"Ada aku, Minzy... dan juga Lee Hi." CL masih berfikir. "Hanya itu."
"Pecahkan masalah itu sendiri." Seungri berdiri lalu meninggalkan CL. "MAU KEMANA?" teriak CL. Seungri menoleh "Aku capek."
"Kalau aku tahu siapa orangnya, jangan kecewakan aku!" teriakan CL terdengar keras di telinga Seungri.
Seungri hanya mengangkat jempolnya lalu keluar ruangan.
.
.
.
BIG BANG © YG Entertainment
Story © Choi Ji-hyun
Warning: typo, gaje, jayus, garing, alay, alur tidak jelas, dsb.
Genre: Humor/Drama/Romance/Friendship/Parody/Mystery (Maybe)
Rated: T
Pairing: Hint
.
.
.
We Belong Together
Chapter 4 – Everybody Know
.
.
.
Handphone itu terus berbunyi tapi ia tidak berniat untuk mengangkatnya. Ia kesal dan sekarang butuh ketenangan. Apakah susah untuk mendapatkan kenangan? Ia hanya duduk di ruang rekaman sambil mendengarkan lagu-lagu Justin Timberlake dari iPodnya. Ini cukup membantu. Mendengarkan musik memang merupakan hobinya. Disaat seperti ini biasanya ia meng-update status di twitter atau sekedar selca dan mempostingnya di instagram. Tapi kali ini moodnya sedang jelek.
Waktu sudah menujukkan pukul 2 pagi. "Kira-kira sudah selesai belum ya pestanya?" Seungri bertanya dalam hati. Mungkin sudah selesai. Tidak mungkin pestanya hingga selarut ini. Ia selalu bertanya dalam hatinya.
Seungri mengambil handphonenya yang terletak diatas meja.
G-Dragon
10 Missed Call.
"Oh, hanya hyung." Seungri berguman sendiri. Ia pun meletakkannya kembali.
"Tok-tok." terdengar ketukan pintu. Orang yang mengetuk pun masuk tak peduli apa yang ada di dalam.
"Oh, ada kau." kata T.O.P pelan. "Aku kira tidak ada orang di dalam." T.O.P mengahampiri Seungri dan menyesuaikan diri. "Apa yang kau lakukakan disini?" tanya T.O.P yang masih sibuk mencari tempat duduk yang nyaman.
"Hey?" T.O.P duduk di samping Seungri.
"Apa yang kau lakukan disini?" Seungri membalikkan pertanyaan. "Jangan memutarbalikkan pertanyaanku. Apa yang kau lakukan disini?"
"Aku lelah, jadi aku kesini. Dan kau, hyung?"
"Aku dipanggil presiden dan tiba-tiba saja ketiduran di ruang presiden. Aku bangun presiden sudah tidak ada. Aku bingung mencari kalian. Ketika aku sedang berjalan di koridor aku melihat lampu ruangan ini menyala, berarti ruangan ini ada yang memakainya." jelas T.O.P.
"Aku pikir tidak ada orang di dalam. Ternyata ada kau." T.O.P mengakhirinya.
Seungri ber-oh ria.
"Kau kenapa? Tidak seperti biasanya."
Seungri menghela nafas.
"Galauin Lee Hi?" celetuk T.O.P
Reflek, Seungri melotot.
"Apa aku benar?" T.O.P bertanya dengan polosnya. "Sudah kuduga. Tidak sia-sia aku menguping pembicaraan kalian."
Seungri kebingungan.
"Sebelumnya aku minta maaf. Aku pernah menguping pembicaraan antara kau dan G-Dragon beberapa bulan lalu." entah permintaan maaf T.O.P tulus atau tidak.
Muka Seungri memerah sekaligus menahan emosi yang menggebu-gebu di kepalanya.
"JADI KAU YANG MENUTUP PINTU YA?" mendadak Seungri membentak T.O.P.
"Santai, bro." T.O.P menenangkan. "Iya, itu aku. Aku lihat ada celah pintu terbuka sedikit. Tadinya aku berfikir untuk masuk saja, tapi aku dengar ada suara G-Dragon disitu." T.O.P kembali melanjutkan. "Suaranya juga samar-samar, tapi aku mendengar jelas kalau kau menyatakan kedatanganmu waktu itu ke tempat syuting untuk melihat adik G-Dragon. Lee Hi kan pastinya? Siapa lagi?"
"Tapi, kenapa kau tidak bergabung denganku saja waktu itu?" tanya Seungri.
"Oh, itu?" T.O.P memberi tahu alasannya. "Aku sih, nggak ada kepikiran buat bergabung dengan kalian. Aku rasa kalau aku bergabung malah mengganggu. Maka dari itu aku memilih mendengarkan saja dari luar. Disaat sedang asyiknya aku mendengarkan, Bom memanggilku. Karena kaget, reflek ku tarik keras-keras gagang pintunya."
Seungri kembali ber-oh ria.
"Tapi..." kata T.O.P "Ada alasan lain yang membuatku yakin kau memang menyukainya."
"Apa?"
"Ingat cerita mesummu yang diceritakan G-Dragon tadi siang?"
Seungri mengangguk.
"Itu memang sudah terjadi sebulan yang lalu. Mengingat pernyataan adikmu bahwa kau sudah membuang jauh-jauh kebiasaan burukmu dan adikmu berpandangan kalau ini dikarenakan cewek, aku semakin yakin." "Hanya itu saja sih."
Seungri memijat-mijat kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.
"Tidak usah dipikirkan. Emang ada masalah apa sih? Aku rasa Lee Hi tidak menyimpan perasaannya pada siapa-siapa. Jadi kau bisa mendekatinya dengan mudah. Iya kan?" T.O.P mengangkat sebelah alisnya.
Seungri salah tingkah.
"Lalu, bagaimana dengan CL?" T.O.P mengubah topik pembicaraan.
"Ada apa sih dengannya? CL, CL, dan CL. Apa hubungannya? Jika aku tidak bersama CL aku akan mati? Nggak kan? Berhenti mencampuri urusanku dengan CL." Seungri emosi.
T.O.P kebingungan dan memberikan tatapan sinis kepadanya. Ia hanya memperhatikan sang maknae. "Memang apa salahku? Aku hanya kan hanya bertanya." guman T.O.P dalam hati.
Seketika suasana menjadi dingin. Seungri berkonsentrasi dengan lagu yang ia dengarkan. Karena bingung, T.O.P mengambi handphonenya dan chatting dengan G-Dragon lewat Choco Talk.
T.O.P : Bro
G-Dragon : Wassup?
T.O.P : Lagi dimana?
Dengan siapa?
Apa sudah selesai acaranya?
G-Dragon : Kau dari mana? Kau tidak ikut pesta?
Aku bersama adikku. Pestanya juga sudah selesai.
T.O.P melirik Seungri.
G-Dragon : Apa kau bersama yang lain?
T.O.P : Aku hanya berdua
G-Dragon : Dengan?
T.O.P : Bisa aku ke tempatmu?
G-Dragon : Aku di apartemen. Apa tidak berbahaya? Kan ini sudah malam. Kau yakin bisa sampai dengan selamat?
T.O.P : Tunggu saja.
Masih sama kan? Kau tidak pindah?
G-Dragon : Tidak. Tapi ini sudah malam
T.O.P : Tunggu saja
Ia meletakkan handphonenya di saku belakang. Lalu mencari kunci mobil yang terletak di atas laci.
"Mau kemana?" tanya Seungri.
"Emmm, mau ke apartemenku." T.O.P berbohong. "Mau ikut?" sekarang T.O.P merasa bodoh. Buat apa ia berkata begitu? Bisa jadi masalah besar.
Jantung T.O.P berdegup kencang.
"Hmmmm..." Seungri berfikir. T.O.P berharap Seungri mengatakan tidak.
"Iya." jawab Seungri.
Nafas T.O.P tercekik.
"Tidak deh. Aku malas. Kau saja." Seungri berubah pikiran, ini membuat T.O.P senang bukan kepalang. Hampir saja ia berteriak.
"Oke, aku pergi." kata T.O.P.
Ia berjalan menuju pintu dan syok ketika membuka pintu dan melihat apa yang ia temukan.
Taeyang dan Daesung duduk di depan pintu. Melihat itu, T.O.P buru-buru menutup pintu atau lebih tepatnya membanting lalu menarik mereka hingga ke pintu masuk utama.
"APA-APA..." teriak Daesung. T.O.P menutup mulutnya dengan tangan kirinya.
"Aww..." Taeyang merintih kesakitan.
"Maaf, apa aku menarik kalian dengan keras?" T.O.P terlihat khawatir. Sebenarnya sih tidak.
"Sedikit. Kau sering nge-Gym ya belakangan ini?" tanya Taeyang.
"Apa yang kalian lakukan?" T.O.P tidak menjawab pertanyaan Taeyang.
"Menguping." kata Daesung jujur.
"Kebetulan. Aku ada misi, nih. Kalian sudah tahu kan apa yang aku bicarakan dengan Seungri tadi?"
"Aku sih tau. Tapi, Taeyang tidak. Ia tadi tidur." kata Daesung. "Aku hanya memejamkan mata. Aku masih mendengar dan aku tidak tidur." Taeyang mengelak.
"Jadi, kalian tahu?' tanya T.O.P.
Mereka mengangguk.
"Ini kesempatan bagus. Ikut aku." T.O.P bersemangat.
Mereka pun berjalan menuju lapangan parkir mobil yang sedikit gelap. Penerangan di parkiran tidak begitu maksimal. Beruntung, tidak ada satpam saat itu. Mungkin sedang cuti. Di pagi buta ini, tidak ada yang boleh keluar masuk gedung menggunakan mobil. Kecuali atas izin presiden. Pagi ini dinginnya menusuk tulang. Padahal musim dingin akan berakhir. Mungkin efek pemanasan global yang membuat iklim tidak menentu.
Taeyang memeluk tubuhnya dengan kedua tangan. Ia memang bodoh. Nekat sekali hanya memakai kaos putih yang ia beli di chrome hearts yang sekilas terlihat seperti kaos "rider" yang sedang obral beli 1 gratis 1 di pojok busana, celana jeans panjang yang tidak diketahui merknya, sepatu Nike model terbaru, dan topi NY putih yang tentunya tidak berguna dipakai saat seperti ini. Daesung pun hampir sama tapi ia menggunakan jaket berwarna hitam yang terlihat murahan namun tidak menggunakan sepatu, melainkan sandal jepit crocs yang tampilannya KW. Kalau T.O.P? Tentu dimana pun dan kapan pun ia selalu rapih. Kaos abu-abu nya dilapisi blazzer yang panjangnya hampir selutut, celana jeans biru donker, dan sepatu yang tidak diketahui merknya namun terlihat mahal setinggi betis. Dan tak lupa, jam tangan Guess perak seharga $700 yang masih terlalu murah untuk artis sepertinya.
Mereka berhenti di depan mobil berwarna merah yang warnaya terlihat seperti angkot.
"Aku rasa kau salah memilih mobil." kata Daesung
T.O.P mengiyakan.
Mobil sport yang hanya muat untuk 5 orang memiliki model yang keren dan kualitas yang tak kalah hebat dari mobil para pembalap F1. Sayangnya, warna mobil ini tidak mendukung. Kalau jalan di pagi-pagi gini, pasti akan terlihat mencolok. Apalagi mobil ini mahal. Kalau ada yang melihat orang berfikir ini bukan sembarangan yang punya. Mau bagaimana lagi? Daripada berjalan kaki lebih baik memilih untuk naik mobil.
"Aku belum berani nyetir mobil pagi buta gini. Aku rasa kau saja Taeyang. Model mobil ini juga cocok dengan kepribadianmu." T.O.P memberikan kunci mobilnya kepada Taeyang.
"Hanya ke apartemen GD saja kan?" tanya Taeyang.
T.O.P mengangguk. "Tidak masalah. Tapi kau harus duduk di sampingku biar Daesung yang duduk dibelakang." kata Taeyang.
"Kenapa?"
"Aku takut salah jalan." jawabnya.
"Baiklah." kata T.O.P
"Tapi mampir dulu ke mini market. Aku lapar ingin ngemil." terdengar suara kruyuk dari perut Daesung.
"Itu gampang. Sudah banyak mini market yang buka 24 jam." jawab Taeyang.
Taeyang masuk dan duduk di kursi sopir. T.O.P pun juga masuk dan duduk di sebelah kanan Taeyang sedangkan Daesung duduk di belakang.
"Apa kalian siap? T.O.P, pasang sabuk pengamanmu. Daesung, lebih baik kau menyender di kursi." perintah Taeyang.
"Memang kenapa?" tanya T.O.P sambil memasang sabuk pengaman. Daesung sedang mencari posisi nyaman untuk duduk atau yang lebih tepatnya tidur.
Taeyang tidak menjawab lalu menyalakan mesin mobil dan memanaskannya. T.O.P menyalakan AC dan radio. Daesung akan memulai tidur. Ia senang karena ada bantal di dalam mobil.
Taeyang mengganti gigi lalu menginjak pedal gas. Mobil ini automatic jadi lebih mudah untuk dikendarai. Mobil berjalan ke luar parkiran menuju jalan raya.
"Berdoalah." guman Taeyang.
T.O.P dan Daesung berharap mereka selamat sampai tujuan.
"KAU TERKUTUK TAEYANG! AWAS!" baru saja mobil berjalan sekitar 500 meter, T.O.P sudah berteriak histeris.
"BODOH KECIL TENGIL! HEY! PERHATIKAN JALAN!" T.O.P memaki Taeyang.
"AKU MERASA LEPAS KENDALI, HYUNG! INI TERASA MENYENANGKAN!" jawab Taeyang.
Tangan Daesung memeganngi kursi yang diduduki T.O.P dengan erat. Ia sudah berniat untuk tidur, akan tetapi Taeyang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga 100 km/jam membuat Daesung terguling jatuh ke lantai mobil. Maka dari itu ia mengurungkan niatnya untuk tidur.
Jalan raya bisa dibilang sepi. Hanya beberapa mobil yang lewat. Taeyang tidak memperdulikan peraturan, padahal di mana-mana sudah dipasang CCTV. T.O.P memberi tahu jalan. Ia berpegang erat pada dashboard mobil.
"LAMPU MERAH BODOH!" teriak T.O.P panik.
Reflek Taeyang menginjak rem dan membuat rem mendadak. Akibatnya, kepala T.O.P terbentur dashboard mobil dan Daesung terjungkal ke depan. Mereka menghela nafas dan bersyukur karena masih selamat.
"Pelan-pelan saja. Kau nyaris membuat aku dan Daesung mati." kata T.O.P terengah-engah
"Lampu hijau idiot." maki Daesung yang masih kesakitan akibat rem mendadak tadi.
"Santai saja dong. Ini salah kalian membiarkan aku yang menyetir mobil. Lain kali kalian harus berfikir 2 kali!" jawab Taeyang.
"Sadar dong, kau sudah membuat kami hampir mati." gerutu T.O.P.
"Maaf." kata Taeyang singkat.
Taeyang mulai menurunkan kecepatan. Walau begitu, Daesung dan T.O.P masih merasa tidak nyaman. Mereka bersumpah pada dirinya sendiri untuk tidak membiarkan Taeyang menyetir mobil. Lagi.
T.O.P melirik jam tangannya. Sekarang sudah pukul 4. Di mobil hanya terdengar suara penyiar radio dan desahan nafas Daesung yang masih belum bisa menenangkan diri akbiat kejadian tadi.
Taeyang berhenti dan memakirkan mobilnya di tepi jalan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya T.O.P.
"Beli cemilan untuk Daesung." jawab Taeyang.
"Siapa yang akan membelinya?"
"Penampilan kita mencolok hari ini. Butuh penyamaran." sahut Daesung.
"Benar. Apalagi T.O.P hyung. Pakaianmu terlihat mewah." jawab Taeyang.
"Pakaiannya memang mewah." guman Daesung.
"Yang beli 1 orang saja." kata T.O.P.
Mereka saling bertatapan.
"DAESUNG!" pekik Taeyang. "Daesung saja yang beli. Keadaanmu mendukung." lanjutnya. T.O.P dan Daesung menatap sinis.
"Jangan tatap aku seperti itu." kata Taeyang. Ia menghela nafas. "Biar aku jelaskan." Taeyang berdeham.
"T.O.P sudah jelas tidak mungkin yang beli. Pegawai pasti tahu kalau penampilan seperti ini adalah khasnya T.O.P Big Bang. Jam tangannya saja berkilau. Tidak mungkin terlihat palsu kan? Belum lagi sepatu yang setinggi betis ini, ini sudah terlihat mahal. Jarang juga ada orang biasa yang memakai sepatu seperti ini. Blazzernya juga begitu mencolok. Panjangnya hampir selutut. T.O.P hyung tidak pernah terlihat seperti orang biasa. Kalau aku..." Taeyang berfikir. Ia memperhatikan dirinya.
"Mungkin kaosku terlihat murahan tapi sepatuku? Ini mencolok sekali. Topi yang aku pakai ini memang bisa menutupi wajahku, tapi pegawai di dalam akan berfikir negatif. Entah mengapa aku merasa penampilanku terlihat seperti perampok."
"Tidak." T.O.P membantah, memperhatikan Taeyang dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Kau lebih tepat terlihat seperti om-om kesepian yang suka memperkosa."
"HAH?" Taeyang terkejut. "Apanya yang suka memperkosa? Lagipula, aku bukan om-om kesepian."
T.O.P kembali memperhatikan. "Aku cuma asal ngomong saja."
Taeyang hanya menatap T.O.P.
"Siapa yang mau beli? Aku sudah lapar." rintih Daesung.
"Kau saja bodoh, kan kau yang mau. Taeyang juga betul, penampilanmu mendukung." jawab T.O.P.
"Dengarkan baik-baik apa yang ku katakan. Pertama, jangan melakukan hal yang tidak-tidak. Masuk, ambil keranjang lalu pilih cemilan yang menurutmu enak. Yang banyak, kita akan makan juga d apartemen G-Dragon. Kedua, JANGAN TERSENYUM! Ingat? JANGAN TERSENYUM! "
"Kenapa?" Taeyang menyela.
"Orang selalu bilang kalau senyuman Daesung itu senyuman maut. Katanya sih, senyumnya manis." jawab T.O.P.
Taeyang menggeleng. "Menurutku tidak."
"Aku juga."
"Apa bisa aku beli sekarang?" tanya Daesung.
"Oh, tentu-tentu. Cepat, jangan lama-lama." kata T.O.P.
"Tapi sebelumnya..." T.O.P menyambar topi yang dipakai Taeyang dan melemparkannya ke Daesung.
"Aku sarankan kau pakai itu. Gunakan untuk menutupi wajahmu. Jangan beli yang aneh-aneh. Belikan careks ya."
"Daesung, jaga baik-baik topiku. Itu salah satu koleki kesayanganku. Dan itu MAHAL." Taeyang memperingatkan.
Daesung mengangguk.
Daesung keluar mobil dan masuk mini market. Ternyata, masih ada masalah lain yang datang menghampiri.
TO BE CONTINUED
KYAAAAA. MV CL - THE BADDEST FEMALE KEREEEEEEEEEEN! BAD GIRL BANGET DIA #curhat
CL CANTIK DAN DAN ADA GDYB JUGA(^^) padalah author berharap ada T.O.P juga m(_ _)m #abaikan
SEMUA AYO DILIHAT! #promosi
Judul ff ini sudah saya ganti dan summarynya pun juga (sorry author plin-plan)
Terima kasih yang sudah me review dichapter kemaren.
Review review?
