"Emm.. Yixing" panggil Joonmyun ketika bel pulang sekolah berdering. Yixing menoleh sambil memberi gesture 'Apa?'

"kau.. ingat Suho?" tanya Joonmyun hati-hati. Yixing mengangguk sambil tersenyum aneh.

"Kau tahu Suho itu aku?" tanya Joonmyun lagi. Yixing mengangguk lagi.

"Apa.. kau akan menjauhiku?" tanya Joonmyun lagi. Yixing tak langsung mengangguk atau memberi respon pada Joonmyun. Yixing justru memandangi Joonmyun.

"Mungkin.. aku akan-

Tidak menjauhimu,Joonmyun. Kita senasib sekarang. Dan kurasa pengetahuanmu tentang 'kutukan' cupcake ini lebih luas dariku" ucap Yixing mantap. Joonmyun tersenyum gamblang. Ah,betapa leganya dia.

Author : XoUnicornXing

Cast : Sulay

Disclaimer : the cast belong to God and the plot belong to me

.

.

.

Apakah menyenangkan menjadi anak kecil lagi? Dimana engkau tidak tahu arti cinta. Memangnya,anak kecil tak tahu cinta?

.

.

.

XoUnicornXing present

.

.

.

Be Children Again

.

.

.

Chapter 2

Yixing mengaktifkan komputer rumahnya. Yixing memang belum punya laptop,dan handphone nya belum diperbolehkan mengaktifkan paket internet. Jika di usianya yang asli –sebelum dia menjadi anak kecil-. Yixing sudah mempunyai laptop pribadi. Yah,namanya juga menjadi anak kecil,jadi wajar saja kalau belum diperbolehkan menggunakan benda-benda elektronik berlebihan.

Siang ini orang tua Yixing sedang pergi sebentar ke pasar,dan dengan alasan ingin tidur siang,Yixing akhirnya diperbolehkan tinggal sendiri di rumah –tentu bersama satu pembantu yang memang di rumahnya-

Setelah mengaktifkan komputernya,cepat-cepat Yixing mengaktifkan akses internet. Di rumah Yixing sudah dipasang WiFi yang bisa dipakai kapanpun. Yixing mulai membuka browser dan mulai mencari sesuatu

Cupcake to be children

1

2

3

4

5

"AAAA MENYEBALKAAAANN" teriak Yixing sebal. Sedari tadi ia mencari dengan berbagai kata kunci,namun hasilnya nihil. Yang Yixing temukan hanyalah cerita-cerita yang mengisahkan hal yang sama dengan kisah hidupnya.

Namun memang kalau dipikir-pikir,kisah hidup Yixing kenapa begitu mirip dengan cerita-cerita khayalan yang biasa dibuat orang-orang? Apa jangan-jangan ini hanyalah mimpi?

"AW" Yixing merasakan pipinya merah berdenyut karena tercubit. Sadarlah,Xing. Ini sungguhan,bukan mimpi. Karena tidak ada kerjaan,Yixing yang ber fisik anak-anak namun masih berotak dewasa itupun iseng membaca salah satu cerita yang muncul saat dirinya browsing tadi. Siapa tahu dengan mengikuti cerita-cerita tersebut membuatnya terbebas dari 'kutukan' ini.

Cerita 1

Dikisahkan seorang yeoja yang selalu ingin menjadi anak paling kecil di keluarganya. Setelah itu ia bertemu nenek yang memberinya cake. Tak lama kemudian yeoja itu menjadi anak kecil,anak paling kecil di keluarganya. Ternyata dia menyesali perbuatannya ini,namun naas dia tak dapat kembali ke wujud semulanya

Yixing menelan ludahnya membaca cerita ini. Jangan sampai aku bernasib sama (,batin Yixing dalam hati. Lalu Yixing membuka link cerita lainnya

Cerita 2

Dikisahkan dua orang namja yeoja yang dijodohkan memakan cake yang membuat mereka menjadi anak kecil kembali. Disaat menjadi anak kecil mereka mengetahui semua alasan orang tua mereka menjodohkan mereka. Awalnya mereka kecewa dengan alasan mereka dijodohkan,namun rasa cinta pun muncul,dan yang membuat mereka kembali adalah keinginan mereka menjadi dewasa lagi.

Yixing tampak berpikir,sepertinya cerita yang ini perlu dicatat,begitulah pikir Yixing. Akhirnya Yixing meng-save page cerita itu.

Yixing mengklik salah satu link cerita lagi.

Cerita 3

Dikisahkan seorang namja yang sedang patah hatii. Dia bertemu anak kecil yang memberinya cupcake,katanya cupcake itu bisa membuatnya mnjadi anak kecil. Karena penasaran namja-

"TIIN TIIN" bunyi klakson mobil yang Yixing yakini milik ayahnya itu membuyarkan Yixing. Dengan tergesa-gesa Yixing menutup page cerita tadi dan menghapus history browsernya lalu mematikan komputernya. Dengan segera Yixing berlari ke kamarnya lalu pura-pura tidur.

Padahal hampir saja Yixing bertemu dengan cerita yang kisahnya 'sepertinya' sama dengan kisahnya.

.

.

.

"Joonmyeon-ah!" panggil Yixing sambil mencolek bahu Joonmyeon. Sore ini mereka sepakat bertemu bersama di taman belakang sekolah. Sedangkan yang dicolek langsung menengok dengan senyum manis di wajahnya,membuat Yixing terpana.

"Ne?' Yixing langsung mengedip-kedipkan matanya. Lalu ia menarik nafas dalam-dalam.

"Kau sudah mencari informasi untuk menjadikan kita dewasa?" tanya Yixing. Joonmyun menggeleng,dia memang belum mencari.

"tapi aku sudah pernah mencari buku-buku di perputaakan dan hasilnya nihil.." ucap Joonmyun.

Yixing menghembuskan nafas kasar,mungkin memang belum saatnya mereka mengetahuinya.

Setelah membicarakan itu kemudian susasana menjadi hening. Mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.

Yang ada dipikiran Yixing sekarang adalah,mungkin jika dia tidak memakan cupcake yang diberi Joonmyun,mereka tidak akan menjadi seperti ini. Seharusnya dia dulu lebih bisa mengontrol emosinya,bukannya langsung putus asa dan ingin menjadi anak-anak.

Hahh.. Yixing jadi ingin bertemu dengan nenek yang dimaksud Joonmyun,mungkin jika dia bertemu nenek itu lagi,dia bisa bertanya bagaimana caranya menjadi dewasa lagi.

Yixing rindu masa dewasanya,Yixing ingin kembali ke usia aslinya. Tapi kenapa begitu? Bukankah sebelumnya Yixing ingin menjadi anak kecil lagi? Tapi kenapa setelah permintaannya dikabulkan ia menyesal?

.

.

.

Setelah satu jam mereka berdua saling hening,Joonmyun berinisiatif mengajak Yixing jalan-jalan. Bukan maksud apa-apa kok,hanya jalan-jalan biasa. Daripada jalan-jalan sendirian lebih baik mengajak Yixing kan? Awalnya Yixing menolak,dengan alasan tidak bawa uang banyak,namun dengan iming-iming akan "ditraktir sepuasnya" Yixing pun mengangguk semangat dan menyeret Joonmyun.

Dan jangan tanya mengapa mereka berani jalan-jalan berduaan tanpa pengawasan orang tua mereka,tentu saja karena pemikiran mereka masih dewasa,jadi buat apa takut?

"Kenapa kita di kedai bubble tea yang di sebelah barat sekolah? Kan ada yang di sebelah timur" tanya Yixing.

"Kan yang disebelah barat lebih enak."

"Kok bisa?"

"Kamu sendiri loh yang pernah bilang gitu.."

"Ahmasa.. kok aku lupa?" ._.

"pikun sih.."

"Nah trus kenapa kamu inget? Kamu inget-inget yaa?" :3

"Enggak idih -_- kan..kan.. kan..-

"Kan apa hayoo"

"Kan ingatanku bagus" :p

Yixing mendelik mendengar jawaban Joonmyun. Nyindir ya,Myun?

Joonmyun pun memesan dua bubble tea sedangkan Yixing menunggu di pinggir jalan dimana disitu ada tempat duduk yang cukup nyaman sepertinya.

Akhir-akhir ini Yixing lebih suka melamun,memikirkan nasibnya yang entah sampai kapan menjadi anak kecil lagi seperti ini. Seperti ssaat ini,Yixing tengah melamun,entah topik apa yang dilamunkannya kali ini.

.

.

.

Yixing masih ingat,ingat sekali,sejak kecil,dirinya dan Joonmyun memang satu sekolahan. Bahkan waktu sekolah dasar dan SMP mereka tak pernah setahun pun tidak satu kelas. Itu membuat Yixing ingat Joonmyun,membuat Yixing tahu betul Joonmyun. Walaupun tak dekat dengan Joonmyun,mengingat dia agak membenci namja itu,Yixing tetaplah teman sekelas Joonmyun. Jadi wajar jika Yixing tahu banyak hal tentang Joonmyun.

Namun ketika SMA,mereka tidak sekelas lagi,Joonmyun dengan –yang katanya- otaknya yang benar-benar cerdas itu mengambil kelas akselerasi. Sejak saat itu mereka jarang bertemu. Paling bertemu di kantin –itupun jarang sekali- atau di perpus –kalau ini sering- namun tak pernah bertegur sapa.

Dan ketika bertemu Joonmyun lagi, tahu-tahu dia telah menjelma menjadi anak kecil dan tak lama dia juga menjadi anak kecil.

"Hoy!" Yixing berjengit kaget. Ternyata Joonmyun sudah selesai mengantri bubble tea.

"Sudah dapat bubble tea nya?" tanya Yixing dengan wajah berbinar lalu menyambar segelas bubble tea yang Joonmyun pegang. Joonmyun tak mengomentari perbuatan Yixing tadi.

"Btw Xing,kok kita kayak orang pacaran aja?"

"hah?"

"Tapi sayang deh,kamu gak tipe ku"

Yixing hanya bisa sweatdrop mendengar itu. Siapa juga yang mau jadi pacarmu,batin Yixing.

.

.

.

Sampai dirumah Yixingmembuka website kemarin lagi. Sebelumnya Yixing memang mencatat link cerita kemarin.

Dikisahkan seorang namja yang sedang patah hatii. Dia bertemu anak kecil yang memberinya cupcake,katanya cupcake itu bisa membuatnya mnjadi anak kecil. Karena penasaran namja itu akhirnya memakan cupcake itu. Tak lama,namja itu tertidur dan bangun-bangun dia tlah menjadi anak kecil lagi.

Yixing terus melanjutkan acara membacanya. Sadar tak sadar cerita ini 10-12(?) dengan kisahnya. Tapi dalam hatinya ia ragu,masa iya dia harus mengikuti cerita ini? Ini kan hanya cerita fiksi,hanya cerita khayalan,berbeda dengan dirinya yang kisah real.

Dalam hatinya ia ingin bertemu nenek yang diceritakan Joonmyun dalam mimpinya.

.

.

.

Joonmyun menengok ke kanan dan kekiri. Mimpi ini lagi!,batin Joonmyun.

Joonmyun sangat ingat mimpi in,mimpi yang membawanya menjadi anak kecil. Tempat ini tidak berubah,sangat sama seperti saat joonmyun bermimpi dulu.

Joonmyun terus menelusuri tempat itu. Dia yakin ada nenek itu disini. Setelah cukup lama, menurut Joonmyun. Akhirnya Joonmyun bertemu dengan nenek itu. Dengan segenap keberanian dirinya mendekati nenek tersebut. Kurang beberapa langkah lagi Joonmyun hendak menepuk pundak nenek itu,nenek itu sudah berkata

"Bagaimana rasanya menjadi anak kecil?"

Joonmyun tergagap layaknya maling yang ketahuan.

"A-aku cukup menyesal nek.." nenek itu tersenyum manis.

"Bukankah Jodohmu sudah didepan mata?"

Joonmyun diam. Kemudian melamun.

"Sadarkan dia Joonmyun, jodoh memang ditangan Tuhan,tetapi usaha manusia tetap berpengaruh"

Joonmyun terbangun dari tidurnya. Kemudian dengan segera menelpon Yixing.

"Besok kau duduk sebelahku ya"

.

.

.

Jika boleh aku memilih cinta

Cinta yang kupilih adalah cinta anak kecil

Begitu jujur dan polos

Walau nampak bodoh

Namun amat kuat dan susah dipatahkan

Yixing masih memandangi bait puisi itu. Cinta yang jujur dan polos..

"Cinta yang jujur dan polos? Jadi aku harus mengerti cinta anak kecil? "

"Memangnya anak kecil tahu arti cinta?"

"Etapi kayaknya sih tahu.."

"hanya saja mereka tidak bisa mendeskripsikan cinta itu apa.."

Yixing terus bermonolog hingga mengantuk.

.

.

.

Keesokan harinya Yixing duduk disebelah Joonmyun. Joonmyun sudah datang sebelum Yixing jadi saat Yixing masuk kelas Joonmyun langsung menepuk-nepuk bangku sebelahnya.

"Joonmyun-ah"

"Nde?"

"Kau mengerti tentang cinta anak kecil?"

Joonmyun menggeleng,namun raut wajahnya tampak berpikir.

"Cinta yang polos?" tebak Joonmyun. Yixing memekik senang sampai memeluk Joonmyun.

"Kyaaa kau benarrr yeayy Joonmyun tauuu"

Yixing memeluk Joonmyun terlalu erat hingga tak sadar reaksi apa yang terjadi pada Joonmyun.

Ketika Yixing melepaskan pelukannya

Bruk..

"J-joonmyunnn ko pingsan? Huweee eotthokee"

TBC

Xounicornxing

18/08/2014

1490 words

Haii lama tak jumpa... duh,udah lama nganggurin ni fanfic. Maaf ya baru update sekarang

Big Thanks For

All Reviewers

And all Readers

Duh.. lama ya gak update fanfic. Entah tugas sekolah yg makin banyak aja atau saya aja yang gabisa bagi waktu buat menulis. Sempat berniat pengen hiatus. Tp masih gamau berhenti (walau sejenak) di dunia fanfic" ini wkwkw.

And last.. review jusseo~