MACHO IS BEK~ -ga nanya!-
Well, setelah hiatus sekian lamanya, akhirnya Macho update chapter 4. Mohon maaf jika ada bahasa yang tidak berkenan dan ditunggu feedbacknya ;))) ENJOY!
Chapter 4 – Lost in Bandung!
Jalanan sekitar riau junction penuh dan sesak akan kendaraan beroda empat, dua, tingkat, dua belas, bahkan satu (?). Kenapa? Siang bolong begini orang-orang pasti sibuk melakukan aktifitas mereka, mulai dari sekolah, berangkat kerja, shopping-shopping, sampai ngamen dan nge-becak bareng. Belum lagi banyak orang mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, manula pun jadi, mengerumuni keluarga oenyoe-oenyoe ini. Mereka minta tanda tanganlah, photo bareng, nomor handphone, nama facebook, hingga alamat rumah. Keluarga oenyoe-oenyeo hanya mampu membeku karena ga ngerti sama apa yang mereka maksud.
"Psst—bagaimana ini? Mereka ngomong apa sih? Kok ga pake bahasa inggris?" bisik Itachi kepada Pain. Pain geleng-geleng pelan.
"Mungkin mereka pake bahasa masa depan!" cletuk Pain ngaco.
"Oh, berarti sekarang kita berada di masa depan Un?" Tanya Deidara. Konan cengok.
"Sejak kapan kau berbicara memakai 'Un'?" Tanya Konan. Deidara menutup mulutnya dengan sebelah tangan.
"Astaga Un, aku juga gatau Un!" cletuk Deidara.
"Assiik, kalau sekarang kita di masa depan, berarti kita gaul dong!" Tobi senam SKJ. Belum yang lain mau mengeluarkan pendapat mereka, seorang gadis remaja dengan semangat mengebu-ngebu berteriak kencang.
"Kyyaaaa~ Sasori-sama~ Itachi-sama~ Sukiiiiiii!" teriak tuh perempuan dengan Pe-Denya. Sasori dan Itachi cengok. Heh Itachi, bukannya selama ini impianmu itu menjadi terkenal dan disukai banyak gadis? Itachi nyengir kodok.
"Sasorii cute banget~ Heellow~" cerocos orang alay #plaked.
"Eh, eh, kok Pain ga pake piercing sih? Sekarang Pain alim ya?" Tanya seorang nenek-nenek.
"Waw liaaat ada Uchiha Madara!" teriak seorang bocah yang menunjuk-nunjuk Tobi yang masih nari SKJ. Tobi giliran cengok.
"Mana? Mana Kakek asliku Madara-Jiisan? Aku merindukannya~ Sungguh!" cletuk Itachi oon. Tobi memiringkan kepalanya.
"Adudududh, anak-anak nakal ya, panggil aku Tobi ya, T-O-B-I!" jelas Tobi kepada sekumpulan anak-anak innocent di depannya. Pasalnya keluarga oenyoe-oenyoe ini masih menggunakan bahasa Jepang, yaiyalah mereka bakalan bengong aja ngedengernya.
CTAK! Sasori menjitak Tobi.
"Dasar bodoh! Mereka ga ngerti bahasa Jepang tauk!" ujar Sasori kesel. Tobi menjulurkan lidahnya pelan.
"Ehem-ehem, maaf, kami dalam perjalanan menuju Hollywood, jadi kami permisi dulu ya," jelas Pain yang tengah menggunakan bahasa Sundanya. Yang lain membeku, semua terbengong-bengong ria. Pain speechless.
"Kyaaa~ Sasori-sama~ Suki da suki desu~" teriak segerombolan cewek-cewek penggila Sasori FG langsung menyerbu Sasori sambil memeluk-meluk, mencium pipi, mengambil photo, bahkan minta tanda tangan dan nomor hape. Yaelah, Sasorikan ndeso, dia mana tau alat komunikasi—terkecuali tweety.
"Eh mereka tauk tuh bahasa Jepang!" cletuk Kisame sambil menunjuk Sasori FG yang lagi sibuk berkutat dengan 'Pria Idaman'nya.
"Mungkin kalau kita tanya sama mereka nyambung kali ya?" tanya Hidan. Yang lain angguk-anggukan dan langsung mendorong Itachi ke depan. Itachi cengok.
"Lho kok aku sih?" tanya Itachi heran. Yang lain angguk-anggukan mantep.
"Kalau elo mau jadi selebritis, loe harus mau ketemu sama fans loe. Anggep aja tuh cewek-cewek fans elo. Elo Pe-De aja lagi!" cletuk Pain. Itachi sweatdrop, dengan terpaksa dia berjalan mendekati segerombolan cewek yang udah meneriaki Sasori dengan berbagai pertanyaan yang tak mutu, membuat Sasori merajarela (?).
"Ehem-ehem, ano, permisi, apakah kalian ta—"
"ITACHI-SAMA~~" teriak mereka. Langsung menyerbu Itachi dan meninggalkan Sasori yang mukanya udah mirip Ondel-Ondel. Sasori mengelus dadanya sambil bergumam, "Fyuh, selamet-selamet,". Ya, kita tinggal menunggu sampai kapan Itachi akan dimadu #gaploked.
"Otousan, lebih baik kita pergi saja ke tempat semula!" teriak Tobi histeris.
"Iyaya betul! Masa kita mau mati kutu di sini sih? Haloo~" si Zetsu alay mode on.
"Ya sudah, ayo kita siap-siap pergi saja! Ckck, kalau tau dari awal kita nyasar lagi, aku ga akan buat alat ini lagi deh!" gerutu Pain sebel sambil membawa koper-kopernya.
"Itachi! Ayo kita pergi!" teriak Kakuzu sambil mencoba menarik tangan Itachi dari segerombolan cewek yang kini menjelma menjadi Itachi FG. Itachi udah kayak ikan mujair pengap-pengap mencari air(baca: Aer). Kakuzu yang sepertinya tidak diminati langsung ditendang sama salah satu cewek lainnya. Aduduh, kasian, udah aki-aki ditendang segala. #plaked.
"Ittai, aduh sialan tuh anak! Gatau sopan santun apa ye?" gerutu Kakuzu. Tobi si anak baik langsung membantu akinya berdiri lagi.
"Itachi, kita pergi dulu ya, kalau kangen kirim aja pesan pake burung tweety!" teriak Hidan dari jauh. Itachi cengok, tau Kakuzu dan Tobi sudah mulai menjauh darinya, dia langsung berfikir keras bagaimana agar dia bisa keluar dari serangan maut ini.
"Itachi-sama~ Kissu!" teriak salah satu FG yang mulai menggila-gila. Itachi menelan ludahnya kaget.
'Seumur-umur gue idup, baru kali ini ada cewek yang minta cium sama gue. Ahaha, enggak. Gue masih punya first kiss. Bakalan gue kasih ke Madon'nachiuui*!' batin Itachi. (baca: Madonna Cihuy). Tiba-tiba saja dia mendapatkan 'tak' dan 'tik' dari adiknya dulu si Sasuke. Cara agar terbebas dari cewek-cewek gila. Itachi terbatuk-batuk sebentar.
"Mōshiwakearimasenga josei wa, watashi no ani wa jikanganai, watashi no ani wa, fīrudo o tagayasu tame ni aru no ni shiyō. Sayōnara!**" cletuk Itachi sambil mengedipkan sebelah matanya. Dan 3 detik kemudian, seluruh cewek yang mengerumuni Itachi pingsan dengan wajah berseri-seri. Itachi tertawa bahagia dan langsung minggat dari sana. Orang-orang yang lain sweatdrop berjamaah. (**=Maaf nona-nona, abang tidak punya waktu, abang harus bajak sawah dulu. Yu dadah babai!).
"Heeey~ Kalian mau kemana?" teriak fans-fans lainnya histeris. Bahkan tukang sampu jalanan yang tau felem "Naruto" dan melihat tokoh anime favoritenya si Konan, langsung ikut-ikutan. Habislah riwayat keluarga Oenyoe-Oenyoe ini. Hah, susah-susah jadi orang beken (walaupun cuman tokoh kartun). Tanpa ba-bi-bu lagi, keluarga Oenyoe-Oenyoe ini dengan semangat Olimpiade London 2012, lari ngibrit entah kemana.
"HUWAA MEREKA KABUUURR!" Teriak tukang bajigur histeris ketika melihat tokoh kartun favoritenya (lagi) tengah berlari layaknya ayam tetangga yang sedang diburu maling. Jadilah para fans-fans tengil itu ikut mengejar keluarga Oenyoe-Oenyoe.
Sementara itu...
2 Jam lebih dari 30 menit kemudian...
"Wow meen~ Pinggang abang kesemutan nih!" cletuk Hidan.
"Ckck, yang ada kaki tuh yang kesemutan Un,"
"Busyet dah, tuh orang-orang pada gila apa ya? Masa orang cakep kayak gue mau di mangsa,"
"Sejak kapan lu cakep Itachi?"
"Diem kau bocah! Tobi nakal! Nakal!"
"Huweeee~"
"BERISISIK!" (baca: berisik)
"..."
Intinya adalah...
Keluarga Oenyoe-Oenyoe dengan sadar atau tidak sadar, tengah bersembunyi di pekarangan kebon rumah orang sambil berbisik-bisik tetangga -?-. Merasa sudah tidak ada tanda-tanda para fans mereka yang gila mendadak, para anggota keluarga pun nongol di balik semak-semak ala stalker.
"Yosh, all clear!" bisik Itachi dengan gaya sok coolnya.
"Haah? Apaan tuh?" teriak kakek Kakuzu lumayan keras.
"Sshuuuuuuush! Kek gimana sih? Nanti ketauan tauk!" cletuk semua anggota keluarga minus si kakek. Kakuzu nyengir. Namun tiba-tiba saja takdir mempersatukan mereka dengan seseorang...
.
.
"HUWAAA IMPIANKU MENJADI KENYATAAN~" teriak bocah perempuan dengan histerisnya. Wajah kucel dengan celemek yang ia pakai dan ia pun tengah membawa centong sayuran.
Oenyoe-Oenyoe Family = membeku di tempat
"Aduuh, apaan sih lu ah? Ganggu abang tidur aja!" tiba-tiba saja seorang pemuda yang lumayan tinggi keluar dari belakang rumah dan mendekati si gadis yang baru saja berteriak histeris.
"Ini bang! Ada Akatsuki~" teriak si gadis histeris lagi. Keluarga Oenyoe-Oenyoe speechless.
"Jangan mimpi di siang bolong, dasar Otaku*!" balas si abang sambil garuk-garuk rambut hitam pendeknya. Si abang yang tengah menguap hingga lalet masuk ke dalam mulutnya dengan tidak etis -?- pun akhirnya melirik kepada sekumpulan orang-orang dengan ciri-ciri tidak jelas yang sedang berjongkok dengan wajah pucat.
...
"AHJSIKHLAHSKJJMH?! AKATSUKIII~" teriak si abang histeris.
-GUBRAK(s) berjamaah-
Kalau begini sih, namanya lari dari kandang harimau, terjun ke lubang buaya
Setelah insiden gaje yang tengah di alami oleh keluarga Oenyoe-Oenyoe
Akhirnya dua orang gaje itu pun mengadopsi keluarga Oenyoe-Oenyoe yang tengah di landa musibah tak terencanakan ini..
-Ruang keluarga-
"Teehee~ Maapin kita-kita ya tadi udah teriak-teriak pake toa segala," kata si pemuda berkulit putih tegap yang menggelar nama 'abang' tadi. Si keluarga Oenyoe-Oenyoe yang sedang duduk-dudukkan di ruangan tamu yang sangat luas itu cuman bisa diem speechless. Sampai akhirnya si Kisame bisik-bisik ke Konan.
"Psst, tuh cowok ngomong apaan sih? Kagak ngerti deh gue sumpert!" bisiknya dengan bulir-bulir sweatdrop di jidatnya.
"Mana gue tauk, tapi harus gue akuin tuh cowok keren banget, hehe jangan bilang-bilang ke si Pain ya!" bisik Konan. Telinga Pain tiba-tiba berkedut-kedut panas.
"Eh bang, meureun mereka teu bisa basa sunda euy! Kudu di ajaran heula~" timpal si gadis berambut hitam panjang yang duduk di sebelah abangnya.
"Ohiyaya, mungkin kita harus memakai bahasa jepang kalau begitu," balas si abang.
"Abang emang bisaeun?"
"Iyaiya dong, abangkan pernah diajarin sama Mei Terumi!" seru si abang mesum
"..."
"Eh, Mei Terumi? Lu tauk simpanan gue?" tanya si Pain dengan bahasa jepangnya. Sedetik kemudian, Konan menyerbu Pain dengan origami-origami berbentuk pisau, gergaji, ranjau, bom dan lain sebagainya. Pain menjerit histeris lalu-
-Censor-
"Erm, gini lho maksudnya, jadi kedatangan kami ke sini itu..., tidak seperti yang saya rencanakan," kata Pain dengan perban di seluruh wajahnya. Ckck, udah kayak mumi aja dia. Si abang dan si adek angguk-angguk ngerti.
"Karena kelakuan babeh gue yang sok tau itu, jadi kita nyasar ke sini," cletuk Sasori. Kemudian ditanggapi oleh anggukan.
"Nah terus babeh buat mesin waktu dan seharusnya kita pergi ke Bollywood eh tapi malah nyasar ke sini," tambah Tobi.
"Bukan Bollywood Tobi tapi Hollywood!" ralat Konan.
"Ah aku tau itu kok,"
Si abang-adek itu pun terdiam sejenak lalu saling memandang sekilas.
"Jadi, lu pada gimana dong baliknya?" tanya si abang.
"Itu dia masalahnya, kita-kita pada tinggalin mesin waktunya entah dimana dan kita sempet kabur dari fans-fans gila kita dan akhirnya nyasar ke sini." jelas Zetsu yang akhirnya bicara juga.
"Ooh gitu, kasian banget ya kalian," renung si gadis.
Semua angguk-angguk.
Satu ide gila yang terlintas di pikiran si abang-adek itu..
"Kalian tinggal di rumah kami aja!" teriak mereka gaje (lagi?)
"DAFUQ!" teriak keluarga Oenyoe-Oenyoe
-Censor-
"Ah udah ah, langsung aja deh, kenapa pula kita harus tinggal di rumah elu? Kitakan belum kenalan!" protes Kakuzu. Si abang-adek nyengir onta.
"Ohiyaya, nama gue Kirimi-chan~ Nah ini abang gue namanya Macho!" jelas si adek.
Satu pikiran yang terlintas di otak keluarga Oenyoe-Oenyoe adalah : Nama yang aneh (Kirimi = Fillet dalam bahasa Jepang).
"Dan kami tau siapa kalian semua, ga usah ngenalin diri kalian satu-satu, entar ceritanya jadi kelamaan," tambah si abang.
"Haaa, boong ah, mana mungkin kalian tau siapa kita," si Itachi mendelik curiga.
"Tau dong! Akukan mantan pacarnya Uchiha Sasuke, adikmu yang ganteng itu," Kirimi kedip-kedip gaje. Itachi langsung mual seketika dan dalam hati dirinya merasa tersaingi oleh ketampanan adiknya itu.
"Hooaah~ Kalian paranormal ya?" teriak Sasori OOC dengan semangat 45nya.
"Hohoho, bukanlah, itu sih rahasia~" jawab Macho.
"Heh, bilang aja kalau 'seseorang' malas untuk mengetik ulang tentang kita-kita dan makanya kau bilang bahwa, kalau kita ngenalin diri kita satu-satu entar ceritanya jadi kelamaan, begitu?" cerocos Zetsu.
Tanpa mereka sadari, si Macho ketawa evil dalam hati #plak.
"Oke, bek tu de stori! Lu pada mau tinggal di sini dengan selamat atau dengan sentosa?" tanya Macho.
"Selamat? Sentosa? Siapa mereka?" tanya Tobi polos.
"Aduh si abang salah tuh, maksudnya kalian ikut tinggal di sini aja secara temporari. Daripada dikerumunin sama fans-fans gila kalian di luar sana," jelas Kirimi. Smeua ber-oh ria.
"Ya di sini dong!" jawab Kakuzu cepat.
...krik...krik...krik...
"What? Lumayan jadi ga usah bayar tagihan kontrakkan rumah," tambah Kakuzu bangga.
"Semena-mena kau! Bayar dong! Per hari 50 ribu per kepala!" protes Macho.
"AJISKHLMN?"
-censor-
"Udah ah, kayak pelem porno aja disensor-sensor," protes Hidan.
"Bukannya itu hobi loe yang suka nonton pelem 'ehem-ehem'?" Zetsu menyeringai. Hidan ikut menyeringai. Deidara dalam hati minta surat perceraian.
"Oke deh. Kalian sudah sah untuk tinggal di sini. Tenang aja, gratis kok. Dan tidak ada yang pake protes ok? Dot. Dot. Dot. Dan Dot.!" cletuk Macho seenak jidatnya.
"Horeeee tinggal sama geng Akatsuki~" teriak Kirimi sambil nari pom-pom ria.
"Hee? Ohehe...Hehe..Hee.." ketawa garing pun keluar dari mulut para anggota keluarga Oenyoe-Oenyoe (atau harus Macho bilang, Akatsuki?)
Ah kebagusan! Oenyoe-Oenyoe aja deh #digaplok massal.
Mungkin untuk hari-hari ke depan akan lebih menyenangkan bagi para anggota keluarga sinting ini. Tinggal di rumah orang yang baru mereka kenal?
Entahlah, hanya authorlah yang tahu..
TBC
Ehem.. ada yang kecewa?
Readers : ...
Okey, mari saatnya kita mengucapkan-
Reader 1 : KENAPA ITACHI GA KE RUMAHKUUU?!
Reader 2 : JAHUAAT KENAPA KAU IKUT-IKUTAN DI CERITA?
Reader 3 : KENAPAA AKANG SASORI TIDAK SAMA AKU SAJA?
Reader 4, 5, 6 dst : ! #$%^& #$ !~!
Macho : #nyumpet di kolong kasur
Ehem, Untuk Chapter 5 judulnya - Gaul bareng Bandung
Lil' Summary :
Setelah diterima di sebuah rumah yang cukup besar itu, Akatsuki atau kita sebut saja nama kerennya, Oenyoe-Oenyoe pun memulai aksi mereka. Mulai dari belajar berbahasa Indonesia terutama Sunda, belajar budaya Indonesia dan lain sebagainya. Akankah mereka berhasil menempuh jalan kehidupan yang rumit ini?
... Akhir kata, terimakasih sudah baca dan mohon feedbacknya :D
Salam Bahagia,
Macho Mochu Mochi
