DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

Summary :

"Aku sungguh tak bisa, Hinata-chan" Ucap Naruto lagi. "Aku benar-benar tak bisa menghilangkan perasaanku pada Sakura-chan. Aku..." Naruto menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Aku begitu mencintainya"

Warning : Chapter ini mengandung Lime, semi-M,

Don't like don't read

.


.

.Chapter 4.

Izinkan Aku Mencintaimu

'^_^

.

"Hei, Naruto"

Naruto terlonjak oleh suara yang mengagetkan lamunannya. Tubuhnya sedikit oleng hampir jatuh dari bangku taman karena sejak tadi dirinya termangu sambil menopang dagu dengan satu tangannya. Sudah 2 jam lamanya, Hinata tak kunjung datang memenuhi janji mereka. Naruto segera merapikan bajunya yang sedikit kotor oleh dedaunan yang jatuh dari pohon.

"Ino. Shikamaru" ucap Naruto mengetahui siapa dua pemuda pemudi yang berdiri didepannya. Naruto menelusuri dua shinobi konoha itu. Ino menggelayut manja pada lengan pemuda berambut hitam yang tengah membawa tentengan belanjaan. Naruto yakin mereka baru saja pulang dari belanja. "Banyak juga barang yang kalian beli" ucap Naruto melirik pada Shikamaru. "Seperti kalian saja yang akan menikah"

"Memang wanita merepotkan, auw…" ucap Shikamaru yang diiringi cubitan dari Ino. Naruto tertawa melihat mereka. Sungguh pasangan yang aneh. Batin Naruto.

"Ino. Kau melihat Hinata?" tanya Naruto.

"Hm… tidak hari ini" Ino menggeleng, begitupun Shikamaru.

"Wah dimana dia?" Naruto menggaruk kepalanya.

"Ada apa Naruto?"

"Ah tidak. Hanya saja kami berjanji untuk berbelanja bersama membeli baju untuk menghadiri pernikahan Sakura dan Sasuke-teme besok"

"Lalu?"

"Sudah kutunggu dua jam disini, dia tidak muncul-muncul. Entahlah aku khawatir padanya, sebaiknya aku kerumahnya saja. Jaa na" tanpa menunggu jawaban dari Ino dan Shikamaru. Naruto segera menghilang dari hadapan keduanya.

"Bocah ituuu…" Ino menggeram. "Kalau memang akan kerumah Hinata, mengapa dia harus menunggu hingga 2 jam disini. Dasar baka"

"Sudahlah Ino, ayo kita pulang" Shikamaru berjalan meninggalkan Ino yang mengepalkan tangannya.

"Hei, Shika. Kenapa kau meninggalkanku. Maa-te" teriak Ino segera berlari menyusul Shikamaru.

.

Izinkan Aku Mencintaimu

.

2 jam sebelumnya

Hinata melangkahkan kakinya dengan ringan, wajahnya begitu merah membayangkan hari ini dirinya akan pergi bersama Naruto. Dipeluknya erat bekal makanan yang rencananya akan ia makan bersama Naruto sebelum pergi berbelanja. Bukankah menyenangkan makan ditaman berdua dengan orang yang selama ini mengisi hatinya. Sejak kecil Naruto sudah ada dalam hatinya, Hinata jatuh hati pertama kali saat bocah berambut kuning yang ternyata teman satu akademi-nya itu menolong dirinya ketika diganggu oleh beberapa anak-anak nakal yang benci dengan keluarga hyuuga-nya.

Hinata yang pemalu dan pendiam tak pernah bisa berada dekat dengan Naruto dan saat inilah dirinya bisa lebih dekat dengan Naruto.

Belum jauh Hinata meninggalkan kediamannya sebuah tangan membekapnya dengan sapu tangan dan seketika itu Hinata tak sadarkan diri.

Saat gadis itu membuka mata dirinya sudah berada di atas sebuah tempat tidur dengan keadaan yang benar-benar memalukan. Kedua tangannya terikat di kedua sudut tempat tidur di atas kepalanya, sedangkan kedua kakinya juga terikat dikedua sudut tempat tidur yang berada di bawah kakinya. Saat dirinya ingin berteriak tak sedikitpun suara lolos dari tenggorokannya, dan saat itulah ia tau bahwa ada segel yang diletakkan di sekitar lehernya.

Hinata berusaha meronta dan usahanya itu membuat suara berisik dari gerakan tempat tidur yang ikut bergerak karena tubuhnya yang meronta-ronta.

Hinata menghentikan rontaannya saat seseorang hadir di hadapannya. Pemuda berambut raven dengan tatapan yang tajam menusuk pada dirinya.

Dirasakan oleh Hinata tangan itu mulai melepaskan ikatan kakinya, Hinata mencoba menendang pemuda itu namun gagal karena kaki itu segera kaku saat telapak tangan pemuda itu menggenggam lutut kaki Hinata. Pemuda itu memberikan segel pada kedua kaki Hinata. Pemuda yang menatap tajam pada Hinata bergerak naik dan menyentuh leher Hinata dengan telapak tangannya. Hilanglah segel yang tadi membelenggu tenggorokan Hinata.

Berteriak. Itulah hal yang pertama Hinata lakukan. Namun suaranya sudah terbenam dalam kedua bibir pemuda yang sekarang sudah menduduki perutnya. Namun tak berapa lama bibir itu membekap mulut Hinata, pemuda itu menjauhkan wajahnya dari wajah Hinata.

Dengan gerakan cepat pemuda raven itu memasukkan cairan berwarna sama dengan warna rambut Hinata yang tadi berada dalam sebuah botol yang dipegangnya. Setelah itu sang pemuda membekap mulut Hinata dengan sebuah sapu tangan.

Pemuda itu menarik celana yang dipakai Hinata, Hinata berusaha meronta namun ia sama sekali tak dapat berbuat apa-apa. Dalam hati ia berdoa, meminta pertolongan. Hinata benar-benar tak dapat melakukan apa-apa ia hanya bisa meneteskan airmata dan bergumam menahan segala rasa yang ia rasakan pada setiap sentuhan pada tubuhnya oleh pemuda raven itu.

.

Izinkan Aku Mencintaimu

.

Kembali ke waktu sebenarnya

Sakura berjalan tak tau arah, tadi dirinya baru saja dari apartemen Sasuke untuk mencari pemuda itu namun penerus Uchiha itu tak ia temui di apartemennya.

Hingga dirinya bertemu dengan Naruto di tengah jalan dan terlihat pemuda itu juga seperti kebingungan.

"Naruto, ada apa?" Tanya Sakura.

"Hei Sakura-chan" Balas Naruto "Apa kau melihat Hinata?"

Hinata? Kenapa Naruto menanyakan Hinata? Apa mereka…

"Aku tak melihatnya. Memangnya ada apa Naruto?" Selidik Sakura.

"Kami berjanji bertemu di taman tapi sampai sekarang dia tidak kelihatan. Aku jadi mengkhawatirkannya"

"Khawatir, kenapa kau tak mencari dirumahnya?"

"Hehehe... Aku memang sedang menuju rumah Hinata-chan. Baiklah Sakura-chan, aku pergi dulu. Jaa..." Naruto meninggalkan Sakura dengan lambaian tangan tanpa menoleh pada gadis itu.

"Na..ruto tungguuu..." Ucap Sakura yang terlambat menyadari bahwa Naruto sudah jauh dan hingga meninggalkannya dirinya terpaku disana.

Mengapa aku merasakan hal ini? mengapa ada rasa sakit dalam hati ini mendengar Naruto menyebut dan sedang mencari Hinata. Sakura memegang sebelah dadanya dan mencengkeramnya kuat. Ada apa denganku, kami-sama?

.

Izinkan Aku Mencintaimu

.

"Hinata-chan. Ternyata kau ada dirumah? Aku menunggumu di taman sejak tadi. Kau melupakan janji kita Hinata-chan?" Ucap Naruto tak sabaran ketika mendapati Hinata yang duduk termenung di depan rumah Hinata. Wajah gadis itu terlihat murung. Naruto merasa heran dan khawatir melihat keadaan Hinata.

"Hinata-chan kau tidak apa-apa? Apa kau sakit?" Tanya Naruto yang memiringkan wajahnya di depan wajah Hinata untuk melihat jelas wajah gadis itu. Hinata yang kaget melihat wajah Naruto yang terlalu dekat dengannya refleks mundur dengan wajah memerah.

"Ternyata kau kenapa-kenapa Hinata-chan? Biasanya kau akan langsung pingsan jika aku mendekatkan wajahku padamu. Tapi sekarang kau sama sekali tidak pingsan"

"Eh..." Ucap Hinata yang juga baru menyadari hal itu. Memang biasanya ia akan langsung pingsan jika terlalu dekat dengan Naruto apalagi dalam keadaan yang tak terduga seperti tadi. Hinata menelusuri wajahnya dengan satu tangan, dan tangan yang satunya menekan pada bagian dadanya. Merasa tak ada degupan yang kencang dari jantungnya Hinata merasa heran. Ada apakah gerangan dengan dirinya?

"Ano Naruto-kun" Kali ini Hinata juga tidak jadi gagap.

"Kau juga tidak lagi gagap, Hinata-chan"

"Eh, gomen Naruto-kun aku juga baru menyadarinya. Tapi aku minta maaf karena tidak datang menepati janji kita untuk bertemu dan pergi hari ini. Entah mengapa aku baru saja terbangun dari tidur di dalam kamarku, padahal tadi aku merasa kalau aku sudah berangkat menuju tempat kita janjian. Sekali lagi aku minta maaf Naruto-kun" Hinata membungkuk dengan mata sedikit berkaca.

"Hehehe... Tak apa Hinata-chan, melihat kau tidak pingsan dan tidak gagap lagi itu jadi membuat aku melupakan janji kita tadi. Aku tadi cuma mengkhawatirkanmu kenapa tidak datang, ternyata kau ketiduran ya? ah baiklah kalau begitu kita makan ramen saja. Kau mau?" Naruto mengangkat satu alisnya untuk menggoda Hinata.

Hinata tersenyum. "Iya, aku mau"

Keduanya berjalan beriringan menuju kedai mie ramen favorit Naruto, di sepanjang perjalanan Naruto dan Hinata saling bertukar cerita saat-saat mereka sedang menjalankan misi masing-masing.

"Hinata-chan" Panggil Naruto di sela cerita mereka. "Lain kali aku akan meminta Hinata-chan menemaniku menjalankan misi"

"Benarkah?" Tanya Hinata.

"Yah benar" Ucap Naruto. "Apa kau mau, Hinata-chan?"

"Aku mau, Naruto-kun"

"Yosh. Kita akan jadi tim yang hebat, Hinata-chan" Teriak Naruto bersemangat. Hinata tersenyum dan keduanya tertawa kecil. Sungguh terlihat begitu bahagia mereka berdua. Sama sekali tak ada rasa sedih terlihat dari diri Naruto yang ia simpan rapih di dalam hati.

Lain bagi Naruto lain lagi bagi Hinata, gadis itu sama sekali tak menyadari dan tidak ingat sedikitpun bahkan dirinya tak tau bencana apa yang akan ia dapati di hari esoknya. Yang jelas terlihat Naruto tengah tertawa bersama Hinata.

Di lain tempat lain pula keadaannya dari keadaan Naruto dan Hinata yang sedang tertawa riang, walau berjarang tidak terlalu jauh seorang gadis berambut merah muda sama sekali tak terhipnotis untuk ikut tertawa melihat kebahagiaan yang keduanya perlihatkan. Wajah gadis itu nampak menjadi semakin muram dan terlihat jelas kesedihan ada di raut wajahnya.

"Naruto..." Desis gadis itu yang sama sekali tak terdengar oleh Naruto dan Hinata.

.

Izinkan Aku Mencintaimu

.

Hari ini adalah hari H, hari besar dan hari yang akan disambut kebahagiaan oleh orang-orang terdekat Sakura ataupun Sasuke, hari ini adalah hari dimana Sakura dan Sasuke akan resmi menjadi suami istri. Para Shinobi sahabat-sahabat Sakura dan Sasuke sudah hadir untuk menyaksikan kedua pengantin.

Walau sederhana namun pesta pernikahan Sakura dan Sasuke terkesan meriah karena banyaknya para pengunjung yang ingin melihat kecantikan pengantin wanita dan ketampanan pengantin pria.

"Uchiha Sasuke, Bersediakah kau menjadi suami dari Haruno Sakura untuk setia mendampingi hidupnya dalam keadaan susah, senang dan sedih"

"Aku bersedia" Jawab Sasuke.

"Haruno Sakura, Bersediakah kau menjadi istri dari Uchiha Sasuke untuk setia mendampingi hidupnya dalam keadaan susah, senang dan sedih"

"Aku..." Ucap Sakura pelan. Sasuke melirik Sakura. "Bersedia" Lanjut Sakura.

"Kalian boleh mencium pasangan masing-masing"

Sasuse dan Sakura berbalik saling berhadapan. Sasuke mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura begitupun Sakura. Sasuke memejamkan matanya dan menyatukan bibirnya ke bibir Sakura.

Lain Sasuke lain Sakura, saat ia merasakan sentuhan lembut bibir Sasuke pada bibirnya Sakura menatap senduh pada sosok Naruto yang berdiri di barisan paling depan dengan berdampingan dengan Hinata disebelah Naruto. Gadis Hyuuga itu mengambil tangan Naruto dan menggenggamnya erat, seolah menguatkan pemuda Namikaze itu. Naruto menoleh pada Hinata saat merasakan tangan lembut gadis itu menggenggamnya hangat, padahal sejak tadi pandangan mata Naruto tak pernah lepas dari tatapan mata Sakura yang juga menatapnya.

Naruto tersenyum menatap Hinata dan melihat Naruto berpaling Sakura yang masih berada dalam kecupan Sasuke memejamkan matanya. Namun pejaman mata itu menampakkan bayangan pemuda yang Sakura kenali adalah Naruto. Sesaat kecupan Sasuke dilepaskan oleh pemuda Uchiha itu dan Sakurapun kembali membuka matanya dan saat ia mencari sosok Naruto, pemuda itu sudah tak ada di tempatnya tadi.

"Sakura ada apa?" Tanya Sasuke heran melihat pandangan mata Sakura yang kosong seolah kebingungan.

"Ah.. tidak, tidak apa-apa Sasuke-kun. Mari"

Sakura meraih lengan Sasuke untuk menggandengnya dan menuruni altar dan mendatangi pengunjung yang datang untuk memberi selamat kepada mereka.

.

Izinkan Aku Mencintaimu

.

Diluar ruang pernikahan.

Naruto menyenderkan tubuhnya di tembok. Tadi saat ia sedang menatap Hinata dan berbalik untuk kembali menatap Sakura, gadis itu sedang terpejam menikmati kecupan dari bibir Sasuke. Naruto yang tak tahan segera menarik Hinata keluar dari ruangan itu.

"Naruto-kun" Ucap Hinata menatap khawatir pada Naruto.

Naruto memejamkan matanya. Sungguh diluar dugaannya, sebelumnya dia merasa akan kuat melihat Sakura bersama Sasuke namun apa yang ia lakukan barusan meninggalkan acara pernikahan Sakura dan Sasuke sebelum mengucapkan selamat kepada mereka berdua sudah membuktikan bahwa dirinya tak mampu dan tak sanggup untuk melihat Sakura dan Sasuke bersama apalagi melihat mereka dalam keadaan saling berciuman.

"Hinata-chan" Ucap Naruto membuka matanya. "Aku akan pergi ke suna, aku akan menenangkan diriku"

"Eh" Hinata menatap Naruto semakin intens

"Aku sungguh tak bisa, Hinata-chan" Ucap Naruto lagi. "Aku benar-benar tak bisa menghilangkan perasaanku pada Sakura-chan. Aku..." Naruto menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Aku begitu mencintainya"

"Naruto-kun" Hinata benar-benar melihat iba pada pemuda yang selama ini disayanginya. "Kau pasti kuat, Naruto-kun" gadis itu memeluk Naruto.

.

Izinkan Aku Mencintaimu

.

Malam ini malam pertama Sakura resmi menjadi istri seorang Uchiha, pemuda penerus klan Uchiha yang bernama Sasuke dan terkenal tampan. Siapapun gadis yang akhirnya menikah dengan Sasuke pasti akan merasa bahagia.

Bahagia. Sakura pasti akan merasa bahagia sudah menikah dan mendapatkan pujaan hatinya.

Namun lain perasaan yang Sakura rasakan saat ini, perasaannya terasa kosong dan terasa begitu hampa. Rasa yang sejak tadi ia rasakan saat menatap pada manik mata shapire Naruto, sungguh tatapan itu begitu menusuk hingga kejantung hatinya. Perasaan sakit kini juga terasa oleh Sakura. Terlihat jelas kesedihan yang terpancar dari sorot mata shapire yang tajam menusuk pada emeraldnya.

Sakura terduduk dengan kedua tangan memeluk kedua kakinya yang tertekuk. Lutut kakinya menopang dagunya. Pikiran yang menerawang jauh membuat Sakura tak menyadari kedatangan Sasuke yang mendekati dan duduk disampingnya.

Tangan kekar Sasuke meraih tubuh Sakura. Merebahkan tubuh mungilnya ke tempat tidur. Sasuke dengan tak sabar mencium sudut bibir Sakura namun Sakura sama sekali tak bereaksi, tubuh Sakura seperti kaku dengan tatapan kosong.

Sasuke tak memperdulikannya. Bibirnya kali ini mendarat sempurna pada bibir Sakura, mengecup dan melumat bibir Sakura yang merekah namun gadis itu masih tidak merespon.

Saat Sasuke menurunkan kecupannya ke leher Sakura, gadis itu meneteskan airmata yang jatuh pada tangan kanan Sasuke yang membelai rambut Sakura. Seketika Sasuke menghentikan aksinya, ia menatap pada wajah gadis yang berada di bawahnya.

"Ternyata benar dugaanku" Ucap Sasuke tetap di depan wajah Sakura.

Sakura menatap pada mata kelam Sasuke.

"Kau memang sudah tidak mencintaiku, Sakura" Lanjut Sasuke.

Sakura tak menjawab namun wajahnya menampakkan wajah yang begitu sendu.

"Tidurlah, kau pasti capek seharian ini" Sasuke menjauhkan tubuhnya dari Sakura, merebahkan tubuh dan memejamkan matanya di samping Sakura yang masih terdiam menatap kosong, sekali lagi gadis itu meneteskan airmata dan memejamkan matanya.

.

Izinkan Aku Mencintaimu

.

Dipagi harinya, Sakura terbangun dan tidak lagi mendapati sosok Sasuke yang tidur di sampingnya tapi putri dari keluarga Haruno itu mendapati sebuah kertas yang tergeletak tepat dimana Sasuke semalam tertidur.

Sakura meraih kertas itu, goresan tinta hitam pada kertas itu sudah tidak lagi basah dan kertas itu sudah terasa dingin di tangan Sakura menandakan kertas itu sudah lama berada di sana.

'Sakura.

Mungkin ini memang gila, tapi inilah yang bisa aku lakukan padamu dan pada Naruto. Aku begitu egois merebutmu dari Naruto saat dirimu sudah terlanjur jauh dariku. Saat dimana perasaanmu sudah tertanam dalam pada Naruto.

Kau mencintainya, Sakura. Kau mencintai Naruto, Sakura.

Sakura, Akuilah itu! Sebelum semuanya terlambat. Cepat datanglah padanya! Katakan bahwa kau mencintainya! Katakan bahwa kau masih suci, dan masih layak bersamanya.

Aku akan pergi beberapa waktu dari desa konoha untuk menenangkan diriku, dan aku ingin merenunginya sebuah dosa yang baru saja aku lakukan, lagi. Aku harap saat aku sudah kembali kau sudah bahagia bersama Naruto'

Sakura terpaku setelah membaca barisan tulisan pada kertas yang ada di genggamannya. Tak menyangka dengan apa yang ada di tulis oleh Sasuke di kertas itu, ada sedikit tanda tanya besar. Namun ada perasaan lega yang selama ini menyesakkan dadanya. Dari tulisan itu juga Sakura sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Tanpa menunggu lagi dan dengan masih mengenakan pakaian tidurnya Sakura berlari keluar melompati rumah-rumah penduduk dan menuju sebuah apartemen.

Sakura menggedor sebuah pintu dengan tak sabar dan beberapa saat pintu itu terbuka dan menampakkan seorang pemuda berambut kuning dan sama-sama masih mengenakan baju tidurnya.

Sakura langsung menghambur kedalam pelukan pemuda yang terkejut karena kedatangannya dan bola mata shapire itu membulat saat Sakura memeluk tubuhnya.

"Saku-ra-chan" Ucap Naruto tak percaya.

.

TBC

.


Ucapan Terima Kasihku :

Terspesial untuk yang udah ngeFAVS dan memFOLLOW fic ini : Aurora Borealix, Melly Fullbuster, Namikaze Haruno, Aganovic, Chersygunawan, karinheyo, lovezorobin, uzumaki julianti san, Dandeliona96, Dicchan Takaminata, Mistic Shadow, Mendokusai144

Terima kasih juga untuk yang review walau tidak memklik FAVS atau FOLLOW pada fic ini :D

ARIGATOU GOZAIMASSU MINNA-SAN

.

Balas Review :

WinteR '6661' Fuyu : Tebakan kamu tepat, itu memang Sasuke. OK sudah huruf kapital kok TBC nya, arigatou

Lily Purple Lily : NaruSaku akan bersatu kok, tenang aja. Hehehe Shock ya? padahal Hinata biasa aja tuh sekarang. ;-)

Aden L kazt : Sudah jelas-kan siapa yang nyekap Hinata!

Mistic Shadow : Ketulusan Naruto pasti membuahkan akhir yang bahagia, Endingnya sudah hampir kelihatan kok. Hinata diperk*sa

Namikaze Haruno : Wah benarkah? ini sudah Update, semoga tidak mengecewakan

Dandeliona96 : Aku juga kasihan lihat Naruto dan Hinata, hiks hiks hiks... kita nangis bareng yukk!

karinheyo : Sakura sudah nikah dengan Sasuke. Hinata diperk*sa.

aganovic : Aku juga terharu banget ya sama kebesaran hati Naruto, endingnya NaruSaku.

mendokusai144 : Hina diperk*sa, nyelekit yang mana nih?

MonkeyD Nami : Sakura disini sudah mengakui bahwa dia mencintai Naruto.

Guest : bingung mesti gimana jawab review para 'Guest', pake nama saja dunk! Yang jelas Hinata di perk*sa oleh Sasuke.

Sugar Princess71 : Hehehe,,, makasih banyak dibilang keren *mata author berkaca-kaca. Benar Hinata diperk*sa oleh Sasuke, soal Sasuke ada rasa dengan Hinata itu akan dibahas pada chapter selanjutnya. ditunggu aja ya! Keep read...

n : Wah baru baca ya? gpp deh tapi nanti bakal terus baca kan? Sakura dan Naruto akan sama-sama mengakui perasaan cinta mereka, betul sekali, saya Author yang tergila-gila dengan Pairing LuffyXNami dan NarutoXSakura. panggil Venus-chan aja! Hinata diperk*sa Sasuke. BTW nama kamu tuh siapa? jangan cuma n dunk, kamu pasti punya akun di sini kan? Login dunk!