Umur cast di sini
Ryeowook = 33 th
Yesung = 35 th
Sungmin = 35 th
Kyuhyun = 33 th
Donghae = 17 th
Eunhyuk = 15 th
Kibum = 20 th
Heechul = 57 th
Miss You
Disclameir : semua cast milik orangtua mereka masing-masing.
Pairing : Yewook, Kyumin, Haehyuk, Haebum, sibum.
Warning : GS, abal, ide pasaran, gaje,aneh, Typo(selalu waspada), dll.
Para cast fic ini hampir sama dengan fic First Love, Cuma jalan ceritanya yang rada beda, ini juga bisa di sebut versi lainnya fic itu.
Yang ngga suka GS jangan di baca.
Don't like don't like, warning berlaku jadi no bash.
Chapter 3
Star
.
.
.
Enjoy
Yesung fov
Aku termenung di dalam mobilku seorang diri, aku sengaja tidak menggunakan jasa supir di rumah karena aku sudah terbiasa pergi berkendara kemana pun tanpa seorang supir.
Saat ini jalanan lumayan macet aktivitas hari minggu memang jauh lebih padat di banding hari-hari biasa, karena selain anak-anak sekolah yang libur para pekerja kantoran pun juga berlibur.
Aku terus memperhatikan jalan di sekitarku, saat aku sibuk memperhatikan orang-orang yang berjalan di terotoar aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal, dia seperti Ryeowook kekasihku.
Deg
Eh? Tunggu Ryeowook benarkah, aku memarkirkan mobilku di pinggir jalan dan mengikuti yeoja yang ku yakini adalah kekasihku, ya semoga saja aku tidak salah.
Aku mencoba menyapanya dengan cara menepuk pelan pundaknya agar dia menoleh dan benar saja dugaanku tidak salah dia adalah Ryeowook, kekasihku.
Yesung fov end
"Sayangku, Kim Ryeowook," Ryeowook reflek berjalan mudur.
"Oppa." Gumamnya pelan bahkan Yesung pun tidak dapat mendengarnya.
"Jangan sampai kau bertemu dengan Yesung atau aku akan membuat anakmu menderita."
Kata-kata Heechul kembali terngiang dengan jelas di telinganya, apa yang harus di lakukannya ini sangat sulit di satu sisi Ryeowook bahagia karena bisa melihat wajah kekasih yang begitu dirindukannya selama 17 tahun dan di sisi lain Ryeowook tidak ingin sesuatu terjadi pada putra semata wayangnya.
"Sayang wae? Kenapa kau hanya diam saja?" Yesung hendak menyetuh bahu Ryeowook namun tangan itu di tepis olehnya.
"Mian anda salah orang." Ucapnya sambil berlalu dengan langkah cepat, Yesung yang merasa tidak percaya dengan ucapan Ryeowook mengikutinya.
Ryeowook mempercepat langkahnya bahkan sudah setengah berlari, Yesung pun sepertinya tak mau kalah namja sipit itu pun melakukan hal yang sama.
Ryeowook menoleh kembali kebelakang, 'Oppa kenapa malah mengikutiku?' batinnya yeoja mungil yang kini semakin mempercepat larinya, aksi kejar-kejaran di tengah kerumunan orang yang berjalan pun terjadi bahkan sudah berapa banyak orang yang di tabrak keduanya, yang satu menghindar dan yang satunya lagi tidak mau menyerah.
"Sayang berhenti, jebal kita perlu bicara!" seru Yesung berusaha meminta kekasihnya untuk berhenti, Ryeowook seakan tuli akan panggilan Yesung, yeoja itu bahkan tak menoleh sama sekali.
Ingin sekali rasanya dirinya berhenti dan membiarkan kekasihnya memeluk dirinya setelah sekian lama mereka tak bertemu, namun apalah daya nyawa Donghae sedang di pertaruhkannya untuk sekarang, 'Mianhae Oppa bukan aku tidak ingin bertemu denganmu, tapi aku hanya tidak ingin pertemuan kita ini menjadi bencana untuk anak kita' batinnya miris, Ryeowook menoleh kebelakang Yesung semakin dekat dengannya, 'Oppa kumohon jangan mengejar ku' ucapnya dalam hati, yeoja mungil itu terus berlari kecil hingga dia akhirnya melihat pilar bangunan kemudian yeoja mungil itu bersembunyi di sana.
Yesung menghentikan larinya karena dirinya kini kehilangan jejak Ryeowook, kepala besarnya menengok kesana kemari mencari keberadaan Ryeowook namun hasilnya nihil.
"Arrrgghh, sial!" teriaknya frustasi sambil tangannya mengacak-acak rambutnya dengan kasar, tanpa di sadarinya Ryeowook mengintip di balik pilar tempatnya bersembunyi yang tepat di belakang Yesung.
"Oppa mianhae." Lirihnya, cairan bening mulai turun di kedua mata caramel milik Ryeowook.
Yeoja mungil itu menengok kembali ketempat di mana Yesung berdiri tadi, Yesung sudah tidak ada di sana sepertinya dia sudah pergi, Ryeowook keluar dari persembunyiannya dan berjalan berlawanan dengan arah tujuannya yeoja itu berniat kembali ke halte dan pulang ke rumahnya.
Grep
Belum tiga langkah Ryeowook berjalan seseorang sudah memeluknya dari belakang.
"Tidak akan kubiarkan." Bisiknya lirih di telinga Ryeowook, "Jangan pernah mencoba untuk pergi lagi dari hidupku."
Ryeowook tak sanggup lagi menahan tangisnya, "Lepaskan aku Oppa, biarkan aku pergi." Ucapnya di sela tangisnya.
"Beginikah caramu menghukumku, tidak cukupkah selama ini aku tersiksa karena mencari keberadaanmu."
"Oppa.."
"15 tahun Oppa mencarimu tapi begini yang Oppa dapat setelah berhasil menemukanmu?" Ryeowook bungkam tak sanggup menjawab pertanyaan kekasihnya, Yesung membalikan tubuh kekasihnya agar berhadapan dengannya.
"Jawab Oppa Kim Ryeowook." Katanya menuntut jawaban dari yeoja mungil di depannya.
Brukh
Ryeowook menubruk tubuh Yesung kemudian memeluknya erat.
"Mianhae Oppa, jebal mianhae." Tangis Ryeowook semakin menjadi dan yeoja mungil itu terus mengucapkan kata maaf pada kekasihnya.
"Apa yang perlu di maafkan, seharusnya di sini Oppa lah yang meminta maaf karena telah nekat meninggalkanmu." Yesung balas memeluk tubuh Ryeowook.
"Kita bicara di tempat lain saja." Ajak Yesung yang di balas anggukan kepala dari Ryeowook.
.
.
.
Mobbit cafe
"Jadi bisa tolong di jelaskan selama ini kau kemana saja?" tanya Yesung layaknya seorang polisi yang sedang mengintrogasi tersangkanya.
"Aku selama ini berada di China bersama Sungmin eonnie dan Kyuhyun." Jawabnya agak kaku.
"China? Kapan dirimu pindah kesana?"
"Sejak Oppa pergi ke Amerika, saat itu Sungmin eonnie datang ke apartementku dan dia mengajakku ikut ke China karena kedua orangtua Sungmin eonnie sudah meninggal dan dia hanya seorang diri jadi aku di minta untuk menemaninya." Jelas yeoja mungil itu.
"Lalu bagaimana dengan Kyuhyun kenapa kalian bisa serumah dengannya?"
"Karena Kyuhyun adalah suami Sungmin eonnie, mereka menikah setelah mereka lulus sekolah lalu dua tahun kemudian mereka memiliki anak."
"Pantas saja Oppa benar-benar kesulitan mencarimu, lalu kapan kau memutuskan kembali ke Seoul?"
"Tepat saat ulang tahun anak mereka yang kelima, aku memutuskan untuk kembali ke Korea."
"Apa kau sama sekali tidak bekerja selama ini?"
"Aku selama ini hanya diam saja di rumah, karena Jaejoong eonnie yang memberiku kebutuhan sehari-hari di samping itu aku juga merawat anak Sungmin eonnie." 'dan juga anakku' lanjutnya dalam hati.
"Kau tau, tepat dua tahun sejak kepergian Oppa ke Amerika, Oppa kembali dan berusaha menemuimu tapi apa yang Oppa dapat saat itu adalah kepergianmu yang entah kapan."
"Lalu apa sekarang kau sudah memiliki seseorang yang mendampingi hidupmu?" tanya Yesung kali ini ucapannya agak tajam.
Ryeowook menggeleng pelan, "Tidak." Jawabnya, Yesung bernafas lega.
"Bagus karena Oppa tidak segan-segan membunuhnya jika memang terjadi." Ucapnya santai, Ryeowook ternganga mendengar ucapan kekasihnya.
"Apa maksud Oppa berkata seperti itu?" tanya Ryeowook tidak mengerti.
"Becauseyou are minenowandforever, Iwillnotlet anyonehaveyou,I'llmakeit." Ryeowook terharu mendengar ucapan kekasihnya, namja tampan di depannya memang tidak pernah berubah, sifatnya yang pencemburu dan posessive terhadap dirinya tidak hilang sama sekali.
"Oppa aku..."
Drrrrttt drrrtttt
Bunyi ponsel milik Ryeowook menghentikan kalimat yang akan di keluarkannya, di liriknya layar ponsel miliknya ternyata sebuah pesan masuk.
From Handsome Hae
Ummaaa~ laapppaaarrrr ~ -_-.
"Hffttt..." Ryeowook tersenyum kecil melihat pesan singkat dari putranya, apalagi saat membaca nama yang tertera ponselnya, nama itu sebenarnya di tulis sendiri oleh Donghae.
To Handsome Hae
Ne chagie Umma sebentar lagi pulang dan memasak tunggu sebentar lagi ne.
Ryeowook membalas pesan putranya tak lupa dengan senyum kecilnya dan hal itu menyebabkan namja di depannya sedikit terabaikan.
"Pesan dari siapa?" tanyanya dengan nada datar, Ryeowook melihat kearah Yesung.
"Anaknya Minnie eonnie, sepertinya dia sudah menunggu kepulangan ku." Jawabnya. Ryeowook kemudian beranjak dari duduknya.
"Oppa sepertinya aku harus segera pulang."
"Tidak bisakah kau lebih lama lagi di sini, Oppa masih sangat rindu padamu." Ryeowook menggeleng.
"Mian Oppa, mungkin lain kali kita bisa bertemu lagi."
"Harus, bukan mungkin." Ralatnya penuh penekanan.
"Ne ne, kalau begitu aku pergi."ujarya, Ryeowook melangkahkan kakinya keluar dari dalam cafe.
"Oppa antar kau pulang. Katakan di mana rumahmu yang sekarang?" tanya Yesung sambil mengejar langkah yeoja mungil di depannya.
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri." Ryeowook menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Yesung.
"Oppa sebaiknya pulang saja, lagi pula aku tidak akan langsung pulang kerumah karena aku akan berbelanja dulu, jadi percuma saja Oppa repot-repot mengantarku." Yesung terdiam tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Baiklah, kau memang keras kepala dan sipat mu itu tidak berubah dari dulu. Kau boleh pergi tapi dengan satu syarat."
"Apa itu?" tanya Ryeowook.
"Oppa minta no ponselmu sekarang."
"Ta-tapi.."
"Mana ponselmu sini." Dengan berat hati yeoja mungil itu memberikan ponselnya, dari pada dirinya mendapat sesuatu yang spescial dari kekasihnya lebih baik menyerahkannya saja.
Jemari mungil Yesung dengan lincahnya mengetik beberapa digit nomor di ponsel milik Ryeowook kemudian namja itu menekan tombol call, tak lama terdengar bunyi ponsel di kantong celana milik Yesung.
"Ini ponselmu, di situ juga sudah ada nomor ponselku awas saja jika kau berani menghapusnya sayang." Ucapnya tajam dan dengan sedikit ancaman.
"Ne." Ryeowook mengangguk pasrah, percuma memprotes ucapan kekasihnya itu.
Chup
"Kalau begitu hati-hati di jalan dan juga saat kau pulang, Oppa juga harus pergi, pai." Yesung melangkahkan kakinya menjauhi yeoja mungil yang kini tengah terpaku sambil sebelah tangannya memegang bibirnya yang baru saja di kecup kekasihnya. Yeoja mungil itu terus melihat kekasihnya yang kini sudah menaiki mobilnya.
Sesaat kemudian Ryeowook tersadar kembali 'Aigoo, kenapa aku malah melamun saja aku kan harus berbelanja, ini semua gara-gara Yesung Oppa yang seenaknya saja.' Batinnya, Ryeowook kembali melangkahkan kakinya ke sebuah pasar yang kebetulan tidak jauh dari tempat itu.
Ryeowook melangkahkan kakinya menuju halaman rumahnya, yeoja mungil itu kemudian masuk kedalam rumahnya.
"Umma kenapa lama sekali pulangnya?" tanya Donghae begitu Ryeowook sudah berada di dalam rumah.
"Mian, tadi Umma bertemu dengan teman lama dan mengobrol sebentar dengannya." Bohongnya, tidak mungkin kan Ryeowook mengatakan yang sebenarnya jika dirinya baru saja bertemu dengan Appa dari anaknya.
"Namja atau yeoja?" tanya Donghae agak tajam, namja ikan itu memang tidak pernah suka jika Ummanya berteman dengan seorang namja karena Ryeowook adalah milik Appanya.
"Tentu saja yeoja." Jawab Ryeowook, Donghae menatap Ryeowook penuh selidik.
"Jinja~?" Donghae merasa tidak yakin.
"Ya! Jangan menatap Umma seperti itu." Seru Ryeowook, Donghae mendengus.
"Awas saja ya kalau Umma sampai berpacaran lagi, ku adukan pada Appa nanti jika sudah bertemu."
"Ya! Kau pikir berapa Umur Umma mu ini." Donghae terkekeh melihat reaksi Ummanya yang lucu di matanya.
"Ne, ne, Umma memang sudah kepala 3 tapi wajah Umma tidak meyakinkan tuh, kkk." Godanya kemudian meninggalkan Ryeowook yang berdiri mematung di dekat pintu karena ucapan anaknya itu.
"Ya! Kim Donghae!" Donghae tertawa cukup keras saat mendengar seruan Ummanya, namja berwajah ikan itu memang senang sekali menggoda Ummanya.
.
.
.
Yesung masuk kedalam rumahnya dengan wajah yang ceria dan sesekali tersenyum manis dirinya sangat bahagia karena telah berhasil menemukan kekasihnya meskipun masih belum bersama.
"Sungie sudah pulang?" tanya yeoja paruh baya yang tak lain adalah Ummanya.
"Ne." Jawab namja tampan itu masih memasang wajah ceria dan senyum manisnya.
"Sepertinya kau sangat senang sekali? Apa kau menemukan sesuatu yang membuatmu bahagia Sungie?" tanya sang Umma.
"Ne, aku memang baru saja menemukan sesuatu yang membuatku bahagia."
"Bolehkah Umma mengetahuinya?"
"Aku.."
"Oppa darimana saja? Teganya Oppa tidak mengajakku." Seruan dari Kibum menyelamatkan Yesung dari pertanyaan Ummanya, Yesung tidak ingin Heechul tahu jika dirinya baru saja bertemu dengan Ryeowook karena dirinya tahu sang Umma sangat tidak menyukai kekasihnya.
"Oppa tadi jalan-jalan sebentar di luar, mianhae Oppa tidak mengajakmu." Kibum mengembungkan pipinya.
"Aishhh Oppa tega, huh." Ucapnya sambil berlalu meninggalkan Yesung yang terkekeh melihat tingkah dongsaeng satu-satunya itu, sedangkan Heechul hanya menggelengkan kepalanya sepertinya dia lupa dengan pertanyaanya untuk Yesung terbukti dia tidak meminta jawaban dari putranya.
Malam harinya.
Ryeowook sedang duduk di pinggir tempat tidurnya sambil melihat-lihat album photo putranya ketika masih bayi.
'Tidak terasa waktu cepat seklai berlalu, dulu kau masih sekecil ini dan sekarang kau bahkan lebih tinggi dari Umma' ucapnya dalam hati.
Drrrtttt drrrttt
Bunyi ponsel milik Ryeowook menghentikan kegiatan yeoja mungil yang sedang melihat-lihat album photo itu.
Di raihnya ponsel yang berada di atas meja nakas di samping tempat tidurnya, ternyata sebuah pesan masuk, mata Ryeowook membulat sempurna begitu melihat nama kekasihnya yang tertera di ponsel itu.
From : Perfeck prince Yeye
Sayang apa kau sudah tidur, semoga saja belum.
Miss You.
'Apa-apa nama dan pesannya itu' batinnya sweatdrope, Yesung memang menjuluki dirinya sendiri dengan nama itu saat masih remaja dan sampai sekarang pun sepertinya masih berlaku.
To : Perfeck Prince Yeye
Aku belum tidur Oppa.
Balasnya, agak ragu juga saat megirimkannya.
From : Perfeck Prince Yeye
Kau tau malam ini sangat indah sekali seindah wajah manismu.
Oppa jadi tidak sabar ingin bertemu denganmu lagi sayang.
Ryeowook tersedak ludahnya sendiri saat membaca balasan dari kekasihnya.
To : Perfeck Prince Yeye
Ya! Oppa tidak kah kau sadar umurmu sekarang sudah berapa jangan menulis gombalan seperti anak remaja.
Ryeowook mengirim balasannya lagi.
From : Perfeck Prince Yeye
Walau pun umur sudah tua tapi masih memiliki jiwa yang muda, lagi pula kita sudah lama kan tidak bertemu, memangnya kau tidak merindukan Oppa?
"Pppttt.." Ryeowook menahan tawanya saat membaca kembali pesan dari Yesung, ada-ada saja ucapan namja bermata sipit itu.
To : Perfeck Prince Yeye
Tentu saja aku sangat merindukan Oppa.
Oppa namamu sungguh aneh.
Ryeowook kembali menekan tombol send setelah mengetik beberapa kalimat sebagai balasan pesannya, biarlah dia melupakan dulu ancaman Heechul yang melarangnya untuk kembali berhubungan dengan Yesung.
From : Perfeck Prince Yeye
Itu adalah nama terbagus dalam sejarah masa remajaku.
Oppa juga menamaimu dengan nama yang dulu pernah kau berikan sayang.
'Angel Princess Wookie'
Masih ingat kan?
"Mwo?" Ryeowook tampak kaget, bagaimana dia bisa lupa dengan julukan aneh masa remajanya yang di berikan kekasihnya, ya nama aneh itu sebenarnya Yesung juga yang memberikannya. Ck ck.
To : Perfeck Prince Yeye
Ya! Bukankah yang menamainya Oppa sendiri.
Balasnya.
From : Perfeck Prince Yeye
Haha
Memang.
Tapi kau suka kan.
Blush
Ryeowook merona, sungguh dia merindukan saat-saat seperti ini dengan kekasihnya, saling mengirim pesan dan juga kalimat gombalan atau godaan yang selalu di kirim kekasihnya jika mereka sedang mengirim pesan.
To : Perfeck Prince Yeye
Ya!
Berhenti menggodaku seperti itu, huh.
Oppa, aku mau tidur dulu ini sudah malam dan Oppa juga harus segera tidur.
Ryeowook menyudahi percakapan pesan mereka, sebenarnya bermaksud supaya Yesung tidak menggodanya lagi.
From : Perfeck Prince Yeye
Ne, baiklah.
Istirahat dengan baik ne, besok kita akan lanjutkan lagi.
Jalja Chagie~
Chu~
Blush
Lagi-lagi yeoja mungil itu di buat merona oleh kekasihnya, Ryeowook memeluk ponsel yang masih terbuka pesan masuk dari kekasihnya, kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang, perlahan iris caramelnya mulai tertutup.
Keesokan harinya.
Donghae seperti biasa setelah pulang sekolah langsung datang ke restourant pizza milik Zhoumi untuk kembali bekerja sebagai pengantar pizza namun kali ini dia tidak seorang diri karena sang tunangan a.k.a Cho Eunhyuk juga ikut bersamanya, yeoja cantik berambut blonde itu ikut bukan karena dia juga bekerja tapi karena dia ingin menemui sahabatnya Henry yang juga bekerja di sana sekalugus yeojachingu dari Zhoumi.
Sesampainya mereka di sana, keduanya langsung masuk kedalam restourant.
"HYUKKIE!" teriak seorang yeoja cantik berpipi mochi memiliki rambut ikal cokelat panjang, ya dia adalah Henry.
"Nly, kau tidak perlu berteriak seperti itukan." Tegur kekasihnya yang sedang berdiri di sampingnya.
"Hehe mian." Cengirnya, Eunhyuk dan Donghae menghampiri kedua sejoli itu.
"Mimi ge, apa ada pesanan yang harus ku antar sekarang?" tanya Donghae.
"Tidak, hari ini kau bekerja di sini saja, membantu Henry dan yang lainnya." Jawab namja jangkung berambut merah itu.
"Lalu siapa yang akan mengantar pesanan sekarang?"
"Tugasmu sudah ku berikan pada pegawai baru di sini, jadi kau mulai sekarang tidak perlu jadi pengantar lagi." Denghae mengangguk paham.
"Hyukkie, apa kau ingin memesan sesuatu?" tanya Henry.
"Ne, aku ingin memesan pizza dan juga beberapa snack secepatnya kau antarkan ke mejaku."
"Ne lalu di mana mejamu?" tanya yeoja berpipi mochi itu lagi.
"Itu yang nomor 6 saja." Tunjuknya pada sebuah meja dengan tempat duduknya yang masih kosong.
"Yap, silahkan kau duduk dulu dan tunggulah pesanannya." Henry beranjak untuk pergi kedapur.
"Sepertinya aku juga harus mengganti bajuku." Ucap Donghae kemudian berjaolan kearah ruang ganti untuk pegawai.
Eunhyuk duduk dengan manisnya sambil menunggu pesanannya datang, sesekali dirinya melihat-lihat sekitarnya, tanpa sengaja arah pandangnya tertuju pada seseorang yang baru saja masuk kedalam restourant.
"Yeoja itukan yang waktu itu menggangguku dan Hae Oppa, mau apa dia kemari." Gumamnya pelan, tatapannya berubah tajam dan terus memperhatikan gerak gerik yeoja cantik berambut hitam yang ternyata adalah Kibum.
"Hyukkie, ini pesananmu." Ucap Henry sambil meletakan pesanan sahabatnya.
"Ah ne, Gomawo Mochi." Henry mengangguk.
"Eh, Mochi kau lihat yeoja yang duduk di meja no 11 itu."
"Ah, yang itu, ne wae?" tanya Henry sambil mendudukan dirinya di sampng Eunhyuk.
Brak
Eunhyuk menusuk potongan pizza menggunakan garpu dengan agak kasar, kemudian memakannya dengan penuh amarah.
"Kau tau, yeoja menyebalkan itu berani sekali mendekatI Hae Oppa." Geramnya, Eunhyuk terus memasukan beberapa potong pizza ke dalam mulutnya, layaknya manusia yang kesetanan Eunhyuk bahkan mengunyah dan menelan makannya sangat cepat membuat sahabat yang duduk di sebelahnya mengangakan mulutnya.
"Hyukk, apa benar kau ini anaknya Kyuhyun Ahjussi yang terhormat, melihat cara makan mu yang seperti orang kelaparan itu rasanya sangat aneh." Eunhyuk melirik tajam sahabatnya.
"Ya! Bukannya mendengar ceritaku kau malah menanyakan hal yang tidak-tidak, dan aku ini adalah putri kandung dari Cho Kyuhyun, aku hanya kesal saja pada yeoja itu." Ujarnya tatapan matanya tetap tajam dan tertuju pada Kibum.
"Ne, kau tau akhir-akhir ini yeoja itu memang sering datang kemari dan aku heran dia hanya mau di layani Hae Oppa."
"Itulah kenapa sekarang aku sengaja ikut kemari dengan alasan ingin bertemu denganmu." Jelas Eunhyuk.
"Ne ne aku mengerti, memang sulit punya pacar yang tampan, kadang aku juga sering cemburu jika ada yeoja yang mendekati Mimi ge. Aa sepertinya aku harus segera kembali untuk mengantar pesanan, aku kesana dulu." Henry berdiri dari duduknya kemudian melangkah kearah dapur.
"Nly, kau antar pesanan ini ke meja no 11 ya." Donghae memberikan nampan berisi satu porsi pizza dan 3 gelas soft drink.
"Ne." Henry berjalan ke meja tempat di mana Kibum duduk bersama dua orang temannya.
"Ini pesanannya." Ucap Henry sopan.
"Kok yang mengantarnya kamu bukan Hae?" tanya Kibum ketus.
"Tugas Hae itu sekarang koki di dapur, kalau nona memang ingin di layani olehnya ke dapur saja sana." Jawab Henry tak kalah sinis.
"Sudahlah Bummie-ah, kita nikmati saja hidangannya dulu baru kau temui pangeranmu itu." Jessica mencoba menenangkan sahabatnya.
Tap tap tap
"Hei yeoja tidak tau diri menjauhlah dari Hae Oppa, dia adalah tunanganku." Eunhyuk tiba-tiba saja datang menghampiri mereka dan langsung mencaci Kibum.
"Kaliankan hanya bertunangan belum menikah." Ujar yeoja pemilik killer smile itu enteng.
Brak
Eunhyuk menggebrak meja di depannya, "Apa kau tidak mengerti hanya dengan kata-kata!"
"Trus kamu maunya apa?" Kibum berdiri dari duduknya, dengan sikap menantangnya.
"Mau ku ya ini.."
Byurr
Eunhyuk mengambil minuman soft drink milik Kibum dan menyiramkannya.
"Ya! Apa yang kau lakukan bocah." Kibum pun melakukan hal yang sama.
Byurr
"YA! KAU.." Eunhyuk menarik rambut Kibum, namun 2 orang teman Kibum yaitu Jessica dan Yoona.
Bruk
Enhyuk jatuh tersungkur di lantai karena dorongan 2 teman Kibum, nmun Eunhyuk kembali berdiri dan menyerang Kibum.
"Jauhi Hae Oppa, kau dengar jauhi dia!" teriaknya sambil terus menyerang Kibum dan ternyata Kibum juga menyerangnya, orang-orang banyak berkerubung di sana.
Henry tidak tinggal diam dia langsung berlari menemui Donghae.
"Oppa! Hyuukie berkelahi dengan seorang yeoja." Donghae yang sedang memasak di dapur langsung mematikan kompor dan menunda masakannya.
"Mwo?"
"Ne kajja, sebelum makin parah suasananya." Donghae mengangguk dan mengikuti Henry.
Eunhyuk dan Kibum masih terus saling menyerang.
"Hentikan Hyukk jangan seperti ini." Donghae menarik tangan Eunhyuk dan langsung mendekapnya.
"Tapi dia ingin merebut Oppa dariku..hikh aku tidak terima.." isaknya.
"Sudah jangan menangis Oppa sangat mencintaimu." Bisiknya menenangkan kekasihnya.
Kibum yang mendengar itu mengepalkan tangannya, cemburu dan marah tentunya, 'Aku akan merebutmu darinya' tekadnya dalam hati.
"Mianhae, nona Kibum, Eunhyuk sudah membuatmu terluka." Kibum hanya diam dengan sorot mata kebencian yang di tujukannya pada Eunhyuk.
"Oppa untuk apa meminta maaf padanya, seharusnya dia yang meminta maaf padaku."
"Ne ne sudah kita pergi saja ne." Donghae membawa kekasihnya menjauh dari sana.
"Urusan kita belum selesai!" Seru Kibum saat keduanya mulai menjauh.
"AKU TIDAK TAKUT!" Balas Yeoja berambut blonde itu.
Orang-orang yang berkerubung kembali ke meja mereka masing-masing atas permintaan dari Zhoumi, sedangkan Kibum dan 2 orang temannya langsung pergi setelah sebelumnya meletakan beberapa lembar uang di meja.
Di ruang ganti.
"Appo, sakit Oppa." Rengek Eunhyuk saat Donghae mengobati luka di wajah Eunhyuk yang terkena cakaran Kibum.
"Ne, ini juga sudah pelan-pelan. Kenapa kamu berkelahi dengan nona Kibum, Hyukkie?"
"Karena dia tidak mau menjauhi Oppa, aku takut dia merebut Oppa dariku." Donghae tersenyum lembut kemudian memeluk kekasihnya.
"Oppa tidak mungkin berpaling dari mu."
"Ne tapi dia sudah berani mendekati Oppa, buktinya dia sering datang kemari hanya untuk bertemu dengan Oppa." Eunhyuk mengembungkan pipinya.
"Tenang saja mulai saat ini Oppa akan menjauhinya."
"Janji."
"Ne." Keduanya saling mengaitkan jari kelingkingnya.
.
.
.
Kibum pulang kerumahnya dengan keadaan yang berantakan, rambut dan sebagaian bajunya basah karena insidennya dengan Eunhyuk, kedua temannya pun tidak satu mobil dengannya mereka memilih menaiki taksi daripada satu mobil dengan Kibum yang sedang marah.
Kibum berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya di lantai atas.
"Bummie kau kenapa berantakan seperti itu?" tanya Heechul saat Kibum hendak menaiki tangga.
"Umma sebaiknya jangan bertanya dulu, aku sedang badmood." Ucap Kibum sambil meneruskan langkahnya menaiki tangga dan menuju kamarnya.
"Ada apa dengan anak itu aneh sekali." Gumam Heechul, sambil terus memperhatikan anaknya yang kini sudah menuju lantai atas tak lama terdengar bunyi pintu kamar yang di tutup dengan sangat kasar oleh pemiliknya.
.
.
.
Yesung mengendarai mobilnya seorang diri, dirinya baru saja pulang dari kantor miliknya, saat melewati jalan yang sepi mobilnya di jegat beberapa orang yang menghalangi jalannya.
Yesung turun dari mobilnya dan menghampiri namja yang berjumlah 4 orang itu.
"Siapa kalian?" tanya Yesung, namun bukannya menjawab orang-orang itu malah menyerangnya.
"Apa mau kalian?" tanya yesung lagi,yang terus menghindari serangan orang-orang itu.
"Serahkan semua barang-barang berhargamu." Ucap salah satu dari penyerang itu.
"Aku tidak membawa apa-apa."
"Kami tidak percaya."
Buagh
Yesung terkena pukulan orang-orang itu, bahkan kini dia sudah kehabisan tenaga karena terlalu lelah setelah bekerja di tambah dia juga berusaha melindungi dirinya sendiri.
Namja tampan itu kini merasa seluruh ubuhnya lemas bahkan untuk melawanpun rasanya sulit, salah seorang di antara mereka hendak memukulnya lagi, namun sebuah tangan berhasil menahannya.
"Beraninya kalian pada orang yang sudah tidak berdaya." Ucap seorang namja berpakaian seragam sekolah.
"Kau berani sekali bocah." Orang-orang itu kembali melancarkan aksinya, namun seprtinya tenaga namja itu jauh lebih kuat terbukti ke empat penjahat itu melarikan diri karena merasa kalah.
"Cih dasar pengecut." Umpatnya, namja itu kemudian mengahampiri Yesung.
"Anda baik-baik saja tuan?" tanyanya.
"Ne, gomawo sudah menolongku, kalau tidak ada kau pasti aku sudah sekarat." Jawab Yesung, namja di depannya tersenyum.
"Ne, sebaiknya anda berhati-hati saat melewati jalan ini, di sini memang rawan perampokan." Jelasnya, Yesung mengangguk paham.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan." Pamit namja itu.
"Ah, ne semoga kita bisa bertemu lagi." Ucap Yesung, namja itu mengangguk kemudian melangkah pergi.
"Tunggu dulu siapa namamu?" tanya Yesung, namja itu mengahentikan langkahnya kemudian menoleh kearah Yesung.
"Namaku Kim Donghae." Jawabnya kemudian menerusakan kembali langkahnya.
TBC
Chap 3 dataaaang
Adakah yang menantikannya? Hehe
Mianhae kalo updatenya lama, diriku sedang dalam masa sibuk bekerja..
Oke sebelumnya balasan review dulu
Mie2ryeosom : hoho banyak tuh yang bilang begitu, makasih udah review..
Leetaoury : ne yewook emang udah ketemu tuh, makasih udah mampir...
Fikaclouds : bener tuh chulpa emang paling sadis #plakk.. kibum emang suka sama hae...hehe oke silahkan mampir lagi.
Heldamagnae : ne itu memang Yesung...makasih udah review..
Lailatul magfiroh 16 : hwaaaa dongsaeng + reader hyperaktive –ku hohoho dirimu akhirnya muncul juga... bwahahahaha sengaja di tbc...ne chulpa emang kejam tuh...yewook moment hadiiirrrr..makasih buat dukungannya..makasih udah review jangan lupa mampir lagi ne...
Yulia cloudsomnia : ne tenang aja kibum gag bakal jadi sama hae kok, kan hae cinta hyukkie...heechul memang kejam tuh...ne yang manggil sayang emang yeppa...makasih udah mampir..
PaboGirl : wew langka ya,,hihi emang bener sih.. kibum emang suka tuh sama hae..hahaha makasih udah review...
EternalClouds2421 : waduh deg-degan ya..hahaha ini udah di lanjut..gomawo
Cloud prince : ne bummie emang ahjumma nya hae tuh...tenang aja hae orangnya memang setia kok... soal kenapa respon hae biasa saja saat itu ntar juga bakal ada jawabannya kok...hohoho tbc-nya pengen nempel aja...ini udah di lanjut moga tetap suka makasih juga buat semangatnya...
Ai Rin Lee : sip udah di lanjut nih
Anfani ryeosomni : makasih udah review..mampir lagi ne...
Guest : ne heechul emang jahat tuh hahaha.. gomawo udah review..
ChoiMerry-chan : ne ini udah di lanjut.. makasih..
EnHai 1504 : bener kibum emang nyebelin tuh baru kenal udah langsung suka hahaha..di lihat dari logatnya kayanya dirimu orang sunda nih #soktahu..
kenapa heenim bisa benci wook nanti juga bakal ke jawab ko..ok tetap mengikuti ne...
AmuHinaChan :oke ini udah update..
Norhasimah elfishy : oke siipp...
Veeclouds : hehe nanti ada alasannya kok kenapa reaksinya biasa-biasa aja..yewook memang keteku tuh sama umma..buat pasangan kibum udah pasti bang kuda dong.. hohoho low mw ama kibum berarti harus siap di seruduk kuda tuh..kkk
Yurako koizumi : ne ini udah update haha makasih udah mampir.
Dwihae : ne mereka udah ketemuan tuh..heechul emang kejam ato kta rajam rame2 # di demo petals...oke ini udah update.
Cloudswan : ini udah lanjut...
OneLoveRyeowook : ini udah di lanjut.. yesung emang gag tau tuh wook hamil anak dia... haha makasih udah mampir..
LoveHenry : ne kibum memang sengaja di bikin rada agresif, kan menyesuaikan dengan jalan ceritanya...oke makasih udah mampir...
Merli san 7 : ne haehyuk tak terpisahkan tuh...bang siwon nanti kimi hadirin kok paling di chap 5 or 6...oke ini udah update...
Baby kim : siwon memang akan muncul antara chap 5 atau 6 tuh..hahaha makasih reviewnya.
Meyy : ini udah di lanjut,, gomawo...
Hanazawa Kay : ne kibum emang tantenya hae tuh...yewook pasti bersatu kok...makasih udah mampir...
Meidi96 : ayo kita sumpel mulut chulpa rame2#plakkk..hoho gag ko gag bakal kejam Cuma sedikit aja(?) lha...makasih udah mampir...
Fieeloving13 : ini udah di lanjut...gomawo...
Makasih buat para reader yang udah nyempetin baca ff ini.. kimi merasa senang sekali jika membaca review yang berisi kata lanjut dan semangat dari kalian,,
Akhir kata review please..
.
.
.
'Kimidori'
