HOLY SHIT!
Pair: HunHan.
Main Cast: Oh Sehun, Oh Sehan, Luhan, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Kris-Wu Yi Fan, and other.
This is BoyXBoy, Yaoi, 1/2 GS, Fantasy, Humor, Romance.
Ret: M
Warning: Typo bertebaran dimana-mana, Bhs tidak baku, cerita gaje, OOC mengandung unsur yadong. Jika kalian masih dibawah umur atau tak suka dengan cerita ini silahkan close. DAN SATU LAGI, DISINI SEHUN SEME NOT UKE. WALAUPUN IA TERLAHIR MENJADI PRIA SETENGAH WANITA TAPI STATUSNYA SEME. DAN LUHAN AKAN JADI UKE.
Summary:
Nasip sial menimpa Sehun, pria yang terlahir menjadi pria harus dikutuk menjadi wanita. Sehun akan menjadi wanita kala matahari terbit dan kembali menjadi pria kala matahari terbenam. Dapatkah Sehun kembali menjadi sosok pria sejati dan mendapatkan pujaan hatinya? Ikuti kisahnya disini.
.
.
Sebelumnya saya ingin mengatakan jika ff saya ini pure dari pemikiran saya sendiri. Jika ada yang mirip anime bahkan sinetron pasaran yang sering ditonton saya tidak terinspirasi dari sana. Ide ini terlintas karena saya ingin membuat ff hunhan yang berbeda. Dimana Sehun menjadi cewek bukan Luhan aja yang jadi cewek mulu. Dan disini SEHUN TETAP MENJADI SANG DOMINAN BUKAN BOTTOM, DAN LUHAN TETAP UKE. JIKA TAK SUKA DENGAN FF INI SILAHKAN OUT/CLOSE. AND THIS IS YAOI. BOY X BOY.
.
.
Happy Reading. ^^
… … …
Luhan memutuskan untuk tidak masuk magang dikarenakan kondisinya belum pulih betul. Bahkan flunya semakin menjadi dan kepalanya makin sakit. Yang ia inginkan adalah istirahat, dengan berat hati ia menitipkan surat izin kepada Yixing. Ia memohon pada Yixing unfuk mengirimkannya ke kepala sekolah tempat dimana ia magang.
Yixing yang melihat kondisi Luhan tak benar-benar baik menjadi iba. Wajah pemuda ini pucat ditambah ia melihat keringat dingin membasahi kening Luhan membuatnya semakin tidak tega. Ia menghela nafas melihat kondisi sahabatnya yang tengah tidak sehat ini. Sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Luhan sendirian ditempat kos, namun ia juga tidak bisa meninggalkan kelasnya dikarenakan hari ini ia ada ujian. Dengan berat hati ia meninggalkan Luhan tapi sebelum ke kampus ia harus mengantarkan surat izin ke sekolah tempat dimana Luhan magang.
.
.
.
.
Hari ini Sehun mendengar Luhan sang guru magangnya tidak masuk. Seperti apa yang diprediksi olehnya jika Luhan haruslah izin dikarenakan kondisi namja itu masih drop. Sebelum surat izin sampai kepada kepala sekolah ia telah meminta kepala sekolah yang tak lain adalah pamannya sendiri untuk meliburkan Luhan dikarena sang guru kemungkinan besar tidak akan masuk.
Sehun yang melihat Luhan kembali tertidur sehabis makan ditambah ia baru saja pulang dari apotik guna membeli obat untuk sosok yang kini sedang terlelap. Sungguh imut sekali sosok namja dihadapannya ini. Bahkan sampai saat ini ia masih belum yakin dan percaya jika Luhan adalah namja. Andai ia tidak melihat adam apple dileher pemuda ini, dan dadanya yang rata mungkin ia masih bertanya-tanya. Namun sungguh aneh dimata Sehun, Luhan yang ia lihat sungguh indah.
Ia ingin membangunkan pemuda ini untuk minum obat namun ia tidak tega membangunkan si mungil yang tertidur layaknya bayi. Yang ada Sehun tetap memperhatikan wajah ayu Luhan.
Karna tak ingin meninggalkan Luhan sendirian di tempat kosnya ditambah ia tak mungkin menginap disini sampai pagi menjemput. Bukannya ia tak ingin, namun kutukan sialan inilah yang membuatnya tak bisa menemani Luhan sampai pagi. Apa jadinya jika Luhan melihat wujud nistanya, bisa-bisa ia merasa malu dan hargadirinya tercabik-cabik. Ingat disini ia sang dominan, ia lah nantinya yang akan menjamah Luhan, membelai Luhan, memanjakan Luhan dan memasuki Luhan. Bukan malah kebalikan, NO! HELL NO! Itu tidak akan pernah terjadi.
Setelah asik bergelut dengan pikirannya, ia memutuskan untuk meminta Yixing menjaga dan menemani Luhan. Karna jujur ia tak ingin Luhan kenapa-napa. Dengan Yixing yang menjaga Luhan ia merasa tenang, setidaknya Luhannya aman.
Bagai diterjang angin puting beliung dan badai topan ternyata respon Yixing sungguh heboh. Yixing seakan panik mendengar Luhan sakit dan Sehun memintanya untuk menjaga Luhan karna ia tidak bisa menemani Luhan, bahkan menginap disini.
Yixing mengerti dan ia yang akan menjaga Luhan. Sehun tersenyum mendengar ucapan pemuda ini, yang mengatakan jika ia tak perlu cemas dan kuatir karna dirinya yang akan menjaga dan menemani Luhan.
"Gomawoyo Yixing-ah, kalau begitu aku pulang dulu. Tolong nanti jika Luhan sudah bangun berikan obat ini. Luhan belum meminum obatnya. Aku ingin membangunkannya tapi aku tidak tega membangunkannya." Pesan Sehun.
Yixing mengangguk dan mengatakan jika ia akan melakukan apa yang Sehun katakan.
Sehun pun pamit keluar dari tempat kos menuju mobilnya. Namun satu yang belum beres. Ia meraih ponsel di sakunya dan mencari salah satu nama yang ada di kontak. Setelah ketemu ia mendealnya —tersambung, dan ia mulai berbicara.
"Paman, tolong beri izin guru magang yang bernama Xi Luhan, kemungkinan ia tidak bisa masuk karena sakit."
"Tapi Sehun, dia belum ada sebulan magang dan langsung diberi izin?" Jawab panggilan disebarang sana.
"Aku tidak mau tahu! POKOKNYA KAU HARUS MENGIZINKAN LUHAN TIDAK MASUK DAN MEMBERIKAN NILAI YANG BAGUS PADANYA, TITIK! Kau tahu, aku tidak terima penolakan." Nada suara Sehun meninggi ia sangat emosi saat ini. Sedangkan orang yang ada disebrang telepon menghela nafas -sabar.
"Baiklah, aku akan turuti permintaanmu." Dan sambungan langsung diputus oleh Sehun.
.
.
Sehun tersenyum kala mengingat kejadian kemarin, pak tua itu benar-benar melakukan apa yang ia mau. Sehun yang sudah menjadi mode on Sehan terdiam dikelasnya sedangkan ke empat sahabatnya tengah kencan dengan pasangan masing-masing. Karna tak ingin jadi kacang diantara mereka ia putuskan untuk duduk dikelasnya sambil memainkan game online.
Sebenarnya ia bisa juga membolos, tapi untuk apa? Dengan keadaannya seperti ini tak mungkin ia menjenguk Luhan di tempat kosnya. Bisa-bisa Luhan akan curiga.
Hah...
Helaan nafas frustasi ia keluarkan. Bahkan dirinya masih merasakan ciuman yang yang ia curi dari Luhan. Tekstur bibir Luhan yang sangat halus, kenyal dan juga manis membuatnya kecanduan. Rasa stroberry, ia tahu jika Luhan menggunakan lipsbalm sebagai pelembab bibirnya. Rasa stroberry serta lembut nan halus tekstur bibir Luhan membuatnya ingin mengulum bibir itu lagi.
Puk!
Sebuah tepukan dibahunya membuat bayangan akan bibir manis Luhan buyar. Sehun menolehkan wajahnya melihat siapa orang yang lancang mengganggu khayalannya. Dan orang itu tak lain adalah Park Chanyeol sahabatnya yang paling aneh dan dicap sebagai happy virus karna ia suka menampilkan senyum pasta gigi. Huff... tak beda jauh dengan kekasihnya Byun Baekhyun. Yang suka bergosip dan cerewetnya minta ampun. Sekali bicara terkadang tidak ada jedanya seperti knalpot.
"Brum-brum-brum-brum..."
Tak ayal kedua pasangan itu sangat cocok sekali, pasangan yang menurutnya bagai lukisan abstrak —tak jelas. -_-"
"Hai Hun, aku dengar guru magang kita sedang sakit. Hms .. rencana kami akan menjenguknya pas jam pelajaran beliau dan kami telah izin ke kepala sekolah. Daripada jam pelajaran kosong lebih baik digunakan untuk menjenguk, bukan.. Bagaimana, ikut tidak?" Ajaknya, tak lupa menampilkan senyum pasta gigi yang membuat silau dimata.
"Hn."
"Jika kau seperti itu, tandanya ia." Katanya lagi sambil memasang tampang bodoh. Dan Sehun hanya bisa bertuing ria melihat polah Chanyeol sahabatnya yang paling abstrak ini.
.
.
Ketukan pintu terdengar dari kamar kos Luhan. Luhan yang mendengar ketukan pintu merasa terganggu. Dengan lemah ia bangun dari ranjangnya. Beruntung ia telah makan - makanan yang disiapkan oleh Yixing sebelum sahabatnya itu pergi ke kampus tak lupa ia juga sudah minum obatnya.
Dengan malas serta mata yang sayu ia berjalan untuk membuka pintu.
Klek!
"Luhan!"
Greb!
Luhan yang belum benar-benar sadar melotot, pasalnya orang ini tiba-tiba memeluknya erat. Seakan tidak ingin kehilangannya. Dan entah mengapa mendapatkan pelukan hangat ini ia merasa nyaman serta rona merah muncul di wajahnya.
"Lu, are you oke?" Kata sosok itu lalu merenggangkan pelukannya. Ditatapnya Luhan -cemas. Jujur saja, mendengar Luhan sakit Kris langsung kemari. Ia tak ingin Luhan kenapa-napa. Bahkan dengan berat hati ia tak jadi menemani Tao gebetannya membeli tas Gucci edisi terbaru.
"Baby Lu, are you oke?" Ulang Kris sekali lagi pasalnya Luhan sedari tadi hanya diam saja, efek shock karna pemuda ini tiba-tiba memeluknya.
"Hah! I-iya... aku baik Kris." Balasnya gugup. Luhan benar-benar gugup dan jantungnya bertalu dengan cepat.
"Wajahmu merah, kau pasti masih demam." Kris meletakkan punggung tangannya dikening Luhan hanya untuk mengukur suhu tubuh pemuda ini.
"Hms... normal." Monolognya bingung.
"Sudahlah Kris, aku baik-baik saja. Aku hanya kecapean saja." Jawab Luhan.
Luhan akan berbalik dan pergi dari sana tapi tiba-tiba Kris menariknya kembali dan mencium kening Luhan. Luhan melebarkan matanya karna Kris tiba-tiba menciumnya.
"Ehem-ehem... apakah kami datang disaat tidak tepat... hihihi..." Cengir Chanyeol sambil mengusap tengkuknya. Karna Kris dan Luhan masih didapan pintu.
KrisHan shock, apalagi Luhan makin pusing dan melebarkan matanya karna ketahuan oleh murid-muridnya.
Sedangkan gerombolan murid kelas XII sains A dimana Sehan dan genknya berada dikalas yang sama turut hadir menjenguknya.
"Oh hai..." Sapa Kris pada mereka.
"Saem, apakah dia kekasihmu?" Tanya Baekhyun frontal.
Luhan seakan membeku sedangkan Kris garuk-garuk kepala. Sifat ooc pemuda ini keluar.
"Aku menduga kalian adalah sepasang kekasih, kalau ya, kalian sangat cocok." Katanya sekali lagi tanpa tahu jika Sehan telah mengeluarkan aura hitamnya.
Sehan/Sehun ingin sekali menyumpal mulut Baekhyun yang cerewet ini. Dan dengan kesalnya ia mendengar jika pemuda botak yang tadi mencium kening Luhan mengatakan jika Luhan adalah kekasihnya. Jadi benar Luhan telah memiliki kekasih? Bagai belati menusuk jantungnya. Apakah ia telah terlambat? Apakah iya tak bisa memiliki Luhan? Tiga bulan waktu yang bisa ia manfaatkan sebelum bulan purnama tiba. Tapi tampaknya takdir berkata lain. Apakah ia tak bisa kembali seperti semula?
Mereka semua masuk ke tempat kos Luhan yang tampak sempit ini. Ia melihat jika Luhan sudah lebih baik, bahkan ia melihat Luhan sesekali tersenyum bahagia memandangi pemuda bernama Kris ini. Sorot mata itu, sorot mata penuh damba. Sehan mengepalkan tangannya, dadanya terasa sakit sekali. Ia ingin Luhan juga menatapnya seperti itu. Tatapan penuh cinta.
Sreg!
Merasa tak tahan, ia pun berdiri dari tempatnya. Ia menatap Luhan lama, lalu pandangannya ia arahkan ke Kris namja itu menatapnya datar pula.
Sehan tahu, jika ia harus bisa berlaku sopan pada mereka. Ia pun mengangguk tanda jika ia ingin pergi dari sana. Luhan dan Kris paham, terutama Luhan. Ia tahu karakter Sehan yang dingin, pendiam, irit bicara bahkan jarang bicara pada siapapun kecuali dihadapan 4 kawannya. Tetapi ia salah satu orang yang beruntung pernah mendengar suara Sehan, suaranya sangat kecil namun terkesan dingin, dan sedikit cempreng.
.
Semua muridnya telah pergi, berbarengan dengan perginya Sehan. Sekarang tinggal Luhan dan Kris saja disana.
"Hai Kris, mengapa kau mengaku-ngaku sebagai kekasihku. Apa kau tak lihat jika nanti aku dijadikan bahan obrolan mereka?!" Sewot Luhan.
"Hahahaha... Hms... entah mengapa lidahku ingin saja mengatakan itu. Hai Han, seandainya aku tidak dengan Tao, apakah kau mau menjadi kekasihku?" Tanya Kris.
Luhan terkejut, ia ingin mengatakan "Iya Kris aku mau." Tapi Kris menjedanya "Hahaha... pasti kau tidak mau, lagipula aku hanya bercanda. Hehehe..." Sambungnya.
Luhan seakan dilambungkan setelah itu ia dihempaskan kedalam jurang yang sangat dalam. Wajah yang tadinya ceria kini mendadak mendung kembali.
Hatinya benar-benar sakit, sesak didalam kalbu kini ia rasakan kembali.
"Lu, apa kau baik-baik saja?" Tanya Kris karna mendadak Luhan tampak kurang sehat kembali.
"Ti-tidak Kris, kau tenang saja.. aku sudah merasa lebih baik, kau jangan cemas." Balasnya meyakinkan.
Cup!
Kembali Kris mengecup keningnya. Ia tahu mengapa Kris mengecup keningnya, karna ini kebiasaan mereka kala mereka kecil dulu. Setiap kali dirinya demam, Kris akan mengecup keningnya berharap sakit yang Luhan derita akan hilang. Tapi kini kecupan itu terasa hambar, seakan tak ada efek apapun yang ia rasa. Yang ada hanya rasa sakit yang menghujam dadanya.
"Tidurlah, aku akan menemanimu." Luhan diam tapi juga tidak menolak apa yang dikatakan Kris.
Tak ada lima menit Kris mengatakan hal itu, dering ponsel terdengar dan itu adalah milik Kris. Ia pun mengangkat panggilan tersebut.
"Halo, ya Tao ada apa?" Tanya Kris. Dan Luhan yang mendengar jika orang yang menghubungi Kris adalah Tao menahan rasa cemburu.
"…"
"Mwo!"
"…"
"Oke, aku akan kesana. Tunggu aku disana."
Luhan tahu jika Kris akan pergi. Ia dapat merasakan jika Kris memandangnya cemas, iapun berkata
"Pergilah, aku sudah sehat tampaknya sebentar lagi Yixing akan pulang. Aku rasa Tao lebih membutuhkanmu. Cepatlah kau pergi, kasihan Tao menunggu lama." Kris tersenyum, ia membelai kening Luhan. "Kalau begitu aku pergi dulu. Jika ada apa-apa tolong hubungi aku." Luhan mengangguk dan tersenyum meyakinkan sahabatnya ini, dan setelah itu Kris pergi.
Setelah Kris pergi, tak lama Luhan menangis. Sebenarnya Luhan bukanlah pria yang cengeng, ia termasuk salah satu pria yang kuat. Ia ingat, ia pernah terjatuh dan dibully oleh teman-temannya dulu. Tapi ia tidak menangis. Sekejam apapun hal yang ia rasakan ia tak akan menangis.
Terakhir airmata keluar kala ia kehilangan kedua orangtuanya dan saat itulah ia tak menangis lagi. Namun karna patah hati ia menangis. Ia sungguh tidak kuat menahan perih dihatinya. Biarlah ia menangis sendiri kamar ini, tanpa ada seseorang yang melihat dan mendengar. Setelah ia menangis ia berjanji esok harinya ia akan baik-baik saja.
.
.
.
.
Hari telah malam, dan ini waktunya ia menjadi pria. Sehun tak ingin menemui Luhan, biarlah sosok guru magang itu sendiri. Lagipula jika ia kesana juga percuma, karna ada sosok Kris, pria yang mengaku sebagai kekasih Luhan.
"Hai Hun, tumben sekali kau kemari. Biasanya kau akan pergi entah kemana." Tanya Kai seolah mencibirnya.
"Diam kau Kkamjong, hari ini moodku jelek sekali." Jawabnya.
"Heh, apakah ini karna gebetanmu itu? Kalau boleh tahu siapa orang itu, sampai-sampai seorang Oh Sehun kelimpungan begini."
Sehun menatap Kai jengah, tiba-tiba ada seorang wanita penggoda mendekat kearahnya. "Hai tampan... kau benar-benar membuatku bergairahhhh..." Desahnya erotis, sambil berbisik ditelinga Sehun. Wanita ini bahkan sudah duduk dipangkuan Sehun dan menggesekkan bokongnya diarea pribadi milik si albino.
Jika ia pria normal mungkin ia akan memperkosa wanita ini tapi sayangnya ia bukanlah pria normal. Baginya wanita ini begitu murahan. Mungkin jika itu Luhan ia akan menjamah tubuh ini. Tapi sekali lagi ia tak tertarik dengan wanita seksi dihadapannya yang nyaris telanjang.
Bagaimana tidak seksi, wanita ini memakai rok mini bahkan sampai memperlihatkan celana dalam hitam ketatnya. Belahan dada besarnya juga terekpose tanpa memakai BH, hanya dibalut pakaian ketat yang memperlihatkan belahan dada dan tonjolan putingnya.
"Kau sangat tampan baby..." Rayu wanita ini lagi. Senyum licik terpatri dibibirnya. Kai dan Chanyeol yang melihat Sehun digoda oleh wanita penghibur disini turut menggoda Sehun.
"Hai sobat, sudahlah pakai saja dia. Kau kan masih ting-ting. Tak salahnya kau coba, dan merasakannya." Goda Kai pada Sehun.
Sehun hanya bersmirk ria. Ia lalu meraub bibir tebal wanita ini. Apa yang dikatakan oleh Kai benar juga, bermain-main sedikit tidak masalah, toh dia sudah 18 tahun. Sudah dianggap dewasa. Hahaha...
Ciuman panas keduanya kian menuntut, Sehun dengan iseng meremas payudara wanita ini sampai wanita ini melengguh didalam ciuman mereka. Efek patah hati membuatnya gila. Hai Hun... ingat persyaratan itu... jangan sampai keterusan. Istifar Hun...
Kai dan Chanyeol yang melihat mereka merasa jengah. "Brengsek!" Pindahlah ke kamar yang ada dilantai atas." Bentak Kai, menyuruh Sehun dan wanita itu untuk pindah. Sehun menyetujuinya, ia pun pindah ke atas.
.
Sehun menjatuhkan wanita ini diatas ranjang. Ia membuka seluruh pakaian wanita ini dan menjamah semua permukaan kult wanita yang ada dibawahnya. Entah bagaimana, mungkin karna sang wanita telah terangsang oleh sentuhan memabukan Sehun, kedua tangannya telah ditali dikepala ranjang oleh Sehun.
Senyum setan terlukis dibibir Sehun. Tujuan ia membawanya, ia ingin main-main dengan wanita ini dan ia masih waras untuk tidak melepas keperjakaannya. Hell, yang boleh menerima junior berharganya hanya Luhan seorang. Lainnya tidak akan pernah ia izinkan menyentuh miliknya.
Oh... master.. touch me please..." Desahnya frustasi.
Sehun lalu mengeluarkan mainan seks yang tadi ia minta dari Kai. Kembali ia mencium wanita guna menggodanya. Ia juga memainkan dada besar wanita ini. Tapi tangannya bermain-main di area bawah milik wanita ini. Ia menanamkan vibrator didalam milik wanita itu. Si wanita mengeram dan mendesah karna ia menyetel ke mode maksimum.
Plok
Bunyi kecipak saliva terdengar. Desahan terus terdengar...
Oh... arghh... master... aaahhhh... aku mohon... tolong.. nggghhh... le-passshhhh..." leguhnya. Bahkan ia melihat wanita ini menggelinjang bagai cacing kepanasan.
Sehun mencibir.
"Cih! Aku tidak akan pernah menyerahkan junior ini padamu WANITA JALANG! Dan ini cek untukmu." Ucapnya dengan menekankan kata 'wanita jalang.' Ia juga menaruh cek diatas nakas. Wanita ini melotot tak suka pada Sehun. Dengan tangan yang diikat dan lubangnya dimasuki alat sialan, si wanita tak bisa bergerak.
"Nikmati itu sampai pagi manis. Khu-khu-khu..." Cibir Sehun. Si wanita melotot, ia berteriak, lalu mendesah efek rangsangan diselatan tubuhnya. Ia juga mengumpat pada sosok brengsek Sehun. Tak ada yang bisa mendengar suara teriakan wanita ini. Karna kamar ini didesain kedap suara.
"Ck, ck, ck.. semoga saja wanita malang nan jalang itu cepat ditemukan jika tidak bersenang-senanglah sampai pagi. Khu-khu-khu..." Monolog Sehun tak lupa senyum evil tersungging dibibir tipisnya.
Kai dan Chanyeol bertepuk tangan, mereka menduga jika Sehun telah melepas keperjakaannya. Tapi Sehun hanya bersmirk ria, ia tak menceritakan pada mereka jika wanita itu tengah bermain solo.
"Hai Hun, bagaimana?" Tanya Kai. Lagi-lagi senyum setan yang perlihatkan si albino.
"Sudah dulu bro, aku lelah dan ingin pulang." Balasnya sambil menepuk kedua bahu sahabatnya, lalu pergi dari sana dengan smirk tersungging dibibirnya.
Seperginya Sehun kedua sahabatnya penasaran lalu mengecek kamar yang dipesan oleh Sehun. Dan...
ASTAGA NAGA!
OH SEHUN...
KAU BENAR-BENAR EVIL.
Wanita itu pingsan dengan tubuh telanjang, kedua tangan terikat dan lubangnya di masuki vibrator dengan mode maksimum.
Ckckck... benar-benar... Sehun... Sehun...
.
.
.
.
Hari ini Luhan putuskan untuk memulai magang kembali. Ia sudah bertekad akan melupakan Kris, setelah seharian menangis ia seperti mendapatkan pencerahan. Ditambah tak lama Kris pergi menemui Tao, ia mendapat panggilan dari Kris dan pemuda itu berteriak heboh. Pasalnya Kris dan Tao telah resmi berpacaran. Tao menerima cintanya, sakit... sesungguhnya sangat sakit. Dengan menahan rasa sesaknya ia berkata jika ia bahagia sebab sahabatnya itu bahagia.
Luhan tidak bisa memaksakan perasaan Kris untuk menyukainya. Ia bahagia jika melihat orang yang dicintai turut bahagia. Oleh karna itu, apa yang dikatakan oleh Yixing benar. Mau sampai kapan ia trus seperti ini... mempertahankan Kris sama saja mempertahankan cangkang kosong. Ia harus bangkit dan mengikhlaskan Kris.
Dan menemukan cinta sejatinya.
.
.
.
.
"Annyeong Saem..." sapa murid-muridnya Dan Luhan tersenyum membalas salam mereka.
Pandangan Luhan tertuju pada Sehan, murid wanita yang entah mengapa akhir-akhir ini mencuri perhatiannya. Sehan bagi Luhan sangat misterius dan orang misterius kedua adalah Sehun. Sejujurnya Luhan entah mengapa merindukan Sehun.
Sehun tadi malam tidak menemuinya. Jujur saja kala ia tengah menangis semalam, ia berharap Sehun datang menjenguknya, kemudian menenangkannya. Tapi yang ada, Sehun tidak datang sampai airmatanya kering lalu jatuh tertidur. Ia bahkan tidak tahu kedatangan Yixing. Tampaknya pemuda itu juga lelah menjaga serta mengurus dirinya.
"Annyeong Sehan-ah..." Sapa Luhan. Sehan menoleh sedikit kearahnya, tanpa mengatakan apapun kemudian melangkahkan kakinya cepat-cepat.
Luhan mendesah kecewa, tak bisakah Sehan bertingkah ramah padanya? Sesungguhnya ia ingin menjadi kawan dan guru yang baik untuk muridnya ini.
Sehun berjalan didepan Luhan, ia lirik Luhan sedikit dan melihat ada raut kesedihan wajahnya. Oh Tidak! Apakah Luhan kecewa dengan sikapnya? Tapi ia jengkel dan kesal pada Luhan karna pria mungil itu telah memiliki kekasih yang sangat Luhan cintai. Biarkan saja seperti ini, ia harus menjaga imaje coolnya.
Skip
Saat ini Sehan tengah asik duduk dibawah pohon —tertidur. Jam istirahat ia gunakan untuk tidur saja, sebenarnya ujian kelulusan akan tiba, tapi karna ia memiliki IQ yang tinggi itu bisa diatur. Ia hanya perlu membaca sekali dan semuanya akan sesimpan rapi diotaknya, benar-benar jenius bukan.
Luhan tak sengaja melihat Sehan tengah berteduh dibawah pohon yang rindang ditaman sekolah ini. Rambut hitam panjang lurusnya berkibar-kibar seiring dengan hembusan angin disekitarnya.
Ia lalu mendekat kearah Sehan. Ditatapnya wajah damai tertidur Sehan. Bibir tipis, alis yang tebal, hidung yang mancung sempurna, dagu yang lancip.
Deg!
Luhan seakan pernah mendiskripsikan bentuk wajah Sehan, wajah Sehan dimatanya sungguh tak asing. Ia pun kembali mengingat-ingat wajah yang kira-kira mirip dengan Sehan.
Luham seakan membeku dan tercekat. "Tidak mungkin... Sehan sama dengan Sehun..." Batin Luhan.
"Saem."
"Deg!"
Luhan terlonjak —kaget, pasalnya Sehan telah bangun. Ia dapat melihat mata Sehan, sorot mata itu sama dengan milik Sehun.
Ada hubungan apa Sehan dengan Sehun? Atau jangan-jangan Sehan dan Sehun adalah saudara kandung? Melihat nama mereka yang mirip tampaknya iya.
"Ah tidak, ini. Aku sering melihatmu berdiam diri sendirian tanpa makan apapun. Apa kau tidak lapar?" Ucap Luhan seakan mencari alasan. Ia pun memberikan makanan yang ia beli dari kantin untuk Sehan.
"…"
"Hah... tak apa, ambilah... aku tidak ingin kau sakit sepertiku Sehan. Kau jangan menolak pemberian Saem mu ini, ambilah!" Perintah Luhan. Mau tak mau Sehan pun mengambilnya, Luhan tersenyum akhirnya Sehan mau menerima pemberiannya.
"Ayo makanlah..." Perintah Luhan lagi. Sehan hanya diam saja, tapi ia tidak menolak apa yang Luhan katakan, ia memakan pemberian dari Luhan.
Disaat Sehan makan, Luhan masih mengamati sosoknya ini. Bagi Luhan, Sehan sosok wanita yang anggun, bak bangsawan. Cara makan yang tidak urakan, stylenya rapi. Terbukti jika Sehan dibesarkan dari keluarga berada. Sehan mengingatkannya pada sosok Sehun.
Apakah Sehan ini adik Sehun? Jika ia, berarti Sehun juga sama seperti Sehan. Tapi Sehun yang aku lihat ia orangnya ramah, baik dan juga pintar memasak. Batin Luhan.
Merasa diperhatikan, Sehan menatap Saemnya ini. Seakan mengerti kata hati Sehan, Luhan pun berkata "Hahaha... lanjutkan makanmu Sehan, jangan hiraukan aku. Hehe.." Garuk-garuk kepala. "Hms... sejujurnya aku sangat mengagumimu."
"Uhuk-uhuk!"
Sehan terbatuk kala Luhan mengatakan itu. Luhan panik Sehan terbatuk dan ia segera memberikan minum untuk Sehan, dan Sehan menerimanya.
"Gleg, gleg, gleg."
Setelah makanannya turun masuk kepencernaannya, Sehan menatap Luhan bingung.
"Hms... aku mengagumi karna kau unik. Sikapmu yang misterius mengingatkanku pada seseorang."
"Siapa?"
Terdengar, Sehan bicara padanya. Seketika itu juga Luhan menoleh kearah Sehan, suaranya bagai alunan melodi yang lembut nan indah. Suara Sehan benar-benar empuk. Walaupun hanya satu kata saja yang keluar dari mulut Sehan.
"Hms... Sehun."
Deg!
'Sehun... Luhan mengatakan Sehun.. apa jangan-jangan dia mulai curiga?' Pikir Sehan, tapi ia tidak boleh cepat-cepat mengambil kesimpulan dan ia harus menyelidikinya.
"Sehan, bolehkah aku curhat padamu? Aku rasa kau bisa dipercaya." Ucap Luhan dan Sehanpun mengangguk.
"Hms... kau tahu Sehan... hari ini sebenarnya moodku tidaklah baik. Aku bingung ingin memulai dari mana?"
Sehan/Sehun mengeryit tak paham. Mengapa Luhan moodnya tidak baik? Apa terjadi sesuatu? Banyak pikiran bermunculan dibenaknya.
"Sehan, bolehkan aku mendengar pendapatmu?"
Angguk.
"Hms... jika kau mencintai seseorang apakah kau akan melepaskannya atau malah merelakannya?"
Sehan lagi-lagi mengeryit tak paham, mengapa Luhan mengatakan ini? Sebenarnya apa yang tengah terjadi dengan sosok mungil di depannya ini.
"Kenapa, kenapa Saem bicara seperti itu? Bukankah Saem telah memiliki kekasih? Apakah kekasih Saem menduakan Saem?"
Luhan seakan membeku, pertanyaan Sehan sungguh menusuk hatinya. Diselingkuhi, diduakan? Benar-benar menusuk. Tidak! Ia tidak sehina itu. Ia dan Kris bukan sepasang kekasih, apakah Sehan berpikir jika ia se-me-nye-dih-kan ini?
"Tidak bukan begitu. Kau salah menilaiku. Soal yang kemarin itu.. dimana Kris menciumku, kami bukanlah sepasang kekasih. Kris bukan kekasihku, walaupun aku menyukainya."
Sehun melihat ada binar kesedihan dimata si mungil. Apakah selama ini Luhan tersiksa? Jika ia tebakannya benar, maka Luhan mencintai pemuda itu tapi pemuda itu tidak mencintainya.
"Kris, bukan kekasihku. Ia sahabatku namun aku mencintainya, tapi sekarang aku berusaha melepaskannya, dia menyukai oranglain. Maka dari itu, apakah aku harus melepaskannya atau merelakannya?"
Binggo.
Tebakannya benar. Ia lalu tersenyum kecil, sangat tipis dan beruntung Luhan tidak melihatnya, dengan kata lain ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati Luhan.
"Lupakan."
"Eh!" Luhan kembali menoleh kala ia mendengar Sehan berkata 'lupakan.'
Walaupun hanya satu kata, tapi ia paham apa maksud dari ucapan Sehan. Sehan menyuruhnya untuk melupakan dan membuka lembaran baru, anggap saja Kris bukan jodohnya. Jika berjodoh pasti akan menyatu.
"Hms, aku akan melupakannya. Gomawo, Sehannie..." Sehan diam saja tapi didalam inernya ia tersenyum dan tertawa bahagia. Ia masih memiliki kesempatan.
.
.
.
.
Mood Luhan kembali membaik, seakan mendapatkan hadiah, akhirnya ia bisa mendengar suara Sehan tanpa nada dingin didalam ucapannya. Walaupun hanya seemprit, namun itu sudah membuatnya bahagia dan Yixing yang melihat sahabatnya kembali makan dengan lahap turut senang. Itu tanda jika Luhan benar-benar sehat.
"Hai Lu, makanlah dengan pelan... jangan seperti babi nyosor !" Sindir Yixing.
"Hari ini aku sedang senang Xing." Balasnya.
"Wae?!"
"Kau tahu Xing, akhirnya aku bisa mendengar suaranya."
"…"
"Hah... sudahlah lupakan, ayo kembali makan." Dan Yixing memutar bola matanya malas
Setelah selesai makan malam, mereka membersihkan meja dan mencuci peralatan makan mereka. Yixing bertugas membersihkan meja dan menggeringkan peralatan makan sedangkan Luhan mencucinya.
Disela-sela kegiatannya Luhan bertanya pada Yixing "Xing, aku merasa beberapa hari ini Sehun jarang kemari?"
"Cie-cie... apa kau merindukannya Lu? Apa kau membuka hatimu padanya? Cie-cie..." Goda Yixing.
"Enak saja! Bukan begitu, aku ragu padanya. Jangan-jangan iya membohongi kita, Xing!"
"Membohongi bagaimana Lu? Bisa saja ia sibuk."
"Kau tahu, aku sakit ia tak menjengukku lagi."
"Aigoo Lu... Sehun baru sekali ini tak mengapelimu. Sehari tidak bertemu dengannya kau sewot begini.. sudah jangan mengelak lagi. Kau menyukainyakan.. terbukti dari sikapmu ini." Goda Yixing bahkan sampai menaik turunkan alisnya.
"TIDAK! AKU TIDAK MENYUKAINYA!" Bentak Luhan kesal.
"Ara, araseo. Kalau kau tidak menyukainya, kenapa kau membentakku, bodoh!"
"Itu karna kau tidak percaya padaku!"
"Hah... baiklah... aku kalah, hms... Sehun mungkin tidak menemuimu karna sibuk dengan kekasihnya mungkin... apa kau memiliki nomernya? Apa kau tahu ia tinggal dimana? Setahuku kau tidak tahu, bahkan nomer dia pun kau tidak memilikinya. Selama ini kan Sehun yang selalu kemari." Pancing Yixing
"…"
Luhan seakan membeku, apa yang dikatakan Yixing benar. Untuk apa ia memikirkan pemuda itu jika ia tak mengetahui apapun tentang Sehun. Bahkan ia terlalu gengsi untuk meminta nomer ponsel namja itu.
.
.
Malam kian larut, bahkan hari ini adalah libur cutinya yang terakhir. Dan besok ia akan kembali bekerja, Luhan tidak enak jika terlalu banyak izin.
Dan malam ini Sehun tidak datang lagi ketempatnya sedangkan Yixing telah kembali ke kosnya. Dikamar ia memandangi langit malam, Sehun-Sehan. Entah mengapa keduanya membuatnya penasaran. Ia yakin wajah Sehan mirip dengan Sehun. Aura yang dikeluarkan oleh mereka pun sama. Tapi Sehun jika berada didekatnya memiliki aura yang hangat. Berbeda dengan Sehan yang dingin -sedingin es dan sukar ditembus.
"Siapa kalian sebenarnya?"
.
.
.
.
TBC.
Halo-halo... akhirnya update juga... #elap keringat. Nyengir ala Pcy.
Wah, tampaknya Luhan mulai curiga ama Sehun-Sehan. HEhehe...
Thx to:
Leemomo. Chan520 - Xdhinnie0595 (thx kalian berdua udah nolong and support aku ^^) Seravin509/ SebutLuhan3x/ OhSeXiLu/ Daebaektaeluv/ Kezief/ Cardinared/ DearmyKrisHan/ Rydeer/ DinoChickiHH/ Mischababy/ deva9bubletea/ Khalidasalsa/ kembang perawan/ Deviadevilcute/ Tiehanhun9094/ thethuniyehet (yehet! Namanya hampir sama ^^)
Makasih yang telah mampir ke kotak review, dukungan kalian sangat berarti.
Makasih pula yang follow and favorit, semuanya terimakasih. Maaf pula jika ada kesalahan kata dan juga penulisan nama, mohon maaf. Oke sampai berjumpa di next chap.
Bye-bye...
Pyong! ^^
