~The Bond Between Us~
.
.
(Third Person Pov)
6 tahun kemudian...
Sang Surya telah menampakan cahayanya ke segala penjuru. Nampak segala aktivitas sudah dimulai oleh rakyat Assyra. Istana nya pun masih berdiri megah, membuat semua rakyat tampak begitu bahagia menikmati pagi ini.
Kembali ke istana..
Putri Mahkota Assyra Lucy, kini telah berusia 6 tahun, sesuai dengan peraturan Istana. Lucy di ijinkan untuk keluar istana, tetapi masih harus didampingi pengawal. Nampaknya Lucy sangat menantikan hal ini.
(Lucy Pov)
"Hime.. Bagaimana dengan penampilan hari ini? Apakah anda menyukainya?" tanya seorang pelayan. Nampaknya dia tengah menata rambut Lucy.
"Hm.. Aku sangat menyukainya.. Arigatou Mery-Chan" Balasku tersenyum sambil menatap ke cermin.
Hari ini aku berpenampilan sedikit sederhana karena, aku akan berkeliling ke luar istana. Aku sungguh menantikan hari ini tiba. Ahh.. Aku lupa mengenalkan diriku..
Namaku Lucy Heartfilia, aku terlahir sebagai Putri Mahkota Assyra. Aku memiliki banyak teman. Erza (8), Natsu (7), Gray (7) dan Sting (8)..ahh tentunya Happy (5bln) juga.. Umur mereka lebih tua dariku..(kecuali Happy) dan tentu saja aku akan berkeliling kota dengan mereka semua.
Kata Okaa-San, mereka telah berjanji untuk menjaga dan setia kepadaku sejak saat aku terlahir. Aku akui mereka memang memiliki sihir yang sangat hebat. Tetapi, aku juga seorang penyihir. Sihir ku seperti Okaa-San yakni Celestial Spirit (Penyihir Bintang). Aku memiliki 10 kunci emas (Aquarius, Cancer, Gemini, Leo, Capricon, Sagitarius, Taurus, Virgo, Aries, Scorpion) dan 4 kunci perak (Lyra, Crux, Horologium, Nicolla Canis Minor (Plue)) dan semua kunci itu diberikan oleh Okaa-San saat aku berumur 3 tahun.
Aku telah siap, kuambil kantung kunci-kunciku dan segera menemui Otou-San dan Okaa-San di ruang makan.
"Ohayou Otou-San"
"Ohayou Okaa-San"
Sapaku kepada mereka dengan senyum ceria.
"Ohayou Lucy.." sapa Okaa-San dan Otou-San bersamaan dengan senyum bahagia mereka.
Saat sedang makan, Otou-San berpesan agar aku tidak berlari terlalu jauh dan jangan terpisah dengan Erza, Natsu, Gray, dan Sting. Okaa-San hanya tertawa kecil melihat kelakuan Otou-San yang terlihat sangat khawatir dengan ku. Tapi, aku pastikan bahwa, aku akan baik-baik saja karena ada mereka ber4 yang menemaniku. Setelah selesai makan, aku berpamitan dengan Otou-San dan Okaa-San dan segera menuju taman tempat Erza dan kawan-kawan.
"Erzaaaa..." Ku lambaikan tanganku kepada Erza.
"Lucy-Sama.." Seru Erza sambil berlutut setengah kaki.
"Ah.. Sudah berapa kali, panggil aku Lucy saja.. Kita kan berteman... Jadi jangan sungkan seperti itu.." balasku tersenyum sambil mengangkat badan Erza agar segera berdiri.
"Lucy.." gumam Erza kecil.
Hehehe..
Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah Erza.
"Ne.. Mana Natsu, Happy, Gray dan Sting?" tanyaku pada Erza.
"Aku sangat yakin mereka pasti terlambat bangun.." Seru Erza dengan deatglare nya.
Giyahahaha..
"Yo.. Luceeeeeee..." sapa seseorang sambil merangkul tangannya ke bahuku.
"Na..tsuu..." Aku kaget dengan kehadiran Natsu dan aku menyadari wajahku kini telah semerah buah tomat..
"Lucyyyy..." sapa seseorang lagi dan kini dia memelukku dari belakang, tentu saja dia sudah melempar Natsu entah kemana.
"G..Gray..." aku makin kaget dan ku yakin wajahku sudah semakin merah atas perlakuan mereka.
"Ohayou Lucy.. Ohayou Erza.." Sapa seorang laki-laki .. lagi.. tapi dia nampak cool.
"Ohayou Sting.." balasku..
"Ohayou Sting.." balas Erza
"Gray, cepat lepaskan Lucy.. Mau sampai kapan kau memeluk Lucy..?" Perintah Erza dengan aura gelapnya.
"Ha..ii Erza..." jawab Gray yang mulai takut.
"Lebih baik kita segera pergi, sebelum siang.." seru Sting cepat.
"SIALANN KAU GRAYYY...!" Seru Natsu marah karena terlempar oleh Gray. Terlihat tangan Natsu sudah mengeluarkan api.
"APA KATAMU...!? DASAR FLAME-HEAD IDIOT.." Seru Gray tidak mau kalah dan dengan ancang-ancang mengeluarkan sihir ice nya.
" ICE MA-..."
Seketika perkataan Gray terpotong karena dia merasakan aura membunuh dari Erza sang Titania.. Natsu dan Gray segera berpelukan seperti layaknya seorang sahabat.
"Naatsuuuu~..huaaa..."
"Happy...?"
Happy adalah seekor kucing berwarna biru, dia adalah peliaraan Natsu. Dia memiliki sayap dan terkadang dia memilih terbang.
"Kenapa kau meninggalkanku Natsuuuu..." tanya Happy sambil menangis.
"Aku tadi sudah mencarimu, tetapi kamu tidak ada. Jadi aku pergi duluan." Seru Natsu sambil menggaruk kepalanya.
"Ahahaha... Gomen Happy.." cengir Natsu
"Sudah-sudah sebaiknya kita segera pergi.." potong Erza sedikit kesal.
"Yoshhhhhhhhh..." Natsu tampak bersemangat.
"Lucy... Gendong aku..." Pinta Happy dengan puppy eyesnya.
"Ara..Ara..." Aku yang melihat Happy dengan tatapan itu langsung menggendong Happy.
~Skip Time~
Lucy, Natsu, Erza, Happy, Sting dan Gray menjelajah kota Assyra, Rakyat yang menyadari Putri Mahkota akan berkeliling kota hari ini, segera menyiapkan sesuatu untuk Lucy. Sepanjang perjalan Lucy selalu mendapatkan berbagai macam hadiah dari buah, bunga, kue.
Para rakyat juga membuatkan sebuah parade untuk menyambut Lucy. Mereka semua nampak sangat senang dengan sambutan para rakyat. Tanpa mereka sadari Lucy dan Happy terpisah dari Natsu, Gray, Erza dan Sting.
Lucy dan Happy terus berjalan, tanpa disadari mereka mulai masuk ke sebuah hutan. Erza menyadari bahwa Lucy dan Happy menghilang. Erza segera menarik Natsu, Gray dan Sting yang masih terpaku melihat parade itu. Mereka ber4 segera mencari Lucy. Nampaknya Rakyat tidak menyadari hal itu karena masih asik dengan parade yang nampaknya akan berlangsung lama.
(Lucy Pov)
"Lucy.. Dimana kitaa...?" tanya Happy yang mulai panik dan nampaknya akan menangis.
"Aku juga tidak tau Happy.. Lebih baik kita terus berjalan, mungkin nanti kita akan menemukan jalan kembali ke kota." Jawabku untuk menghibur Happy.
Aku dan Happy tersesat karena parade itu. Kini kami berada di dalam hutan. Jujur aku sangat takut, aku takut...! ini pertama kalinya aku berjalan dikota.. tapi, aku harus tidak boleh terlihat takut, aku tidak ingin Happy merasa takut juga. Erza, Natsu, Sting, Gray cepat temukanlah kami (T_T).
Aku terus berjalan sambil menggendong Happy, tiba-tiba terlihat cahaya diujung hutan, aku segera berlari ke arah cahaya itu.. Tetapi.. yang muncul bukanlah kota Assyra, melainkan sebuah hamparan lahan kosong yang hanya ditumbuhi rumput dan bunga, untung hari masih siang, jadi aku tidak terlalu takut.
"Lucy, dimana sekarang kita..? Kenapa ini bukan kota Assyra..?" Happy nampak mulai menangis..
"Natsuu..." seru Happy sambil menangis..
"Tenang Happy.. Jangan menangis, aku juga tidak tau dimana kita sekarang, tapi aku yakin Erza, Natsu, Gray dan Sting pasti akan menemukan kita.." hiburku ke Happy.
"Lucy tempat ini terlihat indah.." seru Happy yang tiba-tiba sudah terbang disampingku.
"Hm.. Memang sungguh indah.." balasku sambil tersenyum ke Happy.
Aku dan Happy terus berjalan, sejauh mata memandang memang hanya terlihat hamparan daun dan bunga. Tetapi terlihat juga beberapa rumah tua yang sudah rusak berat. Tiba-Tiba langkahku terhenti pada sebuah pohon. Entah kenapa pohon ini begitu menarik perhatianku. Aku melamun cukup lama. Seolah-olah ada sesuatu yang menarikku untuk memperhatikan pohon ini.
"Lucyy.."
"Lucyyy.."
"Lucyyyy..!" teriak Happy kesekian kalinya sambil mengguncangkan tanganku.
"Aa..aaahh Happyy..." tanyaku kaget tersadar dari lamunanku.
"Kamu kenapa melamun Lucy...?" tanya Happy khawatir..
"Entahlah Happy, aku seperti terhanyut melihat pohon ini.." aku kembali terdiam sesaat..
"Lucy kenapa kamu tidak memanggil Virgo untuk membantu kita pulang?" tanya Happy membuyarkan lamunanku lagi.
"Ahh.. Kau benar Happy, kenapa tidak terpikirkan olehku.."
Ku ambil kunci emasku dan memanggil Virgo.
"Open, The Gate of the Maiden, Virgo!"
Virgo pun muncul..
"Oshioki desu ka Hime?" seru Virgo membungkukkan badannya.
"Bukan,, kami tersesat Virgo, Bisakah kau antar kami menemui Erza dan yang lainnya..?"
"Hai Hime.." Jawab Virgo dengan muka datarnya.
Virgo mengantarkan aku dan Happy meninggalkan tempat itu, tetapi aku masih sangat penasaran dengan tempat tadi, terutama pohon itu. Kenapa aku merasa mengenal pohon itu..
"Virgo.. Apa kau tau tempat apa tadi?" tanyaku penasaran
"Hai Hime, dulunya tempat itu adalah sebuah Kerajaan yang hancur karena peperangan, entah kenapa sampai kini tidak ada yang mau menempati kota itu lagi.." Jawab Virgo.
"Sebentar lagi kita sampai Hime.." lanjut Virgo.
