Back Seat
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan
Cast : DBSK Family dan lain - lain
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Friendship, YAOI
Rate : T
Peringatan : Ada Flashback yang GAK ada tandanya, alur kadang cepat kadang lambat
Enjoy it ^o^
.
.
.
.
.
" Lalalalalalalala~"
Suara senandung itu berasal dari sebuah apartemen mewah dimana seorang namja sudah berpakaian lengkap namun santai. Hari ini dia akan bermain bersama Changmin, ya... Namja itu adalah Junsu.
Dia sekarang beranjak menuju pintu apartemennya dan berjalan menuju parkiran dengan riang. Junsu segara mengemudikan mobilnya menuju ke sekolah Changmin dan disana Changmin sudah menunggu digerbang sekolah.
" Juuucciiiiiiii!" Pekik Changmin kemudian menghambur kedalam dekapan Junsu
" Aigo... Kajja kita makan siang setelah itu kita akan bermain!"
" Yaaaayyyyy! Min cayang juchi!"
" Juchi juga sayang Min. Kyunie eodie?"
" Kyunie cedang ke kamal mandi!"
" Jja, kita tunggu dia"
Tak lama Kyuhyun datang dan mereka bertiga pun menuju sebuah restoran untuk makan siang. Junsu hanya memperhatikan keduanya makan dengan lahap sampai seseorang mendatanginya.
" Bisa kita bicara?"
Junsu menoleh dan matanya melebar saat melihat siapa yang ada disampingnya.
" ..."
.
.
.
.
~ Chapter 3 ~
.
.
.
.
.
Saat Jaejoong datang ke apartemen Junsu, aura namja gempal itu terlihat suram dan dia terus menggerutu tentang apapun yang dia lihat. Jaejoong yang gemas menjitak kepala Junsu hingga namja itu mengomel tiada henti.
" Yak Kim Bebek Junsu! Hentikan gerutuan dan omelanmu serta sumpah serapahmu atau aku akan pulang"
" E-eh"
" Padahal kau yang memintaku datang ke sini tapi kau malah seperti ini"
" Mianhae hyung"
Jaejoong menjatuhkan dirinya disamping Junsu yang duduk pada sofa yang muat untuk tiga orang itu. Dia menatap Junsu yang terus saja mengacak rambutnya seakan - akan tengah frustasi.
" Wae?" Tanya Jaejoong dengan nada lembut
" Hyung ah, aku..."
" Ne? Kenapa kau membawa Changmin pulang tapi tidak berpamitan saat kau pulang tadi?"
" Aku..."
" Ceritalah..." Jaejoong menatap teduh sahabatnya itu
Setelah Junsu memulangkan Changmin dan Kyuhyun, namja itu langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan. Jaejoong langsung tahu jika Junsu sedang ada masalah sehingga dia langsung menitipkan Changmin dalam asuhan Ryeowook kemudian dia pergi ke apartemen Junsu yang dekat dari rumahnya.
" Aku bertemu dengannya"
" Nugu?"
.
- FLASHBACK -
.
Junsu duduk berhadapan dengan namja yang dulu pernah mengusirnya dan membuatnya jauh dari Yoochun. Namja yang akan melakukan apapun agar Junsu berada pada jarak yang jauh dari anaknya, Mr. Park.
" Ada apa?" Tanya Junsu yang jengah dengan tatapan intimidasi Mr. Park
" Kau... Sudah menemui anakku bukan?"
" Tidak usah bertele - tele, katakan saja apa maumu?" Tanya Junsu kemudian melipat tangannya dan menaikkan kaki kanannya di atas kaki kirinya
" Ck, aku beri kau waktu untuk menjauh dari putraku"
" Hey pak tua, kau pikir siapa yang mendekati siapa?" Ucap Junsu dengan santai
" M-mwo?!"
" Kau tanya saja pada anakmu kenapa dia mencariku bahkan menyewaku"
Mr. Park menegakkan tubuhnya, dia memang tahu Yoochun menemui Junsu tapi... Menyewanya? Ah tidak... Dia tidak mengetahuinya.
" Lebih baik kau urus anakmu itu dari pada terus menyuruhku menjauhinya. Aku tinggal disini, bekerja disini. Bukankah dia sudah bahagia dengan kehidupannya? Kenapa juga dia harus kembali mencariku" Ucap Junsu
" Jauhi saja anakku atau kau akan menerima akibatnya"
" Menerima apa lagi? Memutus semua koneksi perusahaan Yunho? Begitu? Apa caramu tidak licik menggunakan orang lain Mr. Park?"
Mr. Park terdiam namun wajahnya mengeras. Dia tidak tahu juga bahwa sikap Junsu yang dulu telah berubah.
" Silahkan kau lakukan, tapi ingat... Aku berbeda dengan Junsu yang dulu. Jika dulu aku menurutimu maka sekarang tidak" Tegas Junsu
" Memang apa yang bisa kau lakukan eoh?!"
" Aku? Sepertinya anakmu itu mengejarku lagi dan tebak apa yang akan dia lakukan kalau aku membuka rahasiamu yang dulu?"
" Apa maksudmu?"
" Bagaimana jika aku menceritakan apa yang kau lakukan padaku dan keluarga Yunho pada Yoochun? Oh, aku yakin dia tidak akan tinggal diam. Dan, aku bisa menceritakan apa yang kau lakukan padaku saat ini"
" Dia tidak akan mempercayaimu"
" Hey, Yoochun-mu itu berbeda dengan yang dulu. Apa kau yakin dia akan menurutimu sekarang?" Tanya Junsu kemudian tersenyum miring
Mr. Park mengepalkan tangannya, dia tidak punya pilihan lain kecuali mengangkat koper yang ada disampingnya kemudian menaruhnya di atas meja.
" Ini, aku memberikan ini padamu" Mr. Park membuka koper itu dan Junsu mengangkat salah satu alisnya
Melihat ekspresi Junsu, Mr. Park yakin namja gempal itu akan menerima keinginannya. Mana ada manusia yang tidak membutuhkan uang? Apa lagi namja tidak mampu sejenis Junsu, menurut Mr. Park. Namja paruh baya itu hanya belum tahu keuangan Junsu yang sekarang.
" Aku rasa, butuh seratus penyewa agar bisa mengumpulkan uang sebanyak ini" Ucap Mr. Park santai
Junsu terkekeh, dia benar - benar meremehkan Mr. Park sekarang. Uang sebanyak itu? Hah...
" Hey pak tua? Apa kau bercanda?"
Mr. Park mengerutkan keningnya tidak mengerti. Junsu berdiri dari tempat duduknya dan menatap tajam Mr. Park. Dia mengambil satu ikat uang itu kemudian membuka ikatannya dan melemparkannya ke atas, membuat uang itu berhamburan kemanapun dan membuat mereka menjadi sorotan utama dalam kafe begitu juga Changmin dan Kyuhyun yang sedang bermain tak jauh dari Junsu bingung dengan keadaan Junsu.
" PENYEWA-ku bahkan memberikanku uang lebih banyak dari pada ini. Uangmu tidak berlaku untukku" Ucap Junsu santai kemudian membalikkan tubuhnya " Minnie ah, Kyunnie... Ayo cari tempat lain"
" Ne"
Changmin dan Kyuhyun menghampiri Junsu dan menggandengnya. Wajah Mr. Park sendiri berubah menjadi merah karena perlakuan Junsu, tak lama asistennya masuk kafe dan berdiri di belakang Mr. Park.
" Lain kali, kau harusnya mengupdate data lawanmu sebelum kau mencoba melawannya. Dan, bilang pada anakmu untuk berhenti menyewaku" Ucap Junsu kemudian mengajak Changmin dan Kyuhyun keluar dari sana
" Tuan, anda tidak apa - apa?" Tanya sang asisten
" Bereskan ini semua, aku akan mencari cara untuk menghilangkan namja tidak tahu malu itu"
.
.
" Juchi waeyo? Kenapa juchi cembelut gitu?" Tanya Changmin di dalam mobil
Junsu menetralkan nafasnya kemudian menoleh kebelakang.
" Aniya, kajja! Kita cari tempat makan es krim yang lain"
" Ne!" Jawab Changmin dan Kyuhyun dengan semabgat
Junsu memegang stir mobilnya dengan erat, dia benar - benar kesal pada namja paruh baya yang menemuinya tadi. Apa - apa dia? Harusnya dia menyuruh anaknya untuk menjauhinya, bukan menyuruhnya! Karena namja itulah yang mencoba mendekatinya setelah dia menghancurkan Junsu sedemikian rupa.
Setelah makan es krim, Junsu yang masih kesal hanya memulangkan Changmin dan Kyuhyun dan pergi tanpa berpamitan pada Jaejoong.
.
- FLASHBACK OFF -
.
.
" Waw... Kau hebat bisa membalas perkataannya Suie" Komentar Jaejoone
" Yeah... Aku tidak mau dia meremehkanku lagi hyung"
" Hum" Jaejoong menganggukkan kepalanya
" Jika dia melakukan sesuatu pada keluargamu hyung, katakan padaku ne? Aku tidak mau kalian menjadi korban lagi"
" Suie yah..."
" Kalian keluargaku, aku tidak akan membiarkan apapun yang buruk menimpa kalian"
Grep
Jaejoong memeluk Junsu dari samping, memberikan kehangatan pada Junsu. Jaejoong tahu bagaimana Junsu bertahan hidup selama ini, Junsu benar. Dia sendiri tapi dia memiliki Jaejoong sebagai keluarganya. Jaejoong sangat menyayangi Junsu, namja gempal itu sudah seperti adiknya.
" Kau tahu Suie..." Gumam Jaejoong
" Hum?"
" Aku sangat menyayangimu, kau adalah adik bagiku dan Yunho. Kami sangat menyayangimu terlebih Changmin yang sangat protektif padamu. Dia mungkin lebih sayang padamu dari pada aku"
" Ayolah hyung, kau tahu itu tidak benar! Changmin selalu menangis jika satu hari tidak bertemu denganmu"
" Hahahahaha ne... Jadi, apapun yang terjadi tetaplah ada disamping kami. Jangan menghilang seperti dulu" Jaejoong berbisik lirih diakhir kalimatnya kemudian dia mengeratkan pelukannya
Ceklek
" Omo! Sepertinya aku ketinggalan sesuatu eoh?"
Jaejoong melepaskan pelukannya dan kedua namja cantik serta manis itu menoleh. Dibelakang mereka, Yunho, Changmin yang ada dalam gendongan Yunho, Kyuhyun serta Ryeowook berdiri memandang mereka.
" Eommmaaa!" Pekik Changmin dengan matanya yang merah
" Waeyo Minnie ah? Kenapa matamu merah eoh?" Tanya Jaejoong
" Min bangun tidul tapi eomma gak ada"
" Aigo..."
Jaejoong berdiri kemudian menghampiri suami dan anaknya itu. Dia mengambil alih Changmin dan Yunho dan menenangkan anaknya yang masih dalam mode manja.
" Tega sekali kau Boo" Ucap Yunho
" Mwo?"
" Kau berselingkuh dengan Junsu" Yunho mempoutkan bibirnya
" Ya!"
Jaejoong memukul lengan Yunho kemudian terkekeh bersama. Junsu yang melihatnya merasa iri, dia tidak cemburu... Hanya iri...
Keluarga Jung itu terlihat harmonis dan sangat bahagia, dia juga ingin merasakan kebahagiaan bersama dengan pasangannya kelak. Tapi, apakah itu semua mungkin jika tidak ada seorangpun yang bisa menyentuh hatinya?
" Ahjusshi waeyo?"
Junsu menoleh, dia melihat Kyuhyun dan Ryeowook sudah duduk disampingnya. Ryeowook hanya duduk menghadap ke depan, namja pendiam itu terlihat cuek tapi dia memberikan perhatian dengan caranya sendiri.
" Aniya..."
" Mau peluk Kyu?" Tanya Kyuhyun
" Bolehkah?"
" Tentu"
Junsu tersenyum lalu memeluk Kyuhyun yang berdiri didepannya. Cara Kyuhyun dan Changmin untuk menenangkannya sangatlah sederhana, hanya dengan memeluk mereka Junsu merasakan ketenangan.
Puk
Puk
Puk
Kyuhyun menepuk - nepuk punggung Junsu, entah kenapa dia merasa harus melakukannya. Junsu sendiri mulai terhibur, harusnya dia bersyukur memiliki keluarga seperti Jaejoong dan yang lainnya. Mereka memberikan perhatian yang dibutuhkannya selama ini.
" Annnddwwweee!"
Pekikan itu datang dari namja cilik yang ada di dalam gendongan Jaejoong. Changmin meminta sang eomma untuk menurunkannya kemudian dia berlari kehadapan Junsu dan Kyuhyun yang masih berpelukan.
" Kyu! Lepacin Suie juchi"
" Wae?" Kyuhyun menolehkan kepalanya, melirik Changmin yang sudah mempoutkan bibirnya
" Min juga mau dipeluk cama juchi!"
" Aigo... Peluk eomma saja sana"
" Min mau dipeluk Kyu cama juchi!" Pekik Changmin tak lama matanya berembun
Junsu yang merasakan sinyal bahaya, merenggangkan pelukannya dan meraih Changmin menggunakan tangan kanannya. Dia memeluk kedua namja cilik itu dan menggelitik mereka.
Jaejoong dan Yunho yang melihatnya tersenyum, Yunho merangkul pinggang sang 'istri' dan terus memandang pemandangan bahagia di depannya.
.
.
.
.
" Ahhh~~ Akhirnya aku kembali ke Seoul!"
" Ya hyung! Tunggu aku!"
Namja itu menoleh, dia melihat adiknya tengah menarik koper berlari kearahnya. Yoochun, dia tersenyum dan berdiri untuk menunggu sang adik.
" Hyung! Kenapa hyung tidak membantuku eoh?!" Yoohwan memarahi sang kakak yang sangat 'exited' saat turun dari pesawat namun dia tahu kenapa kakaknya terlihat gembira seperti itu
" Mianhae Yoohwan ah! Aku benar - benar bahagia bisa kembali kesini"
" Ne, hyung terlihat seperti itu kok"
" Dan kau! Kejar pelajaranmu yang tertinggal selama kita berada di Jepang!"
" Ne hyung"
" Aku masih tidak habis pikir kau mengajukan dirimu untuk menjadi asistenku"
" Aku hanya tidak ingin melihat orang lain kesulitan menghadapi tinggah labilmu hyung!"
" Ya!" Yoochun memukul kepala adiknya dan Yoohwan langsung memekik kesakitan namun tak lama kakak beradik itu tertawa bersama
.
.
.
Yoochun tidaklah pulang ke rumahnya, dia sudah membeli sebuah apartemen yang pasti akan membuatnya sangat bahagia. Dia menatap pintu yang ada disampingnya kemudian tersenyum lebar, dibelakangnya sang adik hanya bisa tersenyum maklum.
Keduanya masuk dan melihat apartemen itu sudah berisi barang - barang yang dibutuhkan oleh Yoochun. Yoohwan langsung saja duduk disofa kemudian menyalakan televisi yang ada tak jauh dari sofa itu.
" Hyung ah..."
" Ne?"
" Kau, jangan berbuat seenak hyung eoh"
" Maksudmu?" Yoochun duduk disamping Yoohwan kemudian meminum air mineral yang tadi dibawanya
" Eii... Junsu hyung tinggal disebelah dan aku tidak yakin hyung akan diam saja"
" Hehehehehe"
Tinggal disebelah apartemen Junsu? Ya... Selama di Jepang dia mencari tahu lebih lanjut tentang Junsu, mulai dari tempat tinggal Junsu, kegiatan yang dilakukan Junsu termasuk appanya yang bertemu dengan Junsu minggu lalu serta masa kelam Junsu setelah ditinggalkannya lima tahun yang lalu.
Yoochun merasa berdosa meninggalkan namja yang masih sangat dicintainya hingga saat ini. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Junsu bertahan hidup dulu, menggores urat nadinya? Mencoba meminum racun tikus?
Oh...
Sangat mengerikan membayangkannya, mata Yoochun saja langsung berembun membayangkannya. Dia meruntuki dan terus memukulkan benda apapun ke kepalanya. Untung saja sang adik menenangkannya hingga Yoochun bisa terkendali.
Dan sekarang Yoochun tidak akan kehilangan namja gempal kesayangannya itu. Dia akan memenangkan hati Junsu dengan caranya. Dia akan mengembalikan senyum tulus Junsu dan membuat namja itu merasakan kehangatan dan cintanya.
Ngomong - ngomong soal Junsu, Yoochun sempat menggeram marah saat mengetahui apa yang dilakukan Junsu sejak Yoochun pergi ke Jepang, namja itu bermain - main dengan banyak namja di club. Bahkan Yoochun tahu bahwa Junsu 'tidur' dengan namja - namja pilihannya.
Baiklah, ini juga salahnya meninggalkan Junsu. Penyesalannya selalu datang kembali saat mengingat dirinya meninggalkan Junsu karena kedua orangtuanya. Hah...
" Sudahlah hyung, jangan pikirkan masa lalu. Hyung hanya harus menatap masa depan dan aku yakin satu hari nanti Junsu hyung akan merasakan ketulusanmu hyung" Ucap Yoohwan seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Yoochun
" Aigoo... nae dongsaeng sudah dewasa eoh?" Yoochun merangkul adiknya dan menggoyang - goyangkan tubuhnya
" Ya! Aish! Hentikan hyung! Kau memalukan"
" Tidak ada siapa - siapa disini bukan... Hahahahaha"
Yoochun makin gencar menjahili adiknya, dia menggeloti Yoohwan hingga sang adik terbahak - bahak. Tak lama Yoohwan membalas perbuatan Yoochun dengan memukuli dan mendorong - dorong hyungnya dan akhirnya mereka saling membalas satu sama lain.
.
.
.
" Hosh... Hosh..."
" Hah..."
" Tidak hyung sangka kau kuat sekali sekarang hosh..."
" Hahahaha... Itu... Itu karena aku sering berolah raga hyung! Aku tidak akan kalah darimu!"
Kakak beradik itu masih senang bersenda gurau hingga Yoohwan melihat kearah jam dinding, pukul enam sore.
" Aku lapar hyung"
" Baiklah, malam ini hyung akan mentraktirmu"
" Asiikkk! Ayo hyung!"
Yoohwan menarik tangan hyungnya untuk bangun kemudian membawanya ke pintu apartemen. Setelah memastikan pintu apartemen terkunci mereka pun mulai berjalan.
" Kau ingin makan apa eoh?" Tanya Yoochun
" Daging bakar saja hyung"
" Oh... Baiklah"
Ceklek
Yoochun dan Yoohwan menoleh menoleh, mereka melihat pintu apartemen disebelahnya terbuka.
" Eoh? Yoochun ah"
" Jaejoong hyung"
Yoochun membungkukkan tubuhnya begitu pula Yoohwan, pintu apartemen itu terbuka menampilkan keluarga Jung, Kyuhyun, Ryewook serta Junsu yang sekarang mukanya bertekuk.
" Kau akan pergi kemana?" Tanya Yunho
" Kami ingin makan daging bakar"
" Eoh? Kita sama! Ayo pergi bersama!" Ajak Jaejoong kemudian mengembangkan senyumnya menghiraukan aura gelap dari namja yang berdiri dibelakangnya
.
.
.
.
.
" Eommaaaa aaaaa~~"
" Kyunie ah ayo buka mulutmu dan makan selada ini"
" Ani, Kyu gak suka selada ahjusshi"
" Omo Boo! Kau harus makan, biarkan anakmu itu makan sendiri"
" Wookie ah! Ayo makan yang banyak"
" Ne"
Yoochun memperhatikan bagaimana interaksi keluarga di depannya. Dan yah... Kalau saja hubungannya dengan Junsu masih sebaik dulu mungkin momen ini sangat indah untuknya.
" Hyung ah, kapan kau mampir lagi ke kampusku?" Tanya Yoohwan pada Junsu
Yoochun mengerutkan keningnya, untuk apa Junsu mampir ke kampus adiknya? Ada apa ini?
" Hmm... Waeyo?"
" Mrs. Lee menantikanmu hyung, dia ingin membicarakan banyak hal padamu" Jawab Yoohwan
" Oh, baiklah. Aku akan mampir akhir minggu ini"
" Baiklah"
" Makanlah yang banyak"
Junsu menaruh daging bakar pada priring Yoohwan dan dibalas senyuman oleh namja tinggi nan tampan itu. Walaupun Junsu membenci Yoochun dan kedua orangtua namja itu namun dia tetap baik pada Yoohwan. Prinsipnya telah berubah, jika dulu prinsipnya adalah ' berbuat baiklah pada semua orang walalupun mereka menjahatimu' sekarang prinsipnya itu sudah berubah menjadi 'berbuat baik hanya pada orang - orang yang berbuat baik padamu'.
" Hyung juga makanlah yang banyak" Yoohwan mengambilkan daging bakar dan menaruhnya pada piring Junsu
" Terima kasih" Ucap Junsu tulus
Yoochun termangu, hanya dia yang tidak bisa mendekati namja gempal itu. Ya Tuhan... Sungguh berdosa dirinya karena sudah menghancurkan kehidupan Junsu. Apa tidak ada cara untuk mengembalikan semuanya?
Dug
" Aw"
Yoochun menoleh saat Yunho menendang tulang keringnya, dia menatap namja bermat musang itu dan dibalas tatapan sengit olehnya.
" Ng... Untuk apa Junsu mampir ke universitasmu?" Tanya Yoochun pada Yoohwan
" Junsu hyung menjadi pelatih vokal untuk beberapa mahasiswa hyung"
" Mwo?" Yoochun menoleh dan menatap Junsu yang tengah asyik dengan dagingnya
" Ne, dia sudah melatih selama tiga tahun disana"
" Owh... Aku yakin alasannya karena suara Junsu seindah suara malaikat"
Uhuuukk!
Jaejoong dan Junsu tersedak, Yunho dan Yoohwan langsung memberikan minum untuk keduanya sedangkan Changmin sudah pergi bermain bersama Kyuhun dan Ryeowook tak jauh dari tempat mereka makan.
Jaejoong merasakan bahwa ucapan Yoochun sungguh ketinggalan zaman dan aneh? Menggombal? Tapi gagal...
Tapi, bagi Junsu...
Tidak bisa dipungkiri, dia selalu suka saat seseorang memuji suaranya karena hanya suaranya yang membuat Junsu bertahan hidup.
" Ya hyung! Kenapa kau kuno sekali eoh?!" Ucap Yoohwan
" Hahahahaha, habis itu semua benar! Jinjja" Ucap Yoochun
" Ne, suara Junsu hyung memang yang terbaik saat bernyanyi" Gumam Yoohwan
" Terima kasih Yoohwan"
" Ne"
.
.
.
.
Makan malam hari ini sungguh berkesan untuk Yoochun karena walaupun Junsu tidak meresponnya Yoochun senang bisa menghabiskan waktu bersama dengannya. Dan sekarang mereka berada dalam lift yang sama, Junsu dipojok kanan dan Yoochun dipojok kiri.
Mereka seperti orang yang tidak saling kenal, Junsu sungguh enggan berduaan saja berada di dalam lift bersama Yoochun tapi apa boleh buat, Yoohwan keluar dari lift seaat sebelum pintu lift tertutup dengan alasan ada yang ingin dia beli sebelum pulang.
Ting!
Yoochun membiarkan Junsu keluar terlebih dahulu dari dalam lift. Kemudian dia berjalan mengikuti Junsu, dia sedang memikirkan bagaimana cara meninggalkan sebuah kesan yang tidak bisa dilupakan oleh Junsu malam ini. Hmmm...
Junsu berhenti ketika sampai di depan pintu apartemennya, dia menekan password apartemennya dan tak lama terdengar bunyi pintu dibuka. Dengan segera Yoochun menarik Junsu agar tidak masuk dan mengurung namja gempal disamping pintu apartemen Junsu.
" Ya!"
" Mianhae..."
" Mw-mmmhhh!"
Junsu membulatkan matanya saat Yoochun mendekat dan menempelkan bibirnya, astaga! Yoochun mencuri ciumannya!
Junsu memukul dada Yoochun namun hal itu tidak berguna karena namja itu lebih kuat darinya. Tangan Yoochun mulai menekan pinggang Junsu agar tidak banyak bergerak dan makin mendekatkan tubuhnya. Yoochun mengingat rasa ini, rasa dari bibir yang dulu selalu dia kecap setiap hari...
Manis...
Itu lah yang dirasakan juga oleh Junsu, dia tidak kuasa lagi mendorong tubuh Yoochun namun dia juga tidak membalas perbuatan Yoochun. Dia hanya biasa... diam...
" Itu hukuman untukmu karena kau pergi dengan namja lain saat aku tidak ada disekitarmu" Lirih Yoochun dengan matanya menatap dalam mata Junsu
" Mw-mwo?" Junsu menatap Yoochun dengan wajahnya yang merah
" Jika kau melakukannya lagi, maka aku akan menciummu lagi dan lagi" Yoochun memundurkan tubuhnya dua langkah dari Junsu
" Y-ya! Memangnya kau siapa bisa melarangku seperti itu!"
" Aku tidak peduli apa pendapatmu, namun yang harus kau tahu bahwa aku akan menjadikanmu Tuan Park sebentar lagi" Ucap Yoochun dengan kesungguhan yang terpancar dari matanya
Junsu mengalihkan pandangannya, wajahnya memerah, jantungnya berdegup tidak beraturan. Oh tidak... Ini tidak baik untuknya! Namja Park ini benar - benar membawa pengaruh buruk untuk dirinya!
Cup!
Selagi Junsu sibuk dengan pemikirannya, Yoochun mengambil satu ciuman lagi dan berlari menuju apartemennya. Dia langsung masuk ketika dengan semangat Junsu meneriakinya.
" Hahahahaha, sangat menyenangkan!" Ucap Yoochun
Dia merasa seperti kembali muda. Hey, dia sekarang masih muda tapi hari ini dia merasa usianya kembali menjadi tujuh belas tahun karena berhasil mencium Junsu! Gila bukan?
Dia menyentuh bibirnya dan merasakan degup jantungnya yang sangat kencang. Oh... Dia benar - benar merasa muda kembali karena merasakan cinta!
Tanpa Yoochun ketahui, Junsu pun melakukan hal yang sama dibalik pintu apartemennya. Menyentuh bibirnya kemudian menepuk tempat nepuk pipinya yang teras panas.
" Aku harus membangun lebih tinggi dinding bajaku" Lirih Junsu pada akhirnya
.
.
.
.
.
" Hyung, aku rasa kita harus pulang ke mansion setelah sarapan" Ucap Yoohwan sembari memakan makanan pesanannya pagi ini
" Wae?"
" Eomma mengomel karena kita tidak pulang ke sana kemarin"
" Oh, baiklah" Ucap Yoochun yang sebenarnya memang ingin bertemu dengan kedua orangtuanya
Selesai sarapan mereka langsung bergegas keluar apartemen, Yoochun melihat apartemen disebelahnya tertutup rapat namun dia menyunggingkan senyumnya sangat lebar saat mengingat apa yang dilakukannya pada Junsu tadi malam.
.
.
.
" Ne hyung! Besok aku akan mengajak anak manjamu itu! Hari ini aku tidak bisa, aku harus pergi ke club lebih cepat"
" Ne, baiklah! Aku akan beritahu Minnie. Annyeong Suie"
" Ne, annyeong hyung"
PIK
Junsu mematikan sambungan ponselnya itu dan menaruhnya di atas meja makan, dia akan sarapan dengan ramen pagi ini sehingga Junsu sangat sibuk.
Belum lagi dia menerima telepon dari Jaejoong yang mana menginginkan Junsu untuk datang ke rumahnya besok karena permintaan Changmin yang manja itu. Namja cilik yang sudah dia anggap anaknya sendiri itu merajuk ingin pergi ke taman hiburan besok dan yang bisa Junsu lakukan hanya mengiyakannya.
Dia tidak akan bisa berkata 'tidak' pada Changmin bukan?
.
.
.
.
" Aigo, anak - anakku"
Mrs. Park maju kemudian memeluk kedua anaknya bergantian. Seminggu saha tidak bertemu dengan Yoochun dan Yoohwan sungguh membuatnya sangat merindukan mereka. Apa lagi sifat manja Yoohwan yang tiada taranya itu.
" Eomma, kami hanya pergi satu minggu bukan satu abad" Ucap Yoohwan
" Ne ne ne eomma tahu tapi eomma sangat merindukan kalian" Ucap Mrs. Park kemudian menatap Yoochun " Kalian sudah sarapan?" Lanjutnya
" Kami sudah sarapan di apartemen hyung tadi"
" Baiklah, masuklah... Appamu sudah menunggu"
Yoochun menganggukkan kepalanya, mereka masuk dan duduk diruang keluarga karena sang appa ada disana. Yoohwan duduk berdampingan dengan Yoochun sedangkan kedua orangtuanya duduk bersama.
" Yoochun ah" Panggil Mr. Park
" Ne appa?"
" Eun Hye akan datang besok"
" Untuk?" Yoochun mengerutkan keningnya, menatap tidak mengerti pada appanya
" Appa ingin kalian menyelesaikan masalah kalian baik - baik"
" Mwo? Menyelesaikan masalah?"
" Ya... Appa tidak ingin kalian bercerai, appa yakin Eun Hye akan menuruti permintaan appa"
" Menuruti permintaan appa? Apa appa sadar dengan apa yang appa katakan"
" Ya" Mr. Park menyatukan kedua tangannya sembari menatap sulungnya itu
" Appa... Dia sudah bertemu dengan orang yang dicarinya, ayah dari anaknya dan appa bilang apa? Menyuruhku untuk rujuk dengannya?"
" Ne, appa pikir appa bisa merubah pikiran Eun Hye"
" Appa... Tidak bisakah appa memikirkan semua ini masak - masak?"
" Appa sudah memikirkannya masak - masak, ini semua demi kebahagiaan kalian"
" Kebahagiaan kami? Bukankah ini appa lakukan utnuk kebahagiaan appa? Untuk harga diri appa yang malu jika ketahuan oleh publik bahwa anaknya adalah seorang gay?"
" Yoochun!"
" Appa melakukan ini semua tidak untukku tapi untuk diri appa sendiri, appa bahkan menemui Junsu dan mengancam serta memberikannya uang agar dia tidak kembali dalam hidupku"
" M-mwo dari mana kau tahu..." Ucap Mr. Park namun tak lama dia menyunggingkan senyum sinisnya " Pasti namja itu mengadu padamu bukan? Hah... Namja tidak tahu diri"
" Apa maksudnya ini?" Tanya Mrs. Park
" Appa menemui Junsu hyung dan mengancam akan melakukan hal buruk jika dia masih menemui Yoochun hyung dan memberikan sejumlah uang namun Junsu hyung menolaknya" Jelas Yoohwan
" Mwo?!" Mrs. Park menatap suaminya " Kenapa kau lakukan itu?!"
" Semua demi kehidupan kita!"
" Appa tidak siapa menanggung malu jika semua orang tahu aku seorang gay bukan?"
" Yoochun! Kau melewati batas!" Pekik Mr. Park
" Batas apa yang appa maksud?! Aku mencari tahu semua tentang apa yang appa lakukan pada Junsu. Apa appa tidak tahu bahwa aku mengetahui bagaimana Eun Hye bisa hamil? Dan satu lagi, Junsu tidak menceritakan semua hal yang appa lakukan tapi aku yang mencari tahu"
" M-mwo?"
" Sudah cukup Appa menghancurkan hidupnya dulu. Aku mencintainya dan akan mendapatkannya juga melindunginya dari siapapun yang akan menyakitinya. Aku pergi"
Yoochun berdiri kemudian membungkuk pada kedua orangtuanya kemudian berjalan keluar dari mansion tempatny lahir dan dibesarkan.
" Apa maksudnya ini? Menghancurkan Junsu? Apa yang kau lakukan sebenarnya?!" Pekik Mrs. Park yang masih tidak percaya bahwa suaminya berbuat jahat pada Junsu
" Aku..."
" Yoohwanie?"
" Maafkan aku eomma, eomma harus mendapatkan jawabannya dari appa karena ini semua appa yang melakukannya. Memisahkan dua orang yang saling mencintai, menyakitinya dan menghancurkan hati keduanya. Aku permisi eomma, aku ada kuliah siang" Ucap Yoohwan kemudian bangkit untuk mengambil buku pelajarannya dan pergi pergi kampus meninggalkan dua orang paruh baya yang saling tatap
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
.
.
Annyeong
Cho kembali membawa cerita Back Seat, semoga semua terhibur dengan ff gaje Cho ne?
.
Special Thanks :
.
Kimsang Jung (blm tau mau end dichap brp! Hehehe), cokelat (Nado hwaiting!), Princess Jae (makasih!), nabratz (itu udh ke jawab Yak! Heheheh), Kamikaze Zettaime (pastinya donk! Hahahaha), dinar (amin hahahahaha pasti neng Suie bisa balik kalo Cho izin in), queenbee9095 (yoo!), rizkyamel63 (tul! Sip deh Nado hwaiting!) akiramia44 (bukan kok! Nado hwaiting!)
.
Makasih juga untuk yang udh follow, fav dan para SiDer
.
Makasih ne #Wink
.
Jja, see u next chap
Chuuu~
.
Minggu, 18 Oktober 2015
