Inazuma Eleven: Book Of Poem

.

.

.

.

Warning: Jika Fic ini menyebabkan sakit perut berkelanjutan, rahang pegel, dan penyakit tertawa lainnya, maka itu diluar tanggung jawab saya

.

.

.

Disclaimer: Saya, Crystal Nyrent tidak memiliki Inazuma Eleven dan saudara - saudaranya

.

.

.

Poem #4

One Sided Love

Author's POV

Kali ini, aku akan menceritakan sebuah cerita dengan latar belakang Kota Inazuma. Ok mari kita mulai ceritanya~

Di suatu hari yang cerah secerah masa depanku (author malah doain masa depannya sendiri), seseorang dengan rambut putih / kayaknya abu pasir dengan sedikit merah di kanan kiri kayak kaki boneka kepitingku (?) sedang berjalan - jalan ke sekolah. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ichino Nanasuke.

"Aoyama !" Ichino berteriak dengan suara 7 oktaf(?) miliknya.

Orang yang dipanggil langsung nengok. Ya, orang yang dipanggil sama Ichino itu adalah Aoyama Shunsuke yang merupakan sahabatnya sejak dia lahir (?). Ichino berlari ke arah sang sahabatnya dan mereka pun berjalan bersama layaknya sepasang pacar (?).

"Aoyama, kamu itu belum punya pacar kan ?" Tanya Ichino.

Muka Aoyama menegang untuk sekejap tapi Ichino gak liat and gak peduli.

"Belum kok, emangnya napa ?" Akhirnya Aoyama menjawab.

"Gak kok, cuma memastikan aja, soalnya akhir - akhir ini kita jarang makan bareng" Jawabnya Ichino.

"Oh kalau yang itu gara - gara gue erm..sibuk di perpus, tapi gue jadi deh, nanti kita bakal makan bareng".

"Bener nih ?".

"Suer, nanti gue tunggu lo di kantin"

Saat Istirahat

Ichino's POV

'Waduh, kayaknya Aoyama udah nunggu lama nih, lagian ntu guru pake acara minta tolong segala sih' batin gue.

Karena terlalu buru - buru, gua yang nyebrangin lorong gak liat kanan kiri (?) dulu, jadi gue pun nabrak sesuatu / seseorang / seekor / seberkas atau kata berimbuhan se- lainnya. Gue gak jatoh sih, masa mantan pemain bola yang kull gini bisa jatoh sih (gak ada hubungannya ya ?). Tapi berhubung gue nih anaknya baek (padahal sebenernya takut kalau yang ditabrak itu guru *plakk) makanya gue brenti buat liat siapa yang gue tabrak.

Ternyata yang gue tabrak itu si super innocent Akane. Awalnya sih gue mau ninggalin aja tapi, kalau liat wajahnya yang lama - lama jadi unyu, gue jadi gak tega ninggalinnya. Jadi gue bantuin aja si Akane.

"Ah, arigatou Ichino" Ucapnya dengan suara lembut khasnya itu.

Gue cuman ngangguk dan langsung pergi ke kantin. Sampai di kantin, ternyata Aoyama gak prenns bayangin aja, masa janjinya mau makan bareng, eh gataunya dia udah makan duluan.

"Aoyama, gitu lu ama gue. Katanya mau makan bareng, kok udah makan duluan"

"Kalo gue nunggu lo, pasti udah keburu bel" Jawabnya dengan santai kayak di pantai (?)

KRIIIIIIIIIIING...

Bel sekolah tanda waktu istirahat telah berakhir pun berbunyi.

"Tuh kan, gue bener. Dah gue balik dulu ye, sob" Pamitnya dan ia langsung menghilang layaknya anak hilang (?).

Loading...

0%

19%

38%

45%

65%

65%

ERROR

"WHAT ?! UDAH BEL ?! GUA KAN BELOM MAKAN !" Ichino pun berteriak - teriak gaje.

Hampir aja si ibu kantin memanggil satpam untuk membawanya ke RSJ, tapi dengan sogokan foto gue yang paling cetar membahana (?), ntu ibu kantin langsung mingkem. Tapi tetep aja gue TERPAKSA kembali ke kelas dengan cacing yang sudah berdemo tentang HAC alias Hak Asasi Cacing.

Pulang Sekolah...

Akhirnya pulang sekolah tiba jugaaa. Gue yang lagi jalan ngelewatin gerbang sekolah melihat Akane yang sedang berdiri di depan pagar sambil motret - motret Shindou yang kagak jauh dari sana. Tentu saja, Akane yang udah jadi profesional photographer (baca: stalker) bisa mendapat gambar 80% cowo dan 20% cewe itu dengan mudah.

'Kagetin ah, kalau dia kaget trus jatoh kan lumayan, gue bisa tangkep dia' Pikir gue.

Jadi gue ngagetin dia dengan cara bilang 'Ba !' Di telinganya tapi...

"Huh ? Ichino ? Napa ?" Ucapnya dengan polos sepolos mi polos (?).

Gedubrak !

'Waduh, ternyata dia kebal dari kekagetan' Pikirku.

"A-ano..itu, lo mau gak jadi pacar gue" Ucap gue diikuti dengan senyuman maut gue.

"Sorry, aku udah punya pacar" Ucapnya.

"APA ?! SIAPA PACAR LO ITU, HAH ?!"

Tiba - tiba, Aoyama masuk ke stage alias muncul entah gimana caranya. Dia langsung menghampiri Akane.

"Akane, ayo kita pulang bareng" Ucap Aoyama yang tidak menyadari keberadaan gue.

"Ichino, nih pacarku" Ucap Akane sambil menunjuk Aoyama.

Ichino pun langsung cengo tujuh turunan sementara Aoyama dan Akane jalan berdua sambil berpegangan kaki eh salah maksudnya tangan. Ichino langsung memiliki kata - kata yang ingin dia sampaikan...

Nggak Pren Lo

Karya: Ichino Nanasuke Yang Dikhianati

.

Dia, Aoyama Shunsuke adalah sahabat karibku

Tunggu, maksudku, dia adalah MANTAN sahabat karibku

Tidak puaskah dia menyakitiku ?

Sejak 1 minggu yang lalu, dia tidak makan bersamaku

Dan sekarang ? Dia malah merebut Akane yang baru saja ingin kutembak

Sebenarnya, apa salahku ?!

Author's POV

Yah, itulah puisi indah (baca: nista) yang baru saja dibuat oleh Ichino yang tersakiti. Sedang apa Ichino sekarang ? Oh, dia lagi makan daun, ngomong ama batu + garuk tembok. Jadi, kita bisa melihat moral disini yaitu, sahabat tidak selamanya setia :p

Tamat

Ichino: *pundung di pojokan*

Shinsuke: Author...Akane mana ? Seharusnya kan dia ngeliatin kita latihan.

Author: Oh, dia lagi ama Aoyama, lagi pacaran.

Shinsuke: Oh yaudah. *melihat Ichino dan menghampirinya* Ichino lagi apa ?

Ichino: *masih pundung* Akane, kenapa kau pergi

Fubuki: Halo semuanya~

Author: Fubuki, ngapain kamu disini ?

Shinsuke: *fangirling

Fubuki: Mao ngambil Yukimura

Author: Oh dia ada di kamarku lagi baca sekeranjang majalah Bobo

Fubuki: *pergi mencari Yukimura*

Author: Ok, satu chapter ini kupersembahkan untuk Fuyukaze Mahou. Sorry ya kalau garing.

Shinsuke: Yosh ! Request masih ditunggu kawan - kawan