Maap atas chap 2 yang buanyak banget typonya, atau kesalahan penulisan maklum aku buat itu disekolah jam istirahat pula jadi di maklumim aja.
Disclaimer: It's only you Kubo sensei.
Fire And Ice
Ichigo terus uring-uringan di depan pintu unit gawat darurat kadang dia duduk lalu 10 menit kemudian berdiri lagi, duduk, berdiri, duduk dan seterusnya Ichigo melihat kearah pintu ruang operasi yang sediki transparan dia melihat Rukia yang terbaring lemah 1 jam sudah berlalu pintu ruang operasi itu terbuka Ichigo langsung berlari kearah dokteryang keluar.
"Bagaimana keadan Rukia dok?!"
"Kuchiki san….. dia baik –baik saja tapi untuk sementara ini lebih baik Kuchiki san istirahat di sini dulu mungkin 3 hari baru boleh pulang."
"Oh…. 3 hari yah tapi apakah mungkin dia memiliki luka yang cukup parah?"
"Mungkin luka yang berada di lehernya luka sobek yang cukup dalam," Ichigo yang mendengarya langsung pergi kearah kamar Rukia, terlihat Rukia yang sedang diberi obat merah pada bagian lehernya oleh seorang suster. Setelah suster itu selesai memberi obat Ichigo perlahan berjalan mendekati Rukia.
"Yo…," sapa Ichigo pada Rukia.
"Ichigo."
"Kau baik-baik saja Rukia?" Tanya Ichigo yang kini duduk dikasur sebelah Rukia.
"Iyah tentu aku baik-baik saja!" jawab Rukia yang tersenyum Ichigo yang melihatnya hanya bisa tersenyum pasrah.
"Boleh aku lihat lehermu Rukia?" Tanya Ichigo.
"Yah," Ichigo mendekatkan diri pada leher Rukia perlahan Ichigo mulai memegang leher Rukia.
"Apakah sakit dibagian sini?" Ichigo memegang leher Rukia sedikit keras.
"A… duh iyah sakit sekali."
"Maaf Rukia," jawab Ichigo.
"Apa? Kenapa kau minta maaf."
"A… ku tidak bisa melindungimu dengan baik," perlahan Ichigo menunduk malu memperlihatkan wajahnya yang berkaca-kaca. Rukia yang melihat tersenyum kecil.
"Kau memperhatikan aku juga yah Ichigo."
"Apa?"
"Kau-memperhatikan-aku-juga."
"Ak… u."
"Apa?"
"Aku mencintaimu Rukia," jawab Ichigo pada Rukia, Rukia yang mendengarnya hanya bisa tersenyum kecil sedangkan Ichigo meraih Rukia kedekapan hangatnya.
"Aku juga mencintaimu Ichigo," jawab Rukia.
3 hari berlalu Rukia sudah bisa pulang ke rumah, sekarang rumah keluarga Kurosaki ini sudah terbuka semua pintu kamarnya para pelayan sudah dibolehkan tinggal disana untuk membantu Ichigo dan pada malam itu Ichigo berencana membuat pesta.
"Oh yah Rukia kenapa kau bisa terkena pecahan beling seperti itu?"
"Itu karena…"
Flash Back
Rukia terpisah dari Ichigo, kali ini Rukia sangat takut karena tempat gelap dan juga banyak terdapat pecahan beling tiba-tiba ada tangan yang menarik Rukia medekap mulutnya hingga Rukia pingsan, laki-laki yang menarik Rukia kemudian mengambil kalung yang Rukia pakai dan melempar Rukia tanpa perasaan kearah lantai karena badan Rukia yang menubruk lemari piring, piring-piring di lemari itu jatuh menimpa Rukia sedangkan laki-laki itu kini berdiri di depan Rukia.
"Siapa…. Kau?" laki-laki itu menjenggut rambut Rukia dan tersenyum meyeringai kearah telinga Rukia.
"Bukan urusanmu," laki-laki itu kemudian mengambil pecahan piring yang terdekat kemudian dia goreskan kearah leher Rukia, Rukia terhuyung dan sempat melihat laki-laki itu tinggi berambut cokelat dan saat itu juga Rukia tergeletak lemah bercucuran darah.
End Of Flash Back
"Itu karena aku kurang hati-hati," jawab Rukia berbohong.
"Benarkah."
"Iyah aku memang ceroboh hahahaha," Rukia tersenyum terpaksa.
"Iyah-iyah lain kali kau harus lebih berhati-hati yah…"
"Iyah," Rukia tersenyum lembut pada Ichigo yang membuat wajah Ichigo merah padam saat itu.
1 hari setelah itu, pesta mulai malam ini Ichigo mengundang beberapa temanya yang tidak lain adalah Abarai Renji, Hitsugaya Toushiro, Hisagi Shuhei, Kira Izuru, Ishida Uryuu, dan teman-teman yang lainya. Sedangkan ayahnya mengundang beberapa teman pengusahanya seperti Aizen, Urahara dan Shihouin. Byakuya hanya menikmati pesta tanpa mengundang seorangpun.
"Selamat yah Ichigo kau sudah bisa mendapat seorang pasangan," jawab Renji yang mengulurkan tanganya pada Ichigo dan tanpa ragu Ichigo meraih jabatan tangan itu.
"Selamat yah Kuchiki san, tidak aku sangka kau bisa bertunangan dengan Kurosaki aku pikir Kurosaki masih terlalu bagus untukmu," jawab Ishida diiringi oleh tawa kecil
"Aku pikir aku masih lebih cocok untumu," jawab Ishida yang sukses mendapat pukulan kecil dari Inoue.
"Uryuu kun kau masih ingin menggoda gadis lain!" tegur Inoue yang tak lain adalah tunangan Ishida.
"Tidak tidak aku hanya bercanda kok Hime chan," jawab Ishida kepada Inoue manja tidak lama kemudian pasangan itupun pergi dan tinggal tersisa Ichigo dan Rukia saja.
"Rukia kau tunggu sebentar disini yah," jawab Ichigo.
"Ah baik-baik. Memang kau mau kemana?"
"Ada urusan yang harus aku selesaikan," jawab Ichigo. Ichigo kini berlari menuju kearah ayahnya dan menganjaknya berbicara berdua saja.
"Hei ayah apa yang kau pikirkan tentang meninggalkan Rukia dan aku di rumah sebesar itu?!"
"Itu untuk membuatmu lebih dekat dan menumbuhkan rasa cinta pada Rukia chan."
"Lalu kenapa para maid dihilangkan, lalu kenapa ada hantu di rumah itu!"
"Para maid baru datang sekarang, karena kalau mereka berada di rumah itu pada saat itu pasti kau tidak akan peduli lagi pada Rukia chan kalau soal hantu itu buka bagian dari rahasia kami."
"Jadi soal hantu itu…."
"Sudahlah! Ichigo my lovely son! Mari kita bersenang-senang sepuasnya malam ini. Ini-ini minum dulu sake ini enak-enak lohhhhh," tawar Ishiin pada Ichigo, karena Ichigo palin lemah kalau udah dengar kata "Sake" Ichigo lansung antusias sekali minum sake itu.
Sedangkan Byakuya yang sedang duduk santai dengan segelas wine ditanganya
Tidak lama kemudian datanglah seorang pria berambut coklat tinggi mengenakan kaca mata.
"Lama tidak jumpa Kuchiki Byakuya," sapa pria itu Byakuya langsung berbalik.
"Kau…. Aizen Sousuke."
"Lama tidak jumpa," sapa pria bernama Aizen itu.
"Mau apa kau kesini?"
"Uh, seperti biasa ah tidak ramah, aku kesini diundang oleh Kurosaki san."
"Lalu untuk apa kau menyapaku?"
"Tidak salah menyapa teman baik kan."
"Apa yang dimaksud oleh "Teman baik" aku tidak merasa teman baikmu Aizen."
"Sudahlah, aku kesini punya satu pertayaan untukmu Kuchiki san."
"Apa?"
"Begini aku tau kau itu memiliki sahamku sebesar 50% aku tidak yakin kau bisa terus mempertahankanya karena itu aku kesini untuk menawarimu sesuatu, kau tau kan dokumen rahasia keluarga Kurosaki aku dengar kau memiliki salah satu kunci cadangan itu bagaimana kalau kau berikan kunci itu dan aku akan meningkatkan angset dari perusahaanmu itu bagaimana?"
"Itu…."
"Ayo Kuchiki san jawab."
"Itu tidak mungkin aku sudah berjanji pada Ishiin untuk tidak meyerahkan kunci itu pada siapa-siapa."
"Apa? Kau itu menyia-nyiakan kesempatan emas yang aku berikan."
"Aku juga ingin bertanya untuk apa dokumen itu Aizen?"
"Itu….. kau tau kan bahwa keluarga Kurosaki adalah musuh besarku juga, aku ingin sedikit mengusik insvestasi Kurosaki terlebih lagi disitu dicantumkan kode untuk membuka brangkas yang berisi perjanjian dengan organisasi Soul Society, kalau kita bisa membantalkan pejanjian itu kemungkinan besar perusahaan Kurosaki akan bangkrut."
"Sudah kubilang tidak bisa," jawab Byakuya bersikeras, Byakuya lantas meninggalkan tempat tersebut.
"Kalau kau tidak mau, kau bisa kehilangan orang yang kau sayangi Kuchiki Byakuya," ucap Aizen dengan volume kecil dan senyuman menyeringai.
Attention- Attention- Attention- Attention- Attention- Attention- Attention-
Sementara di kamar Rukia sedang membaca buku, dan terus-terusan melihat jam.
"Jam 12 malam pesta sudah usai 2 jam yang lalu kenapa Ichigo belum pulang juga?"
Tidak lama kemudian Ichigo datang ke kamar tersebut, semburat garis-garis merah terlihat dari pipi Ichigo, matanya sudah berkantung rambutnya berantakan dan juga bajunya yang tidak karuan.
"Ichigo kau sudah pulang dari mana saja kau?!"
Rukia berjalan mendekati Ichigo yang berada di depan pintu dan terus berdiri.
"Ak-u in…. ngin, a-k.. u," jawab Ichigo terbata-bata Rukia perlahan mendekatinya dan meraba keningnya.
"Kau sakit Ich-" belum sempat Rukia mengakhiri kalimatnya Ichigo sudah menahan tangan Rukia dan menghimpitnya ke tembok Rukia yang melihat Ichigo wajahnya sangat deka dengan wajahnya langsung merah padam, perlahan tangan Ichigo mulai memegang pipi Rukia yang halus.
"Aku ingin Rukia," jawab Ichigo.
Rukia langsung menghempaskan tubuh Ichigo tapi kekuatan Ichigo jauh lebih kuat. Ichigo terus menghimpit Rukia sampai tidak ada jarak lagi pada mereka tangan kiri Ichigo mulai meraba-raba pinggang Rukia sedangkan tangan kananya menahan tangan Rukia. Perlahan bibir Ichigo mulai mendekati Rukia dan bertemu 1 sama lain Ichigo mencium bibir mungil Rukia dengan ganasnya, setelah selesai bermain dengam bibir mungil itu Ichigo mulai menlongarkan dasinya dan membuka kancing bajunya, Rukia yang selesai dicium Ichigo merasakan alcohol.
"Ichigo kau mabuk!" ujar Rukia tapi tidak dihiraukan oleh Ichigo, kini Ichigo sudah bertelanjang dada, perlahan Ichigo melucuti dress Rukia, Rukia berusaha mencegah tapi tidak bisa lalu Rukia melihat vas bunga Rukia berusaha meraihnya, sedikit-sedikit dan terambilah vas bunga itu (lebay ah) Rukia langsung teriak.
"SADARLAH ICHIGO!!!!!!" teriak Rukia sambil membantingkan vas bunga itu kearah kepala Ichigo air yang ada di vas bunga itu tersiram kearah muka Ichigo, Ichigo tergeletak di lantai seperti korban pembunuhan.
"Ichigo…. Ichigo…," Rukia mencolek Ichigo tapi tetap tidak bangun Rukia mengoyan-goyangkan tubuh Ichigo tetap tidak bangun dan satu yang terlintas di pikiran Rukia.
"AKU SUDAH MEMBUNUH ICHIGO TIDAAAAAAKKKKKKKKK," teriak Rukia dalam hati.
T~B~C
~IchiRuki~ IchiRuki~ IchiRuki~ IchiRuki~ IchiRuki~ IchiRuki~ IchiRuki~ IchiRuki~
Pokoknya aku gak terima kalau ada yang protes, soal Attention yang tadi kan aku kasih tau iya~ kan. Nah sekarang balasan ripiu yang hampir semua sama jawabanya.
Zizi Kirahira Hibiki+Sarsarawayz+Aya-Kuchiki chan:
Jawaban (deng…. Deng deng vocal backsound)
Sodara-sodara, senpai-senpai, kakak-kakak sekalian sudah jelas kan kenapa Rukia bisa kena beling dan para maid hilang.
Satu lagi! Ichigo suka Rukia pada pandangan pertama loh.
Gak tau kapan, dan gak tau pasti aku bakal ngerubah fic ini ke rated M, tapi cuman rencana aja.
Oke teken yang ijo-ijo itu yah.
