Haikyuu! sepenuhnya milik Furudate Haruichi. Penulis tidak mengambil keuntungan material dalam bentuk apapun.
"Sudah kubilang jangan terlalu sering berbuat onar, Kusoikawa!" Iwaizumi meletakan tangannya di atas kepala Oikawa, lalu dengan kesal mengacak-acak rambut cokelat itu sampai membuat pemiliknya memprotes dengan keras.
"Sakit tahu, Iwa-chan!"
"Oh, jadi lebih sakit itu daripada luka-luka yang kau derita, eh?" tukasnya berang. "Coba beritahu aku, sudah berapa kali kau keluar-masuk rumah sakit gara-gara berkelahi, hah? Kau itu mau besarnya jadi preman, ya?"
Oikawa memberengut ngambek. "Tidak sama sekali." bantahnya. "Mereka duluan yang cari gara-gara denganku. Aku tidak memulai perkelahiannya. Sungguh!"
"Lalu kenapa mereka mencarimu?" Iwaizumi menaikan sebelah alisnya. "Mereka tentu tidak mengajakmu berkelahi tanpa alasan, bukan?"
"Yaaah, itu…" Oikawa terlihat kesulitan memilah kata-kata. "Katanya aku sudah merebut pacar salah satu dari mereka. Jadi, mereka datang untuk membalaskan dendam padaku dan … dan kemudian … perkelahian itu terjadi. Hehe."
Auara Iwaizumi seketika mengelam. "Hehe? Kau bilang apa tadi? Hehe?" sentaknya. "Jadi ini karena salahmu lagi yang merebut pacar orang lain? Begitu?"
"Aku tidak merebut pacar mereka, Iwa-chan! Mereka saja yang memfitnahku!" Oikawa langsung menyanggah.
"Aku tidak akan percaya semudah itu, Sampahkawa! Kau memang dari dulu suka menggoda wanita di sana-sini, kan?"
"Tapi Iwa-chan, aku serius tidak melakukannya lagi! Pacarnya saja yang langsung menyeleweng begitu melihatku. Itu jelas bukan kesalahanku, kan?"
"Kau tahu pacar orang yang kau rebut itu?"
"Tidak."
"Kalau kau tidak tahu, bagaimana bisa kau memutuskan kalau dia menyeleweng begitu melihatmu, dasar sampah!"
Oikawa seketika memekik dan memeluk pinggang Iwaizumi sebelum laki-laki itu sempat menggeplak kepalanya. "Iwa-chan, aku itu masih terluka! Jangan lakukan kekerasan padaku!"
"Siapa yang peduli dengan itu?"
"IWA-CHAN KEJAM!"
Kotak kesabaran Iwaizumi sudah mencapai batas limitnya. Sebisa mungkin dia menenangkan diri, alih-alih melempar Oikawa keluar dari jendela rumah sakit, atau memberikan barang satu atau dua sentilan pada kening si pasien.
"Aku tidak tahu harus melakukan apa padamu, Oikawa." Keluhnya jengah.
Oikawa mendongakkan kepalanya. "Iwa-chan mau kuberi saran?"
"… saran apa?"
"Yang Iwa-chan harus lakukan padaku. Sebenarnya mudah saja, kok." Dendangnya riang. "Salah satunya seperti … Iwa-chan bisa menciumku dengan ganas!"
Perempatan jalan langsung muncul pada pelipis Iwaizumi. "Apa katamu?!"
"Cium aku? Hehehe."
Oikawa nampaknya terlalu percaya diri, sampai-sampai tidak peduli akan bahaya yang bisa saja menyerangnya sebentar lagi.
"Baiklah, Kuzukawa. Aku akan menciummu dengan amat sangat ganas."
"Dengan senang hati aku akan menunggu, Iwa-chan!"
Iwaizumi menyeringai iblis. Sepertinya, kunjungan rumah sakit hari ini akan berakhir dengan … sedikit kegilaan.
[]
fin
a/n: #DrabbleTober Day 4 – Hospital Visits. – [October 4, 2017]
