BYUN FAMILY CHAP 4

.

.

.

BEGIN,,,

.

.

.

"Eumhhh..."

Baekhyun terus mendesah. Jilatan Kyungsoo dilehernya selalu berhasil membuatnya tak berhenti mendesah. Baekhyun akui ia sedikit menikmatinya. Akan tetapi tidak dengan hatinya. Ingin sekali Baekhyun mendorong tubuh kecil Kyungsoo untuk berhenti menjamahnya, akan tetapi sekali lagi, Baekhyun kalah oleh rasa sayangnya terhadap Kyungsoo.

"Ahhhmmmm"

Kyungsoo tersenyum simpul. Hyung nya memang yang terbaik, dan hanya lewat Baekhyun lah Kyungsoo bisa melampiaskan semuanya. Hanya dengan menjamah tubuh Baekhyunlah ia bisa merasakan sebuah kepuasan. Kyungsoo tahu apa yang dilakukannya salah. Menyetubuhi hyung nya sendiri meski ia mempunyai Minho sebagai kekasihnya.

Kyungsoo mencintai Minho, akan tetapi ia sendiri tak bisa menahan hasratnya untuk menyentuh Baekhyun lagi dan lagi.

Perlahan Kyungsoo membuka satu persatu kancing seragam yang Baekhyun kenakan sambil teru menciumi leher Baekhyun. Dan begitu semua kancing itu terlepas, ciuman Kyungsoo beralih ke daerah nipple Baekhyun. Kyungsoo sudah akan melahap nipple Baekhyun namun seketika ia berhenti. Matanya membulat sempurna. Hasratnya hilang seketika begitu melihat luka luka hasil besutan sang umma. Kyungsoo menghela nafas dan beranjak dari atas tubuh Baekhyun membuat Baekhyun heran.

"Kyung-

"Rapikan seragam mu hyung!"

"Mwo?"

"Rapikan seragammu kita kembali ke kelas," Perintahnya lagi tanpa memandang kearah Baekhyun. Baekhyun masih belum mengerti, namun ia akhirnya menurut, menautkan kancing seragamnya dan menyirir rambutnya dengan jari jari lentiknya agar terlihat rapi.

"Kau tidak apa apa Kyung?" Tanyanya cemas. Tak biasanya Kyungsoo seperti ini.

"Tidak apa apa" Kyungsoo memaksakan sebuah senyum. Di elusnya pipi Baekhyun lembut. "Maafkan semua yang dilakukan umma padamu hyung, aku benar benar minta maaf atas nama umma ku. Luka ditubuhmu... aku hmmpp!"

Baekhyun menghentikan ucapan Kyungsoo. Jari lentiknya ia tekan kebibir tebal Kyungsoo agar berhenti bicara.

"Aku memaafkan umma mu. selalu Kyung" Senyum Baekhyun merekah dan semakin membuat Kyungsoo mulai merasa bersalah. Baekhyun... meskipun ia selalu tersakiti tak pernah sekalipun anak itu membencinya bahkan umma nya.

"Kajja kita ke kelas, kita sudah sangat terlambat Kyungie" Baekhyun menggenggam jemari tangan Kyungsoo dan menariknya pelan membuat Kyungsoo merasakan aliran hangat dalam tautan tangan mereka. Dan ia baru merasakannya sekarang. .

.

.

.

##

.

.

.

Chanyeol bergerak gelisah. Sudah pertengahan pelajaran dimulai namun seseorang yang diharapkannya tak ada dikelas. Chanyeol tak mungkin salah masuk kelas. Ia yakin kekasih mungilnya ada dikelas ini, tapi dimana?

Chanyeol benar benar bosan sekarang, sedangkan Kai hanya geleng geleng saja melihat Chanyeol yang tak bisa diam seperti cacing kepanasan.

"Diamlah dumbo kau seperti sedang horny kau tahu," Tekan Kai pelan tanpa melihat kearah Chanyeol.

"Baekhyun, Kai! Baekhyun! Dimana dia?" Chanyeol memekik pelan, merasa kesal mengapa Baekhyun tak ada.

"Sabarlah pabbo! Aishh..." Kai mendumel pelan merasa jengah dengan keributan yang Chanyeol buat.

"Bagaimana bisa aku sabar idiot! Baek-

"Park Chanyeol ssi! Ada sesuatu masalah?"

Srett

Chanyeol yang tadinya berdiri tiba tiba seketika tersadar jika ia tengah menjadi pusat perhatian dan jujur saja itu membuat dirinya malu setengah mati.

"Ahh eumhh... ahh iya Sonsaengnim, a aku ingin ke toilet, bolehkah?"

"Baiklah, kau boleh ke toilet Chanyeol ssi!"

Chanyeol menghela nafas lega dan segera melesat keluar meninggalkan Kai yang makin menggerutu karna ditinggalkan.

"Jerapah sialan!"

.

.

##

.

.

"Kyungie, apa kita tidak akan dimarahi terlambat masuk kelas?"

Baekhyun bertanya khawatir membuat Kyungsoo tertawa.

"Tidak Baek hyung, kau lupa jika Luhan hyung adalah salah satu pemilik sekolah ini juga eoh? Sudah kau tidak usah khawatir arr-

DEG

Kyungsoo menatap tak percaya. Dia berhenti melangkah membuat Baekhyun bingung.

"Kyungie..."

Kyungsoo tak menjawab. Matanya masih menatap lurus dengan tatapan terluka. Dihadapannya ia melihat seseorang yang dikenalnya tengah berciuman panas. Seseorang yang sangat aman dikenalnya.

"Eumhhh ahhh Minho sunbae emhhh sudahhh ahhh..."

"Taeminnie, aku ingin memasukimu sekarang babyhhh..."

"Akhhmmmm"

Baekhyun terkejut mendengar desahan erotis didepannya, dan ia lebih terkejut lagi ketika tahu siapa yang tengah berciuman itu. Choi Minho, kekasih Kyungsoo, dongsaengnya!

"Apa apaan dia!" Geram Baekhyun marah! Dengan tergesa setengah berlari didekatinya dua insan yang tengah bercumbu itu dan dengan sekuat tenaga dijambaknya rambut Minho membuat sang empunya berteriak nyaring.

"Aaakhh apa yang kau lakukan breng- B Baekhyun!"

Minho terkejut bukan main, dan matanya menangkap sosok Kyungsoo tak jauh dari sana.

PLAKKK

"KAU BRENGSEK CHOI MINHO! KAU MENYAKITI KYUNGSOO KU!" Bentaknya marah, tangannya terasa sakit setelah menampar keras pipi Minho. Dilihatnya kearah Kyungsoo yang sudah menangis tanpa terisak namun mata doe nya tak pernah berhenti menatap kearah Minho.

"Dan kau! Meskipun aku tidak tahu kau siapa, harusnya kau sadar! Berciuman dengan kekasih orang lain itu salah! Kau tak punya malu!" Gertak Baekhyun berapi api.

"Minho sunbae itu kekasihku anak kecil! Dan asal kau tahu, Minho sunbae tidak pernah mencintai Kyungsoo, dia hanya memanfaatkan kekuasaan Kyungsoo saja di sekolah ini! jadi aku sama sekali tak salah apapun asal kau tahu!" Ucap Taemin angkuh membuat Baekhyun naik pitam.

"K Kau..."

PLAKK

Tangan Baekhyun berhasil mendarat dipipi putih Taemin membuat Taemin meringis sakit.

"Minnie," Minho segera memeluk Taemin dan menatap nyalang kearah Baekhyun. Minho mendekati Baekhyun dan mencengkram dagu Baekhyun kasar. Matanya berkilat emosi.

"Berani beraninya kau menampar Taemin, bitch! Taemin benar, aku sama sekali tidak mencintai Kyungsoo. Dan aku..." Minho menatap remeh kearah Kyungsoo sekilas "Hanya memanfaatkan kekuasaannya dan tubuhnya hahaha"

Baekhyun berusaha memberontak namun gagal karna Minho jauh lebih kuat dan besar darinya. Sementara tubuh Kyungsoo menegang. Tak salahkan apa yang ia dengar? Minho, kekasihnya tak pernah mencintainya...? Kyungsoo menunduk pedih, dalam hatinya ia ingin sekali menyelamatkan Baekhyun, akan tetapi hatinya terlalu sakit untuk bergerak sedikitpun.

"Lepashhh brengsek!" Minho tersenyum sinis. Ditatapnya wajah Baekhyun yang begitu dekat dengannya.

"Hemm ternyata kau memang cantik Byun Baekhyun. Pantas saja, aku sering melihat Kyungsoo menciummu. Aku jadi penasaran bagaimana rasa bibirmu Baekki..."

Mata sipit Baekhyun melebar mendengar kata kata Minho, dan Baekhyun semakin memberontak saat Minho mulai mendekatkan wajahnya hendak menciumnya.

"Lepass brengsekkk!" Baekhyun tak bisa melepaskan diri, Minho benar benar kuat untuk dilawannya, Baekhyun berharap Kyungsoo akan menolongnya, namun ia tahu Kyungsoo tengah terguncang dan Baekhyun tak banyak berharap selain berdoa dan menutup matanya.

BUGHH

Namun Baekhyun tak merasakan apa apa di bibirnya. Ia sekilas mendengar suara pukulan dan ia tak tahu siapa yang memukul dan dipukul. Baekhyun belum berani membuka matanya.

"Jangan berani berani menyentuh milikku brengsek!" Desis seseorang berusara berat, dan Baekhyun hapal dengan suara itu, namun ia tak yakin dengan pemikirannya. Mungkin mirip.

"Pergi kau sebelum aku membunuhmu!"

Minho mendesis dan menyeka darah dibibirnya lantas berdiri dan membawa Taemin pergi meninggalkan Baekhyun dengan seseoang yang tak ia kenal siapa.

Hening. Baekhyun tak mendengar apa apa lagi, dan saat ia akan membuka matanya tiba tiba saja ia merasakan bibirnya di lumat seseorang dan lumatan itu semakin menjadi.

'kurang ajar siapa yang menciumku? apa kyungsoo? tapi bibirnya seperti berbeda! dan kecupan ini.. terasa seperti...'

Deg

Dengan cepat Baekhyun membuka matanya dan terkejut melihat wajah didepannya yang baru saja menciumnya itu.

"K Kau..."

"Hello Baby Baekki" Dan sebuah cengiran lebar menyambutnya.

"C Chanymphhh" dan belum sempat Baekhyun bicara sebuah ciuman menuntut didapatnya.

Dan Baekhyun tersenyum dalam ciumannya. Begitu pula orang yang menciumnya. Mereka berdua tersenyum.

"Chanyeol..."

.

.

.

.

TAP

TAP

TAP

"Kurang ajar! Kemana si jerapah itu! aishhh kenapa meninggalkanku seenaknya begini! Lihat saja banyak sekali yang menatapku aishh, aku takut mereka akan jatuh kedalam pesonaku ya tuhan..." Kai menggerutu dan ini entah kesekian kalinya. Chanyeol sepupunya memang selalu berlaku seenaknya padanya.

"Dimana kantin? Aku laparrrr" Kai mengelus perutnya dan setengah berlari karna perutnya sudah meronta hebat minta diisi, dan saat berbelok ia tak sengaja menabrak seseorang.

"Aishh kau punya mata tidak sih? Ya tuhan ada apa dengan hari ini kenapa aku sial sekali ishh!" Kai mengomel dihadapan orang yang ditabraknya namun...

"Hiks..."

"HYAKK KENAPA MALAH KAU YANG MENANGIS EOH! AKU YANG JATUH BUKAN KAU PABBO!"

"HIKS..."

"KENAPA MAKIN KENCANG EOH?"

"AKU MEMBENCIMU! AKU MEMBENCIMU!"

BRUGHH

"AUWWW!"

Kai berteriak kencang, namja kecil yang bertabrakan dengan nya tadi mendorongnya hingga ia membentur tembok dan sialnya namja kecil itu sudah hilang dari pandangannya.

"Awas kau kecil, akan kubalas nanti! Aisshhh PARK CHANYEOL SIALAAAN DIMANA KAU HAH?"

.

.

-Chan to Baek-

.

.

"Eumhhh ahh Chanyeolhhh..."

Baekhyun terengah engah, untung saja Chanyeol berhenti menciumnya. Baekhyun sudah benar benar kehabisan nafas karna sedari tadi Chanyeol terus menerus menciumnya.

"Kau hah hah gila hah hah Chanyeol!"

Chanyeol terkekeh, mengusap bibir Baekhyun yang membengkak dan penuh lelehan saliva yang entah milik siapa.

"Yeah aku gila karna kau hilang dariku hampir sebulan ini baby,"Baekhyun tersenyum tipis.

"Mianhae..."

"Aku merindukanmu kau tahu, dan aku hampir gila karna tidak bertemu denganmu." Lirih Chanyeol mengusap rambut halus Baekhyun dan mendekapnya erat membuat Baekhyun merasa nyaman lantas membalas pelukan hangat Chanyeol.

'Aku juga sangat merindukanmu Channie... sangat merindukanmu..." Mata Baekhyun terpejam menikmati belaian tangan Chanyeol dirambutnya namun Baekhyun mendesah kecewa saat Chanyeol melepaskan pelukan mereka.

"Baekki..."

Chanyeol memegang bahu Baekhyun dan menatapnya lembut.

"ByunBaek berjanjilah padaku,"

"Huh?"

"Berjanjilah padaku, mulai saat ini tidak akan ada yang kau sembunyikan dariku- ssst diam Baek biarkan aku bicara!" Baekhyun mengangguk urung memotong perkataan Chanyeol.

"Aku sudah tau semuanya Baek. Xi Luhan dan keluargamu. Aku tahu semuanya"

DEG

"M mwo?"

"Jadi.. aku mohon apapun yang terjadi kau harus menceritakannya semua padaku. Paham?"

"Chanyeol... mianhae..."

Baekhyun menangis dan memeluk erat tubuh besar Chanyeol. Merasa bersalah karna sudah membuat Chanyeol mengkhawatirkannya.

"Hiks mianhae Chanyeol... aku tidak bermaksud begitu.."

"Uljima Baek, aku tidak marah padamu. Aku hanya memintamu untuk terbuka padaku, aku tidak mau kau menyimpan rasa sakitmu dibelakangku. Aku ada untukmu Baek, ada aku yang akan melindungimu. Jadi jangan takut oke?"

"Ne Channie.. aku mengerti"

"Sudah jangan menangis lagi ne," Chanyeol tersenyum dan menghapus airmata dipipi Baekhyun.

"Kajja ikut denganku."

"Ehh kemana?"

Tangan mereka saling bertaut, dan Baekhyun merasa senang Chanyeol ada dihadapannya sekarang.

"Ke kantin baby, aku sangat lapar dan aku yakin Kai ada di sana haha"

"Eh Kai? Ada disini?"

Chanyeol mengangguk. "Ya, Kai ikut denganku pindah kesini baby."

Baekhyun tersenyum. Hari harinya pasti akan sangat menyenangkan karna ada Chanyeol.

'Chanyeol saranghae...'

'Aku tahu, aku juga mencintaimu Baekki'

"Ehh siapa yang bilang aku mencintaimu? Kau percaya diri sekali!" Seru Baekhyun malu. Lagipula aneh sekali, ia kan berucap dalam hati kenapa Chanyeol bisa mendengar nya?

"Haha hanya feeling saja kalau hatimu mengatakan itu baby, dan aku yakin itu benar ahahah"

"Huh menyebalkan!"

.

.

##

.

.

Byun Luhan hanya menatap datar ke arah ayahnya dan rekan bisnis ayahnya sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya tanpa selera. Didepannya putri keluarga Choi memandangnya tanpa kedip, merasa terpana melihat ketampanan Luhan. Dan Luhan muak sekali melihatnya.

Selesai makan siang, mereka masih mengobrol ringan, sementara Luhan berusaha membunuh rasa bosan nya dengan mengirim pesan pada Sehun yang terus merengek meminta ditemani sore nanti untuk membeli bubble tea. Luhan tanpa sadar tersenyum geli begitu membaca pesan dari Sehun, adik bungsunya itu.

'Ayolah Luhannie hyung, selama lima belas tahun hidupku aku tak pernah memohon belas kasihanmu hyung, kali ini saja aku mohon temani aku. Ya? Bbuing bbuing~~'

Merasa tak tega karna sedari tadi Luhan menjahili Sehun akhirnya ia membalas pesan Sehun dan menyetujui keinginannya. Ahh Sehun memang tak pernah berubah. Selalu ingin bermanja manja dengannya.

"Luhan, bagaimana putriku dia sangat cantik bukan?"

Luhan mendongak dan memasang wajah dinginnya kembali dan sekilas melirik kearah Sooyoung. Luhan berdehem dan mengangguk pelan.

"Ya Sooyoung ssi memang cantik ahjussi" Tuan Byun dan Tuan Choi tersenyum puas begitu pula dengan Sooyoung yang tersenyum malu malu. "Akan tetapi tidak lebih cantik dari Baekhyun, aku rasa." Luhan tersenyum.

Deg

Serentak senyum di wajah ketiga orang itu lenyap dan berganti dengan wajah tak suka dari Tuan Byun. Sementara Sooyoung terlihat kecewa begitu pula dengan ayahnya.

"Ahh begitukah? Baekhyun bukankah adikmu?" Luhan mengangguk "Tapi bukankah dia namja Byun Jae Hwon ssi?" Tanya Tuan Choi bingung. Byun Jae hwon berdeham dan tersenyum paksa.

"Ya, Baekhyun memang namja akan tetapi... dia memang namja yang sangat cantik" Ucap Jae hwon dengan terpaksa semntara Luhan tersenyum lebar di buatnya.

"Ahh begitu, aku jadi ingin bertemu dengan Baekhyun, Jae hwon ssi. Secantik apa anakmu sampai puteri ku yang yeoja saja kalah cantiknya hahaha" Tuan Choi tertawa setengah bercanda.

"Ahhh nanti kau akan bertemu dengan nya Tuan Choi, karna nanti malam kita akan membicarakan pernikahan kedua anak kita bukan?"

"Ahh kau benar Jae hwon ssi, sebaiknya pernikahan dilaksanakan secepatnya."

Kedua orang tua itu terus berbicara membuat Luhan benar benar muak. Pikirannya sudah tak fokus dan lebih memilih menatap wallpaper Baekhyun di handphonenya tanpa peduli pada Sooyoung yang menatap kearahnya dengan tatapan kecewa dan sakit hati.

'Byun Baekhyun, sepertinya kau begitu penting untuk Luhan oppa. Aku ingin melihat dan bertemu denganmu secepatnya'

Sooyoung menggeram dalam hati merasa marah pada Baekhyun yang bahkan belum ia temui sama sekali.

.

.

##

.

.

"Eumhhh Chann emhh"

Baekhyun sudah lelah mendesah seharian ini. sedari tadi Chanyeol menciumi nya terus tanpa jeda. Bahkan sehabis istirahat tadi Baekhyun terpaksa membolos lagi karna Chanyeol mengajaknya kearah atap sekolah dan bercinta disana.

Kerinduan Chanyeol sudah diambang batas, dan ia tak menyia nyiakan kesempatan ini untuk terus menjamah tubuh indah dihadapannya terus dan terus.

"Chann akuhhh lelahhhh"

Chanyeol bukannya tak mendengar, hanya saja ia masih asik menandai leher Baekhyun dan bagian tubuhnya yang lain sementara tangannya sibuk memainkan junior Baekhyun dengan semangat.

Chanyeol sebenarnya tersenyum pedih. Melihat luka luka di tubuh Baekhyun membuatnya menggeram marah dan melampiaskan semua kemarahan itu dengan terus menciumi tubuh penuh luka Baekhyun dengan selembut mungkin.

"Eumhh Chann ahh akuhh sudah tak tahan ahhh"

Baekhyun ingin klimaks lagi. Sudah dua kali ia klimaks karna kerjaan Chanyeol dan sekarang Baekhyun sudah ingin lagi mengeluarkan hasratnya.

"Tahan ByunBaek, kau sudah keluar dua kali sementara aku belum!"

"Tapihh ahnnn"

Baekhyun menggeliat resah saat Chanyeol memasukkan junior mungilnya kedalam mulutnya hingga nafasnya mulai tak beraturan.

"Ahhh Channnnhhhh"

Baekhyun menjambak rambut Chanyeol tak kuasa menahan rangsangan yang diberikan Chanyeol pada juniornya.

"Chann akuhh inginnn keluarhhh hngggg"

Baekhyun menggeleng gelengkan kepalanya tak kuat. Chanyeol berhenti memblow job junior Baekhyun karna tak ingin Baekhyun klimaks begitu saja. Ditariknya lengan Baekhyun dan memangku tubuh telanjang Baekhyun kepangkuannya.

Chanyeol membuka resleting celananya dengan terburu, mengarahkan juniornya kedalam lubang Baekhyun dan dengan cepat membenamkan juniornya kedalam hole merah Baekhyun dalam sekali hentakan.

"A AAKHH CHANYEOLHHHH"

Baekhyun berteriak sakit, airmatanya mengalir tanpa permisi. Chanyeol menjilat airmata Baekhyun dan mengecup bibirnya kilat.

"Move Baekhyunniehhh" Titahnya dengan nafas berburu. Baekhyun menurut dan mulai menggerakan tubuhnya menghantam junior Chanyeol hingga kepangkalnya membuatnya mendesah tak karuan.

"Akhh akhhh Chan ahhh"

"Terus Baekhhh terus desahkan namaku ughh bergerak terus Baek..."

Chanyeol membantu Baekhyun menaik turunkan tubuhnya. Keringat sudah membasahi tubuh telanjang Baekhyun. Yah Hanya Baekhyun yang telanjang. Tidak dengan Chanyeol yang masih mengenakkan seragamnya.

"Chanhh ak akuhh ingin keluarhhh akuuhh tak kuathh ahh ahhh ahh"

"Bersama Baekkih, sebentar lagi baby"

"Chanyeolhhhh sshhhh hahhh"

Mendengar deahan erotis Baekhyun membuat energi Chanyeol semakin kuat. Dibaliknya posisi mereka hingga Baekhyun kembali dibawahnya. Menggenjot juniornya keluar masuk kedalam tubuh Baekhyun hingga Baekhyun terlonjak lonjak saking kuatnya sodokan Chanyeol yang membabi buta.

Baekhyun kesakitan. Akan tetapi ia menikmatinya karna Chanyeol yang melakukannya. Hatinya menerimanya, hingga setiap sentuhan yang diberikan Chanyeol disetiap tubuhnya membuat Baekhyun sangat menikmatinya tanpa keadaan terpaksa.

Bercinta dengan Chanyeol sangat berbeda saat ia bercinta dengan Luhan ataupun Kyungsoo. Bahkan dengan Suho dan Sehun sekalipun. Sentuhan Chanyeol begitu membuainya, begitu merasa dicintai tidak seperti Kyungsoo yang menyentuhnya hanya karna nafsu dan amarah.

Luhan? Luhan memang mencintainya. Hanya saja Luhan cenderung sangat kasar hingga tak sedikit pun Baekhyun menikmatinya dengan hati ikhlas. Luhan...

DEG

Baekhyun membelalakkan matanya yang sedari terpejam. Rasa takut mulai menjalari hatinya. Bagaimana Baekhyun bisa lupa? Luhan... bisa saja menyiksa nya jika tahu ia bercinta dengan Chanyeol.

"AKHH CANYEOLL!"

Baekhyun menjerit saat Chanyeol meremas juniornya erat. Chanyeol tahu, Baekhyun tengah melamun di tengah desahannya yang keluar. Maka ia berhenti sebentar dan mengecup kening Baekhyun.

"Pikirkan aku jangan yang lain Baekki"

Baekhyun mengangguk, mengalungkan lengannya keleher Chanyeol membuat Chanyeol tersenyum lantas kembali menggenjot tubuhnya memberi Baekhyun kenikmatan hingga akhirnya mereka berdua klimaks.

"Akhhh Baekhyunnhhh"

"Chanyeolllhhhh"

Chanyeol ambruk diatas tubuh telanjang Baekhyun dan keduanya tersenyum.

"Aku mencintaimu Yeol..."

"Aku lebih mencintaimu Baek"

"BYUN BAEKHYUN!"

DEG

.

.

~lUbAEK~

.

.

"Oppa kau mau kemana?"

Sooyoung berusaha menyamai langkah cepat Luhan didepannya. Sementara Luhan tak peduli akan keberadaan calon isterinya itu yang terus mengikutinya hingga di parkiran mobilnya.

"Oppa mau kemana? Aku ikut!" Sooyoung mencegah Luhan yang akan masuk kedalam mobilnya membuat nya jengah.

"Sooyoung ssi, bukankah nanti malam juga kita akan bertemu lagi hemm? Aku harus menjemput Baekhyun. Jadi bisakah kau tidak menghalangiku hemm?" Luhan berujar datar menahan emosi, mata rusanya menatap tajam kearah Sooyoung meski bibirnya mengulas senyum tipis membuat Sooyoung bergidik ngeri.

"Ahh i iya oppa, baiklah hati hati"

"Hem"

Tanpa bicara lagi Luhan segera masuk dan menutup pintunya dan melesat pergi tanpa peduli lagi pada Sooyoung.

"Baekhyun lagi!" Sooyoung mendesah frustasi.

.

.

.

"Dia siapa Baek?" Tanya Kyungsoo dingin. Baekhyun meremas kedua tangannya yang berkeringat.

"Kau bercinta dengannya?"

Glup

Baekhyun menggigit bibir bawahnya tak tenang. Kyungsoo dalam keadaan mood yang buruk dan ia takut salah bicara.

grepp

"Akhh Kyung!"

Baekhyun meringis pelan saat Kyungsoo mencengkram pipinya.

"Jawab pertanyaanku Baek! Siapa namja yang menyentuhmu tadi!"

"Sakithh Kyung..."

Kyungsoo melepaskan kasar cengkramannya membuat Baekhyun mendesah lega.

"Di dia Chanyeol, Kyungie.." Baekhyun menjawab takut. Kyungsoo terdiam. Chanyeol? Sepertinya ia tidak asing dengan nama itu. Kyungsoo terbelalak kaget. Chanyeol? Yah Kyungsoo ingat. Luhan sangat marah ketika tahu Baekhyun pergi dengan namja bernama Chanyeol dan bahkan menyiksa Baekhyun habis habisan.

"Kau cari masalah Baek! Bagaimana bisa kau bercinta dengannya dan apalagi dia meninggalkan tanda di lehermu!" Pekik Kyungsoo frustasi. Baekhyun menunduk takut.

"Mianhae Kyung, aku tidak sadar..."

Baekhyun sangat takut kali ini. takut Kyungsoo akan menyiksanya lagi, takut Kyungsoo akan mengadu pada Luhan perihal ini.

"Kau tahu namjamu dalam bahaya asal kau tahu! Luhan hyung tak mungkin membiarkan mu dengan namja lain Baek!"

"A aku harus bagaimana Kyung? Aku takutt"

"Aku juga tidak tahu Byun Baek!" Sentak Kyungsoo.

"Kyungsoo aku mohon jangan katakan pada Luhan kalau Chanyeol ada disekolah ini..." Mohon Baekhyun dengan mata berkaca kaca. Kyungsoo mendesah lagi.

"Aku tidak akan mengadu Baek, tapi kau tahu bagaimana hyung kita. Luhan hyung akan tahu secepatnya!"

"Kyunghhh hiks aku harus bagaimana?"

Kyungsoo lagi lagi medesah frustasi. Belum selesai masalahnya dengan Minho sekarng di tambah lagi dengan hadirnya Chanyeol di sekolah mereka.

"Aku tidak tahu Baekk, masalahku saja tak bisa aku selesaikan apa lagi masalahmu" Kyungsoo berubah murung. Ingatan pengkhianatan Minho padanya begitu menyakitkan. Apalagi setelah tahu Minho hanya memanfaatkannya saja. Padahal Kyungsoo sangat tulus mencintai Minho tapi apa yang dia dapat?

Srett

"Eh?"

Kyungsoo membelalak kaget saat Baekhyun memeluknya. Merebahkan kepalanya didada Baekhyun.

"Menangislah Kyungie. Aku tahu kau sangat terluka saat ini, bagilah kesedihanmu denganku. Walau bagaimanapun aku hyung mu. dan aku ingin jadi penopang kesedihanmu Kyung"

Deg

Kyungsoo terdiam, memilih memejamkan matanya menikmati usapan lembut di rambutnya hingga tak terasa setetes demi stetes airmatanya jatuh secara perlahan.

"Hiks Baekki hyung..."

Akhirnya Kyungsoo menangis terisak. Kyungsoo memang tak pernah terlihat menangis sekeras ini. walaupun itu dihadapan Luhan sekalipun. Kyungsoo lebih suka memendam kesedihannya sendiri. Akan tetapi dihadapan Baekhyun, entah mengapa Kyungsoo bisa mengeluarkan semua rasa sakit hatinya.

Jika dulu ia terbiasa melampiaskan semua sakit hatinya dengan menyiksa Baekhyun, kini Kyungsoo tahu bagaimana ia akan melepaskan semua rasa sakitnya hatinya. Memeluk Baekhyun.

"Baekki, apa salahku? Padahal aku mencintainya hyung... aku mencintainya hikss"

Baekhyun tak berhenti mengelus rambut hitam Kyungsoo. Kali ini Kyungsoo yang tangguh terlihat rapuh.

"Uljima Kyung, kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari Minho hyung"

"Hiks..."

"Kyungie, Baekkhyunnie!"

Baekhyun mendongak dan terkejut mendapati Luhan yang sudah di depan mereka. Dengan cepat Kyungsoo melepaskan pelukannya dan menyeka airmatanya.

"H hyung sudah datang"

Kyungsoo berusaha tersenyum, namun Luhan menatap Kyungsoo dalam.

Srett

Luhan menangkup kedua pipi tembam Kyungsoo dan menyeka airmata Kyungsoo yang ternyata masih mengalir.

"Ada apa? Kenapa menangis?"

Kyungsoo menggeleng lemah. "Ani. Aku tidak apa apa"

"Kau tidak akan menangis jika tidak ada apa apa Kyungie. Jadi katakan pada hyung, apa yang terjadi?" Luhan mendesak. Kyungsoo memang sulit untuk memberitahukan sesuatu yang terjadi padnaya.

"An-

"Byun Kyungsoo!"

Luhan menggertak membuat Kyungsoo gentar dan akhirnya menghambur kepelukan Luhan, menangis tersedu dipelukan hyung tertuanya itu.

"Hiks, Luhan hyung, Minho menyakitiku hyung... dia menyakitiku... hiks"

Kedua tangan Luhan mengepal erat. Wajahnya mengeras. Mata rusanya berkilat amarah. Luhan marah! Yah marah! Siapapun yang menyakiti adik adiknya berurusan dengannya.

Srett

"Dengarkan aku Kyungie, namja brengsek tidak pantas untuk kau tangisi arasseo! Sekarang hapus airmatamu dan kita pulang. Sore nanti kita akan jalan jalan. Eothe?" Luhan mengulas senyum berusaha menghibur Kyungsoo. Dan itu berhasil. Luhan terlihat tersenyum lembut saja sudah membuat Kyungsoo senang.

"Jinja hyung? Kemana?" Tanya Kyungsoo masih dengan suara serak.

"Sehun mengajakku untuk membeli bubble tea. Jadi kita akan kesana." Luhan membenarkan poni Kyungsoo dan mengecup pipi nya. Sementara Kyungsoo cemberut.

"Hanya kesana? Ahh tidak asik!" Luhan terkekeh.

"Tentu tidak Kyungie, kita bisa ketempat yang lain setelah membeli bubble tea. Kau tahu sedari tadi Sehun terus menghubungiku tanpa henti aishhh"

Kyungsoo tertawa. Sehun memang akan seperti itu jika keinginannya belum terkabul. Merengek dan mengganggu Luhan sampai Luhan mau meengabulkannya.

"Sehun sudah menunggu di mobil, kajja kita pulang."

"Ne,"

"Baekki kenapa kau diam saja hemm?"

Baekhyun yang melamun tersentak saat luhan memeluknya.

"Eh? Tidak apa apa hyung" Baekhyun berusah tersenyum.

"Kajja" Baekhyun mengangguk dan mengikuti Luhan dan Kyungsoo yang berjalan didepannya.

'Ya Tuhan, bagaimana kalau Luhan sampai tahu jika Chanyeol ada di sekolah ini?'

Baekhyun semakin gusar dan tak berhenti membenarkan kerah seragamnya ingin menutupi semua bekas kissmark Chanyeol dilehernya meskipun percuma.

Dan sialnya lagi, Baekhyun duduk di samping Luhan sementara Kyungsoo dan Sehun duduk dibelakang.

"Kau terlihat pucat Baek, kau sakit?" Tanya Luhan sambil tetap fokus pada jalan didepannya.

"A ahh begitukah? Tidak hyung aku baik baik saja."

"Benarkah?" Baekhyun mengangguk. "Kenapa sedari tadi tanganmu terus membenarkan kerah seragammu Baek? Kissmark dilehermu tetap akan terlihat meskipun kau akan menutupinya."

Deg

Baekhyun menelan ludah. Dan berhenti membenarkan kerah seragamnya. Baekhyun tak berani menatap kearah Luhan. Meskipun Luhan berkata santai seperti itu, tapi Baekhyun tahu Luhan tengah emosi.

"Kyungsoo, itu perbuatanmu?"

"Ahh?" Kyungsoo terkejut karna mendapat pertanyaan dari Luhan yang terkesan mendadak.

"Kissmark dileher Baekhyun!"

Baekhyun dan Kyungsoo saling menatap sebelum menjawab.

"Ah iya hyung. Mianhae... aku tadi hilang kendali dan melampiaskan semua nya pada Baekhyun"

Jelas Kyungsoo gugup. Semua berubah hening, semakin menambah rasa takut di hati Baekhyun.

"Hemm, aku mengerti."

Hufhh

Tanpa sadar dua namja mungil itu mendesah lega. Sementara Luhan hanya tersenyum misterius

-lubaek-

Adik kakak bermarga Byun itu baru pulang dari acara jalan jalan mereka tepat jam 9 malam. Rasa puas dan senang tercetak jelas di wajah kelimanya terlebih lagi Sehun yang memang sedari dulu menginginkan hal ini terjadi. Mereka berlima, jalan jalan kemana pun mereka suka. Terbebas dari rumah mewah yang membentengi kecanggungan mereka.

Dan sore tadi adalah hal paling indah bagi Sehun juga semuanya. Selama ini mereka selalu sibuk dengan urusan masing masing. Sibuk dengan kebencian masing masing. Dan sibuk menganiaya Baekhyun sepanjang waktu.

Namun sekarang tidak lagi. Semuanya sudah berubah, dan Baekhyun sangat lega akan hal itu. kyungsoo, Sehun dan Suho tidak terlihat lagi membencinya meskipun terkadang Baekhyun takut jika mereka akan kembali seperti dulu lagi. Kembali menyiksa nya dan menyetubuhinya bagai boneka.

"Lu hyung gomawo, Sehun senang sekali hari ini hehe. Tapi tidak adil lagi lagi Baekhyun hyung yang mendapatkan Boneka dari Lu hyung! Boneka di kamar Baekhyun hyung kan sudah banyak sekali" Sehun mengeluh imut membuat Baekhyun tersenyum.

"Kalau kau mau kau bisa ambil salah satu boneka di kamarku Sehunnie. Tapi jangan yang ini, ini boneka Stroberi kesukaanku" Baekhyun memeluk erat boneka Stroberi itu erat sementara Suho hanya menggeleng pelan.

"Apa sih bagusnya boneka? Hanya bikin kamar penuh saja asal kalian tahu"

Sehun dan Baekhyun cemberut. "Boneka kan lucu Suho hyung" Ucap Baekhyun dan Sehun berbarengan.

"Cih, boneka itu hanya untuk yeoja."

"Siapa bilang? Boneka juga cocok kok untuk namja, iya kan Lu hyung?" Tanya Sehun mencari pembelaan dari Luhan. Sementara Luhan hanya mengangguk saja dengan senyum menghiasi wajah tampannya. Sebenarnya Luhan lebih fokus pada Kyungsoo yang lebih diam dari biasanya. Dan ia tahu semua gara gara Minho.

Ingat Minho membuat emosi Luhan bangkit lagi. Dengan cepat tangannya meraih Ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan pada asisten pribadinya, Yongguk.

'Beri pelajaran pada Choi Minho malam ini juga! Buat dia menyesal karna telah menyakiti adikku!'

Setelah pesan dikirim Luhan kembali memasukkan ponselnya dan mengelus kepala Kyungsoo dan mengecup pipinya.

"Istirahatlah Kyung, tenangkan dirimu"

Kyungsoo menggeleng, dirinya lebih memilih membenamkan kepalanya kedada Luhan, mencari kehangatan dari hyung nya. Saat ini mereka tengah duduk santai diruang keluarga. Luhan mengelus rambut Kyungsoo membuat Kyungsoo merasa nyaman sementara Sehun cemberut karna sedari tadi perhatian Luhan selalu tertuju pada Kyungsoo.

"Lu hyung~~~"

"Apa Sehunnie?"

"Aku ingin dipeluk juga..."

Semua tertawa termasuk Kyungsoo. Bahkan Kyungsoo tertawa keras dan melempar bantal kecil kearah Sehun tepat kewajahnya.

"Kau selalu saja iri Byun Sehun! Sudah sekarang giliran ku untuk bermanja manja, kau nanti saja!" Goda Kyungsoo semakin membuat Sehun kesal. Kedua tangannya terlipat di dadanya sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kyungsoo hyung adalah hyung paling menyebalkan!"

Semua tertawa, Sehun berhasil membuat Kyungsoo melupakan kesedihannya akan Minho.

"Ahh kalian sedang kumpul rupanya, bagus sekali!"

Semuanya terdiam dan menoleh kearah Ahra yang baru saja datang bersama abeoji mereka dan... Sooyoung dan ayahnya. Dan seketika senyum di wajah Luhan meredup digantikan wajah muak dan benci.

Semuanya sontak berdiri dan membungkuk pelan meskipun dalam hati mereka bingung siapa yeoja didepannya itu.

"Anak anak, kenalkan. Mereka dari keluarga terhormat Choi, dan dia adalah Choi Sooyoung. Calon isteri dari hyung kalian Byun Luhan."

"Mwo?"

.

.

TEBECE

.

.

Annyeong ada yang nunggu lanjutan ni FF yang udah bulukan bin kadaluarsa? Hehe... mianhae baru bisa post nih FF gaje sekarang karna Byunnie sibuk...

Dan eumhh mianhae juga belum bisa bales review kalian dan juga gak nyebutin nama kalian atu atu... tapi tenang Byunnie baca kok, dan seneng mulai muncul lumayan banyak yang review walo banyakan protes haha... Janji deh chap depan byun bakal bales review kalian..

Ahh iya Byunnie Cuma mau bales review yang uname nya friendshit... eumhh gak manusiawi ya? Kamu tau gak, nih FF belum ada apa apanya sama FF lain yang lebih WOW KEJAMNYA! FF ini mah mungkin Cuma seperempat sadisnya tau, baca deh ff chanbaek atau apalah ff yang lainnya... di jamin KEJEM NYA PUOLL! DAN SATU LAGIII TAU DLDR KAN? DONT LIKE DONT READ BABE! BUT THANKS UDAH NYEMPETIN BACA WALAUPUN REVIEW ENTE BIKIN ANE SEPET MATA HAHA...

SOOOO YANG GAK SUKA SAMA NIH FF SILAHKAN KLIK X BUAT KELUAR DARI FF INI^^

SALAM CHANBAEKSHIPPER!