Summary :: Miku dkk selalu saja dikejar-kejar fans nya di Vocaloid hari, Miku dkk dipindahkan sekolahnya ke sekolah menengah biasa bernama Olympus Academy karena urusan pekerjaan. Keadaan sekolah yang sangat 'berbeda' dari biasanya JUSTRU membuat Miku dkk merasa tentram. Seperti apakah Olympus Academy itu?

Character :: Jangan tanya! palingan cuma banyak OC doang

Genre :: Humor, School Life, Sports, Romance, dll.

Rated :: T untuk berjaga-jaga

Disclamer :: Vocaloid by Yamaha Corporation. OC by Me and Others

-Di Skip sampai sehari sebelum keberangkatan-

=Let's Start the Story=

VOCALOID APARTEMEN – LIVING ROOM
"Walah, tidak terasa besok kita bakal meninggalkan tempat ini!" desah Luka menepuk koper merah miliknya lalu memandangi dinding langit-langit apartemen mereka. Sementara yang lain masih sibuk berkemas.

"Miku. Menurutmu, lebih baik di antara semua baju-baju dan celana-celana milikku, mana yang sebaiknya kusumbangkan?" tanya Rin sambil menunjukkan sebuah tank top berwarna pink dengan pola bunga dan sebuah rompi berwarna hijau rajutan tangan.

"Hah? kau mau menyumbangkan baju-bajumu? tapi kenapa?" tanya Len heran sambil memasukkan celana jeans panjang ke dalam koper berwarna emas miliknya.

"Kau kan tahu aku itu shopaholic (1) tingkat akut, jadi pastinya aku mempunyai sangat banyak pakaian… tidak mungkin semua baju-bajuku di bawa ke asrama, bukan? jadi aku berpikir untuk menyumbangkan ¾ dari semua bajuku…" jelas Rin kemudian menjejerkan 3 buah pakaian. Satu kemeja berwarna ungu tua, satu jaket warna hijau pudar dan satu rompi berwarna merah tua.

"Memang baju-bajumu sebanyak apa sih?" tanya Kaito memandangi Rin. Kemudian Rin memberi isyarat kepada Kaito untuk mengikutinya ke kamar. Kaito dan Rin berjalan ke kamar. Sampai akhirnya di ruang keluarga hanya tersisa Len, Miku dan Luka yang terlantar (Umph… I'm sorry).

"Rin-chan dan Kaito-nii chan mau ngapain ya?" tanya Miku memandangi pintu dimana Rin dan Kaito hilang dari pandangan (lebay!).

"Tentu saja melihat baju-baju milik Rin! apalagi coba?" kata Len memasukan sweater berwarna hijau tua ke dalam koper miliknya.

"Siapa tau aja bukan… tapi mauuuu….." kata Luka menggantungkan ucapannya. Tiba-tiba di atas kepala mereka bertiga terdapat sebuah awan yang melingkar di atas mereka bertiga dan tergambar Rin dan Kaito sedang melakukan hal yang tidak layak ditulis disini. Nanti kalo saya tulis soalnya jadi fic rate M!

"IIIIH! nggak mungkin deh kayaknya! secara Rin itu dadanya kan bisa disamain sama kaca itu!" seru Len dengan wajah memerah menunjuk kaca jendela yang bersih, mulus, datar dan tiada cacat.

"… Len pernah ngintipin Rin ya? kok bisa tau?" tanya Miku dengan nada menggoda. Mendengar hal itu Len malah pengen muntah.

"YA NGGAK LAH! DIA KAN KALO CUMA BERDUA SAMA AKU DI RUMAH SUKA SOK-SOK PAKE KORSET TERUS BERLAGAK JADI MODEL! KALO PAKE KORSET KAN JELAS DADANYA SEGEDE APA!" bentak Len. Mukanya memerah marah. Lalu terdengar suara 'piiiiiip' seperti suara kereta api express.

PIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIP
PIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIP
PIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIP

"Ah, iya!" seru Miku dan bergegas ke dapur lalu mengangkat ceret yang sudah agak memerah dengan kain di meja dapur (bukan meja makan!) lalu mematikan kompor. Seketika bunyi kereta api itu berhenti. Lalu dia buka tutup ceretnya dan uapnya langsung ngebul nyebar ke seluruh dapur. Uap airnya telah bercampur dengan asap abu-abu berwarna putih agak abu-abu karena bagian dalam ceretnya sendiri sudah agak gosong karena kelamaan di atas api (my childhood story…) uapnya menyebar bahkan sampai menembus keluar ruang tamu. Miku batuk-batuk lalu membuka jendela dapur.

"Uhuk-uhuk!Umph… hueek! ohoek! se-sesaak!" rintih Miku dari dalam dapur kayak orang lagi dicekek. Bukannya nolongin, Luka malah ngumpet di balik sofa sementara Len ngumpet di balik pintu ruang keluarga. Apalagi pas ngeliat asapnya ngebul kayak gitu. Kesannya jadi mirip yang di film-film… kalo monsternya mau keluar pasti keluar asap kayak gitu, kan?

"Iiiih, Miku kenapa tuh di dalam?"

"A-aku juga tidak tahu, Len-kun… apa ada hantu di dalam?"

"Apa sebaiknya kita tengok?"

"Ta-tapi aku takuuuuut!"

Sementara di dalam, Miku menutup hidungnya lalu memasang kembali tutup ceretnya. Lalu Miku membuka pintu ruang keluarga sehingga semua asap-asap di dapur pada transmigrasi ke ruang keluarga. Miku keluar sambil menyeret-nyeret kakinya malah menjadi makin menyeramkan karena sosoknya yang samar-samar terhalang uap dan asap tersebut makin membuatnya terlihat bagaikan monster. Len dan Luka malah makin ketakutan.

"O-Ohooooook! hosh hosh hosh…."

"MONSTEEEEEEEEEEEEER!"

Luka dan Len serempak melempari Miku menggunakan bantal sementara Len ngelemparin sepatu olahraga yang kebetulan tadi ada di depan pintu. Dan kedua benda tersebut tepat mengenai muka Miku. Miku cengo. Kemudian sebuah perempatan warna merah muncul di pelipisnya.

twich

"AAAAAH! APA-APAAN KALIAN INI?!" bentak Miku histeris. Len dan Luka menutup kupingnya lalu Rin dan Kaito keluar dari kamar. Entah kenapa mereka sudah memakai tudung pemadam kebakaran. Rin menodongkan Negi sementara Kaito melindungi dirinya dengan sebuah payung plastik transparan.

"Mi-Miku?! monsternya kemana?!" tanya Len memberanikan diri untuk keluar dari tempat persembunyian.

"MONSTER?! APANYA YANG MONSTER?!" tanya Miku masih dengan nada membentak .

"Tadi bukannya kamu diserang monster? Kamu dicekek sampai batuk-batuk" tanya Luka mengikuti Len keluar dari tempat persembunyian.

"TIDAK ADA MONSTER BODOOOOOH!"

"E-Eh?! ta-tapi tadi kan…"

"TADI AKU MANASIN AIR BUAT BIKIN TEH TAPI AKU LUPA MATIIN KOMPOR PADAHAL RENCANANYA AKU CUMA MAU BIKIN JADI SENDIKIT HANGAT SAJA! LALU PAS AKU BUKA TUTUP CERETNYA ASAPNYA NGEBUL KE SELURUH TEMPAT! MAKANYA AKU BATUK-BATUK SOALNYA SESAK!" jelas Miku dengan suara 'diva' andalannya. Untungnya Kaito yang menyadari hal itu sebelumnya sudah melemparkan tutup beer dari gabus kepada Luka dan Len dan memberikannya kepada Rin sehingga gendang telinga mereka terselamatkan.

"Ya-yaah kami kan nggak tau… kami kira kan tadi itu ada monster di dalam… tadi itu kami mengira kamu itu monster karena samar-samar keliatannya malah keliatan kayak T-Rex… maaf ya, Miku…" kata Len berwajah miris. Miku kemudian membesar 70 kali lipat dari bentuk normalnya. sementara Len dan Luka menciut 40 kali lipat dari bentuk normalnya.

"Kaliaaaaaaan…." geram Miku lalu perlahan mengangkat tinggi-tinggi pisau buat motong ikan yang entah dia dapat dari mana.

"Duh, gi-gimana nih…"

"Miku, aku akan berikan ini untukmu dengan syarat jangan marah lagi!" kana Rin mengangkat tinggi-tinggi Negi yang dia bawa.

….

"Heeeh…. iya!" kata Miku merebut Negi dari tangan Rin lalu langsung memakannya utuh-utuh dalam satu suap. Miku, Kaito, Luka dan Rin sweatdrop.

"Oke! Rin-chan sama Kaito nii-chan tadi ngapain aja di dalam kamar? kok lama?" tanya Miku dengan nada riang. Kini Len dan Luka dapat menghirup kembali udara segar. Bukan karena asap yang ngebul barusan sudah hilang, melainkan terbebas dari siksaan si 'Tosca Twintaill Monster Negi' yang berada di depan mereka.

"Oh, tadi aku bantuin Rin memilih baju-baju yang sudah kekecila, tidak menarik atau bosan… tadi Rin juga bantuin aku buat milihin baju-baju yang udah pada kekecilan… baju-bajunya tadi sudah dipack semua… besok mau kita kirim ke 2 panti asuhan… masing masing 2 kardus, satu kardus isu baju-baju milikku dan satu lagi isinya baju-baju milir Rin" jelas Kaito sambil tersenyum sumringah.

"Tapi, 99,99% dari 100% baju-baju milikku yang kusumbangin tadi semuanya yang milih AKU! BAKAITO!" bentak Rin kepada Kaito sambil menendang tulang kering Kaito. Yang ditendang meringis kesakitan.

"Sudahlah… nggak usah terlalu dipikirin… yang penting, semuanya udah selesai di pack kan? nanti aku bantuin deh ngasihinnya…" lerai Luka. Rin dan Kaito kemudian berbaikan.

"Eh, mungkin airnya udah lumayan hangat… aku bikin teh dulu ya!" kata Miku menepuk kedua tangannya.

"Eh, aku ikut! kalau tidak salah, aku punya Saataa Andaagii (2) dan Manju Momiji rasa cokelat (3) di kulkas! aku mau panasin di microwave dulu" seru Rin mengangkat tangannya.

"EH?! KAU DAPAT DARI MANA SEMUA ITU?! APALAGI MANJU RASA COKELATNYA?" jerit Miku dkk (minus Rin) kaget.

"Kemarin, sebenarnya saat kita perpisahan di kantor Yamaha aku dikasih Manju Momiji sama salah satu staff… sedangkan kalau Saataa Andaagii aku dapat dari istrinya Master buat kenang-kenangan…" jelas Rin sambil tersenyum simpul.

"Kenapa kau tidak bilang?! kau mau memakan dua-duanya sendirian ya?" tebak Len sambil melipat tangan di dada.

"Hellooo…. aku udah bilang ya… waktu di kantor aku udah noel-noel kamu tapi kamunya nggak ngerespon… terus pas di taksi aku mau ngasih tau tapi kalian malah nangis ngejerr…. terus pas sampai di apartemen aku mau coba ngasih tau lagi, eeeh kalian malah langsung masuk kamar… ya jadinya aku taruh di kulkas aja… kupikir dimakan besok aja!" jelan Rin agak naik darah.

"Oh, ehehehehe…. maaf deh kalau gitu… yah kita kan lagi sedih harus berpisah sama staff-staff dan Master…" kekeh Kaito.

"Ah, bodo ah! ya udah, yuk Miku!" ajak Rin menarik Miku pergi ke dapur. Kini sekarang yang tersisa hanya Kaito, Len dan Luka.

"Eh, Miku dan Rin sudah pergi tuh… kayaknya bakalan lama, deh… kita ngapain nih?" bisik Len kepada Kaito. Kaito menggeleng tidak tahu.

"Eh, kita main poker saja yuk! aku ambil dulu kartunya di laci… kalian tunggu saja di sini!" kata Luka berlari kecil ke kamar. Tapi, baru 2 langkah Luka langsung jatuh terjerembab. Maklum, rok yang dikenakan Luka agak panjang. Luka bangun lalu terkikik ke arah Kaito dan Len lalu masuk ke dalam kamar. Kaito dan Len kemudian duduk di sofa. Menunggu Luka kembali. Lalu tiba-tiba Kaito berteriak.

"MIKUUUU! DI KULKAS AKU PUNYA 5 ES KRIM! NANTI SEKALIAN AJA BAWA KE SINI! PAKE KOTAK ES YAAA!"

"BAWEL!"

KEMUDIAAAAAAAAAAN….

" Diamond 4-4-4-2-2… FULL HOUSE (4)!" seru Kaito membanting kartunya di lantai.

"…. Sekop J-J-2-5-6! PAIR! (5)" seru Len membanting kartunya di lantai.

"… Hati 10-J-Q-K-As… ehehe, kalian kalah! ROYAL FLUSH (6)!" seru Luka membanting kartunya di lantai. Kaito dan Len melongo kaget.

"ROYAL FLUSH?! MUSTAHIL! KAU CURANG YA!" tebak Kaito melotot ngeliatin kartu milik Luka.

"Ehehe, sudahlah… mengaku saja kalau kalian kalah…" kata Luka terkikik geli.

"EEEH?! NGGAAAK!" jerit Len histeris.

"Lukaaaaa! kesini sebentar doooong!" pinta Rin dari dalam dapur. Tanpa berkata-kata lagi Luka langsung masuk ke dalam dapur.

"Semuanya, teh dan kuenya sudah siaaap!" seru Rin, Luka dan Miku keluar dari pintu dapur. Miku datang membawa senampan berisi 5 gelas Mint Tea, 5 piring kosong dan 5 buah garpu kecil. Sedangkan Rin membawa senampan yang di atasnya terdapat satu piring berisi 10 buah Saataa Andaagii dan satu lagi berisi 10 buah Manju. Dan Luka datang membawa satu buah kotak es kecil. Dan kemudian mereka menaruhnya di lantai dekat Len dan Kaito.

"YAAAAAAAY! ASYIIIIK!" seru Len dan Kaito mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi.

"Eiiiiits, cuci tangan dulu! megang-megang kartu pasti tangannya kotor!" Rin menepis tangan Len yang baru saja mau mengambil Manju. Len dan Kaito mem-pout-kan bibir mereka lalu melangkah ke kamar mandi. Luka terkikik geli. Sementara mereka mencuci tangan (pasti Len dan Kaito bakalan lama cuci tangannya karena pasti rebutan), Rin menarik meja kecil yang barusan sudah dibereskan, Miku dan Luka menata piring dan sendok lalu membagikan Saataa Andaagii dan Manju dengan adil.

"KAMI DATAAAAAAAAAANG!" teriak Len dan Kaito seperti anak kecil mereka bersalto ria dan langsung duduk rapi.

"Ini, ambil sendiri! Es krim-nya ada di sini!" kata Miku menunjuk 2 piring nganggur yang tersisa.

"OKE, KALAU BEGITU MALAM INI KITA PESTA PORA UNTUK MENYAMBUT HARI BARU ESOOOOK!" seru Rind an Len riang lalu menari-nari nggak jelas. Malam itu, mereka berpesta pora. Lalu tidur dan siap untuk berangkat esok hari.

=sorry, but this has been done and will continue to the next chapter=

1 = Orang yang hobi belanja-belanja
2 = Saataa Andaagii itu kue donat bulat khas Okinawa… biasanya Runa sama Ayame sering bikin di dapur asrama buat anak-anak lain. Enaak banget deh pokoknya!
3 = Kayak kue bolu… Alasan kenapa Miku dkk kaget karena Manju Momiji rasa cokelat itu paling jarang dijual… yang sering itu yang rasa Pasta Kacang Merah… pernah nyobain dua-duanya ENAK! (asal makanan apa aja dibilang enak…)
4 = Kombinasi 3 kartu dan 2 kartu yang sama
5 =
Kombinasi 2 kartu yang sama
6 = nilainya tertinggi. Dengan kata lain merupakan kombinasi Straight and Flush yang paling baik

Sebenernya sih ini curhatan pengalaman gw pas di asrama. Biasanya gw baca buku Harry Potter terus kadang ketawa ngeliat anak-anak lain bikin kekonyolan. Tiba-tiba nanti gw ditarik dipaksa ikutan main padahal gw udah bilang nggak bisa (dan alhasil kalah melulu). Terus nanti pas lagi main biasanya Liu Xei sama Runa dateng bawa-in banyak minuman sama makanan. Nanti muter lagu terus nari-nari kagak jelas abis itu nanti main ToD (Truth or Dare). Biasanya kegiatan ini rutin setiap hari sabtu. Terus hari minggunya kita boleh jalan-jalan di luar asrama asalkan jam 10 udah harus balik lagi ke kamar. Hari sabtunya nggak boleh karena ada kegiatan klub. Yang mau nginep diluar atau pulang terlambat (contoh jam 1 pagi baru balik) harus ngasih tau dari awal dan ngasih alasannya kenapa… Tapi, bagi gw itu saat-saat yang menyenangkan!

I LOVE MY SCHOOOL!

PLEASE
R
E
V
I
E
W
I
F
Y
O
U
C
A
N
OKAY?