Melihat ia tidak menjawab ataupun bergerak dari tempatnya berdiri , ia memutuskan untuk bertanya "Aku akan pergi setelah ini… Apa kau akan mengunjungi Tsuna di rumah sakit ?".
"Hnn…". Ia lalu pergi
Sesampainya di rumah sakit , Hibari langsung mengisi buku pengunjung rumah sakit dan pergi ke ruangan Tsuna. saat hanya tinggal beberapa langkah ke pintu kamar Tsuna , Hibari mendengar suara isak tangis dari dalam. Ia cepat-cepat membuka pintu dan menerobos ke dalam.
"Hiks…..hiks….". suara itu terdengar dari dalam selimut yang di pakai Tsuna.
Hibari membeku di depan pintu , ia lalu berjalan kearah sumber suara dan pelan-pelan membuka selimut yang membungkus Tsuna di dalamnya.
Di dalam selimut , kepala Tsuna berada di bawah bantal untuk meredam tangisanya. Hibari yang melihat Tsuna kecil masih menangis , mengelus-elus belakang punggungnya agar tenang.
Tsuna yang merasakan sebuah tangan membelai lembut punggungnya , keluar dari balik bantal yang tadi menutupi kepalanya. Ia melihat Hibari , langsung menangis lagi dan memeluknya "Kyoya-nii".
Hibari yang hanya di peluk oleh Tsuna , tidak tau harus melakukan apa untuk menenangkanya. Kemudian ia hanya membiarkan Tsuna menangis sampai akhirnya tenang.
Saat ia tenang , Tsuna menatap Hibari dengan mata yang masih berkaca-kaca "Di mana yang lainya , Kyoya-nii ? dimana Sakura-nee , Sora-nee , dan Hibari-nee ?". Tanya sambil terisak.
"Hnn… Tsunayoshi". Ia lalu duduk di atas ranjang , disampingnya. "Sakura dan Onee-san….. mereka sudah menjadi bintang di langit malam , Tsunayoshi. Mereka akan menjadi cahayamu saat malam , dan menerangimu saat kau membutuhkanya tapi mereka sudah tidak ada di sini , begitu juga dengan Omnivore yang lainya ".
"Eh ? hiks…Omnivore ?". kata Tsuna masih terisak.
"Hnn…".
"Apa .. hiks… yang kau maksud Omnivore itu … hiks Sora-nee , Kyoya-nii?".
"Hnn…iya , Omnivore , ia ke Italia untuk mengantarkan adiknya dan kembali tinggal bersama orang tua Herbivore-nya".
"Hiks…hiks… jadi mereka semua sudah.. hiks…pergi meninggalkan Tsu sendiri ?". katanya sambil mengusap air matanya yang masih terus mengalir.
"Bicara apa kau , Herbivore ?". katanya turun dan melipat tanganya. "Aku masih ada di sini , aku akan membantumu ".
"Mem-membantu ?".
"Hnn… Omnivore bilang sebelum ia pergi , kau masih perlu berlatih dan menunjukanya janji yang pernah kau buat". Kata Hibari
Mendengar hal itu , isak tangis Tsuna perlahan menghilang. Ia ingat , ia sudah janji ia akan berusaha untuk tidak menjadi Dame lagi. Ia juga ingat ia akan memainkan music ciptaan mereka di hadapan mereka. "Okay , Kyoya-nii". Jawabnya dengan senyum manisnya.
Dan Tsuna sudah berjanji kepada mereka. Dan ia juga akan menepati janji itu suatu hari nanti.
And Done~ …
Hibari Fangirls : Kyaa…! Hibari-sama …! Aku juga ingin bersamamu dan menjadi malaikat penjagamu …!
Tsuna Fangirls : Tsuna-chan … Get well soon , Okay~ …
Yuuki and Tsuna : ….. *sweatdrops*…
Hibari : *death glares at Author* Hnn… apa yang sudah kau lakukan , Author-Herbivore…
*ngeluarin tonfanya siap hajar Author*
Yuuki : Hyyaa …
Tsuna : Hiiee …
Note for Reader : Lagu yang Author maksud dalam fiction ini , lagunya Cherryblossom by Meeko tapi dalam bentuk biola.
Thank untuk semua dukungannya , and please Review , jika ada yang kurang , aneh , jelek , gaje , kurang kata-kata , bingung dan lain-lain , beritahu saya yah~ …. Okay~ …
See you next Chapter~ … '_')/
