Family
.
.
Chapter 3
.
.
"New Friend's"
.
.
Hari Jum'at siang ini, Daehwi jalan sendirian menuju rumahnya. Daehwi baru pulang sekolah, Appa Ong nggak bisa jemput gegara masih banyak kerjaan di kantornya. Eomma Jisung juga nggak bisa, soalnya ada arisan sama uke-uke lain di rumah ibunya Kak Hyungseob yang namanya Choi Minki atau yang sekarang marganya udah ganti jadi Kim Minki. Daehwi bukannya nggak mau bareng anak-anak yang lain, cuma anak-anak yang lain belum pulang, soalnya ya mereka 'kan kakak kelasnya. Jangan tanya Guanlin, dia masih mau nungguin kakaknya, sementara Daehwi pengen pulang cepet sekarang.
Daehwi berhenti jalan begitu matanya melihat anak lain yang kayanya seumuran sama dia, sedang nangis di pinggir jalan yang nggak jauh dari sekolahnya. Dilihat-lihat dari baju seragamnya sih, mereka satu sekolah. Tapi Daehwi kayanya belum pernah ngeliat anak itu. Jadilah dengan langkah pelan-pelan, Daehwi menghampiri anak itu.
"Kamu nggak papa?" Tanya Daehwi begitu sampai di depan anak yang lagi nangis. Anak itu dongak, kaget ngeliat ada anak lain yang datangin dia. Anak itupun sesegukan sambil geleng-geleng, "Aku mau pulang, ta-tapi nggak tahu jalan pulang." Jawab anak itu.
Daehwi senyum terus ngusap pipi anak di depannya pake tangan kecilnya. "Udah jangan nangis, nanti Daehwi bantuin. Nama kamu siapa?"
"Na-nama aku Jeongin." Ucap anak itu. Daehwi ngangguk lalu liat ke arah kanan-kirinya, buat cari orang yang mungkin kenal sama anak yang bernama Jeongin ini.
"Kamu anak baru ya? Kok Daehwi nggak pernah lihat kamu sebelumnya?" Tanya Daehwi penasaran.
"Iya, aku sama kak Jisung baru pindah tadi pagi." Jawab Jeongin seraya mengusap kedua matanya.
"Kak Jisung itu kakak kamu? Kelas berapa?"
"Iya, dia kakak aku. Kelas empat."
"Kalo gitu, kelas empat pulangnya masih lama. Kamu mau nungguin kakak kamu atau mau aku anterin pulang aja?"
Daehwi bukannya sok tahu tentang jalan. Tapi memang hampir setiap akhir pekan ia dan kawan-kawannya akan berjalan mengelilingi komplek perumahannya dan juga komplek perumahan yang lain. Itu adalah ide dari Kim Woojin yang menginginkan mereka mengenal area tempat tinggal mereka, hingga mereka tak akan kesasar nantinya.
"Jeongin! Kamu kok di sini? Kakak nyariin kamu juga dari tadi." Suara anak lain yang terdengar berhasil mengalihkan pandangan Daehwi ke anak itu.
"Kak Jinyoung!" Daehwi menyapa sosok yang berada di samping anak itu. Kedua anak lelaki itupun menghampiri Daehwi dan Jeongin.
"Lho Daehwi, kamu kok di sini?" Jinyoung datengin Daehwi dan berdiri di samping Daehwi. "Ini kak, Daehwi mau bantuin Jeongin tadinya. Tapi kalian udah keburu keluar." Jawab Daehwi dengan senyum manisnya.
"Oh iya Hwi, ini temen sekelas kakak yang baru, namanya Im Jisung. Dan itu adeknya." Tunjuk Jinyoung ke arah Jisung sama Jeongin. Daehwi ngangguk, abis itu ngulurin tangan yang disambut ama Jisung.
"Salam kenal ya Kak Jisung, aku Daehwi."
"Salam kenal juga Daehwi."
Habis itu, Jisung ngelepas tangan Daehwi. Jisung lalu megang kedua pipi adeknya. "Kan tadi pagi kakak bilang, tungguin kakak. Nanti kalo kamu pulang duluan terus kesasar nanti siapa yang dimarahin Mama? Kakak juga." Jisung udah mulai ngomel-ngomel ke Jeongin.
Daehwi ma Jinyoung cuma bisa nontonin. Mereka nggak mau ikut campur, soalnya 'kan mereka baru kenal juga.
"Tapi Jeongin pengen cepet pulang kak. Kakak 'kan masih lama di sekolah." Jeongin ngerucutin bibirnya, imut. Ngebuat Jisung nggak tahan buat marah lama-lama sama adek satu-satunya itu.
Jisung desah pelan, ia lalu natap Daehwi ma Jinyoung bergantian. "Rumah kalian di komplek mana?" Tanya Jisung.
"Rumah kita di komplek Beautiful Sung. Kenapa?" Itu Jinyoung yang ngejawab.
"Komplek Beautiful deket nggak sama komplek Cherish?"
"Deket kok kak! Kenapa?" Sekarang giliran Daehwi yang ngejawab.
Jisung senyum kecil sambil megang tangan Jeongin. "Kamu bisa anterin Jeongin pulang dulu nggak Dek? Kakak 'kan masih lama pulangnya." Minta Jisung ke Daehwi.
Daehwi senyum lebar sambil nganggukin kepalanya. "Boleh lah kak! Boleh banget malah."
Jisung senyum terus ngusap rambut Jeongin. "Nah, sekarang kamu pulang sama Daehwi ya. Inget, jangan nyusahin Daehwi." Nasihat Jisung yang dibales senyuman manis sama adeknya itu.
"Kalo gitu, kakak panggil Guanlin sekalian ya. Biar kalian ada yang ngejaga." Kata Jinyoung dibales gelengan sama Daehwi, "Nggak usah kak. Guanlin 'kan pengennya pulang sama kakak. Biar Daehwi sama Jeongin aja, lagian 'kan nggak jauh ini." Kata Daehwi sambil senyum.
Jinyoung pun nganggukin kepalanya. "Ya udah, tapi hati-hati ya. Kalo ada orang yang nggak dikenal ngasih permen atau apa-apa jangan diterima, langsung lari atau teriak minta tolong aja." Nasihat Jinyoung.
"Ya udah kak, kalo gitu kita pulang dulu ya! Dadah!" Daehwi ngegandeng tangan Jeongin dan mereka berdua pun pergi ninggalin sekolah.
Jisung ma Jinyoung pun kembali ke kelas mereka waktu bel masuk bunyi.
.
.
Sore ini, Jihoon ma Woojin udah janjian sama temen-temen yang lain bakal ke taman depan komplek perumahan mereka buat kenalan sama anak-anak komplek sebelah yang nama perumahannya itu Komplek Cherish. Komplek Cherish baru dibuka minggu kemaren, makanya orang-orangnya baru pada pindah dan belum kenalan sama tetangga-tetangganya. Jadilah, karena anak-anak yang lain baru pada ketemu tadi di sekolah, Jihoon ma Woojin mutusin buat kenalan sama anak-anak baru itu di taman sambil main bareng.
Jihoon, Woojin, ma Daehwi udah nyampe duluan di taman disusul sama Dongmyeong, Hyungseob, Euiwoong, Haknyeon sama Dongbin. Jinyoung ma Guanlin belum nyusul, soalnya masih tidur siang kata Mommy Minhyun.
"Ini mana Kak Hoon? Katanya yang lain mau pada nyusul." Itu Dongbin yang ngeluh, iya soalnya dia biasanya jam segini tuh udah stay di depan tv buat nonton Thomas dan kawan-kawan.
"Sabar Dek, yang lain masih di jalan mungkin." Ini Hyungseob yang coba nenangin.
Jihoon, Woojin ma Haknyeon lagi pada ngobrol tentang PR mereka yang kayanya susah. Iyalah, PR dari Pak Sehun, kapan coba yang nggak susah? Mana orangnya datar banget lagi. Heran gitu mereka, orang kaya gitu kok ya diterima ngajar di SD?
Lain lagi sama Euiwoong ma Daehwi, mereka berdua lagi main batu, kertas, gunting yang tadi pagi di kelas belum mereka selesaiin. Soalnya Bu Mina udah keburu masuk tadi pagi.
Dongmyeong? Dia mah nemenin Hyungseob nenangin Dongbin yang masih misuh-misuh. Hyungseob heran, kok ya Haknyeon kuat punya adek kaya Dongbin yang cengeng ma manjanya bikin nyebut terus?
"Jihoon!" Semua yang di sana noleh ke arah suara. Di sana udah ada segerombolan anak kecil yang lari-lari ke arah delapan anak lain yang emang udah nungguin mereka.
"Sorry ya lama." Anak yang tadi manggil Jihoon ngelanjutin. Dia berdiri di depan Jihoon diikutin ama temen-temenya yang langsung berdiri berjejer di samping anak itu. Kawan-kawannya Jihoon pun ngikutin, mereka berdiri berjejer di samping Jihoon.
"Kita kenalan dulu ya, sebutin nama sama kelas, biar saling kenal." Titah Jihoon yang dibales anggukan kepala sama yang lain.
"Dari aku dulu ya. Aku, Wang Changbin, kelas 5.1"
"Aku Kang Minho, kelas 6.2"
"Aku Kim Seungmin, kelas 4.2"
"Aku Park Hyunjin, kelas 4.2"
"Aku Bang Felix, kelas 4.3"
"Aku Im Jisung, kelas 4.1"
"Aku Im Jeongin, kelas 1.2"
"Giliran kami. Aku Kim Jihoon, kelas 5.1"
"Aku Kim Woojin, kelas 5.1"
"Aku Kang Haknyeon, kelas 5.1"
"Aku Yeo Dongmyung, kelas 4.1"
"Aku Kim Hyungseob, kelas 5.2"
"Aku Kang Dongbin, kelas 1.2"
"Aku Kim Euiwoong, kelas 1.1"
"Aku Ong Daehwi, kelas 1.1"
"Hah? Hong?"
"Gong?"
"Dong?"
"Song?"
Daehwi merengut kesal. Namanya lagi-lagi disalah artikan oleh teman-teman barunya itu.
"Denger ya kakak-kakak sekalian, nama aku itu Ong Daehwi. Bukan Gong, Dong, Hong, apalagi Song. Cuma Ong." Ucap Daehwi tegas.
Teman-temannya yang lain pun menganggukan kepalanya mengerti.
"Tapi nama kakak lucu deh. Sama kayak mamanya Kak Felix." Celoteh Jeongin seraya menunjuk Woojin.
Woojin cengo. Yang lain cuma pada ketawa. Jeongin? Dia mah cuma masang wajah polos. Nggak tahu apa yang temen-temen sama kakaknya ketawain.
"Di sini mah emang banyak yang sama Dek namanya. Lain kali jangan kaget lagi ya." Itu Jihoon yang udah berhenti ketawa. Jeongin ngangguk polos.
"Nama kalian banyak yang sama, kalian ada yang kakak-adek juga?" Tanya Hyunjin.
"Iya. Jihoon-Woojin itu saudara kembar, Haknyeon-Dongbin kakak-adek, Hyungseob-Euiwoong juga kakak-adek. Ada satu pasang lagi, tapi mereka belum dateng. Namanya Kang Jinyoung sama Kang Guanlin. Mereka sekelas sama aku ma Daehwi juga." Dongmyeong jelasin panjang lebar sambil nunjuk temen-temennya satu-persatu kecuali Jinyoung ma Guanlin. Yang lain cuma angguk-angguk kepala, coba ngerti.
"Kalo kalian? Ada yang kakak-adek?" Giliran Hyungseob yang nanya.
"Ada, itu si Jisung sama Jeongin." Jawab Changbin.
"Terus ini mau nungguin temen kalian yang lain apa mau langsung main aja?" Tanya Minho. Sebagai yang tertua di sini, Minho emang udah diamanatin sama orangtua temen-temennya buat ngejagain temen-temennya itu. Meskipun seharusnya Minho udah harus mulai fokus buat ujiannya beberapa bulan lagi, tapi sesekali main gapapa 'kan?
"Langsung main aja. Entar Jinyoung ma Guanlin bisa nyusul kok." Itu Euiwoong, yang udah nggak sabar main bareng sama temen-temen barunya.
.
.
"Guanlin! Buruan!" Teriak Jinyoung dari depan rumah mereka.
"Bentar Kak Jin!" Bales Guanlin dari dalem rumah.
Jinyoung dengus kesal. Ini udah sore, dan dia udah janjian sama temen-temennya buat main bareng sama temen-temen baru mereka.
Minhyun yang habis nyiram taneman pun deketin Jinyoung dan ngusap lembut rambut Jinyoung.
"Kamu kenapa sih? Bangun tidur kok malah cemberut begini? Jelek lho jadinya." Ujar Minhyun seraya terkekeh kecil.
Jinyoung menggembungkan pipinya imut yang ngebuat Minhyun nggak tahan buat nyubit pipi anaknya itu.
"Ya 'kan aku udah janjian ama temen-temen yang lain Mom~. Lagian kenapa Mommy nggak bangunin coba?" Jinyoung dongak dan natap Minhyun dengan mata berkaca-kaca.
"Habisnya kamu kaya capek banget tadi. Kan Mommy udah sering bilang, jangan lari-lari kalo main di sekolah." Ujar Minhyun yang membuat Jinyoung kembali menundukan kepalanya.
"Udah sana kalo mau main. Itu Guanlin udah siap." Kata Minhyun sembari mengacak-acak rambut Jinyoung. "Inget, kamu mau punya adik lagi, manjanya dikurangin ya." Nasihat Minhyun yang membuat Jinyoung buru-buru menghampiri Guanlin.
"Mommy, kita main dulu ya!" Pamit Guanlin.
Jinyoung yang berjalan di samping Guanlin pun menatap adiknya dari samping.
"Lin, kamu beneran mau punya adik baru?"
"Kenapa nggak sih Kak? Adik bayi itu lucu, ngegemesin."
"Tapi Lin,"
"Kakak jangan khawatir, sampai sekarang kakak masih disayang sama Daddy ma Mommy 'kan? Entar kalo adik bayi lahir juga semuanya bakal tetap sama kok. Kakak tenang aja, kasih sayang orangtua itu bakal adil ke anak-anaknya."
Jinyoung diem. Ternyata, adiknya ini lebih dewasa dibanding dia. Guanlin masih tujuh tahun. Dan Jinyoung ngerasa kalah sama Guanlin masalah kedewasaan.
.
.
TBC
A/N :
1.) Hallo! Apa Kabar? Udah lama nggak muncul di ff ini. Jadi kangen!
2.) Aku udah mutusin bakal pakai bahasa semi/non-baku di ff ini. Lebih nyaman sih, soalnya banyak anak kecilnya.
3.) Aku masukin nak-anak pd101, stray kids, got7 and day6 sebagai ortu dan nak-nak tambahan cast. Mau nambahin nct, tapi kalian sanggup nambah, bingungnya? Wkwkwk.
4.) Bakal update cepet kalo ada yang ngerespon.
5.) Thanks a lot buat yang udah review, favorite and follow this fiction. I love you so much!
Ps. Minho : 12 y.o
99L : 11 y.o
00L : 10 y.o
01L : 7 y.o
Pss. Coba tebak siapa ortu nak-anak stray kids! Yang bener aku kasih apa yang kamu mau .g
See you next chap!
11 Mei 2018
Panda
