FF / I choose to love you (널 사랑하
겠어)/ GS / KYUMIN / Part IV
Author : Han Hye Neul
Genre : Romance
Rate : T
Warning : ga sesuai EYD , TYPO , GenderSwitch
Main Cast : KyuMin
Other Cast : always find by ur eyes ^^
Author's Note : Annyeong yeorobun , author gaje kini muncul lagi ini pure MY FF , ini GS ! So kalo ga suka ga usah baca ne ? Don't BASH! Don't COPAS! And so IMPORTANTLY DON'T BE SIDER -Silent Reader- *i really hate it* okey! Cukup celotehannya. Go to story yeorobun ^^
~o0o~
Daun ilalang yang terlihat seolah berjalan seiring cepatnya laju kereta itu menjadi objek pemandangan di mata sungmin. Padahal pemandangan yang tersaji kini dapat dikatakan sangat indah. Namun seindah apapun itu tidak mampu membuat sekilas senyuman diwajah imut sungmin. Kini bagaikan raga tanpa jiwa. Ia menggenggam erat tas mungil yang ada dipangkuannya kini.
Dengan gerakan perlahan ia membuka resleting tas pink mungil itu. Dikeluarkannya dompet bewarna pink dengan gambar lolipop. Ibu jari sungmin menekan tombol untuk membuka dompet itu.
Kini tatapan sungmin berubah menjadi tatapan sendu. Dengan lembut ia mengusap gambar yang terpajang indah didompet itu.
"Biarkan aku memiliki yang ini kyu~",ucapnya lirih. Namun seketika pandangannya berubah menjadi nanar saat melihat jari manis tangan kirinya kini sudah tidak menggunakan cincin yang begitu ia banggakan selama ini.
"Hiks~",isakan kecil itu lolos begitu saja tanpa izin. Sungmin selalu berharap bahwa semua kejadian ini hanya mimpi belaka. Namun semakin ia berharap itu semakin menyayat hatinya.
Sungmin menundukkan kepalanya dan menangis dalam diam. Ia tidak ingin mengganggu penumpang lainnya.
~o0o~
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya sungmin sampai ditempat tujuannya. Ia melangkahkan kakinya keluar dari gerbong kereta yang membawanya ketempat ini. Kini tangan sungmin menggenggam berbagai jenis barang.I-podnya, dompet serta beberapa surat pentingnya.
Ia melirik arloji pink yang bertengger indah dilengan kirinya."Omona! Aku harus segera menemui wookie, eoddiga?",ucap sungmin agak panik. Dengan tergesa-gesa ia melangkahkan kakinya hendak menyusuri stasiun yang cukup besar itu.
Namun dari arah yang berlawanan seorang namja kini terlihat juga tergesa-gesa dengan ponsel yang dengan indah ia topang dipipinya.
Bughh
"Aww",teriak sungmin dan namja itu kompak saat kepala mereka beradu. Sungmin yang kaget sontak melepaskan semua barang digenggaman tangannya.
Brak brak
Namja itu menutup panggilannya lalu membantu sungmin membereskan barang-barangnya.
"Jwisunghamnida agassi",ucap namja itu sopan.
"Ahh~ ne gwaenchana aku juga ceroboh",ucap sungmin. Namun acara saling memungut itu terhenti saat suara teriakan menyapa telinga sungmin.
"Eonni!",teriak yeoja mungil sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Wookie-a!",balas sungmin senang. Dengan sergap ia memunguti barangnya."Gamsahamnida",ucap sungmin sopan dan membungkuk kepada namja itu lalu menghampiri yeoja bernama wookie itu.
Sedangkan si namja masih menatap punggung yang kian menjauh itu. Ia masih tetap diposisi berdirinya. Pikirannya masih berkelut."Neomu yeppo~",ucapan pertama namja itu setelah insiden tak sengaja tabrak itu. Baru saja ia hendak melangkahkan kaki namun ekor matanya melihat sebuah benda mungil bewarna pink kini berada tepat didepan kakinya.
Ia berjongkok dan mengambil benda itu. Pikirannya kembali ke insiden tak sengaja tabrak itu. Ia sangat yakin bahwa benda itu adalah milik yeoja yang baru saja ia tabrak. Ia mengerutkan keningnya menandakan bahwa ia bingung sekarang. Haruskah ia membuka isi dompet itu ?.
Dengan perlahan tapi pasti, ia membuka lipatan dompet itu dan dilihatnya gambar sepasang kekasih yang tengah berdampingan sambil sang namja merangkul yeojanya. Ia memicingkan matanya saat menatap yeoja di dalam gambar itu. Kini tatapannya berubah menjadi nanar menatap gambar itu.
"Apa ini pacarnya ? Atau suaminya?",gumamnya lirih. Oh hey! Apa ia kini sedang mengidap fall'in in love at first sight?. Bisa jadi. Dengan perlahan ia mencari kartu identitas di dompet itu. Dilihatnya kartu identitas itu yang membuat senyumnya mengembang."Sungmin. Lee sungmin...",gumamnya lagi.
Ddrrttt drrrtttt
Ia sontak kaget saat benda yang berada disakunya kini bergetar. Dengan cepat ia mengambil benda itu dan menekan tombol hijau untuk menerima panggilan.
"Annyeonghaseumnida Henry Lau-ssi.. Apa meeting pada hari ini itu dibatalkan?",tanya seorang namja yang diperkirakan sudah paruh baya itu disebrang telepon.
"Tentu saja tidak. Sekarang saya sedang dalam perjalanan menuju tempat anda. Maaf membuat anda menunggu",ucap henry sopan. Setelah itu ia menaruh kembali ponselnya. Ia kembali menaruh kartu identitas sungmin kedalam dompet.
"Mungkin ini takdir Tuhan yang menginginkan kita untuk bertemu lagi , kekeke",oceh henry sendiri lalu ia menaruh dompet itu dalam saku jasnya. Lalu ia pergi ke tempat tujuannya semula.
~o0o~
"Eonni kenapa tiba-tiba ingin ke Mokpo eumb ?",tanya yeoja mungil itu antusias sambil berjalan berdampingan dengan sungmin. Sungmin tersenyum merespon teman lamanya itu.
"Apa eonni tidak boleh bertemu dengan ahjumma dan juga kamu eoh?",ucap sungmin sebal sambil mengerucutkan bibirnya.
"Aigoo, tentu saja tidak begitu eonni. Aku malah senang eonni main kesini. Bogosipeotji nae eonniga",ucap ryeowook manja sambil bergelayut manja dilengan kanan sungmin."Geunde eonni tidak bawa pakaian? Hanya membawa map-map ini?",tanya ryeowook sambil menatap benda-benda ditangan sungmin.
"Ne, eonni hanya membawa sertifikat-sertifikat ,I-pod dan dom-...",ucapan serta langkah kaki sungmin terhenti saat menyadari dompet pinknya tidak ada digenggaman tangannya.
"Ada apa eonni?",tanya ryeowook bingung.
"Dompet eonni ilang wookie-a! Jangan-jangan saat tertabrak tadi...",ucap sungmin panik. Segera ia berlari kembali ke dalam stasiun meninggalkan ryeowook.
Kepala sungmin itu ke kanan kekiri mengikuti gerak matanya yang kesana kemari. Berharap dompetnya itu masih dapat ia temukan. Pandangannya kini semakin mengabur mana kala air matanya mulai menumpuk. Dipikirannya hanya satu yaitu, fotonya dengan kyuhyun.
"Kyu~ eoddiga?",ucap sungmin parau. Bahkan kini airmatanya mengalir begitu saja tanpa adanya isakan.
Tap tap tap
Langkah kaki ryeowook yang begitu terdengar menghampiri sungmin."Hoshh hoshh... Eonni eotte ?",tanya ryeowook sambil terengah-engah.
"Eobsoyo wookie-a.. Hiksshikss",ucap sungmin. Kini kakinya sudah tidak mampu menopang tubuhnya lagi. Ia terduduk dilantai nan dingin itu ia terisak.
Ryeowook mencoba menenangkan eonni tersayangnya itu dengan mengusap-usap lembut punggungnya."Geogjongma eonni-ya, aku bisa meminjamkan eonni uang",ucap ryeowook.
Sungmin menggelengkan kepalanya lemah."Foto kyu wookie-a, aku hanya memiliki itu...",ucap sungmin ditengah isakannya. Ucapan sungmin membuat ryeowook termenung.
"Bukankah eonni masih bisa ke Seoul jika ingin melihat foto kyuhyun oppa?",ucap ryeowook bingung.
Sungmin kembali menggeleng lemah."Eonni menyerah wookie-a.. Eonni memilih melepaskan dia.. Hiksshikss.. Eonni sudah tidak bisa bertemu dengannya lagi.. Hiksshikss",kini isakannya benar-benar pecah. Ryeowook yang terlihat kaget hanya bisa memeluk sayang eonninya itu. Bahkan tak jarang orang yang berlalu lalang menatap kedua yeoja manis ini dengan pandangan iba.
"Sudah eonni sudah.. Lebih baik kita pulang dulu ne ?",saran ryeowook yang akhirnya mendapat anggukan setuju oleh sungmin.
~o0o~
Saat sungmin memasukki sebuah rumah yang masih sangat tradisional itu ia sedikit ragu. Ryeowook yang menyadari sungmin menghentikan langkah kaki segera menengok kebelakang. Tepat ke arah sungmin.
"Waeyo eonni?",tanya ryeowook sambil mengerutkan keningnya.
Sungmin menggeleng lemah."Gwaenchana..",ucap sungmin mengelabuhi ryeowook. Jujur saja kini perasaan sungmin benar-benar tidak enak. Entah kenapa ia begitu ingin memastikan bahwa kyuhyun itu baik-baik saja sekarang.
"Kajja, kita masuk eonni. Udara malam makin menusuk",ucap ryeowook sambil bergidik dan segera membuka knop pintu kayu itu.
"Hhh ~ semoga kamu baik-baik saja kyu..",lirih sungmin lalu ia dengan lemah melangkahkan kakinya memasukki rumah itu.
~o0o~
BRAKKKK
Dengan tidak santainya pintu itu dibanting oleh namja yang kini nafasnya memburu."Yak! Dimana letak sopan santunmu Cho Kyuhyun!",bentak seorang yeoja paruh baya yang cukup tersentak dengan aksi membanting pintu itu.
"Cukup eomma! Aku rasa tidak membutuhkan etika untuk bicara dengan orang seperti eomma!",bentak kyuhyun yang tak kalah tinggi.
"Ada apa denganmu eoh? Jaga sikapmu!",protes yeoja paruh baya itu.
"Eomma yang mengusir sungmin bukan ? Kenapa eomma tega?! Bukankah aku sudah menuruti keinginan eomma ?!",ucap kyuhyun tak santai sambil menatap eommanya dengan pandangan menusuk.
"Cih! Jaga ucapanmu Cho Kyuhyun! Ia pergi atas keinginannya sendiri!",ucapnya membela diri.
"Aku mengenal Lee Sungmin eomma! Aku tahu yeoja seperti apa dia! Dia tidak mungkin meninggalkan aku.. Aku yakin eomma dibalik semua ini! Sekarang cepat beritahu aku dimana dia?!",bentak kyuhyun lagi.
"Yak! Kamu pikir eomma rela membuang waktu eomma untuk bertemu dengan yeoja seperti itu?! Sudahlah kyu! Bukannya bagus jika hama itu pergi?!",ucap eomma kyuhyun dengan acuh.
"EOMMA! Lee sungmin bukanlah hama! Ia adalah satu-satunya calon istriku! Dia itu calon menantu eomma! Bukannya eomma akan menerima sungmin ketika aku memperoleh gelar bodoh itu?!",ucap kyuhyun lagi kian melirih.
"Satu-satunya yang akan menjadi menantu keluarga Cho adalah Seo Joo hyun! Eomma akan mempersiapkan pernikahan kalian. Apa kamu pikir eomma akan menerima menantu yang latar belakangnya saja tidak jelas eoh? Jangan bermimpi! Sekarang cepat keluar dari ruangan eomma!",ucap eomma kyuhyun angkuh.
Heechul memberi isyarat kepada beberapa pengawalnya untuk menggiring kyuhyun keluar dari ruangannya."Eomma! Jangan pernah bermimpi juga kalau aku akan menikahi yeoja pilihan eomma! Aku tidak akan pernah mau! Tidak akan pernah!",oceh kyuhyun ditengah berontakannya.
Kyuhyun kini berhasil dikeluarkan dari ruangan. Heechul mendudukan dirinya disofa empuknya. Tangannya memijit teratur pelipisnya. Kepalanya benar-benar pening sekarang.
Seorang pengawal bertubuh subur menghampiri heechul."Sajangnim, apa saya perlu mengikuti Tuan muda?",tanyanya.
"Ne, pastikan ia tidak melakukan hal-hal yang aneh.",ucap heechul melemah.
~o0o~
"Eomma! Aku pulang!",teriak ryeowook saat memasukki rumah. Sungmin hanya mengekori langkah kaki ryeowook saja.
"Dari mana saja kau hah? Tak tau apa kalau tadi eomma sedang memberesi rumah. Untung saja ada yesung yang membantu eomma",ucap yeoja paruh baya itu masih sibuk dengan peralatan dapur yang kini ia pegang.
"Yesung oppa ? Jinjja ? Tadi dia kesini ? Hmm.. Geunde eomma lihat dulu siapa yang bersamaku..",ucap ryeowook menggoda eommanya.
"Memangnya si-...",ucapan eommanya menggantung mana kala matanya menatap sungmin yang kini tengah memamerkan serentetan gigi rapinya."Aigoo! Sungminnie ? Jeongmal?",ucap eomma ryeowook antusias. Dengan cepat ia mematikan kompornya lalu berlari kecil menghampiri dua yeoja itu.
Dia menatap tak percaya sungmin yang kini dihadapannya lalu dengan posesif ia memeluk sungmin."Aigoo, kamu sudah besar yaa.. Kenapa baru sekarang kesini eumb ?",tanya eomma ryeowook lembut.
"Jwisunghamnida ahjumma..",ucap sungmin dengan nada melemah.
"Aigoo~ bahkan anakmu ada disini eomma! Kamu tidak mengganggapku eoh?",ucap ryeowook sebal sambil mengerucutkan bibirnya.
"Aishh bocah ini! Bukankah kamu sudah setiap hari bertemu eomma eoh? Masih saja cemburu dengan sungminnie",protes balik eomma ryeowook sambil melepaskan pelukannya pada sungmin dan hendak menjitak kepala ryeowook. Namun dengan cepat ryeowook mengumpat dibelakang sungmin.
"Lihat eonni! Beginilah perilaku eomma padaku.",adu ryeowook manja.
"Dasar anak ini, sangat menyebalkan~",oceh eommanya lagi.
"Hahaha.. Sudahlah kibum ahjumma ini sudah malam",ucap sungmin menengahi.
"Ahh ne, palli duduk dimeja makan. Ahjumma sudah menyiapkan makanan, kalian pasti belum makan bukan?",ucap kibum.
"Ahh! Eomma dapat nilai 100! Perutku memang sudah drama musical sejak tadi",ucap ryeowook.
Akhirnya sungmin dan ryeowook duduk berdampingan dimeja makan. Dan disusuk kibum yang duduk dihadapan mereka.
"Geunde sungminnie, kamu tidak membawa koper eoh?",tanya kibum.
Sungmin menggeleng lemah."Sungmin eonni boleh tinggal disini dengan kita kan eomma ?",ucap ryeowook.
Kibum mengangguk pasti,"tentu saja boleh.. Tapi bagaimana dengan kekasihmu itu sungminnie?",tanya kibum lagi yang membuat sungmin menghela nafasnya.
"Aku sudah berpisah dengan kyuhyun ahjumma. Jadi aku rasa aku sudah tidak berhak tinggal ditempat itu lagi.",jelas sungmin."Apa keberadaanku disini sangat merepotkan ?",tanya sungmin.
Kibum agak sedikit kaget mendengar penuturan sungmin. Mengingat kibum juga tahu betul bagaimana hubungan sungmin dan kyuhyun. Namun ia segera tersadar dari lamunannya."Aniya! Tentu saja tidak. Pintu rumah ini selalu terbuka untukmu sungminnie. Bukankah ahjumma sudah bilang saat dipemakaman orang tuamu. Bahkan kalau kamu ingin memanggilku atau mengganggapku sebagai eomma-mu juga tidak masalah",tutur kibum panjang lebar.
"Jinjja? Eo-...eomma?",tanya sungmin ragu-ragu.
Kibum dan ryeowook tersenyum kearah sungmin."Tentu saja tidak masalah eonni. Bukankah kita teman. Ani! Sekarang kita saudara. Aku rasa tidak buruk juga memiliki saudara seperti eonni",ucap ryeowook lalu memeluk sungmin.
"Aku rasa siwon juga tidak akan mempermasalahkan ini. Geunde... Kamu tau kan kalau kami ini bukanlah dari keluarga yang berkelebihan, eomma minta maaf kalau hanya ini yang bisa eomma sediakan untukmu dirumah ini",ucap kibum melirih.
"Omona! Bahkan saat ah-... Eomma menerimaku disini itu sudah lebih dari cukup.",ucap sungmin."Gomawoyo eomma, wookie-a",ucap sungmin kini tanpa ia sadari air mata mengalir begitu saja. Ia benar-benar bersyukur karena masih ada yang ingin menerimanya.
~o0o~
Kini kedua yeoja manis itu tengah tidur berdampingan. Sungmin masih betah menatap langit-langit kamar dengan hiasan glow in the dark yang kini terlihat seperti bintang ditengah kelamnya malam. Ryeowook yang melihat tingkah sungmin hanya bisa menghela nafas panjang.
"Eonni..",panggil ryeowook sambil menatap objek yang sedari tadi sungmin lihat. Namun sungmin malah menengok ke arah ryeowook."Apa yang membuatmu meninggalkan kyuhyun?",lanjutnya. Kini sungmin agak tersentak dengan pertanyaan ryeowook.
"Manhi apho wookie-a.. Aku sudah lelah dan satu-satunya jalan hanyalah berpisah dengannya",ucap sungmin lirih.
"Lelah? Lelah menunggunya kembali?",tanya ryeowook kini menatap sungmin. Sungmin menggeleng lemah."Aniya.. Aku belum bisa cerita padamu sekarang wookie-a.. Mian",ucap sungmin yang kian melemah dan ia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Gwaenchana eonni, jadi apa rencana eonni sekarang ?",tanya ryeowook lagi.
"Hh~ aku ingin memulai semua dari awal.. Besok aku akan mencari pekerjaan",ucap sungmin sambil mengukir senyum diwajahnya.
"Memulai semua dari awal? Itu berarti eonni harus benar-benar melupakan kyuhyun oppa.. Hmmm~ Pekerjaan ne?",ryeowook terlihat berpikir sejenak."Ahh! Ada sebuah perusahaan baru eonni disini! Itu cabang dari Seoul. Mungkin dengan eonni lulusan dari Inha University aku yakin eonni bisa diterima disana.",ucap ryeowook antusias.
"Jinjjayo? Ahh gomawo wookie-a! Aku sangat beruntung mempunyai teman bahkan saudara sepertimu.",ucap sungmin senang.
"Makanya eonni sering-sering kembali ke kampung halaman, hehehe. Cheonmaneyo eonni-a",ucap ryeowook."Sudah eonni, pasti hari ini eonni sangat lelah bukan? Lebih baik eonni istirahat",lanjut ryeowook.
'Apa aku bisa benar-benar melupakan kyuhyun?',batin sungmin sejenak.
~o0o~
Tok tok tok
"Silahkan masuk",ucap beribawa seorang namja sambil membolak-balik tumpukkan kertas yang ada dimejanya kini.
Ceklek
Seorang namja masuk terlebih dahulu kedalam ruangan itu."Ada yang ingin melamar pekerjaan sajangnim",ucap namja berkemeja itu sopan.
"Suruh dia masuk..",ucap namja yang masih saja fokus dengan kertas-kertas itu.
"Silahkan masuk agassi",ucap namja berkemeja itu mempersilahkan orang yang datang itu untuk masuk dan menemui 'boss'nya.
"Gamsahamnida..",ucapan lembut yang dapat membuat mata sipit itu membulat. Seketika hatinya berdegup kencang. Dengan cepat ia mengalihkan pandangannya kearah pintu yang baru saja tertutup itu. Dilihatnya sesosok yeoja yang mampu menariknya jatuh sangat dalam kedalam pesona yeoja itu. Yeoja itu semakin mendekat kearah namja sipit itu.
Yeoja itu membungkuk hormat,"jwisunghamnida sajangnim, jika kehadiran saya disini malah mengganggu pekerjaan anda. Tapi apakah masih ada lowongan kerja disini?",tanya yeoja itu sopan.
Seketika namja sipit itu tersadar dari lamunannya dan ia berdiri."Aniya, ini memang sudah menjadi tugasku merekrut karyawan baru. Tentu saja masih ada, silahkan duduk Lee sungmin-ssi",ucap namja sipit itu yang membuat yeoja bernama sungmin itu tersentak.
"Chogi, bagaimana anda bisa tahu nama saya ? Bahkan sejak tadi saya belum memperkenalkan diri?",sungmin menatap namja itu bingung.
Namja sipit bernama Henry Lau yang menyandang jabatan sebagai CEO dari Canada Corp itu menggaruk asal tengkuknya yang tak gatal itu.
"Perkenalkan namaku adalah Henry Lau. Apa kamu tidak merasa kita pernah bertemu sebelumnya?",tanya henry.
"Ye? Apa iya? Hmm,, saya baru saja sampai di Mokpo kemarin. Apa anda mengenal saya ?",tanya sungmin lagi.
"Tck! Ingat namja yang tak sengaja menabrakmu di stasiun kemarin?",ucap henry sebal. Sungmin terlihat berpikir sejenak. Tiba-tiba matanya membulat.
"Ahh! Geure! Anda namja yang tak sengaja menabrakku kemarin? Jwisunghamnida sajangnim saya benar-benar tidak peka",ucap sungmin menyesal sambil menundukkan kepalanya.
"hehehe, gwaenchana. Lagipula itu kan pertemuan pertama. Wajar kalau kamu tidak mengingatnya. Kamu kesini untuk melamar bukan? Apa kamu membawa CV ?",tanya henry yang direspon anggukkan pasti dari sungmin.
Henry terus memperhatikan gerak-gerik sungmin. Ia terus memperhatikan jari-jari sungmin. Mengingat di foto yang ia lihat didompet sungmin itu kedua insan itu memiliki cincin yang sama.
'Ia sudah tidak menggenakan cincin itu lagi, apa itu artinya mereka sudah berpisah?',batin henry ketika melihat jari-jari sungmin tidak menggunakan cincin apapun. Senyum henry mengembang.
"Ini sajangnim..",ucap sungmin yang kembali membuyarkan lamunan henry.
"Ahh ne~",jawab henry. Kini ia fokus meneliti isi surat-surat yang sungmin berikan kepadanya.
"Kamu lulusan Inha University dengan Schoolarship?",tanya henry yang direspon anggukan oleh sungmin.
"Sangat hebat! Baiklah kamu diterima, dan kamu akan menjadi Assistenku. Arra ?",ucap henry telak yang membuat sungmin terbelalak.
"Ye? Assisten? Apa anda serius sajangnim?",tanya sungmin memastikan.
"Tentu saja aku serius dan jangan panggil aku sajangnim. Kamu cukup panggil henry atau oppa saja.",ucap henry enteng.
"Ye? O-oppa? Tapi anda adalah atasan saya..",ucap sungmin membenarkan.
"Ne. Ini perintah. Bukankah kamu harus mematuhi perintah dari atasan?",ucap henry lagi kini menatap sungmin yang membuat sungmin menjadi kikuk.
"Ne.. Algeupseumnida sa-..",ucapan sungmin yang terhenti akibat gelengan kepala henry."Panggil aku oppa..",kini tatapan henry berubah sendu.
"Ne.. Henry o-..oppa",ucap sungmin ragu-ragu. Namun berhasil membuat henry memamerkan trademark smile-nya.
"Ahh iya aku hampir lupa.",ucap henry tiba-tiba. Ia membuka laci dan mengambil suatu benda mungil bewarna pink."Ini milikmu kan?",lanjutnya sambil menyodorkan benda itu.
Sungmin menatap ke arah benda yang disodorkan henry. Dengan perlahan ia mengambil benda itu."Ne.. Ini benar milikku",
"Dari situlah aku mengetahui namamu. Mian kalau aku lancang membuka isi dompetmu. Tapi aku tidak mengambil apapun dari sana",ucap henry jujur. Sungmin tersenyum,"ne, aku percaya".
"Baiklah, kamu bisa mulai bekerja besok.",ucap henry sambil berdiri. Sungmin pun ikut berdiri dan membungkukkan sekali badannya.
"Ne, gamsahamnida sa-... Henry oppa",ucapan sungmin kali ini berhasil membuat henry terkekh pelan."Saya permisi dulu..",pamit sungmin lalu membungkukkan lagi badannya barulah ia melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu.
Henry masih saja menatap pintu yang baru saja tertutup itu dengan senyum yang merekah."Tunggulah! Aku pastikan kamu akan jadi milikku. Salahkan saja pesonamu yang mampu membuatku begitu candu...",gumam henry bermonolog ria.
~o0o~
Brak
Entah sudah berapa kali telapak tangan kekar itu memukul telak kemudinya hanya sekedar untuk menyalurkan emosinya.
"Apa gunamu eoh?! Mencari sungmin saja tidak bisa! Cepat kerahkan seluruh anak buahmu untuk mencarinya!",teriakan itu lah yang menjadi penutup dari acara telepon tak santai itu.
"Ming~ neo eoddiseo?",ucapnya parau. Tanpa kyuhyun sadari kini air matanya mengalir begitu saja. Entah sudah berapa tempat dikota Seoul yang ia hampiri hanya untuk memastikan keberadaan yeojanya.
"Tak bisakah kamu menungguku sebentar lagi? Kenapa kamu tidak bisa bersabar eoh?! Aarrrggghhh!",geramnya. Jujur saja beberapa pengemudi serta orang yang berlalu lalang di jalan itu bergidik ngeri saat mobil sport kyuhyun melaju dihadapannya. Karena kecepatannya itu benar-benar diatas rata-rata.
~Flashback on~
"Kyu~",panggil sungmin sambil mendongakan kepalanya yang kini dalam pelukan kyuhyun. Kedua insan ini tengah berada diranjang dan bersiap menuju damainya alam mimpi. Kyuhyun masih saja senantiasa mengusap lembut rambut sungmin yang tergerai indah.
"Eumbb..",dehem kyuhyun menyahuti sungmin.
"Sampai kapan eommamu akan menolakku? Apa aku benar-benar tidak pantas untukmu eoh?",tanya sungmin sambil mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu yang masih terkesan manja.
Chu~
Dengan secepat kilat ia mencuri ciuman dari bibir sungmin."Berhentilah menakuti hal yang sama ming~ sudah kuucapkan berulang kali.. Yeoja yang pantas mendampingiku hanyalah yeoja yang kini berada dihadapanku. Apa jangan-jangan kamu berpikir untuk meninggalkanku eoh?",tebak kyuhyun.
Sungmin menggelengkan kepalanya,"tetapi bisa saja itu yang terbaik untuk kita..",ucap sungmin asal yang membuat kyuhyun kesal setengah mati.
Pletak
Dengan perlahan tapi pasti sakit ia menyentil kening sungmin."Aku harus membuang pikiranmu tentang itu jauh-jauh dari kepalamu. Berani kamu melakukan itu berarti kamu berani siap masuk penjara!",ucap kyuhyun telak yang membuat sungmin menghentikan mengusap keningnya yang baru saja disentil kyuhyun.
"Mwoya? Kenapa harus masuk penjara?",sungmin sangat terlihat bingung dengan pernyataan kyuhyun.
"Ne, karena kamu telah melakukan pembunuhan",ucap kyuhyun lagi.
"Ye?!",sungmin semakin dibuat bingung dengan ucapan-ucapan yang terlontar dari bibir kyuhyun.
Namun kyuhyun tersenyum sendu dan mengusap kembali rambut sungmin."Kalau kamu meninggalkanku sama saja kamu membawa pergi jiwaku. Dan kamu tau bukan kalau raga tanpa jiwa itu sama saja dengan mati. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu ming~",ucap kyuhyun lirih yang justru malah membuat sungmin berdecih santai.
"Sebelum kamu bertemu denganku, kamu masih bisa hidup kyu~ jangan berlebihan",ucap sungmin santai. Namun kyuhyun menggelengkan kepalanya lemah.
"Saat kita bertemu pertama kali, saat itulah kamu berubah menjadi oksigenku, bagaimana bisa seseorang hidup tanpa oksigen eumb?",ucap kyuhyun yang kini sukses membuat sungmin merona.
~Flashback off~
"Saat kamu meninggalkanku ming, saat itulah jiwaku pergi dan aku akan...",ucapan kyuhyun menggantung seiring dengan tatapan kosongnya.
Disisi lain...
"Awwww...",sungmin meringis saat kepingan kaleng tajam saat sungmin membuka minuman kaleng itu menyayat permukaan kulit telunjuknya. Hingga liquid merah kini keluar begitu saja. Sungmin mengerutkan dahinya bingung. Jarinya yang kini berdarah, namun hatinya yang terasa begitu sesak dan sakit.
"Kyu~...",gumamnya.
Te to the Be to the Ce is TeBeCe ^o^
Mind to RnR ? ^^
