heheh sebelumnya terima kasih buat Michelle221, Salsabila dan Rosie yang sudah mau "meluangkan waktunya" buat review :) and Love u guys so much :) ..

heheheh kalau boleh jujur sebenarnya lagi dilanda "kebuntuan" buat nulis :(, Jadi saya minta maaf jika ini memakan waktu yang cukup lama untuk update :( ..

hemm gak usah panjang-panjang *bingung juga mau ngomong apa :D* so here we go ...!


Chapter 4

Kendall' POV

Aku menatap bayanganku pada cermin. Memakai pakaian t-shirt putih yang dilapisi baju hem biru dengan celana jins ketat yang seperti biasanya aku pakai, inilah yang kurasa cocok dan nyaman untuk aku pakai saat ini. Aku sadar bahwa malam ini kami sedang mengadakan Pesta, tetapi jika boleh jujur aku sama sekali tidak menikmatinya, bahkan aku ingin pergi ke tempat yang lebih tenang dari keramaian. Aku belum siap bertemu dengan orang-orang yang aku sayangi, belum untuk saat ini.

Rambut yang berantakan, wajah yang putih pucat dengan kantong hitam yang melukisi dibawah kedua mataku, dan bahkan terima kasih untuk mata bengkak yang aku dapat sekarang. Yeah, mungkin aku tidak bisa menyalahkan itu karena ini semua adalah salahku, mungkin. Ketika memoriku kembali kepada Jo, air mata ini tidak bisa kukengkang untuk keluar. Bagaimana bisa aku melewati ini semua? Bahkan aku sendiri mengakui bahwa Jo adalah perempuan yang selalu mengisi hari-hariku?

Aku menebak bahwa semua penghuni Palm Woods sudah datang. Aku bisa mendengar suara Guitar Dude yang sedang memainkan gitarnya dengan teriakan perempuan yang mungkin sedang mengelilinginya sekarang, dan aku rasa ruang TV sudah dipenuhi dengan orang-orang.

Aku menghela nafas dan menyapu rambutku.

Perlahan aku mendekatkan tubuhku kearah cermin dan kuletakkan kedua tanganku di Wastafel untuk menyangga berat badanku. Setelah sekian detik aku memperhatikan bayanganku, aku menunduk dan menutup kedua mataku erat-erat. Tubuhku mulai bergetar, aku bisa merasakan jantungku berdebar cepat, keringat dingin mulai datang dari dahiku, dan ketika aku semakin diam seluruh tubuhku mulai kedinginan dan bergetar.

Aku meringis menahan rasa sakit yang menerjang dibagian sekitar perutku dan seketika tangan kananku menyelimuti perutku dan meremasnya dengan tangan kiriku tetap berada di Wastafel yang sedang menggepal menahan rasa sakit itu.

"Aarrgghhtt..." nafasku mulai tidak teratur, keringat dingin perlahan tapi pasti mendesak turun dari berbagai juru.

Aku spontan menundukkan badanku dan mengerang sakit.

"J-j-jangaan s-s-sekarang, k-kumohon..." saya menangis lirih dan berkata untuk diriku sendiri.

Aku memindahkan posisi badanku sedikit lebih tegak dengan pikiran itu bisa membantuku untuk mendapatkan nafasku kembali normal, namun itu adalah tindakan terbodoh yang saya ambil.

Tak kuasa untuk berdiri aku pun meraih tempat tissue untuk sedikit membantuku namun akhirnya aku menyerahkan tubuhku kelantai yang dingin yang menyebabkan tempat tissue tersebut terlepas jatuh dan menghasilkan suara yang lumayan keras. Aku meringkuk dengan kedua tanganku memeluk bagian tubuh yang sakit.

Aku mencoba untuk mengatur nafasku dan menahan rasa sakit itu. Aku tidak ingin ada orang yang tahu tentang ini, aku tidak ingin lemah disini, aku tidak ingin orang menemukanku terpuruk disini tak sadarkan diri.

Perlahan-lahan aku membuka mata dan mencoba untuk bangkit, namun ketika aku berjuang dengan itu terasa berat bahkan aku tidak bisa menggangkat tubuhku saat ini. Sakit itu sudah berhasil menguasai tubuhku dan isak tangispun tidak bisa lagi dipendam.

Aku putuskan untuk tetap "tidur" disana untuk mengambil tenaga dan mengontrol nafasku sekali lagi untuk percobaan kedua. Ketika aku ingin mencoba berdiri yang kedua kalinya, akupun sedikit dikejutkan oleh suara yang terdengar tidak asing yang berasal dari luar.

"Ke-kendall?"

"Kendall!"

Aku terdiam sejenak dan menutup kedua mataku erat untuk menahan rasa sakit tersebut. Dan dengan bantuan dari dinding, aku berdiri perlahan-lahan meyakinkan bahwa kali ini aku bisa berdiri. Aku berjalan perlahan menuju pintu dengan bantuan dinding dan membukanya.

"H-hey, Logan." aku seraya mengangkat kepalaku dan menemukan Logan berdiri dihadapanku dengan ekspresi khawatir. Aku pun memberikan Logan senyuman yang hanya dibalas dengan tatapan kosong.

"A-are you ok?" Logan masih terdiam ditempat sambil membuka dan menutup mulutnya, tidak tahu harus berkata apa.

"Y-yeah I'm fine.." tidak Logan aku tidak baik-baik saja. Bahkan aku tidak tahu bahwa apakah aku masih bisa baik-baik saja setelah ini. Ini sangat berat untukku, aku ingin menceritakan apa yang terjadi, tetapi aku tidak siap untuk saat ini. Ini bukan waktu yang tepat.

"Hey, apakah semua sudah berkumpul?" aku khawatir terhadap Logan. Dia begitu diam jadi saya memutuskan untuk mencairkannya.

"Y-ya.. saya rasa.."

Seketika aku pun langsung mengalihkan pandanganku dari Logan. Aku menundukkan kepala dan menghela nafas berat dan aku bisa merasakan bahwa tubuhku sedikit bergetar. Sakit itu masih terasa jelas. Tapi tidak, aku harus terlihat kuat dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa...untuk saat ini.


Author's POV

"Kendall, kamu baik-baik saja bukan?" Logan meraih lengan Kendall dan sedikit memompangnya. Mengetahui itu Kendall langsung menangkisnya dengan lembut dan tersenyum lemah kepada Logan.

"Yeah, I'm fine Logan.. Sebaiknya kita segera menemui mereka, kamu tidak ingin ketinggalan acara ini bukan?" dengan itu Kendall berusaha berjalan 'Setegak' yang dia bisa lakukan tetapi Logan dengan cepat menahan Kendall dan memotong jalannya.

"Kendall, apa yang terjadi? Saya mendengar se-sesuatu yang gaduh didalam tadi.." Logan memandang mata Kendall dalam-dalam untuk memastikan bahwa tidak ada kebohongan atau hal yang disembunyikan oleh Kendall. Logan mengerti benar bagaimana sifat Kendall. Kendall Donald Knight orang yang sangat keras kepala yang pernah Logan temui. Orang yang keras kepala tetapi Logan sangat menyayangi Kendall seperti saudara bahkan keluarganya sendiri. Logan sudah mengenal Kendall dari mereka masih duduk di TK. Kendall Donald Knight yang selalu membuatnya tersenyum ketika dia merasa sendiri atau tidak berguna, bahkan untuk kedua orang tuanya.

"Logan look.. I'm fine, trust me. Hemm tentang apa yang kamu dengar didalam kamar mandi hahah yeah saya sangat ceroboh beberapa hari ini, saya sedikit terpeleset tetapi lihat semuanya baik-baik saja sekarang. Tidak ada yang kurang satupun. Dua tangan, dua kaki, satu kepala 'utuh', satu hitung, dua telinga, dua mata, satu mulut, s.."

"Ok, ok I got it Kendall. Jangan merepotkan diri kamu dengan menghitung kelengkapan anggota badanmu.." Logan memotong kalimat Kendall dan menghela nafas karena kekonyolan Kendall.

"So, let's go.." Logan mengangkat kedua alisnya dan memberikan sinyal kepada Kendall untuk berjalan dahulu untuk 'lebih' memastikan bahwa Kendall baik-baik saja.

Kendall sedikit cemberut karena itu tetapi tetap dia 'berjalan' terlebih dahulu dengan senormal mungkin.

"Oh itu mereka, huh darimana saja kamu?" James memberikan tatapan serius yang selalu diartikan dengan tatapan konyol oleh Kendall, Carlos dan Logan.

"Nowhere.. But here we are.." Kendall mengangkat kedua bahunya dan tersenyum nakal kepada mereka. Tetapi ada sesuatu yang sedikit membuatnya sedih, JO. Dia terlihat begitu lesu dan tidak bersemangat. Bahkan Kendall bisa melihat sedikit kemarahan yang tersirat dari wajah Jo. Namun dengan perasaan berat Kendall mengalihkan pandangannya dari Jo dan berlaku seolah-olah bahwa semuanya baik-baik saja...untuk kesekian kalinya.

Setelah semua dipastikan telah berkumpul dan tidak ada yang kurang, kami semua melewatkan malam ini dipenuhi dengan canda, tawa dan bersenang-senang. Semua terasa begitu indah malam ini, yeah walau tidak semua karena ada beberapa alasan yang sedikit menggangu Kendall. Tetapi Kendall berharap semua orang akan tetap seperti ini dengan tawa dan senyum mereka ketika waktunya akan datang..


AANNNDDD..

Heheheh maaf sekali karena saya sudah sangat lama tidak mengupdate cerita ini.. Dan tiba-tiba saya mempunyai niat untuk melanjutkan cerita ini sampai selesai *saya harap* heheheheh.. Mungkin dengan review akan membuat hari saya lebih baik dan dapat menulis untuk Chapter selanjutnya :)

Sekali lagi terima kasih..