We Met Again
Summary : Sekali lagi, Naruto dan Sasuke dipertemukan. Kali ini di hutan. Naruto bertanya apa tujuan Sasuke. Apa yang bakal dijawab Sasuke? RnR please~
.
.
.
"Sasuke-kun, jadi apa rencana kita kali ini? Tidak mungkinkan, kita hanya diam terus. Sedangkan Itachi belum mati." Tanya Karin pada Sasuke yang sedang melamun malam itu, Sasuke pastinya melamunkan kejadian sore tadi saat dirinya dan Naruto di Hotel.
"Hn, menurutmu?" bukannya menjawab, Sasuke malah balik bertanya
"Y…Ya harusnya…kita segera pergi dari desa ini. Lalu kita lakukan rencana awal untuk membalas dendammu pada Itachi Uchiha." Komentar Karin, jujur saja, sebenarnya Karin ingin segera pergi karena sudah tidak ingin melihat Sasuke dengan Naruto bersama.
"Hn," dengan itu Sasuke pergi entah kemana, dan membuat Karin menggertakan giginya pelan.
Suigetsu dan Juugo yang sejak tadi melihat dan mendengarkan percakapan Karin dan Sasuke hanya dapat diam.
'Si Karin nekat bener. Apa semua cewek dapat semenakutkan itu ya kalau cemburu?' batin Suigetsu ngeri
'Sasuke, sebenarnya apa tujuanmu?' batin Juugo penasaran
"Ukhh! Kenapa kalian hanya diam aja sih? Harusnya bantu aku!" omel Karin
.
.
.
(SASUKE'S POV)
Geez, wanita itu! Dia pikir dia siapa? Seenaknya memerintahku! Yang mau balas dendam ke Baka-Aniki kan aku, kenapa dia yang sewot coba? Yaah, bukannya aku gak tahu sih. Secara, aku kan Uchiha, jelas aku jenius, dia begitu karena cemburu dengan…Naruto-Dobe-Usurantokachi-ku!
Ok, Stop. Seorang Uchiha gak boleh OOC. Kecuali dihadapan Uzumaki.
Sekarang, aku sedang berada di hutan, sendirian, kedinginan…eh gak juga sih, untung aku punya jaket kulit ularnya Orochibencong~-ngaco-
SREK! SREK!
Aku siaga satu ketika mendengar bunyi yang berasal dari semak-semak di belakangku. Tiba-tiba sebuah sosok muncul dan membuatku terbelalak.
NARUTO!
.
.
.
(NARUTO'S POV)
Huh! Nyebelin! Kakashi-sensei dan Iruka-sensei bercinta mulu! Si Sakura ama Ino malah ngerekam! Nyebelin!
Aku pergi aja deh. Aku pun keluar dari penginapan. Awalnya hanya ingin menghirup udara segar, tetapi entah kenapa kakiku dengan sendirinya berjalan ke arah hutan yang ada di desa Air ini.
Jantung ku berdetak lebih cepat dari biasanya. Sebenarnya apa yang terjadi?
SREK! SREK!
Terdengar bunyi gesekan antara semak-semak dan tubuh rampingku. Aku pun telah melewati semak-semak, BERHASIL, BERHASIL, BERHASIL, HORE!
Eh, kenapa aku jadi kayak D*r* dan monyet kampungannya? Ok, Back to Story!
Ketika aku telah melewati semak-semak, mataku terbelalak melihat seseorang yang kukenal. Yang amat kucintai. Seorang Uchiha Sasuke dengan wajah datarnya.
"Teme? Kok kau ada disini?"
"Hn, kau sendiri?"
"Ditanya malah balik Tanya! Aku sedang cari udara segar,"
"Hn," si Teme ini memang benar-benar menyebalkan ya! Kalau bukan semeku sudah ku Rasengan dia!
"Dobe," panggilnya
"Ya? Ada apa Teme?" kenapa perasaanku jadi gak enak ya? Kami-sama~
"Aku akan segera pergi." Ujar Sasuke sambil memelukku erat
"EH? KENAPA?"
"Karena aku harus segera membalas dendam pada Ita-"
"Selalu saja balas dendam! Apa tidak ada hal lain yang kau pikirkan?"
Biarlah untuk kali ini saja aku bersikap egois. Aku tidak ingin lagi berpisah dengan Sasuke lagi. Air mataku mulai membanjiri wajahku, Sasuke tetap tidak melepas pelukannya malahan makin erat.
"Apa…kau tak mencintaiku lagi?" entah kenapa pertanyaan itu begitu saja terlontar dari mulutku
Ia pun melepas pelukannya, dan menatap mataku lalu membalikkan badannya.
"Ya, aku tidak mencintaimu. Sejak awal aku tidak pernah mencintaimu, Dobe. Aku mendekatimu karena orang lain menganggapku anak baik. Dan sekarang, aku tetap mendekatimu karena Bijuu yang ada di dalam tubuhmu."
WUUSSSH~
Angin kencang berhembus. Tubuhku melemas, tak kusangka, orang yang begitu kucintai dan kuandalkan malah menyakitiku. Kenapa? Kenapa Sasuke? Semenjijikan itukah aku?
"Kenapa…Sasuke? Apa aku pernah membuat salah?" tanyaku pelan sambil menunduk
"Hn," Sasuke pun berjalan menjauh, terus menjauh. Aku melihat punggungnya hingga ia menghilang.
BRUK!
Aku jatuh terduduk dan langsung menangis tanpa suara. Sasuke tega sekali melakukan ini padaku, padahal aku sudah mempercayainya. KUSO TEME! AKU MEMBENCIMU!
.
.
.
(NORMAL POV)
Sasuke berjalan menuju teamnya, dia menatap kebelakang dan menggelengkan kepala pelan.
"Ayo berangkat," ujarnya
'Khukhukhu~ rasakan itu, rubah kotor!' ejek Karin dalam hati
"Karin, kau sudah puas?" bisik Suigetsu pelan pada Karin
"Sangat~" jawab Karin dengan bisik-bisik juga
"Wanita menjijikan," Juugo mengejek Karin dan mengajak Suigetsu untuk berjalan di samping Sasuke yang telah mendahului mereka
"Apa maksudmu, Juugo, Suigetsu? Tak ada yang boleh menghalangiku mendapatkan Sasuke, siapapun tak boleh…termasuk dengan si rubah jalang maupun kalian berdua, wahai orang-orang menjijikkan! Dasar Sampah!" geram Karin pelan dengan hawa pembunuhnya.
-TBC-
Naru : Hueee….Temeee! kau jahat!#pundung
Iztha : Sabar ya Naru, kita balas review dulu yuk,
Naru : ta…tapi…teme…
Sai : aku yang akan menggantikannya ^^
Iztha : Balasan review untuk Haruka Hayashiba, haha, begitulah. Makasih pujiannya. Ini sudah saya lanjutkan~
Naru : Ngg…untuk…OrangeCassie, maaf, Teme gak ada. Memang saat itu kami masih kecil-kecil, tapi cinta gak mengenal umurkan?#lemes
Sai : Naru-chan, semangatlah ^^ Balasan untuk Tia Hanasaki, bila si pantat ayam itu ngantar Naru-chan ke penginapan, yang lainnya jadi tahu dong kalau Sasu ma Naru pacaran.
Iztha : Selanjutnya~ Untuk Anggun Sektiaty, haha, itu masih rahasia.
Sai : Untuk Misyel, makasih udah review, ya begitulah ^^
Naru : Kouyuki ini udah updet kilat, Author lagi Happy karena masuk di SMA Favoritenya.#masih sedih
Iztha : backtothe diah-san michiru, bukan aku yang buat Naru nangis!#manyun+peluk Naru
Sai : ^^ balasan untuk Desroschan, ini sudah lanjut ^^
Naru : Rin Miharu-Uzu, ini sudah lanjut~
Iztha : Nah~ sekian, Terima Kasih untuk reviewnya~Maaf kalau ada Typo~
