Disclamer : Masashi Kishimoto

We Are!

Summary : Uchiha Kiba,Uchiha Lee dan Uchiha Naruto. Tiga bersaudara yang ditinggal kedua orang tua mereka Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura dengan setumpuk hutang! Dapatkah mereka bertiga hidup bahagia dengan kejaran para penagih hutang dan mendapatkan cinta sejati?

OoO

Setelah satu jam berlalu, merekapun mencapai sebuah kesepakatan.

Kesepakatan mereka bersama.

Tok tok tok. Terdengar pintu diketuk. Disusul sebuah suara.

"Tuan-tuan, Tuan Itachi mengajak para tuan muda untuk makan malam bersama" ya. Itu suara pelayan yang tadi mengantarkan mereka ke kamar.

"Baiklah" dan merekapun keluar dan turun ke bawah-kamar mereka dilantai atas-

Di ruang makan, Itachi sudah duduk dimeja bagian ujung.

"Huh! Benar-benar pemborosan" gumam Lee saat menyadari bahwa meja makan diruangan itu sangat panjang-mungkin mencapai dua meter- sedangkan yang dipakai cuma seiprit di pangkal meja.

"Duduklah, duduklah" katanya masih dengan nada yang ramah.

Kiba duduk disebelah kanan Itachi. Sedangkan kedua adiknya duduk di sebelah kiri pamannya itu.

"Jadi, kalian sudah memutuskannya? Kudengar kalian berdiskusi di kamar Kiba tadi." tanya Itachi sambil memakan beef steaknya.

"Dimulai dari pisau yang pinggir" gumam Naruto berusaha mengingat cara makan dengan garpu dan pisau yang banyak.

"Ya, paman. Kami berpikir, kami memang tidak tahan jika harus hidup melarat lagi. Sementara hal ini disia-siakan" Kiba angkat bicara.

Kemudian Lee melanjutkan."Tapi kami merasa, dengan ilmu kami yang cuma sedikit ini. Kami mungkin tidak akan mampu meneruskan perusahaan ini"

"Jadi" tambah Kiba "Kami memutuskan untuk menerima keputusan paman. Tapi cuma selama 3 tahun. Nah, selama 3 tahun inilah kami ingin menutut ilmu. Tapi, keputusan ada ditangan paman nantinya."

"Jika menurut paman kami pantas, kami akan melanjutkan hidup disini."

"Jika tidak?" Itachi menyela.

"Selama 3 tahun ini. Aku ingin paman meminjamkan sebuah cabang perusahaan Uchiha. Aku akan berusaha memajukan perusahaan itu. Dan gajinya akan saya tabung. Jika paman merasa kami tidak pantas, setidaknya uang tabungan itu bisa kami gunakan untuk hidup di tempat lain"

Itachi diam. Kemudian berkata.

"Baiklah jika itu mau kalian" terdengar mereka bertiga nghela napas lega.

"Tapi Kiba, selama 3 tahun, jika kau ingin mengurus perusahaanku, kau juga harus kuliah"

"Baik, paman"

dan suasana menjadi hening. Mereka melanjutkan menyantap makan malam mereka.

Dan, setelah itu mereka kembali kekamar masing-masing.

"Huh! Gak kebayang selama 18 tahun ini, aku punya paman kaya raya. Dan aku pewarisnya. Kuharap ini bukan mimpi" gumam Kiba sendiri. Ia memutuskan untuk mandi, karena badannya sudah lengket dan penuh keringat. "Selamat tinggal pekerjaan kuli-ku" sambungnya riang.

Sementara itu, ditempat Lee. Ia bagaikan orang gila. Ia terlalu senang karena dikamarnya, banyak terdapat novel detektif favoritnya.

Memang, walaupun ia terlihat aneh. Tapi ia sangat menyukai detektif. Sayangnya, keadaan

keluarganya yang miskin waktu itu tidak memungkinkan ia membelinya. Kalo pinjampun, teman-temannya jarang yang suka detektif.

Baiklah, sekarang Lee sedang nari-nari gaje sambil ngangkat-ngangkat buku 'A study in scarlet' karya sir Arthur Conan Doyle idolanya.

Ok, kita tinggalkan dulu orang aneh ini dan intip kamar Naruto.

Tidak seperti kedua kakaknya, yang mandi atau pun joged, dia melakuan ritual kehobiannya, tidur.*gubrak!*

OoO

cuit cuit

suara burung kenari yang bertengger dicabang pohon membangunkan sesosok pri berambut orange.

Secercah sinar yang masuk melalui jendela besar yang dibingkai anggun denga tirai bergaya Eropa pun turut membantu mengusik agar kelopak yang menyembunyikan mata biru safir itu membuka.

"Huaammm!" ia menguap.

"Hei! Dimana aku?" gumamnya. Ia merasa asing dengan kamar Naruto, setelah tidur biasanya akan pikun sesaat terhadap kejadian sebelum ia tidur.

Setelah mengingat beberapa saat di menyadari dimana dia berada, ia pun segera mandi. Dan bersiap pergi ke sekolah.

OoO

"Selamat pagi anak-anak" sapa Itachi ramah.

"Selamat pagi paman" sahut mereka berbarengan.

"Bagaimana? Siap mengalami hari baru kalian?"

"Yaaaa" jawab mereka ragu.

"Kiba! Kau bisa mulai kuliah sekarang. Semua kebutuhanmu seudah disiapkan"

"Terima kasih, paman"

"Dan kalian juga, tentunya. Ayo ayo makan! Nanti kalian terlambat!"

OoO

Ckit! Sebuah mobil limousine putih berhenti didepan gerbang Konoha Junior High School.

Hampir semua mata memandang mobil yang jarang ada untuk mengantar anak didik disana. Paling, kalau orang itu benar-benar kaya.

Dan mereka tersentak kaget saat yang keluar adalah cowok yang dicap paling miskin disekolah.

"Naruto!" Choji, yang juga baru datang, menghampiri Naruto dengan tatapan tidak percaya.

"Yo Choji!" jawabnya masih dengan cengiran 'rubah'nya.

"Ini benar kau?"

"Bicara apa kau? Ngelindur ya?"

"Eng, enggak. Gimana ceritanya? Kamu kan kemarin diculik?"

"Hehehe ceritanya panjang deh! Yang pasti, aku gak akan malu lagi deketin Hinata-chan" kata Naruto riang.

"Naruto!"

"Naruto!"

"Itu betulan kamu?"

"Itu mobilmu?"

seketika. Narutopun dikerubungi cewek-cewek yang dulu bahkan mengingat namanya saja tidak mau!

"Wah, kalau seperti ini sih, Hinata malah akan jauh tuh!" gumam Choji.

"Apa?" Naruto tidak mendengarnya. Karena suara riuh anak-anak cewek yang berusaha mendekatinya.

OoO

"Lee!Lee" sorak sorai para anak-anak cewek yang mengelu-elukan Lee terdengar disepanjang koridor kelas.

Sementara Lee hanya mengeluh. 'Hah! Dasar matre! Kalau tahu ada anak orang kaya, baru didekati!' lihatlah saat aku miskin dulu'

Tapi, yang mengherankan Lee adalah, sikap Tenten yang seolah menjauhinya.

Sementara itu, Neji hanya terus diam tidak mengganggu Lee lagi. Karena, Uchiha corp lebih besar dan maju dibandingkan Hyuuga corp.

Sekarang, Uchiha bersaudara tidak lagi diejek dan dicemooh orang-orang-orang karena mereka miskin,

tapi sekarang, malah mereka menjadi 'most boy who want to be his girlfriend' *bener gak? Author sok-sok pake English2an!*

pokoknya, mereka menjadi terkenal yang diidam-idamkan setiap cewek deh pokoknya!

Dengan barang-barang mewah dan seragam yang tidak 'tambalan' lagi, Lee jadi cowok yang lumayan cakep tuh!

OoO

"Kau, Kiba?"

"Apa kabar, paman?" sapa Kiba menyapa dulu, Kankurou.

"Sepertinya, banyak yang terjadi. Jadi, kau datang kesini untuk pamit?"

"Ya" Kiba memang sengaja pergi menemui Kankuro. Tapi bukan hanya itu tujuannya.

"Aku, kalau bisa ingin mengajak Ino pergi besok"

"Jalan-jalan? Baiklah, baiklah. Tidak ada yang tidak boleh untuk keluarga Uchiha"

"Bukan, bukan begitu"

"Ya,ya. Sepertinya paman harus minta maaf karena kasar padamu dulu" seringai Kankurou licik. Ia sebenarnya sangat licik dan serakah. Berharap jika Kiba benar-benar menikahi putrinya, ia bisa menjadi kaya-raya.

"Baiklah, sepertinya aku harus pulang."

"Ya, ya. Sepertinya, menjadi Tuan muda Uchiha sibuk ya?"

Kiba tidak menjawab. Ia bingung, ia memang mencintai Ino, tapi agak sangsi dengan Kankurou.

OoO

Kediaman Uchiha

suasana ramai memenuhi ruang tamu dan ball kediaman ini. Para pelayan sibuk hilir-mudik dan kepala pelayan mengaturnya.

"Ada apa ini paman?" tanya Naruto yang penasaran dengan keadaan ini.

"Pesta! Pesta. Kita harus merayakan penemuan kalian. Sekaligus mengenalkannya kepada rekan -rekan paman"

"Oh!"

kebiasaan orang kaya, menghambur-hamburkan uang saja.

"Oh ya Naruto!"

"Ya paman?"

"Gadis Hyuuga itu juga diundang loh" goda Itachi yang membuat semburat merah muncul dipipinya.

"Hahaha" Itachi hanya tertawa senang menggoda keponakannya itu.

"Baikah, persiapkanlah dirimu, Naruto. Siapa tahu Hiashi ingin menjadikanmua menantunya, hahahaha" tawa Itachi meledak. Dan ia pun berlalu, meninggalkan Naruto yang kini seperti tomat saja mukanya.

OoO

Dan siang pun berganti menjadi malam. Suasan riuh-rendah membahana di ballroom kediaman Uchiha.

Disudut dekat pintu yang mengarah kedapur, berdirilah ketiga bersaudara Uchiha. Dengan masing-masing memakai tuxedo mewah hitam. Mereka terlihat masulin dan memesona.

Hampir semua menoleh saat mereka keluar dan berdiri ditengah-tengah ballroom.

"Hadirin sekalian! Kupekenalkan pada anda, ketiga pewaris Uchiha!"

dan tepuka tangan membahana diseisi ruangan pesta.

To Be Continued

Yay!

Chapter 4 update chapter 4 update chapter 4 update! *tereak-tereak pake TOA*

Alfa lagi seneng, dapet libur yang lumayan lama sebelum semesteran.

Semesteran? Oh tidak!*tereak2 lagi*

oh ya! *baru inget apa yg mw diomongin*

berhubung-sehubung dan dihubung Alfa mau semesteran, jadi Alfa mau hiatus dulu *hiks*

jangan sedih ya kalo kangen sama Alfa*ngelunjak*taboked*

hehehehe

udah ah! Capek *salah sendiri*

Akira Tsukiyomi : khukhukhu (ketawa setan) setujuuu

RnR lagi ya

Hikaru Uchiha : sankyuuu

RnR lagi ya

Hikari Shinju : iya tuh. Sasusaku kalian dimanaaa (tereak2 gaje)

RnR lagi ya

males log-in : kayaknya nanti d chapter depan deh

RnR lagi ya

mommiji aki : yey! (tos) Alfa jg Lee

RnR lagi ya

uchiha muach muach : nah,itu hak author,kan ? jadi itu terserah Alfa mau pilih chara apa…

anda tahu etika dalam seni membaca ? klo nggak suka ,jangan di baca…

Arale L Ryuuzaki : ohhh gituu (manggut2 sendiri)

RnR lagi ya

Ok, ada yang mau review lagi? *readers: gak!*