Naruto belongs to Masashi Kishimoto.

Pairing: SasuFemNaru

That Girl

3rd Ch. Mulainya Kehancuran

By: nekopenxx

Kepergian Sasuke ternyata juga diikuti oleh kepergian kedua pangeran kembar Kerajaan Matahari, keduanya menuju pos tugas mereka di wilayahnya masing-masing. Tampaknya, keadaan kerajaan berkembang sedang tidak baik, beberapa dari mereka berencana ingin membelot dan menjatuhkan kerajaan besar semacam Kerajaan Matahari dan Kerajaan Bulan untuk menggantialih kekuasaan. Raja Minato beserta Raja Fugaku tidak tinggal diam, mereka bergantian ke Ibukota untuk melihat kondisi rakyatnya dan tidak lupa untuk mengumpulkan berbagai informasi.

Kini, Naruto hanya tinggal sendiri di kastil bersama Ratu Kushina beserta pengawal pribadinya, Kakashi dan Chiiyo-baachan. Ada banyak pengawal dan para pelayan, tapi Naruto lebih suka jika Kakashi dan Chiiyo-baachan yang berada di dekatnya untuk diajak bermain. Kushina tidak memiliki banyak waktu untuk bermain dengan Naruto, dan Naruto memang mengerti bahwa ibunya adalah wanita sibuk di kerajaan. Kakashi juga sedang berunding dengan Iruka-sensei, sementara Chiiyo-baachan sedang mengurus makan malam Naruto di dapur, sehingga sore itu, ketika salju mulai turun, Naruto memutuskan untuk bermain ke luar sendirian.

Persis ketika Naruto baru mengambil tudung orange miliknya untuk berjalan-jalan ke kota, tiba-tiba terdengar suara gaduh dan ledakan besar dari pintu keluar. Belum sempat Naruto berlari masuk ke dalam kastil meminta pertolongan, banyak pasukan menerobos masuk dan merusak serta membakar dan meledakkan semuanya. Tidak lama, muncul sosok ular besar dengan penunggangnya yang berambut hitam panjang dengan kulit pucat melihat ke arah Naruto. "Akhirnya aku menemukanmu, Kitsune-chan", ia menyengir dengan gigi taring yang memanjang dan segera menyerang Naruto yang masih terkejut kaku.

Naruto ingin berteriak, tapi suaranya tidak keluar. Ia ingin berlari, tapi kakinya tidak dapat digerakkan. Sebelum ular itu sempat melukai Naruto, Kakashi datang dengan pedangnya melindungi Naruto. "Anda tidak terluka, Tuan Putri?", senyum angkuh Kakashi tercetak di balik penutup wajahnya, membuat Naruto menangis lega.

"Kakashi-sensei!", teriak Naruto memeluk Kakashi, dan ia melihat siluet ibunya menuju ke arahnya. Ia juga melihat berbagai lautan api dan asap di belakang sana, di dalam kastil, yang selama ini ia anggap sebagai tempat teramannya. Kushina datang bersama Chiiyo dan segera memeluk Naruto yang berada di gendongan Kakashi.

"Naruto, kau tidak terluka? Kau baik-baik saja?", Kushina terlihat cemas dan memeriksa seluruh badan Naruto yang sudah tertutupi mantel berpergiannya. Naruto hanya mengangguk sembari terisak.

"Halo, Kushina, sudah lama tidak bertemu", sosok manusia ular itu tiba-tiba muncul di balik Kushina.

Kushina refleks berbalik dan mengeluarkan pedang dari pinggangnya. "Apa maumu, Orochimaru?", Kushina terdengar murka, "Bukankah kau sudah tidak ada urusan lagi di wilayahku dan Minato?"

"Oh, Kushina, kau selalu berlebihan seperti biasa. Tidak bisakah kau menyambutku sebagai teman lamamu?", kekeh manusia ular bernama Orochimaru itu. Tatapannya lurus memandang Naruto yang sekarang berada di belakang Kakashi dan Chiiyo. "Aku hanya ingin berbincang panjang dengan anakmu, kau tau, dia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk seorang omega", seringaian licik mulai terlihat di wajah lelaki ular itu.

"DALAM MIMPIMU, ULAR BANCI SIALAN!" Kushina bergerak cepat menuju Orochimaru dan mengayunkan pedang dengan lincah. Naruto begitu kaget melihat Kushina bisa bermain pedang begitu lincah.

Tanpa Naruto sadari, Kushina memberi tatapan berarti kepada Kakashi. Kakashi mengangguk seolah mengerti arti tatapan Kushina, lalu segera menggendong Naruto, dan berlari keluar dari kastil.

"Kakashi-sensei! Kenapa kita pergi! Kaa-sama masih di dalam bersama Chiiyo-baachan!" Naruto semakin panik ketika melihat siluet ibu dan pengasuhnya semakin menjauh dari pandangannya. "Kakashi-sensei! Kita harus kembali!" Naruto semakin memberontak dari gendongan Kakashi. Naruto begitu histeris begitu melihat Kushina ditikam oleh Orochimaru. Dadanya begitu sesak, airmatanya refleks mengalir deras, perutnya terasa mual, teriakannya semakin melengking memanggil Kushina, dan pandangannya mengabur. Entah dapat kekuatan darimana, Naruto berhasil lepas dari gendongan Kakashi dan berlari cepat menuju Kushina yang berlumuran darah. Naruto tidak mempedulikan tarikan Chiiyo dan seruan Kakashi.

Emosi Naruto semakin memuncak ketika melihat darah Kushina semakin mengucur keluar. Kushina yang melihat Naruto semakin mendekat ke arahnya, menjadi panik, kemudian segera berlari dan memeluk Naruto, sebelum Orochimaru sempat menyabetkan pedangnya ke arah Naruto. Naruto kaget melihat tubuhnya dipeluk oleh tubuh ibunya yang penuh darah.

"Naruto, pergilah bersama Kakashi. Ibu akan baik-baik saja. Kau jadilah anak baik, tetaplah hidup. Tetaplah makan dengan baik. Jangan malas belajar. Kau harus patuh dengan perintah Kakashi. Jangan pernah melihat ke belakang. Pergilah, larilah sejauh mungkin", perintah Kushina menatap mata Naruto yang telah berlinang air mata.

"Tapi, Kaa-sama… Aku tidak… Aku… Aku… Hiks…" Naruto berkata terputus-putus di tengah isakannya. Ia merasa marah. Marah kepada dirinya sendiri karena tidak dapat melindungi ibunya. Marah kepada dirinya sendiri karena tidak berdaya. Jantungnya bedebar, dadanya memanas, entah kenapa kesadarannya semakin tipis. Naruto tidak tau, telinga rubah mulai muncul dari kupingnya, ekornya mulai keluar satupersatu, dari pipinya muncul tiga garis kumis yang semakin lama semakin menebal. Iris sapphire-nya perlahan menggelap, pupilnya mengecil membentuk garis vertikal, dan irisnya perlahan berubah menjadi orange. Sebuah ledakan besar menghantam Orochimaru sehingga ia terpental jauh bersama ular dan beberapa pasukan di belakangnya. Terdapat aura besar dan mengerikan yang berputar di sekeliling Naruto.

Kushina yang melihat perubahan putrinya, segera memeluk Naruto dan bersama dengan Chiiyo menggumamkan suatu mantra yang tidak terdengar jelas, yang mengakibatkan munculnya sinar orange mengelilingi tubuh Naruto. Naruto berteriak melengking penuh kesakitan, seolah sesuatu besar yang mau keluar ditahan oleh sesuatu yang memaksa untuk melarangnya bergerak. "Kaa-sama…" Kesadaran Naruto mulai kembali dan melemah. Hal ini dimanfaatkan Kakashi untuk mengambil Naruto kembali ke gendongannya.

"Kakashi, bawa Naruto ke tempat yang pernah kujelaskan padamu, kau mengerti? Jangan sampai keberadaan kalian diketahui, termasuk oleh anggota kerajaan. Chiiyo akan menyusul", Kushina berkata perlahan. Ia tau bahwa waktunya sudah semakin menipis. Setidaknya ia telah memasang segel ke dalam diri Naruto. Kushina dengan sengaja mengambil seriphan kalung batu sapphire milik Naruto yang sedikit retak akibat ledakan besar tadi.

Kushina tidak menyesal, dia telah melindungi putri kesayangannya, dia telah melahirkan anak-anak yang luar biasa, dia memiliki suami yang sangat mencintainya berabad lamanya.

Satu-satunya yang ia sesali adalah ia tidak sempat melihat Naruto tumbuh menjadi gadis cantik penuh semangat dengan mata berbinar penuh optimis. Ia tidak sempat melihat Naruto mengenakan pakaian pernikahannya nanti.

Kakashi mengangguk mengerti dan segera pergi meninggalkan Kushina bersama Chiiyo yang berusaha terus memasang kekkai sebagai penghalang agar Kakashi dapat pergi sejauh mungkin bersama Naruto.

Di sinilah, Kerajaan Matahari runtuh, jatuh, habis terbakar, setelah sekian abad perdamaian yang diciptakan Minato akhirnya hancur.

# #

Sasuke sedang bersiap menjalankan latihannya ketika ia baru selesai mandi dan menatap pigura kecil berisikan fotonya dan Naruto yang sedang bermain kembang api saat musim panas tahun lalu. Ia merindukan matahari mungilnya, seandainya ia diberi waktu barang sehari saja untuk mengirim ataupun menerima surat, maka ia akan segera mengirimkan suratnya kepada Naruto.

Sekarang musim dingin, salju pertama mulai turun sore ini, Sasuke membayangkan Naruto pasti sedang bermain heboh di luar dengan Iruka dan Chiiyo yang kerepotan untuk menyuruh Naruto masuk kembali ke kamar agar tidak terkena demam. Bibir Sasuke terangkat sedikit menyunggingkan senyum.

"Uchiha-sama! Kau sudah siap? Ayo, mulai latihan!", seru rekan prajurit di luar tenda Sasuke. Sasuke hanya menggumam mengiyakan tanda ia sudah siap, dan meletakkan pigura itu kembali ke meja kecil dekat tempat tidurnya. Ketika ia membuka tenda, angin besar masuk ke dalam dan menjatuhkan beberapa barang di dalam tenda, termasuk piguranya. "Sebentar, aku merapihkan barang dulu", izin Sasuke. Ia masuk kembali dan mengembalikan barang-barang yang terjatuh kembali ke tempatnya.

Pigura itu Sasuke angkat, dan ia menemukan gambar Naruto yang retak dan basah tertutup cairan tinta hitam yang jatuh bersama karena tertiup angin tadi. Sasuke mengernyit, dan berusaha untuk menghilangkan perasaan tidak enaknya ketika melihat pigura itu.

Semoga semua baik-baik saja, mohon Sasuke dalam hati.