Autor : Grengren
Judul : Memories Of My Past.
Cast : Kim Jongin/Kai
D.O Kyungsoo (GS)
Xi Luhan
Genre : Romance life, Tragedi, Comedi (dikit+garing)
Rate : T (masih aman buat awalnya doang..)
(Mian..hehehe Chap sebelumnya Kai cuman numpang lewat doang..hehehe...! Oke,,, Chap 4 dan Up neh maaf yah yang nunggu update-an ku lama,,, jadi harus baca dari awal lagi yah...dan maaf lo masih banyak TYPOnya.. Langsung aja baca..!)
Happy reading...
Chap 4.
~~~~~~~~~~ Memories Of My Past~~~~~~~~~~
"Sebenarnya. Siapa Yeoja yang Oppa temui didepan Cafe minggu lalu." Seperti ingin mengalihkan Luhan. Kyungsoo mencoba mencari tahu siapa Yeoja yang bersama Luhan waktu itu. Kenapa mereka terlihat begitu akrab.
"Kau melihatnya Soo?"
"Eum.." Kyungsoo mengangguk kemudian menatap Luhan was-was menunggu jawaban dari Luhan.
"Dia. Dia Yeojachinguku!"
~~~~~~~~~~ Memories Of My Past~~~~~~~~~~
"Dia Yeojachinguku.!" Mendengar jawaban Luhan seperti itu rasanya sedikit menyakitkan bagi Kyungsoo. Awalnya Kyungsoo berharap bahwa Yeoja yang bersama Luhan waktu itu adalah teman sekolahnya dulu atau pun siapa itu tapi yang jelas dia tak mempunyai hubungan istimewa dengan Luhan. Tapi semuanya berbeda. Dan kenyataannya adalah Yeoja itu kekasih Luhan.
Kyungsoo merasa aneh pada perasaannya. Dia memang bukan siapa-siapa luhan. Tapi entah kenapa dia merasa binggung. Dia merasa cemburu. Tapi disisi lain dia memang tak punya hak untuk sedikitpun merasa cemburu. Dia bukan siapa-siapa Luhan. Bukankah Kyungsoo sendiri yang menolak Luhan saat itu. Bukankah Kyungsoo yang menjauh dari Luhan. Menyadari sikap bodohnya Kyungsoo tersenyum. Setidaknya Luhan sekarang sudah memiliki seseorang yang mampu membuatnya tersenyum.
"Ahhh, jadi dia kekasihmu Oppa? Dia Yeoja beruntung. Siapa namanya." Kyungsoo mencoba menenangkan perasaannya. Dia ingin menunjukkan pada Luhan bahwa dia juga bahagia saat ini.
Berbeda dengan Kyungsoo yang tersenyum ke arahnya. Luhan hanya menghela nafas. Melihat ekspresi diwajah Kyungsoo dengan senyum khasnya Luhan sedikit merasa kecewa. Mendengar pertanyaan Kyungsoo yang terdengar antusias mengenai Yeoja yang bersamanya waktu itu malah membuatnya serasa semakin hancur. Kurang berapa lama dia harus menunggu Kyungsoo? Dia bahkan berharap saat ini Kyungsoo sudah menjadi miliknya. Bukan ekspresi itu yang Luhan Harapkan dari Kyungsoo. Bukan senyum Khas Kyungsoo yang harus dia lihat.
"Oppa?" melihat Luhan yang hanya diam Kyungsso memanggilnya.
"Hmm.." Luhan hanya berdehm. Bahkan pandagannyapun kini sudah mengarah kedepan. Seperti tak mampu barang sedetikpun melihat Kyungsoo.
"Kenapa Oppa diam saja? Kenapa Oppa tak menjawab pertanyaanku. Siapa namanya Oppa? Apa aku salah menanyakannya?" Kyungsoo yang merasa Luhan seperti berbeda kembali mempertanyakan. Bahkan senyum khasnya kini sudah berganti dengan raut wajah sendu yang dibuat-buat.
Memalingkan wajahnya memandang Kyungsoo dengan wajah kusut yang luaht tau itu hanya pura-pura. Luhan kemudian mengangkat sebelah tangannya untuk mengusap lembut surai hitam panjang Kyungsoo. "Ani. Kau tak salah apa-apa Soo."
"Lalu kenapa Oppa diam saja?"
"Soo. Apa kau cemburu? Apa kau merasa sakit hati sekarang ini?"
"Maksud Oppa apa? Aku benar-benar binggung dengan perkataanmu Oppa."
"Sebenarnya. Aku berharap setelah aku mengatakan bahwa Yeoja itu adalah Yeojachinguku, kau akan memberiku respon yang diluar kendali. Aku berharap kau akan marah ataupun memukulku. Tapi kenyataanya, kau tak terkejut atau pun menampilkan rasa cemburu sama sekali," Luhan menghelan nafas panjang. "Haaaaahhh. Rasanya percuma meminta Tao untuk berpura-pura menjadi kekasihku. Padahal dia sudah meminta bayaran tinggi padaku. Sepertinya Chanyeol harus bertanggung jawab" Luhan terkekeh, terlihat sedikit memaksakan senyum berkembang diwajahnya. Dia merasa konyol dan malu atas tindakannya. Bahkan sekarang Kyungsoo akan mentertawakannya.
Sebelum mendapat rasa malu yang berlebih. Luhan bangkit dari duduknya, tersenyum sekali lagi untuk menghilangkan rasa malu sekaligus kecewa, dia mengusap kembali surai Kyungsoo kemudian berjalan pergi meninggalkan Kyungsoo yang kini tengah berpikir apa sebenarnya yang ingin Luhan lakukan.
Kyungsoo Pov.
Aku merasa binggung. Apa maksud Luhan Oppa dengan mengatakan bahwa dia membayar Tao untuk berpura-pura menjadi kekasihnya dan siapa Chanyeol? Kenapa aku tak mengenalnya? Sebenarnya apa yang ingin Luhan Oppa lakukan. Dan kenapa dia berharap agar aku marah padanya. Apa dia bodoh? Kenapa aku harus merasa marah padanya jika dia memang benar-benar sudah memiliki kekasih.
Kualihan pandaganku. Melihat kesamping. Tersadar dari lamunanku ternyata Luhan Oppa sudah pergi meninggalkanku. Aku hanya bisa melihat punggungnya sebelum dia benar-benar hilang tertutup pagar taman. "Kenapa dia malah meninggalkanku?" Dengusku. Aku segera bangkit dari duduk ku berusaha untuk mengejar Luhan Oppa. Tapi menyadari ponselku berdering aku segera membuka tasku dan mengambilnya. Melihat nama yang tertera pada layar ponselku aku segera menekan tombol hijau.
"Yeoboseyo? Wae Eomma?
"..."
"Aku sudah keluar Cafe sejak 2 jam yang lalu bersama Luhan Oppa. Memangnya ada apa Eomma?"
"..."
"Mwo? Yixing Eomma dan Kai ada dirumah? Bagaimana bisa Eomma?
"..."
"Ah. Ne. Aku akan segera Pulang. Anyeong.!"
Kenapa Yixing Eomma dan Kai ada dirumahku? Bukankah baru 3 hari yang lalu aku kerumahnya dan menemani Kai. Ah lebih baik aku segera pulang.
Kyungsoo Pov end.
~~~~~~~~~~ Memories Of My Past~~~~~~~~~~
Setelah sampai dirumah, Kyungsoo segera ditarik masuk oleh ibunya dan segera duduk diruang tengah rumahnya yang kecil. Disana dia sudah melihat Yixing yang tersenyum kearahnya dan disebelahnya ada Kai yang masih sama selalu menundukkan kepalanya dan bermain dengan jari-jarinya. Dan disebelah kai ada koper berwarna silver yang Kyungsoo yakini itu bukan milik keluarganya. Karena melihat dari merk dan tampilan pada koper itu bahwa keluarga Kyungsoo tak akan mau menyia-nyiakan uang mereka hanya untuk membeli koper semahal itu.
"Soo, Eomma sebelumnya sudah berbicara kepada kedua orang tuanmu dan mereka menyetujui permintaanku. Aku harap kau juga mau menyetujuinya." Yixing mulai berbicara.
Awalnya Kyungsoo binggung dengan maksud Yixing dan kenapa juga ada koper besar disebelah kai. Akhirnya Kyungsoo mengangguk setelah melihat kearah kedua orang tuanya yang mengangguk dan kedua adiknya.
"Eomma akan menitipkan Kai untuk sementara disini Soo, karena Eomma dan Suho Appa akan melaksanakan pengenbangan peternakan dan membuka rumah sakit baru kami di Jeju. Dan kami akan berangkat besok pagi. Awalnya Eomma ingin kau yang datang kerumah Eomma untuk menemani Kai karena kami tak mungkin membawa Kai yang belum pernah naik pesawat ataupun pergi jauh, karena kami takut akan terjadi hal yang tak kami inginkan pada Kai. Jadi kami berencana menitipkan Kai kepadamu dan Keluargamu. Karena Kai sepertinya dia mulai mengenalimu dan kalau dia dirumah hanya bersama para pelayan dia pasti akan merasa binggung karena tidak ada aku ataupun orang yang dia kenali. Aku harap kau mau menjaga Kai untuk sementara waktu Soo. Eomma sangat berharap padamu."
Akhirnya Kyungsoo setuju dengan permintaan Yixing agar dia menjaga kai selama beberapa hari, Yixing pun pamit untuk Pulang. Tak lupa Yixing juga mengatakan kepada Kyungsoo bahwa sopir pribadinya akan selalu standby mengantarkan Kyungsoo kemana saja mengingat terkadang Kai yang bertindak diluar kendali jika sudah mengharapkan sesuatu dan meminta Kai untuk membawa Kai ke Dokter yang biasa memeriksa keadaan Kai jika nantinya Kai menununjukkan perkembangan.
Setelah Yixing Pulang Kyungsoo membawa Kai Ke kamarnya. Dia tak mungkin menempatkan Kai dikamar adik lelakinya ataupun yang lain menginggat Kai hanya mengenali dirinya.
~~~~~~~~~~ Memories Of My Past~~~~~~~~~~
Kai menggelar kasur tipis dikamarnya setelah sebelumnya berpamitan tan mengucapkan selamat malam kepada orangtuanya. Yah Kyungsoo memang tak memiliki ranjang mewah seperti di rumah Yixing ataupun di kamar Kai. Tapi Kyungsoo bersyukur karena Kai masih menurut padanya dengan senjata andalannya yaitu coklat yang akan selalu dia berikan pada Kai jika Kai mau menurutinya.
Kyungsoo berbaring diatas kasur tipis di kamarnya dengan Kai yang juga tengah tertidur disampingnya. Kai memang sudah tertidur satu jam yang lalu setelah Kyungsoo membacakan buku cerita yang sering Yixing bacakan untuk Kai sebagai pengantar tidur. Entah kenapa tangan Kyungsoo seperti tergerak sendiri untuk mengelus surai hitam Kai.
Kyungsoo Pov.
Sebenarnya apa yang terjadi padamu kai? Kenapa jiwa anak kecil itu harus terperangkap dalam tubuh dewasa ini? Tanpa sadar tanganku terulur untuk mengusap surai hitamnya. Sebenarnya aku merasa kasihan melihat keadaan Kai. Tapi aku bisa apa? Kata Yixing Eomma. Kai hanya bisa sembuh jika memori akan trauma itu sudah mampu dia hilangkan dari ingatannya.
Aku masih menikmati lembutnya rambut kai ditanganku, memandangi wajah damai yang sedang tertidur. Kai memang sangat berbeda ketika dia bangun dan ketika dia tidur. Seperti ulat bulu yang buruk rupa dan akan menjadi kupu-kupu yang cantik setelahnya. "Tampan." Tanpa sadar aku bergumam. "Apa yang sedang aku bicarakan bisikku?" hingga akhirnya gerakan tanganku tehenti saat aku mendengar sebuah erangan.
"Ah. Mian Kai. A..Apa aku membangunkanmu? Kataku sedikit tergagap setelah menyadari bahwa Kai kini tengah membuka matanya. Tapi dia hanya diam. Bahkan sesekali matanya hanya berkedip saat menatapku. Aku segera mejauhkan tanganku dari kepalanya.
"A..pa kau mau coklat? Aku akan ambilkan." Aku segera bangun (canggung) dari tidurku. Meskipun Kai tak menjawab perkataanku, aku tetap mengambilkan Coklat yang aku taruh diatas meja di kamarku untuknya.
"Ini.!" Kuserahkan coklat itu kepada Kai yang sebelumnya sudah kubuka. Seperti singa kelaparan yang sedang melihat mangsanya. Kai langsung bangun dari tidurnya dan mengambil coklat itu dari tanganku dan segera memakannya.
Melihat bagaimana coklat itu bekerja secara addictif pada Kai. Aku tersenyum melihatnya. "Apa Kau suka coklat karena rasanya manis atau karena aku yang memberikannya Kai." Tanyaku. Menginggat selama ini kai begitu tertarik dengan coklat setelah aku memberinya seperti kataYixing Eomma.
Kyungsoo pov end.
~~~~~~~~~~ Memories Of My Past~~~~~~~~~~
"Oppa, Hari ini aku tidak berangkat ke Cafe lagi."
"Wae? bukannya kau sudah hampir seminggu tidak berangkat? Sebenarnya ada apa Soo?"
Sudah beberapa hari Kyungsoo memang tidak berangkat bekerja. Hubunganya dengan Luhan juga sudah mulai merasa baik setelah Luhan menemuinya dan meminta maaf karena sudah meninggalkan Kyungsoo ditaman sendirian sore itu. Meskipun Luhan masih bungkam jika ditanya apa yang sebenarnya terjadi antara Luhan dengan Tao.
"Tidak ada apa-apa Oppa. Aku hanya masih menjaga Kai. Lagi pula aku sudah meminta jatah cuti bulananku pada Manajer Kim dan dia menyetujuinya."
"Ahh, Arrasoe. Ow ya Soo. Oppa tutup dulu ya teleponnya. Sepertinya pelanggan sudah banyak yang datang. Nanti aku akan mampir ke rumahmu setelah jam kerja berakhir. Pay..Pay Soo. Anyeong."
"Ne Oppa. Anyeong.!
Plip...
Setelah percakapannya dengan luhan selesai. Kyungsoo kembali fokus memandangi Kai yang kini tengah bermain bersama Kyungran adik perempuan Kyungsoo. Yah. Beberapa hari yang lalu entah kerena apa, Kyungran yang sifatnya cuek itu tiba-tiba perhatian pada Kai. Tapi Kai yang memang notabennya anti pada orang baru hanya menunduk dan menghindar dari Kyungran hingga akhirnya Kyungsoo memberitahu bagaimana caranya agar dekat dengan Kai. Dan inilah hasilnya. Kyungran bisa bermain dengan Kai. Bahkan seluruh keluarga Kyungsoo juga merasa Kai mau mengenalinya.
Kyungsoo tersenyum melihat keakraban Kai dengan adiknya. Wajah kai yang berhias tanah dan baju yang kotor membuat Kyungsoo merasa bahagia. Tak Lupa. Hampir setiap Jam Kyungsoo memberi kabar kepada Yixing dan Yixing bersyukur karena Kai mulai mau berbaur dengan orang lain seperti harapannya dan Suho. Kyungsoo memang tak heran melihat Kai dekat dengan adiknya. Karena Kai memang bersikap seperti anak kecil jadi dia bisa membaur dengan Kyungran meskipun sampai sekarang Kai belum mau berbicara.
Kyungsoo bangun dari duduknya. Dia mendekat kearah Kai dan Kyungran. Kyungsoo berjongkok dan mengelus rambut Kai. "Apa Kau bahagia Kai." Tanya Kyungsoo dengan senyum yang mengembang indah diwajahnya.
Kai hanya terdiam memandang wajah Kyungsoo, meski sesekali dia menundukan kepalanya dan kembali memainkan jari-jari tangannya.
Tak menerima jawaban dari Kai, Kyungsoo kemudian mengusap rambut kai sekali lagi kemudian berdiri. "Temani Kai Oppa bermain nae Ranie." Kyungsoo berjalan hendak meninggalkan Kai dengan Kyungran Hingga akhrinya langkahya tiba-tiba terhenti ketika dia mendengar.
"Noona...Yeppo."
~~~~~~~~~~ Memories Of My Past~~~~~~~~~~
TBC...
(AHHHHHHHHHH... jungkir balik...Geje Banget..! giman nih,, karakter Kai udah mulai muncul.. aneh yah? Kayaknya aku perlu HIATUS again buat nyari inspirasi.. Ok..Ok.. reviewnya lagi yah? Udah update cepet nih.. hehehehehe GOMAWO BUAT YANG UDAH NGE-REVIEW PAY...PAY...BOW)
