Disclaimer : Masashi Kishimoto

Author : ran-moury

Pair : SasuNaru, ItaNaru

Warning : Slash, Gaje, sedikit lebay, membosankan, banyak typo, dll

Don't like, Don't read

Happy Reading

My Brother Is My Life

Chapter 4

Itachi kini merasa sangat bahagia dengan adanya Naruto di sampingnya. Tak perlu lagi harus bersusah payah mencari-cari perhatiannya. Tapi hal itu sangat bertolak belakang dengan keadaan Sasuke. Dia begitu kecewa dengan keputusan dari Naruto. Dia sangat yakin, kalau Naruto tidaklah mencintai Itachi. Karena itu sebelum Naruto benar-benar berada di bawah kekuasaan Itachi, dia akan terus berusaha mendapatkan Naruto.

Naruto kini tengah berada di ruang keluarga, menonton TV sendiri. Dia terus saja terfokus pada layar TV yang menampilkan gambar-gambar yang menarik. Terkadang bibirnya terangkat karena tayangan yang lucu. Tanpa tersadar dari belakang Sasuke tengah mengamatinya.

Sasuke mendekati Naruto dan duduk di kursi dekat Naruto. Tidak ada yang memulai pembicaraan, mereka hanya diam dengan pemikirannya sendiri. Semenjak kejadian menjelang pertunangan Naruto dengan Itachi, hubungan mereka menjadi agak canggung. Apalagi jika tanpa sengaja mereka bertemu pandang. Masing-masing mengalihkan pandangannya dengan muka agak merah.

Jujur saja Naruto sangat bingung dengan perasaannya. Kenapa baru saat ini ia merasakan perasaan itu. Setelah Naruto bisa menerima keadaannya untuk bertunangan dengan Itachi, kenapa perasaan gelisah setiap bertemu maupun teringat wajah Sasuke selalu saja muncul.

Suara telephon memecah keheningan diantara mereka. Sasuke berdiri dan mendekati tempat dimana telephon berada.

"Halo?"

"Ada apa Sakura?"

'DEG'

Jantung Naruto entah mengapa agak tersentak. Dia tidak mengenal siapa Sakura, tapi mendengar cara mereka berbicara, dia merasa Sasuke dan Sakura mempunyai hubungan dekat.

"Baiklah, Sakura." dengan itu Sasuke menutup telephonnya. Beranjak dari tempat tadi dan masuk ke kamarnya.

Tak lama kemudian Sasuke keluar sambil menggunakan jaket. Naruto langsung berdiri melihatnya.

"Sasuke-nii! Mau kemana!"

"Bertemu dengan teman kampus." Dengan itu Sasuke keluar rumah dan meninggalkan Naruto yang masih berdiri di dalam.

Naruto masih menatap pintu yang mana tempat dari menghilangnya Sasuke dari pandangannya. Hatinya agak terguncang setelah mendengar nada ketus dari kakaknya.

"Tadaima!" suara dari pintu menginterupsi lamunan Naruto.

Dari arah pintu Naruto dapat melihat tunangannya a.k.a Itachi tengah melepaskan sepatu.

"Okaeri."

Naruto melangkah mendekati Itachi dan mengambil alih barang-barang yang ia bawa. Naruto berbalik untuk membawa barang-barang itu ke kamar tunangannya.

"Naruto!"

Naruto menoleh, dan sungguh terkejutnya ia saat ia menyadari bahwa Itachi kini tengah mencium keningnya.

Tangan Itachi meraih rambut Naruto, mengacak rambutnya lembut. Dengan penuh kasih sayang, Itachi kembali mengecup kening Naruto. Sedangkan Naruto, tetap terdiam tanpa membalas perlakuan Itachi.

Naruto merasa sangat bersalah pada Itachi. Itachi sangat menyayangi dan mencintainya, tapi apa balasannya? Naruto tidak mempunyai hal yang sama dengan yang Itachi rasakan. Yang ada hanyalah kasih sayang untuk seorang kakak. Di hatinya paling dalam tak sedikitpun ia mengnggap Itachi sebagai seorang kekasih.

"Sampai kapan kau akan terus seperti ini Sasuke? Kau tidak bisa terus seperti ini. Putuskan apa yang ingin kau lakukan." Seorang gadis berambut merah muda kini tengah terduduk di salah satu meja di suatu kafe.

"Ini tak semudah yang kau pikirkan, Sakura." Dengan sedikit marah ia tak merasa kalau sudah mengganggu pelanggan yang lain.

Sakura adalah sahabat yang sangat Sasuke percayai. Bahkan Sasuke merasa bahwa Sakura seperti kakak perempuannya sendiri.

"Sebaiknya kau coba bicara lagi dengannya!"

"Kenapa kau tidak mencobanya sendiri, Sakura?" Sasuke berdiri, dia sama sekali tak memperdulikan orang-orang yang memandang aneh kepadanya.

"Maaf, Sasuke!"

Sasuke melangkah pergi tanpa memperdulikan Sakura yang tengah tertunduk.

Sakura sangat tahu tentang Sasuke. Dia tahu bahwa Sasuke mencintai Naruto. Sebenarnya dia ingin membantu Sasuke yang sudah dia anggap sebagai adik. Dan ia juga sangat tahu bahwa ini akan sangat sulit, karena ia juga sudah mencoba bicara dengan Itachi. Akan tetapi semua percuma.

Jujur saja, Sakura juga sangat sedih. Bukan hanya karena melihat Sasuke yang sudah ia anggap sebagai adik tengah bersedih karena tidak bisa mendapatkan cintanya. Akan tetapi dia sangat sedih karena dia juga tak bisa meraih cintanya. Yah, Sakura sangat mencintai Itachi. Tapi sayangnya cinta yang ia berikan sama sekali tak terbalas.

Kemarin, setelah ia mengetahui bahwa Itachi akan bertunangan dengan Naruto, ia dan Sasuke berjanji akan menyatakan cinta pada orang yang mereka cintai. Dan entah mengapa nasib mereka sama. Mereka sama sekali tak mendapat kesempatan untuk sekedar kata cinta dari orang yang mereka cintai.

"Na-Naruto, kaasan bo-boleh me-minta se-suatu" Kushina berbicara tersekat-sekat karena menahan sakit di dadanya.

Naruto terus menangis tak henti-henti sambil menggenggam tangan Kushina yang lemah tak berdaya.

"Na-Naruto, meni-kahlah de-dengan I-tachi! Uhuk..uhuk" Kushina berhenti berbicara saat sebuah cairan berwarna merah menyeruak keluar, memenuhi mulut dan bajunya.

Saat melihat kaasannya dalam keadaan seperti itu, Naruto sangat panik.

"Kaa-san, beratahanlah!"

"Kaa-saan kumohon" Naruto berteriak. Entah mengapa pandangannya mengabur. Sayup-sayup ia mendengar ada seorang yang memanggil namanya.

"Naruto, bangun! Hei bangunlah!" dari suaranya, sangat jelas sekali bahwa ia sangat khawatir pada pria berambut kuning yang tengah terbaring dengan keringat dingin. Tangannya seperti ingin menggapai sesuatu, dan lagi laki-laki berambut kuning ini masih meneriakkan nama kaa-sannya.

Tanpa menunggu lagi, laki-laki bermata onik yang tengah mencoba membangunkan Naruto, kini memeluknya dengan erat. Dia sungguh tidak tahan melihat malaikatnya terus menjerit dan menangis.

"Eng..." Naruto membuka matanya. Yang ia lihat pertama kali hanyalah warna hitam. Ia merasa sangat nyaman dengan dekapan orang yang ada di depannya ini. Awalnya ia mengira bahwa orang yang memeluknya ini adalah Itachi, tapi ia sadar bahwa pelukan ini sangatlah berbeda dengan pelukan Itachi.

Orang yang memeluk Naruto kini melepaskan dekapannya. Dapat dilihat oleh matanya, wajah putih dan mata onik sang kakak a.k.a Sasuke.

Sasuke membingkai wajah Naruto. Didekatkan bibir Sasuke sekedar unruk mengecup kening Naruto dengan lembut dan kasih sayang.

Sasuke merebahkan tubuh Naruto kembali ke tempat tidurnya. Ia mengusap rambut naruto lembut. "Tidurlah kembali Naruto!" Setelah Sasuke mengucapkan itu, ia membalikkan badan untuk keluar dari kamar itu.

"Sasuke-nii mau kemana? Jangan pergi! Aku takut."

Sasuke kembali membalikkan badannya dan duduk di pinggiran tempat tidur.

"Tidurlah! Aku akan tetap disini menunggumu sampai terlelap."

Mendengar suara lembut anikinya, membuat Naruto sangat lega. Ia merasa bahwa Sasuke-niinya masih sama seperti dulu. Selalu menyayanginya, selalu membangunkannya saat Naruto bermimpi buruk, dan menemaninya sampai ia terlelap.

Setelah Sasuke tahu pasti bahwa Naruto sudah terlelap, ia segera berdiri. Dengan lembut ia memajukan wajahnya dan mengecup kening Naruto.

"Naruto, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." Dengan itu, Sasuke melangkah keluar.

"selamat pagi Itachi, ini kopimu." Naruto meletakkan secangkir kopi di depan Itachi.

Itachi mengalihkan pandangannya dari koran yang tadinya ia baca. Hari ini hari libur, jadi Itachi bisa bersantai-santai di rumah bersama dengan tunangannya.

"Itachi, aku mau belanja. Semua bahan makanan di lemari es sudah habis."

"Baiklah, apakah perlu aku antar?" Itachi bertanya dengan nada lembut.

"Tak perlu, lagi pula pusat pembelanjaannya juga dekat dengan rumah. Itachi istrirahat saja!"

"Baiklah kalau begitu, hati-hati ya!" Dengan itu Naruto keluar dari rumah. Ia berjalan kaki menyusuri jalan. Disepanjang perjalannya, Naruto bertemu dengan teman sekelasnya saat di SMA Konoha. Senyumnya sesekali mengembang tiap kali ada orang yang bertegur sapa denganya.

BRUK

"Ma-maaf"

Naruto mengamati gadis yang tak sengaja menabraknya tadi. Rambunya yang hitam kebiru-biruan dan wajahnya yang putih, membuatnya yakin kalau itu adalah Hinata, teman yang sempat ia memenuhi pikirannya.

"Hinata, apa kabar?" Dengan sebuah sebuah cengiran ia menyapa gadis manis yang ada di depannya itu.

"Ba-baik." Wajah Hinata memerah karena dipandangi Naruto.

Sudah lama ia tak bertemu dengan gadis yang pernah ia sukai ini. Terakhir kali ialah saat kelulusan. Sebenarnya Naruto masih menyimpan rasa bersalah pada Hinata karena penolakannya tempo lalu.

Saat itu Naruto juga mempunya perasaan yang sama terhadap Hinata. Akan tetapi sekarang ia sadar, bahwa rasa cintanya pada Hinata hanyalah karena ia adalah orang pertama yang menyatakan cinta padanya.

"Hinata, aku pergi dulu ya, da!" Naruto berpamitan kepada Hinata dan segera lari sambil tersenyum pada gadis yang masih terpaku menatap kepergian Naruto. Kalau dilihat lebih jelas hinata tengah menggumankan nama Naruto dengan air mata yang berlinang di kedua matanya.

"Hah, akhirnya" naruto melihat kearah sebuah tas yang ia bawa dari rumah, kini tengah terisi penuh dengan barang-barang yang ingin ia beli. Dan kini, setelah menguras habis tenaga yang ia gunakan untuk berbelanja membuat tenggorokannya kering dan perutnya lapar.

Di ujung jalan ia melihat sebuah restoran jepang yang sederhana. Karena perut dan tenggorokannya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, ia segera melangkah menuju tempat itu.

Naruto masuk ke dalam restoran tersebut. Dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dan tiba-tiba, matanya terbelalak dan barang-barang yang ia bawa terjatuh tak berdaya di lantai.

Sontak semua orang menoleh, begitu pula orang berambut hitam yang tengah memeluk seorang wanita berambut merah muda.

Naruto POV

"Sa-Sasuke-nii"

Aku sangat syok melihat pemandangan yang ada di restoran itu. Aku melihat Sasuke-nii tengah memeluk seorang wanita berambut merah muda.

Setelah aku tersadar dari lamunanku, aku segera mengambil barang-barang yang tadi kubeli dan langsung berlari meningalkan restoran itu.

Aku sangat heran dengan tingkahku sendiri. Ini sungguh tidak wajar. Kenapa aku merasa dadaku sakit melihat Sasuke-nii bersama orang lain. Perasaan ini benar-benar aneh.

Air mataku terus saja mengalir. Dari belakang aku dapat mendengar suara Sasuke-nii yang terus memanggilku. Aku sangat berharap, dia berhenti mengejarku. Aku sungguh tak mau ia melihatku seperti ini. Menangis karena sesuatu hal yang tak jelas.

"Aw, Sa-akit" Aku merasakan ada yang mencengkeram lenganku kuat. Dan sontak aku langsung menepisnya.

"Kenapa kau mengejarku Sasuke-nii?" aku bertanya dengan nada ketus. Walaupun tidak dapat dipungkiri kalau air mata masih mengalir di kedua mataku.

"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau lari setelah melihatku bersama Sakura? Kau tahu, orang-orang akan berasumsi bahwa aku ini tukang selingkuh tahu."

"Terserah kata aniki, aku mau pulang." Aku membalikkan badan sambil menghapus air mataku yang masih saja mengalir. Hatiku semakin terasa sesak saat mendengar perkataan dari Sasuke-nii yang terkesan kalau ia tidak ingin pacarnya salah paham.

Saat aku mulai beranjak, entah tiba-tiba Sasuke-nii membalikkan badanku. Tak beberapa lama, aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh bibirku. Sial aku benar sangat kacau. sentuhan hangat darinya membuatku semakin gila. Aku sudah bertunangan dengan Itachi-nii, tetapi mengapa aku mempunyai perasaan seperti ini pada Sasuke-nii.

"Hah...hah... apa-apaan kau?"

To Be Continued

A/N :

Wua... Gomem ceritanya semakin pendek. Minggu ini aku kebanyaka tugas jadi aku usahakan untuk menUpdate fic ini walaupun sedikit.*padahal masih SMA, tapi tugas melebihi para mahasiswa*

Semua pasti pada bingung dengan perasaan Naruto yang berubah-ubah. Mulai dari Naruto yang suka sama Hinata, wajah blushingnya saat dicium Itachi dan yang terakhir perasaannya pada Sasuke. Aku sendiri sebernarnya juga bingung.^_^¥

Buat :

N.h

Untuk hinata, sepertinya sudah tidak saya perlukan lagi*ditendang Hinata FC*, so Naruto pada akhirnya akan kembali pada Sasuke.

Yul-chan d'GoldenSnake

Hahaha, tenang saja Yul-san, ini beneran SasuNaru kok, tapi belum waktunya saja bersatu.

Rosanaru

Naruto memilih Itachi karena tuntutan dari surat wasit, tapi akhirnya tetap Sasuke kok yang dipilih.

.Sora

Duh, jangan panggil senpai dong. Umur aja baru 16th, dan masuk FFN juga baru kemaren.

Kura-Kurakun

Wah, kamu tau saja kalau saya sangat membenci SasukeCap

Delta Alpha

Wah, terimakasih sudah bilang fic saya keren, jadi malu deh *blushing*.

Ichiko yuuki

Tenang ichiko-san, nasibnya Sasuke akan berakhir bahagia, kok.

Ukkychan

Gak tahu mau ngomong apa*gubrak*^_^¥

Terima kasih pada yang ngeview fic gak jelas ini. untuk fic ini review lagi ya,,,!

Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca. Sebelum keluar tolong reviewnya ya,,, please,,,,,,,! *_*