Main Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast: Lee Hyuk Jae, Kim Ryeowook, Lee Donghae, Kim Jong Woon (yesung).
Bang Yong Guk, Himchan, Zelo (B.A.P)/ di sini umur mereka di tuakan ,
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
Waktu buat chapter ini lagu 'unbreakable' nya B.A.P aku puter terus...jadi readers yang tau lagu itu...dengerin ya pas ada adegannya Yong Guk- Sungmin # Abaikan, sangat tidak penting.
.
.
Previous Chapter
"Aku sudah putuskan...akan meninggalkan rumah ini, kau bisa hidup tenang tanpa kehadiranku...bersabarlah, aku akan mengemasi barang-barangku dalam waktu dekat".
DEG
.
.
'Tidak...jangan lakukan itu Sungmin~ah'.
Chapter 4
.
.
.
Caffe Latte
Secangkir Caffe Latte menjadi saksi bisu atas keheningan yang terajut di antara dua namja yang saling mematung. Kyuhyun menatap lekat manik foxy Sungmin...mencoba menemukan kesungguhan yang tersirat di dalamnya. Hatinya benar-benar tercekat mendengar penuturan Sungmin,berkali-kali ia menjerit kata 'jangan'...namun apa daya, namja tampan itu tak kunjung membuka suaranya.
Lama mereka mempertahankan keadaan tersebut...hingga akhirnya Sungmin memutuskan berbalik dan melangkahkan kakinya pergi.
"Ja-jangan pergi...".
Sungmin terhenyak mendengar suara berat Kyuhyun, ia urungkan niatnya untuk membuka knop pintu, namja cantik itu terdiam menunggu Kyuhyun melanjutkan kalimatnya. Besar harapannya...kyuhyun akan mencegahnya pergi dan memintanya bertahan bersamanya.
"Jika kau pergi...kau akan mendatangkan masalah untukku. Kedua orang tuamu ...bahkan orang tuaku akan menyalahkanku. Jangan melakukan hal bodoh Sungmin!".
Bagai sebuah kaca retak dan pecah berhamburan karena hempasan angin...harapan sungmin kandas begitu saja. Kyuhyun memang mencegahnya pergi...namun dalam artian yang lain. Tidakkah ini terdengar menyakitkan untuk Sungmin?. Kyuhyun mencegahnya pergi hanya untuk kepentingannya sendiri. Setinggi itukah keegoisan Cho Kyuhyun...Hingga tak memandang jauh perasaan Sungmin...
"Kau tak perlu mencemaskan hal itu...aku akan mengatakan pada mereka bahwa kita baik-baik saja, atau jika kau mau...aku akan membatalkan perjodohan ini". BLAMMM.
Pintu itu tertutup rapat menyisakan Kyuhyun yang tertunduk dengan meremas kuat rambutnya.
Bukan...bukan itu yang ingin Kyuhyun katakan. Ia tau...ucapannya telah menyakiti Sungmin. Kyuhyun merutukki semua kebodohannya dan kelemahannya, ia tak mengerti sampai kapan hatinya akan bertahan dengan ego tersebut.
"Ming...maafkan aku".
Tubuhnya merosot...meringkuk di atas lantai yang dingin, Kyuhyun meremas bahkan memukul-mukul dadanya yang kian terasa sesak menahan pedih di hatinya. Andai Kyuhyun mampu melangkah dan memeluk tubuh mungil itu untuk mengucapkan maaf...mungkin hatinya tidak sesakit ini...
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 01.00 pagi...
Namun Kyuhyun belum berniat untuk mengistirahatkan tubuhnya, perih dan gusar yang menjalar di hatinya memaksanya untuk tetap terjaga. Berulang kali namja tampan itu mendesah berat dan mengusap wajah lelahnya. Hati kecilnya memberontak ingin menemui namja cantik itu...
Kyuhyun beranjak dari ranjang King sizenya...melangkahkan kaki jenjang tersebut untuk menuruti keinginan hati kecilnya.
.
.
...
Lama kyuhyun berdiri mematung di depan kamar Sungmin, tampak keraguan terbesit dalam benaknya. Namun sekali lagi hati kecilnya memaksa Kyuhyun untuk bergerak lebih.
'Cklek'
Pintu itu terbuka menampilkan siluet cantik dengan kedua mata yang terpejam. Kyuhyun dapat mendengar nafas lembut yang berhembus beraturan dari Sungmin.
Namja tampan itu berjalan pelan mendekati sosok yang tengah tertidur di hadapannya. Nafasnya tercekat kala kedua obsidiannya melihat jejak air mata yang belum sepenuhnya mengering di pipi Sungmin. Dengan hati-hati Kyuhyun mendudukkan dirinya di samping Sungmin, berusaha tidak meniciptakan suara sekecil apapun atau ia akan terlihat konyol jika namja cantik itu membuka matanya.
"Apa aku keterlaluan Ming?". Kyuhyun menghapus jejak air mata tersebut dengan ibu jarinya. Sorot matanya kian melembut menatap Sungmin. ia menyadari...rasa sesal semakin menumpuk di dasar hatinya...Kyuhyun benar-benar menyesali sikapnya terhadap Sungmin selama ini.
"Mianhae...".
'Cupp'.
Kyuhyun mengecup pelan bibir mungil Sungmin, mencoba menyalurkan perasaan hangat yang selama ini terpendam dalam lubuk hatinya. Ia pun tak mengerti apa yang mendorongnya untuk berbuat demikian...tapi satu yang ia sadari, darahnya berdesir hebat saat bibirnya menyentuh permukaan lembut itu.
Tak ingin menuntut lebih...Kyuhyun melepaskan ciumannya, dan tersenyum lembut ketika melihat sosok cantik itu masih memejamkan kedua matanya. Meski demikian...gurat kesedihan masih membingkai wajah tampannya. Ia mampu bersikap selembut ini hanya pada saat Sungmin tak mengetahuinya...dan ini sangatlah miris untuknya.
"Aku mohon jangan pergi...tetaplah di sini Ming".
Kalimat itu terucap dengan nada yang sarat akan kepedihan, Kyuhyun tau apa yang ia lakukan saat ini akan sia-sia...sungmin tidak akan mungkin mendengar permohonannya, bahkan merasakan ciuman lembut yang beberapa saat lalu ia berikan.
Cukup lama namja tampan itu mempertahankan posisinya, rasa hangat dan senang bagai menelusup relung hatinya saat menatap wajah damai Sungmin, dengan hati-hati Kyuhyun membenarkan letak selimut Sungmin, dan beranjak meninggalkan kamar tersebut setelah sebelumnya mengecup kelopak mata Sungmin.
...
...Esoknya...
.
Seperti biasa...pagi ini sungmin membuatkan secangkir Caffe Latte untuk Kyuhyun. Namun ada satu hal yang membuat hati Kyuhyun gusar...Sungmin tak menunjukkan senyuman manis seperti yang beberapa hari kemarin ia berikan untuk Kyuhyun. Namja kelinci itu benar-benar menjadi sosok pendiam dan dingin di hadapannya.
Kyuhyun menatap sendu Sungmin yang begitu serius mempersiapkan sarapan pagi mereka, kedua obsidiannya setia mengekor pergerakan namja cantik itu. Hingga suara lembut Sungmin berhasil menyadarkannya...
"Kyu...habiskan sarapanmu". Kyuhyun mengangguk kikuk...dan kembali melanjutkan makan paginya. Hari ini Kyuhyun bertekat untuk menyampaikan permintaan maafnya dengan mengajak Sungmin berangkat bersama.
"M-min..."
"Ne...?"
"Pagi ini...kau~
'DRRRTTT...DRRRTTT...DRRRTTT...'. ponsel Sungmin bergetar keras di atas meja makan...dan itu berhasil menyela kalimat Kyuhyun.
"Sebentar Kyu...Yeobbsseyo?"
"YAH!...apa kau tak membaca pesanku?!."
Sungmin mejauhkan ponselnya saat suara seorang namja dalam line telfonnya begitu memekakan telinganya. Bahkan Kyuhyun dapat mendengar seruan orang tersebut.
"Berisik! Aku sibuk...memang kau mengirim apa?"
"Aissshh...Lee Sungmin! aku mengirimu 25 pesan...dan tak satupun pesan yang kau baca?"
"Aku benar-benar tidak tau...berhenti berteriak seperti itu". Sungmin mendengus kesal, namja yang berada dalam panggilan tersebut benar-benar merusak moodnya.
"Kau membuatku terpanggang di sini bodoh...cepat turun! aku di depan rumahmu!"
"Arrasseo!" PIP. Namja kelinci itu memutus Line telfonnya dengan menjerit kesal...
.
.
"Kau mau kemana?". Kyuhyun terkejut melihat Sungmin tampak tergesa-gesa menyambar tas dan sepatunya yang belum terpakai.
"Yong Guk hyung menungguku di bawah...aku be~
'BRAKKK...PRANKK'
.
Kyuhyun memukul keras piring di hadapannya dengan tangan kosong...bagaimanapun hatinya memanas mendengar penuturan namja cantik itu. Seharusnya pagi ini Sungmin berangkat bersamanya...bukan dengan namja bernama 'Yong Guk'.
"Kyuhyun! Apa yang kau lakukan?!" Sungmin berlari menghampiri Kyuhyun dan ia semakin panik melihat darah yang merembas dari tangan kiri namja tampan itu.
"Darah...tanganmu berdarah Kyu...Ya Tuhaaann".
"Pergi!". Kyuhyun menghempaskan tangan Sungmin dengan kasar, wajahnya tertunduk menyembunyikan kilat emosi dalam matanya..
"Pergi?...Tidak! biar ku obati dulu lukamu Kyu...". Sungmin kembali menarik tangan kiri Kyuhyun, menyeka darah yang mengalir dengan seragamnya.
"Ku bilang pergi Lee Sungmin! temui namja brengsek itu! jangan menyentuhku dengan tangan kotormu!".
Kyuhyun menarik keras tangannya dan mendorong kasar Sungmin untuk menjauh...ego kembali memegang kendali penuh atas tubuhnya.
Namja cantik itu mundur beberapa langkah...saat ini yang berputar dalam benaknya adalah ia tak pernah menyangka...bahwa rasa benci kyuhyun terhadapnya semakin bertambah besar. Sungmin hanya mencemaskan Kyuhyun, ia berniat untuk mengobati luka itu...namun kyuhyun meghempasnya dengan kasar.
"..."
TAP...TAP...TAP...
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Sungmin berlari meninggalkan Kyuhyun yang tertunduk dengan nafas tesengal menahan amarah. Darah masih terus mengalir mengotori lantai marmer di bawahnya. Sakit di tangannya tak sebanding dengan sakit di hatinya, karena kebodohannya sendiri.
"ARGHHHH!".
.
.
.
...
.
"Kau sengaja menyiksaku eohh?". Yong Guk turun dari motor besarnya dan berkacak pinggang saat mengetahui Sungmin berjalan keluar dari rumahnya.
Namun sedetik kemudian matanya membulat lebar melihat penampilan Sungmin yang mencengangkan. Wajah sembab, dua kaki telanjang, seragam yang berantakan dengan noda darah di bagian perut membuat Yong Guk berspekulasi bahwa namja cantik di hadapannya telah mengalami suatu penganiyayaan.
"Katakan...katakan siapa yang menyakitimu Min?". Namja tinggi itu menarik Sungmin untuk mendekat, ia benar-benar geram melihat keadaan Sungmin saat ini.
"Eobsseo (Tidak ada)...". Suara itu terdengar seperti cicitan lemah, Sungmin menarik tangan Yong Guk untuk menaki motor besarnya.
"Yah! Luka di perutmu itu apa?!"
"Kau bicara apa? Ini bukan luka!"
Yong Guk tidak percaya dengan perkataan Sungmin, ia semakin menariknya mendekat dan menyibak paksa kemeja Sungmin.
"Bukan Luka katamu?! Itu darah~ EHH...
Kedua matanya kembali membulat lebar karena terkejut melihat perut Sungmin ternyata mulus tanpa luka gores sedikitpun.
'GULP'.
Namja garang itu sedikit susah menelan salivanya saat melihat kulit putih baby skin milik Sungmin yang terpampang jelas di hadapan matanya.
'BUGH'. "Kau lihat apa?!". Sungmin melayangkan satu pukulan di dagu namja tinggi itu...hingga membuatnya terjengkang kebelakang.
"Yakk Sungmin! kenapa kau kasar sekali?!"
"Tanyakan pada dua mata bodohmu itu!"
"Aisshh...". Yong Guk berdiri, kemudian mulai membuka kancing kemejanya satu-persatu.
"Yahh! Apa yang akan kau lakukan...kau ingin mencabuliku di depan rumahku Eohh?!"
.
'Pluk'
.
Kemeja besar itu mendarat sempurna di wajah Sungmin karena dilempar pemiliknya.
"Jangan bicara konyol, ganti kemejamu dengan itu".
"Lalu kau?"
"Bukankah aku terlihat keren dengan penampilanku yang sekarang?" Yong Guk bertingkah seperti seorang binaragawan yang memperlihatkan otot-otot lengannya di hadapan Sungmin.
"Aku tak sudi berangkat denganmu!"
"Waeeeeee?! Aisshhh arrasseo...aku akan menggunakan jaketku, ganti kemejamu itu...sebelum kita terlambat, ppaliyaaa!".
Tak ada protes ataupun perdebatan lagi...Sungmin mengenakan kemeja Yong Guk yang kebesaran di tubuh mungilnya.
.
.
.
Dari kejauhan sepasang obsidian tengah menatap redup object di depan rumahnya
Kyuhyun meremas kuat tirai di sampingnya...ia benar-benar benci dengan apa yang tengah di saksikannya saat ini. Hatinya semakin berkecamuk...sungguh, ia ingin berlari menghambur keluar dan mendekap tubuh mungil Sungmin untuk menjauhi pria tinggi itu.
"Tidak..Ming, Jangan bersamanya...kau milikku".
.
...
...
.
"Kyu...ada apa dengan tanganmu?" seorang pria berkacamata memandang khawatir pada tangan kiri Kyuhyun yang terlilit perban putih.
"Hanya kecelakaan kecil Hyung..".
"Benarkah?...aku berharap itu bukan karena kebodohanmu, seperti beberapa waktu yang lalu kau lakukan untuk melawan appamu".
Namja itu berdiri tenang bersandar pada mobilnya, kedua matanya fokus membaca deretan huruf pada lembaran buku di tangannya. Kali ini mereka berdua tengah berada di halaman parkir Miracle Senior High School. Kyuhyun melewatkan pelajarannya...untuk menemui gurunya, ah lebih tepatnya sepupunya...Kim Jongwoon.
"...".
Kyuhyun tak menjawab, ia hanya menunduk lemah. Benar...luka di tangannya karena kebodohannya, tapi bukan untuk melawan appanya...melainkan dirinya sendiri.
"Kyu...apa kau masih bersikeras menolak perjodohan itu?"
"...".
"Katakan sesuatu, bukankah kau menemuiku untuk membicarakan masalah ini?". Yesung paham betul, namja tampan di hadapannya akan menemuinya jika sedang mengalami masalah. Ia adalah hyung dan juga sahabat terbaik selain Donghae yang di miliki Kyuhyun.
"Hhhhh...jika kau benar-benar tersiksa dengan semua ini, aku akan membantumu untuk membatalkan~
"Tidak!...Tidak Hyung, aku mencintainya".
Yesung membulatkan matanya, sungguh ia terkejut dengan penuturan namja di hadapannya. Ada apa dengan Kyuhyun?...bukankah selama ini ia selalu menentang perjodohan itu dan selalu menaruh kebencian pada sosok yang bernama Lee Sungmin.
"Ada apa denganmu? Apa aku tak salah mendengarnya?"
"...". Kyuhyun menggeleng lemah, sorot matanya membuktikan kesungguhan hatinya, ...ia mencintai Lee Sungmin.
"Lalu apa masalahmu...bukankah itu bagus? Mulai sekarang tidak ada yang tersakiti lagi".
"Aku tak bisa mengungkapkannya hyung...bahkan aku selalu menyakiti anak itu".
Yesung menghela nafas panjang...ia memahami sifat Kyuhyun, dan ia tau betul masalah yang tengah di hadapi sepupunya.
"Semua ada di tanganmu Kyu...kendalikan ego dan arogansimu, atau kau akan kehilangan Sungmin". Namja tampan bermata sipit itu meninggalkan Kyuhyun setelah sebelumnya menepuk bahu sepupunya.
...
...
...
Kyuhyun berjalan gontai menyusuri koridor sekolah, sehrian penuh ia tak mengikuti jam pelajarannya. Suasana hatinya terlalu buruk untuk mendengar penjelasan gurunya atau bahkan sekedar berkumpul dengan teman-temannya. Hiruk pikuk terdengar memenuhi setiap jengkal sudut sekolah elit tersebut...
ya, memang ini waktu seluruh siswa dan karyawan Miracle High School untuk pulang.
"Kyu...kau sakit?".
"Aniyoo...wookie". Kyuhyun berujar lirih sambil membenarkan letak tas punggungnya. Sejujurnya ia memang menahan sakit...dan sakit itu bersemayam di hatinya
"Kau membohongiku..."
"...". tak ada jawaban, kyuhyun lebih memilih menatap sendu sosok yang berdiri jauh di hadapannya.
"Yya Kyunnie...ada apa?". Namja mungil itu sedikit mengguncang lengan Kyuhyun, bagaimanapun ia sangat mengkhawatirkan keadaan sahabatnya tersebut.
.
Dari arah yang berlawanan...Sungmin berdiri mematung melihat dua sosok yang berada dihadapannya. Apa yang ia lihat kembali membuat hatinya berdenyut nyeri...
Namja cantik itu melihat Wookie tengah memeluk lengan Kyuhyun dengan sangat manja...dan terkadang mengguncang-guncangkan lengan kokoh tersebut. Sementara Kyuhyun tersenyum lembut menanggapi tingkah namja di sampingnya. Sungmin kembali berfikir...bahwa namja tampan itu memang sangat menyayangi Ryeowook.
Sungmin melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti...melewati dua namja tersebut dengan wajah yang tertunduk berusaha menyembunyikan raut kesedihan sekaligus cemburu.
"M-minnie hyung.."
Wookie memanggil lirih...ia terkejut dengan sikap Sungmin yang berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Lalu memandang ke arah kyuhyun mencoba mencari jawaban...namun betapa terkejutnya namja mungil itu saat mengetahui wajah Kyuhyun berubah murung menahan kesedihan. Ryeowook menangkap adanya hal janggal di antara keduanya.
.
"Kejar dia...". Seorang pria tampan dengan stelan rapi, datang menarik tangan Ryeowook dan mendekapnya, mimik dan sorot matanya memberi isyarat pada Kyuhyun untuk mengejar namja cantik yang berlalu di belakangnya.
Tanpa pikir panjang...Kyuhyun berbalik dan mengejar sosok Sungmin, yang mulai menghilang di ujung koridor sekolah.
Sementara Ryeowook membulatkan matanya lebar, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dalam pelukan namja tampan itu.
"K-kim Seonsangnim...".
Yesung semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Ryeowook, ia pun dapat merasakan detakan jantung dari tubuh mungil tersebut.
"Ne?...apa kau tak nyaman dengan posisi ini?"
"A-aniyaa...". Ryeowook semakin melesakkan kepalanya di dada bidang yesung,kebahagiaan bagai membuncah dalam hatinya. Sosok yang tengah memeluknya saat ini adalah namja yang begitu ia cintai.
"Cha...kajja pulang Wookie~ah".
...
...
Kyuhyun berlari kalut saat sosok Sungmin tak juga ia temukan...nafasnya kian terdengar berat akibat terlalu hebat memompa kerja jantungnya. Apakah ia terlalu lambat hingga tak mampu mengejar namja cantik itu...
Kyuhyun tetap memacu langkahnya, ia yakin Sungmin belum sepenuhnya pergi jauh dari tempat itu...dan benar saja...Kyuhyun tersenyum tipis saat mengetahui namja cantik itu berdiri di depan gerbang sekolah.
Namun seketika senyuman itu sirna...tergantikan dengan wajah yang mengeras dan tangan yang mengepal menahan panas di hatinya. Seorang namja berpawakan kekar bersama Sungmin, namja itu tak hanya diam ia juga mendekap sungmin yang tampak tertunduk. Emosi Kyuhyun sudah meledak di ubun-ubunnya...ia tak rela namja itu menyentuh Sungmin apalagi memeluknya seperti itu...
Kyuhyun mengambil seribu langkah, hendak menghampiri dua sosok itu dan memisahkan Sungmin dari pelukan namja itu...namun sayang,...
Namja itu lebih cepat darinya...membawa Sungmin dengan motor besar meninggalkan Miracle Senior High School, beserta Kyuhyun yang menunduk dalam.
.
"AARRRGGHH!".
Kyuhyun menendang udara kosong di hadapannya...hatinya benar-benar terbakar. Ia memutuskan untuk pulang, dan menemui namja cantik itu...kyuhyun sangatlah rindu...
Ya... namja tampan itu merindukan senyuman Sungmin, aroma Sungmin, tubuh Sungmin, suara Sungmin dan juga Caffe Latte Sungmin.
...
Skip Time
.
"Kau sebenarnya Yeojja atau namja hah?!". Yong Guk menatap ngeri...tumpukan koper dan benda-benda pink di hadapannya, kemudian mengambil sebuah boneka bunny dan melempar-lemparkannya di udara.
"YAH! Apa yang kau lakukan pabbo!". Sungmin mendelik tajam dan merebut kasar boneka tersebut. Tentu saja namja imut itu tak terima benda kesayangannya diperlakukan demikian.
"Ck...Bagaimana bisa kita membawa semua ini, aisshh jinjja".
"Aku bisa membawa koper dan beberapa benda lainnya di belakang, lalu boneka kelinci besar itu bisa di taruh di depan". Sungmin memasang wajah berfikir sambil mengetuk-ngetukkan jari di dagunya.
"Apa maksudmu di depan?" kedua matanya menatap horor pada gumpalan besar berwarna putih di samping Sungmin.
"Dia bisa duduk manis di sini". Sungmin mengangkat kelinci besar tersebut dan mendudukannya di bagian depan motor Yong Guk. Tak ayal hal ini semakin membuat namja garang itu berteriak histeris...
"YAH! Kau gila Lee Sungmin, apa kata orang di jalan nanti melihatku membawa kelinci bodoh ini? Tidakkah kau ingat...aku penguasa Miracle High S~
"Jadi kau keberatan aku menumpang di apartemenmu...arrasseo, akan ku kembalikan benda-benda ini ke dalam, aku tidak jadi ke apartemenmu". Sungmin mempoutkan bibirnya sembari mengangkat koper dan beberapa barang miliknya, namja cantik itu menghentak-hentakkan kakinya memasuki rumah.
Mengetahui perubahan sikap namja cantik itu, Yong Guk berlari kedepan dan menghalangi langkah Sungmin dengan membentangkan kedua tangannya.
"Yya...yya...t-tunggu, bukan begitu maksudku, baiklah...kajja...kajja". Yong Guk menarik lengan Sungmin untuk menaiki motor besarnya, dan jangan lupakan kelinci putih raksasa yang duduk cantik di depan Yong Guk.
...
..
.
"Hyung...bisakah kau mengendarai motormu ini secara benar?!" Sungmin menggerutu kesal, saat motor besar yang ia tumpangi melaju oleng. Tak jarang mesin berat itu hampir menabrak pembatas jalanan.
"Yak Sungmin! apa kau tak melihatnya? Kelinci bodohmu ini menghalangi pandanganku...Haaaattchhiiuw!".
Yong Guk benar-benar kesal dengan keberadaan boneka tersebut, selain menghalangi pandangan, bulu-bulu halus kelinci itu sering menggelitik hidungya dan menyebabkannya bersin-bersin...tentu saja, ia tidak bisa mengendarai motornya secara benar.
...
.
.
"Ming...".
Kyuhyun melangkah memasuki rumahnya...mengedarkan pandangan untuk mencari sosok Sungmin. namun tak terdengar sahutan dari namja cantik itu...
"Sungmin~ah.."
Ia melanjutkan langkahnya mencari di dapur...tempat favorit Sungmin di rumah mereka...tapi nihil kyuhyun hanya menemukan secangkir Caffe Latte yang masih hangat, Kyuhyun kembali menelan kekecewaan...
Namja tampan itu kian gusar tak menemukan Sungmin di lantai dasar...lalu ia putuskan untuk mencari Sungmin di kamarnya. Ia bersumpah akan memeluk namja cantik itu...dan mengungkapkan perasaannya sebenarnya.
"Ming...di mana kau?"
Kyuhyun berlari menapaki anak tangga...meski terkadang ia limbung dan hampir jatuh karena tersandung. Perasaan tidak enak mulai menjalar dalam dadanya... dengan kekuatan penuh ia mendobrak pintu kamar Sungmin.
.
.
"M-Ming..."
Nafasnya tercekat...kamar Sungmin bersih dan rapih, Kyuhyun tidak menemukan boneka-boneka pink yang sebelumnya tersusun di kepala ranjangnya, ia juga tak menemukan benda-benda Sungmin lainnya di kamar tersebut.
Kyuhyun melangkahkan kakinya semakin kedalam untuk membuka lemari...memastikan bahwa baju dan seragam Sungmin masih di dalamnya.
.
"Tidak...".
Kyuhyun mendudukkan tubuhnya yang lemas di ranjang Sungmin, lemari itu benar-benar kosong tak menyisakan apapun. Namja tampan itu memijit pelipisnya yang terasa pening.
"Kau benar-benar meninggalkanku Ming?"
Lengkap sudah penyesalan Cho Kyuhyun, ia berhasil membuat namja cantik itu pergi meninggalkannya, sungguh semua ini bukan keinginanya...
Bulir air mata yang mengalir dari obsidiannya cukup menunjukkan kepedihan dan penyesalan namja tampan itu. Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di ranjang Sungmin...mencoba menghirup aroma tubuh Sungmin yang masih tertinggal. Baru semalam tadi ia memasuki kamar ini...menyentuh sosok Sungmin dan mengecup lembut bibirnya. Namun kini...ia tak bisa melihat namja cantik itu. Kyuhyun benar-benar merasa kehilangan...
'Srak'
Tangan Kyuhyun menyentuh sesuatu di atas ranjang Sungmin, ia mendudukkan tubuhnya...dan mengambil secarik kertas tersebut. Kyuhyun membaca dengan perlahan setiap kalimat yang tertulis di atasnya...dan itu adalah pesan dari Sungmin.
'Kyu aku pergi...sekarang kau tak kan terganggu dengan kehadiranku. Jangan membenciku lagi ne?..
Aku tau kau tersiksa dengan perjodohan kita...aku akan membatalkannya kyu, meski berat untukku...karena aku mencintaimu...sangat mencintaimu...
Dan Aku tau kau sangat mencintai dan menyayangi Wookie...kalian memang serasi ^^
Aku meninggalkan satu kelinciku di kamar ini...untuk menemanimu, aku harap kau menjaganya baik-baik...
Selamat tinggal Kyuhyunnie...'
.
Air mata itu kian deras mengalir...kyuhyun meremas kuat kertas di tangannya, hatinya bagai tersayat ratusan pisau tajam...ia tak pernah menduga hal ini akan terjadi, namja cantik itu menganggap dirinya menyukai Ryeowook dan ia semakin mengutuk dirinya karena tak mengetahui kemana Sungmin pergi.
"Tidak Ming...aku tidak mencintai Wookie...AKU MENCINTAIMU MING!"
Kyuhyun semakin meringkuk di atas ranjang Sungmin dengan mendekap sebuah boneka kelinci putih...
Kyuhyun menyadarinya...ia sangatlah mencintai pemilik boneka tersebut...
.
"Kembalilah Sungmin~ah...aku mohon".
.
.
.
.
TBC
Chaa Caffe Latte chapter 4 hadir...
Mohon masukannya ya chingu...
o iya berhubung lebih banyak yang milih ga pake karakternya Siwon, jadi dia g aku masukin di sini...maaf ne Chinguuu.
untuk:
Cho Na Na, Iam E.L.F and JOYer, sun young, Me Naruto, Cul Ah, Miyoori29, chanmoody, AIDASUNGJIN, Mayleen, ming0101, Kim Min Ra, Love Clouds, juechan, hye99, PumpkinSparKyumin, chikakyumin, JOYmin137 , Lee minli, minyaa, Zahra Amelia, reaRelf, evilkyu, QQ Kyumin, chacha95, Choi Ryo, Chuu1307, Yc K.S.H, chiikyumin, Cho Kyuri Mappanyukki, Qhia503, Fie, I was a Dreamer, Kanaya, Zhang Ary, , sparkyumin13, MissELFVIP, sitara1083, SSungMine, Kyuminsimple, is0live89, ammyikmubmik, yunteukwon, Lilin Sarang Kyumin, Youngfish, Rima KyuMin Elf, dedo, nieyaniey, bunyming, imKML, Deolovea kyuminelf, dhian930715ELF, HeeYeon, Bunnychaggy, sillygirl137, kyuminyonghwonie, kyuminkyumin137, holeinyourface, Yefah KyuminShippClouds, HeeKitty, dessykyumin, ImSFS, Princess Pumkins ELF, sparkyumin, Cho Sa Min, 137Line, Kyurin Minnie, Hiwatari NiwaDark Chullie, Park Min Rin, cha, Cho viva, nova137, HaHa Shipper, kyuminbutts, w.n, , Vie Joyers3424, dan para Guest.
gomawooooo bgt, kata-kata chingu benar-benar menyemangati saya...^^
author benar2 mengharap review readers di chapter ini...
please ^^
.
.
Annyeong...
Hugggghhhh (^,^)
kamshaheeee...
