Kim Sora proudly present
Project Song Drabbles
" LOVE SONG ABOUT YOU"
with Krisyeol as the main pairing and Kaihun occasionally
warning for mistypes and lot of cheesiness to come
.
.
DAY 3
Song : Army – Ellie Goulding
Pairing: ChanHun (friendship)
Warning(s): mention of alcoholic, possible dark past, mild violence
.
.
Army
Derap langkah keras menggema di seluruh penjuru apartemen besar yang dihuni oleh dua orang namja itu. Tak sampai semenit kemudian suara bantingan pintu magnet lemari pendingin – kulkas – terdengar menyusul.
Dan sudah dipastikan suara langkah kaki ke arah ruang menonton akan terdengar tidak lama lagi. Bahkan mungkin suara derap tersebut akan semakin keras mengingat apa yang sudah Chanyeol lakukan dengan kesayangan Sehun di kulkas.
" Dimana Jack dan Henne-ku, Park Chanyeol sialan!" seru Sehun marah. Wajahnya yang putih tampak sangat merah menahan amarah yang mulai menyusup ke permukaan. Kedua tangan Sehun berkacak pinggang sedangkan Chanyeol masih saja tampak tenang membolak-balikkan majalan di tangannya.
" JAWAB AKU, PARK CHANYEOL SIALAN! AKU TAHU KAU MENDENGARKU, BRENGSEK!" seru Sehun murka. Sekilas melirik teman seapartemennya dengan sudut mata besarnya, Chanyeol kembali pada kesibukannya mengecek update fashion bulan ini.
" PARK Chanyeol SIALAN! JAWAB AKU AKU AKAN MEMBAKAR SEMUA PEKERJAANMU!"
" Lakukan kalau kau berani, Oh Sehun. Pergi dan tenangkan dirimu. Kau butuh mengendalikan emosimu. Jalan untuk menyelesaikan masalahmu, bukan hanya dengan membuat dirimu lupa sejenak dengan para kesayanganmu itu," kata Chanyeol dengan tenang.
Baru saja Chanyeol beranjak meninggalkan Sehun yang masih dikuasai amarah, ia dikagetkan dengan suara bantingan yang memekakkan telinga. Sejenak ia ditelan oleh ketakutan di masa lampaunya.
Ia tertegun memandangi ceceran gelas mug kesayangannya yang telah berubah menjadi ribuan bagian di atas lantai ruangan itu. Suara-suara jeritan yang selalu ia kubur dalam-dalam mendadak muncul seiring dengan pemandangan pecahan kaca itu.
Tetapi suara berdebum yang diakibatkan oleh tumpukan majalah yang disebar sekaligus oleh penghuni lain apartemen itu menyadarkannya. Chanyeol mendongakkan kepalanya dan tatapannya bertemu dengan tatapan sendu Sehun yang sangat kontras dengan apa yang baru saja ia lakukan di depan Chanyeol.
Mata bulat milik Chanyeol melembut dan memandang Sehun penuh kasih. Dengan sedikit sentakan dan paksaan, Chanyeol membimbing Sehun untuk duduk di ruang makan minimalis apartemen tersebut menjauh dari serpihan kaca yang bisa saja melukai keduanya.
Amarah dan kesedihan yang menggelegak menjadi satu membuat Sehun kehilangan energinya dan menuruti perintah Chanyeol.
Chanyeol disibukkan dengan peralatan masaknya, mengeluarkan panci dan memanaskan susu karton yang biasa mereka konsumsi. Setelah itu ia mengambil kotak obat yang berada di atas kulkas dan mendudukkan dirinya di hadapan Sehun.
Ia kemudian mulai membersihan sayatan di betis Sehun yang terkena lemparan pecahan kaca dengan telaten. Sehun sempat mengaduh dengan lirih saat Chanyeol menyentuh lukanya itu dengan sedikit keras.
Setelah selesai dengan lukanya Chanyeol pun memberikan segelas susu yang sudah ia panaskan itu pada Sehun.
" Tidurlah, aku akan menemanimu sampai kau lebih baik. Tunggu aku di kamar, aku akan segera kembali setelah membersihkan semuanya," perintah Chanyeol halus dengan sebuah elusan lembut di rambut berkeringat Sehun.
Chanyeol baru beranjak beberapa langkah dari Sehun tetapi ia kemudian tidak bisa melanjutkan langkahnya karena sebuah tangan dengan kuat menggenggam kaus bagian belakangnya.
" Arrasseo, arrasseo, ayo tidur."
Kedua lelaki itupun beranjak menuju kamar mereka yang terletak di lantai dua dengan Chanyeol meletakkan tangannya di punggung Sehun, tanpa kata-kata membibing Sehun tetap pada jalurnya.
" Tidurlah, aku akan menemanimu."
Satu tangan Chanyeol kembali mengusap rambut halus namja yang sudah menjadi sahabatnya selama lebih dari sepuluh tahun yang bahkan kini ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.
Mata bulat Chanyeol terpejam tetapi ia menggumamkan lagu pengantar tidur favorit Sehun saat mereka masih kecil.
" Hyuuung," panggil Sehun dengan suara lirih.
" Heum? Ada yang mengganggu pikiranmu?"
" Maafkan aku. Maaf karena sudah membanting gelas di depanmu," lanjut Sehun.
" Tak apa, Hunna. Aku tidak akan menjerit hanya karena melihatmu melakukannya."
" Tetapi aku sungguh menyesal melakukannya."
" Kalau begitu kontrol amarahmu. Jangan selalu melampiaskannya pada benda di sekitarmu. Aku tahu masalahmu dengan eomonim dan abeoji Oh, tetapi jangan menjadikan kebiasaan untuk melampiaskan semuanya dengan minuman keras dan kekerasan. Ada aku, sahabatmu, yang akan mendengarkan semua kekesalanmu," terang Chanyeol sabar.
" Hmm.. karena itu juga aku minta maaf padamu, hyung. Aku menyesal selalu melampiaskan pada keduanya," balas Sehun.
Sehun menyembunyikan air matanya di balik boneka yang ia peluk. Mendengar Chanyeol menyebutkan kedua orang tuanya membuat Sehun kembali mengingat argumen yang selalu mereka lontarkan saat Sehun berkunjung ke rumah tempat ia dibesarkan. Dan hasilnya selalu saja membuat Sehun pulang dalam kondisi yang sangat tidak baik.
Argumen itulah yang membuat Sehun terjerumus pada ketergantungan pada dua merek kesayangan Sehun yang bisa membuatnya lupa pada dunia untuk sejenak, Jack Daniels dan Hennesy.
" Ada aku disini, Sehuna. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi dan dalam keadaan apapun, seburuk apapun kau, aku adalah sahabatmu dan kakakmu. Jadi kumohon berhentilah menyiksa dirimu sendiri dan merusak tubuhmu."
" Ne, hyung. Gomawo, jeongmal gomawo."
" Tidurlah. Aku akan meminta bibi untuk membersihkan kekacauan di bawah, besok sebelum aku berangkat ke butik."
" Hmm... Gomawo."
' Akulah yang seharusnya berterima kasih padamu, Sehuna. Kau sudah membuktikan dirimu untuk tidak meninggalkanku apapun keadaan yang kualami, kini giliranku yang melakukannya untukmu.'
.
- DAY 3 -
Thanks to
WUPARK94 dan SexYeol~~~
