Previous chapter

"Oppa, mau kah Kau membantuku? Aku ingin kembali pada Kyuhyun oppa. Aku ingin memperbaiki hubungan dengannya"

Sungmin berpikir keras. Haruskah ia membantu Yoona agar bisa kembali bersama Kyuhyun. Tapi bagaimana jika Kyuhyun tahu Sungmin ikut campur dalam masalah pribadinya, pemuda itu pasti akan sangat membenci Sungmin.

"Oppa, aku mohon"

Melihat Yoona memohon seperti itu tentu saja hati Sungmin tidak tega. Dan akhirnya pemuda manis itu mengangguk setuju.

'Aku sudah berjanji akan selalu melindungimu. Aku akan melakukan apapun agar Kau bisa tersenyum bahagia. Karena aku sangat menyayangimu, Yoona' ucap Sungmin dalam hati.


#4

Disaat semua orang di tempat itu terlelap, Kyuhyun mengendap keluar dengan sangat hati-hati. Sedikit saja suara yang ia timbulkan akan berakibat fatal. Bukannya Kyuhyun takut pada orang-orang itu, hanya saja ia tidak ingin ada yang melihatnya berkeliaran tanpa izin. Ya, setidaknya Kyuhyun masih ingat dengan peraturan yang sekarang sedang dilanggarnya.

"Ini gila. Aish dia itu benar-benar.."

Kyuhyun tetap bersikap waspada dan hati-hati. Kepalanya sesekali menoleh ke belakang, memastikan tidak ada yang mengikutinya. Bahkan jika ia menemui persimpangan di koridor, ia akan menoleh ke kiri dan kanannya. Ia tidak ingin ketahuan. Dalam hal ini otak jenius bukanlah satu-satunya, yang lebih penting adalah kesigapan.

Cklek. Ia memutar kenop pintu dari salah satu ruangan di sana. Hanya sedikit. Kyuhyun tidak berniat untuk masuk. Ia hanya menyembulkan kepalanya, dan melihat seperti apa kondisi di dalam.

Ruangan yang tidak terlalu luas itu hanya mendapat penerangan dari lampu kecil yang ditempatkan pada sebuah meja kayu di sisi kiri ranjang. Cahaya berwarna oranye dari lampu yang tidak terlalu terang itu cukup untuk membuat segala sesuatu di sekitarnya seakan berubah warna menjadi oranye pula. Begitu pun dengan dua orang yang tengah tertidur itu.

Kyuhyun memicingkan mata, menajamkan penglihatannya. Ia melihat gadis itu tidur dengan tenang di atas ranjang besi ruang kesehatan. Di sampingnya, ah tidak, di sisi kanan ranjang tampak seorang pemuda tengah duduk dengan posisi membelakanginya. Sepertinya pemuda itu juga ikut tertidur, kepalanya terlihat nyaman di tepi ranjang.

Gadis itu, pemuda itu, Kyuhyun yakin mereka Yoona dan Sungmin. Sisi lain di dalam dirinya sekarang menjerit. Sisi lain di balik sikap angkuhnya harus menahan sakit. Mereka terlalu dekat. Kedua orang itu, Yoona dan Sungmin terlalu dekat. Hubungan seperti apa yang mereka miliki. Harusnya tidak seperti ini, dan harusnya Kyuhyun tahu kesalahan yang ia perbuat.

Kyuhyun menarik diri. Menutup kembali pintu itu secara perlahan. Dihembuskannya napas berulang kali untuk menetralkan gemuruh di hatinya. Dan saat ia berbalik, tubuh Donghae sudah menanti di depannya.

"Astaga, Kau mengagetkanku"

Kyuhyun memegangi dadanya, kakinya berjingkat karena terkejut.

"Hey, bocah. Keluyuran tengah malam seperti ini, apa yang Kau lakukan?"

"Itu.. Aku hanya.."

Oh ayolah, apa seorang Cho Kyuhyun sudah kehilangan nyali. Tidak biasanya lidah tajamnya itu sulit berkata-kata.

"Sudahlah, aku tahu Kau melihat mereka. Sungmin dan Yoona"

Donghae tersenyum penuh kemenangan. Yakin jika ucapannya itu benar.

"Kalau Kau memang menyayanginya. Jaga dia dengan baik" lanjut Donghae.

"Apa maksudmu?"

"Aku yakin otak jeniusmu itu sangat mengerti apa yang aku maksud. Kita sama, Cho Kyuhyun"

Donghae benar. Kyuhyun memang mengerti maksud perkataan pemuda itu, hanya saja ia sedikit ragu.

"Jadi, Kau juga.."

Donghae mengangguk, meskipun Kyuhyun masih menggantungkan kalimatnya. Keduanya sama-sama menarik napas dalam, kemudian menghembuskannya.

"Sebaiknya Kau segera kembali dan tidur. Kalau sampai ketahuan menyelinap keluar lagi, Kau tidak akan ku lepaskan" ancam Donghae.

Kyuhyun mendengus. Ia pikir pemuda itu sudah bisa berdamai dengannya. Tapi ternyata tidak ada yang berubah, tetap menjengkelkan. Terpaksa ia menurut.

Sebelum pergi, Kyuhyun kembali memandangi pintu itu. Rasanya tidak rela membiarkan dua orang itu tetap berada di dalam sana.

.

.

Kyuhyun menggeliat. Sinar matahari yang menerobos masuk melalui ventilasi menyentuh kulit putihnya. Hangat, namun bagi Kyuhyun itu sangat mengganggu tidurnya. Perlahan ia membuka mata, mengerjap, mulai beradaptasi dengan cahaya di dalam ruangan.

Kyuhyun melirik tempat kosong di sampingnya. Ternyata pemuda manis itu belum kembali. Mungkin masih bersama gadis itu.

"Kau baru bangun, eoh?"

Baru saja Kyuhyun memikirkannya, pemuda manis itu sudah berada di dekatnya.

"Hmm" Kyuhyun hanya berdeham.

"Sebaiknya Kau segera membersihkan diri dan bersiap. Donghae hyung bilang kita akan pergi ke suatu tempat"

"Aku malas"

Sungmin berkacak pinggang, melihat Kyuhyun tetap tidak mau beranjak dari tempat tidurnya.

"Segera menyingkir dari sana, Cho Kyuhyun! Jika tidak.."

"Jika tidak? Apa yang akan Kau lakukan?"

Tanpa aba-aba, Sungmin menarik kedua tangan Kyuhyun. Membuat tubuh pemuda itu berdiri dengan sekali hentakan. Kyuhyun terkejut. Ia tidak menyangka pemuda manis itu ternyata memiliki tenaga yang luar biasa. Bukan itu saja, ada hal lain yang lebih membuatnya terkejut sampai ia tidak bisa mengedipkan mata dan sulit bernapas. Kini ia bisa melihat wajah Sungmin dari jarak yang sangat dekat. Pipi mulus yang seringkali menggembung ketika kesal, serta bersemu merah ketika malu. Mata foxy yang seakan menarik siapa saja yang melihatnya. Bibir yang selalu tersenyum menyenangkan. Semua itu hanya berjarak beberapa inci dari wajah Kyuhyun.

"A-aku akan ke kamar mandi"

Kyuhyun segera mengambil langkah panjang meninggalkan pemuda manis yang diam mematung. Selagi ia masih bisa mengendalikan diri. Selagi semuanya masih terlihat wajar dan baik-baik saja.

Kejadian yang tidak sampai satu menit itu ternyata membuat sesuatu dalam diri Sungmin mulai bekerja. Menjalari setiap bagian tubuhnya. Seperti sengatan listrik yang halus. Memacu detak jantungnya menjadi lebih cepat dari biasanya.

"Apa yang terjadi padaku"

Sungmin menggerakan sebelah tangannya, menyentuh dada bidangnya. Ada perasaan aneh yang datang tiba-tiba. Hangat dan menggelitik. Sungmin tersenyum entah karena apa. Yang jelas ia hanya ingin tersenyum saja.

Sungmin membereskan kasur lipat miliknya dan juga Kyuhyun, kemudian menyimpannya kembali. Pandangannya kini beralih pada jendela kaca yang setengah terbuka. Semilir angin yang masuk menggerak-gerakan anak rambutnya. Sungmin mendekat ke arah jendela. Dari benda berbentuk persegi panjang itu ia bisa melihat kebun apel yang kemarin ia dan siswa lainnya kunjungi.

"Indah kan?"

Sungmin menoleh dan mendapati Kyuhyun telah berada di sampingnya, ikut melihat pemandangan di luar jendela. Rupanya pemuda itu baru selesai mandi. Harum sabun masih jelas tercium dari tubuhnya. Rambutnya yang kecoklatan juga masih menyisakan titik-titik air, belum kering sepenuhnya.

Sungmin tersenyum. Hey, sejak kapan Sungmin jadi sering tersenyum seperti ini. Bahkan sepertinya ia lebih memperhatikan Kyuhyun dengan detail.

"Terkadang, melihat sesuatu dari sisi yang berbeda akan jauh lebih indah"

"Sangat tampan" celetuk Sungmin.

Kyuhyun mengernyitkan dahi. Bicara apa pemuda manis itu. Sangat aneh menurutnya.

"Tampan?"

"Eh, uhm itu kebun apel sangat tampan jika di lihat dari sini. Iya benar sangat tampan" celoteh Sungmin sekenanya.

"Bodoh"

Sungmin tertegun. Kyuhyun mengatainya 'bodoh' lagi. Namun kali ini terdengar sangat lembut. Sungmin mendongakan sedikit kepalanya, menatap Kyuhyun. Pemuda itu tersenyum, kemudian mengacak rambut Sungmin.

.

.

"Hobak!"

Donghae melambaikan tangannya ke arah Sungmin yang sedang bejalan beriringan dengan Kyuhyun.

"Donghae hyung"

Sungmin terlihat senang saat melihat Donghae. Namun tidak dengan Kyuhyun. Pemuda itu malah menunjukan wajah masamnya.

"Ayo cepat kalian semua berkumpul"

Setelah mendengar perintah dari Donghae, semua siswa segera berkumpul dan berbaris dengan rapi. Donghae dan Jessica yang bertugas sebagai pendamping berdiri di depan memberi penjelasan mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini.

"Kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Dan kalian harus saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang akan kami berikan"

Belum selesai Donghae menjelaskan, sudah mulai terdengar bisik-bisik dan komentar dari para siswa.

"Apa kami boleh memilih sendiri kelompoknya?" salah seorang siswa memberanikan diri untuk bertanya.

"Ne, tentu saja kalian bebas memilih. Ingat, setiap kelompok terdiri dari empat anggota. Dan dalam satu kelompok minimal harus ada satu namja"

Mendengar penuturan Donghae, ada siswa yang bersorak senang. Ada juga yang langsung sibuk mencari anggota kelompok. Mereka terlihat sangat antusias.

"Tugas kalian hanya mengumpulkan bendera sesuai dengan warna masing-masing kelompok. Dan kalian juga harus menemukan satu pita kuning yang sudah kami ikat di salah satu pohon yang ada di hutan" giliran Jessica yang menjelaskan.

Semuanya mengangguk paham.

"Aku ingin satu kelompok dengan Kyuhyun oppa" ucap Yoona yang sudah menggamit lengan Kyuhyun dengan manja.

"Kau cari yang lain saja" Kyuhyun berusaha menepis tangan gadis itu.

"Yoona, Kau bisa satu kelompok denganku" tawar Sungmin dengan senyum ramah.

"Andwae!" teriak Kyuhyun dan Donghae bersamaan.

"Kalian ini kenapa?" tanya Sungmin yang bingung melihat sikap dua pemuda yang biasanya tidak pernah akur itu.

"Lee Sungmin, Kau harus satu kelompok denganku" tukas Kyuhyun disambut anggukan setuju dari Donghae.

"Tapi Yoona masih bisa ikut kan? Bukankah Donghae hyung bilang empat orang dalam satu kelompok?"

"Ne, tapi.."

"Sudahlah Cho Kyuhyun, aku akan tetap satu kelompok dengan Yoona. Terserah Kau ikut atau tidak"

Keputusan Sungmin untuk bersama Yoona sepertinya sudah final. Kyuhyun tidak punya pilihan lagi selain mengikuti kemauan pemuda manis itu. Meskipun hal itu melukai harga dirinya.

"Bodoh"

Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal. Lagi. Hari ini sudah dua kali Sungmin mendengar Kyuhyun mengatainya bodoh. Apakah itu kata favoritnya. Hobi sekali pemuda itu menyebut kata 'bodoh' di depan Sungmin.

Ya, mungkin Sungmin memang bodoh karena menganggap Kyuhyun telah berubah baik hanya karena sikap manis yang pemuda itu tunjukan saat mereka berdua melihat kebun apel dari jendela. Tapi nyatanya sekarang pemuda itu kembali ke sifatnya semula, menyebalkan.

.

.

"Menyatu dengan alam, eoh? Aku rasa Donghae ingin kita jadi manusia hutan"

Sejak tadi Kyuhyun terus saja mengomel dan mengeluh. Tangannya terlipat di depan dada. Kakinya tidak henti-hentinya menendang apa saja di jalan yang ia lewati.

Sungmin yang berjalan paling belakang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan Kyuhyun.

"Ya! Cho Kyuhyun, apa Kau tidak malu dengan mereka? Kau ini namja, berhenti mengeluh"

Kyuhyun menoleh ke belakang. Benar kata Sungmin, tidak seharusnya ia mengeluh di hadapan dua gadis itu.

"Gwaenchana?" tanya Sungmin saat melihat Yoona tiba-tiba berjongkok.

Semua pandangan tertuju pada gadis itu, tanpa terkecuali Kyuhyun yang sebenarnya tidak terlalu peduli.

"Bisakah kita istirahat sebentar?"

"Sepertinya tidak ada salahnya jika kita beristirahat, kita sudah berjalan cukup jauh"

Victoria. Gadis yang juga anggota kelompok mereka mengangguk setuju dengan ucapan Sungmin. lagipula ia juga sudah merasa lelah.

"Sungmin oppa" lirih Yoona.

Gadis itu seperti memberikan isyarat pada Sungmin. Dan dengan cepat pemuda manis itu mengerti apa yang Yoona maksud.

"Cho Kyuhyun, bisakah Kau menjaga Yoona sebentar. Kondisinya masih belum begitu baik. Aku ingin pergi memotret di sekitar sini"

Sebenarnya Sungmin ragu untuk mengatakannya. Tapi mungkin ini saat yang tepat untuk lebih mendekatkan Kyuhyun dengan Yoona. Bagaimanapun juga ia sudah berjanji akan membantu gadis itu.

"Mwo?"

Seperti yang Sungmin perkirakan sebelumnya. Kyuhyun tidak mungkin menerima begitu saja. Terlihat raut wajah tidak suka yang Kyuhyun tunjukan.

"Ayolah, hanya sebentar. Aku tidak mau terjadi sesuatu lagi pada Yoona" Sungmin menangkupkan kedua tangannya sembari memohon.

"Tapi..."

Percuma saja Kyuhyun protes, karena Sungmin sudah terlebih dahulu menghindar dan pergi menjauh.

"Kyuhyun oppa" panggil Yoona.

Gadis itu berusaha terlihat manis di hadapan Kyuhyun. Namun hal itu malah semakin membuat Kyuhyun kesal dan muak.

"Aku tidak suka Kau berada di sekitarku" ketus Kyuhyun.

"Wae? Bukankah Sungmin oppa meminta agar Kyuhyun oppa menjagaku?"

"Apa aku mengatakan mau melakukan itu? tidak kan?"

Kata-kata Kyuhyun membuat Yoona kesal.

"Kenapa Kau memperlakukanku seperti ini, hah?!"

"Aish, Kau membuatku muak! Berhenti bersikap sok polos!"

Bentakan Kyuhyun yang sangat keras membuat Yoona dan Victoria terkejut. Tangan Yoona tergenggam kuat. Menahan amarah yang sudah siap meledak.

"Apa karena dia?"

"Bukan urusanmu"

Daripada meneruskan berdebatan yang tidak penting itu, Kyuhyun memilih duduk bersandar pada pohon besar di dekatnya dan memainkan gamenya.

Yoona menghentakan kakinya dengan penuh rasa kesal, kemudian beranjak pergi. Sementara itu, Victoria yang masih bingung dengan kejadian yang ia lihat hanya bisa diam tanpa berbuat apa-apa.

.

.

Sungmin asyik melihat hasil foto dalam kamera digitalnya. Hingga tanpa sadar tubuhnya tiba-tiba terhuyung dan tergelincir. Tubuhnya terguling.

"Sungmin oppa!"

Kyuhyun terkejut saat mendengar suara teriakan Yoona yang menyebut nama Sungmin. Ia segera mematikan gamenya dan berlari menghampiri gadis itu.

"Apa yang terjadi? Di mana Sungmin?"

Yoona tidak langsung menjawab, tubuhnya terlihat bergetar. Lelehan air mata membasahi pipinya. Kyuhyun semakin panik, perasaannya semakin tidak tenang.

"Sungmin oppa.. dia jatuh ke sana"

Kyuhyun mengikuti arah telunjuk Yoona. Ia tercekat, melihat tubuh Sungmin yang terbaring di tanah. Bagaimana bisa pemuda manis itu jatuh di lembah seperti ini. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun segera turun meghampiri tubuh Sungmin. Untung saja lembah itu tidak terlalu curam, sehingga Kyuhyun masih bisa menahan tubuhnya agar tidak ikut tergelincir.

"Lee Sungmin"

Kyuhyun meraih tubuh Sungmin yang sudah tidak sadarkan diri. Darah segar mengalir dari kepala pemuda manis itu.

"Lee Sungmin, sadarlah"

Sungmin tidak memberikan respon apapun. Tubuhnya terkulai tidak berdaya. Hal itu membuat Kyuhyun frustasi dan kalut.

"Cepat cari bantuan! Hubungi siapa saja!" teriak Kyuhyun pada dua gadis yang berada di atas.

Yang ada di pikiran Kyuhyun saat ini adalah bagaimana cara mereka keluar dari tempat itu. Ia sangat mengkhawatirkan keselamatan Sungmin.

Kyuhyun bisa merasakan denyut nadi Sungmin yang semakin lemah. Darah yang keluar pun semakin banyak.

"Harusnya aku sadar ini akan terjadi, maafkan aku"

Kyuhyun merasa dadanya semakin sesak. Ia takut terjadi hal yang buruk pada Sungmin. Ia tidak mungkin memaafkan dirinya sendiri jika sampai hal itu benar-benar terjadi.

.

.

To Be Continued

Thanks to readers and all guest ^^

Special thanks to :

hyomi-chan, maria8, bunnykyu, sitapumpkinelf, Joyer Cloudsomnia, pumpkinsparkyumin, Zen Liu, Cho Na Na, KyuMinWine1307, HachiBabyMinnie, 1307, zi'Pumpkins, KyoKMS26, Zahra Amelia, Paijem, winecouple, Guest, zaAra evilkyu, Jirania, , Cho Miku, fariny.

Q-Side :

-Apa hubungan Sungmin sama Yoona?-

Next time dijelasin ya chingu ^^

-Apa Sungmin bakalan bantu Yoona buat balikan sama Kyu?-

Pasti. Kan Ming udah janji ^^

-Kyu ngga tau kalo Yoona sakit?-

Kyu ngga tau chingu ^^

-Yoona bener-bener mantan Kyu?-

Coba minta penjelasan sama Kyu/? ^^

-Sungmin suka Yoona kah?-

Lebih dari itu ^^

-Sunny ngga bakal muncul lagi kan?-

Entahlah chingu, sesuaikan dengan kebutuhan/? ^^

Jeongmal mianhae updatenya kelamaan karna author baru sembuh, mian juga kalau chapter ini mengecewakan T^T

Sorry for typo(s). Don't forget to give your review. Gamsahamnida /bow/