Love and Hope
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Nadialovely
For : Readers
Warnings : Typo, alur kecepetan, bahasa yang aneh, etc.
.
.
Chapter : Dinner
.
.
.
Dinner
Apa yang kau pikirkan saat mendengar kata tersebut?
Suasana romantis?
Lilin yang dirangkai dengan indahnya?
Atau...
Gaun yang mahal dan cantik?
Hmm... Itulah yang ada dalam pikiran Haruno Sakura saat dia dia diajak oleh Sasuke untuk dinner. Namun, apakah kau juga tahu? Dibalik semua kemewahan dan keindahan yang menyapa mata kita saat dinner, terdapat sebuah permata yang sangat indah sekali. Mau tahu apa jawabannya?
Kebahagiaan. Yap, permata itu adalah kebahagiaan.
Walaupun aku juga tahu, bahwa tak sedikit dinner mereka berakhir dengan kacau. Namun seberapa keras aku mencoba untuk membayangkan kesedihan tersebut, maka aku akan mendapatkan hasil yang sama, yaitu kebahagiaan. Yah, aku tau kalian pasti akan berkata bahwa kebahagiaan hanya ada di dalam negeri dongeng. Aku akui itu memang benar adanya tapi aku tegaskan bahwa kebahagiaan itu juga ada di dunia nyata. Seberapa sedih dan menderitanya kalian, pasti suatu saat nanti kalian akan bertemu dengan permata yang sangat indah yaitu kebahagiaan.
Tapi untuk dinner kali ini, perasaan apakah yang akan Sakura dapatkan?
Tangis dimana sebuah kebahagiaan muncul?
Atau justru...
Tangis dimana kesedihan menjadi penyebab?
Tapi percayalah bahwa dibalik semua kesedihan terdapat sebuah kebahagiaan.
.
"When one door of happiness closes, another opens.
But often we look so long at the closed door.
That we do not see the one which has opened for us."
(Hellen K.)
.
#nadialovely#
Teng... Teng... Teng...
Bel istirahat telah berbunyi. Terdengar sorak kebahagiaan dimana mana. Kalian merasa aneh? Kalau aku sih sudah biasa. Malah itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku. Katakanlah kalian menganggapku aneh, tapi itulah aku apa adanya. Dalam diriku ini entah kenapa selalu ada perasaan membuncah ketika melihat teman, guru, dan sahabatku tersenyum dengan bahagianya. Pengecualiaan untuk Orochimaru-Sensei dan Jiraiya-Sensei. Huh! Melihat mereka tersenyum bahkan membuat hatiku langsung badmood seketika. Karena Senyum Orochimaru-Sensei dan Jiraiya-Sensei itu selalu menjadi pertanda bahwa akan ada kejadian buruk yang terjadi. Contohnya...
Flashback
Hari itu adalah hari pertama memasuki ajaran baru. Sekaligus merupakan hari pertama Sakura dan kawan kawan masuk SMA. Mereka sangat bahagia sekali. Dan mereka juga tidak sabar untuk segera belajar pada pelajaran pertama.
Akhirnya bel pun berdentang menandakan pelajaran pertama akan segera dimulai. Tiba tiba pintu pun begeser menandakan akan ada seorang guru yang akan memasuki kelas mereka.
"Halo anak anak! Apa kabar?" Seru Orochimaru-Sensei sambil tersenyum.
"Baik Sensei!" Seru siswa siswa yang ada di kelas tersebut.
"Perkenalkan nama saya Orochimaru. Dan panggil saya Orochimaru-sensei."
"Baik sensei!"
Dugaan siswa siswa disana Orochi-Sensei sedang dalam mood yang lumayan bagus. Tapi... Peristiwa selanjutnya langsung membuat semua anak di kelas itu pingsan seketika. Mau tau apa yang terjadi?
"Anak anak hari ini kita akan mengadakan ulangan harian. Tutup buku kalian dan segeralah bersiap siap untuk mengerjakan soal."
Sementara Orochimaru-sensei tersenyum dengan lebarnya, siswa dikelas itu langsung berkeringat dingin. Dan siswa siswa dikelas itu pun akhirnya tahu bahwa akan ada malaikat maut yang akan segera menyapa mereka dengan soal soalnya yang menakutkan.
Bagaimana tidak menakutkan? Hari pertama memasuki ajaran baru, tiba tiba langsung diteror dengan soal soal yang sangat sulit atau kalau disamakan akan setara dengan soal olimpiade. Ditambah akan ada sekitar 100 soal yang menunggu untuk dikerjakan. Plus waktu pengerjaan yang sangat singkat, yaitu hanya 15 menit. Beri applause jika saja ada yang mendapat nilai seratus! Tapi sepertinya anganan hanyalah tinggal anganan.
Flashback End
Kalian sudah mengerti kan? Atau perlukah aku menceritakan tentang Jiraiya-Sensei?
Tidak? Baguslah!
#nadialovely#
Suara langkah kaki bergema di jalan ini. Tak.. Tuk... Tak... Tuk... Aku tahu bahwa bukan hanya langkahku yang berjalan di jalan ini namun semua siswa KJHS. Perlahan namun pasti langkahku ini telah berjalan membentuk pola. Entah dengan bentuk yang seperti apa.
Aku terus melangkah dan terus melangkah. Namun tiba-tiba hembusan angin itu menyapaku. Membuat aku menolehkan kepala dan melihat suatu tempat yang indah dan menabjubkan. Walaupun sekarang adalah musim dingin, pohon bunga sakura tersebut tetap saja mekar dengan indahnya. Aku terpana. Sangat sangat terpana. Tak ku duga langkahku ini menuntunku kesana. Langkah demi langkah kulewati. Tak ku pikirkan keadaan di sekitarku. Fikirku ini hanya terfokus pada tempat tersebut, dan tanpa berfikir terlebih dahulu, aku telah berlari menebus semua yang ku bisa, untuk mencapai tempat tersebut. Awalnya pelan, namun semakin lama semakin cepat. Cepat dan cepat. Dalam otakku hanya bergema suatu suara yaitu cepat ke sana!
Akhirnya aku sampai di tempat tersebut. Kututupkan mataku, menikmati semua keagungan yang ada. Perlahan aku mengucap kata "Sakura WinterBlossom." Ya, bunga sakura dalam musim dingin. Cocok dengan keadaannya saat ini.
Kulangkahkan kakiku untuk mendekati pohon tersebut, satu langkah, dua langkah, tiga langkah. Akhirnya ku dapat menggapainya dan mendekati untuk mengelusnya. Pohon bunga sakura.
Seakan mengajakku untuk berada dalam dekapannya, pohon itu bergoyang dengan menggoda. Aku pun terlena, mencicipi duduk di sebelah pohon tersebut. Tapi sepertinya angin juga ingin mengajakku, karena sekarang desauan angin ini membuatku untuk terbuai dalam bunga tidur, ditengah tempat yang damai dan indah. Perlahan tapi pasti, mata ini sudah tertutup karenanya.
.
.
Tak... Tuk... Tak.. Tuk...
Suara langkah kaki terdengar mendekati gadis yang sedang berada dalam tidurnya. Pemuda itu mendekati gadis tersebut, seorang pemuda yang sangat tampan, mempunyai mata sekelam malam, dan mempunyai rambut yang mirip pantat ayam. Kalian pasti sudah tahu kan siapa dia? Ya, dia adalah Sasuke Uchiha.
"Hmm... Ternyata kau disini, My Angel." Bisik Sasuke seraya duduk di sebelah Sakura.
Sasuke pun mengelus kepala Sakura dengan lembut. Betapa dia sangat menyayangi bahkan boleh disebut mencintai sosok disebelahnya. Bahkan dia rela mati untuk gadisnya seorang. Tatapannya kepada Sakura sudah menunjukkan perasaannya. Namun tiba-tiba tatapannya itu sudah menjadi sendu. Karena dia teringat akan masa lalunya yang menyenangkan bersama Sakura-nya. Gadis-nya. Malaikat-nya.
Flashback
Terlihat seorang anak kecil berambut pantat ayam sedang memainkan pianonya dengan lembut. Hey, mengapa kalian tiba tiba melihatku seperti itu? Kenapa memangnya kalau dia aku sebut dengan anak kecil? Lagipula dia memang masih kelas 4 SD.
Baiklah, aku akan sebut dia dengan pemuda. Aku tahu alasan kalian, karena dia pintar, tampan, dan jenius kalian ingin aku memanggilnya dengan pemuda bukan? Baiklah aku akan memanggilnya dengan sebutan pemuda.
Pemuda tersebut sedang memainkan piano seraya menyanyikannya. Apakah kalian tahu apa lagu yang dinyanyikannya? Ya, Home Is In Your Eyes by Greyson Chance. Dia menyanyikannya dengan sepenuh hati, dan mungkin jika ada yang melihatnya mungkin akan berkata bahwa tempat ini merupakan surga. Ooops... Sepertinya kita harus mengganti kata munkin menjadi sudah terjadi karena di sudut seberang sana terdapat seorang gadis yang berambut merah muda dan jika dilihat kira kira umurnya sama dengan pemuda yang dilihat oleh gadis tersebut.
Kalian ingin bertanya kenapa pemuda tersebut sangat pandai dalam hal menyanyi dan bermain piano? Jawabannya adalah karena dia mempunyai pekerjaan sebagai penyanyi selain dia berstatus sebagi pelajar. Hebat bukan?
Ting...
Suara piano terakhir, telah membuat keheningan tercipta di tempat tersebut, Bagaikan tersengat listrik kedua orang tersebut kaget. Melihat mata satu sama lain dengan intens. Membuat kedua orang tersebut tersedot ketika saling bertatapan. Tapi... jika kau lihat lebih dalam, maka kau akan melihat bahwa mereka telah jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Sama-sama sulit dipercaya bukan? Namun itulah kenyataan, tidak bisa terbantahkan.
Hingga sebuah suara menginterupsi, keheningan itu hilang. Berganti dengan sebuah pertanyaan yang diajukan.
"Siapa kamu?"
Sebuah pertanyaan yang tercipta, hingga obrolan itu terjadi, hingga mereka menyatakan perasaan mereka masing masing, hingga mereka bahkan berciuman. Ya... walau kita semua tahu kenyataan bahwa mereka masih kelas 4 SD. Hingga sebua kata yang mengingatkan mereka, kalau mereka harus meninggalkan satu sama lain. Hingga kata terakhir yang terucap.
"My angel Sakura."
"My price Sasuke."
Namun ternyata takdir mempertemukan mereka kembali, bahkan hanya berselang satu hari dari waktu pertemuan mereka yang terakhir. Ternyata mereka beremu lagi pada keesokan harinya di rumah Sakura karena keluarga Sasuke ingin mengunjungi tetangga mereka. Mereka bahkan bertetangga. Dan semua pasti tahu bahwa pemuda tersebut a.k. Sasuke hanya mempermainkan Sakura. Tapi kata kata mereka bukanlah permainan, bahkan kalau boleh dikata adalah benang merah yang menghubungkan mereka. Tapi... walau mereka bertetangga, kata kata Sasuke pada saat itu bahwa dia akan meninggalkan tepat ini adalah nyata, apa adanya. Mereka akan meninggalkan tempat ini 3 hari lagi. Keluarga Sasuke akan meninggalkan tempat ini tiga hari lagi. Dan selama waktu yang sempit itu mereka-Sakura dan Sasuke memanfaatkan waktu sebaikbaiknya bersama. Bahkan mereka mengucap janji Salam Neptunus. Ya, sebuah kata yang akan ikut menjahit takdir mereka.
Flashback End
Mengingatnya membuat dia tersenyum bahagia, tiba tiba gadis di sebelahnya menggeliat, menandakan bahwa dia sebentar lagi akan segera terbangun dari bunga tidurnya yang indah.
"Sasuke? Apakah itu kau?" Tanya seorang gadis yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Hn."
"Sedang apa kau disini? Dan mengapa kau bisa ada disini? Padahalkan ini sekolah khusus wanita. Apa kau wanita?"
Awalnya Sasuke biasa biasa saja saat mendengar pertanyaan pertama dan kedua. Tapi, pada saat mendengar pertanyaan ketiga, terlihat sekali wajahnya berkedut kedut menahan marah. Tentu saja siapa yang tidak tersinggung jika ditanya apakah dia wanita padahalkan dia itu adalah cowok tulen. Tidak di buat buat. Dan satu lagi dia itu bukan banci!
"Aku sedang mencarimu, dan aku bisa ada disini karena taman ini bisa menghubungkan sekolahku dengan sekolahmu. Dan satu lagi AKU ADALAH COWOK TULEN!"
"Oooh... Gomen ne Sasu-chan."
DUT..
Kedutan Sasuke langsung bertambah menjadi dua, bahkan tiga sekaligus! Wow, beri applause bagi yang sudah memancing kemarahannya.
"Sakura-chan, aku itu adalah cowok tulen! Panggil aku dengan sebutan Sasuke-kun atau Sasuke. Mengerti Saku-chan?" Kata Sasuke sambil menunjukkan senyumnya yang sangat menawan, tapi menurut Sakura itu merupakan senyum yang sangat mengerikan. Terlebih diketahui fakta bahwa Sasuke tidak pernah tersenyum. Maka dengan kata lain senyum itu adalah bentuk pengekspresian diri saat dia sedang menahan marah yang sangat besar. Oow Sakura, sepertinyanya kau telah membuat bencana besar menimpamu, lewat ayam tampan bernama Sasuke.
Tapi akhirnya... Kemarahan Sasuke perlahan menurun. Ya iyalah, masa mau marah sama cewek a.k. gadis yang sudah merebut perhatiannya serta cintanya. Ups... Keceplosan. Gomen ne Sasuke. ^-~
"Gomen ne Sasuke-kun" Ucap Sakura sambil menghembuskan nafas lega, karena ayam-NYA tidak jadi memarahinya.
"Sasuke-kun ada mau apa menemuiku?" Ucap Sakura.
"Hn. Aku hanya ingin mengajakmu dinner saja. Ada acara tidak malam ini?"
"Kebetulan sekali tidak ada, Sasuke-kun."
"Baguslah. Hn, kujemput kau jam tujuh." Ucap Sasuke seraya meninggalkan Sakura yang masih terpaku dengan kejadian baru saja terjadi tadi.
Blush... Pipi Sakura merona merah ketika dia menyadari kata katanya.
"Apa yang tadi telah kukatakan? Menyetujui ajakannya untuk dinner? Aduh... Sakura-chan no baka! Sakura baka!" Teriak Sakura menyesali pikirannya yang bisa dikatakan lemot sekali.
"Tapi... rasa-rasanya aku mengalami De Ja Vu. Suasana yang sama. Namun aku tidak bisa mengingatnya" Bisik Sakura dengan sedih.
'Siapakah aku di masa lalu sebenarnya?'
'Mengapa aku selalu rindu dengannya?'
'Apa yang salah denganku?'
Otaknya menduga duga pertanyaan yang timbul di benaknya. Berseliweran bertanya untuk mencari kebenaran. Dan kebingungan yang menyapanya sungguh membuatnya sedih. Di bawah sakura yang gugur dia menangis, sama seperti sakura yang gugur dari pohonnya seakan akan sakura tersebut ikut menangis. Untuk yang keberapa kali lagi dia akan menangis.
Sejak pesta dansa, dan peristiwa Waltz itu, dia mulai bertanya,
Siapakah dirinya?
Siapakah jati dirinya?
#nadialovely#
Gaun yang indah menjutai menghiasi badannya. Satu per satu perhiasan menghiasi wajahnya. Dan akhirnya dia, Sakura Haruno sudah siap untuk pergi makan malam.
Ting... Tong... Ting... Tong...
Suara bel memenuhi apartemennya. Tanda sang pengajak sudah sampai disini. Setelah yakin dengan penampilannya dia keluar dari rumahnya untuk menemui sang pangeran di hatinya. Kalian sudah tau bukan? Bahwa kenyataan kalau Sakura itu menyukai sang pangeran kita, malah bukan menyukai lagi sepertinya tapi sudah dalam tahap mencintai. Tapi akankah mereka berdua menjadi satu? Dan akan selalu bersama?
.
.
Mobil mereka melaju dengan cepat, jalan jalan di sekitarnya ramai oleh suara suara. Tapi tidak bagi pasangan ini, keheningan melanda mereka hingga sampai di tempat tujuan.
"Berapa orang?" Tanya seorang pelayan kepada mereka.
"Tidak kami sudah memesannya. Atas nama Uchiha Sasuke." Ucap Sasuke seraya tetap memasang wajah datarnya.
"Oh, baiklah Tuan Uchiha, silahkan saya antarkan tempatnya."
"Hn."
Ternyata keheningan di mobil tidak cukup, dan disini, mereka juga mengalami keheningan yang sama. Sampai sebuah suara yang mengejutkan memulai pembicaraan.
"Sakura, sebenarnya aku ingin menyampaikan suatu hal padamu?"
"Tentang apa?"
"Masa lalumu."
DEG...
Tak terasa jantung mereka berdegup dengan kencangnya. Yang satu karena gugup dan yang satunya lagi karena takut. Dan mengalirlah sebuah kenyataan yang ada, yang menghantam mereka. Satu kenyataan, bahwa mereka adalah sudah saling mengenal sebelum Sakura terkena amnesia.
"Sasu-kun, ternyata kamu yang selalu aku rasakan."
"Tapi, MENGAPA KAU TAK MEMBERITAHUKU SEJAK AWAL, SASUKE JAHAT!" Seru Sakura seraya meninggalkan tempat kejadian. Sementara itu terlihat Sasuke duduk mematung. Dia terlihat kaget akan ekspresi Sakura. Sebelumnya dia menyangka, dia akan mengalami pelukan hangat dari Sakura. Tapi apa? Hanya kemarahan Sakura yang dia dapat.
"Sial!" Satu kata yang terucap dari mulut Sasuke mewakili perasaannya saat ini.
Apa yang akan terjadi pada mereka?
Apakah mereka akan selalu bersama?
Tapi yakinlah, jika saat ini hanya ada kekacauan, maka mungkin di lain hari akan terjadi kebahagiaan untuk mereka. Karena seperti kata kata Hellen K. Yang sudah kukatakan dari awal bahwa, "When one door of happiness closes, another opens. But often we look so long at the closed door. That we do not see the one which has opened for us."
.
"Karena mereka adalah sepasang manusia
Yang sudah ditakdirkan untuk saling memiliki satu sama lain.
Dan sudah diikat dalam benang takdir yang sangat dalam."
.
To Be continued
Pembalasan Review chapter 3:
sasusaku kira : Huaaa... Aku jadi malu di puji sama kamu. Jadi ngeblush aku! Ini sudah saya pertemukan mereka dalam kenyataan kok. Ini saya sudah update, tapi maaf update telat lagi. Arigatou sudah meriview. Review lagi ya...
Saya sangat mengharapkan review demi kemajuan saya dalam menulis.
So, sesudah membaca Don't Forget
Review Please
