MAKING A LOVER
Author : rainy hearT
Length : Series
Rated : T
Cast :
- Heo Young Saeng a.k.a Saengi
- Kim Hyun Joong a.k.a Hyun
- Kim Hyung Jun a.k.a Junnie
- Kim Kyu Jong a.k.a Kyu
- Park Jung Min a.k.a Jung Min
Pairing : HYUNSAENG (Kim Hyun Joong x Young Saeng )
Slight KYUSAENG (Kyu Jong x Young Saeng )
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But HYUNSAENG punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama
Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, typo(s), EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Summarry : Akulah yang mencintaimu, so please... just look at me. Meski hanya sekali saja, kumohon... ,mengertilah dengan cintaku.
Mianhe karena author sempet kehilangan mood untuk nerusin semua FF saya. Gamsahae untuk yang masih setia bersama author
.
.
HAPPY READING
Chapter 4
.
Seoul International Hospital
.
Namja itu tertidur di kerasnya kursi tunggu diluar sebuah ruangan, sesekali ia harus terus membasuh wajahnya untuk tak tertidur selama berjam-jam operasi yang masih saja dilakukan di ruangan itu.
Hingga akhirnya ia tersenyum dan sedikit terlihat gurat kekhawatiran saat melihat dokter keluar dari ruang operasi. Ia langsung menghampiri dokter itu dan seakan sudah tahu akan kecemasannya, dokter itu menepuk bahunya.
"Dia baik-baik saja. Hanya gegar otak ringan dan sedikit masalah di kakinya. Tapi dengan tera[pi rutin, dia akan bisa berjalan lagi seperti biasanya."
Dan kemudian terlihat beberapa perawa membawa Hyun pindah ke kamar rawat biasa. "Dia akan dipindahkan ke kamar yang biasanya. Kau bisa menungguinya disana. Mungkin dia akan sadar besok, jadi istirahatlah dulu."
.
.
Namja itu masih menggenggam erat tangan Hyun. Salahkanlah mereka yang hanya benar-benar tinggal sendiri di rumah mereka. Beberapa teman sempat menjenguk tapi hingga sore hari pada keesokan harinya ini, Hyun tak kunjung sadar.
Khawatir.
Tentu saja. Perasaan itu selalu ada di hati Saengi. Di tambah lagi rasa bersalah yang teramat dalam atas semua ego dan keras kepalanya.
"Hei, irronna!"
Saengi hanya memanggil lirih. Berbisik ditelinganya. Jujur, ia lelah dalam perasaannya sendiri. Tertekan dalam dirinya sendiri. Ia menghela nafasnya untuk kemudian berdiri dan hendak beranjak ke sofa di ruangan itu tapi...
"Chakkaman..."
Saengi menoleh pelan pada Hyun. Namja itu sudah membuka kedua matanya. Tersenyum pelan dibalik maskernya. Dan tanpa banyak bicara lagi, Hyun menarik Saengi dan mencium bibir manisnya saat namja itu benar-benar jatuh diatas tubuhnya.
.
.
Seoul International High School
.
.
"Saengi, kudengar Hyun kecelakaan. Mianhe, aku tak menjenguknya."
"Gwenchana Kyu, lagi pula dia hari ini juga berangkat ke sekolah."
Kyu Jong hanya mengangguk. Kemudian dia melihat satu kissmark di leher Saengi. Jangan tanyakan bagaimana Kissmark itu ada disana. Karena Saengi tak ingin mengingat kejadian memalukan Kyu Jong dengan sengaja mengarahkan telunjukknya dan menyentuh kissmark yang terlihat jelas diceruk leher Saengi.
"Apa ini? Kurasa aku tak pernah melakukannya?"
"Oh, ini." Saengi berusaha menutupi bekas itu. "Bukan apa-apa."
Kini mereka hanya berdua di kelas Kyu. Waktu istirahat yang benar-benar sepi. Dan Saengi memang harus menemui Kyu untuk membicarakan tentang semuanya, dan ia harus segera mengakhirinya. Sesaat mereka hanya saling diam hingga Saengi mmeberanikan dirinya untuk memulai semuanya.
"Kyu, kurasa kita harus mengakhiri semuanya."
"Wae?"
Saengi memutar tubuhnya dan kini duduk membelakangi Kyu Jong. Saengi tak akan tega begitu saja memutuskan hubungannya dengan Kyu. Meski disini Kyu yang bersalah tapi tetap saja semua tak akan semudah itu.
"Aku tahu kau bermain dibelakangku tapi aku sungguh tak apa dengan itu."
"Maksudmu?" Kyu Jong merubah posisinya. Ia berdiri dan duduk disisi Saengi. "Apa maksudmu? Siapa yang bermain?"
"Tak usah menghidar dari kenyataan Kyu. Aku sudah tahu, dan lagi aku sungguh tak masalah dengan itu semua." Saengi mengambil nafasnya sejenak dan kemudian menatap Kyu Jong. "Aku sempat melihatmu, jika hanya sekali aku bisa mengabaikannya. Tapi aku melihatnya berkali-kali."
Saengi kembali menghadap ke depan, menatap ruang hampa yang ada didepannya. " Jika aku melihatmu dengan banyak yeoja, masih tak masalah, tapi ini hanya dengannya. Dan aku tak mau mengganggumu."
Tapi seakan tak terima dengan keputusan Saengi, Kyu Jong kembali memaksanya untuk menatapanya. "Katakan saja kalau ini ada hubungannya dengan Hyun. Kenapa bersusah payah mencari kesalahanku?"
Saengi tersenyum miris menatap Kyu. Ia sungguh tak menyangka jika Kyu akan membalikkan semuanya seperti ini. Ia kemudian berdiri hendak meninggalkan Kyu. " Terserah kau saja. Kau pikir aku tak tahu hubunganmu dengan Hyo Rim."
"Kau..."
Sedikit tercekat. Kyu menatap hampa kepergian Saengi. Dan di pintu, Saengi tersenyum pada seseorang namja yang memang sedari tadi menunggunya. Ia meraih tangan namja itu dan pergi meninggalkan kelas Kyu Jong.
.
.
"Semuanya sudah beres?"
Saengi hanya mengangguk kecil sambil meminum tehnya. Kini ia sedang berada di rumahnya, bersama dengan Hyun tentunya. Menikmati sore hari yang masih hangat di taman belakang di rumah Saengi.
"Kau tak merasa kehilangan 'kan?'
Saengi menoleh pada Hyun. Ia sungguh kesal jika disaat romantis mereka, Hyun harus terus mengingatkannya tentang semua kebodohannya. "Berhentilah menggodaku. Apa kau memang suka jika aku terus dengan Kyu atau mengikuti Junnie kemana-mana?"
"Hei bukan begitu."
Hyun Joong berdiri dan merangkul Saengi dari belakang. Ia menyandarkan dagunya di bahu Saengi dan menghirup kecil wangi leher Saengi.
"Aku hanya tak mau kau nanti menyesal dan menyadari kebodohanmu yang lain. Yah, sebelum itu benar-benar terjadi, aku harus memastikan jika kau memang sudah benar-benar mencintaiku."
"Konyol."
"Memang."
Hyun menghisap kecil leher Sanegi, membuat namja itu sedikit menggigit kecil bibirnya dan menggenggam kuat tangan Hyun yang melingkar di lehernya.
"Ngh~"
Dan suara lirih itu semakin menggoda Hyun untuk terus menghisap ceruk leher Saengi.
.
.
Little Bit flashback
.
.
"Jadi mulailah denganku. Aku akan selalu menjadi yang terbaik untukmu."
"Tapi Hyun, Kyu..."
"Apa? Kau merasa kasihan padanya?" Hyun Joong menggenggam kuat tangan Saengi. Kemudian ia mencoba duduk di kasur rumah sakit itu dan memeluk erat tubuh Saengi. "Dia bahkan tidak mencintaimu, apa kau melupakan semua yang kau lihat?"
"Baiklah."
Saengi menghela nafasnya dalam pelukan itu. Nafas hangat yang berhembus dari hidung dan bibirnya yang kemudian menerpa langsung pada leher Hyun. Hingga akhirnya Hyun tergoda dan mulai merasakan manisnya kulit putih di leher Saengi.
.
When First Time I Saw You, I Felt Love
And Everytime You Touch Me, I Felt Love
And After All This Time, You're Still The One I Love
.
.
END
Mianhe Jika ni story harus END. Jujur, bukan karena review yang sedikit, tapi nih ff OOC banget.
But nanti aku ganti ma FF KeMaru kok.
Ditunggu ya...
.
.
~~~ Making A Lover ~~~
Jeongmal Gamsahamnida buat : Sulli Otter, Lianzzz, Cloudcindy, Azzura 1103, oryzasativa, yukiLOVESUNGMIN, KissMe501, Blacksmile4ever, Cho MiNa, Enno KimLee, and The. Gamsahae Juga untuk yang udah Add Author jadi Fav Author, gamsahae
.
.
Mind To RnR
Gamsahamnida _
