thx to

illutia mist : aku akan berusaha sebisa mungkin. ya... mungkin aku kurang relax jadi agak grogi pas buatnya. aku g tahu mesti motong dimana itu sebenarnya aku sudah nulis tapi blm diketik jadi aku agak bingung pas mau mutusin motongnya sampai chapter berapa.

Semoga kalian menyukainya

Disclaimer : I don't own Gakuen Alice

Tanpa Kusadari

Chapter sebelumnya ...

"APA... IMAI TERSENYUM????"

Hotaru langsung menembakkan baka gun-nya ke seluruh anak anak yang berteriak Terlalu brutal sehingga hampir saja mengenai Natsume.

"Imai..." geram Natsume. Hotaru langsung mengarahkan baka gun pada Natsume sambil berucap dengan tajam," Salahkan mereka yang berteriak." Natsume langsung menatap seisi kelas sehingga kelas menjadi diam karena ketakutan.

Hotaru memandang Mikan dan tersenyum kecil.

"Senang berjumpa lagi denganmu."

"Sama sama, Hotaru," balas Mikan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Chapter 4 : Partnerku

"Nah, anak anak," ucap Narumi dengan ceria,"untuk sekedar memberitahukan informasi, kalau rank-star Mikan-chan adalah triple star sedangkan untuk partner Mikan-chan yang akan memberitahukannya tentang sekolah ini dengan baik adalah...

Natsume Hyuga"

anak anak terdiam. bisik bisik pun terdengar...

"dua orang mengerikan jadi partner.."

"kira kira mikan-chan tahan gak ya jika berhadapan dengan natsume?"

EHM...

kelas langsung terdiam dan menatap mikan yang sedang marah.

"Mr.Narumi, bolehkah aku duduk?" tanya Mikan.

Narumi menganggukkan kepala. Mikan berjalan menuju tempat kosong yang berada di belakang kelas. dia melewati Hotaru sambil tersenyum kecil padanya. lalu, dia menghampiri Natsume yang masih sibuk dengan manga-nya.

Mikan langsung merebut manga tersebut dari hadapan Natsume sehingga dia mendapatkan tatapan marah dari pengguna fire-alice tersebut.

"Mau apa kau?" tanya Natsume dengan dingin.

Mikan tersenyum licik dan membalas pertanyaannya dengan suara dingin," apakah itu sikapmu pada partnermu, Hyuga?"

yak.. seperti kita lihat, Mikan dan Natsume sedang memulai perang dingin dan membuat kelas menjadi panas menyengat bersamaan dengan dingin yang membekukan. kelas dibuat ketakutan oleh mereka dan Narumi sedang memikirkan cara agar anak kelasnya tidak merasa ketakutan.

"eng... oke anak-anak. ka.. karena kita telah mendapatkan anak baru, jadi kalian boleh bubar sekarang. s.. sampai besok, ya," ucap Narumi sambil tersenyum gugup. Narumi segera berjalan keluar kelas sambil bergetar hebat.

fiuh... semoga saja mereka berdua bisa berteman dengan baik, pikir Narumi sambil berjalan menuju ruang guru.

sementara itu...

murid murid telah meninggalkan kelas. ada yang sedang makan di kafetaria dan ada pula yang sedang berjalan jalan ke central town. sedangkan di dalam kelas hanya ada Natsume, Mikan, Hotaru, Ruka, Anna dan Nonoko.

Natsume bangkit dari tempat duduknya menuju tempat dimana manga-nya tergeletak di lantai. dia menunduk mengambilnya dan ketika itu Mikan menendangnya sehingga ia jatuh tersungkur.

Natsume memandang marah pada Mikan sedangkan Mikan membalas tatapannya tanpa rasa takut sedikitpun.

"Apa sih maumu?" geram Natsume. Mikan tersenyum licik. dia menundukkan kepalanya sehingga kelapa mereka berdua menjadi sejajar.

"untuk menarik perhatianmu," jawab Mikan sambil tetap memasang senyum liciknya. natsume menggeleng gelengkan kepalanya.

dia ini... sifatnya benar benar diluar dugaan. anaknya sikapnya sangat dingin. sepertinya dia mempunyai ice alice. yah... kalau dilihat dari aura dingin tadi. ini semakin menarik, pikir Natsume.

"ingat... apa yang tadi kukatakan," ucap Mikan yan telah membuyarkan lamunan Natsume.

Natsume menyeringai. dan menatap bola mata coklat madu mikan dengan lekat lekat.

"Jadi, kau mau duel?" ucap Natsume dengan nada monoton. Mikan menganggukkan kepalanya.

"Kapan dan dimana," tanya Mikan.

"Hutan utara dekat danau (ceritanya ada danau) malam ini jam 7,"

"deal"

Natsume berjalan keluar dari kelas diikuti Ruka yang sedari terdiam melihat peperangan mereka.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Mata Mikan mengikuti langkah Natsume dan Ruka yang berjalan keluar dari kelas. dia menghela napasnya dan ada sedikit perasaan bersalah mengganggunya. dia kemudian menatap Anna dan Nonoko yang terdiam melihat seluruh kejadian tadi.

Mikan menghampiri mereka sambil memperlihatkan senyumnya yang sangat cemerlang," Kenalkan, namaku Mikan Sakura. Maaf atas kekacauan tadi," ucapnya sambil membungkuk pada mereka.

mereka yang tadi agak takut pada Mikan pun tersenyum. Mereka tahu kalau sebenarnya Mikan sangat baik namun ia tutupi.

"Oh... hai mikan-chan. Namaku Nonoko Ogasawara, pemilik chemical alice ,"

"aku Anna Umenomiya. aku punya cooking alice ,"

Mikan memandang Anna dengan mata berbinar binar,"cooking alice?" Anna hanya mengangguk pelan sambil bertanya," kau mau mencoba resep buatanku?". Mikan mengangguk pelan sambil tersenyum.

"dengan senang hati," ucapnya. Anna tersenyum melihat Mikan yang terlihat sangat bersemangat untuk mencicipi resep buatan Anna. Nonoko juga senang melihatnya.

"oh, iya. ngomong ngomong alice milik Mikan-chan apa?" tanya Nonoko. Mikan tersenyum lembut pada mereka sebelum dia menatap lantai dengan taatpan sedih.

"sejujurnya, aku mempunyai dua alice. tapi, untuk saat ini aku hanya bisa bilang pada kalian kalau aku adalah pengguna ice alice," ujar Mikan dengan sedih.

"keren..." ucap Anna dan Nonoko bersamaan.

"trims," bisik Mikan dengan malu malu. dia menundukkan kepalanya sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah karena habis dipuji. Anna dan Nonoko tersenyum melihatnya yang bertingkah seperti itu.

"anu... Mikan-chan. Apa hubunganmu dengan Hotaru?" tanya Anna dan Nonoko bersamaan.

Mikan tersenyum memandang Hotaru yang sedang memasang ekspresinya yang terkenal dingin.

"oh... aku dan Hotaru adalah teman kecil. sekolah kami sama dan rumah kami berdekatan sehingga kami sering pulang bareng. iya,kan Hotaru," ucap Mikan sambil memandang Hotaru dengan lembit. hotaru hanya menganggukkan kepalanya dan Anna dan Nonoko hanya ber-oh ria.

"ehm... Mikan-chan," panggil Anna. Mikan menatap Anna dan berkata,"ada apa, Anna?"

"Aku tidak pernah menyangka kalau kau seberani itu," ucapnya," kau tahu, dia begitu ditakuti. tak ada orang yang berani macam macam padanya. yah...secara alicenya adalah...

"fire alice,kan," sergah Mikan. Anna dan Nonoko menatap Mikan dengan tatapan terkejut.

"kau tahu dari mana?" tanya Anna dan Nonoko bersamaan.

Mikan tersenyum misterius," aku punya cara sendiri untuk mengetahuinya,"

Mikan berjalan keluar kelas diikuti Anna, Nonoko dan Hotaru diiringi dengan canda tawa yang menghiasi mereka

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Natsume's POV

Sial... apa apaan cewek itu. benar benar bikan hati panas saja. tapi... darimana dia tahu kalau Natsume Hyuga adalah aku. padahal seingatku guru gay itu sama sekali tidak menunjuk kearahku tadi waktu dia memilih partner.

aku berjalan menuju pohon sakura. selama ini pohon sakura adalah satu satunya penenang bagiku. aku memanjat pohon itu sambil merasakan kedamaian yang merasuki relung relung jiwaku. lagipula, permy dan fansclub bodohnya itu tidak tahu kalau aku sering ke tempat ini, tempat yang sudah menjadi bagian dari diriku sejak aku masuk kedalam sekolah brengsek ini.

Aku memejamkan mata. menghirup udara segar dan mendengar suara canda tawa yang terasa familiar denganku. huh... semoga itu bukan permy dan fansclub semacamnya itu.

aku melirik ke arah sumber canda tawa tersebut. mudah sekali untuk menemukannya karena tempat tersebut sangat sepi sehingga aku dapat cepat mengetahui tempat sumber suara tersebut.

disana aku melihat empat orang yang berjalan sambil tertawa. aku mengenali mereka. situkang masak, ahli kimia idiot, ratu pengancam dan... gadis dingin itu...

mereka terlihat begitu akrab dan yang membuatku tidak percaya adalah aku melihat penemu aneh itu tertawa kecil (kalau kuingat ingat, diakan sama sekali tidak menunjukkan ekspresinya sama sekali) dan gadis es yang dingin tersebut, tertawa dengan lembut. wow... itu sangat jauh dengan kesan pertama yang ia timbulkan tadi.

tawanya begitu lembut, hangat dan indah. well, sejujurnya, ia lebih baik tertawa dan tersenyum seperti itu. senyum dan tawanya seperti itu membuatnya menjadi lebih ma- APA YANG AKU PIKIRKAN????

aku menghela napas. jangan sampai aku begini. tidak... itu tidak boleh terjadi. kalau tidak, semuanya akan sengsara.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

akhirnya chapter 4 selesai...

mohon kritik dan sarannya. mungkin chapter ini agak kurang mengena. tapi, aku akan berusaha untuk membuatnya lebih bagus lagi...

-sakuraaimier-