Chapter 4
Two Love Story
a Naruto FanFiction by Neko Darkblue
Naruto © Masashi Kishimoto
Pairing: SasuSaku, NaruHina, slight other pairing.
OOC . AU . Miss Typo(s) . minim deskrip . abal . no bashing chara .
Happy Reading!
Don't Like? Don't Read!
Chapter 4 : Rival (Part 1)
Rabu, 8 Juli 2019, 07.00 AM
"Akasuna Gaara, yoroshiku." bocah laki-laki berambut merah bata memperkenalkan dirinya di depan teman-teman sekelasnya, IB Konoha Academy. Tatapan mata jade-nya datar dan... dingin. Tak ada senyuman ceria di wajahnya yang biasanya dilakukan oleh anak seumurannya saat memperkenalkan diri. Sikapnya yang datar dan dingin tersebut bagi anak-anak kelas 1B terasa aneh. Keadaan hening sampai-
"Bwahahaha. Apa-apaan wajahnya itu?! Seperti panda saja. Sok keren padahal tak punya alis, hahaha." -tawa serta ejekan dari mulut Satoshi keluar. Semua murid laki-laki di kelas 1B ikut tertawa terbahak-bahak. Berbeda dengan murid-murid perempuan yang menatap kagum dengan mata berbinar-binar pada sosok Gaara yang mereka anggap keren. Hinata lain lagi, ia tak tertawa mengejek seperti murid-murid laki-laki, tak juga menatap kagum seperti murid-murid perempuan. Melainkan tatapan iba. Melihat sosok Gaara seperti itu seperti melihat dirinya sendiri saat pertama kali memperkenalkan diri di depan teman-teman sekelasnya. Bedanya, ia diejek kaerna warna matanya. Menurut teman-temannya matanya tak berpupil. Ia diam saat diejek seperti itu. Karena ia bersyukur memiliki mata seperti itu, mata yang sama dengan sang ayah, sehinggadapat mengingatkannya dengan sosok sang ayah.
"Anak-anak tenanglah!" teriak sang guru bahasa di Konoha Academy, Asuma-sensei. Anak-anak yang tertawa tadi sontak terdiam. Meskipun sudah agak tenang, tetap saja terdengar bisikan-bisikan kagum dari murid-murid perempuan. Dan juga ada beberapa murid lak-laki yang menutup mulutnya dengan tangan guna meredam tawa.
"Gaara, kau boleh duduk di sebelahnya Shion. Shion angkat tanganmu!" ujar Asuma-sensei. Setelah Shion mengangkat tangannya memberitahukan dimana tempat duduknya yang tepat di belakang bangku milik Naruto dan Hinata. Gaara lalu berjalan ke arah tempat duduknya.
.
.
~ O ~
.
.
Konoha Academy, 09.00 AM
Hinata's POV
Aku dan Naruto-kun berniat makan siang di bawah pohon sakura di taman sekolah. Saat kami tiba, sudah ada seorang anak laki-laki yang menempatinya. Ia tetap asyik membaca komik -entah tentang apa- dan tak mengacuhkan aku dan Naruto-kun. Ia adalah Gaara-kun. Kehela napas pelan memaklumi sikapnya.
Berniat berkenalan, kuulurkan tanganku padanya lalu berkata, "Watashi wa Hyuuga Hinata-desu, yoroshiku onegaishimasu."
Ia tetap tak mengacuhkanku. Aku kan hanya ingin berteman dengannya.
"Tak sopan sekali sih! Kalau ada orang mengajak berkenalan jangan diam saja Panda no Baka!" ucap Naruto-kun.
Gaara-kun tetap diam setelah dibentak Naruto-kun. Ia menghela napas lalau menatap kami tajam. "Apa kalian tuli hingga tak mendengarku memperkenalkan diri di kelas?"
"APA?! Aargh! Baiklah... bisa kau minggir? Aku dan Hinata-chan akan makan siang di sini." Naruto-kun mengibaskan tangannya seolah menyuruh Gaara-kun pergi.
"Seharusnya kau yang pergi karena aku yang duluan di sini. Memangnya ini pohon milikmu?"
"Grrr..."
Sebelum sempat Naruto-kun melayangkan tinjuan pada Gaara-kun kucoba melerai mereka dengan berdiri di depan Naruto-kun dan membelakangi Gaara-kun. Kurentangkan tanganku seolah meyuruhnya mencegah perbuatannya, "Hentikan Naruto-kun!"
"Hinata-chan...?" Naruto-kun menurunkan kepala tangannya lalu menatapku dengan pandangan yang sulit kuartikan. Aku tersenyum lega dapat meghentikannya.
"Bagaimana kalau kita bertiga makan siang bersama?" usulku. Kutolehkan kepalaku ke arah Gaara-kun berharap ia setuju.
"Terserah." kata Gaara-kun yang masih membaca komiknya tanpa melihat ke arahku.
Kubuka bento buatan Kaa-san yaitu nasi goreng dengan telur dadar orak-arik. Kusodorkan bentoku pada Gaara-kun, "Gaara-kun mau?" tawarku.
Gaara-kun hanya menggeleng pelan sebagai jawaban. Tapi, tiba-tiba-
Kruyuk~
Kudengar suara yang aneh. Lalu wajah Gaara-kun memerah. Setelah paham akan suatu hal, kusodorkan sumpitku yang menjepit telur orak-arik padanya. Ia lalu melahapnya sambil menghadap ke arah lain. Sepertinya ia malu, aku tertawa kecil melihatnya.
"Kalau mau punyaku saja, nih." Naruto-kun ikut-ikutan menyuapi Gaara-kun, meski sebenarnya terlihat menjejali secara paksa membuat Gaara-kun tersedak karena kunyahan pertama belum ia telan.
Segera kusodorkan botol air mineralku pada Gaara-kun, namun Naruto-kun langsung merebutnya. Naruto-kun lalu memberikan botol minuman berisi jus tomat miliknya pada perasaanku saja atau Naruto-kun sangat perhatian pada Gaara-kun? =.=
Kugendikkan bahu tak peduli lalu kulanjutkan makan siangku. Biar saja Gaara-kun dan disuapi Naruto-kun. Mereka terlihat bahagia sekali dan umm mesra seperti di drama-drama yang Kaa-san tonton di televisi. =.=
Hinata's POV End
.
.
~ O ~
.
.
Kelas 1B, 10.00 AM
Guru sains Konoha Academy berjalan memasuki ruang kelas 1B, tempatnya mengajar sains saat ini. Ia taruh beberapa buku yang berhubungan dengan sains untuk murid kelas satu di atas meja guru. Ia tersenyum tipis sebelum menyapa murid-muridnya.
"Ohayou minna!"
"Ohayou Sakura-sensei!" balas murid-murid kelas 1B serempak pada guru sains mereka yang bernama Sakura kecuali Gaara yang memang belum mengetahui nama dari guru tersebut atau bisa saja karena sikapnya yang cuek dan dingin.
Masih tetap mempertahankan senyum tipisnya, Sakura berjalan ke arah tempat duduk paling belakang yaitu bangku milik Shion dan Gaara. "Kamu Gaara-kun kan?" tanya Sakura pada Gaara. Gaara mengangguk pelan sebagai jawaban dari guru sains-nya.
"Karena Gaara-kun belum dapat kelompok untuk mengerjakan tugas kliping tentang adaptasi hewan-" Sakura menepuk-nepuk pucuk kepala Naruto dan Hinata yang tempat duduknya di depan Gaara dan Shion, "-Gaara-kun berkelompok dengan Naruto-kun dan Hinata ya?"
Gaara mengangguk singkat sambil menggumam, "Umm."
Sakura berjalan kembali ke depan kelas akan memulai pelajarannya, "Kalian buka halaman 7, ya!"
.
.
~ O ~
.
.
Kelas 1B, 12.30 AM
Pelajaran telah selesai bagi murid-murid Konoha Academy khusus kelas satu sampai kelas tiga. Murid-murid kelas 1 berhamburan keluar kelas. Naruto, Hinata, dan Gaara berencana mengerjakan tugas kelompok di rumah Hinata karena rumah Hinata dekat dengan sekolah.
Mereka ke rumah Hinata berjalan kaki dan ditemani Sakura. Saat di gerbang sekolah Naruto menemui Sasuke untuk memberitahu akan ke rumah Hinata. Sasuke yang mengetahui ini tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan untuk pendekatan dengan guru sains tersebut. Begitu juga dengan Sasori yang berdiri tak jauh dari Sasuke. Sasori juga tak ingin kalah dari Sasuke dengan menyia-nyiakan kesempatan pendekatan dengan cinta pertamanya. Meskipun sejak Sekolah Menengah Pertama sampai Sekolah Menengah ke Atas Sasori dicap sebagai playboy, ia juga dapat merasakan apa yang disebut cinta. Cinta pertamanya pada sahabatnya, salah satu gadis yang tak tertarik dengan Sasori, dan juga tak terpengaruh oleh rayuannya. Siapa lagi kalau bukan Haruno Sakura -yang kini Hyuuga Sakura.
Sasuke maju beberapa langkah mendekati Sakura yang tak jauh darinya. Ia tersenyum kikuk, rona merah muda yang sangaaat tipis bertengger indah di kedua pipinya. "Bolehkah saya ikut? sekalian ingin melihat bagaimana Dob- eh Naruto belajar bersama dengan teman-temannya."
"Aku juga mau ikut. Lama tak mengunjungimu, aku jadi rindu suasana rumahnya, sekaligus rindu pada pemilik rumahnya." timpal Sasori sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sakura. Reaksi Sakura? ia hanya berlagak layaknya seorang yang hendak muntah saat mendengar perkataan atau rayuan Sasori.
Sasuke's POV
Apa-apaan dia? Dasar ikut-ikutan!
"Boleh kok Uchiha-san," Sakura tersenyum tipis ke arahku lalu menatap Sasori dengan pandangan remeh, "...Sasori... jadi kau rindu Neji-kun? Tak apa sih jika kau merindukan pemilik rumah yang sebenarnya, bagaimana kalau lain kalau kau ke makamnya?" tanya Sakura menyeringai kecil.
"Bukan si gondrong itu yang kumaksud, baka!" ujar Sasori. Ia lalu mengacak-acak rambut merah muda Sakura dengan gemas, "...tapi tak asih jika kau mau kencan denganku di makamnya Neji."
Takkan kubiarkan mereka berkenan, sekalipun itu di kuburan. Jangan harap!
BUKK
Tiba-tiba Sakura menyikut perut Sasori dengan senyuman mengejek, "Dalam mimpimu!"
Heh rasakan itu!
"Tak diragukan lagi kekuatan dari seorang wanita yang pernah menjadi kapten klub judo semasa SMA." ucap Sasori sembari memegangi perutnya yang terkena sikutan dari Sakura. Apa sesakit itu sampai wajahnya seperti orang mules?
"Oh ya, bisa saja sih kalau kalian mau berkunjung, tapi jalan kaki ya." ujar Sakura.
"Tak masalah." balasku santai. Bukankah romantis bila berjalan bersama?
"Tak apa-apa Saku-chan. Justru romantis kan berjalan bersama?" timpal Sasori. Hey! Itu kata-kataku. Tapi kurasa tak jadi romantis bila ada kalajengking pengganggu.
BLETAK!
Kali ini Sakura menjitak kepala merah bata Sasori. Aku berdehem pelan guna menahan tawa yang akan meledak melihat aksi Sakura. Aku jadi sedikit iri dengan keakraban mereka.
"Ke kuburan sana! Itu romantis untukmu." rupanya Sakura agak kesal dengan perkataan Sasori tentang hal yang romantis. Apa jika aku yang mengucapkannya aku akan dijitak oleh Sakura? Rasanya tidak dan tak mungkin, justru pipinya akan bersemu merah bila aku yang mengatakannya. Dan jangan salahkan bila orang tampan cenderung percaya diri. serba berwarna putih. ﴾baca: narsis﴿
Sasuke's POV END
.
.
~ O ~
.
.
Sakura's POV
Kami -maskudku aku, Hinata, Uchiha-san, Naruto-kun, Sasori, dan Gaara-kun- berjalan menuju rumahku yang tak jauh dari Konoha Academy -tempatku mengajar. Hinata, Naruto-kun, dan Gaara-kun berjalan di depan, sedangkan aku, Sasori, Uchiha-san, serta aku di belakang. Tiba-tiba pergelangan tanganku di tarik oleh Uchiha-san -membuatku yang semula berjalan di pinggir menjadi di tengah-tengah Sasori dan Uchiha-san. Entah apa maksudnya Uchiha-san melakukan ini.
Mobil berkecepatan tinggi baru saja melewati kami. Untung saja Uchiha-san sempat menarikku menengah agar tak terserempet mobil tersebut. Uchiha-san juga hampir terserempet, tapi karena ia makin merapat ke aku dan untungnya ia tidak terserempet.
Tiba-tiba pipiku memanas karena Uchiha-san belum melepaskan genggaman tangannya pada lenganku. Jantungku juga berdegup kencang. Ada apa denganku?
"Lain kali berhati-hatilah." saran Uchiha-san sambil tersemyum tipis ke arahku. Ah tidak, kenapa sekarang wajahku makin memerah. Aku pernah merasakan perasaan ini, tapi hanya saat dengan Neji-kun.
"Daijoubu ka, Sakura-san?"
"A-ano... t-tangannya U-Uchiha-san..."
Uchiha-san langsung melepaskan genggaman tangannya dari lenganku. Raut wajahnya berubah datar meski ada rona merah muda yang sangat tipis di pipinya.
Sakura's POV End
Sasuke dan Sakura melanjutkan perjalanan dengan sikap normal seolah barusan tak terjadi apa-apa. Berbeda dengan Sasori yang menatap Sasuke dongkol sambil bergumam lirih, 'Dasar! Mencari kesempatan dalam kesempitan.'
Sakura menolehkan kepalanya ke arah Sasori yang berjalan di sampingnya dengan pandangan bingung, "Kau mengatakan sesuatu, Sasori?"
Sasori tersenyum paksa lalu menggeleng pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Sakura.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Fiuuh~ akhirnya update juga XD, ada yang nungguin? gak ada? TwTYang bilang gak ada kusambit #plak
Maaf ya Neko lelet banget, gak kerasa lebih dari 2 bulan XD. Neko pikir sehabis UN bisa nyantai, ternyata enggak. Masih ada les tambahan buat masuk SMP =.=
Sekian dari curcol Neko ^^
Balesan review buat nonologin:
Mako-chan: makasij udah RnR ^^. Seru? menurutku biasa aja kok :3 RnR?
Aoi Uchiha: Hola Kak Lia! ^o^ masih inget dong, siapa sih yang lupa ama kakak sekece Kak Lia :"). Terima kasih udah RnR. Bacanya di dapur? OwO gakpapa sih XD. Makasih sarannya, Neko usahain deh :v, RnR lagi? :3
NE: Iya, chap kemarin re-update. Awalnya mau kuedit, tapi malah kehapus, wkwkwk. Gapapa kok, salam kenal juga ^_^
hahcikodesuka: Iya, ini udah up-date. Makasih udah RnR. RnR lagi? :3
Sampai jumpa di chapter depan, dan jangan lupa tinggalkan jejak ^^
Sign,
Neko Darkblue
Planet Saturnus, 20 Juli 2013
Spesial thanks to:
LavenderSun/ azzaqiyy/ Hanarin No Himeko/ armida. c. bieber/ Cherry Lily Blossom/ / Park Hirinko/ meong. nbuyung/ E. S. Hatake/ Wisnu Damayanti/ AkasunaAnggi/ darkblue. dongker/ mako-chan/ sweets/ algojo/ reader newby/ Guest/ Lin Narumi Rutherford/ Dark Courriel/ Kaze no Nachi/ Daehyuk Shin/ hanazono yuri/ Yumiko Hiroshi/ kirei-neko/ Andre Uchiha/ desypramitha2/ Tsurugi de Lelouch/ NE/ B-Rabbit Lacie/ hahcikodesuka/
(maaf bila ada penulisan nama yang salah)
Chapter 5 : Rival (Part 2)
"Sepertinya kau menunggku. Apa ada yang mau kau bicarakan, Sasori-san?"
"Ck, orang-orang Uchiha sungguh jeli. Kau mengingatkanku dengan Ita-"
"Aku tak suka basa-basi."
"Baiklah, kita langsung pada intinya saja. Apa kau menyukai Sakura?"
"Tidak."
OoOoO
"Bagaimana kalau kita bertaruh?|
"Apa taruhannya?"
"Akan kuberutahu di taman kota, di bangku tamn dekat jembatan."
OoOoO
"Daisuki dayo."
"Daisuki da Sakura."
OoOoO
