Disclaimer : Super Junior isn't mine, hanya meminjam nama mereka. But Kyu and Min is mine :p

A Super Junior Fan fiction

Vee present

"Secret Bunny Doll"

Warning : Minnie and Teukkie as ghost, GS for Ryeowook, Yaoi, Shounen ai, Typo (s), Gaje, OOC, diluar EYD, dll.

Rate : T

Genre : Romance (maybe), Drama, Fantasy

Pair : Kyumin, Haehyuk, Kangteuk, Super Junior

Tokoh : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Kibum(gak ngomong), Kim YoungWoon aka Kangin, Park JungSoo aka Leeteuk, Lee Donghae , Lee Hyukjae aka Eunhyuk, Kim Heechul aka Heenim

Don't like Don't read! RnR and don't Bash!

Cerita ini terinspirasi dari salah satu komik lama milik kawan saya, judulnya "Secret Lucky Doll" yang bikin Fuon Amahara Sensei, depannya sama, tapi terakhirnya beda.

CHAPTER 4-END

Enjoy (/^o^)/ \(^o^\)

Previous Chapter

"Mwo? Apa itu? Boneka?"

"Ya, boneka Racoon milik Nona Henly. Yang menjadi tubuh Teukkie."

Kyuhyun dengan perlahan mengelus boneka yang sudah tua, berwarna kusam, dan beberapa sisinya sudah sobek.

"Buruk sekali." Komentar Kyuhyun.

PLAKK

"Jangan menghina. Ini boneka sudah berumur ratusan tahun."

"Appo." Ringis Kyuhyun sambil mengelus kepalanya yang sudah dipukul Kangin.

"Jadi apa yang harus kulakukan dengan boneka ini?"

"Mudah, kau hanya…" Kangin membisikkan sesuatu kepada Kyuhyun

"MWO!?"

CHAPTER 4

"Aku memanggilmu Hyukkie-ya boleh?"

"Panggilan yang manis Minnie-ah."

Saat ini kedua namja cantik (?) itu sedang menyusuri koridor. Entah kemana tujuan mereka.

'Hantu ini baik juga.' Batin Eunhyuk.

"Boneka itu lucu sekali Hyukkie."

"Ya, memakai jasa Kyuhyun memang sangat membuatku puas. Aku sangat menyukai boneka monyet. Jika kau berkunjung ke rumahku, kau akan melihat begitu banyaknya boneka monyet yang aku koleksi." Cerita Eunhyuk panjang lebar. Rupanya Eunhyuk sudah menyesuaikan diri dengan Minnie.

"Jadi ingin ke rumahmu."

"Sepertinya aku betah disini. Boleh aku berkunjung ke sini setiap hari?"

"Tentu saja! Sekarang kita teman bukan?"

"Aku sudah merasa kau adalah sahabat terbaikku."

"Aku juga begitu Hyukkie. Bagaimana kalau kita ke kamarku?"

"Kajja, Minnie!"

~(o^~)Haehyuk(~^o)~

"Kamarmu cantik sekali Min! Bernuansa pink!" kata Eunhyuk sambil menaruh boneka monyetnya di kasur pink Minnie.

"Gomawo! Mau minum apa?"

"Kau punya susu Strawberry?"

"Ada di kulkas di dapur itu, kau ambil sendiri ya."

"Arra."

'Eunhyuk! Kau sedang di kamar seekor (?) hantu! Jangan-jangan di sini penuh dengan hantu.' Batin Eunhyuk.

Setelah mengambil sekotak susu strawberrynya, Eunhyuk ikut Minnie duduk di kasur Minnie. Mereka mengobrol seakan-akan mereka sudah akrab dan sudah lama tak berjumpa. Meski ada perasaan takut karena Minnie yang bukan manusia mengendap di tubuh Eunhyuk, tapi Eunhyuk segera menepis perasaan itu.

TOK TOK TOK

"Min, ada tamu. Aku saja yang membukanya," Eunhyuk segera bangun dari posisi duduknya, tapi tangannya dicekal Minnie. Tangan yang sedingin es seakan-akan tidak ada darah yang mengalir di dalamnya.

"Shirreo, kau tamu Hyukkie-ah. Biar aku sendiri yang membukanya." Minnie bangun dan membuka pintu itu. Eunhyuk meraba-raba kasur bekas tempat duduk Minnie. Tidak ada bekas, tidak berantakan. Tidak hangat. Posisi seperti belum diduduki setelah dirapikan.

"Minnie itu makhluk apa ya?" Gumam Eunhyuk.

"Eunhyuk?"

DEG!

'Suaranya pernah kudengar. Kenapa jantungku jadi berdetak cepat seperti ini?' batin Eunhyuk. Sesekali Eunhyuk menggelengkan kepalanya membuat seseorang yang memanggilnya tadi menjadi kebingungan.

"Eunhyuk?!" panggil orang itu sambil mengibaskan telapak tangannya ke hadapan Eunhyuk yang menatap kosong.

"Eh, iya… ada apa?" Eunhyuk mendongakkan kepalanya dan mengerjabkan matanya lucu. Detakan Jantung Eunhyuk semakin cepat melihat orang di depannya. Eunhyuk juga mendengar suara jantung yang berdetak keras.

"Donghae." Panggil Eunhyuk.

"Kok kamu bisa di sini?" Tanya Donghae setelah menetralkan detakan jantungnya.

"Aku sebenarnya kesini untuk membeli boneka Kyuhyun. Lalu bertemu dengan Minnie."

"Oh,"

"Minnie dicuekin"

Refleks kedua namja yang sedang beradu pandang itu langsung menolehkan kepalanya menatap Minnie yang sudah mempoutkan bibirnya. Malah semakin imut saja kelihatannya.

"Mianhae." Ucap mereka berdua kompak.

"Sepertinya kalian butuh waktu berdua. Aku keluar dulu ya. Annyeong!" Minnie langsung kabur.

"MINNIE!" teriak Donghae dan Eunhyuk bersamaan. Entah apa yang mereka lakukan setelah ini.

OoOoOKangTeukOoOoO

KYUHYUN POV

'Huh, Kangin Hyung babo! Apa dia nggak tahu kalau aku masih punya banyak pesanan?' batinku merutuki Kangin hyung. Mengingat apa yang dia bisikkan tadi. Kalau saja dia tidak lebih tua dariku, sudah kulempar dia ke Segitiga Bermuda. Aku merenggangkan lenganku dan merebahkan badanku di kasur biru mudaku yang empuk. Aku membayangkan apa yang Kangin hyung perbuat hingga aku menjadi frustasi.

Dalam bayangan Kyuhyun,

"Mudah, kau hanya perlu membetulkan boneka ini menjadi cantik lagi." Bisik Kangin hyung.

"MWO?!" Teriakku.

"Tak perlu teriak bisa kan?" ujar Kangin hyung sambil menutup telinganya.

"Tapi aku memiliki banyak pesanan hyung. Lalu sangat sulit membetulkan boneka yang sudah tak berbentuk ini. Lebih sulit dari pada membuatnya ulang. Apa aku membuat ulang saja?"

"Tidak bisa! Ini boneka yang bernyawa Teukkie. Kalau kau membuatnya ulang, boneka itu tidak bernyawa Teukkie meski mirip sekalipun." Aku tidak mengerti.

"Arraseo, akan kucoba. Mau kau bayar berapa?"

"Kau tidak perlu membayar kamar ini selama 3 bulan."

Aku mulai tergiur.

"Dengan satu syarat."

"Apa?" tanyaku antusias. Tidak perlu membayar kamar ini selama 3 bulan sama saja Aku berhemat 900 ribu won tahun ini. Aku bisa membeli video game terbaru.

"Kau harus menyelesaikannya selama 1 minggu ini. Bisa?"

Aku mulai ragu. 1 minggu bukanlah waktu yang lama. Tapi bukan waktu yang cepat pula untuk aku yang tidak memiliki kegiatan lain selain merajut boneka.

"Ini juga boneka rajut bukan?" Tanya Kangin hyung. Dan aku mengangguk.

"Baiklah, kupikir 1 minggu cukup." Jawabku pasrah.

"Arrayo, kalau begitu aku permisi dulu. Tapi kalau kau tidak bisa membetulkan ini dalam 1 minggu, kau harus membayar 2 kali lipat biaya kamar ini selama 3 bulan juga. Annyeong."

Sekali lagi aku menyesal telah membuat keputusan yang bodoh.

Waktu melamunku selesai. Aku harus menyelesaikan boneka ini. Sepertinya ini untuk Teukkie si siluman setengah raccoon setengah ori itu. Kalau begitu jangan sampai ketahuan.

"Kangin-ah? Aish, dimana dia?"

Itu seperti suara Teukkie. Dia mencari Kangin hyung rupanya.

KRIEETT

"Kyuhun-ah! Huwaaaaa!"

Aku mengangkat badan Teukkie seperti saat aku mengangkatnya pertama kali, dan kuletakkan di telapak tanganku. Lalu aku jongkok supaya Teukkie dapat turun dengan mudah. Aku tidak ingin repot-repot menurunkannya.

"Annyeong Leeteuk! Mencari siapa? Sepertinya kau sedang kebingungan?" Sapaku ramah. Entah mengapa aku jadi ramah begini. Tapi sapaan ramahku sepertinya membuatnya ngeri. Dasar makhluk aneh.

"Setan apa yang sedang merasukimu Kyu?"

"Setan Minnie!" kataku sambil tersenyum. Melihat Leeteuk menyeringai aku langsung merutuki kata-kataku tadi dan membekap mulutku.

"Aih, ada yang sedang jatuh cinta rupanya." Goda Leeteuk. Okay, wajahku pasti sudah semerah tomat.

"Berhenti menggodaku! Fuhh…" Aku meniup dengan kencang ke arah Teukkie mengakibatkan Teukkie hamper jatuh.

"Huwaaa! Baiklah aku berhenti menggodamuuu!"

Aku berhenti meniup Teukkie dan tertawa kecil. Melihat wajah Teukkie seperti ini. ="

"Berhenti tertawa! Aku mencari Kangin. Di mana dia?"

"Kangin hyung? Entahlah, aku tidak bertemu dengannya seharian ini." Ujarku berbohong. Teukkie percaya sambil mengintip isi kamarku. Aku mengikuti pandangannya dan ternyata yang dilihat Teukkie adalah BONEKANYA!

"Sepertinya aku mengenal boneka itu. Boleh aku melihatnya lebih dekat?"

"Jangan!" Cegahku cepat.

"Eh, kenapa?"

"Engg, begini. Boneka itu sudah aku buat susah-susah tapi harus aku bongkar lagi. Jadi kalau digerakkan atau disentuh sedikit bisa berantakan." Kataku mencari alasan. Aku memikirkan kembali alasanku, aneh sekali. Sepertinya Teukkie juga merasakan keanehan dalam alasanku.

"Baiklah," Katanya menyerah meskipun masih memincingkan matanya heran. Dia perlahan turun dari telapak tanganku. Aku menghela nafas lega.

"Aku mencari Kangin dulu. Annyeong Kyu!" Katanya sambil berlari-lari kecil. Lucu sekali larinya seperti bebek.

"Sekarang lanjutkan! Huwaaa!" teriakku kaget.

"Minnie! Sejak kapan kau di kamarku?"

"Kyu enggak sadar? Sejak kamu ngobrol sama Teukkie hyung."

"Hyung? Dia lebih tua darimu?"

"Tentu saja! Itu bonekanya Teukkie hyung kan?" Tanyanya sambil menunjuk boneka di atas karpet itu.

"Iya, kau tahu darimana?" Tanyaku sambil tersenyum dan mengacak rambutnya pelan. Senang sekali aku bisa menyentuh rambutnya.

"Jangan diacak! Nanti rambutku berantakan!"

"Senang sekali kau yang punya rambut." Sahutku sambil mengacak rambutnya tambah kasar.

"Huh, iya iya. Aku hafal semua boneka dan rohnya di istana ini. Kau lupa? Aku kan pernah menggantikan Heenim hyung menjadi ratu di sini."

"Ah, iya. Tapi kamu jangan kasih tau Leeteuk. Ini hadiah dari Kangin."

"Okke! Tapi kalau bonekanya diubah-ubah begini, Teukkie nggak bisa balik ke bonekanya."

"Mungkin itu memang tujuan Kangin hyung."

"Arraseo." Katanya sambil mengangguk-angguk lucu.

"Kau mau membantuku?"

"Nde!"

KYUHYUN POV END

KRESS KRESS KRESS

"Yak! Minnie! Kau bilang akan membantuku?" Rujuk Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya, bukan terlihat semakin imut malah terlihat menakutkan.

"Jangan memasang wajah seperti itu! Wajahmu menjadi menakutkan." Ucap Minnie sambil terkekeh kecil.

"Kyunnie lupa? Aku tidak bisa menyentuh barang."

"Alasan! Tadi saja kau bisa membuka pintu untuk Kangin hyung."

"Minnie juga tidak mengerti. Terkadang Minnie bisa menyentuh barang. Tapi kadang-kadang Minnie juga tidak bisa menyentuh barang."

"Iya deh… Minnie."

Minnie tersenyum dan-

CUP~

-Mengecup pipi Kyuhyun singkat, tapi itu cukup membuat wajah Kyuhyun bersemu merah. Mengalahkan warna merah tomat ataupun kulit apel. Minnie terkekeh lirih dan berdiri memeriksa seluruh sisi kamar Kyuhyun. Membuka laci dan lemari memeriksa setiap isinya.

"Waw!" Seru Minnie saat dia menemukan rajutan boneka berwarna merah muda yang belum terbentuk.

"Apa yang kau lihat Min?" Tanya Kyuhyun saat mendengar seruan Minnie.

"Ini apa Kyu? Enggak ada bentuknya."

"Kan belum selesai Min."

"Kalau udah selesai jadi apa?"

"Ra-ha-si-a" Jelas Kyuhyun sambil menyeringai. Minnie mendecak kesal.

"Tunggu saja sampai waktunya Minnie, CHAGI" Kata Kyuhyun sambil menekankan kata CHAGI. Kyuhyun mengacak rambut Minnie lagi.

"Aku akan setia menunggu CHAGGIII" Balas Minnie.

-_VeeMale_-

1 Minggu Kemudian

"Wah, boneka pesanan raccoon (?) itu sudah selesai! Aku bisa hemat 900 ribu won deh! Mau beli apa ya entar? Emm… PSP, Netbook, Modem, ah! Jangan lupa Video game! Aku bisa tukeran sama Zhoumi hyung nanti." Gumam Kyuhyun bahagia sambil menenteng tas kertas yang cukup besar dengan isi boneka Raccoon yang sudah ia tambal. Kyuhyun masih terus berkhayal hingga-

BRUKK

-tak sadar menabrak orang lain.

"Aih, appo! Eunhyuk?"

"Ah, Kyu! Mianhae! Aku tidak melihat jalan,"

"Tidak, aku sedang melamun tadi. Mia-"

"Em, mian Kyu. Aku tidak punya waktu untuk mengobrol denganmu. Aku sedang terburu-buru." Ucap Eunhyuk sambil berusaha berdiri.

"Gwaenchana. Kenap-" ucapan Kyuhyun terpotong lagi oleh teriakan hyungnya. Siapa lagi kalau bukan Donghae?

"Hyukkie! Jangan pergi! Kau belum menjawab pertanyaanku!"

"Aku harus pergi Kyu. Annyeong!" Ucap Eunhyuk sambil lalu.

Tepat saat siluet bayangan Eunhyuk menghilang, Donghae menabrak bahu Kyuhyun. Donghae berhenti sebentar dan membisikkan sesuatu. Lalu Donghae maju beberapa langkah sambil membalikkan badannya.

"Mian Kyu! Hyukkiiiee! Waiting for me please!" teriak Donghae dengan bahasa Inggris yang pas pasan.

Kyuhyun berjalan kecil sambil tersenyum. Bisikan Donghae barusan masih menempel dengan segar di otaknya.

"Jaga Minnie. Kupercayakan Minnie padamu."

"Tenang Hae hyung. Aku tidak akan mengecewakanmu." Kyuhyun mengepalkan tangannya, tanda dia bersungguh-sungguh.

-_Raccoon_-

"Leeteuk?" Panggil Kyuhyun saat merasa mengenal salah satu makhluk yang bergerombol berjalan di koridor dekat kamar Kangin. Sayangnya Leeteuk tidak mendengar. Dia terlihat terburu-buru berjalan menjauh dari kamar Kangin.

"Leeteuk kenapa? Mollayo."

TOK TOK TOK

"Tunggu sebentar. Nuguya?"

"Kyuhyun, membawa pesanan anda tuan."

"Oh."

KRIEEETT

"Kyu! Kau lama sekali."

"Yang penting sudah pas 1 minggu. Artinya aku tidak usah membayar kamar 3 bulan, kan?"

"Hasilmu bagus! Memang sempurna! Baiklah, kau tak perlu membayar kamarmu selama 3 bulan. Ini bonus untukmu." Kata Kangin sambil menyerahkan sejumlah uang.

"100 ribu won. Jadi pas aku membayarmu 1 juta won. Itu gajiku sebulan tahu!"

"Gomawo hyung! Memang sebanding kok. Tenang saja."

"Sebanding? Aku membayarmu 1 juta won loh."

"Tapi aku punya tugas yang enggak kalah penting dari ini."

"Eh, tadi aku mencarimu ke kamarmu. Tapi kamu tidak ada. Kamu kemana Kyu?"

"Aku dari kamar Minnie. Sudah ya! Tugasku belum ku selesaikan."

"Yaya… Gomawo nde Kyu!"

"Cheonmanaeyo."

TAP TAP TAP

Kyuhyun sudah semakin menjauh, Kangin menaruh boneka raccoon itu di pojok tempat tidurnya dan beranjak keluar mencari Leeteuk.

"Akan kuselesaikan penderitaan kita hari ini Teukkie-ah. Tunggu aku." Gumam Kangin lirih.

.::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::.

KRES KRES KRES

"Pokoknya harus selesai sebelum Minnie tahu semuanya!" Niat Kyuhyun dalam hati.

"Ah! Sial!" Rutuk Kyuhyun saat menyadari pita pink mudanya ada di tas kertas tempat Kyuhyun menyimpan boneka raccoon Kangin.

"Aku harus ke kamarnya lagi. Menyebalkan!"

Kyuhyun keluar dari kamarnya dan menutup tanpa menguncinya. Kyuhyun tersentak kaget saat melihat seorang pria tampan bolak balik dari kamar Kangin. Kyuhyun memilih bersembunyi di balik patung Kim Jongwoon aka Tuan Besar Yesung yang cukup besar di sebelah kamar Kangin. Karena posisi patung yang sedang jongkok (?) memaksakan Kyuhyun ikut jongkok.

"Kangin!" Pria itu bersuara, seperti tengah gelisah. Kyuhyun merasa pernah mendengar suara itu. Tapi Kyuhyun yang mungkin terlalu pikun *di rajam Kyuhyun* dia sama sekali tak bisa mengingat suara siapa itu.

"Nde?"

"Bagaimana kalau Ratu Heenim tau?"

"Biarkan saja. Sudah takdirnya kau menjadi manusia."

KRAKK

Kyuhyun merutuki kakinya yang menginjak ranting kayu yang entah datang dari mana.

"Kangin-ah? Kau dengar sesuatu?"

"Nde. Ah, apa itu?" Tunjuk Kangin kepada satu helai rambut Kyuhyun yang timbul terlihat dari balik patung. Mata Kangin tajam sekali -_-'

"Mwo? Ada apa? Aku tak melihat apapun."

Kyuhyun langsung memasang posisi setengah jongkok dengan dagu yang ditopangkan di tangan kirinya. Mengikuti posisi patung di sebelahnya.

"Apa yang kau lakukan?" Desis sebuah suara. Kyuhyun ingin mengacuhkan suara itu, tapi dia langsung merinding karena patung Yesung sedang menoleh kepadanya. Sedangkan Kangin dan pria satunya sedang berdebat soal rambut yang timbul (?).

"Aku sedang bersembunyi dari mereka berdua. Jangan beritahu mereka aku mengintip mereka. Arra?" Jawab Kyuhyun sambil terus menatap lurus ke depan. Nada bicaranya di buat setenang mungkin padahal jantungnya hampir copot kalau saja tidak ada pembuluh-pembuluh yang menahannya.

"Ah, Nde. Arraseo." Jawab patung Yesung dengan suara yang lumayan keras hingga terdengar oleh Kangin dan pria itu.

"Patung Tuan Besar Yesung? Sedang apa Tuan?"

"Aku hanya sedang membantu anak ini bersembunyi dari kalian. Tapi, aku tidak boleh memberitahu kepada kalian kalau anak ini sedang mengintip kalian. Jadi kalian diam saja, tidak perlu memberitahu (?)" Ucap Patung itu.

'Patung Babo! Kepala doang gede! Otak ga ada.' Batin Kyuhyun.

"Ya ampun anak muda. Jangan memujiku dalam batinmu begitu. Kepalaku memang besar dan nggak ada isinya. Nggak usah berterimakasih begitu." Kata patung itu bangga.

Reflex, Kangin dan pria itu melihat siapa yang ada di balik patung itu, dan-

"KYUHYUN"

:3:3:3:3:3:3:3:3:3:3

"Kangin hyung sudah berhasil membuat Leeteuk menjadi manusia." Kyuhyun mengikatkan pita pink mudanya di puncak kepala boneka buatannya.

"Donghae hyung barusan bilang kalau dia jadian dengan Eunhyuk." Kyuhyun menempelkan kertas di genggaman boneka, entah apa isinya.

"Sekarang tinggal aku." Kyuhyun mengangkat tinggi-tinggi boneka buatannya. Sesekali melemparnya, ingat! Ritual terpentingnya.

"Hwaiting Kyu! Minnie sedikit lagi menjadi manusia." Kyuhyun memasukkan bonekanya pada kardus merah jambu yang sudah di hias dengan pita putih.

"Dengan ini, kuubah dunia!-" Kyuhyun menampilkan seringaiannya tipis dan samar. Digenggamnya kardus itu dengan hati-hati.

"-duniaku dan duniamu-"

CEKLEKK

Kyuhyun mengunci pintu kamarnya.

"-dunia kita berdua Minnie."

CUTEMINKYUMINCUTEMIN

"Minnie!" Panggil Kyuhyun saat melihat namja yang ia cintai tengah duduk di kursi taman.

"Aigoo Kyu~ lama sekali! Aku sudah menunggu 2 jam yang lalu" Adu Minnie sambil mempoutkan bibir bawahnya.

"Mianhae Minnie-ah! Ada sedikit urusan. Hehe…" Kyuhyun nyengir gaje.

"Jadi, ada apa? Kata Siwon, Kyunnie memanggil Minnie ke taman."

"Iya, benar." Jawab Kyuhyun sekenanya sambil melirik ke belakang semak-semak. Apa yang Kyuhyun cari? Entahlah, hanya Kyu dan Tuhan yang tahu.

"Apa itu Kyu?"

"Apa?"

"Yang ada di belakang punggungmu."

Kyuhyun semakin merapatkan apa yang ia bawa di belakang punggungnya.

"Kemarilah Minnie." Panggil Kyuhyun lembut.

Minnie memincingkan matanya, tapi tetap menurut supaya mendekat ke Kyuhyun.

"Minnie. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Kyuhyun menggaruk kuduknya. Otomatis apa yang ia bawa tadi terjatuh ke tanah.

"Aissh, pake jatuh." Rutuk Kyuhyun.

"Katakan dulu apa yang mau Kyu katakan. Kotaknya diambil nanti."

"Baiklah." Kyuhyun menggenggam tangan Minnie. Reaksi Minnie berbeda daripada saat Donghae yang menggenggam tangannya. Minnie tersenyum lembut. Jantung Kyuhyun berdetak kencang.

"Minnie, saranghaeyo. Jeongmal saranghaeyo. Kau adalah namja yang kucintai untuk pertama dan terakhir kalinya. Saranghaeyo." Kyuhyun menutup matanya. Tak berani menatap Minnie.

"Kyunnie, lihat aku." Kyuhyun memberanikan diri membuka matanya. Kyuhyun melihat Minnie tersenyum tulus dan bahagia.

"Nado Kyu. Nado saranghaeyo." Kyuhyun kaget dengan jawaban Minnie.

"Jinjja?"

"Kyu nggak percaya Minnie?"

Kyuhyun serasa ingin terbang ke langit ke 7. Betapa bahagianya Kyuhyun saat itu. Kyuhyun menutup matanya. Perlahan dan lembut. Minnie seakan mengerti ikut menutup matanya menunggu kehadiran Kyuhyun dan-

CUPP~

-Kyuhyun menyentuhkan bibirnya lembut di bibir mungil Minnie. Mereka terangkat dan berputar di udara. Perlahan Kyuhyun merasakan hembusan nafas hangat menyentuh kulit wajahnya. Mereka perlahan menginjakkan kaki ke tanah dan membuka matanya. Kyuhyun melihat Minnie tak jauh berbeda dari sebelumnya hanya saja kulitnya menjadi seputih susu, nafasnya berhembus dan hangat, jantungnya berdetak keras, serta kulit yang kini hangat. Minnie benar-benar menjadi manusia.

DORR PTAKK PLOK PLOK PLOK

Tiba-tiba terdengar suara lentusan serta riuh tepuk tangan yang kencang. Minnie kaget dan melihat ke sekelilingnya. Terlihat banyak sekali balon berwarna-warni melayang ke udara. Taman yang tadinya sepi kini ramai dengan hadirnya seluruh penduduk istana. Minnie dapat melihat Donghae, Eunhyuk, Kangin, Leeteuk, Siwon, Ryeowook, Kibum, Heenim, bahkan Heechul dan Hangeng, bersama roh boneka dan orang yang tinggal di istana itu. Tak terasa Minnie menitikkan air mata. Dia terlalu terharu.

Semua langsung mengerubungi Minnie dan Kyuhyun serambi mengucapkan selamat. Satu persatu roh boneka dan tetangganya kembali ke habitat (?) mereka masing-masing. Yang tersisa kini hanya Kyuhyun, Minnie, Teukkie, Kangin, Donghae, Eunhyuk, Siwon, Kibum, Ryeowook, Heenim, Heechul, dan Hangeng.

"Omoo~ Minnie! Appa! Lihat! Anak kita sudah besar." Teriak Heechul manja sambil mengaitkan lengannya di lengan Hangeng.

"Nde, Minnie! Kau semakin cantik jika menjadi manusia." Ujar Hangeng yang mengundang kecemburuan Heechul.

"Cantikan mana sama aku?" Rajuk Heechul

"Tentu saja kau chagi. Cup…" kata Hangeng sambil mencium singkat bibir Heechul.

"Waa! Chullie Ahjumma! Geng Ahjussi! Ada anak kecil!" kata Siwon mengingatkan sambil menutup mata Ryeowook dan Kibum.

"Chukkae buat hari jadi kalian! Aku turut senang!" Kata Siwon.

"Siwon oppa! Aku berhasil menangkap Minnie!" teriak Ryeowook kegirangan sambil menarik-narik lengan Minnie. Kibum ikut bergelayutan di tangan Minnie sambil tersenyum. Senyum yang bias membunuh O.O

"Kamu bisa menangkapku kapanpun kau mau Wookie." Kata Minnie sambil mengacak rambut Wookie.

"Selamat ya Minnie! Senang sekali kalau Minnie menjadi manusia."

Semua manusia –kecuali Heenim yang bukan manusia- langsung menoleh ke arah suara. Kibum! Kibum bisa berbicara!

"Ada apa? Kalian pikir aku gagu? Gak bisa bicara? Begini juga kalau di sekolah aku paling pandai membaca puisi tau! Aku hanya malas bicara dengan kalian yang terus berbicara hal tak penting" Ucap Kibum enteng sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong hanboknya, yang kemudian disusul oleh Ryeowook.

"Maafkan Kibum! Kibum harus kuberi pelajaran sopan santun!" Kata Ryeowook sambil berlari-lari kecil meskipun kesulitan karena Ryeowook yang menggunakan Hanbok kebesaran.

"Ingin kubunuh anak itu." Kata Heenim dengan aura hitamnya.

"Ah! Chukkae untuk kalian anak setan dan kelinci pink ku! Sayang sekali ya Minnie tidak bisa membantuku menyelesaikan tugasku."

"Berhenti memanggilku anak setan!" rajuk Kyuhyun.

"Wah, aku harus pergi! Ada rapat keratuan (?) di pusat. Annyeong semua!" Heenim pergi dengan meninggalkan debu, seperti dulu. Membuat yang lainnya kelilipan.

"Minnie-ah! Kau juga menjadi manusia sepertiku! Akhirnya!" ujar Teukkie kegirangan.

"Nde hyung. Kau juga menjadi tampan sekali saat menjadi manusia!"

"Akhirnya anak ini berani menyatakan perasaanya!" Kangin ikut-ikutan.

"Yah, kalau aku tidak berani jangan panggil aku Kyuhyun!" Kyuhyun membusungkan dadanya.

"Chukkaaaeeeeeeeee Minnniiiiiiiiieeeeeeeeee!" Kata Eunhyuk sambil menggenggam boneka monyetnya.

"Gomawoooooooooo Hyukkieeeeeeee!" mereka saling berpelukan layaknya teletubies.

"Kajja kita semua kembali! Mereka butuh waktu berdua." Goda Heechul.

"Kami menyusul Eomma!" kata Eunhyuk dan Donghae serempak. Lalu Eunhyuk kembali memeluk Minnie tanpa takut jantungnya akan copot jika saja Minnie masih menjadi hantu.

"Kyu," Panggil Donghae.

"Hn?"

DUGG

"Akh!" Ringis Kyuhyun saat Donghae meninju perutnya.

"YAK, Hae hyung! Apa yang kau lakukan?"

"Ahni, hanya ingin meninjumu." Ujar Donghae santai.

"Huh? Alasan apa itu!"

"Kamu menang Kyu."

"Apa hyung?"

"Aku tahu kau mendengarkanku. Tapi aku juga tidak terlalu kecewa. Aku sudah punya Hyukkie. Tapi kau tahu? Aku masih menyayangi Minnie loh! Hati-hati kalau misalnya aku merampas Minnie lagi."

"Jangan coba-coba hyung." Kata Kyuhyun sambil menyiapkan pisau untuk menggorok leher Donghae.

"Aih? Aku hanya bercanda!"

Sejenak mereka tertawa bersama.

"Hae! Kajja kita kembali." Panggil Hyukkie.

"Nde Chaggi."

"Jaga Minnie! Awas kalau sampai lecet!" bisik Hae dan meninju perut Kyuhyun sekali lagi. Tapi lebih pelan.

Kyuhyun terdiam sebentar, kemudian tersenyum. Tidak, lebih tepatnya menyeringai.

"Kau tak akan menyesal hyung!" teriak Kyuhyun saat bayangan Donghae mulai menjauh.

"Menyesal apa Kyu?" Tanya Minnie sambil memincingkan matanya.

"Bukan apa-apa kok, Minnie."

"Sekarang buka kadonya Kyu!"

Kyuhyun memungut Kado dan menepuk-tepukkan belakang kadonya sedikit. Supaya bekas tanah di kado itu sedikit menghilang.

"Buka saja Min."

Dengan hati-hati Minnie membuka kadonya dan-

"KYUNNIE! BONEKA KELINCI PINK!" Teriak Minnie kegirangan.

"Tentu saja! Kajja kita berlomba! Siapa yang sampai kamarmu lebih dulu akan dapat ini!" kata Kyuhyun sambil menunjukkan cokelat batangan di tangannya. Lalu Kyuhyun langsung melesat meninggalkan Minnie.

"Ah, ada kertas!" Minnie tidak memperdulikan lomba bodoh Kyuhyun dan lebih memilih membaca kertas yang menempel di genggaman boneka pink bunnynya. Sungmin tersenyum tipis.

Isinya : "Inilah secret bunny doll kita. Semoga kau menyukainya ^^7. Boneka ini sempurna sama sepertimu chaggi. ^^

Ah, Mian kata-kataku jelek. Aku tidak pintar membuat gombalan, tapi kau memang manis seperti boneka ini.

Saranghaeyo Lee Sungmin! Maukah kau menjadi Namjachinguku? Untuk yang pertama dan terakhir? ^^v"

"Aku mau Kyu. Sangat mau."

Sungmin berlari menuju kamarnya mengejar Kyuhyun.

Pada akhirnya mereka tetap bersama. Walaupun ada banyak masalah, mereka tetap menjalaninya bersama. Karena Minnie juga Kyuhyun kembali merajut bonekanya. Itu semua benar jika banyak orang yang mengatakan Minnie adalah peri keberuntungan. Itu juga salah karena yang sebenarnya menentukan nasib adalah Tuhan dan orang itu sendiri. Tapi, bagi Kyuhyun. Memiliki Minnie adalah suatu keberuntungan yang dia miliki. Semoga mereka bahagia hingga ajal memisahkan mereka.

Secret Bunny Doll ~END~

EPILOGUE

"Dimana Minnie?" Kyuhyun mencari Minnienya. Yah, MinnieNYA. Karena Minnie hanyalah miliknya. Kyuhyun pun bersandar pada balkon, memperhatikan taman tempat Kyuhyun menyatakan perasaanya pada Minnie. Kyuhyun tersenyum kecil saat mengingat kenangan-kenangannya bersama Minnie.

"Eh, apa itu?" Kyuhyun menyipitkan matanya saat melihat sesuatu yang ganjal di bawah sana.

"Eh, GYAAA! MINNIEEEEE!" Kyuhyun refleks berlari ke arah taman. Kyuhyun merasa De javu. Sepertinya Kyuhyun pernah melakukan ini.

'Dimana Minnie? Kenapa aku melihatnya dalam wujud mengenaskan seperti itu?' Kyuhyun ketakutan, panik, dan gelisah.

"Hiks, Minnie..." Kyuhyun jongkok dan perlahan isakan keluar dari bibir tebalnya. Kyuhyun sendiri kaget. Kyuhyun benar-benar lemah jika menyangkut masalah Minnie.

Hihihihi...

Suara apa itu?

Kyuhyun segera menghapus air matanya kasar dan mencari asal suara.

Hahaha...

Eh, Kyuhyun mengenal suara itu!

Kyuhyun berjalan perlahan-lahan ke salah satu semak, dan dengan hati-hati Kyuhyun melihat ke balik semak-semak.

"A... Anyeong Kyu."

"YAK MINNIE!" tanduk kembali tumbuh dari kepalanya. Ternyata yang dari tadi tertawa itu Minnienya.

"I... Itu siapa Minnie?" Kyuhyun menunjuk sesuatu yang berada di sebelah Minnie. Rupanya sangat menakutkan. Kepalanya pecah, wajahnya penuh dengan darah, bahkan matanya pun hilang sebelah. Kyuhyun bergidik ngeri dan menggenggam tangan Minnie sangat erat.

"Aku... Jaejoong."

"GYAAAAA!" Kyuhyun lari hingga terjatuh-jatuh saat mendengar suara makhluk yang katanya bernama Jaejoong. Sedangkan Jaejoong dan Minnie tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah laku Kyuhyun yang ketakutan.

"Ah, Aigooo! Perutku sakit!" Minnie memegang perutnya yang kesakitan karena terlalu banyak tertawa.

"Hyung, gomawo ne. Mengerjai Kyunnie memang mengasyikkan! Seperti dulu!"

"Kau benar! Kekasihmu benar-benar penakut! Padahal kekasihnya dulu hantu!" Jaejoong menggoda Minnie. Minnie melempari Jaejoong dengan daun disekitarnya walaupun sia-sia karena pada dasarnya Jaejoong itu hantu.

"Tapi hyung, dia adalah namjachinguku, namja yang paling aku cintai."

Minnie bangkit dari duduknya. "Ne, gomawo hyung. Mungkin aku akan menggunakan jasamu lagi."

"Apapun untukmu Minnie." Jaejoong melayang, meninggalkan Minnie.

"Kyu-ah, saranghae. Hihihi."

REALLY END WITH GAJE END XD

Akhirnya selesaaai juga! Mian Update nggak kilat T.T

Kkkk~ Maksud Vee di Epiloguenya, dulu Minnie jatuh dari balkon. Tapi nggak mungkin luka dong, kan Minnie hantu. Karena Jaejoong lihat itu Jae bantuin Minnie dengan berpura-pura menjadi Minnie yang habis terjatuh dari balkon. Soalnya Jae pikir Kyu itu jahat banget sama Minnie.

Balasan review :

Kikkurone : Huwaa ternyata benar? Huks ;A; Aku pengen liat Kyu menangis gara2 ditinggal Min :3 #kyaaa! Gomawo sudah mereview

pumpkinsparkyumin : Sudah update, gomawo sudah mereview~ ^o^)/

abilhikmah : min2 /apaini/ hehe

Cho Yooae : moto Donghae kan "Semakin cepat move on semakin cepet ketemu pujaan hati" /Plakk/ Iya, bener.. mau dijahit wkwk

micKYUMINnie : Ne, gomawo sudah mereview ^^)~

vey900128 : Ne, silahkan dibaca ^^ kkk~ gomawo sudah mereview

sissy : Katanya gitu, chingu... mungkin Shindong masih berusaha melangsingkan (?) badannya dulu. Kkkk~ /dilemparShindong/

winecouple : Ne, begitulah chingu... kkk~ gomawo sudah mereview!

Ria : Sudah update chingu, chingu mengerti ceritanya~ wa... terharu ;w; gomawo sudah merview chingu~

Ne, sudah selesai chinguuu! Gomawo atas review-reviewnya! Membuat Vee semangat! Vee bahagia FF Vee bisa diterima dengan baik! ;w; Kyaaa! Cenangnya Vee~ XD

Mengenai Sungmin akan wamil itu, pokoknya Pumpkin harus semangat! Jangan galau ne! Vee juga Pumpkin soalnya, jadi Vee merasakan. Tapi jangan mikirin wamilnya yang lama~ seiring berjalannya waktu, rasanya pasti cepet kok. Kayak Heechul oppa dan Kangin oppa kemarin! Pokoknya Fighting and Keep Smile! ^w^)9

Last, Review please? m(-o-)m