SELAMAT MEMBACA

Hari ini adalah hari pertama di musim salju. Baekhyun bahkan tidak tahu kalau tadi malam salju pertama turun, pria mungil itu bahkan baru mengetahuinya ketika dia terbangun di pagi hari dan Chanyeol masih tertidur di sampingnya.

Chanyeol terlihat menggemaskan bahkan saat sedang tidur sekali pun. Meski alis tebalnya sesekali akan berkerut, Baekhyun dengan sangat pelan mengusap kedua alis tebal itu agar tidak mengerut lagi dan berusaha untuk membuat tidur Chanyeol terasa nyaman.

Merapatkan selimut mereka hingga menutupi seluruh tubuh Chanyeol dan berharap pria tinggi itu selalu merasakan kehangatan di mana pun dia berada. Lalu Baekhyun memutuskan untuk bangun, tapi tangan besar Chanyeol menahannya "kita harus tidur lagi, ini masih sangat pagi" ucapnya dengan nada khas orang baru bangun tidur.

"Tidak mau, aku harus membuatkanmu sarapan" jawab Baekhyun lalu menjauhkan tangan Chanyeol dari tubuhnya. Dengan bibir yang mengerucut, Baekhyun bahkan sempat untuk mencubit perut Chanyeol yang buncit.

"Aw!" aduh pria tinggi itu sambil mengelus perutnya yang bahkan masih tertutupi selimut.

"Kau harus bangun, ini adalah salju pertama" Baekhyun bergegas bangkit dan berdiri di samping ranjang, pria mungil itu bahkan membuang jauh - jauh niatnya yang tadi ingin membuat Chanyeol tidur dengan nyaman. "kau harus membelikanku baju hangat!"

Chanyeol tertawa, Baekhyun dengan segala tingkah kekanakannnya memang sangat menggemaskan dari dulu. Pria tinggi itu bahkan tidak bisa menolak permintaan Baekhyun bahkan disaat dia sibuk sekali pun.

"Aku akan membelikannya" Baekhyun mengangguk.

"Kita juga bisa membelikan baju hangat untuk Sunbin sekalian" ucap Baekhyun yang membuat Chanyeol terdiam pada posisi duduknya. Melihat Baekhyun penuh semangat hari ini, benar - benar membuat Chanyeol merasa aneh. Padahal tadi malam, pria tinggi itu sangat jelas melihat Baekhyun menangis. Lalu, kenapa pria mungil itu terlihat bersemangat dan membahas Sunbin di saat - saat seperti ini?

"Kau yakin?" tanya Chanyeol mencoba menyadarkan Baekhyun atas perkataannya barusan.

"Tentu saja. Kita bisa mengantarkannya bersama ke gereja" lalu Baekhyun berjalan menjauh menuju pintu kamar. "kau harus mandi menggunakan air panas" dan menghilang dari balik pintu.

e)(o

Baekhyun berjalan gontai menuju dapur, mencoba bersandar pada dinding kulkas dengan mata yang terpejam. Sebenarnya, Baekhyun itu masih merasakan sakit di dalam hatinya. Tapi pria mungil itu sudah berjanji akan mengutamakan kebahagiaan Chanyeol di atas segalanya, termasuk perasaannya.

Baekhyun sudah pasrah akan perasaannya. Sudah menyerahkan segalanya kepada Tuhan semalam, dan berharap Tuhan akan segera menjawab semua pertanyaan yang ada di kepalanya.

Berharap Tuhan akan memberikan jalan terbaik atas perasaannya.

Baekhyun membuka pintu kulkas dan mengeluarkan beberapa sayuran dan daging untuk diolah menjadi sup. Di awal musim dingin, Chanyeol sangat suka memakan sup daging dengan ginseng merah. Pria mungil itu kemudian dengan telaten memotong dan mempersiapkan segala bahan yang dibutuhkan lalu memasak semua bahan itu. Hingga akhirnya menu sarapan mereka telah matang tepat saat Chanyeol keluar dari kamar dan duduk di meja makan.

"Sup? Terima kasih, Baekhyun-ah!" Baekhyun tersenyum, melihat suaminya begitu lahap menghabiskan masakan buatannya adalah satu hal yang paling Baekhyun suka. Chanyeol bahkan sampai menambah lagi dan membuat Baekhyun kewalahan untuk mengambil nasinya. "Jadi, apa kita pergi sekarang?" Chanyeol bertanya setelah dirinya mengusap mulut dengan tisu. Memberikan tiga piring kotor dan satu cangkir kotor kepada Baekhyun untuk di cuci.

"Yap! Aku akan mandi dulu" jawab Baekhyun setelah menyelesaikan cucian piringnya dan mematikan keran air cuci piring.

"Kenapa harus mandi? Kau tetap imut meski tidak mandi" balas Chanyeol sambil menusuk - nusuk pipi Baekhyun dengan jari telunjuknya yang panjang.

"Benarkah? Kalau gitu aku tidak usah mandi!" teriak Baekhyun senang. Chanyeol mengangguk lalu berdiri dan mengambil kunci mobilnya yang terletak di atas nakas.

"Aku ambil jaket dulu!"

Butuh waktu hampir dua jam bagi Chanyeol dan Baekhyun sampai di pusat perbelanjaan. Mengingat ini salju pertama, jadi banyak jalan yang ditutup karena tertimbun salju. Jalan yang boleh dilewati pun sangat licin, sehingga membuat Chanyeol harus lebih hati - hati dalam mengemudi.

Baekhyun yang baru keluar dari mobil sudah seperti anak - anak yang berlari ke sana dan kemari. Berjalan terlalu cepat sehingga Chanyeol ketinggalan di belakang dan membuat pria mungil itu berteriak untuk menyuruh Chanyeol agar lebih cepat jalannya.

Chanyeol yang sudah merasa gemas kepada Baekhyun akhirnya cuma bisa mengikuti permintaan si mungil.

"Chanyeol, aku mau yang ini!" Baekhyun menunjuk salah satu baju hangat yang tergantung dekat dengan pintu masuk toko. Baju itu terlihat sederhana motifnya tapi kainnya terasa lembut ketika Baekhyun mendekat untuk sekedar meraba dan melihat baju itu.

"apa kau mau syal juga?" tanya Chanyeol sambil melihat rak gantungan syal. Baekhyun terlihat sedang berpikir, kedua alisnya berkerut dan bibirnya mengerucut lucu.

"aku mau!" dan akhirnya setuju untuk membeli syal.

Setelah sibuk memilih baju hangat miliknya dan Chanyeol, Baekhyun melihat Chanyeol sedang melihat sebuah baju hangat lagi. Baju itu terlihat manis lengkap dengan sebuah kerudung. Baekhyun tahu itu pasti untuk Sunbin, jadi pria mungil itu mendekati Chanyeol "ini sangat cocok untuk Sunbin, kenapa kau masih terlihat berpikir?"

Chanyeol tersentak di posisinya berdiri. Kepalanya menoleh dan mendapati Baekhyun berdiri di sampingnya dengan sebuah senyuman, "apa kau yakin?" tanya Chanyeol masih ragu.

"kau menunggu baju itu dibeli orang lain dulu?" Chanyeol menggeleng. "yasudah, beli!" sambung Baekhyun dengan semangat.

Dan akhirnya Chanyeol mengambil baju hangat itu dan memasukkannya ke dalam keranjang belanjaan bersamaan dengan baju hangat miliknya dan Baekhyun. "aku akan membayarnya dulu" pamit Chanyeol yang dibalas Baekhyun dengan sebuah dorongan.

"dasar cowok!"

e)(o

setelah mengantri cukup lama di kasir, Chanyeol kembali dan melihat Baekhyun yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil. Di sana, pria mungil itu terlihat sedang memakan coklat cemilannya yang sengaja Chanyeol sediakan di dalam mobil.

"maaf ya aku terlalu lama" Baekhyun yang melihat Chanyeol buru – buru mengusap bibirnya yang sudah penuh dengan coklat.

"tidak apa – apa, aku juga senang melihat salju turun dari dalam mobil. Aku bahkan lupa kalau aku sedang menunggumu" Chanyeol tertawa, sedikit banyak dia tahu Baekhyun berbicara seperti itu agar dia tidak khawatir.

"jadi, sudah siap bertemu Sunbin?" tanya Chanyeol sambil memasang sabuk pengaman dan memasangkan juga sabuk pengaman Baekhyun.

"siap!" jawab Baekhyun semangat dengan pipi yang merona.

Mobil berjalan perlahan seiring dengan perasaan Chanyeo yang tiba – tiba menghangat di tengah musim dingin. Pria tinggi itu bahkan tidak pernah tahu bahwa Baekhyun yang merona malu terlihat sangat cantik meski dia sebenarnya juga seorang pria. Suara radio terdengar samar – samar sedang membahas perkembangan cuaca di Seoul yang bahkan semakin dingin.baekhyun yang duduk di sampingnya sedang sibuk bersenandung indah sambil memainkan poonselnya.

"kenapa kau tertawa sendiri?" tanya Chanyeol yang sedikit merasa aneh karena melihat Baekhhyun begitu semangat. Baekhyun yang merasa ditanya, akhirnya menoleh dan menunjukkan layar ponselnya yang menyala dan menampilkan sebuah ruang chat. Chanyeol dengan penuh hati – hati melihatnya sambil terus fokus pada kemudinya.

"Minseok?" tanya Chanyeol yang terdengar tak yakin.

"ya, dia akan berkunjung akhir pekan ini bersama Jongdae" jawab Baekhyun lalu kembali fokus membalas chatnya.

Chanyeol mengangguk pelan, mulai mengingat Minseok itu yang mana. Jujur saja, Chanyeol tidak begitu kenal siapa saja teman – teman Baekhyun kecuali Kyungsoo.

Ah! Minseok dan Jongdae adalah teman seangkatan Baekhyun bersama Kyungsoo. Itu berarti, Kyungsoo juga akan bertemu dengan mereka kan? Kesimpulannya, Kyungsoo dan Baekhyun akan bertemu kan?

Chanyeol jadi merasa panik, Kyungsoo dengan segala kemarahannya adalah sesuatu yang sangat membahayakan. Pria tinggi itu jadi sibuk memikirkan alsasan yang tepat agar dia bisa ikut bersama Baekhyun saat pria mungil iitu akan bertemu dengan Minseok dan Jongdae. Hingga tanpa sadar, mobil sudah masuk ke area gereja.

"Chanyeol, kau kelewatan!" Baekhyun berteriak ketika Chanyeol tidak juga berhenti padahal mereka sudah hampir melewati gerbang belakang.

"oh!" Lalu Chanyeol rem mendadak dan Baekhyun menjadi terkejut.

"Chanyeol!" teriaknya pria mungil itu kesal, Baekhyun buru – buru melepas sabuk pengamannya dan mengambil paper bag miliknya dan Sunbin lalu keluar dari mobil meninggalkan Chanyeol yang masih terpaku.

Baekhyun berjalan dengan alis berkerut dan bibirnya yang komat – kamit memaki Chanyeol hingga pria mungil itu melihat Sunbin yang sedang menyapu halaman depan gereja, "Sunbin!"

Sunbin menoleh dan langsung tersenyum begitu melihat Baekhyun melambaikan tangan dari jauh. Perempuan itu dengan bergegas menghampiri Baekhyun setelah meletakkan sapunya, "dengan siapa kemari?" tanya Sunbin yang terdengar seperti basa – basi di telinga Baekhyun.

'bersama Chanyeol. Anak itu membuatku hampir jantungan" omelnya. Sunbin menggelengkan kepalanya melihat Baekhyun yang sedang marah seperti ini, terlihat imut.

"apa yang dilakukannya padamu?" tanya Sunbin setelah mengajak Baekhyun duduk di kursi tak jauh dari posisi mereka berdiri.

"dia membawa mobil sambil melamun" jawab Baekhyun dengan bibir yang mengerucut.

"aw, kenapa berbahaya sekali?" tanya Sunbin dengan nada main – main sambil menyikut bahu baekhyun dengan bahunya.

"kenapa kau malah menyebalkan?" protes Baekhyun sambil memandang Sunbin dengan wajah sok seram. "oiya, aku membawakanmu baju hangat" sambung Baekhyun lalu menyerahkan paper bag yang dibawanya kepada Sunbin.

"kenapa kau repot – repot? Ini pasti mahal" balas Sunbin.

"tidak, lagian Chanyeol yang membelinya dan memilihnya sendiri. Tolong dipakai ya?" ucap Baekhyun yang terdengar sangat tulus di telinga Sunbin. Perempuan itu bahkan dulu pernah menolak pemberian Chanyel karena Chanyeol menitipkan barang itu kepada temannya. Namun dengan Baekhyun, Sunbin merasa dia tidak bisa menolak permintaan orang sebaik Baaekhyun.

"aku akan memakainya, terima kasih Baekhyun" tapi Baekhyun malah tertawa.

"kenapa terima kasihnya sama aku? Sama Chanyeol seharusnya" sambung Baekhyun.

"tidak, aku maunya bilang terima kasih padamu"

"dasar perempuan" Sunbin tertawa. Perempuan itu lalu membuka isi paper bag miliknya dan merasa senang bahwa ini adalah baju hangat yang sangat cantik.

Chanyeol muncul dari arah belakang dan mendapati Baekhyun dan Sunbin sedang sibuk mengobrol. Pria tinggi itu juga melihat bagaiman kedua orang itu dengan antusias mencoba syal baru pemberiannya. Chanyeol mendekat ke arah Sunbin begitu mendapati Sunbin sedang kesusahan memasang syalnya.

Baekhyun di sana, dengan perasaan sakit melihat suaminya memperbaiki letak posisi syal perempuan lain dan bukan dirinya. Padahal Baekhyun juga sedang kesusahan memasang. Sunbin yang terkejut mendapati Chanyeol menghampirinya dan memperbaiki syalnya, hanya bisa terdiam. Sesekali matanya melirik Baekhyun yang sedang menunduk dan saat mata mereka berpapasan Sunbin meminta maaf atas perlakuan Chanyeol dengan gerakan bibir.

Baekhyun tersenyum menjawab permintaan maaf Sunbin dan berusaha memperbaiki sendiri syalnya, tapi gerakan tangannya terhenti begitu ada orang lain yang membantunya, "kau tidak seharusnya memperbaiki ini sendirian, Bee"

Baekhyun tercekat beberapa saat sebelum akhirnya pria mungil itu berteriak senang "Daniel?!"

A/N: Yang berharap BaekSoo, maafkan aku. Wkwkwk.