Disclaimer : Masashi Kishimoto

Masih abal, banyak kekurangan, tolong kritik dan sarannya. thanks udah read, salam kenal ghwen :)

NB : DISINI NARUTO DAN SASUKE BERTUKAR TUBUH YA...

Setelah menerima payung dari Hinata, Naruto berlari pergi. Saat melewati koridor antar kelas, tidak sengaja dia melihat Sakura duduk termenung sendirian mamandang keluar kelas yang terlihat sepi dan Hujan. Naruto tersenyum senang menghampiri Sakura yang belum menyadari keberadaannya.

"Hay, sedang apa kau Sakura?" Tanya Naruto menahan tawa sumringahnya yang selalu muncul dengan alami bila berhadapan dengan Sakura.

"Eh, Sasuke?" Sakura tercekat melihat Sasuke sudah berdiri dan tersenyum ramah di hadapannya. Semburat tipis terukir di wajah cantik Sakura, membuat Naruto semakin menyukainya.

"Hmm.. Jadi, kau sedang apa Sakura?" Ulang Naruto, menahan tawa gelinya.

"Oh itu, aku menunggu hujan reda." Sahut Sakura salah tingkah, Naruto hanya mengangguk mengerti. Sejenak Naruto melihat payung yang sekarang masih berada di genggamannya.

"Mau pulang bersamaku Sakura?" Tawar Naruto sambil tersenyum, Sakura hanya melongo masih tidak percaya. Wajah bodoh Sakura yang jarang ia perlihatkan, membuat Naruto bertambah gemas.

"Kenapa melihatku seperti itu Sakura? Kau terlihat lucu." Sahut Naruto tertawa, Sakura tersenyum senang. Ini pertama kalinya Sasuke tertawa lepas dan begitu memperhatikannya, hatinya tiba – tiba menghangat melihat Sasuke seperti itu. Entah kenapa, hujan yang tadi terasa menyebalkan menjadi menyenangkan. Sakura merasa harinya berubah berwarna dan lebih cerah.

Melihat Sakura yang hanya diam melihat dirinya, Naruto pun menghentikan tawanya.

"Jadi, kau mau menunggu di sini atau pulang bersamaku?" Tanya Naruto lagi memastikan.

"Umm, bagaimana dengan Hinata?" Tanya Sakura ragu.

"Hhaha… tenang saja, dia ada ekskul memasak dan pulang sore. Maka dari itu aku pulang duluan, jadi bagaimana?" Terang Naruto.

"Baiklah, jika itu tidak merepotkanmu." Jawab Sakura senang.

Sebelum menerobos hujan, Naruto melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Sakura. Tentu itu membuat keterkejutan Sakura bertambah, harapan Sakura pun semakin besar terhadap Sasuke. Dia berharap kali ini Sasuke sudah mulai atau bahkan menyukainya.

"Hay, Sakura… jangan jauh – jauh dariku!" Desis Naruto menggandeng Sakura. Detak jantung Sakura semakin cepat, pikiran dan hati Sakura bergulat hebat.

"Entah kenapa, aku merasa semakin dekat dengan Sasuke. Dia terasa berbeda, dia yang pernah menolakku dan selalu tidak perduli akan keberadaanku. Dia yang selalu hanya menganggapku teman, dan mementingkan Hinata di atas segalanya. Tiba – tiba terasa begitu hangat, dan selalu tersenyum ke arahku. Dia terasa begitu dekat dan peduli padaku. " Pikir Sakura. Pipinya bersemu merah, melirik Sasuke dengan ekor matanya.

"Aku yang sudah lama selalu memperhatikan Sasuke, tentu tau seperti apa kepandaian Sasuke. Tetapi akhir – akhir ini dia selalu memintaku mengajarinya, bahkan untuk soal – soal yang mudah bagiku. Dia juga sering tersenyum padaku, aku merasa akhir – akhir ini dia sedang mendekatiku. Bahkan hari ini dia meninggalkan Hinata untuk mengantarku, apa dia mulai membuka hatinya untukku?" Harap Sakura.

"Apa yang kau pikirkan Sakura? apa ada masalah?" Tanya Naruto, membuyarkan lamunan Sakura.

"Akh tidak ada apa - apa." Sahut Sakura sekenanya.

"Jangan berbohong, kalau ada masalah katakan saja. Aku pasti akan membantumu." Celetuk Naruto.

Sakura menghentikan langkahnya, hatinya mulai bergejolak. Entah kenapa melihat Sasuke begitu memperhatikannya, membuatnya ingin menangis senang.

Karena Sakura menghentikan langkahnya, Naruto pun ikut berhenti. Menatap Sakura penuh tanya, mereka saling berhadapan di bawah payung dan tetesan air hujan.

Tiba – tiba Sakura mencubit tangannya dengan kasar, dengan reflek Naruto menghentakan tangan Sakura yang menurut Naruto melukai diri sendiri.

"Apa yang kau lakuhkan Sakura!" Bentak Naruto, Sakura hanya tersenyum menatap tangannya yang memerah karena cubitannya sendiri. Naruto menatap Sakura tidak mengerti, menuntut penjelasan dari gadis merah muda itu.

"Aku hanya memastikan bahwa ini bukan mimpi." Jawab Sakura, Naruto masih memandangnya dalam diam.

"Kau tahu kan, dari dulu aku sangat menyukaimu-" Lanjut Sakura sambil menundukkan wajahnya. Naruto sempat terkejut mendengar penuturan Sakura.

"-dan sekarang bersamamu seperti ini, aku merasa sedang bermimpi. Mimpi yang sangat indah" Desis Sakura berkaca – kaca. Membuat hati Naruto bergetar hebat.

"Aku merasa begitu bahagia, aku merasa akhirnya kau melihatku. Berjalan di sisiku.." Ungkap Sakura meneteskan air mata. Naruto mengusap lembut pipi Sakura, menghapus jejak air matanya.

"Ini bukan mimpi Sakura, jangan menangis lagi. Mulai sekarang aku akan selalu melihatmu!" Jawab Naruto mencoba menenangkan Sakura.

"Jadi, apa kau mulai membuka hatimu untukku Sasuke?" Tanya Sakura ragu.

Sejenak Naruto menatap Sakura dalam – dalam, terlihat ada harapan yang begitu besar pada mata gadis bersurai merah muda itu. Pikiran Naruto berkata ini salah, tetapi melihat kesungguhan dari gadis itu. Naruto menjadi tidak tega, dan tidak ingin melukai orang yang di cintainya. Dia rela berkorban apapun demi gadis di hadapannya ini, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri. Naruto pun tersenyum tipis sambil mengangguk.

"Y-ya, aku menyukaimu Sakura. Dari dulu…" Jawab Naruto, dengan reflek Sakura memeluk Sasuke.

"Terimakasih… terimakasih.." Isak Sakura bahagia, Naruto membalas pelukan Sakura dan tersenyum tipis.

"Aku mencintaimu Sakura, sangat… Andai kau juga melihatku." Batin Naruto miris.

"Setidaknya dengan begini, aku bisa membahagiakanmu." Pikir Naruto.

Ketika sudah sampai di depan rumah Sasuke, hujan sudah reda. Terlihat Hinata berdiri di depan rumahnya yang bersebelahan dengan Sasuke.

"Sasuke-nii, kenapa baru sampai? kau dari mana saja?" Tanya Hinata, ketika melihatku masih memakai seragam. Dia berlari kecil ke arahku sambil membawa setoples kue kering.

"Ah itu, tadi aku mengantar Sakura pulang lebih dahulu. Hhehe… " Jawabku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Terlihat langkahnya terhenti mendengar penuturanku.

"Hinata, aku masuk dulu ya. Hehe… aku lelah sekali hari ini," Jawabku melewatinya.

"Sebenarnya aku tidak enak pada Hinata, tapi hari ini suasana hatiku sedang tidak baik. Aku tidak ingin membuat Hinata khawatir. Jadi, lebih baik aku meninggalkannya sendiri. Jujur aku merasa iri, kenapa si Teme yang minim ekspresi ini. Bisa memiliki hati gadis sebaik Hinata, bahkan Sakura yang selalu aku suka pun jatuh cinta padanya."pikir Naruto merebahkan diri di kamar Sasuke.

"Aku tidak tahu ini benar atau salah, aku tidak bermaksud mendekati Sakura dengan tubuh si Teme. Tapi melihat senyum Sakura dan melihatnya bahagia, aku merasa itu cukup. Jadi, salahkah aku bila ingin membuat orang yang aku cintai bahagia? walau menggunakan tubuh sahabatku?" Desis Naruto.

"Ah itu, tadi aku mengantar Sakura pulang lebih dahulu. hehe… " Terngiang kata – kata Sasuke di kepala Hinata.

"Kenapa… kenapa semua orang begitu menyukai Sakura?" Tanya Hinata sambil memandangi kue kering buatannya.

"Dulu Naruto, sekarang Sasuke-nii…"

"Hemm, tapi kenapa rasanya begitu sakit ya?" Desis Hinata tersenyum, tanpa Hinata sadari air mata turun dari mata indahnya. Hinata menangis dalam diam.

"Sebenarnya siapa yang aku khawatirkan? perasaan Naruto pada Sakura atau perasaan Sasuke?" Tanya Hinata tidak mengerti.

"Saat Naruto mengatakan suka pada Sakura, itu memang terasa sakit, tapi ini? entah kenapa aku ingin semua kembali seperti dulu. Egoiskah aku bila aku berharap… "

Hinata memandangi jejeran fotonya bersama Sasuke dari dia kecil sampai beranjak remaja.

"Mungkin aku dapat bertahan bila kehilangan Naruto, tetapi tidak bila aku kehilangan Sasuke…"

"Aku sangat merindukannya… berdosakah aku bila… bila akhirnya aku menyadari Sasuke lah yang aku butuhkan. Aku menyayangimu,"

"Saat aku merasa kehilanganmu, saat itulah aku mulai menyadari perasaanku padamu! bukan perasaan adik kepada kakaknya, tetapi perasaan seorang gadis pada pemuda sepertimu..."

"Aku, aku jatuh cinta padamu. Sasuke-" Desis Hinata tersenyum miris, mengingat saat – saat Sasuke selalu ada bersamanya. Memarahinya, posesif dan menjaganya, memeluknya member ketenangan padanya.

Dari jendela, pagi – pagi Hinata melihat Sasuke sudah ingin berangkat. Hinata pun berlari cepat, menghampiri Sasukenya.

"Sasuke-nii… bukankah ini terlalu pagi untuk berangkat?" Tanya Hinata terengah - engah di depan pintu rumahnya. Sasuke hanya tersenyum menutup pagar rumahnya.

"Maaf Hinata, hari ini kita tidak berangkat bersama. Aku harus menjemput Sakura dahulu," Jawab Naruto melambaikan tangannya berlalu pergi.

"Sampai bertemu di sekolah!" Kata Naruto tanpa melihat kearah Hinata.

Hinata kembali masuk dengan rasa kecewa, tidak berniat menghabiskan sarapannya.

Setelah mengecek alat – alat sekolahnya, Hinata berjalan lesu menuju KHS. Saat menutup pagar rumah bahkan Hinata tidak menyadari ada seseorang yang bersandar di sana menunggunya seperti biasa.

Hinata berjalan dengan lesu dalam diam, tanpa memperhatikan jalan dia terus berjalan dalam sunyi.

'Awas ada tiang!'

Hinata terlonjak mendengar suara barinton, membuyarkan lamunannya. Segera Hinata melihat ke sumber suara, yang ada tepat di belakangnya.

Terlihat Naruto menyeringai dan manatap Hinata tajam.

"Narutoo, apa yang kau lakuhkan?" Tanya Hinata kesal.

"Mengawasimu! Kau terlihat seperti sedang tidur sambil berjalan!" Desis Sasuke menjajari Hinata.

"Jangan mengejekku." Rajuk Hinata, Sasuke tersenyum melihat tingkah Hinata.

"Apa ada masalah? Nilai matematikamu buruk lagi eh?" Ejek Sasuke.

"Jangan meremehkanku! Nilaiku, selalu lebih baik darimu Naruto." Desis Hinata kesal.

"Benarkah? Kau tidak melihat, nilaiku semakin membaik Hinata!" Goda Sasuke, sambil mengacak pelan puncak kepala Hinata. Hinata hanya terkikik geli.

"Entah kenapa akhir – akhir ini, aku lebih terbuka pada Naruto. Aku merasa senang, dia selalu bisa membuatku merasa nyaman. Seperti sedang bersama Sasuke, dan itu membuat rasa rinduku pada Sasuke terasa terobati" Batin Hinata senang.

"Terimakasih… Naruto." Ungkap Hinata.

"Hn"

...

thanks sudah berkenan membaca :)

owh iya jangan lupa DISINI NARUTO DAN SASUKE BERTUKAR TUBUH YA ! semoga tidak bingung, hehehe... tunggu kelanjutannya ;D