Just Moved
.
.
.
~enjoy~
.
.
.
DLDR
Sakura masuk ke rumah tetangganya lengkap dengan pakaian pembantu ber-apron kuning dengan wajah Sasori berwarna hitam putih di tengahnya, membawa alat pel ditangan kanannya, dan baskom(?) yang berisi setumpuk piring ditangan kirinya.
Serta rambut yang dikepang dua. Lengkaplah sudah peran pembantumu Sakura hahaha*tawanista
"Wow... Selebriti universal punya rumah yang menakjubkan."ucap Sakura, menyapukan pandangannya keseluruh penjuru ruangan.
"Aku Haruno Sakura akan bertanggung jawab demi kebersihan LV. Yosh!!"
~oOOo~
Di kantor Nyonya Haruno
'Tringg tringg'
Telepon dimeja kerja Mebuki berbunyi nyaring menandakan ada seseorang yang menghubunginya.
"Halo. Dengan Gumstrat Real Estate disini. Ada yang bisa saya bantu?"
"Ha'i, saya sudah mengirim pembantu hari ini."
"Jangan khawatir, jangan khawatir. Dia bisa diandalkan."
"Saya sudah sampaikan padanya tentang persyaratan Anda."
"Oh.. Ya, arigatou."
'Klik'
Telepon pun terputus. Setelah percakapannga tadi Mebuki teringat tentang dua orang yang pernah bertemu dengannya.
Flashback
"Kami khawatir tentang gosip karena mereka adalah selebriti ." ucap salah seorang pria di depannya.
"Kau bisa mencarikan seorang nenek-nenek yang tidak pernah menonton TV mungkin? " ucap seorang pria disamping pria tadi.
"Tentu saja. Jangan khawatir, " jawab Mebuki
End of Flashback
"Aku yakin Sakura lebih baik daripada orang asing, benar kan?"tanya Mebuki entah pada siapa.
Sakura asik bersenandung sembari memunguti sampah-sampah disetiap ruangan. Saat sedang membersihkan sampah di dapur, Sakura melihat ada empat gelas berjejer di pantry lalu mengambil salah satunya.
Mendekatkan ujung gelas kebibirnya. "Yeaah.. Aku bisa merasakan sentuhan LV."
Pindah keruangan selanjutnya Sakura melihat sebuah selimut yang ternyata dipakai oleh Sasori. Mencium aroma yang melekat diselimut tersebut, "Hmm.. Ini pasti, aroma Sasori-kun yang imut itu.. Hmm hahh."
Masuk kesebuah kamar, ketika sedang mengepel lantai,Sakura melihat sebuah topi berwarna hitam milik Naruto. Sakura memakainya lalu mengambil ponsel.
"Ini adalah gayanya LV." Sakura bergaya dengan jari tangan telunjuk dan tengahnya membentuk huruf 'V'.
"Narutoo."
Berjalan keatas sembari mengelap tangga, Sakura melihat sebuah pintu disebelah kanan. Tepat didepan tangga.
"Ruangan paling kanan... Ahh berarti yang ini." Sakura berjalan kearah ruangan tersebut.
Sakura berniat untuk masuk kedalam, namun saat memegang gagang pintu, "Tidak. Aku akan menghormati privasi mereka. LV mungkin punya rahasia yang perlu dijaga juga."
Sakura pergi ke atap untuk menjemur pakaian, namun saat menjemur empat masker berwarna hitam, Sakura teringat sesuatu.
"Tidak mungkin. Empat pria itu adalah LV? Lalu bagaimana gadis bule Matilda? Ahh... Ruangan itu." ujar Sakura ketika mengingat malam itu.
'Cklek'
Suara pintu terbuka terdengar disebuah ruangan. Sakura masuk perlahan dengan mengendap-ngendap seperti seorang pencuri.
Melemparkan pandangannya keseluruh sudut di ruangan itu.
"Semua ini apa? Hmm.. Aku mencium aroma profesionalisme disini."
"Whoah.." mata Sakura berbinar-binar melihat ruang itu. Tentu saja karena ruangan itu hampir mirip seperti studio musik daripada sebuah kamar. Dindingnya yang berwarna putih, dan sebuah ranjang yang didominasi warna biru tua.
Mengarahkan pandangannya kearah kesebelah kanan ruangan. Dia melihat ada tas gitar bernama 'Matilda'.
"Hei, ternyata Matilda bukan seorang gadis. Itu gitar! Siapa sih yang menamakan gitarnya Matilda--"
"Hah? Beraninya kau menginjakan kaki di rumah suci ini!" Are? Ada kecoak ternyata... hajar kecoak jahanam itu Sakura!
*authorsaid?
Terjadi aksi kejar-kejaran antara Sakura dengan seekor kecoak. Mengambil sebuah buku bersampur biru dengan lambang notasi ditengahnya, Sakura menggunakan buku itu untuk menggeplak(?) kecoak itu.
"Hey kau, jangan mengira aku gadis biasa. Aku tidak takut!"
Sakura terus mengejar kecoak itu tanpa memperdulikan barang-barang yang tidak sengaja disenggol olehnya. Melihat kecoak itu berjalan kearah ujung rangjang, Sakura berinisiatif untuk menangkapnya dengan melompati ranjang.
"Hei!!!"
Bruuk
Cklek
Pintu dikamar itu terbuka, memperlihatkan Sasuke yang terkejut melihat keadaan kamarnya. Juga seorang gadis yang terlihat seperti putri duyung terdampar di ranjangnya.
"Kau sedang apa dikamarku?" tanya Sasuke dingin.
Sakura segera beranjak bangun. Merapikan pakaiannya, dan menatap gugup wajah garang Sasuke.
"E-etto.. T-tadi..."
"Keluar sekarang."
Sakura hanya terdiam mematung, tanpa beranjak sedikitpun.
"Wanita pembersih pasti sudah datang. Whoah.. Tidak ada setitik debu pun--
"Aku bilang keluar!!"
Teriakan Sasuke membuat Naruto dan yang lainnya yang sedang berada dibawah terkejut.
"Keributan apa itu?"
"Hiks... Hiks..." Sakura langsung keluar dari kamar Sasuke. Berjalan menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Kegiatan Sakura itu ternyata menarik perhatian Sasori.
Sakura berlari keluar, berhenti diteras rumah lalu memeluk kedua lututnya. Menangis.
Cklek
Suara pintu kembali terbuka oleh seseorang. Menyampirkan sebuah mantel dipundak Sakura.
Sakura mendongakkan kepalanya. Melihat siapa yang melakukannya.
"S-sasori-kun?"
"Hei, ini fotoku. Meskipun bukan yang terbaik." ujar Sasori sembari memberikan apron Sakura yang tertinggal.
Melihat Sakura yang hanya terdiam. Sasori kembali berkata, "Kau disini untuk bersih-bersih, kan? Apakah Sasuke salah paham?" tanya Sasori.
"Aku tidak bermaksud ... Tidak seperti itu." jawab Sakura.
Sasori hanya tersenyum mendengarnya. Mengangkat tangannya lalu menangkup salah satu pipi Sakura yang memerah.
"Hei, wajahmu begitu merah. Aku tidak bisa menahan diri. Maafkan aku."
Tanpa mereka berdua sadari, seseorang melihat kegiatan mereka dengan ekspresi yang sulit diartikan dari lantai dua.
To be Continued
