Kibum yang sudah tak sadarkan diri dimasukkan ke dalam mobil mewah hitam, disana telah duduk namja yang selalu terobsesi dengan yeoja cantik yang kini sedang ada di pangkuannya masih dalam keadaan tak sadarkan diri akibat obat bius tadi.

"Aku berhasil mendapatkanmu kembali Bummieku"ucap namja tampan itu puas.

Author pov*

Siwon dengan bersemangat melangkahkan kakinya menuju ke dalam kelasnya. Tampak disepanjang jalan para yeoja yang meneriakkan namanya, namun Siwon hanya menanggapinya dengan senyum manisnya. Ia kini sudah tidak sabar ingin bertemu dengan yeoja yang sangat dicintainya itu. digenggaman tangannya kini ada setangkai bunga mawar merah kesukaan mantan istrinya.

"Pagi Kyu"sapa Siwon pada sahabat karibnya itu, sedangkan yang disapa merasa heran mendapati sahabatnya kini tengah tersenyum-senyum sendiri.

"Kau kenapa Won? Kelihatannya kau sangat senang hari ini"tanya Kyu yang penasaran dengan tingkah laku sahabatnya yang berubah 180 derajat tersebut.

"Hahaha begitu ya?"ucap Siwon sambil memampangkan senyum di wajah tampannya.

"Jangan-jangan kau sudah baikan dengan Kibummie eoh?"tanya Kyu penasaran.

"Kau ini memang sahabat yang paling pengertian Kyu, aku sekarang akan berusaha mendapatkannya kembali karena aku tahu sekarang kalau dia masih mencintaiku"ucap Siwon yakin.

"Ne.. ne..apa ku bilang kalian sebenarnya masih saling mencintai eoh"ucap Kyu pada Siwon yang sedang menciumi bunga mawar yang ada di tangannya sekarang.

"Ne.. tapi kenapa dia belum datang eoh, ini sudah hampir bel masuk"ucap Siwon sambil melihat jam tangannya.

"Molla, tapi aku tadi sempat melihatnya bersama dengan Minho tapi kenapa mereka belum masuk juga ya"ucap Kyu memberitahu Siwon.

"Aishh kenapa namja itu masih saja berusaha mendekati Bummieku"ucap Siwon kesal mendengar Minho yang tengah bersama Kibum.

Siwon dengan sabar menunggu kedatangan Kibum, akan tetapi sosok itu tidak kunjung datang hingga jam istirahat tiba membuat Siwon semakin kesal.

"Aigoo dia berani-beraninya membolos dengan Minho sialan itu"umpat Siwon kesal yang mendapati Kibum tidak masuk kuliah.

"Tidak biasanya Kibummie membolos won, apa terjadi sesuatu padanya?"ucap Kyuhyun dengan nada khawatir.

Siwon masih tampak khawatir dan berusaha menghubungi mantan istrinya itu namun tetap hasilnya nihil karena nomor yang sedari tadi ia telfon sekarang tidak aktif.

Sementara di tempat lain, Minho tengah berlari mencari Donghae untuk memberitahu kejadian yang dialami Kibum sekarang. Akhirnya dengan bersusah payah ia berhasil menemukan sosok yang ia cari. Minho mengahampiri namja tersebut dengan cepat.

"Hyung ,, kau kakaknya Bummie kan?"tanya Minho masih dengan nafas terengah-engah akibat berlari tadi.

"Ne,, kau temannya Bummie kan, wea mencariku?"tanya Donghae pada Minho penasaran.

"B-Bummie diculik hyung"ucap Minho agak terbata-bata berusaha menstabilkan nafasnya yang memburu.

"Mwo?"teriak Donghae kaget.

"Aku sudah berusaha menyelamatkannya hyung tapi dua orang yang menyekapnya terlalu kuat hingga aku tak bisa melawannya sendirian"ucap Minho berusaha menjelaskan.

"Ne,, gomawo"ucap Donghae sambil berlari meninggalkan Minho menuju mobilnya.

"Aishh pasti ini semua ulah namja sialan itu, awas saja kalau kau berani menyakiti dongsaeng kesayanganku Shim Changmin"umpat Donghae pada namja yang ia maksud.

Siwon yang baru keluar dari kelasnya tak sengaja melihat Donghae berlari tergesa-gesa, dengan agak berlari Siwon mengejar mantan kakak iparnya itu.

"Hyung" teriak Siwo memanggil Donghae sedangkan Donghae menghentikan langkahnya saat Siwon memanggilnya.

"Hyung kau kenapa sangat tergesa-gesa begitu dan tampak khawatir?"tanya Siwon penasaran.

"B-Bummie diculik Siwon-ah"ucap Donghae dengan nada khawatir.

"Mwo?"lagi-lagi Siwon terkejut mendengar berita ini.

"Aku akan segera pulang dan meminta bantuan tema-temanku untuk tahu dimana keberadaan Changmin sekarang"ucap Donghae masih dengan nada khawatir.

Donghae melihat perubahan raut wajah Siwon yang mulai menegang sekarang.

"Jangan khawatir Siwon-ah, aku akan segera menemukannya"ucap Donghae sambil mengelus pundak Siwon lembut lalu kembali berjalan menuju mobilnya.

"Kalau kau berani menyakitinya atau menyentuhnya, kupastikan aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri Shim Changmin"ucap Siwon dengan penuh amarah lalu pergi entah kemana.

Sementara di kediaman keluarga Kim, kim Chullie tampak gelisah mendengar anak yang sangat dicintainya kini sedang diculik orang.

"Hiks...Bummie ...hiks...hiks..."isak Kim Chullie yang masih menangis mendengar berita dari anak sulungnya tadi bahwa Kibum tengah diculik.

"Chagi sudah jangan menangis terus"ucap Kim Hangeng berusaha menenangkan istrinya saat ini yang masih terguncang.

"Aku takut chagi kalau Bummie kenapa-napa"ucap Kim Chullie lagi membuat hati suaminya semakin sakit melihatnya terisak menahan tangis.

"Aku berjanji akan menemukan Bummie chagi dan kupastikan ia akan baik-baik saja"ucap Kim Hangeng lagi sambil mencium pucuk kepala istri tercintanya itu.

Author pov end*

Changmin pov*

Dengan perlahan kubaringkan tubuh mungil yeoja yang ada dalam gendonganku ini sekarang diatas kasurku yang berukuran king size. Aku duduk disamping tubuhnya dengan perlahan agar yeoja yang sangat aku cintai ini tidak terbangun dari tidurnya. Kupandangi wajah putih mulusnya dan kujelajahi dengan tanganku yang ingin merasakan lembutnya wajah itu.

"Aku berhasil mendapatkanmu kembali Chagi-ah"ucapku dengan tersenyum puas bisa memandang Kibum sedekat ini.

Dengan setia ku elus rambut hitamnya dan sesekali kuciumi keningya. Kubaringkan tubuhku disamping yeoja cantik ini dan mengahadap ke wajahnya. Kuusap pipi chabbinya yang begitu menggemaskan. Begitu lama aku pandangi wajahnya yang tidak pernah membosankan untuk aku pandang itu. kulihat ia menggeliat kecil terlihat sangat imut di mataku.

"urrmmhh"

"Akhh,, appo?"Kibum meracau kesakitan di kepalanya yang mungkin diakibat obat bius tadi.

"Kau sudah bangun Chagi-ah?"ucapku membuatnya menoleh padaku terkejut.

"C-Changmin-ah aku sekarang ada dimana? Kenapa kau ada disini?"tanyanya kebingugan.

"Kau sekarang di rumahku Bummie "ucapku lembut sambil membelai rambut hitamnya.

"Kenapa kau membawaku kesini? Aku mau pulang Changmin-ah keluargaku pasti khawatir denganku"ucap Kibum sambil berusaha duduk dari posisi tidurnya namun dengan cepat aku menindihnya tak membiarkan yeoja cantik itu beranjak dari posisinya.

"Changmin-ah apa yang mau kau lakukan ?"ucap Kibum takut meihatku kini sudah menindihnya dan dengan sekuat tenaga ia berusaha memberontak.

Aku tak perduli dengan pukulan-pukulan yang diberikan Kibum kepadaku yang terpenting saat ini aku hanya ingin merasakan lembutnya bibir merah marun milik Kibum itu yang selalu menggoda untuk dilumat. Saat bibirku berhasil menyentuh bibirnya kulumat dengan lembut bibirnya dan sesekali kugigit bibir bawahnya agar aku bisa masuk ke dalam mulutnya. Kibum masih tampak meronta-ronta kecil namun aku tetap melancarkan aksiku semakin ganas. Kuhisap lidahnya membuat dia sedikit menggelinjang kenikmatan.

"Akhh"teriakku kesakitan saat Kibum berhasil menggigit lidahku yang sedang bermain dengan lidahnya dan mendorong tubuhku menjauh.

"Wae chagi-ah? kau sekarang milikku"ucapku lembut sambil berusaha mendekatinya lagi.

"Jangan mendekat Shim Changmin, kau tidak boleh menyentuhku karena hanya satu orang yang boleh menyentuhku yaitu Wonnie"ucapnya lantang membuatku semakin geram mendengar nama namja yang baru keluar dari mulutnya itu.

Aku menjambak rambutnya lembut.

"Kau itu milikku dan selamanya milikku jadi jangan pernah menyebutkan nama namja brengsek itu dihadapanku Bummie"ucapku sambil menciumi leher putih Kibum yang begitu menggoda.

Changmin pov end*

Kibum pov*

"Kau itu milikku dan selamanya milikku jadi jangan pernah menyebutkan nama namja brengsek itu dihadapanku Bummie"teriak namja tampan yang sedang menciumi leherku penuh nafsu,namja itu yang tak lain adalah Shim Changmin.

"Akkkhh"teriakku kesakitan saat Changmin menggigit leherku dengan kasar.

Kudorong tubuhnya lagi menjauh dariku dan seketika itu aku berlari menuju pintu keluar kamar tersebut. Kuputar handle pintunya namun hasilnya nihil karena pintu itu ternyata di kunci rapat oleh Changmin. Changmin tersenyum penuh kemenangan dan mendekatiku lagi membuatku sangat takut saat ini.

"Kau tidak akan bisa kemana-mana chagi-ah"ucap Changmin mesra di telingaku membuatku bergidik ngeri.

"Kumohon Changmin-ah jangan seperti ini keluargaku pasti sangat khawatir denganku"ucapku memelas sambil berangsur duduk dilantai kayu kamar Changmin.

"Kau tidak perlu mereka Bummie, kau hanya perlu aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu"ucap Changmin lembut dan terkesan sangat kasihan untukku.

"Tetaplah disini Bummie, kumohon"ucap Changmin sekali lagi sembari mengusap pipiku yang basah karena air mataku.

Aku bisa melihat ada raut kesedihan atau mungkin terkesan kesepian di wajah Changmin sekarang, ada sekelebat rasa iba dihatiku melihat sosok rapuh namja yang ada dihadapanku ini.

"Changmin-ah kumohon jangan seperti ini, aku akan bersedia menjadi temanmu tapi kumohon lepaskan aku sekarang"ucapku berhati-hati pada Changmin.

"Andwe aku tidak bisa melepasmu chagi, aku mau hidup denganmu"ucap Changmin dengan mengembangkan tawanya lebar Lalu keluar dari kamarnya.

Aku duduk di sudut kamar besar itu dan menekukkan kakiku hingga menutupi wajahku saat ini berusaha menyembunyikan wajahku yang sedang ketakutan. Tak lama kemudian masuklah Changmin ke dalam kamar ini membuatku semakin takut. Ia datang membawa nampan berisi makanan penuh.

Kurasakan tangan dinginnya mengelus rambutku lembut.

"Chagi-ah makanlah ini"Changmin menyodorkan berbagai makanan lezat yang ada di nampan tersebut membuatku menelan ludah karena terlalu laparnya diriku kini.

"Aniyo, aku tidak mau makan Changmin-ah, aku hanya ingin pulang"teriakku tepat di depan wajahnya.

"Tersarah kau saja Bummie aku tidak akan pernah melepaskanmu"ucapnya tegas lalu meninggalkanku sendirian di dalam kamarnya.

Kibum po end*

Author pov*

Siwon mengendarai mobil sportnya menuju rumah sepupunya Choi Yesung .setelah ia mendengar bahwa Kibum diculik ia segera meminta bantuan pada sepupunya itu agar mengetahui keberadaan Kibum saat ini, karena Yesung yang mempunyai banyak teman detektif dan semacamnya hingga Siwon sepenuhnya percaya padanya. Setelah sampai di pelataran rumahnya dengan cepat ia memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam rumah bergaya minimalis tersebut.

"Hyung, kau sudah berhasil menemukan alamatnya?"tanya Siwon dengan nada penuh harap.

"Belum Siwon, sangat susah untuk melacak keberadaannya. Sepertinya dia menutup jejaknya sangat rapi hingga sulit untuk kita deteksi"ucap namja berambut hitam tersebut pada sepupu kesayangannya.

"Apa mungkin dia sudah tidak berada di Korea lagi hyung?"tanya Siwon dengan nada khawatir.

"Mudah-mudahan saja tidak Siwon, karena kita akan sangat sulit melacak keberadaanya jika dia sudah berada di luar Korea"ucap namja tampan tersebut serius.

"Hyung kumohon cepat temukan Bummie, aku tidak mau terjadi apa-apa padanya"ucap Siwon memohon pada Yesung sepupunya.

"Pasti Siwon aku juga tak mau Kibummie kenapa-napa"ucap Yesung sambil memeluk sepupunya itu yang terlihat rapuh.

.

.

Changmin duduk di samping yeoja yang sangat dicintainya yang kini sedang tertidur itu, ia sebenarnya sungguh tak tega dengan Kibum. Makanan yang telah dibawakannya untuk Kibum sama sekali tak disentuhnya membuatnya semakin khawatir kalau Kibum akan sakit. Perlahan diangkatnya tubuh rapuh Kibum ke atas ranjangnya. Dibaringkannya dengan hati-hati tubuh yeoja yang sangat dicintainya itu agar ia tidak terbangun, lalu dengan lembut ia memakaikan selimut di tubuhnya agar yeoja yang dicintainya itu tidak kedinginan.

"Mianhae Bummie"ucapnya lembut sambil membelai rambut Kibum.

Changmin yang tidur disampingya tak henti-hentinya memandangi wajah Kibum yang semakin terlihat cantik saat sedang tertidur tersebut membuatnya semakin tergoda untuk menjelajahinya semakin dalam.

Kibum yag merasakan sinar matahari mengenai dirinya terbangun dari tidurnya. Dilihatnya namja tampan yang selalu membuatnya takut itu tengah tertidur disampingnya. Tanpa membuang-buang waktu ia bergegas turun dari ranjang itu dan berusaha untuk kabur namun ternyata pintu kamar itu masih dikunci rapat dan ia tak berhasil menemukan kunci kamar itu. setelah berfikir lama Kibum memiliki ide untuk kabur melalui beranda kamar Changmin. Dengan perlahan ia mengambil selimut dari kamar itu untuk diikatnya di pagar beranda. Perlahan ia turun sedikit demi sedikit untuk mencapai tanah.

Sementara Changmin yang sudah terbangun dari tidurnya sangat terkejut saat ia tak melihat Kibum disampingnya. Ia mencari disetiap sudut ruangan kamarnya namun tetap hasilnya nihil. Matanya tertuju pada pintu beranda kamarnya yang terbuka, dengan cepat ia berlari menuju berandanya dan benar saja disana ia melihat Kibum yang tengah berusaha merangkak menuruni kamarnya.

"Bummie-ah jangan coba-coba kabur"teriak Changmin membuat Kibum terkejut hingga ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tanah dengan sangat keras.

"aaarrrrrrggggttttt"teriak Kibum kesakitan saat ia terjatuh dengan keras di atas tanah.

Changmin yang melihat Kibum terjatuh sangat khawatir dan dengan cepat menyusul Kibum. Kibum berusaha berdiri namun ia tak bisa karena kakinya kini sangat sakit dan mungkin terkilir akibat ia jatuh tadi.

"Gwaenchana?"ucap Changmin khawatir melihat darah yang mengucur deras di lutut Kibum.

"Appo hiks...hiks..."isak Kibum kesakitan.

Dengan cepat Changmin menggendong Kibum ke kamarnya kembali dan membaringkannya di atas kasur.

"Pak Park cepat ambilkan obat"teriak Changmin pada pria paruh baya yang ada di depan pintu kamarnya.

"Ne, tuan muda"dengan cepat pria paruh baya itu pergi mengambil apa yang dimaksud Changmin.

"Gwaenchana Bummie"ucap Changmin berusaha menenangkan tangisan yeoja yang sangat dicintainya itu.

"Hikss...hiksss"Kibum masih terisak.

Pria paruh baya itu masuk lagi ke dalam kamar Changmin dengan membawa kotak P3K. Dengan telaten Changmin berusaha mengobati kaki Kibum yang sesekali mendatangkan jeritan kesakitan dari yeoja cantik itu.

"Akkhh"teriak Kibum kesakitan saat Changmin menyentuh lukanya.

"Appo?"tanya Changmin khawatir dan mendapat anggukan dari Kibum.

"Gwaenchana, setelah diobati lukanya pasti akan segera sembuh"ucap Changmin lembut sambil mengelus lembut rambut Kibum.

"Istirahatlah Bummie, agar lukamu bisa cepat sembuh"suruh Changmin pada Kibum. Ketika Changmin hendak beranjak dari tempatnya, tangannya ditarik Kibum.

"Wae chagi-ah?"ucap Changmin lembut.

"Tidak bisakah kau melepaskanku Changmin-ah?"tanya Kibum yang kini mulai terisak lagi.

"Mianhae chagi-ah, tenanglah aku tidak akan pernah menyakitimu. Saranghae"ucap Changmin sambil mengelus lembut pipi chubby milik Kibum namun segera ditepis oleh yeoja cantik itu membuat Changmin kecewa.

"Kumohon Changmin-ah, jika kau mencintaiku lepaskanlah aku"Kibum kembali memohon penuh harap namun Changmin tak memperdulikannya dan berlalu pergi dari kamarnya.

Kibum duduk sendirian di sudut kamar Changmin, tak diperdulikannya rasa lapar diperutnya hingga membuat tubuhnya semakin lemah. Tiba-tiba pintu kamar itu dibuka dan menampakkan namja tampan itu berjalan mendekati Kibum.

"Bummia-ah kumohon makanlah"ucap Changmin berusaha membujuk Kibum agar mau makan.

"Andwae, lebih baik aku mati Changmin-ah dari pada aku tidak bisa bertemu dengan keluargaku dan Won—"belum sempat Kibum menyelesaikan kata-katanya dengan kasar Changmin telah melumat habis bibirnya.

Lumatan demi lumatan semakin menggairahkan Changmin untuk semakin dalam menjelajahi mulut manis Kibum. Sementara Kibum yang dari tadi meronta kini tidak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya yang digenggam kuat oleh Changmin. Dengan bersusah payah Changmin berhasil memasukkan lidahnya ke dalam mulut Kibum setelah ia menggigit cukup keras bibir bawah Kibum hingga mendapat erangan kesakitan dari Kibum namun sama sekali tak digubris oleh Changmin dan terus melumat habis bibir merah marun Kibum.

Karena kurangnya pasokan oksigen membuat Changmin dengan terpaksa melepaskan ciuman panasnya dengan Kibum. Bibir Kibum kini tampak semakin memerah akibat gigitan keras Changmin tadi yang mungkin kini telah meninggalkan luka dibibirnya.

"Hiksssss...hiksss"isak Kibum karena ia sama sekali tak bisa melawan namja yang telah menciumnya.

"Sudah aku peringatkan Bummie jangan pernah kau menyebut nama namja brengsek itu dihadapanku"ucap Changmin dengan nada yang menakutkan membuat Kibum bergidik ngeri.

Kembali Changmin menciumi leher jenjang nan putih Kibum membuat Kibum terkejut dan langsung mendorong tubuh namja itu menjauh darinya.

"Jangan pernah menyentuhku Shim Changmin"teriak Kibum lantang namun tanpa ada rasa takut sama sekali Changmin terus mendekatinya membuat Kibum melangkah mundur hingga kini ia bersandar di tembok namun Changmin tetap saja melangkahkan kakinya mendekati Kibum hingga akhirnya ia berada sangat dekat dengan Kibum dan mengunci pergerakan Kibum dengan kedua tangannya yang bertumpu pada tembok.

"Istirahatlah Bummie"bisik Changmin mesra di telinga Kibum membuat Kibum sedikit menarik nafas lega karena Changmin tidak melakukan sesuatu padanya.

Sementara di tempat lain Siwon masih berusaha mencari Kibum di tempat Changmin kemungkinan membawanya namun pencariannya itu hanyalah sia-sia belaka. Siwon mengendarai mobil sportnya dengan kencang menuju pantai, dimana pantai itu menjadi saksi bisu ketulusan cintanya dan Kibum. Dengan langkah gontai ia meyelusuri pinggir pantai indah itu. ia terduduk lemas di bibir pantai itu mengingat memori-memori indah bersama mantan istrinya.

Tak jauh dari dirinya dilihatnya sepasang remaja yang tengah bercanda ria menikmati senja di pantai itu membuat hati Siwon semakin sakit.

"Bummie-ah mianhae,aku tidak bisa menjagamu dengan baik dan aku janji akan menyelamatkanmu segera Bummie"ucap Siwon lirih.

Handphone Siwon berbunyi sehingga membuyarkan lamunannya, lalu segera ia angkat handphonenya itu yang ternyata dari sepupunya Choi Yesung.

"Yeobseo hyung"sapa Siwon pada sepupunya itu.

"Siwon-ah cepatlah kesini aku sudah berhasil menemukan keberadaan Changmin"ucap namja itu membuat Siwon senang.

"Ne hyung, aku akan segera kesana"ucap Siwon semangat lalu dengan cepat melangkahkan kakinya menuju mobil sport hitamya itu.

Tek perlu waktu lama Siwon pun sudah berhasil sampai di rumah mewah milik sepupunya itu. dengan cepat ia segera berlari ke dalam rumah mewah itu dan menemui Yesung. Ternyata disana telah sampai juga mantan kakak iparnya yaitu Kim Donghae yang tengah duduk disamping sepupunya dengan wajah tegang.

"Hyung dimana tempatnya?"tanya Siwon sambil duduk di samping Yesung.

Yesung dengan cepat memberikan alamat namja yang dimaksud Siwon.

"Kau akan mati Shim Changmin"ucap Siwon dengan nada yang menyeramkan. Namun langkahnya terhenti saat Donghae menarik tangannya.

"Wae hyung, aku harus segera menyelamatkan Bummie"

"Siwon-ah kita tidak boleh tergesa-gesa, kita harus merencanakannya dengan matang karena Shim Changmin itu sangat licik, aku tidak mau kalau kau dan Bummie terluka"jelas Donghae panjang lebar, dengan terpaksa ia mengurungkan niatnya untuk segera menemui namja itu dan lebih mendengarkan perkataan mantan kakak iparnya.

.

.

Di sebuah kamar yang luas nan mewah telah berdiri namja tampan yang tampak sedang berbicara dengan pria yang ada disampingnya.

"Cepat selesaikan semuanya, aku ingin segera membawa Bummie keluar dari Korea"ucap Changmin pada pria tegap yang ada di belakangnya.

"Ne,, tuan muda saya akan segera mengurus kepindahan tuan muda dan nona Kibum-ssi"jawab pria tegap itu lalu dengan cepat menghilang di balik pintu. Changmin tertawa puas dan segera menghampiri yeoja yang tengah tertidur lelap di ranjangnya.

"Kau akan benar-benar menjadi milikku Bummie dan kita akan segera menikah di Inggris nanti hahaha"tawa namja itu penuh kemenangan lalu mencium kening Kibum lembut.

"Tuan muda saya sudah membelikan baju untuk nona Kibum dan semua yang dibutuhkannya"ucap wanita paru baya pada Changmin.

"Gomawo mini"ucap Changmin sambil tersenyum hangat.

.

.

"Siwon-ah gawat ada jadwal penerbangan ke Inggris sore nanti atas nama Changmin. Kita harus segera menemukannya sebelum ia berhasil membawa Kibum ke luar negeri"ucap Yesung panik saat ia mendengar kabar dari temannya.

"Brengsek aku tidak akan membiarkannya membawa Bummieku, aku harus segera menyelamatkan Bummie hyung"ucap Siwon dengan mengepalkan tangannya lalu dengan cepat berlari menuju mobil sportnya.

"Aishh anak ini selalu tergesa-gesa, aku harus memberitahu Donghae"ucap Yesung lalu dengan segera ia menuju mobilnya hendak menjemput Donghae.

Author pov end*

Kibum pov*

Aku terbangun dari tidurku saat kudengar suara berisik dari dalam kamar yang sedang aku tempati ini. Kulihat Changmin tampak mengemasi baju-bajunya dalam koper besar membuatku heran.

"Changmin-ah kau sedang apa?kenapa kau membereskan semua bajumu"ucapku penasaran.

"Kau sudah bangun Chagi-ah"ucap namja itu sambil meninggalkan pekerjaan itu dan menghampiriku.

"Kita akan segera pergi ke Inggris chagi-ah dan kita akan segera menikah disana"ucap Changmin lembut dan mengusap pipi chubbyku.

"Andwae .. andwae Changmin-ah kumohon jangan"teriakku histeris mendengar ucapan namja yang ada dihadapanku saat ini.

Dengan keras aku mendorong tubuhnya menjauh dariku lalu akupun berlari keluar dari kamar Changmin saat kulihat pintu kamar itu sedang terbuka, namun tepat saat telah sampai di depan pintu tampak dua orang namja yang langsung menahanku tak membiarkan aku pergi.

Changmin menghampiriku yang kini tampak meronta-ronta karena tanganku yang dipegang kuat oleh kedua namja itu.

"Lepaskan tangannya"ucapnya pada kedua namja itu lalu menarik tanganku kasar masuk ke dalam kamarnya lagi.

"Kalau kau seperti ini terus, tampaknya aku harus sedikit kasar agar kau bisa sedikit mengerti"ucapnya dengan nada mengerikan lalu menghempaskan tubuhku dengan kasar di atas kasur dan dengan cepat ia menindih tubuhku.

Aku meronta hebat dan mendaratkan pukulan-pukulan di dadanya namun tetap saja itu semua tampaknya tak memberikan hasil sama sekali membuatku semakin lemas karena tenagaku semakin terbuang sia-sia karena dari kemarin aku sama sekali tak memakan apapun hingga aku tak mempunyai energi sama sekali untuk melawannya.

"Akhh"teriakku kesakitan saat dengan cepat ia menjambak rambutku untuk mendekatkan kepalaku agar ia dengan leluasa bisa menciumku semakin dalam. Dia dengan ganas melumat habis bibirku hingga kini bibirku tampak bengkak karena gigitan-gigitannya yang menurutku penuh nafsu itu.

"Changmin-ah,,, hikss,, aku moho jangan seperti ini"ucapku sedikit terisak. Namun ia sama sekali tak memperdulikan ucapan dan isakanku dan meneruskan ciumannya menuju leher putihku yang disana masih ada bekas luka akibat gigitannya kemarin. Kini tangannya mulai menjelajahi bagian bawah tubuhku berusaha menyibakkan baju yang sedang aku pakai.

"Changmin-ah sungguh aku mohon jangan seperti ini"ucapku semakin lemah. Tanganku masih berusaha mencegahnya agar ia tak melakukan hal yang lebih lagi pada diriku.

Samar-samar terdengar suara gaduh dari balik pintu kamar Changmin. Dan dengan jelas aku bisa mendengar suara namja yang sangat aku cintai itu dari luar kamar Changmin. Dengan penuh harap aku berdoa agar suara itu benar suara Siwon yang akan menyelamatkanku dari namja ini.

Brakkkkkkk...

To be continued...

Anyeonghaseyo para readers ^^

Gimana-gimana?

Maaf ya kali ini gak bisa balas review soalnya age sibuk banget buat persiapan UNAS yang hanya tinggal hitungan hari ini.

Mohon doanya ya chingu biar bisa lancar ngadepin unas n bisa lulus 100% ^^ aminnn hehehe

Sekian dari saya dan mungkin next chapter agak lama munculnya tapi kalau selesai UNAS diusahain update kilat ^^

Numpang promosi:

Follow my twitter: nurul si red trouker

Jeongmal Gomawo ^^

Review please ^^