Ucchan mempersembahkan:
L'amour Et La Haine
Teme's Request!XD
Rated: T
Genre: Romance, Angst, Hurt Comfort
Main Cast: Siwon & Yesung
Warn!: BL, GaJe, alur gak jelas, typo(s), angst(?)
Disclaimer: Mereka berdua milik diri mereka sendiri dan saling memiliki~! Ide cerita dari sahabat Ucchan, tapi ceritanya ASLI milik Ucchan! N gomawo buat Trias eonnie yang udah ngoreksi judulnya!XD Emang kamus itu gak bisa dipercaya!(padahal sendirinya salah nempatin huruf)
:::
You are my everything.
But I'm not your everything.
Not even a bit.
:::
"Orang tua kita akan datang hari ini. Jangan berani mengadu ya! bersandiwaralah. Berpura-puralah kalau kau bahagia. Jangan sampai mereka tahu kalau aku memukulmu. Paham?"
Kata-kata Siwon setengah jam lalu masih terngiang dibenak Yesung. tatapannya menyendu. "Aku tidak pernah berpura-pura bahagia. Aku bahagia bersamamu, Wonnie…" lirihnya. "… Sangat bahagia…"
Tap
Tap
Krieet
"Hei. Mereka sudah datang. Cepat turun."
Blam
Yesung tersenyum miris. Begitu saja? tidak ada kata lainnya? Bahkan setelah dia melihat Yesung menangis begini?
"…" Yesung menyeka air matanya kasar, lalu beranjak turun dari ranjangnya. Ia bercermin sebentar. Memandangi pipinya yang masih memiliki luka lebam. Ia mengambil masker dan memakainya untuk menutupi luka lebam diwajahnya. Ia juga mengambil kacamata untuk menyamarkan matanya yang bengkak karena kebanyakan menangis.
Dengan sedikit tertatih, Yesung melangkah turun untuk menemui kedua orang tuanya dan suami istri Choi.
"Annyeong, umma appa…" sapa Yesung sambil berusaha terlihat sehat.
Mrs. Kim berdiri, menghampirinya dan memeluknya erat. "Annyeong, sayang… apa kau baik-baik saja? apa kau terkena flu?" tanya Mrs. Kim khawatir.
Yesung tersenyum dibalik maskernya. "Um, hanya flu ringan, umma. Tidak apa-apa kok." Ia membalas pelukan ummanya.
Mrs. Kim lalu menuntun anak semata wayangnya itu untuk duduk disofa ruang tamu rumah tersebut. Yesung duduk, dan seketika langsung menunduk saat tahu dia duduk berhadapan dengan Siwon.
"Bagaimana? apa kalian sudah semakin mesra?" tanya Mr. Choi dengan senyum mengembang diwajahnya.
Siwon tersenyum cerah. "Ya, appa! Dia namja yang sangat menyenangkan~! Aku senang bersama dengannya!"
Yesung terbelalak. Ia mendongak, dan menatap Siwon. Apa Siwon bersungguh-sungguh? Siwon membalas tatapannya, dan Yesung kembali teringat.
Ini hanya sandiwara.
"Sepertinya kau sangat menyukai anak kami, Siwon ah~!" Mr. Kim tersenyum senang.
Mrs. Choi mengangguk penuh semangat. "Ya, Mr. Kim~! Siwon sangat mencintai Yesungie~!" katanya sambil menepuk bahu sang anak.
Siwon tersenyum lebar, dan Yesung tahu itu palsu.
"Kalau begini, pernikahan kalian akan segera dilangsungkan~!" Mrs. Choi bertepuk tangan gembira. "Kapan tanggal baiknya ya~?"
Mr. Choi tersenyum melihat keantusiasan istrinya. "Lebih cepat lebih baik. Appa senang kau sudah mengingat semuanya, Siwon ah." ia meremas bahu Siwon pelan.
Siwon bingung apa yang dibicarakan appanya, namun ia segera tersenyum. "Ne, tentu saja aku mengingatnya, appa…" ujarnya ragu. Ia melirik Yesung, dan Yesung yang dilirik buru-buru menundukkan kepalanya.
'… Ingat…? Memangnya aku pernah bertemu dengan dia sebelum ini?' batin Siwon bingung. 'Lalu kenapa aku tidak ingat apa-apa?'
"Kau kenapa Siwon?" tanya Mr. Kim.
Siwon tersentak kaget. "A-ah! ani!" Siwon memaksakan dirinya tersenyum. "Yesungie! Kau mau apa untuk hadiah perkawinan kita nanti?" tanyanya mengalihkan perhatian.
Yesung tersentak. Ia menatap kosong kearah meja. "… Aku… asal kau ada disisiku saja, aku sudah senang… Siwonnie…" katanya lirih.
Siwon ikut terdiam. Dia dapat melihat kesakitan dan penderitaan yang kentara dikedua manik Yesung.
"Kalian benar-benar pasangan suami istri yang harmonis~!" Mrs. Choi yang tidak peka malah kegirangan.
Yesung memaksakan diri tersenyum. Mrs. Choi memang tidak berubah. "Ah… seharusnya aku menyiapkan minuman. Jeosonghamnida!" Yesung bangkit hendak pergi kedapur, namun Mr. Choi menahannya.
"Ani, Yesungie. Kami sudah mau pergi." Mr. Choi berdiri, diikuti oleh istrinya dan suami istri Kim.
"Ah, arraseo…" lirih Yesung.
Mrs. Kim menatap anaknya khawatir. "Yesungie…? Kenapa kau terlihat kesepian…?"
Pertanyaan Mrs. Kim membuat semuanya memperhatikan ekspresi wajah Yesung yang sedikit samar karena tertutup masker.
Yesung tersentak. "A-ah aku tidak kesepian kok! Aku… hanya sedih karena kalian Cuma sebentar disini… aku merindukan kalian…" lirihnya lagi.
Mrs. Choi dan Mrs. Kim sontak memeluk Yesung gemas. "Mianne, Yesungie! Lain kali kami akan bertamu lebih lama lagi untukmu~!" seru Mrs. Choi gemas.
Mr. Kim tersenyum. "Baik-baik ya, Yesungie. Appa akan datang lagi." ia menatap Mr. Choi. "Kajja."
Mr. Choi tersenyum lalu mengangguk. Ia menuntun Mrs. Choi dan Mrs. Kim keluar rumah. Meninggalkan Yesung sendirian bersama Siwon lagi.
Setelah mobil kedua orang tuanya benar-benar hilang dari pandangan, Siwon kembali memasang wajah dinginnya.
Yesung menatapnya takut. "S-Siwon…"
Tanpa berkata apa-apa, Siwon berbalik meninggalkan Yesung yang masih mematung didepan rumah.
Tatapan Yesung kembali menyendu.
"… Wonnie…"
-Meanwhile, In Choi's Car…(?)
"Apa Yesungie baik-baik saja, ya…?" Mrs. Kim menatap kosong kearah luar jendela.
"Dia baik-baik saja." Mr. Kim tersenyum menanggapi pertanyaan istrinya. "Yesungie pasti sangat bahagia, yeobo. Dia 'kan kekasih Siwon. Jika saja Siwon tidak hilang ingatan…"
Mrs. Choi meremas bahu Mrs. Kim disampingnya, bermaksud memberikan semangat.
Mrs. Kim menoleh kearah Mrs. Choi sambil tersenyum.
"Selama bertahun-tahun, Yesung tak pernah berhenti mencintai Siwon. Kami senang karena tuan dan nyonya Choi sekalian menyetujui pernikahan mereka." Ucap Mr. Kim. Dia senang karena bisa melihat sang anak bersama dengan orang yang dicintainya.
Mr. Choi menggeleng. "Tidak. Kami sangat tahu, kami tahu kalau Siwon juga sebenarnya mencintai Yesung." sahutnya.
Mrs. Choi mengangguk. Pandangannya menerawang. "Yesungie sangat mencintai Siwon…"
:
:
Sudah terhitung dua minggu sejak Yesung tinggal serumah dengan Siwon. Tapi sikap Siwon padanya tidak berubah. Tetap dingin, tetap datar. Hanya sesekali Siwon baik padanya, itu juga hanya saat orang tua mereka datang.
… Dan entah kenapa, rasanya semangat Yesung sudah semakin berkurang. Rasa cintanya pada Siwon. Rasa sayangnya pada Siwon. Rasa ingin terus bersama dengan Siwon.
… Entah kenapa semua rasa itu mulai berkurang.
Yesung memejamkan matanya, menajamkan pendengarannya, menyesapi setiap lirik dan nada yang masuk ketelinganya. Dia memang sedang memutar lagu.
… Lagu yang sangat menggambarkan perasaannya saat ini.
I was so happy because I met a person like you
My heart raced every day and I could only see you
I was crazy about you back then
With the reason that I love you
I trapped you even more inside of me and made you tired
I was so greedy, that's why I lost you
My love overflowed and now I can't ever see you again
A useless love that only leaves behind scars, I didn't know back then
Yes, I was so greedy
I thought everything would go well because there's no one else like you
My eyes were blinded in happiness so I couldn't see your heart
I made you cry and gave you a hard time
I was so greedy, that's why I lost you
My love overflowed and now I can't ever see you again
A useless love that only leaves behind scars, I didn't know back then
Yes, I was so greedy
It was my fault
I know this but I have no choice but to say…
I empty myself more and more but my greed remains
So I don't think I can go on without you
This is my last request
Please know that you are still my last love
Yes, I want to stay by your side
My love still remains
Blind… Yesung telah buta… mencintai Siwon secara membabi buta… tidak memperdulikan perasaan Siwon… tetap memaksanya untuk mencintai Yesung lagi. Apa Yesung pernah memikirkan perasaan Siwon sebelumnya…?
Dapat Yesung rasakan air mata menetes dari sudut matanya. Teringat lagi dengan Wonnie. Wonnienya. Wonnienya yang selalu mencintainya. Wonnienya yang sangat memanjakannya. Wonnienya yang tak pernah mengasarinya.
… Dan Wonnienya yang sudah berjanji tidak akan pernah melupakannya.
Yesung mengepalkan tangannya. "Pembohong…" lirihnya. Tubuhnya mulai gemetar, seiring dengan tangisannya yang pecah. "Hiks… Wonnie…! Wonnie…! Wonnie…!"
Walau aku terus memanggil namamu…
"Wonnie… sakit… aku sakit…!" lirih Yesung sambil terus memukul dadanya. "Sakit…! Hiks! Kenapa rasa sakitnya tidak mau berhenti…?"
Dan walau aku sudah berusaha menghentikan rasa sakit itu…
"Wonnie… saranghaeyo… jeongmal… hiks… wae… kenapa kau seperti ini…?" bisiknya. "Tolong berhentilah menyakitiku… hiks… aku sangat mencintaimu… jeongmal…"
… Semua tetap terjadi…
BRAK
Yesung terkejut karena pintu kamarnya dibuka dengan kasar oleh… Siwon? "S-Siwon…!" ia buru-buru menghapus air matanya. "A-ada apa…?" tanyanya lirih.
Siwon tak menjawab. Ia menatap Yesung intens. "… Siapa kau sebenarnya…?"
Yesung membelalak. "N-ne?"
Siwon menghampiri Yesung lalu menarik kerah bajunya. "Kau siapa?! Kenapa semua temanku tahu tentangmu?!" tanyanya dengan wajah tegang. "Saat kutanya siapa Kim Yesung itu, mereka semua seakan mengenalmu! Mengenalmu dengan baik! Apa yang kalian sembunyikan dariku?!"
Yesung merasakan ketakutan yang sangat, Siwon tampak kehilangan kendali. "A-aku…" Yesung menunduk, tubuhnya gemetaran.
"Ah, kau pasti membayar mereka 'kan?!"
Yesung mendongak, menatap Siwon.
"Berapa yang kau bayar agar mereka mengikuti kemauanmu, hah?!"
Yesung menatap Siwon kosong.
"Kau pikir aku akan percaya begitu saja dengan kata-kata temanku?! Tidak mungkin aku mencintaimu! Kau bukan kekasihku! Enak saja! kau benar-benar rendahan Kim! Memakai teman-temanku untuk mendapatkan perasaanku!"
Yesung membuang muka. Merasa sia-sia saja bicara dengan Siwon.
"Hei! Tatap aku!" Siwon menarik dagu Yesung kasar, hingga membuatnya kembali menatap Siwon. "Apa maumu sebenarnya?!" bentaknya.
Yesung tetap diam. "… Apa kau tidak akan pernah mengingatnya… Siwon…?" tanyanya lirih.
Siwon mengernyit. "Apa maksudmu?"
"…" Yesung diam sejenak, namun akhirnya ia membuka suara. Sudah tidak bisa berpura-pura lebih lama lagi. sudah lelah. Sangat lelah.
"Aku adalah kekasihmu. Tapi beberapa saat yang lalu aku pergi ke Jepang dan menetap disana. Dan kamu berjanji tidak akan pernah melupakanku, aku juga berjanji tidak akan melupakanmu." Yesung menatap lurus kearah manik Siwon. "Lalu… kau mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatanmu tentangku."
Siwon melotot.
"… Aku kembali kemari. Dengan tekad akan membuatmu mengingatku lagi. Aku sengaja meminta orang tuamu dan teman-temanmu agar tidak memberitahumu soalku." Yesung memperhatikan raut wajah Siwon yang semakin mengeras. "… Kau tahu? Sepertinya tekadku sia-sia saja."
"…" pegangan Siwon pada kerah baju Yesung terlepas.
Yesung tersenyum. "… Kau sama sekali tidak mengingatnya, Siwon?" ia memejamkan matanya. "… Wonnie…"
DEG
"Aku selalu memanggilmu dengan nama itu." Yesung tersenyum. "… Wonnie… aku sangat mencintai Wonnie… aku ingin Wonnieku yang lama kembali…"
Siwon semakin melototkan matanya.
DEG
DEG
Napasnya terengah. 'A-apa yang-'
DEG
"Aku, Choi Siwon, berjanji akan selalu mencintai Kim Yesungie baby~!"
"Aku tidak akan pernah melupakanmu, Wonnie~!"
"… Dan jikapun seandainya nanti kau akan melupakanku, akulah yang akan menjemputmu, dan membuatmu mengingatku lagi, Wonnie~!"
Siwon menggeleng. Ia memegangi kepalaku yang berdenyut menyakitkan. "T-tidak! Tidak mungkin!" Siwon perlahan melangkah mundur.
Yesung menatapnya. "… Wonnie… aku mencintaimu…"
DEG
Siwon berbalik, dan buru-buru keluar dari kamar Yesung.
Yesung memejamkan matanya saat lagi-lagi jantungnya berdenyut menyakitkan. "… Wonnie…"
Samar terdengar bunyi knalpot mobil yang menyala. Sepertinya Siwon sudah pergi. Meninggalkannya sendirian lagi. sendirian didalam rumah yang dingin ini.
Yesung perlahan duduk dilantai, bersandar pada ranjangnya. Ia memeluk lututnya sambil menengadahkan kepalanya. "Sia-sia saja… seharusnya aku tahu…"
...
Tes
...
Tes
...
Yesung memandang kosong kearah langit-langit kamarnya. Berusaha meredam air matanya, namun sia-sia. Air matanya terus turun. Tak bisa berhenti.
Siwon… Siwon sudah tidak mencintainya… dan setiap kali Yesung berpikir begitu, rasanya sakit sekali…
Yesung mencintainya… sangat mencintainya… tapi Siwon tidak merasakan hal yang sama dengan Yesung…
… Rasanya ingin mati saja.
Yesung meraih ponsel diatas ranjangnya, lalu mendial nomor sepupunya.
Tak lama kemudian, sang sepupu mengangkat teleponnya. "Ada apa, rabid dog?"
"… Hyung…" Yesung memejamkan matanya."… Aku… sudah tidak tahan lagi…"
"…"
"Kau benar, hyung. Dan aku salah." Lirih Yesung. "… Siwon sudah tidak mungkin mencintaiku seperti dulu lagi. Dia berbeda… sudah sangat berbeda…"
"… Aku akan menghajarnya, Yesungie."
Yesung tersenyum. "Tidak usah… aku…" ia mendongak, menatap pisau cutter yang terletak diatas meja. "… Aku yang akan pergi dari kehidupannya."
"Hah?"
Yesung berdiri, mendekati cutter yang berada diatas nakas, tetap dengan senyuman diwajahnya. "Aku akan pergi untuk selamanya."
"Yesungie?! Apa yang kau-"
TIT
Yesung memutuskan sambungan telepon, lalu meletakkan ponselnya diatas nakas, tepat disamping cutter yang terus dipandanginya sejak tadi. Heechul memang sangat menyayanginya, Heechul selalu tahu yang terbaik untuknya. Harusnya Yesung mendengarkannya dari awal.
Yesung meraih cutter itu lalu menimangnya, menatap kosong kearah pisau cutter yang tampak tajam. Dia tidak bisa hidup tanpa Siwon. Sama sekali tidak bisa.
… Lebih baik dia mati saja.
"Umma… appa… ahjussi… ahjumma… Heebongie hyung… mian…" lirih Yesung. Ia mengarahkan ujung pisau cutter dipergelangan tangannya. "… Terima kasih untuk segalanya, Heebongie hyung… aku menyayangimu."
Srat
Yesung memejamkan matanya saat merasakan rasa perih dipergelangan tangannya. Ia perlahan duduk, dan menyandarkan punggungnya dinakas yang terbuat dari kayu jati itu.
Dapat dirasakannya cairan-cairan yang menetes turun dari pergelangan tangannya. Dan dia tahu cairan itu adalah darah. Yesung tersenyum, sama sekali tidak berpikir untuk membuka matanya.
… Kini dia berada didunianya sendiri. Didunia mimpinya. Dimana Siwon mencintainya. Dimana Siwon menyayanginya. Dimana Siwonnya yang dulu datang kembali padanya.
"… The words… I still can't say…" lantunan lirih suara Yesung terdengar memenuhi kamar yang kosong dan sepi itu. "… The words… that got stuck in my throat…"
"I love you… more than anyone else… it's still… you and me… me… me… me…" jantung Yesung semakin berdetak tak nyaman. "In this moment… I'm so happy… I'm so grateful… that you come to me…"
"It's still only… you for me…" dapat Yesung rasakan tubuhnya mulai limbung, seiring dengan kesadarannya yang semakin menipis. "… You and me… me… just… you."
Brugh
…
"YESUNGIE?!"
:::
Erase it.
Please erase it. Every memories about you and me.
Erase it.
All of it.
:::
Siwon berlari seperti orang kesetanan disepanjang lorong rumah sakit, hingga mengundang teguran dari para perawat. Tapi tidak Siwon hiraukan. Setengah jam yang lalu sang umma meneleponnya dan memintanya pergi kerumah sakit.
Yang ada dibenaknya, apa Yesung baik-baik saja? entah kenapa hatinya sakit saat mengingat kondisi Yesung saat ini. Ini salahnya. Semua ini salahya.
"Berhenti disitu, Choi."
Langkah Siwon terhenti saat mendengar suara dibelakangnya. Ia menoleh, dan terdiam saat tahu siapa yang memanggilnya. "… Heechul…"
Heechul memandang dingin kearah Siwon. "Apa yang kau lakukan disini, Choi…?"
Siwon tahu, Heechul marah. Siwon tahu, Heechul adalah sepupu Yesung. … Siwon tahu.
"… Aku kesini untuk melihat Yesung."
BUAKH
"Kh!" Siwon tersungkur dan menabrak dinding setelah bogem mentah Heechul telak mengenai pipinya. "A-apa yang kau lakukan?" ringis Siwon sambil mengusap darah yang mengucur dari sudut bibirnya.
Heechul melotot. "KAU MASIH TANYA APA YANG KULAKUKAN, CHOI?!" bentaknya meledak. "KAU BRENGSEK!" Heechul segera menarik kerah kemeja Siwon, dan kembali menghadiahi wajahnya dengan bogem mentah.
"Brengsek! JAUHI SEPUPUKU!" bentak Heechul sambil terus menghajar Siwon. Bahkan beberapa perawat sudah berusaha memisahkan mereka.
"KAU BRENGSEK, CHOI! SETELAH APA YANG KAU LAKUKAN PADA YESUNGIE, KAU MASIH BERANI KEMARI, HAH?!" Heechul menangis. Dan selama ini Siwon belum pernah melihat Heechul menangis. "BRENGSEK! BRENGSEK! KAU APAKAN SEPUPUKU!? KAU MEMBUATNYA MENANGIS, CHOI! DASAR BRENGSEK! EGOIS! AKU MEMBENCIMU! AAAARRRRRRRGGGHHH! KEMARI KAU! AKAN KUHAJAR KAU!"
Heechul terus berusaha berontak dari pegangan para perawat, sementara Siwon hanya terduduk diam dilantai. Menatap Heechul dengan pandangan kosong.
"SETELAH KAU MEMBUATNYA JATUH CINTA PADAMU, KAU MALAH MEMPERLAKUKANNYA SEPERTI ITU! SIALAN KAU! BRENGSEK! KEPARAT! BAHKAN SAMPAH LEBIH BERHARGA DARI ORANG SEPERTIMU! DASAR BRENGSEK!" Heechul masih tetap membentak Siwon, dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya. "Hiks… kenapa kau melupakannya, Choi Siwon…? Kenapa? Kenapa?" suara Heechul melirih. Keputus asaan terdengar jelas disuaranya.
"… Kalau begini jadinya… lebih baik kau tidak pernah bertemu dengannya, Choi Siwonsshi… aku menyesal… kenapa aku memperkenalkan Yesungie padamu… pada lelaki brengsek sepertimu…" Heechul mendongak, memandang lurus kearah Siwon. "Dia mencintaimu, bodoh… dia sudah terlalu mencintaimu, hingga membuat dirinya sendiri terluka… kau yang memaksanya… tolong jangan buat dia terluka lagi… kumohon, Choi… pergilah dari hidupnya…"
Siwon diam. Dapat dilihatnya raut wajah memohon pada Heechul. "… Aku…"
"Ommo! Siwonie!" Mrs. Choi terkejut melihat keadaan anaknya yang sudah babak belur. Ia buru-buru mendekati anak semata wayangnya itu. sementara Mrs. Kim sudah memeluk Heechul, berusaha menenangkannya.
"Umma…" Siwon mendongak, menatap ummanya dengan pandangan kosong. "… Yesung…"
Mata Mrs. Choi memanas.
PLAK
"Mrs. Choi…" Mrs. Kim memandang Mrs. Choi cemas.
Mrs. Choi menjauhkan tangannya yang gemetaran. Dia sudah menampar anaknya sendiri. "Anak bodoh… kenapa kau memperlakukan Yesungie seperti itu…?" lirihnya. "… Umma… tidak mengerti… kau mengasarinya… Yesungie…! Kau mengasarinya…"
Siwon menoleh kearah Heechul. Heechul membalasnya dengan tatapan penuh kebencian. "Aku sudah memberitahu mereka semuanya, Choi."
Siwon terdiam. Membisu. Tak mampu berkata apa-apa.
Mrs. Choi menggeleng dengan air mata yang sudah menetes dari kedua matanya. "Umma kecewa, Siwon… sangat kecewa…" lirihnya. "… Pernikahanmu dengan Yesungie akan dibatalkan."
Siwon mendongak, memandang sang umma dengan pandangan kosong.
"… Kenapa…? Kau juga menginginkan itu, bukan…?" Mrs. Choi membalas tatapan Siwon. "… Kau tidak menginginkan pernikahan ini, bukan…? Kau sama sekali tidak mengingat Yesungie…? Atau kau malah sudah tidak mencintainya lagi…?"
Mrs. Kim melepas pelukannya pada Heechul, lalu menghampiri Mrs. Choi. Ia meremas bahu Mrs. Choi. "Sudahlah… Yesung akan baik-baik saja…" ia beralih menatap Siwon dengan senyuman ramahnya. "Terima kasih, Siwon… maaf kalau selama ini Yesung sudah mengganggumu… ahjumma janji dia tidak akan mengganggumu lagi."
Siwon tetap membisu. Bahkan setelah Mrs. Kim melangkah pergi bersama Heechulpun, dia tetap diam.
Sang umma hanya memandangi anaknya dengan miris. "… Kau akan menyesalinya, Siwonnie…" ia lalu berdiri, dan melangkah meninggalkan sang anak yang masih terdiam.
"… Aku…" Siwon menatap kosong kearah lantai. Tak memiliki niat untuk berdiri. Dibenaknya, terngiang Yesung.
Siapa sebenarnya Yesung? kenapa Yesung seakan-akan adalah orang yang dekat dengannya? Kenapa ummanya bisa semarah itu?
Apa Yesung memang benar-benar kekasih Siwon?
"Wonnie…"
Siapa Yesung sebenarnya…?
:
:
Heechul memandangi sosok didepannya dengan pandangan tidak suka. Dia sedang menjaga Yesung dikamar rawatnya bersama Mrs. Kim. Dan orang ini muncul seenaknya membuat Heechul semakin bad mood.
"Apa yang kau lakukan disini, Choi…?" tanyanya super dingin.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Jawab Siwon penuh tekad. Dia ingin mencari tahu segalanya. Siapa Yesung sebenarnya?
Heechul menyeringai. "Hah… menanyakan sesuatu padaku? Memangnya aku mau menjawabnya?" tanyanya meremehkan.
Mrs. Kim menepuk bahu Heechul. "Chullie… sudahlah. Siwon datang dengan baik-baik. Ahjumma masuk dulu ne." Mrs. Kim lalu masuk kedalam ruang rawat Yesung, meninggalkan Heechul dan Siwon diluar.
Heechul menghela napas. "Baiklah. Apa yang mau kau tanyakan?" tanyanya masih dengan nada tak bersahabat.
"… Siapa sebenarnya Kim Yesung?"
Ingin rasanya Heechul menghajar Siwon, tapi dia ingat kalau ada Mrs. Kim didalam ruangan, dan tentu Mrs. Kim tidak akan senang kalau tahu Heechul memukul Siwon lagi.
Heechul menarik napas lalu membuangnya perlahan, berusaha menenangkan dirinya. Ia menatap Siwon. "… Yesung adalah kekasihmu."
Siwon diam. Seakan mempersilahkan Heechul untuk melanjutkan perkataannya.
"Sebenarnya dulu dia bukan gay." Heechul menyipitkan matanya. "Kau yang membuatnya jadi gay."
"…"
"Semua dimulai saat aku memperkenalkanmu pada Yesungie. Kau jatuh cinta, dan memintanya menjadi pacarmu. Yesung menolak. Tapi kau tetap ngotot mendekatinya. Hingga akhirnya dia juga jatuh cinta padamu. Kalian berpacaran selama hampir dua tahun. Lalu beberapa bulan yang lalu Yesung pergi ke Jepang." Heechul memperhatikan raut wajah Siwon yang mulai berubah. "Sebulan setelah kepergian Yesungie, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatanmu. Yesungie tahu, dan meminta kami semua untuk menutup mulut. Dia sudah berjanji padamu, bahwa dia akan mengingatkanmu kalau kau sampai lupa."
Siwon membelalakkan matanya. Sepintas bayangan-bayangan dirinya dan Yesung muncul dibenaknya.
"Dia berharap kau akan mengingatnya, mengingat janji kalian, dan kembali mencintainya." Heechul bersidekap. "… Sepertinya janji kalian itu hanyalah janji palsu… WONNIE."
DEG
"Aku pegang kata-katamu! Kau tidak akan pernah melupakanku!"
DEG
"… Dan jikapun seandainya nanti kau akan melupakanku, akulah yang akan menjemputmu, dan membuatmu mengingatku lagi, Wonnie~!"
Siwon memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Wonnie… Wonnie…
… Siwon ingat sekarang.
Dia mencintai Yesung. sangat mencintainya. Bahkan memaksa Yesung untuk balas mencintainya. Akhirnya mereka bisa bersama, tapi…
… Karena kebodohan Siwon, malaikatnya telah terluka. Dan Siwonlah yang melukainya dengan kedua tangan Siwon sendiri. Dia bahkan sudah menyakiti Yesung dengan sikap dan kata-katanya.
… Siwon benar-benar brengsek.
Heechul memandang Siwon dingin. "Sudah ingat sekarang?"
Siwon tak menjawab. "T-tolong biarkan aku melihat keadaannya…"
Heechul memandang Siwon lama, hingga akhirnya ia menggeser posisi berdirinya sedikit, mempersilahkan Siwon untuk masuk. "… Bagaimanapun juga, kau tetap temanku."
Siwon menatap Heechul dengan pandangan berterima kasih. Ia lalu melangkah menuju pintu kamar rawat, dan memutar kenop pintu dengan perlahan dan tanpa suara sedikitpun.
Yang dilihatnya mampu membuat hatinya mencelos. Yesung terbaring diranjang rumah sakit dengan infus dan perban dipergelangan tangannya. Matanya terpejam dan bibirnya tertutup rapat.
"Ah, Siwon…" Mrs. Kim tersenyum melihat keberadaan Siwon. "Kemarilah."
Siwon mendekati ranjang tempat Yesung berbaring. Memandangi wajah Yesung dengan miris.
Semakin Siwon melihat wajah Yesung, ingatannya semakin jelas. Semua masa lalunya bersama Yesung kembali. Dan itu membuatnya semakin membenci dirinya sendiri. Bagaimana bisa Siwon memperlakukan Yesung seperti itu? Bahkan Siwon memaki dan memukulnya…
"GARA-GARA KAU DATANG, KEHIDUPANKU JADI KACAU! DASAR GAY FREAK! MENJIJIKKAN!"
… Padahal Siwonlah yang membuat Yesung menjadi gay. Tapi dia malah mengatai Yesung seperti itu.
"Senang dengan yang kau lihat?" tanya Heechul masih tak bersahabat.
"Chullie…" tegur Mrs. Kim sambil menepuk bahu Heechul.
Heechul membuang muka. 'Kalau saja Mrs. Kim tidak ada disini, aku pasti sudah menghajarmu.' Batin Heechul kesal.
Siwon tidak memperdulikan Heechul ataupun Mrs. Kim. Yang ada hanya Yesung. Yang dia lihat hanya Yesung. dan yang dia dengar hanya Yesung.
"Yesungie…" tangan Siwon terangkat dan menggenggam jemari mungil Yesung. hanya genggaman lemah, karena dia tidak mau melukai malaikatnya lebih jauh lagi. cukup. Semua yang ia lakukan dulu.
Dia sudah terlalu menyakiti malaikatnya ini…
"… Mianhae…"
Tapi Yesung tak merespon. Kedua matanya tetap tertutup rapat, begitu juga bibirnya yang tak bergerak.
Tapi Siwon tetap bicara.
"Maafkan aku, baby… sungguh… maafkan aku… aku bahkan memukulmu…" tangan Siwon yang satunya terangkat dan membelai pipi Yesung yang sudah sangat tirus. "Aku benar-benar bodoh… brengsek… dan menyebalkan…"
"Maaf, baby… aku baru mengingatnya… mengingatmu… aku tahu sudah sangat terlambat… tapi aku mencintaimu… maafkan aku… maafkan kebodohanku… aku mencintaimu, baby… sangat…!" lirih Siwon sambil menenggelamkan wajahnya dijemari mungil Yesung. "Kumohon… bangunlah… baby… bangunlah…"
Heechul menghela napas. Siwon terlihat sangat putus asa sekarang. Tentu Heechul masih marah padanya. Tapi tetap saja… bagaimanapun juga Siwon adalah temannya.
Heechul memandangi wajah Yesung yang masih pucat. 'Sampai kapan kau mau tidur, Yesungie…? Bangunlah…'
DEG
Heechul melotot. Jantungnya berdebar kencang. Dia tidak salah lihat! Kelopak mata Yesung bergerak. "Y-yak! Yesungie sudah sadar!" ia berlari mendekati Yesung, dan mengusap dahinya. "Yesungie! Kau dengar aku?"
Perlahan, kedua kelopak mata itu terbuka. Ia menatap kesamping, lalu tersenyum manis. "Hee… bongie hyung…" ia mengernyit saat merasakan ada genggaman dijemarinya. Ia menunduk, dan seketika matanya melotot saat melihat sosok Siwon yang tampak shock.
"… Si… won…?" lirih Yesung dengan wajah tegang.
Sungguh, Siwon merasa sangat bahagia sekarang! "Y-Yesungie! Bagaimana perasaanmu? Apa masih ada yang sakit? Aku akan memanggil dokter untukmu!" kata Siwon antusias.
Yesung diam sejenak. Dan Heechul tahu ekspresi wajah Yesung tidak terlalu baik.
"… Jauhi aku…"
Siwon mengernyit saat mendengar lirihan Yesung. "Ne?"
Tubuh Yesung gemetar, sementara wajahnya merah padam.
"AKU MEMBENCIMU! JANGAN DEKATI AKU LAGI! PERGI! PERGII!" bentak Yesung sambil menghentak tangan Siwon yang tadinya menggenggam jemarinya.
Siwon terperangah. "Y-Yesungie… aku-"
Yesung menggeleng dengan wajah putus asa. Ia lalu beralih memeluk Heechul yang ada disampingnya. "Hiks… Heebongie hyung…! Aku membencinya…! Aku membencinya…! Jauhkan…! Tolong jauhkan dia dariku…! Aku tidak mau melihatnya…!"
"Sshh… Sungie… semua akan baik-baik saja." Heechul membalas pelukan Yesung, dan mengusap kepalanya penuh sayang. Ia beralih menatap kearah Siwon yang masih tidak bergerak. "… Kumohon… pergilah."
Siwon tersadar. Ia memandang miris Yesung yang gemetaran. Ia mengangkat tangannya, bermaksud menyentuh bahu Yesung. "Yesungie, aku-"
Namun Heechul menepis tangannya. "Tolong. Pergilah, Siwon." Pinta Heechul serius.
Siwon tak mampu menyembunyikan ekspresi terluka dari wajahnya. Akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya, dan melangkah menuju pintu kamar. Ia membungkuk sekilas pada Mrs. Kim, lalu keluar dari kamar itu tanpa banyak bicara.
Siwon menyusuri lorong rumah sakit dengan perasaan kacau. Dia merasa bodoh sangat bodoh. Dia sudah membuat Yesung membencinya.
… Dia pantas mendapatkannya.
:
:
"Hiks… wae…? Hiks…"
Heechul mengeratkan pelukannya. Sedih melihat sepupu yang sangat disayanginya ini menangis. Dia hanya membisu. Tak tahu kata-kata menghibur apa yang bisa membuat Yesung tenang.
"Kenapa dia datang lagi…? Aku membencinya… aku sudah membencinya…! Jangan datang lagi…! Jangan biarkan dia datang lagi…!" racau Yesung sambil mengepalkan tangannya yang gemetaran.
"… Yesungie…"
"Aku membencinya…! Sangat membencinya…!"
:::
Aku mencintaimu, namun disaat bersamaan, aku membencimu.
… Kau adalah cinta dan benciku.
:::
TBC
Annyeooong~! Ucchan balik lagi~!/dilempar sandal
UTS sudah selesai! Mwahahahah! Berikutnya UAS menanti! Huhuhuhuhu…. … jangan tanya soal MTK! Ucchan tak mau jawab!
Btw… EunSiHae… aku akan selalu menunggu kalian… 2 tahun itu sama sekali tidak lama!
Mian telat n makin gaje ne!TwT eh Ucchan mau ngasih tahu sesuatu. Ada yang tahu situs nulisbuku . com? Disitu kita bisa terbitin buku kita sendiri, n gratis –kecuali kalo mau beli proofreadnyaXD. Ucchan mau nyoba terbitin buku ff disitu. Ada cerita berbeda, KyuSung, YeWon, sama KiSung. Cerita YeWonnya bakal Ucchan ambil dari ff ini, tapi tenang, ff ini bakal Ucchan tamatin kok!XD cerita KyuSung n KiSungnya Ucchan bikin baru –karena beberapa alasan. Sudah itu aja sih yang mau Ucchan kasih tahu, Ucchan harap ada reader yang mau beli!XD tapi belum jadi sih/plak targetnya akhir tahun atau awal tahun… tapi kayaknya bakal molor juga. Eh, apa disini ada KyuSung n KiSung shipper?/plak hhaha, kayaknya kebanyakan YeWon shipper ne~!XD
Eh buat author lain juga, bisa nerbitin buku kalian lewat situs itulohXD covernya juga bisa bikin sendiri. Ucchan udah bikin covernya… sangat sederhana. Maklum, pemula kalo soal photoshop!XD
Btw, Ucchan mau membalas review dari readerdeul semua~! Ah, n Ucchan gak bakal panggil pake nickname lagi! ada yang gak suka soalnya! Jadi… GO!XD
aynikyu: "Ini lanjutannya, mian telat!TwTb gomawo reviewnya!"
Cha2LoveKorean: "Oke~! Ucchan akan tanggung jawab~!*seret Yemma kepenghulu*/plak hyaah~! Kalo gitu Ucchan gak jadi hiatus deh!XD tapi bohong!/PLAK utang Ucchan banyak ne… oke, makasih masih menunggu! Gomawo reviewnya!"
Harpaairiry: "Gomawo~!^w^ yosh! Mian ini telat banget!/plak gomawo reviewnya~!"
Nini: "0_0 Ucchan juga gak tau harus bales apa/plak yosh! Gomawo reviewnya!XD"
yesung ukeku: "Tonjok aja! Biar dia masuk rumah sakit n gak jadi wamil! Sekalian sama EunHaenya juga! Sini Ucchan bantu!/plak Ucchan juga kesel sama bang kuda itu!(Siwon: KAN SITU YANG KETIK!) gomawo reviewnya!"
deraelf: "Mwahahah, tenang, akan Ucchan buat Siwon teraniyaya~! Err… ALBOL nanti belum kepikiran/plak n innocent baby itu sudah tamat loh~!XD gomawo reviewnya!"
olla: "Gak, Yesungie udah gak tahan lagi/plak gomawo reviewnya~!"
dewinyonyakang: "Aa… udah lewat tuh/plak makasih:'3/plak udah Ucchan lanjut, gomawo reviewnya!"
Wonhaesung Love: "Nah, kejadian tuh8D/plak gomawo reviewnya~!"
reny . rhey: "Yup~! Siwon AKAN menyesal~! Gomawo reviewnya~!"
Jeremy kim 84: "Mian, lama banget ne updatenyaTwT hohoho your wish is my command~!XD gomawo~!TwT hahha, iya Yemmanya udah keluar, wondadnya yang masuk…TwT gak papah, lebih panjang lagi juga boleh kok!XD gomawo reviewnya!"
choi yewon11: "Terima ajalah~/plak tentu~! Akan Ucchan buat menyesal~! Gomawo reviewnya~!"
kyutiesung: "Udah 3000an nihXD uhum! Akan Ucchan buat dia menyesal! Hahah, update kilat…*ngais2 sampah*/plak gomawo reviewnya!"
anggitaclouds: "Hmm… jalan ceritanya gak gitu sih… tapi akhirnya mereka dipisah kan~?;D/plak ne, Siwon akan sangat menyesal~!*ikut ketawa setan*/plak gomawo reviewnya!"
ressalini: "Iya ne, jahat.(Wondad: *banting laptop*) gomawo reviewnya!"
milaa . cloudslocketsparkyu: "0w0" err…. Gomawo reviewnya….^_^" "
kim rose: "Hahahha!*nyodorin tisu* Tentu! Karna dia juga sudah menyakiti Yesungkuh!/plak gomawo reviewnya!"
Kim Raein: "Ini udah panjangan dikit kan?TwT sudah! Mwahahah! Tentu akan Ucchan buat menyesal~! Gomawo reviewnya~!"
Jiji Park: "Bagus kan, Yemma ninggalin Wondad agar bisa bersama dengan Ucchan…/plak gomawo!XD hhehe gomawo reviewnya~!"
Triclouds: "Wah… anda adalah belahan jiwa saya…*peluk*/plak udah Ucchan lanjut nih! Gomawo reviewnya ne~!"
Yup! Sampai situ saja! kalau ada kritik atau saran, bisa kirim kekotak review atau langsung pm Ucchan! Ucchan minta maaf kalau Ucchan banyak salah ne~!
Btw, selamat menjalankan hari raya idul adha(walau kecepatan~!) *sembelih psp Kyuppa*/plak
Review please~?
