CHAPTER 4

Haiii semuaaa, maafkan author yang mualas ini. Gak sadar kalo fic ini dibuat tahun 2k13 dan author baru update tahun 2k15. Sekali lagi author maaf banget banget bangeeettt!

Author dulunya galau, author sekarang udah kelas 3 mau kuliah, pusing banyak tugas dkk *curhat* janji deh fanfic ini jadi cepat kelar!

-Arum junnie : waah udah terlanjur nih hehe, sarannya bagus sih sebenernya, maaf yaa enjoy!

-Nobikun11: terimakasii author senang kayanya dipuji (?)

-Mina jasmine : minaaaa maafin author yaaa author terharu bgt liat review mina yang sabar nungguin fic ini, sekali lagi maafin author yaaa, janji deh habis gini fic nya selesai, enjoy reading mina! *hug*

-fujiwara kumiko024 : aaaah maafin author yang udah bikin shiroi nosebleed, mau author lap-in tapi pasti udah keburu kering akibat kelamaan bales reviewnya shiroi, maaf yaaaa, habis gini selesai koook fanficnya. Janji gak omdooo. Love, weaponsaddict

-Yuris: terimakasih banyaak, maafkan juga atas update yang lama ini. Hehe.-.

Aries : maaf menunggu lamaa, fanfic ini akan dilanjutin kook :)

Thanks buat semua yang mereview, have a nice day and happy reading!

CHAPTER 4 – THE HAPPY ENDING

-Flashback-

Terlihat anak laki-laki berumur 6 tahun dengan rambut cokelat panjang duduk di kursi taman yang sepi.

"Hey, kau kenapa menangis seperti itu?" tanya seorang anak gadis dengan rambut yang dicepol dua.

"Aku..aku tersesat. Aku sedang berlibur disini, tadinya.. aku ingin keluar sebentar untuk membeli ice cream.. paman penjual ice cream itu terus mengayuhkan sepedanya tanpa mendengar teriakanku, aku terus berlari mengejarnya sampai aku tersesat, sekarang aku lupa dimana hotel tempat aku menginap.. hiks" katanya sambil menangis sesenggukan.

"Tidak usah bersedih, ayo kita cari hotelmu bersama-sama!" Kataku dengan semangat.

"Me..memangnya, kau tidak takut kalau tersesat?"

"Tidak, aku sudah sering liburan disini, aku juga mengenal penduduk sekitar."

"Oh..begitu, jadi...kau bukan warga asli sini ya?" katanya masih dengan sesenggukan

"Tidak, aku tinggal di Jepang, aku liburan disini dan menginap di rumah paman." Kataku sambil tersenyum.

"Wah benarkah? Aku juga orang Jepang lho, aku harap kita dapat bertemu lagi." Katanya yang sudah mulai berhenti menangis.

Aku mengelap pipinya yang basah bekas tangisannya tadi dengan sapu tangan pink milikku.

"Naaah, gitu kan jadi tambah ganteng kalo gak nangis, hihi" kataku polos

"ngomong-ngomong, kamu lucu deh cowok tapi rambutmu panjang, kayak rapunzel!"

"enak aja! Rapunzel kan cewek! Rambut kamu juga kayak tikus! Katanya gantian meledekku.

"iiih, rambutku lucu tauuuk!

"iya, maksud aku rambut kamu lucu, kayak minnie mouse, dia kan lucu, cantik, imut, kayak kamuu hehe"

"hahaha rapunzel bisa aja! Ngomong-ngomong, hotel kamu namanya apa?"

"kalo tidak salah sih hotel hilton."

"aku tau! Tempatnya tidak jauh dari sini lhooo ayo aku temani."

Mereka berdua lalu menjadi akrab, mereka selalu bermain di taman itu. Dan pada akhirnya... laki-laki tersebut akan pulang dan tidak akan kembali lagi, tenten sedih dan menangis sambil memeluknya.

"Minnie jangan nangis ya, nanti kita pasti ketemu kok. Dulu kan kamu yang hibur aku biar aku gak nangis, sekarang kok jadi minnie yang cengeng sih! Kalo minnie nangis nanti aku sedih."

"Iya deh, minnie gak nangis lagi."kataku sambil menghapus air mataku.

"Oh iya, aku buat ini untuk kamu, simpen yaa biar kamu inget aku terus." Katanya sambil memberikan gelang anyaman yang lucu dengan liontin minnie mouse, gelang itu sedikit kelonggaran saat aku pakai.

"waah ini lucu sekali punzel!" makasih yaaaa

"ini sapu tanganmu aku kembalikan"

"tidak usah, simpan saja agar punzel ingat aku terus.

Anak laki-laki itu pulang.

Dia bersekolah di Jepang, lalu saat SMA dia akan sekolah di Indonesia, dia sempat ngotot tidak mau, alasannya karena dia optimis pasti bertemu minnie di Jepang, karena asli mereka di Jepang. Dan mungkin karena mereka jodoh, mereka akhirnya bertemu disini, di Indonesia. Ya, anak laki-laki itu adalah Neji, dan anak gadis itu adalah tenten. Mungkin alasan Neji bersikap dingin selama ini adalah ia rindu dengan sahabat kecilnya, dia ingin bertemu dengannya tapi mereka tidak pernah bertemu, Neji sudah bosan menunggu. Dan akhirnya penantiannya terbalas.

-End of flashback-

"Astagaa, Neji! Jadi kau itu Rapunzel?"

"ternyata kau masih ingat minnie." Katanya sambil tersenyum.

"Aku kangen kamu tau!" Tenten tanpa sadar memeluknya erat

"Aku juga, aku pikir kita tidak akan bertemu lagi, aku sangat senang kita bisa bertemu lagi. Aku telah menunggumu bertahun-tahun."

"Tenten," kata neji seraya menegakkan badannya, iya menggenggam tangan tenten."

"y.. ya?" kata Tenten agak kaget dengan kejadian barusan.

"Maukah kau menjadi pacarku? Begitu aku mengenalmu kala itu, aku suka kepadamu. Saat aku berpisah pun, tidak ada seorangpun yang dapat meluluhkan hatiku. Kau adalah cinta pertamaku, aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi, aku janji aku akan melindungimu. Aku benar-benar menyayangimu. " Kata neji menatap lurus ke arahku.

"Itu, Neji.. aku.."

"maukah kau menjadi pacarku, ten?" Tanyanya sekali lagi.

"tapi dengan satu syarat."

"Apapun syarat itu akan aku penuhi!"

"bersikap baiklah pada hinata, aku tidak tau masalah apa yang terjadi di antara kalian, tapi kalian adalah saudara. Walaupun ada kejadian yang membuatmu membencinya, aku yakin terjadi karena ketidak sengajaan. Hinata sudah berusaha menjadi sepupu yang baik Neji, dia bersikap baik kepadamu tapi kau malah bersikap dingin kepadanya."

"Neji terdiam mendengar perkataan Tenten."

"Kenapa? Kau gengsi ya? Astaga Neji. Apa kau tidak bosan bersikap dingin terus seperti itu, di sekolah, di rumah. Keluarga Hinata pasti menyayangimu juga neji." Kata tenten.

"Jadi selama ini, aku sudah jahat terhadap sepupuku sendiri ya? Baiklah, aku akan mencoba menjadi lebih baik dan menyayanginya." Kata Neji sambil tersenyum.

"Naaah, gitu dooong, kalo gitu aku mau pacaran sama kamu hehehe" ujar tenten.

"Anything for you minnie." Ucapnya

"Ayo, kita kembali ke dalam Punzie" ucap tenten sambil terkekeh

Neji dan tenten masuk ke dalam ruangan dengan bergandengan tangan

"Wah, ada yang gandengan tangan nih. Lihat teme, Hyuuga itu sudah berani-beraninya memegang tangan adikmu" ucap Naruto tanpa dosa.

"Eh, ngapain lo megang2 tangan adik gue? Tadi sempet nyium dia juga. Awas ya sampek lo apa-apain," Kata Sasuke frustasi.

"Tenten sekarang pacarku Sasuke nii-san" kata neji dengan menyebut sasuke dengan embel-embel nii-san yang dibuat-buat.

APAAAA! "seluruh ruangan pun kaget dengan ucapan Neji itu.

"Ternyata, Neji itu sahabat kecilku dulu nii-san, yang aku panggil RAPUNZEL itulooo." Kata tenten dengan penekanan kata rapunzel, sontak membuat seisi ruangan penuh tawa.

"Tenten apa-apaan sih, bikin malu aja." Kata neji yang gengsinya udah ilang.

"hehe, sekali-kali gaapa kan Neji-kun?" ucap tenten dengan senyumannya yang manissss banget.

"Waah Neji nii-san blushing!" ucap hinata tanpa dosa yang langsung menutup mulutnya karena takut.

Neji berjalan ke arah hinata yang malah membuat hinata takut. Neji menyentuh pundak hinata dan tersenyum hangat kepadanya.

"Hinata, maafkan aku karena telah bersikap dingin kepadamu, padahal kau dan paman sudah sangat baik kepadaku." Ucap neji kepadanya.

"Neji..ni..." ucap hinata sambil menangis terharu.

Neji langsung memeluknya dan mengelus rambut adik sepupnya itu

"Aku janji akan menjadi kakak yang baik untukmu hinata, dan kau naruto. Tolong jaga hinata dan buat dia selalu tersenyum." Ucap Neji kemudian terhadap Naruto.

Hinata langsung mempererat pelukan mereka dan tak henti-hentinya berterimakasih terhadap Neji.

"Hinata, berterimakasihlah kepada tenten, dia yang mengubahku dan menyadarkanku." Katanya.

"Tenten san, terimakasih!" ucap Hinata.

"Ah, tidak perlu seperti itu hinata, hehe."

"Oi Neji! Karena kau sudah merestui hubunganku dengan Hinata, aku jadikan dia pacar boleh ya?" kata naruto blak-blakan yang sukses membuat hinata memerah.

"Boleh-boleh, kalau bisa lanjut sampai jadi suami istri." Celetuk Neji

"nii saaaaan!" ucap hinata yang menahan malu.

"wah waaah, sekarang udah ada pasangan yang jadian ya." Ucap Sasuke.

"cie Nii-sanku ganteng-ganteng jomblo." Kata tenten.

"iyalah kan gue gak murahan. Aku maunya kan sama yang high class doang." Ucap sasuke dengan sombongnya.

"SAKURA SINGLE KOK NII-SAN! PACARIN AJA!" Teriak tenten dengan keras, yang disebut namanya pun menoleh dan melihat sasuke dengan tatapan seperti macan kelaparan.

"KYAAA! Sasuke kuuuun!" Sakura berlari menuju sasuke dengan semangat 45

"Sasuke yang sadar nyawanya akan hilang pun berlari menjauhinya dan langsung menuju parkir sekolah dan pulang kerumahnya.

"Yaaah, Nii-san kok pulang duluan sih, nyebelin kan." Gerutu tenten pada dirinya sendiri. (lah, yang mancing2 sakura siapa coba?)

"Pulang bareng aku aja tenten-chan, biar hinata dianter Naruto."

"Siaaap Neji! Tapi, kita mampir ke warung ramen dulu ya hinata sayang." Kata naruto yang membuat hinata hampir pingsan.

"Jagain adik gue! Jangan di apa-apain, jangan lama-lama kalo makan! awas kalo pulang kemaleman! Kata neji ketus.

"nyantai dong ji, gue pastiin putri Hinata Hyuuga yang pualing cantik di negri ini akan pulang dengan selamat dan tepat waktu."

"hahahaha, udah ah jangan gombal-gombal mulu, awas hinata hampir pingsan loh," Kata tenten.

Dan akhirnya, malam itu berakhir dengan indah. Neji senang akhirnya ia bisa berubah menjadi orang yang lebih baik karena Tenten. Cinta pertamanya.

-THE END-