I AM PRINCE

Disclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

Pair

Sasuke ×Sakura

Genre

Romance, Humor, Hurt/Comfort

Inspirasi

Terinspirasi dari serial comics karya Aikawa Saki yang judulnya juga sama, tapi Vie rubah dari asli komiknya.

Summary

Sakura Haruno seorang gadis yang sangat cantik, dengan ciri khas rambutnya yang seperti permen kapas, Sakura sangatlah benci dengan yang namanya judo. Tiba-tiba datanglah Sasuke pangeran sekolah yang terkenal dengan keahliannya bermain judo, dengan santainya dia menunjuk Sakura sebagai managernya. Bagaimanakah penderitaan Sakura yang harus selalu melayani Sasuke yang egois?

Big Thanks To : Lucy Uchino, Gha mika chiiyamada, Sasusakulovers, haru-no-yuki, Aiko Uchiha, uchiharuno phorepeerr, Sakura Centrik, Cherry SS, Beky, BlueHaruchi Uchiha, Naomi Takara, Narukoko, Ninda Uchiharuno, Hyuuga Kimichi, saku v sasu, SS love, Hakuya Cherry Uchiha Blossom.

BlackCherry≠

Chapter 4

Tampak dua gadis cantik dari kerumunan para murid KHS di kantin, di tempat inilah para murid menganggap kantin bagaikan surga. Karena di tempat ini terdapat fasilitas-fasilitas mewah, bahkan menu makanannyapun tidak hanya dalam negeri namun juga luar negeri, tidak heran jika murid KHS yang berasal dari luar negeri dengan mudah bisa beradaptasi.

"Tadi kenapa bisa terlambat? Biasanya juga pagi,"tanya Ino sembari meminum jus jeruknya. Dilihatnya gadis polos bersurai merah muda yang sejak masuk kelas tadi wajahnya memerah. "Apakah kau sakit?"tanya Ino khawatir sembari menyentuhkan punggung tangannya pada dahi Sakura yang emh...bisa dibilang lebar XD.

"Aku bangun kesiangan. Tidak, memangnya kenapa?"tanya Sakura heran.

"Dari awal kau masuk kelas hingga waktu istirahat pipimu bersemu merah, ditambah lagi tadi kau melamun terus. Memangnya kau ada masalah?"tanya Ino khawatir.

Mendengar itu sontak Sakura merabah-rabah wajahnya. "Benarkah? Ah mungkin karena itu,"ujar Sakura pelan, namun masih bisa didengar oleh Ino.

"Jadi...sudah mulai rahasia-rahasiaan nih?"sindir Ino dengan mengalihkan pandangannya pada Sakura.

"Ti-tidak Ino, kau ini apa-apaan sih?"sahut Sakura gelagapan.

SREK

"Kau tidak mempercayaiku ya! Kenapa kau selalu memendam masalahmu? Apa karena aku sudah tidak kau butuhkan?"dengan kasar Ino berdiri dari tempat duduknya dan berjalan tergesa-gesa. Sungguh Ino sangat mengkhawatirkan Sakura, tapi selalu begini, Saat Ino ingin menolongnya Sakura seperti menutup rapat-rapat masalahnya. Bahkan saat Ino menyukai seseorang dia selalu saja merasakan sakit hati, karena siapapun yang Ia suka pasti semuanya lebih memilih Sakura. Namun tak dapat dipungkiri bahwa Ino sangat menyayangi Sakura lebih dari siapapun, tapi jika seperti ini terus lama-lama juga Ino merasa jenuh.

Mendengar perkataan Ino yang tajam itu mata Sakura terbelalak kaget, "INO, maksudmu apa? Tunggu,"melihat Ino yang tak menyahut Sakura menundukkan kepalanya sedih, "Kenapa jadi seperti ini? Hanya karena masalah kecil saja seperti itu. Huft, nanti juga baikan lagi, pasti!"ujar Sakura pelan menyemangati dirinya sendiri sembari mencoba tersenyum.

BlackCherry≠

"Baiklah, rapat hari ini selesai."ujar seorang lelaki tampan berambut biru gelap dengan mata tajam bak elang.

Tampak beberapa orang berkemas keluar dari ruang rapat ekskul judo. Namun Sasori masih diam di tempat dengan tatapan yang menusuk pada Sasuke, merasa ditatap Sasukepun mengalihkan tatapannya pada Sasori. "Hn, kenapa masih di sini?"

"Apakah orang yang kau pilih sebagai manager itu Sakura Haruno?"tanya Sasori tanpa basa-basi.

"Kau bisa melihatnya nanti saat ekskul,"mendengar jawaban Sasuke yang menggantung Sasoripun mulai kesal, "Ya, kita lihat saja nanti. Tapi jika orang itu memang Sakura aku tidak setuju, apakah kau pikir dengan jadinya Sakura menjadi manager judo kau bisa seenaknya mempermainkan perasaannya lagi? Huh, tidak akan kubiarkan kau melakukan itu."desis Sasori sinis, lalu Ia keluar dan menutup ruangan dengan kasar.

Sedangkan Sasuke yang mendengarnya hanya memasang wajah datar, namun dari sorotan matanya mengandung sejuta arti yang sulit ditebak.

Teeet Teeet Teeet

"Iya bye~"

"Bye~"

"Nanti jangan lupa ya?"

"Iya, tenang saja."

Begitulah suasana riuh para murid KHS saat keluar dari kelas. Sekarang mari kita lihat tokoh utama fic ini yang sedang dirundung masalah.

Tampak Sakura yang berjalan dengan tergesa-gesa sembari membenahkan letak jam tangannya, namun tiba-tiba saja...

BRUK

"Ah saki~t,"rintih Sakura sembari menyentuh dengkulnya yang lecet dan sedikit berdarah.

Sedangkan korban tabrak yang ternyata Sasuke itu masih tak bergeming, Ia masih tetap berdiri kokoh di depan Sakura. "Apakah sesakit itu?"tanya Sasuke, sungguh walau Sasuke memasang wajah yang datar-datar saja namun Sasuke sangat khawatir pada Sakura, tapi karena harga dirinya yang setinggi langit itu Ia terpaksah sok dingin pada gadis yang sangat Ia cintai itu.

Namun Sakura tidak menjawab dengan kepala menunduk, baru saja Sasuke akan menolong Sakura tapi seseorang sudah mendahuluinya.

"Apakah kau tidak apa-apa Saku?"tanya orang itu berambut merah dengan wajah baby facenya, Ia ikut duduk guna melihat wajah Sakura yang tertutupi rambut merah mudanya. Ia menyibakkan rambut Sakura, tercium bau chery dari rambut Sakura yang selembut sutra itu.

Sedangkan Sasuke menatap Sakura dan Sasori dengan dingin, tidak tahan dengan pemandangan di depannya itu Sasukepun pergi. Namun sebelum pergi Sasuke berujar dengan sinis pada Sasori, "Lakukan apa yang ingin kau lakukan, tapi aku tidak akan pernah menyerah."

Sakura yang mendengar itupun heran, namun Ia simpan pertanyaannya itu nanti pada Sasori. "Jangan perdulikan dia, dia hanya asal bicara.'ujar Sasori yang mengetahui dari wajah Sakura yang penasaran, "Lebih baik sekarang aku antar kau ke UKS."Sasori lalu menggendong Sakura ala bridal styel, sedangkan Sakura yang pada dasarnya memang polos itu hanya menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Sasori yang terbuka. Eh, apa? Terbuka? Sontak saja Sakura mendongakkan wajahnya melihat Sasori yang sedang menggendongnya memakai pakaian judo, Sakura yang baru sadarpun mulai membuka pembicaraan.

"Apakah Senpai ikut ekskul judo?"Sakura tahu ini pertanyaan lucu, karena jawabannyapun sudah pasti ada di depan matanya.

"Apa kau tidak melihat kostumku Saku? Apa jangan-jangan matamu terbalik?"jawab Sasori dengan nada bercanda.

"Senpai orang kedua yang memanggil nama kecilku,"ujar Sakura pelan dengan pipi bersemu merah.

"Benarkah? Siapa dia?"tanya Sasori penasaran.

Sedangkan Sakura yang ditanya hanya tersenyum tipis, "Suatu saat nanti pasti kau juga akan tahu Saso-kun."jawab Sakura dengan lembut.

Sasori sendiri yang dipanggil Sakura dengan sufiks Kun sangat bahagia, karena rivalnya sendiripun tidak dipanggil Sakura seperti itu. "Baiklah, mulai sekarang aku akan memulai semuanya dari awal. Arigatou telah memberiku kesempatan Kami-sama."batin Sasori percaya diri.

"Jadi kau sudah mau memanggilku dengan sufiks kun, hem?"goda Sasori pada Sakura yang membuat pipinya bersemu merah.

"Emh, kau sendirikan yang kemarin menyuruhku,"jawab Sakura dengan jari-jari lentiknya yang bermain di dada Sasori yang terbuka itu.

Sasori yang merasakan jari-jari Sakura di dadanyapun merasa geli dan mengalihkan pandangannya ke arah lain karena pipinya bersemu merah, Ia tidak mau Sakura melihatnya dengan wajah yang sewarna dengan tomat kesukaan rivalnya itu.

Setelah berjalan cukup jauh ditambah lagi membawa beban yang beratnya minta ampun itu, akhirnya Sasori sampai di depan ruangan yang besar bertuliskan UKS pada pintu kacanya. Ruang UKS ini fasilitasnya sangatlah lengkap dengan perabotan-perabotan yang mewah dan kedap suara. Karena di sekolahan KHS sendiri terdapat jurusan kesehatan, peminatnyapun cukup banyak.

"Ha~h akhirnya."ujar Sasori legah, sembari mendudukkan Sakura pada tempat tidur berwarna putih. Setelah mendudukkan Sakura, Sasori berjalan tergesa-gesa menuju ruangan yang lumayan kecil tempat obat-obat dan alat-alat medis lainnya. Setelah mendapatkan apa yang Ia cari Sasori lalu kembali dan duduk di bawah untuk mengobati kaki Sakura yang terluka, setelah selesai mengobati Sasori duduk di samping Sakura dan menatap Sakura lembut. Sedangkan yang di tatap hanya membalas tatapan Sasori dengan polos sembari tersenyum manis, "Arigatou Saso-kun."ujar Sakura lembut.

BRAK!

Suara pintu terbuka dengan kasar sontak membuat Sakura dan Sasori terkejut, baru saja Sakura akan berbicara, tiba-tiba saja Sasuke datang dengan tatapan tajam mengarah bergantian pada Sakura dan Sasori. "Apa kau lupa? Sekarang waktunya kau latihan judo, tinggal beberapa minggu lagi kita akan tanding dengan lawan yang kuat. Dan kau Sakura! Lebih baik kau pulang, kau tidak dibutuhkan saat ini yang ada kau hanya menyusahkan saja, tapi setelah lukamu sembuhmu...kau harus menjadi manager kami."setelah mengucapkan itu Sasuke keluar dan menutup pintu dengan keras.

Sasori lalu berdiri di depan Sakura dan menyentuhkan jarinya pada pipi Sakura yang mulus, membuat Sakura yang tadinya menatap pintu yang menjadi korban kekesalan Sasuke tadi mengalihkan pandangannya pada Sasori yang sangat dekat, hingga hembusan nafas Sasoripun menerpa wajah Sakura lembut. "Tidak perlu diambil hati...Sasuke memang seperti itu, tapi sebenarnya yang ingin dikatakan Sasuke itu hanya menyuruhmu istirahat."

"Iya, ya sudah cepat latihan! Nanti Sasuke marah lagi!"ujar Sakura ceria.

"Baik, apa kau bisa pulang sendiri?"tanya Sasori perhatian.

Sakura lantas menggembungkan kedua pipinya lucu, kebiasaan saat Sakura ngambek. "Aku sudah dewasa Saso-ku~n."ujar Sakura sembari mencubit kedua pipi Sasori gemas. "Dari pada menjadi kakak kelasku, Saso-kun lebih pantas menjadi adikku."

"A-apa? Enak saja, mentang-mentang wajahku baby face begini-begini aku mempunyai banyak fansgirl, jadi hati-hati saja kau! Kalau begitu aku latihan dulu. Sampai bertemu besok Saku-chanku yang paling imut dan canti~k."goda Sasori sembari bergegas keluar sebalum kena bogem mentah Sakura.

"AWAS KAU SASO-KUUUN!"teriak Sakura dengan wajah merah menahan amarah dan asap panas yang keluar dari kedua telinganya.

TSUDZUKU

Akhirnya Vie updet lagi, setelah ujian Nasional yang sungguh menguras tenaga*?* dan otakku yang kecil ini XD.

Maaf lagi-lagi Vie nggak bisa balas review, tapi Vie janji chapter besok pasti bakalan Vie balas deh XD.

Dan Arigatou sudah fave fic ini^_^

Okey yang terakhir Vie minta Reviewnya ya~