Met me in the rain

Summary

Hujan tak pernah berpihak pada Kyungsoo, ia selalu memaksanya menemani langit untuk menangis.

Lantas, Apakah Kai pelangi bagi Kyungsoo?

Rate : M

Cast : KAISOO

Other cast : Chanbaek

Genre : Romance, Hurt

YAOI, Boys Love

Don't Like, Don't Read

Happy Reading

Chapter 4

.

.

.

.

Hari ini dua pasangan Chanbaek dan Kaisoo akan jalan-jalan ke Museum Teddy Bear, Kyungsoo sedari tadi bolak balik mengganti bajunya karena tidak ada yang pas, pikirnya.

"Kyung? Kau sudah empat kali ganti baju, mau pakai yang mana?"

"Hm? menurutmu bagus yang mana, Kai?" Tanya Kyungsoo sambil berkaca didepan meja rias.

"Semuanya bagus, kok."

"jadi pakai yang mana?"

"yasudah, yang kau pakai sekarang ini, Kyung. Bagus juga setelan kemeja putih dengan celana Jeans warna biru"

"Ah! aku pikir lebih bagus yang ini" jawab Kyungsoo menunjuk setelan celana Jeans hitam dengan kaos polos berwarna hitam.

Kyungsoo bergegas mengganti lagi pakaiannya,

"bukannya itu yang pertama kali kau pakai?" tanya Kai memastikan.

"memang" Kyungsoo menjawab dengan santai sambil terus memakai pakaiannya. Lagi-lagi Kai tersenyum geli dengan kelakuan Kyungsoo hingga membuatnya geleng-geleng kepala, Kai sama sekali tidak kesal, padahal kalau dipikir-pikir, Kai sudah memberinya pendapat empat kali sesuai dengan setelan yang Kyungsoo keluarkan, tapi ternyata, Kyungsoo memilih pilihan pertamanya? Apa itu mengesalkan? Itu sungguh menggemaskan bagi Kai, karena Kyungsoo yang melakukan kekonyolan itu.

"eiissshhhh ini dia Kyungsoo si penggoda, lama sekali, sih. Kau mengalahkanku sekarang, Kyung" ucap Baekhyun pada Kyungsoo yang baru saja keluar kamar dengan Kai berjalan dibelakangnya.

"YA! Siapa penggoda siapa maksudmu, hm?"

"Kau menggoda Kai tadi malam kan? Pagi-pagi diatas kasur Kai memeluk tubuhnya"

"EISH BACON MULUTMU ITU"

Kyungsoo buru-buru menutup mulut Baekhyun dan menarik tubuh Baekhyun keluar villa.

Chanyeol dan Kai mungkin sudah tidak bisa berkata-kata lagi melihat Kyungsoo dan Baekhyun berkolaborasi, dua pria menggemaskan itu selalu berhasil membuat mereka tertawa.

.

.

Met me in the rain

.

.

"Kai, kenapa kita jadi terpisah begini dengan Chanyeol dan Baekhyun?" tanya Kyungsoo saat sedang mengitari museum bersama Kai.

"Molla, Kyung. Mereka kan memang selalu inginnya berdua saja"

Kyungsoo hanya mengangguk oleh perkataan Kai,

"Kai!" Kyungsoo menghentikan langkahnya didepan salah satu boneka Teddy Bear didekatnya.

"eoh? wae, Kyung?"

"Sepertinya daritadi aku melihat wajahmu dimana-mana" Kyungsoo berlagak menggaruk-garukan kepalanya, Kai heran akan pernyataan Kyungsoo.

"Coba kau berdiri disamping boneka bear yang besar itu, Kai!"

Kai menuruti perintah Kyungsoo, entahlah, Kai sendiri tidak mengerti kenapa dia menurut begitu saja.

Ckrek!

"YA! Kau mengambil gambarku?" Kai berteriak dari posisinya berdiri—disamping teddy bear yang Kyungsoo maksud tadi. Tapi Kyungsoo tidak mengindahkan panggilan Kai, ia malah serius melihat handphonenya, melihat itu, Kai langsung berjalan mendekati Kyungsoo.

"JINJJA DAEBAK! kenapa ada dua teddy bear di foto ini?" Kyungsoo terkekeh geli, Kai buru-buru melihat handphone Kyungsoo dan melihat hasil gambarnya,

"Maksudmu?"

"Ah babo!" Kyungsoo langsung menarik handphonenya dan berjalan lagi meninggalkan Kai, Kai berpikir keras,

"YAAA! Maksudmu aku mirip dengan teddy bear itu?"

"PINTAR! Ayo coba berdiri lagi disitu" Kyungsoo menyuruh Kai lagi untuk berdiri disamping TeddyBear yang lain—sambil menunjuk tempatnya, dan Kai terus saja menuruti Kyungsoo,

Kyungsoo kini terkekeh geli, Kai malah bergaya mengikuti bagaimana Teddy Bear itu berdiri,

"EISSH JINJJA NEOMU KYEOPTAAA! UGHHH" Kyungsoo gemas sendiri melihat Kai yang asik bergaya dengan TeddyBear, mereka saling tertawa geli dengan kelakuan mereka masing-masing. Mereka berpindah dari Teddy Bear yang satu ke TeddyBear yang lain, asik berselfie ria hingga membuat percakapan bodoh dengan beberapa TeddyBear disana, sungguh! Mereka berdua sungguh konyol hari itu.

"Kyung! gantian! Kalau yang ini mirip denganmu, Teddy Bearnya memakai baju memasak." Teriak Kai saat menemukan TeddyBear koki dari kejauhan.

"Eoh jinjja? foto ako foto aku!" Kyungsoo berlari kegirangan dan bergaya mengikuti sang Teddy Bear koki, ia bahkan mengajak Teddy Bear tersebut berdansa dan Kai terus tertawa geli karena kelakuan Kyungsoo, hingga akhirnya mereka menyadari bahwa mereka sudah menjelajahi semua Teddy Bear disana.

"Kai, aku lapar" rengek Kyungsoo pada Kai saat mereka berjalan menuju jalan keluar. Kyungsoo menurunkan badannya dan berjongkok.

"Ayo kita cari Chanyeol dan Baekhyun dulu, Kyung" Kai menarik tangan Kyungsoo yang jalannya semakin melambat karena lapar, sungguh, ada-ada saja kelakuan Kyungsoo.

.

.

Kai dan Kyungsoo mendapati Chanyeol tengah berdiri didepan pintu masuk, tapi mereka heran, kali ini Chanyeol berdiri sendirian.

"Chanyeol-ssi, mana si Bacon?" Tanya Kyungsoo saat tiba didekat Chanyeol bersama Kai.

"Tuh! Sedari tadi dia berbincang dengan teman lamanya" Jawab Chanyeol dengan kesal sambil menunjuk ke arah Baekhyun yang tengah berdiri didepan sebuah mobil bersama orang pria.

"Sejak kapan?" tanya Kyungsoo penasaran.

"Aku sudah tigapuluh menit menunggu disini, Kyung"

"eeissshhh~~ kau sedang cemburu yaaa?" Kyungsoo mengejek Chanyeol, tapi yang digoda tetap memasang wajah kesal,

"ah kau ini payah sekali, masa diam saja sih disini. yasudah! Biar aku yang panggil Baekhyun" Kyungsoo berjalan menuju tempat Baekhyun berdiri. Kai dan Chanyeol hanya melihat saja apa yang dilakukan Kyungsoo dari kejauhan,

"annyeonghasseyoooo, kau temannya Baekhyun ya?" Kyungsoo menyapa dengan sangat ramah hingga yang disapa kembali tersenyum pada Kyungsoo.

Tapi, teman Baekhyun itu tidak menghentikan pembicaraannya sama sekali, ia terus berbicara pada Baekhyun. Kyungsoo bisa melihat Baekhyun hanya mengangguk saja dengan wajah yang menunjukkan 'kapan ini berakhir'. Mengerti hal tersebut, Kyungsoo mencoba berbicara kembali,

"Mianhae sunbae, Baekhyun sedang ada urusan penting sekarang, bisa aku membawanya?"

"ah ne, sebentar lagi ya" pria itu terus melanjutkan pembicaraannya walaupun Kyungsoo sudah meminta izin padanya, sungguh, itu membuat Kyungsoo ingin mengomel.

"YAAA! SUNBAE ITU MOBIL BELAKANGMU ADA YANG MENCORET CORET! YAAA HEEEYY!" Kyungsoo langsung menarik tangan Baekhyun dan membawanya berlari saat pria itu juga berlari panik menuju belakang mobilnya.

Kyungsoo dan Baekhyun berusaha sebisa mungkin hilang dari pandangan pria tersebut kemudian bersembunyi.

Kai dan Chanyeol terkekeh geli melihat pria tadi—dari jauh—mencari-cari kemana Baekhyun dan Kyungsoo pergi, padahal mereka berdua sedang bersembunyi dibalik sebuah mobil. Kai dan Chanyeol diberi isyarat oleh Baekhyun untuk segera menjemput mereka berdua dengan mobil Kai yang terparkir didekat mereka dan sekalian pergi dari area museum tersebut.

Mereka berempat terkekeh geli didalam mobil tanpa henti.

"YA KYUNG KAU SUNGGUH DAEBAK! Aku menyesal sekali menyapanya tadi" ucap Baekhyun sambil terkekeh geli.

"HAHAHA memang dia siapa sih Baek, bisa-bisanya kau bertemu orang seperti itu?"

"Dia itu teman SMPku Kyung, aku tidak terlalu dekat sih dengannya, niatku mau sekedar menyapa, tapi kau tahu dia malah melakukan apa? Dia-menawarkan-asuransi-padaku. Sungguh! Itu hal yang mengesalkan!"

"Jinjja? Aku pikir kau sedang reuni dengan teman lama hahahah"

"Apanya yang reuni, heol aku sungguh sial tadi"

"Benar benar pria yang menyebalkan. Dan bodohnya lagi, pacarmu cemberut tidak karuan karena cemburu, baek."

"Eoh? Kau cemburu?" Tanya Baekhyun pada Chanyeol yang tengah menyandarkan kepalanya di bahu Baekhyun.

"Mana aku tau kalo dia malah menawarkan asuransi, aku pikir mantan kekasihmu"

"Eish~ over protective sekali sih ugghhhh" Baekhyun malah gemas mencubit pipi Chanyeol.

"Hey ya! ya! Jangan bermesraan disini" teriak Kyungsoo dari kursi depan, Kai hanya tertawa.

"Ah kau selalu iri, kyung. Sebentar lagi kan kau dan Kai juga jadi sepasang kekasih. Atau kalian sudah pacaran?"

"ANIIIIII!" Teriak Kyungsoo dan Kai bersamaan.

"Ah kyeoptaaaa~ kalian serasi sekali bahkan ketika mengomel, ya kan yeolliii?" Chanyeol hanya mengangguk sambil tersenyum, sedangkan Kai dan Kyungsoo tak berani menengok satu sama lain, tentu saja, wajah mereka sudah memerah sekarang.

.

.

.

.

"Aku rasa makanan di resto tadi enak juga, Kai. Kenapa kemarin kita tidak kesitu ya?"

"Ah bacon bawel sekali"

"Kau juga bawel Kyung! Bawel teriak bawel"

Kyungsoo hanya berdecih,

"Eoh? Matahari terbenamnya sebentar lagi, Kai! Ayo kita ke tepi pantai!" Ajak Kyungsoo pada Kai sambil menarik tangannya dan meninggalkan Chanbaek berdua.

"Kai? Padahal kan aku sahabatnya, kenapa dia malah mengajak kai?" Baekhyun mengomel sendiri—sambil menggaruk garuk kepalanya didepan Chanyeol—setelah Kai dan Kyungsoo berlari menjauhi mereka.

"Mereka sedang jatuh cinta sayanggg. Kajja!" Jawab Chanyeol kemudian menarik tangan Baekhyun untuk segera melihat matahari terbenam.

"Kai foto aku foto aku!" Kyungsoo langsung mengambil posisi yang pas dengan matahari terbenamnya dan mulai bergaya, Kai terus menerus jadi fotografer Kyungsoo sore itu, sampai akhirnya, Kai berjalan ke arah Kyungsoo ketika matahari sudah sedikit lagi terbenam.

"Apa fotoku sudah terlalu banyak?" Kyungsoo heran karena Kai tiba tiba mengentikan kegiatannya.

"Sudah, kyung. Hasilnya bagus bagus. Nanti aku kirim fotonya, ne?" Jawab Kai saat berjalan mendekati Kyungsoo. Tiba tiba, Kai menurunkan tubuhnya dan mulai berjongkok didepan kaki Kyungsoo.

"Ya! Kai kau mau apa?"

Kai memegang kaki kanan Kyungsoo perlahan kemudian memasangkan sebuah gelang berwarna hitam di kaki Kyungsoo. Pipi Kyungsoo mulai memerah dan jantungnya berdetak cepat.

Kai membangunkan tubuhnya lagi kemudian berdiri dihadapan Kyungsoo.

"Kai? Jamkkaman. Jangan bilang kau mau memintaku jadi kekasihmu, ya?"

Kai terkekeh,

"Ya! Kenapa tertawa geli sih?"

"Kau ini ge-er sekali sih Kyung" ucap Kai sambil terkekeh kemudian membalikkan badannya meninggalkan Kyungsoo.
Kyungsoo malu bukan main, ia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya,

"Kyungsoo-yaaaaa babooooooo kenapaaa berbicaraaa seperti ituuuuuuuu aaaaaaaaaa" kyungsoo merengek memukul bibirnya pelan dengan jemarinya. Ia terus menundukkan kepalanya dan rasanya ingin tinggal dipantai saja karena kakinya lemas menahan malu. Kai dari kejauhan melihat Kyungsoo yang ternyata belum berjalan mengikutinya dibelakang. Kai terkekeh melihat Kyungsoo sekarang, ia membalikkan lagi badannya dan berjalan menuju Kyungsoo.

"Hey yaa~ kenapa masih disini, sih?" Tanya Kai tiba-tiba datang lagi menghampiri tubuh mungil itu.

"Kenapa datang lagi kesiniiiiiiiiiiii Kaiiiiiiiii, kau mau mengejekku ya?" Rengek Kyungsoo didepan wajah Kai dengan wajah yang memerah, Kai tersenyum.

"Ani, ayo pulang ke villa"

"Tidak bisaaaaa kakiku lemasssss"

"Yasudah ayo naik ke punggungku"

"Aku maluuuuuuuuuuuh aaaaaaa~~~~"

Kai menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa, Kyungsoo bahkan merengek lebih dari bagaimana anak perempuan merengek, semua yang ingin Kai lakukan jadi serba salah untuknya.

"kau mau apa, hm?" Tanya Kai dengan pelan, sungguh, Kai benar-benar sabar menghadapi Kyungsoo. Tapi Kyungsoo hanya menggeleng.
Dengan cepat Kai menggendong tubuh Kyungsoo ala bridal style dan membawanya pulang. Kai terus tertawa kecil sambil senyum senyum walaupun Kyungsoo mengomel tidak karuan dalam gendongan Kai bahkan memukul mukul dada Kai tanpa henti.

"Kai turunkan aku!"

Kai langsung menurunkan tubuh Kyungsoo dan menatap wajahnya,

"jangan menatapku begitu!"

"Kau masih merasa malu?" Tanya kai sambil terkekeh karena Kyungsoo kini hanya mengangguk.

"Baiklah, kita bahas yang tadi. Memang kalau aku memintamu jadi pacarku, kau mau menerimanya?" Tanya Kai dengan cepat.

"Tentu saja tidak" Kyungsoo langsung bergegas jalan menuju villa mereka—yang letaknya sungguh dekat dengan pantai—dan meninggalkan Kai.

Bukannya kesal, Kai malah semakin gemas, Kai mengusak ngusak rambutnya kasar sambil senyum-senyum sendiri.

.

.

.

.

.

"KYUNGGGG! BUKA PINTUNYAAA! AYO MAKAN DULUUUUUUUU! JANGAN MENGUNCI PINTUNYA BEGITU!MASA KAU MEMBIARKAN KAI TIDUR DILUAR SIH" Teriak Baekhyun dari luar pintu kamar Kai dan Kyungsoo, karena sekarang, Kyungsoo mengunci pintu kamarnya hingga Kai tidak bisa masuk.

"Kai ottokke?"

"Hm, mau bagaimana lagi baek?"

"Yasudah, ini aku pisahkan makanan untuk Kyungsoo disamping microwave. Nanti kalau dia keluar, beritahu dia untuk makan, ya!" celoteh Baek seperti sedang sibuk mengkhawatirkan anak gadisnya.

"Ne! nanti aku beri tahu"

"Kau bagaimana tidurnya Kai?"

"gwaenchana. aku juga belum ngantuk, kok. Dan aku bisa tidur disofa sambil menonton tv nanti. tenang saja Baek. Sudah, kau kembali ke kamarmu, Chanyeol pasti sedang menunggu. " Kai mengejek Baekhyun kemudian mendorong tubuh Baekhyun untuk segera naik tangga menuju kamar atas.

Kai kemudian merebahkan tubuhnya diatas sofa dan mulai menyalakan televisi. Kai bahkan belum mandi dan ganti baju, mengingat semua perlengkapan mandinya ada didalam kamar, pun dengan pakaian gantinya. Tapi sekarang, Kai seperti sedang bertengkar dengan istrinya sendiri, ia bahkan tidak diberi selimut atau bantal oleh Kyungsoo.

"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~~~~~~" kyungsoo merengek sambil terus mengambil tisu untuk membersihkan hidungnya, Kyungsoo menelungkupkan badannya diatas kasur sambil menggeliat tidak jelas. Kyungsoo benar-benar sudah tidak berpikir lagi apa yang sudah dia perbuat, bahkan villa yang sedang dia tempati adalah milik Kai, tapi dia malah tidak membolehkan Kai masuk ke kamarnya.

Kyungsoo terus menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut sambil merengek, dia seperti itu bahkan sampai waktu sudah menunjukkan jam 10 malam.

.

.

.

Kyungsoo memunculkan kepalanya dari balik pintu kamarnya, dia bisa melihat Kai yang sedang asik menonton tv di sofa ruang tengah. Kai mendengar suara pintu tertutup saat Kyungsoo baru saja menutup pintu kamarnya, Kai menengok ke arah Kyungsoo.

"eheeee~~" Kyungsoo malah cengengesan saat Kai mendapatinya keluar kamar, "aku lapar~~ ehehehehe" Kyungsoo langsung berjalan menuju dapurnya, dan mengotak ngatik kulkas untuk segera memasak.

Kai buru-buru bangkit dari sofa—masih dengan pakaian yang rapi—kemudian mengambil makanan milik Kyungsoo disamping microwave.

"Tidak usah masak, kyung. Tadi kami beli makanan." Kai langsung menghangatkan makanan Kyungsoo kedalam microwave, melihat itu, Kyungsoo menggigit jarinya masih menahan malu, karena kali ini, ia bertingkah salah lagi.

Kai menengok ke arah Kyungsoo setelah baru saja memasukkan makanan Kyungsoo kedalam microwave,

"Kenapa mematung begitu?" Kai terkekeh, tapi Kyungsoo masih menggigit jarinya kemudian berjalan ke arah sofa ruang tengah tanpa menjawab pertanyaan Kai. Ia bahkan lupa menutup kulkas yang tadi dia buka.

Kai mengikuti Kyungsoo kembali duduk di sofa setelah menutup pintu kulkas, Kyungsoo menengok ke arah Kai yang sudah ada disampingnya.

"aku.. tidak apa-apa kan duduk disini, heheh?" tanya Kyungsoo masih sambil menggigit jarinya. Melihat tingkah Kyungsoo yang aneh itu, Kai hanya tertawa tanpa menjawab pertanyaan Kyungsoo.

Kai bergegas lagi mengambil makanan Kyungsoo yang sudah selesai dihangatkan kemudian memberinya pada Kyungsoo. Kyungsoo melepaskan gigitan jarinya kemudian mengambil makanan yang diberi Kai. Kai memandangi Kyungsoo yang mulai makan dengan lahap. Kyungsoo yang sedang mengunyah makanan—yang penuh dimulutnya—menyadari Kai menatapnya,

"Jangan menatapku terus KAI!" Kyungsoo mengomel dengan suara yang tidak jelas karena makanan yang penuh didalam mulutnya.

"hahaha, kunyah dulu Kyung baru mengomel"

"aish kubilang jangan melihat ke arahku!" Kyungsoo kini mendumal—masih dengan pipi menggembung—bahkan kini ada nasi di dekat sudut bibirnya.

"diam, Kyung" Kai mendekati tubuh Kyungsoo dan hendak membersihkan makanan yang berceceran didekat mulutnya saat Kyungsoo selesai mengunyah, tapi Kyungsoo, lagi-lagi...

"eoh kau mau apa? jangan mendekat padaku, kubilang jangan ya jangan!" Kyungsoo terus memundurkan tubuhnya masih sambil memegang mangkuk dan sendok.

"AAAWWWW!" Kai berteriak saat Kyungsoo memukul kepalanya dengan sendok yang sedang ia pegang.

"Kai aku sudah bilang jangan mendekat! Rasakan!" Kyungsoo meletakkan mangkuknya diatas meja depan sofa kemudian bergegas mengambil air minum, "Ah! Aku sudah tidak selera makan lagi" Kyungsoo tidak peduli dengan Kai yang sedang kesakitan memegang keningnya yang mungkin saja sudah memerah.

"Kai?" Kyungsoo—yang hendak kembali menonton tv—memanggil Kai tapi Kai tidak menjawab, Kyungsoo bisa melihat Kai sedang meringkukkan tubuhnya diatas sofa sambil memegang kepalanya. Kyungsoo membalikkan tubuh Kai, dan melihat wajahnya yang sedang menahan kesakitan,

"WAEEEE?" Kyungsoo bertanya seolah tidak melakukan apa-apa.
"Apanya yang kenapa Kyung? Kau yang memukul keningku hingga kepalaku pusing seperti ini. AAPPO JINJJA!"Kai mulai berteriak karena benar-benar merasakan sakit, dan Kai terus meringkuk diatas sofa. Kyungsoo mulai bisa berempati atas apa yang Kai rasakan, ia juga mulai merasa bersalah saat Kai sudah berteriak.

Kyungsoo langsung menarik tangan Kai yang menutupi keningnya yang sakit, dan Kyungsoo terkejut, mendapati kening Kai yang sudah memerah, sangat merah.

"EOH? OTTOKKEEE?"Kyungsoo menunjukkan raut panik dan bingung, "Jamkkaman Kai jamkkaman!" Kyungsoo berlari kekamarnya mencari kotak p3k miliknya. Ia juga buru-buru mengompres kepala Kai setelah berhasil membaringkan tubuh Kai diatas sofa.

"mianhaeee, aku tidak tau kalau aku memukulnya sekeras itu. Apakah sakit sekali?" tanya Kyungsoo setelah selesai mengobati Kai.

"jangan tanya Kyung" Kai memejamkan matanya dengan wajah menahan pusing.

"mian mian mian, aku sungguh tidak tau. Lagian kau sendiri ngapain sih mendekatiku saat aku sedang makan, huh"

Kai yang sedang memejamkan matanya, langsung membuka matanya dan menatap wajah Kyungsoo. Dengan cepat, tangan Kai langsung mengusap sudut bibir Kyungsoo yang masih tersisa bekas makanannya, Kyungsoo terkejut dan terdiam, ia bahkan membelalakkan mata bulatnya.

"Bahkan saat kau sudah minum air, dan sudah berlari panik, tetap saja bibirmu masih celemotan" Kai kembali memejamkan matanya lagi.

Kyungsoo menahan malu lagi, Kai sesekali mengintip raut wajah Kyungsoo, dan sungguh menggemaskan bagi Kai. Kyungsoo kini menutup wajahnya—dengan kedua telapak tangannya—sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, Kai bisa dengar suara rengekkannya yang tidak terlalu kencang mengatakan 'Kyungsoo-yaaa babo babo babo! Kai tersenyum tipis.

"Kau mau masuk ke kamar?" Tanya Kyungsoo pelan setelah berbabo-bao ria sendirian.

"Kepalaku pusing, Kyung."

"Hm, mianhae"

Kai hanya tersenyum—masih sambil memejamkan matanya.

"Kalau begitu, aku tunggu kau sampai merasa baikkan disini. Tenang saja Kai, aku akan menemanimu disini, lagipula kan ini villamu, masa aku tidur dikamar dan kau tidur diluar" oceh Kyungsoo dengan gaya sok bijaknya.

"Kau bisa juga berpikir seperti itu ya, Kyung?" Ejek Kai yang sedari tadi tidak habis pikir pada Kyungsoo mendiamkannya tidur di sofa sendirian.

"Eisshh~~ mianhae. Aku akan bawakan bantal dan selimut dulu. Aku akan menonton film dulu kalau begitu." Kyungsoo bergegas kekamar mengambil selimut dan bantal. Setelahnya, Kyungsoo meletakkan satu bantalnya pada kepala Kai dan satunya lagi ia peluk sebelum akhirnya mendudukkan tubuhnya di karpet bawah dan menyender pada sofa tempat Kai berbaring. Kyungsoo menyelimuti tubuhnya kemudian mengganti siaran tvnya dan mencari film action kesukaannya.

"EOH? Fast and furious?" Kyungsoo menghentikan pencarian channelnya dan mulai menonton. Kai yang mendengar Kyungsoo menonton 'Fast and furious'—yang ternyata juga film kesukaannya—langsung membuka matanya dan mendudukkan tubuhnya pelan.

"Eoh kau menonton juga?" tanya Kyungsoo yang menyadari bahwa Kai telah mendudukkan dirinya kemudian mulai ikut menonton.

"Film favoritku, Kyung. Apa kau juga mengikuti semua partnya?"

"Tentu saja! Aku sangat menyukai Mr. Toretto kuuuuuu~~~" Kai terkekeh,

"Naik saja Kyung ke atas sofa, aku tidak tiduran kok."

Kyungsoo langsung memindahkan tubuhnya duduk keatas sofa dan mulai nonton berdua dengan Kai. Kyungsoo tiada hentinya memuji si Mr. Toretto saat muncul dilayar tv,

"Kai, ototnya membuatku ingin bergelayutan di lengannya kaiiiii~~~~~ah jinjja! Aku benar-benar selalu jatuh cinta padanyaaaaaa"

Kai terus tertawa mendengar ocehan Kyungsoo, ia bahkan terlalu bersemangat menonton fim tersebut, sampai akhirnya, Kyungsoo mulai terdiam disaat adegan romancenya mulai muncul. Kai dan Kyungsoo mulai salah tingkah saat tampil adegan intim disana.

Saat adegan ciuman, Kai menggaruk-garuk lehernya, dan Kyungsoo? Ia menutup tubuh sampai wajahnya dengan selimut, seperti anak SD yang dilarang orang tuanya nonton film dewasa.

Kyungsoo kemudian membuka selimutnya lagi, dan ternyata, adegan ranjangnya baru dimulai, Kyungsoo terkejut dan mulai salah tingkah. Kyungsoo melihat Kai yang sudah memalingkan wajahnya.

"Kai..." Kyungsoo yang sudah memeluk lututnya diatas sofa—tertutup dengan selimut—memanggil Kai untuk segera mengganti channelnya.

"heheh bisa kita ganti saja channelnya untuk sementara?" Kai yang masih salah tingkah itu menuruti perkataan Kyungsoo, tapi...

"Kyung, remotenya mana?"

"Eoh? Molla." Kyungsoo mulai panik ikut mencari remotenya, dan mereka semakin salah tingkah karena sudah mulai muncul suara desahan dari filmnya.

Kai dan Kyungsoo sama-sama membangunkan tubuh mereka, mencoba mencari remote di sofa yang mereka dudukki, mungkin terduduk oleh tubuh mereka sendiri, atau terhalang selimut milik Kyungsoo.

BUKK!

Kepala Kyungsoo dan Kai tertabrak satu sama lain tanpa sengaja saat mereka sedang mencari remote di sofa.

"AW!"Mereka sama-sama berteriak kesakitan, tapi saat itu juga mereka menemukan remotenya dan tangan mereka sama-sama menggapai remote tersebut.

(sumpah drama abis hoho)

Tangan Kai dan Kyungsoo yang saling bersentuhan pun dengan pipi mereka yang saling berdekatan, sangat dekat, ditambah lagi suara desahan dari film yang mereka tonton, libido mereka sama-sama meningkat saat itu juga.

Kai menatap wajah Kyungsoo dan yang dilihat hanya terpaku malu, pipinya semakin memerah dan Kyungsoo malah memejamkan matanya saat Kai mulai mendekatkan bibirnya. Kai bukan memikirkan libidonya, tapi melihat pria disampingnya ini, Kai benar-benar ingin memeluknya. Kai juga tidak mengerti kenapa Kyungsoo memejamkan mata, apa hanya karena libidonya yang sudah naik, atau memang karena perasaan Kyungsoo yang berdebar disamping Kai? Entahlah, tapi Kai, ia ingin mencium pria mungil yang sedang ditatapnya sekarang juga, bukan karena sudah terangsang, tapi mungkin, karena Kai sudah mencintainya.

.

.

.

Kai melumat bibir Kyungsoo dengan pelan, dan Kyungsoo... jantungnya sudah berdegup dengan kencang. Kyungsoo tidak menolak perlakuan Kai, Kyungsoo malah meletakkan tangannya dibahu Kai, dan kini mereka sudah saling berhadapan. Kai terus melumat dengan lembut, tangannya ia letakkan di pinggang Kyungsoo hingga Kyungsoo bahkan merasa semakin nyaman, ia kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher Kai, dan mulai membalas lumatan demi lumatan yang Kai berikan.

Tiba-tiba, Kai melepas ciumannya...

Kyungsoo yang sudah memerah, menatap wajah Kai dengan sayu,

"Kyung? Kau melakukannya karena apa?" tanya Kai dengan pelan—masih sambil memegang pinggang Kyungsoo.

"aku tidak mau jatuh di lubang yang sama, aku sungguh berharap, alasanku adalah alasanmu juga..."

"aku tidak akan melanjutkannya jika alasan kita berbeda, Kyung."

"nado"

"aku mencintaimu, Kyung."

Kyungsoo dengan cepat melumat kembali bibir Kai tanpa menjawab, Kai tersenyum sebelum kembali membalas lumatan yang Kyungsoo berikan.

.

.

.

.

.

To be continued

BERARTI? KYUNGSOO? HAHAHA

HALO KAISOO SHIPPER YANG SEDANG BERBAHAGIA

MASIH ADA YANG BAHAGIA BANGET KAYAK GUE NGGAK SIH KARENA KONFIRMASI KEMARIN? WWKWKWK

WHATEVERLAH, YANG PENTING KAISOO AS ALWAYS YA NGGAK?

TETEP IKUTIN FF AKU YA GAIS, AKU SAYANG KALIAN, MUAH!