HunHan & KaiSoo – I'm Pedofil ? Chap 4
.
.
.
By : Miss Galaxy
.
.
.
WARNING THYPO! GAJE!
Happy Reading ^^
.
.
.
"WHAT? Jadi kau pengasuh Duo Park?" Chanyeol memekik heboh dengan ekspresi mulut terbuka –bahkan lalatpun sanggup masuk dengan mudah– membuat Lelaki manis yang baru saja datang dan mengaku sebagai pengasuh sementara Duo Park itu merasa ilfeel.
"Memangnya ada yang salah?" Tanyanya sewot.
"Tentu!" Jawab Chanyeol cepat, dia menujuk tubuh mungil lelaki didepannya dengan telunjuk panjangnya. "Maksudku, kau itu masih bocah SMP. Dan kau akan mengasuh dua bocah itu? memangnya kau sanggup?" Meski Chanyeol mengatakannya dengan ekspresi khawatir, namun hal itu rupanya menyinggung perasaan lelaki manis yang kini mendengus sebal sambil berkacak pinggang.
"Aku bukan bocah SMP! Namaku Byun Baekhyun dan aku sudah dua puluh satu tahun tahu! Kau saja yang terlalu tinggi seperti tiang sampai menganggapku kecil! Dasar idiot!" Lelaki manis bernama Baekhyun itu memekik tertahan sementara Chanyeol rasanya ingin pingsan saja. Jadi.. Lelaki mungil nan manis bak bocah SMP ini sudah dua puluh satu tahun? Sungguh? Ternyata didunia ini ada juga fisik serta rupa yang menipu. Aduh Chanyeol salah presepsi. Eh tapi tunggu! Jika Baekhyun sudah diatas umur, jadi.. Asik! Dia tidak Pedofil dong? Kekkkk!
"Ada apa sih?" Rupanya vokalis EXO itu mendengar suara pekikan Baekhyun dan merasa terganggu, Chen bangkit dari sofa dan mendekati pintu masuk dengan wajah malas, dia menguap sebentar menatap tamunya dan Chanyeol yang kini tersenyum aneh dengan ekspresi malas.
"Kau siapa?" Tunjuknya pada Baekhyun.
"Namaku Baekhyun dan aku adalah pengasuh Duo Park!" Chen menyipitkan matanya menatap Baekhyun dari atas kebawah kemudian mengangguk kecil.
"Oh," Komentarnya. "Mereka sedang tidur siang didalam kamar!" Chen membalikkan tubuhnya hendak pergi, namun dia teringat sesuatu dan kembali berbalik menatap Baekhyun.
"Ahya, apa kau tahu siapa kami?" Chen menunjuk dirinya sendiri dan Chanyeol. Well, EXO sangat terkenal dan memiliki ribuan fans. Mungkinkah bocah ini mengenal mereka? Karna Chen merasa heran saja kenapa Baekhyun tidak histeris melihat idola terkenal seperti mereka. Bahkan ibu–ibu penjual Sushi dikedai depan pernah pingsan setelah mengambil selfie dengannya.
"Kalian?" Baekhyun balas menunjuk Chen dan Chanyeol bergantian. "Aku tahu kok! Kalian itu member EXO yang terkenal itu kan? Aku juga punya lagu Growl diponselku," Ucapnya. Dan Chanyeol kini mulai berbinar sambil memasang ekspresi sok kerennya. Jika Baekhyun tahu bahkan memiliki lagu Growl diponselnya, kemungkinan besar dia juga tahu siapa dirinya.
"EXO terdiri dari enam member kan? Tapi yang aku tahu hanya dua wajah membernya saja!" Baekhyun memasang pose berfikir sementara Chen dan Chanyeol sama–sama menjatuhkan dagunya. Apa? bocah ini tidak hafal muka–muka member EXO?
"Apa kau Kai si dancer itu?" Dia menunjuk Chen yang langsung menepuk jidatnya sendiri. Kemudian Baekhyun menatap Chanyeol dengan ekspresi berfikir yang terlihat imut –membuat Chanyeol ingin menggigit kaki meja saking gemasnya– "Apa kau Suho? Ah, tapi seingatku di MV EXO tidak ada lelaki tinggi dengan telinga serta mata bulat sepertimu." Baekhyun menunjuk Chanyeol yang langsung shock ditempat. A-apa katanya? Rapper tampan sepertinya dibilang telinga lebar dan mata bulat? Seketika dia langsung membayangkan Yoda –makhluk bertelinga lebar dan mata bulat– dan dia langsung menggelang ngeri.
"Kau tidak tahu siapa aku?" Chanyeol menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi.. memelas?
"Kau Suho kan?" Ucapnya polos dan Chanyeol langsung membenturkan jidatnya ketembok.
"Sebenarnya kau ini tahu EXO atau tidak sih?" Tanya Chen gemas.
"Aku tahu! Aku sering nonton MV kalian, cuman yang selalu kuawasi itu-"
"Hoi. Ada apa sih ribut–ribut?" Kris sang tokoh Pangeran yang baru bangun tidur dengan muka awut–awutan itu muncul tanpa diundang, mengusap dahi mulusnya dengan mata setengah melek.
"–Kris!" Baekhyun cengo dengan mulut terbuka dan mata mengedip. Lelaki jangkung dengan rambut pirang dihadapannya ini., Uwoh! Jika ini didalam animasi, mata coklat Baekhyun pasti sudah berkaca–kaca menatap si pangeran Anime tampan yang sedang dikelilingi blink–blink tersebut.
"K- Kri..Kris?" Baekhyun berucap gagap dengan kaki bergetar lemas. God! Mimpi apa dia semalam sampai bisa bertemu secara langsung dengan bias a.k.a pangeran impiannya itu.
"Ya?" Kris menatap lelaki kecil yang menyebut namanya dengan alis terangkat sebelah –pose keren yang membuat Baekhyun rasanya akan mimisan–
"KRIS! KYAAAAA! KAU ADALAH BIASKUU! HIYAAAAA!" Baekhyun langsung memekik histeris khas fangirling sambil berlari kecil menerjang tubuh jangkung Kris yang langsung shock ditempat. Sementara Chen dan Chanyeol langsung sweetdrop!
"Kau pasti Kris kan? Yaampun, aku mengagumimu sejak melihat MV History lho! Astaga! Kau terlihat sangat keren dan aku langsung jatuh cinta. Kau adalah biasku di EXO! Aaa, boleh minta tanda tangan dan berfoto bersama?" Baekhyun mengedip dengan puppy eyesnya. Membuat Chanyeol rasanya ingin menendang wajah Kris yang sayangnya tampan itu kedalam sumur. Dan reaksi Kris? Lelaki pirang itu mengerling tampan sambil mengusap ujung rambutnya, semakin membuat Baekhyun histeris. Oh! Benar kan? Fansku itu sangat banyak! Ck! Tidak ada yang meragukan ketampananku –Kris!
.
.
.
Siaran Radio Sukira baru saja selesai. Kai dan Sehun segera bangkit dari kursi tamu dan membungkuk pada semua kru serta Ryeowook selaku pembawa acara. Keduanya kemudian beriringan menuju ruang ganti yang telah disiapkan.
"Kau pulang dulua saja Hun, aku akan ketoko membelikan Kyungsoo boneka!" Kai berucap sambil membasuh mukanya, meraih jaket serta peralatan menyamarnya –masker, topi dan kaca mata– sementara Sehun juga melakukan hal yang sama.
"Aku ikut," Ucap Sehun. "Aku akan bilang pada manager agar dia pulang sendiri ke perusahaan." Lanjutnya dan Kai hanya menjawab terserah. Setelah Sehun berpamitan pada managernya yang memberi izin, kedua lelaki tampan itu keluar dari gedung radio dan membaur bersama orang–orang ditrotoar kota.
"Menurutmu aku harus membelikan apa untuk Luhan?" Sehun disampingnya bertanya meminta saran.
"Sesuatu yang dia suka. Kyungsoo suka Pororo!" Sahut Kai. Keduanya berbelok memasuki sebuah toko yang memajang puluhan macam boneka didalam etalase besar. Seorang pegawai paruh baya menyambutnya dengan senyum manis. Hell, keduanya beruntung karna keadaan toko tidak terlalu ramai, jadi mereka cukup leluasa tanpa khawatir pada sesaeng fans atau ppaparazzi.
"Omong–omong, kenapa kau tadi mimisan?" Kai bertanya saat lelaki itu tengah sibuk memilih satu diantara puluhan boneka pororo yang terpajang didepannya. Semuanya lucu dan matanya mirip dengan Kyungsoo. Ah, rasa–rasanya Kai ingin sekali membeli semua boneka ini untuk Kyungsoo.
"Entahlah. Kurasa hormon serta orientasi seksualku sedang bermasalah." Sahut Sehun gusar dengan kepala menunduk.
"Itu wajar sih bagi remaja yang akan menginjak dewasa seperti kita. Permasalahannya jangan sampai kau berfikir melampiaskan itu semua pada Luhan."
"Kau fikir kau juga tidak begitu?" Kai menoleh menatap Sehun dengan sebelah alis terangkat.
"Apa aku terlihat ingin mencabuli Kyungsoo dan menjadi Pedofil?"
"Ya," Kai tersenyum geli. "Kau juga," Balasnya.
"Kita impas!" Sahut Sehun dengan seringaian kecil. "Well, aku tidak benar-benar ingin melakukannya sih. Yeah, hanya saja saat Luhan setengah bugil tadi. Mmh, tiba–tiba saja aku langsung mimisan. Apakah menurutmu itu suatu bukti bahwa aku Pedofil?"
"Tentu! Aku juga merasakannya saat mencium Kyungsoo, tapi untungnya aku bisa mengendalikan itu." Sehun terperangah, menatap Kai dengan ekspresi kaget sekaligus horror.
"K-kau menciumnya?" Tanyanya dengan shock.
"Yep! Dibibir dengan bumbu sedikit lumatan."
Plak!
"Ahk! Sakit bodoh!" Umpat Kai saat Sehun dengan seenak dengkul menjeplak jidat mulusnya, lelaki tan itu mendengus.
"Kau lebih Pedofil dariku man! Aku seujung jaripun belum menyentuhnya."
"Tapi kau juga pernah dicium kan oleh Luhan?" Tuduh Kai tidak terima.
"Memang benar! Tapi hanya sebatas dipipi dan tanpa bumbum lumatan. Wasshup man?! Kau maju selangkah lebih awal."
"Kalau begitu cepat kejar juga!" Kai menyeringai lebar dibalik maskernya, Keduanya kemudian terkekeh geli atas khayalan berlebihan mereka.
"Tapi aku merasa malu bertemu Luhan," Ucap Sehun dengan wajah kembali gusar mengingat kejadian tadi pagi.
"Memang kenapa? Kau tidak telanjang didepannya kan?" Tanya Kai frontal.
"Sialan kau!" Sehun berdecak sambil mengikuti langkah Kai yang sudah selesai memilih boneka untuk Kyungsoo kekasir. "Aku hanya malu setelah kejadian tadi. Mimisan karna melihat tubuh polosnya? Astaga! Ini rekor buruk." Umpat Sehun.
"Tapi Luhan masih bocah. Kurasa dia tidak akan mengerti."
"Kau benar sih." Sehun mengangguk mengiyakan. "Tapi setelah ini aku akan sulit bertemu Luhan."
"Kenapa?" Kai meletakkan boneka untuk Kyungsoo diatas meja kasir –saat ini bagian dia membayar– kemudian mengeluarkan dompetnya. "Tolong dibungkus ya." Ucapnya pada siwanita kasir kemudian menatap Sehun.
"Apa karna tuduhan bodoh Kris?"
"Tuduhan mencabuli Luhan maksudmu? Ck! Naga itu memang bodoh. Hyungdeul yang lain pasti akan selalu mengawasiku jika bersama Luhan."
"Mungkin. Tapi hei, kau terlihat seaka–akan sedang patah hati? Apa kau tengah jatuh cinta pada bocah berumur tujuh tahun?" Kai berdecak mengambil boneka yang sudah terbungkus rapi.
"Berapa?" Tanyanya pada si wanita kasir. "Semuanya lima puluh ribu won." Kemudian menyerahkan uang pada si wanita kasir sambil berguman terimakasih. "Kembaliannya ambil saja." Dan dia melangkah pergi diikuti Sehun.
"Gawat jika seandainya kita benar–benar jatuh hati pada Duo Park!"
"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Sehun.
"Menurutmu?"
"Entahlah." Kai mengangkat bahunya acuh. "Jalani saja apa yang sedang terjadi. Perasaan dan kasih sayang seseorang tidak bisa diremehkan! Biarkan nanti waktu yang akan menjawab pertanyaan itu."
"But, Pedofil is so bad!"
"And always sad ending!"
.
.
.
Kai dan Sehun sampai di dorm bersamaan dengan Kyungsoo yang baru bangun dari tidur siangnya –dan Luhan belum bangun– Bocah manis itu merengek kecil dan saat ini sedang dalam gendongan Baekhyun –pengasuh kecil– itu mengusap bahunya lembut sambil bernyanyi kecil berharap agar Kyungsoo tidak menangis.
"Kyungsoo?" Kai refleks langsung parno saat melihat Kyungsoo–NYA digendong oleh orang asing, apalagi didorm mereka. Lelaki itu berjalan mendekat dan hampir saja merebut Kyungsoo jika saja bocah manis itu tidak sadar akan kedatangannya.
"Kai hyung!" Ucapnya serak, dan dia bergerak–gerak minta turun dari gendongan Baekhyun lalu merentangkan kedua tangan kecilnya –tanda ingin digendong oleh Kai– Lelaki tan itu meletakkan hadiah untuk Kyungsoo dilantai sebelum membawa bocah manis kesayangannya itu kedalam gendongannya.
"Kau siapa?" Tanyanya tidak bersahabat pada sosok Baekhyun yang hanya mengkerutkan dahi dalam, dia sedang berfikir keras.
"Kau pasti Kai." Gumannya kecil.
"Apa?" Kai menaikkan sebelah alisnya menatap lelaki kecil ini. "Maksudku kau itu siapa dan kenapa bisa disini? Menggendong Kyungsoo juga." Kai tidak bisa menyembunyikan nada posessifnya pada bocah manis itu.
"Ak-"
"Dia baby sister Duo Park!" Chanyeol muncul dari dalam kamarnya memotong ucapan Baekhyun sekaligus jawaban dari pertanyaan Kai. Lelaki jangkung itu menatap Baekhyun yang kini tengah merengut karna ucapannya dipotong.
"Baby sister? Oh," Respon Kai dan kembali focus pada Kyungsoo.
"Dimana Luhan?" Sehun yang sedari tadi hanya diam mematung sebagai penonton angkat bicara, menanyakan sosok Luhan pada Chanyeol –karna yang dia tahu terakhir sebelum dia mimisan, Luhan bersama Chanyeol–
"Masih tidur!" Chanyeol menelengkan kepalanya kearah kamarnya. "Kau terlihat membawa hadiah untuknya?" Sehun mengangguk, lelaki itu kemudian menjinjing bungkusan besar ditangan kanannya menuju kamar Chanyeol.
"Aku akan melihatnya." Dan Chanyeol hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia kemudian menatap Baekhyun yang hanya diam.
"Baekhyun! Kyungsoo sudah mendapatkan teman, lebih baik sekarang kau masak untuk Kyungsoo." Sarannya dan Baekhyun sempat berfikir imut –membuat Chanyeol jadi gemas– sebelum mengangguk setuju.
"Ayo ku temani, kau belum hafal rumah ini." Baekhyun mengiyakan dan berjalan dengan patuh mengikuti Chanyeol yang diam–diam tersenyum gaje karna rencana MODUS–Nya berjalan mulus. Aduh, Baekhyun ternyata polos dan tidak peka yah! Chanyeol dan Baekhyun sudah kedapur, diruang tengah itu hanya ada Kai yang sedang menggendong Kyungsoo –entah kemana sisa member–
"Kyungsoo baru bangun ya?" Kai mengusap dahi basahnya dan bocah manis itu mengangguk imut. "Mana hadiahku?" Tuntutnya membuat Kai terkekeh kecil. God! Bocah manis ini mengingat janjinya ternyata.
"Lihat apa yang hyung bawa," Kai menurunkan Kyungsoo dan mendudukkan bocah itu diatas sofa sementara dirinya mengambil bungkusan besar yang dia letakkan dilantai tadi. Mata bulat Kyungsoo berkaca–kaca senang saat bungkusan cukup besar itu sudah ada dalam pangkuannya.
"Ini apa hyung?" Tanyanya semangat.
"Ayo buka," Kai terkekeh kecil saat melihat tangan–tangan kecil Kyungsoo merobek rakus kertas tersebut, kemudian setelah berhasil menghalang penutup hadiah, Kyungsoo memekik dengan riang.
"Yey! Boneka Pololo! Aciik! Telimakasih ya hyung!" Kyungsoo spontan mengecup pipi Kai kemudian memeluk erat boneka Penguin berhelm biru yang seukuran dengan tubuhnya. Membuat senyum lebar milik Kai terukir dibibirnya yang sexy! Dia bahagia jika Kyungsoo merasa senang, dan untuk saat ini itulah prioritas utamanya untuk bocah ini.
"Aku menyayangimu Kai hyung.." Ucap Kyungsoo menatap Kai dengan mata polosnya. Mungkin bagi sebagian orang hal ini hanya dianggap sebagai kalimat biasa, namun seorang anak kecil tidak pernah bisa berbohong dan selalu mengungkapkan apapun yang ada diotak polosnya. Kalimat tulus yang diucapkan dengan muka polos barusan seolah mengobrak–abrik perasaan Kai.
Deg!
Sesuatu didadanya bergetar dengan halus, menghantarkan perasaan aneh yang entah apa itu –bahkan Kai sendiri tidak tahu– Lelaki tan itu hanya terdiam dengan segala pemikiran kalutnya. Namun nun jauh didalam hatinya, dia merasakan kehangatan tersendiri saat bocah manis itu tersenyum begitu tulus padanya. Kehangatan menyenangkan yang baru pertama kali ini dia rasakan!
.
.
.
Sehun meletakkan bungkusan besar yang dia beli bersama Kai tadi diatas nakas milik Chanyeol –ini kamar Chanyeol ya– kemudian berjalan perlahan –karna tidak mau mengganggu Luhan– yang sedang tertidur lelap. Lelaki pucat itu duduk diranjang samping Luhan dan menatap wajah damai Luhan yang tengah tertidur lelap. Wajah manis ini benar–benar wajah seorang Ulzzang sejati. Imut, lucu, manis dan menggemaskan yang terpahat menjadi satu, membuat siapapun tidak akan bisa menolak pesona bocah yang sayangnya masih dibawah umur ini. Bahkan Sehun yang awalnya normalpun sampai hendak menobatkan diri menjadi Pedofil karna pesonanya. Ck!
"Eem.." Luhan menggeliat kecil dengan lucu sementara Sehun mengusap rambut camarelnya dengan lembut dan sayang. Namun gerakan pelan itu ternyata membuat Luhan bangun, bocah imut itu mengucek mata rusanya sebelum tersenyum senang karna mendapati hyung kesayangannya ada disini.
"Hyung," Ucapnya serak khas orang baru bangun tidur. "Hyung cudah pulang?"
"Ya." Sehun menjawab sambil mengusap lembut kepala Luhan. Bocah itu kemudian bangkit dan mendudukkan dirinya.
"Hyung bawa apa?" Dia menunjuk bungkusan besar diatas nakas dengan telunjuk mungilnya. "Apa hadiah untukku?" Tanyanya penuh harap.
"Tentu saja. Ayo tebak apa isinya." Luhan bersorak kecil, ullzang cilik itu kemudian turun dari ranjang meraih kado besar tersebut dan membuka isinya. Kemudian putra sulung Leeteuk itu terkikik saat melihat sebuah Zero Gumdan berwarna hijau bersama Boneka Barbie berwarna pink yang cantik. Luhan langsung memeluk hadiahnya dengan gembira.
"Telimakacih ya hyung." Ucapnya riang kemudian mendekati Sehun dan,
Chup~
Bibir tipis keduanya bertemu dalam pagutan manis saat Luhan mengangkat tumit kecilnya.
Deg!
Sehun menegang ditempat dengan debar jantung yang dua kali lipat berdetak lebih cepat. Matanya mengedip dengan segala luapan perasaan yang muncul kepermukaan, mempengaruhi peredaran darahnya yang mendadak serasa berhenti.
Bibir Luhan.. Mereka berciuman di bibir? Satu langkah lebih maju –seperti yang Kai ucapkan tadi–
"Hyung? Kok bengong?" Luhan bertanya dengan kedipan imut, membuat Sehun yang mematung tiba–tiba menegang, setitik cairan pekat kemudian keluar dan menetes dari hidung bangirnya. Oh tidak! Ini mimisan yang kedua kalinya dalam sehari karna LUHAN!
Bruk!
"Hyungggg!"
.
.
.
TBC!
.
.
.
APA YANG TERJADI SAMA SEHUN?!
Hallo~!
Miss the fict? *NO! :3
Maaf updatenya lama karna Sorry guys, aku orangnya ngga terlalu suka ngerawat bocah -_- Jadi saya –yang juga masih bocah polos nan unyu–unyu *hoeks* kehilangan feel, mood dan ngga tahu harus begimane di ff ini, mengingat HunSoo itu bocah –jadi agak bingung harus buat moment mereka kek gimana XDD
Seratus jempol buat yang bisa nebak kalo itu si cabe a.k.a mbak Yuni! Tapi salah target karna Baekhyun bukan bocah SMP seperti perkiraan Chanyeol :V Yah, mas Chayo kaga jadi Pedofil dong :D
Itu aja cuap–cuapnya! Thank's buat yang sudah MEMBACA, MEM-FAVORIT, MEM-FOLLOW ATAU ME-RIVIEV MY FIRST FF IN FFN/? {} Love you guys :*
