WOULD YOU BE MY FRIEND?

.

.

Disclaimer : Siapa lagi kalau bukan Kishimoto sensei.

Story by : Yana Kim always

Warning: Chaptered, Abal-abal , AU, OOC, always typo.

Pairing: Hinata x Sasuke x Sakura

.

.

Chapter 4

.

.

"Terimakasih untuk hari ini, Hinata."

"Sama-sama. Aku pergi dulu."

"Hn. Oyasumi."

Sasuke baru saja mengantarkan Hinata hingga didepan pintu rumah gadis itu. Pemuda itu tersenyum setelah Hinata tak terlihat lagi karena telah masuk kedalam rumah. Tidak ada yang menyadari bahwa seorang gadis berambut pink melihat mereka dari jauh dengan sorot mata yang tidak dapat diartikan.

:

:

:

Hari yang ditunggu oleh tim basket dan cheers Konoha University telah tiba. Hari ini adalah hari pertandingan persahabatan dengan Suna University. Jam masih menunjukkan jam tujuh pagi tapi kelompok cheers sudah siap dengan seragam kebanggan mereka untuk menyemangati tim basket KU. Mereka terlihat cantik dengan seragam itu. Ya… sebenarnya anggota club cheers memang cantik-cantik karena Ino sebagai perekrut anggota hanya menyeleksi para mahasiswa yang cantik untuk masuk dalam clubnya.

"Sakura, kurasa baju kita ini terlalu biasa." Ino berucap pada Sakura yang tengah meminum air mineralnya.

"Terlalu biasa bagaimana maksudmu pig?" Tanya gadis bermabut pink itu.

"Kau tahu kan lawan kita hari ini adalah Suna. Tim cheers mereka menggunakan keseksian mereka untuk mengecoh tim basket kita. Kau ingat tahun lalu mereka menggunakan kostum yang mengekspos punggung mereka?" terang Ino.

"Ya, kau benar. Dan apakah kau ingat kalau tahun lalu kita yang menang? Tenang saja, tim basket kita tidak akan terpengaruh. Atau kau takut Shikamaru yang akan terpengaruh? "

"Enak saja. Dihati Shikamaru itu hanya ada aku seorang tahu. "

"Hahaha. Tenang saja, baju kita sudah perfect kok. Dan hari ini kita juga yang akan menang." Sakura berusaha membesarkan hati kawan pirangnya itu.

"Yaah.. Semoga saja.. Oh ya, kau bilang Hinata dan pemuda itu akan datang kan?" Ino yang tadinya terlihat bimbang saat ini malah terlihat sangat bersemangat.

"Iya, Mereka akan datang."

"Waaah. Kelihatannya mereka lebih sering berduaan Sakura."

"Ino sudahlah… Semuanya…. Kita latihan sekali lagi oke?" Sakura selaku ketua tim cheers mengarahkan anggotanya.

"Hai…" sahut seluruh anggota,

:

:

:

"Ba-san, Hinata mana?" Sasuke yang baru saja datang langsung mengambil tempat dimeja makan sambil menanyakan keberadaan Hinata.

"Dia sudah bangun, tapi masih dikamar. Bersiap-siap mungkin. Kalian akan jalan- jalan?" Tanya Ayumi lembut.

"Bukan. Kami akan menonton pertandingan basket dikampus mereka. Sakura yang mengundang kami." Kata Sasuke sambil memakan roti dimulutnya.

"Oh. Ah itu dia sudah datang." Kata nyonya Hyuuga setelah mendengar derap langkah menuruni tangga. Hinata turun dengan penampilan yang sedikit berbeda. Kalau biasanya ia menggunakan dress yang membuatnya tampak anggun dan bersahaja, hari ini ia tampil cantik dan modis dengan kaus putih bergambar karakter yang dibalut oleh cardigan ungu muda yang cantik dan celana jeans yang menutupi kaki indahnya. Rambutnya diikat tinggi model ponytail. Dan Sasuke cukup terpana dibuatnya.

"Sasuke, kau sudah datang?"

"Eh? Oh. Ya. " ucap Sasuke dengan sedikit terbata.

"Dimana Mikoto-basan?" Tanya Hinata sambil mengambil roti dan mengolesinya dengan selai kacang.

"Semalam dia menyusul Tou-san ke Ame."

"Oh."

"Pertandingannya jam berapa?"

"Sakura bilang jam 9. Tapi biasanya akan dimulai dengan pidato dari dekan dan perwakilan dari kedua tim. Jadi pertandingan yang sebenarnya akn dimulai jam sepuluh." Hinata menerangkan sesuai dengan ingatannya tahun lalu,

"Hn."

"Aku sudah selesai, Ayo kita berangkat,"

Kedua muda-mudi itu pun berangkat setelah berpamitan dengan nyonya Hyuuga yang sedang menyiram bunga dihalaman depan.

:

:

:

Sebuah bus besar dengan tulisan Suna University terlihat memasuki gerbang Konoha Economy University. Setelah bus tersebut berhenti, turunlah lima orang pemuda dan sepuluh orang pemudi . Lima orang pemuda mengenakan kostum basket berwarna merah yang dominan diantara warna kuning yang menjadi penghiasnya, Sedangkan sepuluh orang pemudi yang cantik itu menggunakan kostum cheers yang senada dengan kostum para pemuda tadi. Mereka menggunakan jaket yang seragam untuk menutupi baju cheers yang minimalis itu.

Seorang pemuda lain yang tak lain adalah mahasiswa Konoha Economy University menyambut kedatang mereka,

"Selamat datang. Saya Hidate. Saya akan mengantarkan kalian keruangan kalian."

"Terimakasih."

Pemuda yang bernama Hidate itu kemudian membimbing para tamunya menuju ruangan sampai Hidate pun meninggalkan mereka.

"Sudah setahun ya. Tahun lalu kita kalah. Tapi tahun ini aku pastikan mereka yang akan kalah." Ujar seorang pemuda berambut coklat.

"Hahaha. Kau benar, Kankuro. Tentu saja kita akan menang. Kita sudah punya dua jagoan yang akan membuat mereka kalah telak." Pemuda berambut hitam menanggapi temannya itu.

"Benar sekali, Iwate. Tapi sepertinya mereka akan terlambat dan kemungkinan besar tidak bermain dibabak pertama. " Pemuda yang dipanggil Kankuro tadi menanggapi.

"Tenang saja. Kalau mereka bermain dibabak pertama, kasihan Konoha akan kalah telak. Hahaha." Tawa Iwate diikuti oleh teman-temannya,

:

:

:

Lapangan indoor Konoha University sudah mulai dipenuhi oleh para penonton yang didominasi oleh mahasiswi Konoha University baik dari Art maupun Economy. Ternyata pendukung dari Suna juga datang dengan dua bus besar. Sehingga salah satu sisi tempat duduk dipenuhi oleh pendukung tim Suna University.

Sebenarnya tidak semua mahasiswa Konoha University datang untuk menonton pertandingan basket. Ya, mereka memang menonton tapi tujuan utama mereka bukan untuk melihat pertandingannya,namun lebih kepada 'cucimata' melihat para pemainnya. Kalau para wanita melihat pemain basket yang memang tampan, apalagi setelah berkeringat mereka akan tambah seksi dan gagah. Sedangkan para lelaki lebih tertarik pada para anggota cheers yang cantik dan seksi menari-nari sambil memberikan dukungan pada tim basket yang mereka dukung.

Sasuke dan Hinatapun terlihat sudah sampai dan mengambil tempat. Hinata sempat melambaikan tangannya pada Sakura yang ada dipinggir lapangan dan tentusaja dibalas oleh Sakura. Sedangkan Sasuke hanya tersenyum tipis.

Pertandingan akan segera dimulai, pembawa acara memanggil para pemain untuk memasuki lapangan. Pemain dari Suna dan Konoha pun memasuki lapangan. Tampak sekali wajah penuh percayadiri dan ingin menang dikedua belah pihak.

Acara pembukaan dimulai dengan kata sambutan dari dekan Konoha University. Kemudian dilanjutkan oleh kapten dari masing-masing tim. Setelah kata sambutan selesai, pembawa cara memanggilkan tim cheers dari Suna dan Konoha untuk menampilkan tarian mereka. Sorak sorai dari para pria yang ada menggema dilapangan itu. Tentusaja karena penampilan kedua grup cheers yang seksi dan enerjik itu.

"Dua-duanya keren." Kata Hinata setelah melihat penampilak kedua grup itu,

"Memang. Tapi grup Suna itu pakaiannya terlalu seksi. Masa kostumnya backless begitu?" tanggap Sasuke.

"Haha. Tahun lalu mereka juga begitu, Itu sudah jadi konsep mereka. Hei bukannya kau bilang sudah biasa melihat wanita yang seksi diLondon?" Tanya Hinata,

"Memang. Tapi dua minggu ini aku sudah tebiasa melihat seorang gadis yang memakai pakaian tertutup. Dan aku lebih suka yang seperti itu."

"Eh?"

PRIIIIIIIT!

Pertandingan pun dimulai, Shikamaru kapten tim Konoha terlihat ,mendrible bola dan mengopernya pada temannya Tetsu. Sepertinya diawal permainan ini Konoha lebih unggul daripada Suna, namun para pemain Suna terlihat tenang dan tidak takut akan kalah. Para anggota cheers pun telihat bersemanagta dalam memeberikan dukungan pada tim mereka. Skor 16-8 bertahan hingga babak pertama usai, Para pemain kembali keruangan istirahat mereka untuk merundingkan strategi mereka selanjutnya.

Ruang tim Konoha.

"Mereka terlihat sangat tenang, bukan begitu Shika?" ujar seorang pemain, Tetsu,

"Ya, dan mereka juga tidak bersungguh-sungguh melakukan perlawanan. Apa mungkin mereka hanya ingin main bertahan sampai akhir?" Lee, salah seorang pemain juga menanggapi. Sang kapten terlihat menutup matanya seolah berfikir keras, Sesaat kemudian ia membuka matanya.

"Bukan. Mereka bukan ingin bermain bertahan. " kata sang Kapten, Shikamaru.

"Lalu?"

"Tapi mereka seolah menyembunyikan senjata yang akan dikeluarkan nanti. Aku yakin itu."

Ruang tim Suna.

"Mereka dimana?! Kenapa lama sekali?!" Kankuro selaku ketua tim tampak gusar.

"Aku tadi sudah menelpon mereka, tap-"

"Yo! Semua…! Lama menunggu kami ya…?" Seorang pemuda bermabut kuning cerah memasuki ruangan bersama temannya yang berambut merah dan berwajah datar.

"Kalian lama sekali! Darimana saja kalian?!" Kankuro terlihat marah.

"Hahaha. Maaf maaf. Tadi kami singgah kerumah lamaku sebentar."

"Untung kalian sudah memakai seragam. Babak kedua akan segera dimulai."

"Hn."

"Baiklah baiklah. Hei Kankuro, kau itu jangan marah-marah donk. Nanti cepat tua loh.."

"Diam kau, Naruto. Ayo kita kelapangan."

"Kalian duluan. Aku mau ke toilet."

"Baiklah, Gaara."

:

:

:

Hinata dan Sasuke terlihat mendatangi Sakura diruangan mereka. Sakura dan teman-temannya sedang istirahat.

"Hai, minna.." sapa Hinata.

"Hei! Hinata kau datang?! Aku sudah lama tidak melihatmu. Aku rindu tahu." Ino langsung menyambut kedatangan Hinata dan Sasuke.

"Ino-chan. Aku juga merindukanmu. Ah, ini Sasuke, teman masa kecilku dan Sakura." Hinata memperkenalkan Sasuke pada Ino.

"Uchiha Sasuke."

"Hai Uchiha-san. Aku Yamanaka Ino. Salam kenal."

"Salam kenal. Panggil Sasuke saja."

"Baiklah. Ah itu Sakura, dia baru saja dari ruangan para pemain basket. " Ino melihat Sakura yang baru memasuki ruangan.

"Aku keruangan Shikamaru dulu. Jaa !" Ino meninggalkan tempat itu, saat berpapasan dengan Sakura, Ino berbisik.

"Dia sangat tampan."

"Pig!"

"Hahaha. Apa pacarku baik-baik saja?"

"Lihat saja sendiri." Sakura mendatangi Sasuke dan Hinata. "Hei. Aku senang kalian datang. "sapanya.

"Sakura. Grupmu tadi hebat sekali." Puji Hinata disertai anggukan Sasuke.

"Terimakasih, tapi Suna juga hebat."

"Aku lebih suka kalian." Sasuke ikut menanggapi.

"Benarkah? Terimakasih Sasuke." Ujar Sakura sambil tersenyum.

"Sama-sama."

"Nanti kita pulang sama-sama ya." Ajak Hinata.

"Tentusaja."

"Sakura-senpai, pertandingan akan segera dimulai." Kata seorang anggota cheers.

"Aku mengerti. Sasuke, Hinata aku kesana dulu ya."

"Umm." Hinata menganggukkan kepalanya.

"Ayo, Hinata."

"Sasuke, aku mau ke toilet dulu. Kau duluan saja."

"Baiklah. Jangan lama-lama."

"Hmm."

:

:

:

Hinata baru selesai dengan kegiatannya ditoilet. Gadis bermata perak itu mencuci tangannya dan melapnya dengan tisu yang ada ditoilet. Sebentar melihat penampilannya dicermin gadis itu kemudian keluar dari toilet.

Berjalan dengan santai dikoridor, Hinata merasakan handphone di tasnya bergetar. Ternyata sebuah pesan singkat dari Sasuke.

From: Sasuke-kun.

Kau dimana? Cepatlah.

Hinata tersenyum membacanya. Kemudian ia bermaksud membalas sms itu sambil berjalan. Saking asyiknya membalas pesan Sasuke, Hinata tidak melihat bahwa ada lantai yang masih basah karena baru dipel. Gadis itu pun kehilangan keseimbangan dan terpeleset saat menginjak lantai basah itu.

"KYAAA!"

HUP.

Hinata menutup matanya karena merasa akan jatuh mencium lantai. Namun sesaat kemudian ia tidak merasakan sakit apapun.

'Kenapa?' batinnya.

Hinatapun membuka matanya dan mendapati dirinya sudah ada dalam pelukan seorang pemuda berambut merah dan bertato kanji ai didahinya. Wajah pemuda itu tepat berada duapuluh senti didepan wajahnya. Pemuda ini memang tampan. Sangat tampan malah. Hinata mengakui itu, namun ia langsung tersadar.

"Ma-maafkan aku." Cicit gadis itu gugup.

"Hn." Sahut pemuda itu masih menatapnya dan memeluknya.

"Tu-tuan." Panggil Hinata.

"Hn?"

"Bi-bisakah kau lepaskan?"

"Ah. Y-Ya." Pemuda berambut merah itu langsung melepaskan rangkulannya pada Hinata. Kemudian entah kenapa malah menggaruk belakang kepalanya yang pastinya tidak gatal sama sekali.

"Terimakasih sudah menolongku." Ujar Hinata mulai menghilangkan kedudukannya.

"Hn." Pemuda itu kemudian membungkukkan badannya mengambil sesuatu. "Handphonemu." Lanjutnya kemudian.

"Sekali lagi terimakasih, Tuan." Ucap Hinata sambil menerima handphonenya.

"Panggil aku Gaara."

"Eh?"

"Namaku Gaara."

"Baiklah. Terimakasih Gaara-san." Hinata tersenyum.

"Hn."

"Kostum mu. Kau dari Suna Gaara-san?" Pemuda bernama Gaara itu hanya mengangguk.

"Tapi aku tidak melihatmu bermain dibabak pertama."

"Aku baru datang. Aku akan mulai bermain dibabak kedua." Kali ini ganti Hinata yang mengangguk.

"Kau mau kelapangan kan?" Tanya Gaara.

Sekali lagi Hinata menganggukan kepala."Kau juga kan?"

"Ya, sebenarnya.."

"Hmm?" Hinata memiringkan kepalanya.

"Aku tidak tahu dimana letak lapangannya."

Hinata menahan diri untuk tidak tertawa. Ia hanya tersenyum.

"Kalau begitu ayo kita kesana bersama. Oh ya, Aku Hinata. Hyuuga Hinata."

"Hn. Terimakasih Hinata."

:

:

:

Babak kedua akan dimulai. Para pemain memasuki lapangan tampak dua pemain baru Suna juga memasuki lapangan. Para penonton bersorak melihat dua pemain baru yang sangat tampan itu.

"Kyaa! Yang berambut merah itu tampan sekali."

"Yang berambut kuning juga tampan. Kyaaa!"

Para wanita itu memuji ketampanan pemain Suna itu. Pendukung Suna juga tak kalah bersemangat dengan para mahasiswi Konoha.

"Kyaaa! Itu Gaara-kun.. Gaara-kuuuuun!"

"Naruto-kun juga. Kita pasti menang. Semangat Naruto-kuuun!"

Dipinggir lapangan terlihat Sakura dan Ino memandang tak percaya dengan apa yang dilihat mereka. Kedua wanita berbeda warna rambut itu terlihat syok dengan kedatangan dua orang pemain baru Suna itu.

"Sa-sakura. Dia kan—" Ino tampak tergagap.

"Naruto…. Kenapa dia—"

"Bagaimana mungkin dia bertanding untuk Suna hari ini?"

"Aku juga tidak tahu. Bukannya dia ada di Amerika sekarang?"

"Gawat. Kita bisa kalah, dia adalah pemain terbaik saat SMA. Shikamaru pasti terkejut." Ucap Ino khawatir.

Sementara itu..

"Kau benar Shikamaru. Mereka membawa senjata mereka dibabak ini. " Lee berkomentar setelah melihat pemain yang baru muncul itu,

"Tapi Shikamaru. Bukannya itu…" Tetsu memperhatikan salah seorang yang berambut kuning.

"Kau benar. Itu adalah Naruto. Kita harus berhati-hati." Ujar sang kapten.

Hinata yang ada dibangku penonton juga terlihat sedikit terkejut.

"Naruto-kun?" gumamnya.

"Siapa?" Tanya Sasuke heran.

"Pemain Suna itu. Dia adalah Naruto. Dulu ia adalah pemain basket terbaik waktu kami SMA. Kenapa dia sekarang bermain untuk Suna?"

"Pastinya dia adalah mahasiswa Suna University." Komentar Sasuke,

"Tapi dia kuliah di Amerika. Begitu yang dia katakan dulu."

"Entahlah. Kita lihat saja."

PRIIIT!

Pertandingan pun dimulai. Bola berwarna oranye itu kini berada ditangan Shikamaru. Naruto berusaha merebut bola itu.

"Kau sekarang mahasiswa Suna?" Tanya Shikamaru dengan masih mendrible bola.

"Seperti yang kau lihat. Maaf kita harus menjadi lawan hari ini, Shikamaru." Jawab Naruto.

"Tak masalah. Tapi sepertinya kau harus minta maaf pada ketua grup cheers kita ah bukan grup cheers kami maksudku." Ujar Shikamaru sambil menyeringai karena detik itu juga Naruto langsung menghentikan gerakannya sehingga membuat Shikamaru dapat bergerak maju.

"Ada apa denganmu Naruto?!" ucapan Kankuro membuat Naruto sadar dari lamunannya.

"Ah. Maafkan aku. Hehe."

Naruto mengalihkan pandangannya ke arah cheers Konoha. Dapat dilihatnya seorang gadis berambut pink memandanganya dengan sorot tajam yang cukup menakutkan untuknya.

'Maaf, Sakura-chan.' Batinnya.

Permainan terus berlanjut. Seperti dugaan Shikamaru, permainan Suna menjadi lebih serius setelah dua pemain barunya datang. Baru tujuh menit bermain, Suna sudah hampir menyamakan kedudukan. Shikamaru sudah memperkirakannya. Naruto adalah pemain terbaik saat SMA dan dia yakin sekarang pun kemampuannya masih sama atau malah meningkat. Dia juga waspada dengan pemain berambut merah dan berwajah datar itu. Kombinasinya dengan Naruto membuat mereka banyak mendapat poin.

SLAAAP!

Sekali lagi Suna mendapat poin sehingga skor menjadi sama, 42-42. Pemain Konoha kecuali Shikamaru terlihat frustasi. Bertolak belakang dengan Suna yang terlihat senang seolah kemenangan sudah digenggamnya.

PRIIIT!

Babak kedua selesai dengan skor seri. Masih dua babak lagi untuk menentukan siapa pemenangnya. Para pemain mengambil tempat disisi lapangan untuk sekedar minum dan melap keringat mereka.

"Aku ketoilet dulu." Kata Naruto pada teman-temannya.

"Kau tahu tempatnya? Tadi katanya Gaara hampir tersesat." Kankuro mendapatkan deathglare gratis dari Gaara.

"Aku sudah hapal seluruh kota ini bahkan sampai kesudut-sudutnya." Kata Naruto sambil berlalu pergi.

Setelah keluar dari toilet, Naruto dikejutkan dengan seorang gadis berambut pink yang berdiri didepan toilet pria dengan melipat tangannya sambil tersenyum manis.

"Sa-sakura-chan?"

"Suna ya?" ujar gadis itu masih tersenyum.

"Eh i-itu… Sebenarnya—"

BLETAK!

"Aww! Sakura-chan sakit!" teriak Naruto sambil mengelus kepalanya yang baru saja mendapat jitakan maut dari Sakura.

"Bagaimana bisa kau bermain untuk Suna hah? Naruto baka! Bukannya kau sekolah di Amerika?!"

"Lima bulan lalu aku pindah ke Suna dan menjadi mahasiswa Suna University, Sakura-chan. Kau tahu kan aku suka basket, jadi aku langsung saja masuk klub mereka. Aku sama sekali tak menyangka akan melawan Shikamaru dan Tetsu hari ini." Jelas Naruto .

"Sekarang kutanya. Kau lahir dimana?"

"Konoha." Jawab Naruto polos.

"Waktu TK kau sekolah dimana?"

"Konoha."

"SD?"

"Konoha."

"SMP?"

"Konoha."

"SMA?"

"Konoha."

"Kau masih lima bulan di Suna. Berarti sama saja kau mengkhianati Konoha bodoh!"

"Tapi Sakura-chan…"

"Pokoknya kalau sampai kami kalah. Aku akan membuat perhitungan denganmu." Ancam Sakura.

"Sakura-chan….." panggil Naruto tapi tak ditanggapi oleh Sakura.

"Aku harus bagaimana?" racaunya gusar sambil mengacak rambutnya.

:

:

:

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Suna. Ini cukup memalukan mengingat Konoha adalah tuan rumah. Tapi tidak apa-apa, inikan Cuma pertandingan persahabatan. Itulah yang diucapkan oleh Shikamaru untuk membesarkan hati teman-temannya yang sudah berjuang keras. Mereka pun saling bersalaman dengan para pemain Suna, begitu juga dengan para gadis yang menjadi tim cheers. Naruto terlihat merasah bersalah saat bersalaman dengan Shikamaru.

"Tidak usah merasa bersalah. Kau semakin hebat." Ucap Shikamaru.

"Kau juga, Shikamaru. Kau memang paling ahli dalam strategi."

"Datanglah kerumahku sebelum kau pulang ke Suna."

"Tentu saja. Kami sudah liburan musim panas. Aku akan menghabiskan waktu disini."

"Kau sudah menemui Sakura?"

"Ya, dan dia menghadiahkan jitakan dikepalaku. Haha dia tidak berubah sama sekali." Naruto kembali mengelus kepalanya seolah mencoba mengingat rasa sakit yang tadi dirasakannya. Shikamaru tersenyum kecil.

"Memang. Aku pergi dulu. Ino mungkin menungguku."

"Kalian masih bersama? Hebat sekali bisa bertahan hampir enam tahun."

"Tentu saja."

"Aku ikut. Aku ingin bertemu dengan Sakura-chan lagi."

:

:

:

Seorang pemuda berambut merah terlihat berdiri dipintu keluar lapangan indoor Konoha University. Dia adalah Gaara, masih dengan seragam basketnya yang dibalut oleh jaket menambah kesan cool pada dirinya. Semua penonton wanita yang keluar langsung terpana melihat pemuda itu. Tentu saja mereka kagum melihat ketampanan Gaara dan penampilannya dilapangan yang memukau tadi menambah nilai plus untuknya.

Gaara tidak memperdulikan tatapan memuja dari para wanita itu. Ia sedang menunggu seseorang. Ya, seorang gadis yang membuatnya terpesona saat pertama kali bertemu. Gadis cantik dengan mata perak dan rambut indigo panjang yang tadi ditemuinya dikoridor Konoha Economy University.

Setelah menunggu hampir lima belas menit, akhirnya Gaara dapat melihat gadis itu sedang berjalan bersama seorang pemuda berambut biru gelap.

'Kekasihnya?' batin Gaara.

Gadis itu semakin dekat. Gaara mendadak menjadi gugup.

"Hei, Gaara-san. " Sapa Hinata pada pemuda itu. Sasuke mengernyit heran.

"H-hei Hinata."

"Selamat atas kemenangan kalian." Ucap Hinata sambil tersenyum. Entah mengapa Sasuke memandang tak suka pada pemuda berambut itu.

"Terimakasih."

"Sedang apa?"

"Menunggumu."

"Menungguku? Untuk apa?"

"Mengembalikan ini. Tadi tersangkut dibajuku. Mungkin saat memelukmu tadi." Ucap Gaara tanpa tahu defenisi apa yang dipikirkan orang lain terhadap kata 'memelukmu' yang digunakannya.

Sasuke tersentak mendengarnya. Ia melihat wajah Hinata yang merona merah karena ucapan pemuda itu dan Sasuke tidak suka.

"A-ah. Gelangku. Aku tidak menyadarinya. Terimakasih Gaara-san."

"Sama-sama. Aku pergi dulu. "

"Ya. Sekali lagi terimakasih." Gaara pun berbalik meniggalkan mereka.

"Dia pemain Suna kan?" Tanya Sasuke sambil berjalan.. Hinata tidak tahu apakah dia salah dengar atau tidak. Tapi ia merasa nada bicara Sasuke lebih datar dan dingin dari pada sebelumnya.

"Kau benar." Jawab Hinata.

"Memelukmu? Kalian berpelukan?"

"Berpelukan bukan dalam artian yang sebenarnya, Sasuke. Aku tadi hampir terjatuh dan dia menolongku. Ayo kita ke ruangan cheers."

"Hn."

:

:

:

"Untuk apa kau kemari baka?" ucap Sakura melihat Naruto dan Shikamaru datang keruangan mereka. Shikamaru langsung menarik Ino untuk pulang duluan.

"Kami duluan, Sakura." Pamit Ino. "Hajar Naruto untukku." Lanjutnya.

"Oke."

"Sakura-chan…" panggil Naruto. Saat ini pemuda itu sedang bersandar pada loker Sakura sambil memandangi gadis itu yang sibuk melipat bajunya.

"Aku tidak mau bicara denganmu. Pergi sana!" ucap Sakura cuek. Ia malah sibuk menyusun seragam cheersnya dan beberapa barang kedalam tasnya.

"Hei. Aku minta maaf soal tadi. " Sakura masih tetap diam.

"Sakura-chan.. Kau dengar aku kan?" Sakura telah selesai menyusun barangnya dan menatap Naruto,namun gadis itu masih bungkam. Kemudian gadis itu menghela nafas.

"Maaf tadi sudah memukul kepalamu." Akhirnya gadis pink itu angkat bicara. "Tidak seharusnya aku memarahimu. Kau sudah menjadi mahasiswa Suna jadi tentu saja kau membela kampusmu."lanjut gadis itu.

"Aku tidak apa-apa, Sakura-chan. Terimakasih sudah mengerti. Jujur, aku merindukan jitakanmu itu. Hahaha."

"Apa!? Kalau begitu rasakan—" Sakura baru saja ingin mengangkat tangannya ingin menjitak Naruto. Namun pemuda itu menangkap tangan Sakura.

"Kau tidak berubah sama sekali ya, Sakura-chan. " Naruto menarik Sakura kepelukannya, "Kau tidak merindukan sahabatmu ini?"

DEG!

:

:

:

TBC

Chapter empat udah update nih….. Makasih banyak buat reviewnya. Setelah aku cek ternyata yang memilih Gaara lebih banyak walaupun hampir sama banyaknya dengan Naruto sih. Tapi ada review yang bilang kalau Naruto ama Saku aja. Jadi aku pikir its not bad.

Hyugta chan: ini udah update, moga ga dilanda prasaan senang, kesal dll. Haha. Moga suka ya.
Clara Merisa:si ayam memang OOC disini. Kelewat OOC malah, tapi gpp biar beda aja haha#plaak. Blum tahu smpai chapter brapa nantinya. kita liat ajah.
Uzumaki NaMa: iya gpp. Ini udah update.
Guest: mkasih buat saran kamu ya.
sasuhina999: iya, mkasih buat sarannya. Saya jadi kepikiran buat bikin NaruSaku.
Uchiha ihar: Wah, teman kamu bakalan goyang itik nih di lapangan skolah. Gomen buat temennya.
Line-chan: ini udah update. Makasih udah suka ^.^.

Thanks to:

Hyugta chan,Clara Merisa,Uzumaki NaMa,Guest,sasuhina99,Uchiha ihar,Line-chan,

Syalala Lala , aalmira , sitieunhye ,Yoona Ramdanii, hyuuga renata,
Aprilia Yasir , ,Name NM, call me angel,
ryure-chan, Katsumi, Hyuugazan, Alice, hinatauchiha69, Ms. X,
, hiru nesaan, Mrs. Sabaku, Mell Hinaga Kuran, apikachudoodoll, Lawchan-Ai, zielavienaz96, anniewez. lovely sasuhina, Katsumi, nunu, HNisa Sahina, and silent reader.

Ditunggu reviewnya untuk chap ini.

Yana Kim