Chapter 4

Selama sebulan penuh Naruko dan Sasuke terus berlatih bersama Bunshin milik Naruto dan Naruto yang asli mulai bergerak, walau dia kepala Jounin Konoha, tapi dia meminta ijin kepada Minato untuk lebih sering melakukan misi keluar untuk mencari identitas asli pria bertopeng yang mengontrol Kyuubi. Naruto, bersama Rin dan Kakashi menuju Kirigakure untuk menjadi Rin sebagai Host dari Sanbi, walau awalnya Kakashi menolaknya karena itu sama saja dia gagal menghentikan ninja Kiri yang ingin menculik Rin.

"Tenang dulu Kakashi, aku melakukan ini dengan persiapan bahkan aku sudah berbicara dengan Sanbi bahwa dia setuju." Kata Naruto yang memimpin misi ini

"Kalau begitu kenapa tidak Sanbi yang ada didalam dirimu Naruto." Kata Kakashi

"Jika Bijuu yang sudah masuk ke dalam diri seseorang dan bijuu itu ambil, otomatis orang itu akan meninggal." Kata Naruto

Tidak lama mereka bertiga sampai ditempat Sanbi. Naruto, Rin dan Kakashi langsung membuat formasi. Naruto langsung menggunakan mata Sharingannya untuk memanggil Sanbi keluar, Kakashi dan Rin yang baru pertama kali melihat bijuu cukup terkejut, selain karena ukurannya yang melebihi Gunung, mereka juga merasakan chakra yang luar biasa

'Jadi ini Bijuu ekor tiga.' Kata Kakashi dalam hatinya

"Akan ku perlihatkan pertarungan melawan monster ini tanpa harus susah payah." Kata Naruto

Sanbi yang berusaha berontak dari Sharingan Naruto langsung menembakkan Bola Air dengan tekanan Tinggi, sayangnya yang diserang Sanbi hanya bunshin.

"Kau tidak bisa melawan digenjutsu milikku Isobu." Kata naruto memanggil nama asli Sanbi

"Jika kau menuruti kata-kata ku. Aku tidak akan membunuhmu." Kata Naruto lagi

Naruto pun mengalirkan chakra Sanbi miliknya ke Sanbi tersebut, Sanbi pun langsung tertidur dengan itu, Naruto dengan cepat memanggil empat bunshin dan menggunakan fuin jutsu. Sanbi pun ditransfer ke tubuh Rin, Naruto selamat dari jutsu tersebut, kara selain Darah Uzumaki didalamnya, Naruto memiliki tujuh bijuu didalam tubuhnya yang terus menyalurkan chakra ke tubuh Naruto

Sedangkan Rin yang dijadikan wadah, langsung pingsan. Sebelum Rin jatuh menyentuh tanah. Kakashi dengan sigap mengkap Rin. Naruto dan timnya kembali ke Konoha, sayangnya tanpa mereka tahu, para Akatsuki juga mulai bergerak atas perintah Tobi/Obito yang saat itu memakai nama Madara.

Saat perjalanan, Naruto melihat bayangan dirinya dari di negeri salju, sampai saat dia dipenjara api. Naruto yang berhenti mendadak membuat Kakashi yang didepannya ikut berhenti.

"Ada apa Naruto-san?" tanya Kakashi

"Tidak ada apa-apa kok." Kata Naruto, sambil membuat hampir lima puluh bunshin dan disuruh menyebar.

Kakashi yang melihat hal itu sedikit bingung karena jika tidak apa-apa kenapa Naruto membuat banyak bunshin, apa ini berkaitan dengan zamannya. Naruto pun yang mulai bergerak lagi menuju Konoha yang diikuti Kakashi sambil menggendong Rin dipunggungnya.

Sesampainya diKonoha, Rin langsung dibawa Naruto ke rumah sakit Konoha danKakashi memberikan laporan pada Yondaime. Didalam Rumah Sakit Naruto masuk ke alam bawah sadarnya

Mindscape Naruto

"Hei Gaki mau sejauh mana kau mengubah masa depan. Kau telah terlalu jauh. Pertama menghentikan Kakashi membunuh Rin, Kedua menghentikan Minato, ketiga menyuruh Jiraiya mencari Tsunade, Keempat memasukkan Sanbi ke tubuh Rin dan sekarang kau mengirim para bunshin untuk mencari mereka dan menyelamatkannya. (Baca Naruto the movie 1 sampai 5)" kata Kyuubi

"Kau ini terlalu banyak bicara Kurama." Balas Naruto

"Tapi kau harus siap menghadapi hal terburuk Naruto-kun. Jika kau melakukan suatu hal pasti akan ada resikonya dimasa depan." Kali ini Nibi angkat bicara

"Kalian semua jangan kawatir, kali ini aku akan berhasil. Lagipula aku tidak sendiri, aku memiliki kalian semua." Kata Naruto

Mindscape Naruto off

Naruto yang telah kembali dari alam bawah sadarnya melihat Rin mulai membuka matanya.

"Kau sudah sadar rupanya Rin." Kata Naruto sambil tersenyum

"Maaf ya merepotkan mu, Kakashi kemana?" kata Rin

"Dia sedang memberikan laporan kepada Yondaime." Jawab Naruto

"Oh iya Naruto apa kau sibuk?" tanya Rin

"Tidak, memang kenapa?" balas Naruto

"Selama kita jadian, kita belum pernah kencan. Jadi saat aku keluar rumah sakit, aku ingin kita kencan bisakan Naruto-kun." Jelas Rin

"Baiklah kalau begitu, aku pamit ya. Mau melihat anak didiknya Kakashi, Guy, Kurenai dan Asuma." Kata Naruto sambil pamit ke Rin

Naruto pun membuat bunshin untuk mengawasi latihan mereka, Naruto entah senang atau sedih. Disatu sisi dia melihat Konoha yang begitu damai. Bahkan misi-misi untuk para ninja Konoha semakin banyak dan disatu sisi Naruto sedih karena dia tidak tahu keadaan teman-temannya dan para aliansi begitu juga kelima kage dizamannnya. Apakah Kaguya sudah menciptakan dunia baru, atau teman-temannya bersama aliansi dan kelima kage berhasil menyelamatkan dunia tersebut. Naruto pun pergi ke kantor Hokage untuk membiacarakan soal pembuatan aliansi dengan keempat desa lainnya

"Ojii-san, ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Kata Naruto

"Naruto kan sudah saya bilang jangan lewat jendela ketika masuk dan keluar ruangan." Balas Yondaime

"Hehehehe...maaf..maaf" balas Naruto

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan ku." Jawab Yondaime

"Begini, saya ingin anda mengadakan pertemuan para kage dan membuat Aliansi dengan bertujuan melindungi para Jinchuriiki dari anggota yang diberi nama akatsuki. Tujuan dari kelompok itu menangkap semua bijuu dan menghancurkan lima negara besar, termasuk negara api dan Konoha." Kata Naruto

"Baiklah nanti saya akan bicarakan dengan yondaime Kazekage dan para kage lainnya." Balas Yondaime

"terimaaksih banyak atas pengertian anda." Kata Naruto

"Oh iya saya ingin kau menjadi pengawal saya bersama dengan Fugaku, saat ujian chunin." Kata Yondaime

"Baik saya akan mengirim bunshin saya, itu karena saya sudah janji dengan Rin untuk berkencan dengannya." Kata Naruto sambil mengusap leher belakangnya, Minato yang mendengarnya hanya tersenyum

"Baiklah kalau begitu,mohon kerja samanya, calon Hokage kelima." Kata Minato.

Mendengar hal itu Naruto terkejut, dikarenakan sebelumnya Hokage ketiga memintanya menjdai hokage keempat dan sekarang Hokage keempat memintanya menjadi Hokage kelima

"Apa ada yang salah Naruto." Kata Minato

"Saya rasa, saya tidak bisa menerima posisi Hokage." Jawab Naruto

"Apa karena kau dari dimensi lain, kalau soal itu tidak masalah. Lagipula yang sekarang menjadi Hokage adalah kau Naruto bukan saya. Kau memiliki kekuatan yang spesial yang tidak dimiliki yang lain. Harusnya kau bangga." Kata Minato.

"Baik untuk posisi Hokage akan saya pikirkan." Balas Naruto

Naruto pun menemui para bunshinnya dan menghilangkannya, tapi kenapa yang lima puluh bunshin itu belum kembali dan tidak juga kembali ke ingatannya.

Naruto pun yang sedang duduk diatas patung Hokage pertama langsung mengaktifkan mode sanninnya untuk mengawasi Konoha, dan saat itu Naruto sedikit tersenyum karena Tsunade telah kembali bersama Jiraiya.

Ujian Chunnin pun berlangsung

Pertandingan pertama Naruko melawan Temari

Sebelumnya Naruto melihat daftar pertandingan yang diberikan Naruko kepada bunshinnya (Pertandingan pertama Naruko melawan Temari) (Pertandingan kedua Shikamaru malawan Shino) (pertandingan ke tiga Neji melawan Gaara) (pertandingan keempat Sasuke melawan Kankuro). Bunshin Narutomelihat hal ini sedikit berbeda dengan ujian chunin didunianya.

Balik ke pertandingan.

Disingsana Kazekage dan kedua pengawalnya juga Hokage dengan Fugaku dan bunshin Naruto mulai mengawasi jalannya pertandingan, sementara Naruto yang asli sedang berkencan dengan Rin.

Naruko yang sedikit kesulitan dengan kipas yang dibawa oleh Temari berusaha fokus, untuk mencari cara. Sebelumnya Naruko diberi tahu Naruto jika elemennya sama dengan musuh siapa yang berhasil melukai lawannya pertama kali dia yang menang.

Naruko pun membuat dua bunshin untuk menyerang Temari, walau kecerdasan Naruko ada diatas Naruto, tapi soal chakra Naruko berada dibawah Naruto.

Temari pun dengan sigap melepaskan jurus Kamaitachi miliknya dan membuat bunshin Naruto terlempar dan menghilang menjadi kumpulan asap.

"Ada apa? Apa hanya segitu kemampuan mu." Kata Temari

"Jangan menganggap remeh lawanmu Temari-san, aku akan membuat dirimu kalah." Balas Naruko yang menyerang Temari dari atas

Sayangnya serangan itu menjadi sasaran mudah bagi Temari dan sekali lagi Temari menggunakan Kamaitachi miliknya dan mengenai Naruko dan itu hanya bunshin. Melihat hal itu Temari cukup terkejut.

"Kau itu mudah ditipu ya Temari-san." Kata Naruko yang sudah siap dengan rasengan miliknya.

Minato yang melihat hal itu cukup terkejut, karena selama ini dia tidak pernah menggunakannya dalam misi dan hanya menggunakan bunshin miliknya itu laporan dari Kakashi.

Gaara dan Sasuke pun melihat hal itu juga terkejut, karena bagaimana pun itu jurus level A, yang hanya bisa dikuasai oleh tingkat Jounin keatas.

Naruko pun langsung menyerang dengan Rasengan kearah Temari dan Temari pun memablas menggunakan jurus kamaitachi miliknya, dan rupanya itu hanya bunshin. Temari pun emosi karena merasa dipermainkan oleh Naruko. Tapi pennonton dan para petinggi sangat kagum melihat pertandingan ini.

"Ninja itu selain harus kuat dalam jutsu juga harus cerdas dalam bersembunyi." Kata Naruko yang muncul dari tanah dan menendang dagu Temari menggunakan dengkulnya.

"Rasakan ini Uzumaki rendan." Kata Naruko, berbeda dengan Uzumaki rendan milik Naruto yang menggunakan bunshin. Kalau Naruko cukup sendiri. Dengan cara terus menerus menendang dagu Temari dan diakhiri dengan tendangan kebawah dengan tumit Naruko dan membuat temari jatuh ketanah dan membuat kawah yang cukup besar. Naruko pun lanjut kebabak berikutnya.

"Seperti yang sudah diduga, kalau Naruko yang lolos, benarkan Naruto." Kata Rin yang sedang memakan dango.

"Benar, kalau tidak salah pertandingan berikutnya Shikamaru dan Shino." Kata Naruto yang meminum tehnya

"Sepertinya pertandingan ini adalah pertandingan adu cerdas ya." Kata Rin

"Sepertinya begitu." Jawab Naruto

Kembali ke pertandingan Shikamaru dan Shino.

'Ck merepotkan, Shino memang hebat dari tadi dia dapat menghindari jutsu pengikat bayangan milikku.' Kata Shikamaru dalam hati

'Dia mungkin lawan terberat yang pernah aku hadapi, selain jutsunya merepotkan dia juga cerdas.' Kata Shino

Shino dan Shikamaru saling menyerang dan bertahan dengan jutsunya amsing-masing. Shikamaru yang melihat celah dalam pertahanan Shino langsung menerjang Shino dengan jurus pengikat bayangannya dan itu hanya bunshin serangga milik Shino, rupanya Shino telah ada diatas Shikamaru dan langusng menyrang Shikamaru dengan serangga miliknya dan kali ini Shikamru yang dapat menghindar.

Shikamaru pun langsung menggunakan jurusnya lagi dan kali ini dia membuatShino lebih waspada sayangnya itu yang diincar Shikamaru, saat Shino masuk kekawah bekas Temari Shikamaru langsung mengikatnya menggunakan jutsunya.

Shikamaru yang telah berhasil langsung menyerang Shino menggunakan kunai dan shuriken. Pertandingan pun dimenangkan oleh Shikamaru

Pertandingan ketiga, saat pertandingan ketiga dipintu gerbang Konoha terjadi ledakkan yang besar saat itu Narutomenyuruh Rin untuk menyuruh Kakashi dan para Jounin Siaga. Rin pun langsung menuju tempat Kakashi sedangkan Naruto pergi ke apartemennya dan mengunakan jubah merah miliknya.

"Sial apa Orochimaru lagi, tapi dia masih diAkatsuki dan dia tidak mungkin keluar karena Itachi dan Sasuke ada di Konoha." Kata Naruto yang segera ke dpan gerbang dan rupanya Naruto hanya menemukan sebuah surat.

"Kepada Uzumaki Naruto"

"Maaf mengganggu acara ujian chunnin. Aku hanya ingin bertemu dengan mu dan datanglah sendiri, jika tidak Konoha akan diserang oleh Akatsuki dan Edo tensei. Jika kau masih sayang desa mu, datanglah ke lembah kematian sebulan lagi."

"Dari Akatsuki."

"Sial rupanya mereka telah bergerak, tapi aku harus waspada, selama ini Akatsuki tidak pernah mengirimkan surat peringatan." Kata Naruto

"Naruto-san ada apa?" kata Kakashi

"Lebih baik ujian Chunnin dilanjutkan dan soal ini aku akan mengurusnya dan satu lagi tolong minta Hokage mempercepat pembentukan aliansi dengan empat desa besar." Kata Naruto yang memasuki mode sage

Rin yang melihat hal itu, langsung memeluk Naruto. "Aku mohon jangn meninggalkan ku." Kata Rin.

"Aku janji dalam sebulan ini aku akan terus bersama mu." Kata Naruto membalas pelukkan Rin.

Pertandingan ketiga dimenangkan oleh Gaara dan pertandingan keempat oleh Sasuke. Semifinal pertama dimenangkan Naruko dan semifinal kedua dimenangkan Gaara.

Pertandingan Final pun sangat membuat mata tidak ada yang ingin melewatkannya walau hanya sedetik, karena pertandingan ini sangat seru, Gaara dan Naruko dalam mode bijuu saling menyerang dan itu membuat Naruto puas.

Gaara pun langsung membuat ombak pasir dan menyerang Naruko. Tapi, Naruko sigap membuat lima bunshin untuk melemparnya ke udara, saat di udara naruto langsung melempar Shuriken dan Kunai kearah Gaara, sayanganya semua dapat ditangkis oleh Gaara, Naruko pun tersenyum begitu juga dengan Gaara.

Naruko dan Gaara pun saling menghantamkan Kunai miliknya yang dialirkan chakra Bijuu dan membuat ledakan Hebat.

Gaara pun terpental dan terkena dinding, Dinding itu pun langsung hancur dan Gaara pun tidak bisa melanjutkan pertandingan, bagaimana dengan Naruko, rupanya Naruko yang tadi hanya bunshin. Dan dirinya yang asli muncul dari balik pohon. Dengan ini dipastikan Ujian Chunnin dimenangkan oleh Naruko, bersamaan dengan itu Bunshin Naruto menghilang.

Chapter 5

"Naruto-kun a...aku menerimanya." Kata Rin sambil mengeluarkan air mata

"Mulai besok aliansi akan terbentuk, jadi kita akan menyerangnya dengan Edo-Tensei saat mereka membentuk Aliansi, para Anggota Akatsuki tetap fokus pada Bijuu." Kata Obito yang masih memakai nama Madara

Naruto pun berhasil membawa, Shion, Ranmaru, Yukie, Ryuzetsu, Sara dan yang lainnya berhasil Naruto ungsikan ke Konoha.

Bersamaan dengan itu dimulai Kisah Naruto yang telah mengubah masa depan di dimensi lain.

Oke RnR dan untuk jawaban dari Review ada di Chapter Ekstra ya.

Saya ucapkan terima kasih kepada yang telah mengikuti cerita ini, juga kepada riview, favorit dan follownya. soal alur sengaja dipercepat karena baru dari chpater lima kisah Naruto dimuali, mohon dimaklum.

Sampai ketemu di chapter 5