Chapter 4
Teriknya sinar mentari pagi mengusik namja cantik yang tengah terlelap dipelukan teman sekamarnya.
Namja itu mengerjap imut sembari menajamkan penglihatannya yang terbilang kabur karena efek bangun tidur.
Saat matanya terbuka,hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan sehun saat tidur
Dan membuat bibir tipis situ melengkung membentuk senyuman.
"Kau sangat tampan hun"-Batin luhan.
Luhan tersipu saat adegan semalam melintas di memorinya,tak lupa dengan rona merah yang sangat kontras dengan wajah putih saat ini posisi mereka yang sangat intim.
Perlahan dia melepaskan pelukan sehun pada pinggangnya tanpa niat membangunkan namja itu.
Sembari meringis,dia mencoba bangun dari posisi tidurnya,tapi...
Grepp
Luhan merasa dirinya menjadi patung saat ini,tubuhnya tak cukup kuat untuk sekedar menoleh ataupun melepas rengkuhan namja tampan dibelakangnya yang kini telah terbangun dari tidur lelapnya.
"Mau kemana lu?apa kau akan meninggalkanku hm?"tanya tangannya semakin erat merengkuh tubuh mungil didepannya dan menyembunyikan wajah tampan itu pada ceruk leher luhan.
"k-kau sudah bangun?e-emm sebaiknya kita segera mandi dan berangkat ke sekolah"
Setengah mati luhan mencoba untuk berbicara normal,tapi sialnya bibir tipis itu sangat kaku untuk berbicara lancar hingga menyebabkan ucapannya tergagap.
Sehun menatap luhan dari samping,kini wajahnya tak lagi bersembunyi di ceruk leher namja manis itu.
"m-mwo?k-ke-kenapa kau melihatku seperti itu?"
Sehun tertawa melihat ekspresi menggemaskan luhan,oh iya apa namja cantik itu lupa bahwa hari ini adalah hari minggu.?
"Ya!kenapa kau tertawa hah?"
"karena kau menggemaskan,hahhahhaha"
"hentikan!itu tidak lucu,dan sama sekali tidak menggemaskan hun,
kita harus bergegas ke sekolah"
"chagiya,ini hari minggu.
kau yakin akan kesekolah?hahahhaha"
BLUSHH
Sungguh,luhan sangat malu saat ini.
wajahnya memerah dan bibirnya mengerucut imut.
"Lu,jangan memasang wajah menggemaskan seperti itu,
kau mau kuserang lagi hm?"Tanya sehun
"apa maksudmu?kita tidak sedang bermain perang-perangan hun"Tawa sehun meledak saat namja didekapannya mengeluarkan kata-kata polosnya.
"kenapa tertawa lagi?kau sangat menyebalkan Hun"
"aniya,aku tidak seperti itu chagiya.
Hari ini aku ingin-"
KRIIIIING
Sehun menghentikan ucapannya saat ponsel putih milik luhan berdering,
dengan segala umpatan dibenak namja tampan itu, sehun melepas pelukan hangatnya pada luhan.
Menatap datar pada namja yang kini berdiri dengan balutan selimut dipinggang mungil luhan sambil terus mengoceh dengan si penelfon.
"hari ini?ah oppa tidak kemana-mana koq"
"….."
"baiklah,nanti oppa temani ne~"
"…"
"kalau begitu oppa mandi dulu ne"
Luhan mengakhiri percakapannya dengan si penelfon-Choi Minki- lalu beralih kepada sehun yang duduk telanjang dengan melipat kedua tangannya kesal.
Luhan yang melihat itu segera berbalik karena malu dengan pemandangan didepannya.
"Hun,pakai boxermu"
"hmm,tidak mau!"
"cepat pakai,Bodoh!"
Sehun beranjak dari atas ranjang dan segera memakai boxer coklat diatas lantai,lalu bergerak menuju luhan yang membelakanginya.
Memeluk namja mungil itu serta mengecupi leher penuh kissmark luhan.
Tak dipungkiri bahwa luhan kini terkejut dengan tindakan sehun pada tubuhnya,apalagi leher adalah salah satu titik sensitive Luhan,membuat namja manis itu melenguh nikmat saat lidah sehun menyapu permukaan kulit putihnya.
Tangan kanan sehun mulai bergerak membelai nipple luhan,sedangkan tangan kirinya
Ia gunakan untuk merapatkan tubuh mereka.
Tak kuat dengan rangsangan sehun,kedua kaki luhan nyaris tertekuk lemas jika saja sehun tidak menahan tubuh mungil luhan untuk tetap berdiri.
"h-hun ahh, aku ada janji dengan mhh mi-minki hari inihh"
Mendengar nama yeoja yang kemarin kencan dengan luhan-nya,sehun langsung menghentikan cumbuannya.
"Kencan lagi?"Tanya sehun dengan wajah datar
"a-ani,hanya menemaninya jalan-jalan"
"oh begitu.
tapi,apa kau yakin akan kencan dengan keadaan berdiri seperti itu?"
Sehun menunjuk tepat kearah selangkangan luhan,
disana tepampang nyata junior telanjang luhan yang tegang akibat cumbuan sehun barusan.-ternyata selimut yang menutupi daerah privat luhan,telah tergeletak dilantai akibat adegan 'raba-raba' tadi.-
Luhan segera menarik selimutnya dan menutupi bagian 'itu' yang menegang.
"kau!ini semua gara-gara kau Oh Sehun!"geram luhan
"itu bukan salahku chagiya,kau yang menggodaku duluan"
"Mwo?mana mungkin!aishh bagaimana ini"
Melihat luhan yang tengah panic membuat seringaian licik sehun menghiasi wajah tampannya. "bagaimana jika aku membantumu Lu?"
Luhan menatap sehun curiga.
"kurasa kau hanya akan memperburuk keadaan hun"
"percayalah padaku chagiya"
Sedikit tidak rela Luhan menyetujui bantuan sehun.
Ya ,walaupun pada akhirnya dia berakhir dengan bibir merah menggoda yang terus mendesah erotis selama 1 jam.
.
.
.
Luhan telah meninggalkan kamar asrama sejak setengah jam yang lalu,sehun yang berada dikamar sendirian merasa bosan karena tak ada kegiatan yang bisa dia lakukan.
Tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan panggilan dari nomor yang tak dia kenal.
"yeoboseo,nuguya?"
"ini aku Lay,apa kau ada di kamar saat ini?"
"oh Lay hyung,ne ada koq?"
"apa kau sibuk?"
"ani,wae hyung?"
"mau menemaniku jalan-jalan?kebetulan aku ingin keluar dengan baekki,tapi dia ada kencan dengan kekasihnya"
"baiklah,aku akan siap-siap dulu,tunggu aku manis"
"ne,sehunnie~"
Sehun menutup sambungan mereka,mungkin jalan-jalan dengan lay dapat membunuh rasa dalam kasus ini,lay sangat beruntung bisa berkencan dengan sehun si namja yang dia sukai.
….
Seorang namja cantik tengah berdiri di depan gerbang asrama dengan balutan celana jeans biru dan atasan kaos putih panjang yang ia gulung seperempat lengan,tak lupa tatanan rambut ikal yang manis membuat setiap orang di sekitarnya menatap penuh kagum.#ngebayangin *_*
Lay tak dapat berhenti tersenyum saat ini,dia bukan tipe orang yang mudah menyembunyikan perasaannya,mengingat hari ini dia akan berkencan dengan namja yang dia sukai sejak kemarin.
perasaan antara senang dan gugup bersatu dalam hatinya, dan jantungnya berdebar hebat saat melihat seseorang yang kini berjalan menghampirinya
Begitu tampan dan mempesona,
oh Lay kau sudah terjerat kharisma sehun.
"hai manis,maaf membuatmu lama menunggu"lay kembali merona saat sehun memamerkan senyumnya.
"n-ne,gwenchana"
"jadi,kita akan pergi kemana?"
"ayo ke taman,aku sangat ingin kesana"Sehun kembali tersenyum ketika mata Lay berbinar menyebut kata 'taman'.menurutnya sifat Lay saat ini sama seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan oleh ibunya.*kekanakan tapi menggemaskan*
"apapun untukmu,manis"lagi-lagi namja ber-dimple itu harus merona karena ucapan sehun,dan sehun terus menggodanya sampai mereka telah sampai ditempat tujuan.
Sampai ditaman mereka memilih duduk di dekat sungai kecil yang letaknya tak terlalu jauh dari area itu,tempat itu sangat indah dan tenang,juga jauh dari keramaian public.
"whoa~ kirei"gumam sehun.
Lay memiringkan kepalanya saat gumaman sehun terasa asing menyapa telinganya.
"apa itu kirei?"Tanya lay
Sehun menoleh kearah lay,tersenyum padanya lalu berkata
"cantik,kirei adalah bahasa jepang cantik.
cantik seperti dirimu hyung"
"dasar gombal"
"tapi kau suka hyung"
"aishh,jinnja."
"kau menggemaskan hyung,sama seperti tingkah nunna-ku"
DEG,"Hanya sebatas itukah diriku?"batin ngenes lay.
"benarkah?berapa umur nunna-mu?"
"eum,40 tahun-an"
"YA!apa aku terlihat setua itu?kau jahat sekali"
sehun tertawa melihat Lay yang merajuk lucu.
"hahahha,aku hanya berbohong hyung"
"aish,apa-apaan itu.
kau tidak sopan membohongi hyungmu seperti itu"
"tapi itu menyenangkan hyung"
"aish,hentikan!kau membuatku marah hun"
Sehun tertawa terpingkal-pingkal ketika Lay kembali mengembungkan pipinya lengkap dengan wajah merahnya.
"baiklah,sehun minta maaf ne~"
"nah,itu baru anak baik."lay tersenyum membuat sehun yang melihatnya ikut tersenyum.
"lay hyung,kenapa kau pandai berbahasa korea?
bukankah kau dari china?"
"oh itu,baekhyun yang mengajariku.
aku adalah tipikal orang yang mudah menerima pengetahuan baru.
Jadi aku dengan cepat menguasai bahasa korea"
"whoa~ hyung sangat pintar rupanya"Lay yang dipuji seperti itu hanya bisa merona dan tersenyum malu pada sehun.
Disaat sehun dan lay tengah asik bercanda ria,diseberang sana seorang namja cantik sedang menatap pasangan itu penuh kebencian.
"Oh sehun,pergi saja kau ke neraka"Batin luhan kejam.
Tak cukup puas dengan menatap penuh amarah,kemudian Luhan menyeret gadis imut disampingnya-Choi Minki-
Untuk menghampiri sehun dan lay yang kini tertawa bersama.
"annyeong~,woah apa kalian sedang berkencan?kebetulan sekali ya kita bertemu disini" Ucap luhan saat mereka telah sampai di tempat sehun dan lay duduk.
"kebetulan?mungkin lebih tepat disebut kesengajaan daripada kebetulan"batin luhan menyeringai.
Spontan sehun terkejut tapi tak begitu terlihat karena baru saja anak itu menutupinya dengan wajah datarnya
#enaknya punya wajah datar,gk keliatan kalo lg terkejut#.
"Luhan,wah kebetulan sekali ya."
Lay membalas senyuman luhan lalu menyuruh luhan serta minki duduk bersamanya dan sehun.
mereka berbincang-bincang ria kecuali sehun yang malah asik memperhatikan luhan intens.
"oh,oppa teman luhan oppa ne?"Tanya minki pada sehun lengkap dengan tatapan curiga.
"ne,wae?"balas sehun malas.
"aniya,terasa sangat aneh,oppa dari tadi menatap luhan oppa terus.
Sebenarnya oppa ini menyukai lulu oppa ya?"
Gadis imut disamping luhan itu sangatlah cerewet,apalagi saat dia melihat sehun yang terus memandangi luhan dengan tatapan intensnya,membuat kadar ke-kepo an Minki naik drastis.
Luhan yang mengerti arah pembicaraan teman kecilnya itu,segera mengalihkan perhatian mereka dengan mengajaknya makan siang di kafe dekat taman.
.
.
"hmm,ini sangat lezat.
sehun-ah~ apa nama makanan ini?"
lay terlihat sangat lahap ketika menyantap makanan korea yang bernama
sehun yang gemas melihat tingkah lay secara spontan mencubit pipi namja china itu,membuat luhan menggeram sebal
"ini namanya tteokbokki hyung,kau imut sekali jika seperti itu"
BLUSH
Luhan panas,dia tak tahan lagi dengan acara jealous-nya.
jadi dia beralasan pergi ke kamar mandi dan mengajak serta si namja cina itu.
"lay,temani aku kekamar mandi ne~"pintanya dengan wajah memelas.
"oh ne,kebetulan aku juga mau mencuci tangan "
Duo namja cantik itu berlalu meninggalkan sehun dan minki dimeja kafe no.12
Tatapan keduanya sama-sama mengintimidasi dan salah satunya menatap lawannya penuh curiga.
Tiba-tiba ada 4 namja yang berjalan melewati meja mereka,terlihat 2 diantaranya sangat cantik dan lainnya terlihat sangat tampan,Minki menatap ke-4 namja itu dengan pandangan jijik sedangkan sehun terlihat biasa saja.
"oppa,kau lihat keempat pasangan itu?"sehun menengok kearah objek yang dimaksud lalu mengangguk malas.
"jika Xi ahjumma melihat itu,dia pasti sudah pingsan ditempat"
"wae?"
"wae?kau Tanya kenapa?tentu saja jawabannya adalah karena bibi jijik dengan hubungan semacam itu"
Sehun mengerutkan dahinya,
"oppa tidak mengerti ya?apa lulu tidak memberitahu oppa tentang eommanya?
eomma lulu,ah maksudku Xi ahjumma sangat benci dengan hubungan abnormal seperti gay,"
"lalu?"
"apanya yang lalu?kulihat oppa dengan lulu oppa sangat dekat,Minki curiga kalau kalian itu pasangan.
tapi sepertinya luhan oppa bukan tipe orang yang menyimpang sepertimu"Terlihat sekali wajah Minki yang berhiaskan senyum manis namun terselip seringaian membuat sehun naik darah dan dia mulai mengumpat dalam hati tentang gadis imut didepannya kini.
Dengan wajah datar sehun pergi meninggalkan tempat itu,dia bahkan tak peduli dengan lay yang menjadi tanggungjawabnya.
"ya sehun oppa,kau mau kemana eoh?"Minki berteriak memanggil sehun saat namja berkulit putih itu berjalan meninggalkan kafe,tapi walaupun minki berteriak sekalipun sehun terus berjalan kedepan dan berpura-pura tidak mendengar suara minki.
"Hahahaha,tidak sia-sia aku mengumpulkan data tentang namja albino itu"Batin minki puas.
….
Lay dan luhan mendapati minki tengah asik memakan tteokbeokki nya dengan lahap sendiri,dalam benak luhan bertanya-tanya kemana sehun pergi?
"minki,kenapa kau sendirian?mana sehun ?"Minki menatap polos kearah luhan,lalu menjawab
"dia pergi begitu saja tanpa berbicara apapun padaku.
mungkin dia sedang ada urusan."
Luhan berfikir keras,dengan cepat dia mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu segera menghubungi nomor sehun.
tapi saat dia berusaha menghubungi roommate-nya itu, hanya suara operator yang dia dengar walaupun berkali-kali dia mencoba untuk tersambung dengan sehun.
"bagaimana lu?"Tanya Lay dengan nada cemas.
Luhan menggeleng kepala lemah,
"ponselnya tidak aktif"
.
.
.
.
TBC
Anyyeong~
Chapter 4 update,bagaimana pendapat kalian tentang chap ini?
Adakah yang kecewa atau gimana gitu?
Maaf,author belum bisa update cepet.
Soalnya masih sibuk ngurus ini itu anu dan lainnya#apaan sih -_-"
Author ngucapin banyak terimakasih untuk readers yang review ff abal author ini,jeongmall gamshahamnida ne .
author juga udah balas review kalian kox,liat aja di PM kalian.
untuk chap depan,kemungkinan ada adegan nc lagi.
Tolong kritik & sarannya ne~
YESS
OR
NO
