haloo ri-chan datang lagi, mau lanjut nih,ayo kita lanjut tadinya ri-chan mau buat cerita baru lagi tapi belum selesai jadi yang ini dulu deh


KAMICHAMA KARIN KOGE DANBO

GOODBYE DAY

CHAPTER 3

WARNING: GAJE, MAKSUD, ANEH, SUSAH DIMENGERTI, DIPAHAMI, DICERNA, OOC, OC, OOT,OT MYBE, MISS TYPO, ALUR NGACAK, DLL


.

...Sesudah mengganti baju ku Q-Chan,Himeka,dan Miyon keluar dari kamarku menuju ruang tamu dimana Kazune,Jin,dan Micchi berkumpul.

"Kalian mau minum apa?" kata Q-Chan

"Apa saja tidak apa-apa" jawab Kazune

"Ya sudah tunggu sebentar" ucap Q-Chan

...Saat Q-Chan pergi ke dapur membuat minum diruang tamu terjadi kongress anak-anak ayam yang ruet.

"Kenapa Karin bisa kaya gitu?" tanya Kazune

"Tau ahhh aku ruett" kata Himeka

"cieee bisa ngomong rueet bahasa apa itu baru denger?" tanya miyon

"Bahasa jepang kadituan sa eutik" jawab Jin

"adduhhh ngomong opo iki?" taya Micchi

"Gimana ini jawabnya sama aja bahansaya aneh semua, abdi teh jadina rieut" Ucap Kazune

"sami bae atuh eta mah " kata mereka ber5

Q-Chan pun kembali dengan membawa orange jus yang segar, menuangkan orange jus satu persatu kedalam gelas lalu duduk dan memasang wajah serius.

"kalian teman sekelasnya Karin?" tanya Q-Chan

"iya kami teman sekelasnya Karin" jawab Micchi

"memangnya kenpa dengan Karin?" tanya Kazune penasaran karena mungkin aneh dengan kondisi aku yang tidak stabil.

"ooohh, itu tidak apa-apa mungkin dia hanya kecapaian saja, saya mohon kalian bantu saya menjaga Karin karena saya takut terjadi hal yang buruk padanya" ucap Q-Chan

"memangnya Karin sakit?" tanya Kazune

"sebenarnya dia..." baru saja Q-Chan akan memberitahu tentang penyakit ku namun dari arah kamar ku terdengar jeritan yang sangat kencang dan membuat orang yang berada diruang tamu kekamar ku

"nona" teriak Q-Chan sambil berlari diikuti teman-temanku dibelakang Q-Chan. Saat Q-Chan dan tema temanku sudah sampai dikamar ku mereka kaget melihat aku yang merintih kesakitan keringat dingin bercucuran, badanku demam sangat panas mereka semua sagat cemas melihatku.

"nona kau panas sekali" ucap Q-Chan duduk di pinggir tempat tidur sambil memegang tubuhku.

"ibu... ibu... ibuuu sakit jangan tinggalkan aku ibu, temani aku ibu,aku takut,aku mau mati saja ibu,sakit sekalli" ucapku mengigo sambil memegang dadaku dengan kencangnya.

"Karin kau harus kuat" ucap miyon

"Karin" kata Himeka

"Q-Chan telepon dokter saja" kata Micchi

"sebentar aku telepon dulu" sahut Jin sambil memencet mencet nomor telepon yang menghubungkan kerumah sakit

"Karinn,, kau kenapa?" tanya Kazune dalam batin. Mereka semua panik tidak denganku yang berjuang melawan kesakitan ini tak beberapa lama dokter pun datang dan langsung menuju kekamarku semua teman-teman ku keluar dari kamarku dan menunggu diruang tamu hanya Q-Chan,dokter dan aku saja yang dikamar aku tatap tidak tenang detak jantungku tidak stabil, keadaan yang sudah biasa bagiku, namun mempertaruhkan hidupku. Setelah diperiksa dokter berbicara pada Q-Chan.

"pa sepertinya penyakitnya sudah parah kita harus berusaha menemukan orang yang mau mendonorka jantungnya" ucap dokter

"iya dok akan saya usahakan" jawab Q-Chan

"saya permisi dulu" kata dokter

"ayo saya antarkan" ucap Q-Chan sambil mengantarkan dokter keluar.

Sedangkan diruang tamu mereka berempat hanya bisa diam saja, entah apa yang mereka pikirkan, raut wajah Kazune yang agak bingung dengan aku.

"sebenarnya Karin kenapa?" batin Kazune mungkin saat ini dia merasakan kesakitan yang dirasakan aku.

"teman-teman aku pulang dulu yah" ucap Jin

"aku juga aku takut di omeli ibuku" kata miyon

"sepertinya aku juga harus pulang" ucap Micchi

"lalu siapa lagi yang mau pulang?" tanya Kazune kepada mereka berempat

"aku Kazune" jawab Himeka

"ya sudah cepat pergi, aku disini saja menemai Karin" kata Kazune sebenarnya dia ingin pulang namun dia kasihan dengan Karin.

Mereka berempat pun pergi sedangkan Kazune hanya berdiam diri diruang tamu para pelayag sudah tidak terlihat hanya ada Q-Chan yang sedang memasak. Aku penasaran dengan Karin kenapa dia bisa begitu akhirnya Kazune memutuskan untuk pergi ke kamarku, sesampainya dikamar ku Kazune milahat ku yang sedang tidur namun dalam keadaan menagis.

"Karin" kata Kazune lembut sambil memegang dahi ku, suhu badanku panas Kazune langsung turun kedapur dan meminta air dingin pada Q-Chan utuk mengkompres ku. Kazune pun langsung pergi kekamarku namun saat Kazune masuk ke kamarku Karin mengigo kembali.

"tak tahan ibu,ini sakit, aku tidak kuat ibu,aku ingin bersama ibu saja, aku sudah lelah" ucapku sambil menangis namun masih tertidur. Kazune yang panik segera menenangkan ku, aku terbangun dan langsung memeluk erat Kazune, Kazune yang kaget ingin melepaskan pelukan ku namun tidak mungkin disaat seperti ini.

"Kazune aku takut" ucapku menangis sambil memeluk erat Kazune

"tidak apa-apa" jawab Kazune sambil mengelus elus rambutku yang panjang karena tidak dikuncir

"jangan tinggalkan aku Kazune, aku tidak kuat" kata ku masih tetap menangis. Deg deg deg, perasaan yang aneh dalam hati Kazune saat aku mengatakan itu.

"iya aku tidak akn meninggalkanmu,sekarang cepat berbaring" jawab Kazune sambil melepaskan pelukanku dan membaring kan ku kembali. Dahi ku dikompres oleh Kazune dengan halus Kazune menarus kompresan.

"aku mengambil bubur dulu" ucap Kazune sambil beranjak pergi.

"hmm" jawab ku sambi tersenyum tipis dan Kazune pun membalas senyuman ku. Kazune pun pergi ke dapur sedangkan aku hanya diam, namun terlintas dipikiranku aku harus menggambar lalu aku mengambil kertas beserta peralatan menggambar. Coret disana coret disini belum selesai aku menggambar Kazune sudah datang dengan semangkuk bubur dans egelas cokelat hangat.

"kau ini baru saja sadar langsung menggambar" omel Kazune sambil duduk dipinggir tempat tidur ku

"biarin :P " jawab ku sambil menjulurkan lidah

"ihhh dibilangin nya, ya sudah sini aku suapin kamu lanjutin menggambarnya" ucap Kazune pipi putihku merona kemerahan mungkin malu mendengar kata suapin aku hanya mengangguk.

Kazune pun mulai menyuapiku sambil sesekali menatapku, entah apa yangdipikirkan Kazune yang penting aku harus sudah selesai menggambar, namun lama kelamaan aku risih dilihati terus oleh Kazune.

"Kazune kenapa kau memandangiku terus?" tanyaku

"ahh tidak, ya sudah aku pulang dulu yach" ucap Kazune sambil membawa mankuk dan gelas kedapur

"terimakasih ya" kataku sambil tersenyum

"iya, jaga dirimu" jawab Kazune

"hnn" senyuman manis kembali terlontar dari bibirku Kazune pun kembali membalasnya

Kazune pergi menjauh keluar dari kamarku, ditutupnya pintu kamarku dengan perlahan. Aku rasakan keheningan dikamarku tidak seperti biasanya aku selalu bernyanyi.

"untung saja Kazune tidak menanyai luka ku, jika saja dia menanyai luka ku pasti aku akan habis diomeli olehnya" batinku menggeretu

"Awas kau Karin jika kami melihat kau jalan hanya berdua dengan Kazune,ngobrol atau yang lainnya hati-hati saja akan kubunuh kau" suara para fans Kazune-z tiba-tiba muncul mengganggu pikiranku

Suara-suara itu lama kelamaan makin jelas ditelinga ku, suara-suara Kazune-z dan devil Kazune-z yang sangat kejam makin sangat jelas berteriak ditelingaku.

"nona Karin sudah tidur belum?" tanya Q-Chan dari luar kamar ku

"ahhh belum,masuk Q-Chan" jawabku menyuruh Q-Chan masuk kamarku dan menaruh gambarku yang sudah selesai

"ini nona obatnya" kata Q-Chan sambil memberikan obat kesayangan ku (*ciee ciee obat aja disayang-sayang mau dong disayang, Karin= diem author berisik)

"oh iya hampir lupa, terimakasih Q-Chan" ucapku sambil mengambil obat yang ada ditangan Q-Chan.

"nona memangnya apa yang sudah terjadi? Tubuh nona begitu banyak luka?" tanya Q-Chan penasaran, meskipun Q-Chan sudah tau dari teman-temanku,namun Q-Chan penasaran karen Q-Chan tahu pasti jika ada sesuatu yang terjadi dengan ku, aku tidak pernah berbicara jujur (jangan dicontoh)

"ahhh tidak apa-apa ini hanya luka kecil" jawab ku menutupi kebohongan

"tidak usah bohong nona, Q-Chan sudah tau" ucap Q-Chan

"a-,a-pa? Kau tahu dari siapa?" tanya ku terbata-bata

"dari teman-teman nona" jawab Q-Chan simpel

"sudahlah Q-Chan aku tidak apa-apa, ini urusanku kau tidak perlu tahu" kataku agak sedikit menaikan nada

"ya sudah, oh iya nona yang tadi itu siapa? Dia perhatian sekali apa pacar nona?" tanya Q-Chan agak sedikit merayu, lebih parahnya lagi aku mendengar kata "pacar"

"oh dia itu Kazune, cowok paling menyebalkan" jawab ku sambil menekan kata "menyebalkan" namun Q-Chan haya tersenyum

"Q-Chan kira pacar nona, opss... keceplosan maksudnya nona" goda Q-Chan seberkas warna merah terpasang dipiku yang putih

"ahhh Q—Chan jahat selalu menggodaku,sudah sana keluar" omel ku pada Q-Chan, dia pun langsung pergi dari kamarku.

Akhirnya rasa kantuk pun datang menghampiriku, aku tertidur dengan pulasnya memimpikan anak laki-laki itu lagi

"kau sudah sehat?" tanya'a

"belum terlalu sehat" jawabku sambil tersenyum tipis

"kau harus kuat aku akan selallu bersamamu" ucap anak laki-laki itu

"terimaksih,oh iya kenapa wajah mu tidak terlalu jelas?" tanyaku

"mungkin karena kamu belum siap benar menerima kehadiran aku" jelas laki-laki itu

"apa maksudnya belum siap benar?" tanyaku namun bunyi jam weker ku berbunyi dengan kencangnya mimpi ku tertunda lagi. Aku bangun dari tempat tidurku yang empuk lalu merapihkannya dan bergegas mandi, Saat sesampainya aku dikamar mandi.

"degdeg, . " suara detak jantung ku yang tidak teratur kurasakan pening yang berat dikepalaku, keringat dingi mulai bercucuran, seluruh tubuh ku terasa lemas ,aku menahan tubuhku ditembok perlahan-lahan aku raih obatku yang terdapat dikotak obat meskipun ada dikamar mandi tapi obat ku ada dimana-mana. Aku langsung meminumnya aku rasa hari ini tidak akan mandi tubuhku tidak kuat menahan air, setelah rapih rapih aku turun keruang minum kulihat para pelayan sudah mulai melakukan pekerjaannya, aku menyapanya satu persatu dengan senyum tipis. Aku lihat Q-Chan yang sedng memasak da mendekatinya menunggu di meja minum sambil bersandar punggung dikursi.

"ohayo Q-Chan" sapa ku lemas dengan raut muka yang pucat mungkin karena kejadian tadi pagi

"ohayo nona, nona kenapa pucat sekali" tanya Q-Chan sambil menaruh sarapanku

"tidak apa-apa" ucapku

"ya sudah ini sarapn dulu" kata Q-Chan sambil menyodorkan obatku dan sarapan.

Sarapan dengan roti tawar dengan selai strawberry memang ke sukaan ku namun hari ini aku sangat tidak enak minum aku hanya memkan 5 gigit roti saja susu pun tidak habis namun obat yang wajib aku minum.

"Q-Chan aku berangkat" kata ku dengan wajah masih lesu

"nona tidak ingin diantar? Nona terlihat tidak sehat lagian luka nona belum sembuh" tanya Q-Chan agak khawatir dengan kondisi ku

"sudah tidak apa-apa, aku pergi " ucapku

Perlahan menusuri jalan menuju kesekolah angin sepoi-sepoi mengiringiku jalan pohon yang rindang dan sungai yang panjang selalu setia menemaniku menuju sekolah, kupasang earphone ku sambil bernyanyi lagu sendu memang lagu sendu membuat aku menangis tapi itu lagu kesukaanku.

Tak ku rasa kaki kecilku berjalan sudah sampai dikelas kulihat kelas yang masih sepi hanya terdengar suara anak main bola dan bercand dilorong sekolah. Segera aku mendekati kursi kecilku sebuah tempat yang selalu menemaniku.

Sebuah kertas dan pensil aku keluarkan dari tas ku, earphone maih terpasang rapih ditelingaku. Perlahan aku mulai menggerakan jari jemariku tidak tahu apa yang akan digambar pikiran melayang entah kemana. Tangan ku masih menggambar namun hasilnya seorang anak laki-laki yang mungkin aku kenal yap Kazune.

"kenapa Kazune" gerutu ku sambil mengerutkan dahi, mungkin aku sendiri bingun kenapa bisa menggambar Kazune padahal aku tidak ada niat sedikit pun untuk menggambar wajah Kazun sambil melepaskan earphone ku yang menempel terus ditelinga.

"apa?" tanya Kazune langsung berbalik aku kaget dan langsung menyimpan gambar ku dilaci nmun sayang sudah ketahuan oleh Kazune

"kau menggambar ku? Kau ini wajah ku itu sangat tampan jika kau ingin menggambar kau harus membayarnya" ucap kazune sambil menarik gambarku dan melihatnya

"ihhh siapa yang mau menggambar wajah Kazune, aku saja tidak tahu" jawabku sambil menarik gambarku, untung saja Kazune tidak menanyai aku soal kemarin

"jangan bohong, kemarin kenapa dengan mu apa kau disiksa?" tanya Kazune

"ahhh apa? Ooh itu tidak koq" jawabku berbohong dan ternyata benar Kazune menanyainya

"kau ini selalu saja bohong" omel Kazune

"aku sudah bilang aku tidak diapa-apakan" ucap ku

"kau ini memang sagat susah untuk berkata jujur" ucap Kazune dengan nada agak ditekan kata jujur

"kau tidak perlu mengurusi urusanku, urusi saja urusanmu sendiri, aku tidak suka diatur lebih baik kau atur saja dirimu sendiri" kata ku kesal meninggalkan kelas dan menuju taman

"karin" teriak Kazune namun aku tidak memperdulikannya dan berlari ke taman.

Seampain ditaman aku duduk dipohon sakura yang sedang bermekaran sambil menahan kesal ku pada Kazune yang menyebalkan, namun dari arah samping datanglah Jin dan dia duduk disebelahku.

"kau kenapa dewi? Kau terlihat sedang kesal dan wajahmu sangat pucat?" tanya Jin agak khawatir, artis satu ini memang sangat perhatian dengan ku.

"tidak apa-apa, aku baik-baik saja koq Jin" ucap ku

"tapi kau sangat pucat sekali dewi kau sakit? Kau tampak tidak begitu sehat" tanya Jin

"sudah ku bilang aku tidak apa-apa" jawab ku sedikit lemas, tak ku sadar darah keluar dari hidung ku namun aku tidak peduli

"dewi itu ada darah keluar dari hidung mu ayo kita ke uks" ajak jin

"sudah ku bilang aku tidak apa-apa" jawab ku kesal sambil berdiri, deg...deg...degg

Detak jantung ku tidk teratur kepalu ku terasa pusing sekali darah dari hidungku terus bercucuran, tubuhku sudah sangat lemas bada ku sudah terasa goyang dan akhirnya

"bruggggg" suara tubuhku jatuh ketubuh Jin yang untungnya sigap menompang tubuhku yang saat ini pingsan. Aku mendengar suara memanggil namaku dan menyebutku dewi aku seperti sangat akrab dengan suara itu namun aku tidak sadar, segera aku dibawa ke ruang uks.

Sesampainya di uks aku segera dibaringkan ditempat tidur, mereka berdua yang membawa ku ke uks panik, Jin pergi ke kelas untuk memanggil Himeka dan Miyon sedangkan yang membawa ku ke uks satu lagi menemani ku disini.

Tidak beberapa lama Jin datang bersama Himeka dan Miyon, tanpa berfikir panjang Miyon yang membawa obatku langsung mengangkat ku duduk meskipun aku pingsan lalu Miyon memasukan obat kemulutku sambil menangis.

"ayo karin" ucap Miyon menangis sambil memasukan obat ke mulutku. Tubuhku sudah sangat pucat dan belum juga sadar

"Kazune ini gimana, kita kan diperintahkan menjaga Karin" omel Himeka sambil menangis, karena jika kondisi ku seperti ini bisa saja aku tidak bernyawa, setiap aku seperti ini pasti Himeka da Miyon selalu menangisiku, padahalkan aku sebel banget sama orang yang menangisiku.

"aku menjaganya" ucap Kazune dingin namun panik.

"Kazune kau selalu berbuat kasar pada dewi" omel Jin

"sudah, diam kalian semua" bentak Miyon sembari menidukan ku kembali. Suasana di uks hening Jin sudah pergi meninggalkan uks karena ada pemotretan , sekarang hanya ada kami berempat di uks namun hening diuks pecah saat aku menjerit.

"ah,,,ah,,, sakitt" jeritku menangis meskipun mata terpejam tapi rasa sakit iini sangat sakit, merenggut seprai kasur menariknya dengan kencang memukul-mukul dadaku dengan kencangnya.

"Karin" teriak Kazune dan Miyon kompak, mereka berdua bangun dan bingung apa yang harus dilakukan.

"Karin, apa yang harus kita lakukan?" tanya Himeka panik dia jalan bolak balik berfikir tak henti-hentinya.

"telepon Q-Chan" ucap Miyon sebuah ide yang tiba-tiba melintas

"tapi bagi mana kita kan tidak punya nomornya, hey Kazune kenapa kau hanya melamun terus dari tadi" kata himeka sambil menepuk bahu Kazune yang dari tadi melamun, mungkin dia lelah memikirkan apa yang terjadi dengan ku

"ibu,,,,sakit,,,," ucap ku meringis kesakitan tanganku makin kencang memukul dadaku dan menarik seprai darah bercucuran dari hidungku

Miyon dan Himeka panik sedagkan Kazune hanya diam dan pergi meninggalkan mereka bertiga tanpa sepatah kata apa pun

"Kazune kau mau kemana?" tanya Himeka

"hey Kazune" teriak Miyon

Semua bertambah panik darah ku sudah bercucuran banyak sekali, sedangkan Kazune belum juga datang.

FLASHBACK ON

KAZUNE POV

"ah,,,ah,,, sakitt" jerit karin menangis meskipun mata terpejam tapi aku merasakan apa yang Karin rasakan, aku tak tega melihatnya namun aku bingung harus berbuat apa Himeka dan Miyon panik, aku tidak bisa berfikir jika mereka selalu berisik, namun kali ini sungguh aneh aku bisa berfikir. Aku teringat jika kami harus menjaga Karin tanpa berfikir panjang aku jalan keluar menuju uks meskipun Himeka dan Miyon memanggilku namun aku tak perduli.

Aku berlari dengan sekuat tenaga kerumah Karin untuk memanggil Q-Chan untuk segera ke sekolah, sesampainya dirumah Karin.

"Q-Chan gawat" teriakku dari luar sambil mengetuk pintu dan ta lama pintu terbuka

"ya, oh kau ada apa?" tanya Q-Chan dengan raut wajah agak cemas terlihat sekali dari raut wajahnya

"Karin aku tak tahu tapi dia..." belum sempat aku meneruskan pembicaraan Q-Chan segera menarik tanganku dan menaiki mobil

Disepanjang perjalan Q-Chan memakai kecepatan yang lumayan kencang sesampainya di uks kami segera ke uks.


LANJUT?

NEXT?

REVIEW

PLEASE!