Seorang namja berkulit putih pucat mengambil gagang telepon dengan pelan. Ia menempelkan gagang tersebut ke telingannya lalu menekan beberapa angka. Tak lama kemudian, suara di seberang sana terdengar.

"yeoboseyo? appa?"

"aku tidak ingin basa basi.. Apa tawaran pindah ke jepang dari appa masih berlaku?"

"aniya.. Aku sudah siap kesana.."

"arrasseo.. Gomawoyo appa.."

"ne, anyeong.."

TUT TUT!

Sambungan tersebut putus.

Sehun menghela nafasnya.

"ppai, nae sarang.."

***

Title : True Love ( Sequel Always Smile )

Author : Junmen02

Length : Chapter

Cast : Kim Joonmyeon aka Suho (gs), Oh Sehun aka Sehun, Wu Yifan aka Kris

Other Cast : Do Kyungsoo aka Kyungsoo (gs), Kim Jongin aka Kai, Byun Baekhyun aka Baekhyun (gs), Park Chanyeol aka Chanyeol, Oh Hyun Yu (oc)

Spesial Cast : YUI (soloist Jepang)

Pair : HunHo, KrisHo, KrisBaek, ChanBaek, KaiDO, dll.

Genre : romance, hurt, school life.

Rate : T+

Summary : "Terkadang, rasa kekaguman membuat
kita buta dan mengatakan itu cinta..
Namun, kita tak menyadari jika cinta sejati berada di sekitar kita selama ini..
Bahkan di sisi kita.."-True Love-

Disclaimer : tokoh milik Tuhan dan orangtua masing masing.. Sedangkan alur cerita pemikiran author sendiri..

A/n : cha sangat sangat rekomendasiin lagu YUI yang Please Stay With Me di chap ini /maksa/ ini masih sad readers-deul :3 cha suka karakter yang tersiksa/? /digampar/ :v

.

.

Happy Reading!

Keesokan harinya, Seoul High School gempar karena sebuah berita. Entah siapa yang mengetahuinya terlebih dahulu. Namun berita tersebut mampu membuat murid SHS bertanya tanya.

"apa benar sehun akan pindah ke jepang?!" tanya seorang gadis bername tag Bae Irene tersebut.

"oh astaga! Waeyo?!" pekik yeoja yang lainnya.

"aku tidak bisa membayangkannya.." kata yeoja bersurai sebahu dramatis.

"pangeran sekolah kita pindah.."

"h-hey, apa yang kalian bicarakan?" tanya Junmyeon yang mendengar kasak kusuk(?).

"ne sunbae? Ah.. Kami mendapat berita jika sehun akan pindah ke jepang.." jawab Joy sopan.

"mwo?! S-sehun? Maksudmu oh sehun?!" tanya Junmyeon tak percaya.

Keempat yeoja tersebut mengangguk.

Tanpa mengucapkan terimakasih, Junmyeon segera berlari menuju kelas Sehun.

***

Sehun melangkahkan kakinya malas di koridor sekolah. Di sepanjang jalan, tak henti hentinya para yeoja berbisik sambil melirik liriknya. Mengetahui hal itu Sehun memasang poker face-nya. Apa sekolah ini punya seorang stalker?! Batinnya kesal.

"oy, sehun!" panggil Jongin sambil mensejajarkan langkahnya dengan Sehun.

Sehun tak bergeming.

"apa benar kau akan pindah?" tanya Jongin penasaran.

"..."

Sehun tidak menjawab. Ia justru melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan Jongin.

"hey, sehun?!" pekik Jongin.

Sehun menghentikan langkahnya dengan kesal. Ia menoleh pada Jongin.

"menurutmu?" katanya dingin lalu melanjutkan langkahnya. Ia melirik sekilas Jongin yang ternganga dengan sikap dinginnya.

Langkah Sehun memelan saat hampir sampai di kelasnya. Disana terlihat Junmyeon tengah menatap Sehun intens sambil bersedekap.

"hunnie.. Ap ben-"

"berhenti! Jika kau ingin bertanya tentang kepindahanku, aku menjawab ya.." sergah Sehun sambil menekan kata 'kau'.

Junmyeon melongo. Sehun bilang apa? Kau? Kau?! Oh, jangan lupa wajahnya yang seperti baju yang belum disetrika(?).

"s-sehunnie.." lirih Junmyeon. Ia menatap Sehun tak percaya.

"minggir.." desis Sehun.

Junmyeon kembali membelalakkan matanya. Namun ia tetap menuruti perintah Sehun.

Tanpa berkata apapun, Sehun masuk ke kelasnya tanpa melirik Junmyeon.

"apa ini karena semalam?" gumam Junmyeon. Ia mendesah keras lalu kembali ke kelasnya.

***

"kyungiee~~ huwee.." Junmyeon menghampiri Kyungsoo yang tengah duduk santai di kursinya.

"myeon, waeyo?" Kyungsoo mengernyit.

"sehun mengacuhkanku.." adu Junmyeon.

"heih?! Ah! Kudengar dia akan pindah ke jepang? Myeon! Ceritakan apa yang terjadi tadi malam! Aku yakin ini ada kaitannya.." kata Kyungsoo dengan semangat menggebu gebu.

Junmyeon menggigit bibir bawahnya. Haruskah ia bercerita? Batinnya.

Akhirnya Junmyeon menceritakan apa yang terjadi antara dia dan Sehun tadi malam. Kyungsoo merasa kasihan pada Sehun. Bahkan rautnya sudah berubah.

"oh astaga, malang sekali kau sehun.." gumam Kyungsoo dramatis.

"kyung, eottokhae?" lirih Junmyeon.

Kyungsoo menatap Junmyeon lekat.

"myeon, sebenarnya yang kau suka siapa sih? Kris atau sehun?" kata Kyungsoo sedikit menyindir.

"molla.." Junmyeon mempoutkan bibirnya.

"tsk.. Aku bingung myeon.. Padahal kau berpacaran dengan kris.. Tapi kau juga tidak bisa tanpa sehun.. Aigoo.." decak Kyungsoo sambil menggelengkan kepalanya.

"ayolah kyungie.. Jangan buat aku semakin berasa bersalah.." rengek Junmyeon. Ia mengusap wajahnya kasar.

"begini saja.. Kalau aku menyuruhmu memilih antara kris dan sehun, kau memilih siapa?" tanya Kyungsoo.

Junmyeon berfikir.

"eum.. S-se.. Argh.. Mollaaa.." Junmyeon mengerang frustasi.

"eiiyy.. Bukankah kau tadi bilang 'se'? Sehun?" sergah Kyungsoo.

"hum.." Junmyeon hanya bergumam.

"ok, fix! Kau mencintai sehun, bukan kris.." kata Kyungsoo yakin.

"y-yaa! Darimana kau dapat kesimpulan semacam itu?!" imbuh Junmyeon.

"whatever.. Aku harus pergi menemui jongin.. Ppai!" pamit Kyungsoo dan segera keluar dari kelasnya.

"yak! Kyungsoo!" teriak Junmyeon. Namun Kyungsoo sudah berlari meninggalkannya.

'benarkah aku menyukai sehun?'

***

KRIIINNGGGG!

Bel masuk berbunyi. Semua murid segera memasuki kelas masing masing.

"achim yeorobeun.." sapa Park seongsangnim.

"achim.." balas para murid.

"hari ini kita akan melakukan praktik.." beritahu Park seongsangnim.

"sekarang kalian keluar dan jadikan salah satu tumbuhan di sekolah ini untuk kalian amati.. Tulis apa yang kalian lihat.." jelasnya.

Semua murid mengangguk paham.

"baiklah.. Bawa buku kalian dan cepat keluar.." titah Park seongsangnim.

"myeon, kajja!" ajak Kyungsoo. Junmyeon mengangguk.

.

.

.

Junmyeon berjalan tidak jelas mencari tumbuhan yang akan ia amati. Matanya tertuju pada kelas yang ada di depannya. Kebetulan disana ada bunga mawar.

Mata Junmyeon menyipit bermaksud untuk memperjelas pandangannya pada seseorang yang ada di kelas X.

Ia memandang nanar Sehun yang tengah melamun di kursinya. Pandangannya sangat sayu.

"sehunnie.." lirih Junmyeon.

Tanpa diduga Sehun menoleh ke luar kelas. Ia mendapati Junmyeon yang tengah menatapnya.

Menyadari Sehun yang membalas tatapannya, Junmyeon segera menyibukkan diri dengan bunga mawar di hadapannya.

***

Seminggu berlalu. Sehun tetap mengacuhkan Junmyeon. Ia benar benar berubah. Sehun yang ceria kini berubah menjadi dingin. Soal kepindahannya, Sehun sendiri tidak tau karena ayahnya belum menghubunginya lagi.

Seperti saat Sehun tengah sendrian di kantin, Junmyeon menghampirinya. Namun, Sehun langsung berlalu meninggalkan makanannya begitu saja bersama Junmyeon.

Saat Sehun tengah sibuk membaca di perpustakaan, Junmyeon datang di hadapannya. Sedetik kemudian Sehun menutup buku yang ia baca lalu keluar dari perpustakaan.

Saat Sehun baru datang, ia melewati Junmyeon begitu saja yang ada di hadapannya.

***

Kini, taman menjadi tempat favorit Sehun setelah berubah menjadi 'dingin'. Sehun menghirup udara di sekitarnya lalu menghembuskannya pelan.

"sehunnie.."

Suara ini. Suara yang sangat Sehun hindari. Ia segera bangkit dari duduknya.

"andwae.."

Sehun menghentikan langkahnya.

Greb!

Junmyeon langsung memeluk Sehun dari belakang.

"hiks.. Mianhae.." isak Junmyeon di punggung Sehun.

Sehun masih diam.

"mianhae.. Hiks.. Jangan seperti ini.." Junmyeon semakin mengeratkan pelukannya.

Perlahan, Sehun melepaskan tangan Junmyeon yang ada di perutnya. Ia berbalik, menatap Junmyeon.

"uljimma.." bisik Sehun sambil menghapus air mata Junmyeon.

Setelah itu Sehun pergi meninggalkan Junmyeon yang semakin terisak di tempatnya.

.

.

'bagi seluruh siswa siswi diharakan segera menuju aula'

Suara Kim seongsangnim menggema di sekolah. Seluruh siswa/i segera beranjak ke ruangan tersebut.

Junmyeon menghapus air matanya kasar lalu berjalan menuju aula.

Sesampainya di aula, Junmyeon memilih tempat duduk paling depan. Ia bingung kenapa semua murid dikumpulkan. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan. Mencari seseorang. Junmyeon menghela nafas saat mendapati Sehun tengah duduk di barisan yang sama dengannya.

"perhatian semua.. Sekolah kita mendapat tamu.. Jadi harap tenang.." beritahu Kim seongsangnim dengan mic yang ada di depannya.

Tak lama kemudian, seorang yeoja dengan gitar khasnya menaiki panggung yang ada di aula.

Sehun membulatkan matanya saat orang yang membuatnya menyatakan cintanya pada Junmyeon kini tengah berdiri di depannya.

"anyeong.. YUI imnida.. Aku soloist dari jepang.. Aku berkunjung kesini untuk memberi beberapa saran atau sesuatu mungkin? Ah.. Jangan difikirkan.." ternyata orang itu adalah YUI.

Junmyeon tersenyum lebar saat idolanya tengah berbicara di depannya yang berjarak beberapa meter.

"kebetulan aku sedang mengadakan tour ke beberapa negara.. Aku kesini karena aku tertarik dengan sekolah ini.." jelas YUI.

Tiba tiba seorang murid namja berkulit tan mengangkat tangannya.

"ya? Kau? Ada apa?" YUI menunjuk Jongin yang mengangkat tangannya.

"YUI-sshi, bagaimana kau bisa bahasa hangul?" tanya Jongin.

YUI tersenyum. "kebetulan aku pernah les saat sekolah dulu.." jawab YUI.

Jongin hanya mengangguk sambil menggumamkan kata 'o'.

"sebenarnya aku disini ingin mengadakan acara semacam 'sosialisasi'.. Kalian bisa bertanya padaku tentang permasalahan kalian.. Oh, terutama masalah cinta.." saat menyebut kaliat terakhir, YUI memandang Junmyeon dan Sehun bergantian.

Semua murid terlihat antusias dengan penjelasan YUI tadi.

Sehun sedikit berdecih. Ia sedikit sensitif dengan kata cinta. Ekhem.

"ada yang mau bertanya?" YUI mengangkat alisnya.

Semua murid bungkam. Entah mereka malu atau apa.

YUI hanya tersenyum maklum.

"kau.." YUI menunjuk Junmyeon.

"a-aku?" Junmyeon menunjuk dirinya sendiri.

"kemarilah.." ajak YUI.

Junmyeon sempat terdiam. Namun ia segera naik menghampiri YUI.

"apa kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya YUI.

"m-mwo?" kaget Junmyeon.

"kau bisa menyampaikannya dengan ini.." YUI menyerahkan mic lainnya pada Junmyeon.

Junmyeon menerima mic tersebut dengan kikuk.

"kau bisa menyampaikannya dengan musik.." YUI tersenyum.

Junmyeon membalas senyuman YUI.

"please stay with me.." beritahu Junmyeon.

YUI mengangguk dan segera meraih gitarnya.

Aula tersebut mendadak hening. Semua memperhatikan Junmyeon.

"emm.. Lagu ini kupersembahkan untuk.. My prince.." Junmyeon sedikit ragu saat menyebut 'my prince'.

Semua mengira yang dimaksud Junmyeon adalah Yifan. Namun ada juga yang beranggapan lain. Jongin dan Kyungsoo tau jika orang yang dimaksud Junmyeon adalah Sehun.

Jreengg..

YUI memetik gitarnya.

Junmyeon mulai bernyanyi.

"Soba ni ite kureru? Jounetsu no sukima
de sotto
Yasuragi wa itsumo Higeki no saki ni
mienaku naru
Chiisaku naru ai no kakera wo
Hiroiatsumete wa
Hitotsu Futatsu Kasanete iru no"

Junmyeon terus menatap Sehun saat bernyanyi. Tak diduga, Sehun membalas tatapannya.

"Aitai to Tada negau dake de
Konna ni mo Namida afureru kara.. My
love
Yozora ni ukabeta Tameiki ga koboreru
Please Stay With Me
"

Semua murid menatap Junmyeon kagum. YUI tersenyum disela kegiatannya memetik gitar.

"Koraeteru keredo Sokkenaku naranaide
ne
Kotoba tte itsuka wa Shinjitsu ni kawaru
kara
Puraido sainou kikoenai Yume no mama
owarenai
Hitotsu Futatsu Tsukiakashite yo"

Kontak mata yang terjadi antara Junmyeon dan Sehun tidak terputus. Mereka bertahan untuk saling mendalami mata lawan mereka.

"Aitai to Ieba Mata kurushimete shimau?
Namida afureru no ni… My love
Surechigau tabi ni Itoshiku natte yuku
Please Stay With Me
"

Air mata sudah terlihat jelas di pelupuk mata Junmyeon. Namun ia tetap menatap Sehun.

"Motto shiritai
Anata no koe ga kikitai
Nakitaku natte
Tomadatte
Yowai yo ne?"

Akhirnya air mata Junmyeon mengalir begitu saja. Namun ia segera menghapusnya sambil melanjutkan nyanyiannya.

Aitai to Tada negau dake de Konna ni mo
Namida afureru kara… My love
Yozora ni Ukabeta Tameiki ga koboreru
Please Stay With Me"

Sehun sedikit terkejut saat melihat Junmyeon menangis. Ia menghela nafas panjang.

"Aitai to ieba Mata kurushimete shimau?
Namida afureru no ni… My love
Surechigau tabi ni Itoshiku natte yuku
Please Stay With Me"

Akhirnya nyanyian Junmyeon selesai. Tepuk tangan menggema di ruangan tersebut. Junmyeon membungkukkan badannya lalu tersenyum pada YUI.

"aku punya hadiah untukmu.." kata YUI.

"benarkah?" tanya Junmyeon antusias.

"mungkin kalimat ini tidak berarti.. Tapi setidaknya membuatmu yakin.." YUI tersenyum tipis.

"jangan ragu lagi.. Dia adalah cinta sejatimu.."

Junmyeon terhenyak mendengar bisikan YUI. Jantungnya berdetak tidak karuan. Tangannya bergetar.

Hatinya berdesir saat YUI membisikkannya kalimat tadi. Saat suara lembut YUI menyapa gendang telinganya. Junmyeon melongo.

"gamsahamnida.." Junmyeon membungkukkan badannya pada YUI lalu segera kembali ke tempat duduknya.

"daebak noona!" pekik Jongin. Junmyeon hanya tersenyum tipis.

"myeon, kenapa kau menangis?" tanya Kyungsoo penasaran.

"aniya.." Junmyeon menggeleng.

"yaa.. Aku tau.. Ini pasti karena sehun kan?" tebak Kyungsoo. Junmyeon mengangkat alisnya lalu mendesah pelan.

"ckckck.. Myeon, aku semakin yakin kalau kau mencintai sehun.." bisik Kyungsoo.

"yak!" Junmyeon menatap Kyungsoo tajam. Sedangkan Kyungsoo mengedipkan matanya polos.

"aish.." dengus Junmyeon kesal.

Tak lama kemudian, semua murid keluar dari aula.

Sehun melangkahkan kakinya santai di koridor sekolah. Ia berniat untuk pergi ke kantin.

"oppa!" pekikan seorang yeoja membuat langkah Sehun terhenti.

"oppa, aku perlu bicara!" Tanpa ba-bi-bu Hyun Yu segera menarik Sehun ke kantin.

Sesampainya di kantin, Hyun Yu mendudukkan Sehun secara paksa yang ada disana. Setelah itu, ia duduk di hadapan Sehun.

"hah.." Hyun Yu menghela nafas kasar sambil menanggalkan kedua tangannya pada dadanya.

"maksud oppa apa eoh?! Kenapa oppa ingin pindah ke jepang?! Apa oppa tega meninggalkan aku bersama eomma, hah?!" sembur Hyun Yu sambil menatap Sehun tajam.

Sehun menghela nafasnya pelan.

"hyunie, begini-"

"pokoknya oppa tidak boleh pindah ke jepang!" teriak Hyun Yu.

Sehun segera membungkam mulut Hyun Yu.

"kecilkan volumemu bodoh!" umpat Sehun. Sedangkan Hyun Yu memberontak untuk melepaskan tangan Sehun dari mulutnya.

"haish!" dengus Hyun Yu. Ia mengedarkan pandangannya kesal ke penjuru kantin.

"eonnie!" teriak Hyun Yu sambil melambaikan tangannya ceria.

"duduk disini!" lanjutnya.

Tak lama kemudian Junmyeon datang dengan nampan yang berisi makanannya.

Hyun Yu segera pindah ke dekat Sehun mempersilahkan Junmyeon untuk duduk di hadapan sang kakak.

"e-eum.. Apa.. T-tidak apa apa aku disini?" tanya Junmyeon takut sambil melirik Sehun.

"aniya.." Hyun Yu menggeleng sambil tersenyum.

Tanpa mengeluarkan sepatah katapun Sehun beranjak dari duduknya.

"eitss.. Mau kemana eoh?" Hyun Yu segera mengunci Sehun untuk duduk kembali.

"tsk.." Sehun hanya berdecak tanpa melawan.

"eonnie, dimana pacarmu?" tanya Hyun Yu sambil memandang Junmyeon.

"maksudmu kris? Dia ada di lapangan basket.." jawab Junmyeon.

"benarkah?" sinis Hyun Yu. Sehun mengernyit.

"wae? Kenapa kau terlihat tidak percaya?" heran Junmyeon.

"heih.. Bagaimana bisa percaya.. Aku pernah melihatnya berci-" Hyun Yu tersentak saat menyadari perkataannya.

"berci..?" Junmyeon menuntut jawaban Hyun Yu.

"e-eum.. Aniya.." cengir Hyun Yu.

Junmyeon semakin mengerutkan keningnya.

"apa aku boleh bergabung?"

tiba tiba suara bass menginterupsi percakapan mereka.

"kris? Ah, duduk disini.." kata Junmyeon sambil menepuk nepuk kursi yang ada di dekatnya.

Sedangkan dua orang lain memandang Yifan dengan tatapan berbeda.

Sehun menatapnya malas. Dan Hyun Yu menatapnya dengan tegang.

Bagaimana Hyun Yu tidak tegang? Hey, dia masih mengingat saat melihat Yifan yang tengah berciuman dengan Baekhyun. Dan jangan lupakan ia dikejar Yifan waktu itu.

"e-eum.. Oppa~" panggil Hyun Yu. Sehun menoleh.

"mwoya?" tanya Sehun ketus.

"kajja kita pergi.." bisik Hyun Yu.

Sehun mengernyit. Namun, ia tersenyum kemudian. Lebih tepatnya senyuman evil.

"ne? Wae?" tanya Sehun.

"aish.. Kajja! Bukankah kau tadi ingin pergi?" Hyun Yu menatap tajam Sehun.

"aniya.." tolak Sehun.

"oppa jebal.. Bbuing~ bbuing~" Hyun Yu beraegyo ria di depan wajah Sehun.

"cih.. Aegyomu tidak mempan.." desis Sehun.

"jinjja.." wajah Hyun Yu sudah semerah tomat. Yang pasti ia kesal, bukan jatuh cinta.

"e-eum.. Eonnie, aku pergi dulu nde?" pamit Hyun Yu sambil tersenyum.

"eodisseo?" tanya Junmyeon.

"e-eum.." Hyun Yu mengarahkan bola matanya kesana kemari. Mencari jawaban.

"m-mencari chanyeol oppa.. Ya, chanyeol oppa.." cengir Hyun Yu. Tanpa menunggu jawaban Junmyeon ia segera berlari dari meja kantin tersebut.

"hyun yu-ah! Hyunie! Yah!" teriak Sehun. Kenapa dia yang ditinggal?

Daripada Sehun ekhm-makan hati diantara Yifan dan Junmyeon, ia segera beranjak meninggalkan dua orang tersebut.

Junmyeon menghela nafas berat. Ternyata Sehun masih seperti tadi. Ia tak tau harus berbuat apa agar Sehun berubah seperti biasa.

"suho-ah?" panggil Yifan pelan.

"ya?" jawab Junmyeon sambil menoleh ke arah Yifan.

"nanti malam temui aku di taman kota, ne? Jam delapan.." beritau Yifan sambil tersenyum kecil.

"arrasseo.." jawab Junmyeon sumringah. Sudah sebulan Yifan tak mengajaknya kencan. Wajar saja kan jika ia senang sekarang?

Other side..

"tsk.. Shit!" umpat Sehun pelan. Ia merutuki kejadian di kantin tadi. Seharusnya ia tidak menuruti Hyun Yu.

Tiba tiba benda di saku celana Sehun bergetar. Sehun segera meraih benda berbentuk persegi tersebut.

'appa's calling'

klik!

Sehun menyentuh tombol hijau.

"yeoboseyo?"

"..."

"ye?"

"..."

"tentu saja.. Kapan?"

"..."

"mwo?! Besok?!"

"..."

"aish.. Kenapa appa tak memberitauku?!"

"..."

"tsk.. Arrasseo.."

"..."

Clip!- Sambungan tersebut putus. Ia berdecak kesal setelahnya. Bagaimana tidak? Tadi ayahnya menelfon dan berkata bahwa ia akan terbang ke Jepang besok. What the hell, appa? Batin Sehun.

***

"baek, kau haus?" tanya Chanyeol pada Baekhyun yang sibuk memakan rotinya.

"hehe.." Baekhyun hanya nyengir polos.

Chanyeol terkekeh. "kalau begitu aku beli minum dulu ne?" pamit Chanyeol.

"ne.." Baekhyun mengangguk antusias.

Chanyeol pun segera beranjak dari bangku taman sekolah yang ia duduki bersama Baekhyun lalu berjalan menuju kantin.

Baekhyun menatap punggung Chanyeol dengan nanar.

Selang beberapa menit, Baekhyun melihat sosok familiar tak jauh dari tempatnya duduk. Bukan. Bukan Chanyeol. Tapi ...

"hai hyun yu-ah.." sapa Baekhyun sumringah.

"huhh.. Hahhh.." Hyun Yu masih mengatur nafasnya karena kelelahan saat berlari.

"hai.." balas Hyun Yu datar.

Baekhyun mengernyit.

"kenapa nada bicaramu seperti itu?" heran Baekhyun.

"wae? Kau tidak suka?" tanya Hyun Yu sinis.

"ya! Hormati sunbaemu!" Baekhyun berusaha menetralkan emosinya. Apa apaan anak itu. Tidak ada hujan tidak ada angin tiba tiba bersifat ketus padanya.

"mwo? Sunbae? Sunbae?" Hyun Yu semakin mengejek Baekhyun.

"YA! HORMATI AKU OH HYUN YU!" teriak Baekhyun marah.

Melihat hal itu Hyun Yu ikut murka.

"APA KAU BILANG?! MENGHORMATIMU?! CIHH! AKU TIDAK RELA MENGHORMATI YEOJA JALANG SEPERTIMU!" jerit Hyun Yu.

"YA! JAGA BICA-"

"MWO?! DENGAR AKU YEOJA JALANG! AKU TIDAK SUDI MENGHORMATI YEOJA YANG TEGA MEREBUT NAMJACHINGU SAHABATNYA SENDIRI! KAU TIDAK LIHAT?! JUNMYEON EONNIE SANGAT MENYAYANGI NAMJA ITU?! KENAPA KAU MEREBUTNYA?!" Hyun Yu menyembur Baekhyun dengan kata kata yang ingin ia katakan sejak melihat yeoja bermata sipit tersebut berciuman dengan Yifan.

Baekhyun melongo.
Jadi..
Hyun Yu melihatnya berciuman dengan Yifan?
Tidak.. Ia sudah terlanjur emosi kali ini..

"MEMANGNYA KENAPA HAH?! AKU DAN KRIS SALING MENYUKAI! LAGIPULA IA BERENCANA AKAN MEMUTUSKAN JUNMYEON SEGERA!" balas Baekhyun sengit.

Hyun Yu memandang Baekhyun tak percaya.

"DASAR JALANG! KENAPA KAU SANGAT JAHAT?! KAU TAK SADAR TELAH MENYAKITI BANYAK ORANG, HAH?! TERMASUK.." Hyun Yu tercekat. Tengorokannya serasa dicekik. "ch-chanyeol oppa.." lirihnya.

"TERSERAH!" jerit Baekhyun jengah. Ia langsung beringsut meninggalkan Hyun Yu.

Hyun Yu terdiam.

"hah.." Ia berusaha menahan air matanya. "sial.."

"hyun yu-ah.."

Hyun Yu terkejut setengah mati.

Bagaimana tidak? Saat ini Chanyeol ada di hadapannya dengan mata memerah seperti menahan tangis.

***

Chanyeol menenteng botol minuman yang ada di tangannya dengan riang. Senyuman lima jarinya terus menghiasi wajah tampannya.

"baekhyun pasti sudah menunggu.." gumamnya.

Ia sedikit mempercepat langkahnya. Namun,

"APA KAU BILANG?! MENGHORMATIMU?! CIHH! AKU TIDAK RELA MENGHORMATI YEOJA JALANG SEPERTIMU!"

Chanyeol mendengar suara Hyun Yu. Ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk bersembunyi di balik semak semak yang ada disana.

"YA! JAGA BICA-"

"MWO?! DENGAR AKU YEOJA JALANG! AKU TIDAK SUDI MENGHORMATI YEOJA YANG TEGA MEREBUT NAMJACHINGU SAHABATNYA SENDIRI! KAU TIDAK LIHAT?! JUNMYEON EONNIE SANGAT MENYAYANGI NAMJA ITU?! KENAPA KAU MEREBUTNYA?!"

Chanyeol terkejut. Hyun Yu bilang apa? Apa dia tidak salah dengar? Baekhyun merebut namjachingu Junmyeon? Chanyeol tau siapa namja itu. Yifan. Apakah Baekhyun mempunyai hubungan dengan Yifan? Tapi.. Bagaimana bisa?

"MEMANGNYA KENAPA HAH?! AKU DAN KRIS SALING MENYUKAI! LAGIPULA IA BERENCANA AKAN MEMUTUSKAN JUNMYEON SEGERA!"

Keterkejutan Chanyeol semakin bertambah. Ia tidak salah dengar 'kan? Itu suara Baekhyun? Dan tadi.. Ia berkata apa? Baekhyun membenarkan perkataan Hyun Yu?

"DASAR JALANG! KENAPA KAU SANGAT JAHAT?! KAU TAK SADAR TELAH MENYAKITI BANYAK ORANG, HAH?! TERMASUK.." Hyun Yu terdiam. "ch-chanyeol oppa.." lanjutny sedikit lirih.

Chanyeol tersenyum miris. Ternyata benar, Hyun Yu menyimpan rasa padanya. Tapi.. Hatinya tidak bisa dipaksakan. Ia mencintai Baekhyun. Namun, masih haruskah ia mencintai Baekhyun? Ia kecewa, sangat kecewa dengan perlakuan Baekhyun dengan Yifan. Ia tidak bisa membayangkan wajah Junmyeon yang menahan tangisnya jika mengetahui hal ini. Tak terasa, satu tetes air mata Chanyeol jatuh. Matanya memerah.

"TERSERAH!"

Akhirnya Baekhyun memilih pergi.

Selang beberapa detik, Chanyeol segera menghampiri Hyun Yu yang tengah terduduk lemas.

"hyun yu-ah.." lirih Chanyeol.

Hyun Yu terkejut bukan main.

"ch-chanyeol oppa.." Hyun Yu melongo.

"ak-aku.. M-mian.. T-ta-"

"gomawo.." Chanyeol tersenyum manis. Air matanya kembali jatuh. Namun ia segera menyekanya.

"ch-chanyeol oppa.." lirih Hyun Yu. Ia tidak menyangka Chanyeol akan menangis gara gara Baekhyun.

Tanpa berkata apapun, Chanyeol segera meninggalkan Baekhyun yang mematung karena kepergiannya.

"omona.. Hah.." Hyun Yu mengusap kasar air mata yang mengalir di pipi berisinya.

"argh!" erangnya. Kenapa harus ini yang terjadi?

***

"hiks.. Huwaa.. Eomma.." raungan yeoja ber-eyeliner tersebut menggema di ruang kolam renang yang ia pijaki. Ia menendang nendang udara melampiaskan kekesalannya.

"eottokhae?! Hiks.. Mianhae.." tangisannya semakin keras.

Ciittt! *backsound gagal-_-"

Pintu berbahan besi tersebut berdecit.

Baekhyun tidak memperdulikan hal tersebut. Ia lebih memilih menangis lebih keras.

"baekhyun-ah.." suara bass tersebut membuat Baekhyun menoleh seketika. Matanya yang sipit kini membulat.

"ch-hiks-chanyeol.."

"uljimma.." Chanyeol segera menempati tempat kosong di samping Baekhyun.

"m-mianhae.. Hiks.. Aku jahat chanyeol.. Aku jahat.." Baekhyun menutup wajahnya menggunakan kedua tangan.

"aniya.." suara Chanyeol sedikit bergetar. "kau tidak salah.." lirihnya.

"ani.. Aku sangat jahat.." Baekhyun menggeleng.

Chanyeol segera merengkuh tubuh mungil Baekhyun.

"baekhyun-ah.." Chanyeol mengambil nafas.

"kau tau? Aku mencintaimu"

Hening sejenak.

"kukira kau akan luluh padaku saat aku mengajakmu pulang bersama.. Kukira kau akan menyukaiku saat aku membelikanmu strawberry.. Kukira kau akan mau denganku saat aku mengajakmu kencan.. Tapi.. Hati memang tidak bisa dipaksakan.. Aku tidak menyalahkanmu yang mempunyai hubungan dengan kris-"

"ch-chanyeol," Baekhyun terkejut.

"sstt.. Diam.. Ingat baekhyun-ah, kau tidak bersalah.. Kris hanya salah paham dengan perasaannya.. Kau tak usah takut.. Tidak ada yang salah pada hal ini.. Kuharap kau memberitau junmyeon secepatnya.. Karena, semakin lama maka ia akan semakin sakit.." Chanyeol membelai surai Baekhyun lembut.

"jangan menyalahkan dirimu sendiri.." Chanyeol mengecup puncak kepala Baekhyun. "aku mencintaimu.."

Chanyeol berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.

Tangisan Baekhyun kembali terdengar.

"hiks.. Mianhae chanyeol-ah," tangis Baekhyun sambil menunduk. Ia merutuki dirinya sediri. Bisa bisanya ia menyia nyiakan namja seperti Chanyeol.

Namun bagaimana lagi? Hati tidak bisa dipaksa.

TBC

*nyengir
muup kalo kurang ngefeel ;-;
Intinya cuman minta review
..