"Cinta ada karena biasa"

Chapter 4 : April Mop Tragedy Part 1

Katekyo Hitman Reborn! Fanfiction

Written By Gokudera J. Vie

Disclaimer : KHR © Amano Akira

Main Pair : 59 x Fem!27 / Gokudera x Fem!Tsuna

Warning : OOC, AU, aneh, gaje, typo, dsb. Don't Like? Don't Read!

# # #

Semenjak hari itu, hubungan Gokudera dan Tsuna lumayan membaik. Sangat baik malah, mereka bahkan sudah mulai mengobrol dalam perjalanan berangkat sekolah, meskipun tentu saja si Tsunahime sangat canggung saat berbicara dengan Gokudera. Padahal sudah berapa bulan mereka tinggal bersama? Coba saja tebak!

Jadi, pagi itu di lorong sekolah, saat baru saja Gokudera dan Tsuna menjejakkan kaki mereka ke lorong sekolah lantai dua, suara tamparan yang terdengar begitu keras menyambut keduanya. Spontan membuat Gokudera dan Tsuna serta semua orang menatap tak percaya akan pemandangan dua sosok di lorong tersebut, dua sosok yang hampir selalu terlihat bersama dan memiliki hubungan hangat-hangat saja selama ini. Hibari yang cuek saja sampai mengerutkan kening melihatnya.

"Aku benci Mukuro-sama!" ujar Chrome kemudian berlalu begitu saja, meninggalkan Mukuro yang shock dengan sebelah tangan terangkat menyentuh pipinya yang baru saja ditampar.

Sebenarnya, tak ada yang terlalu kaget kalau akhirnya seperti ini, bahkan sepertinya semua orang sudah bertaruh kapan kejadian ini akan terjadi. Tak ada yang ragu mengatakannya alasannya, asalkan tidak di depan orangnya, bahwa Mukuro itu mesum dan berkelakuan amoral. Bisa dikatakan Mukuro itu mirip Shamal dengan pembawaan lebih berwibawa layaknya playboy buaya darat. Singkat cerita, kalau Shamal itu pecinta wanita, maka Mukuro adalah seorang maniak. Tak diherankan bukan, justru kenyataan bahwa Chrome bisa bertahan selama inilah yang sebenarnya mengherankan.

"Jadi, apa yang terjadi?" Tanya Tsuna keheranan.

Yang mendengarnya pertanyaan itu hanya mengangkat bahu, mereka sama tidak mengertinya dengan Tsuna tentang apa yang barusan terjadi. Sementara Mukuro masih mematung disana. Yah, siapa yang peduli pada Mukuro? Ini menarik bukan untuk mengetahui reaksi Mukuro setelah dicampakkan gadis yang –sepertinya- paling dekat dengannya?

Terlihatlah kemudian sosok Kusakabe yang mendekati Hibari, membisikkan sesuatu padanya yang membuat Hibari senang, terlihat jelas dari seringaian lebar yang langsung terukir di bibirnya. Seringaian itu rasanya cukup menakutkan karena bulu kuduk orang-orang langsung berdiri karena melihatnya.

"Rokudo Mukuro," panggil Hibari, tonfa sudah tersedia di tangannya.

Mukuro menolehkan matanya, tatapannya masih menunjukkan kebingungan. Mungkin terdengar tak mungkin serta mustahil, tapi itulah kenyataan. "Hibari,… Kyoya?"

Rasanya Hibari ingin memutar bola matanya. "Kamikorosu," ujarnya menyuarakan trademarknya. Tanpa basa-basi, langsung menyerbu Mukuro.

Mukuro menaikkan alisnya selagi menghindari serangan Hibari. "Aku tak berminat meladenimu hari ini. Sepertinya aku akan sedikit sibuk," kata Mukuro.

"Huh," Hibari mendengus. "Sibuk apa? Kau sudah dicampakkan kekasihmu, kau pasti hanya akan melamun di atap sekolah sepanjang hari ini. Lebih baik sparring denganku kan?"

"Oya, oya, rupanya Hibari Kyoya sedang berusaha menghiburku ya? Kalau seperti itu, lebih baik kulayani saja," entah darimana asalnya, Trident sudah ada di tangan Mukuro.

Hibari rasanya ingin muntah mendengar ucapan Mukuro, berkata seolah-olah dia, seorang Hibari Kyoya sedang merayu. Kalau bukan karena perkataan Kusakabe, dia tak akan sudi bermain-main dengan herbivore itu, lebih baik langsung menggigitnya sampai mati kan?

Kurang dari semenit, suara tonfa dan trident yang saling beradu terdengar di sepanjang jalan tertentu di lorong sekolah. Heran juga bagaimana Mukuro mendapat izin membawa trident ke sekolah. Tapi yang seperti itu mungkin lebih baik kita tak mengetahuinya.

# # #

"Apakah Gokudera-kun percaya bahwa Chrome akan melakukan lelucon seperti itu meskipun ini April Mop?" tanya Tsuna pada Gokudera.

Gokudera hanya mengangkat bahu seolah tidak peduli. "Asalkan tidak melibatkanku, aku tidak peduli!" ternyata dia benar-benar tidak peduli.

"Tapi rasanya lelucon Chrome terlalu mustahil untuk dipercaya," kata Tsuna masih tak percaya. Perhatian gadis itu tiba-tiba teralih ke tempat dimana Ken dan Chikusa sedang berusaha diringkus. "Dan rasanya sulit juga untuk percaya bahwa Hibari-san bisa bersikap kekanakan."

Gokudera mengangkat bahu. "Kapan lagi kita bisa mengerjai orang-orang selain hari ini? Ini hari berbohong, kau tahu?"

Ternyata kali ini yang lupa melirik kalender adalah Rokudo Mukuro. Bahkan Hibari sudah memastikan bahwa Mukuro tak boleh tahu tanggal berapa sekarang, sampai-sampai Ken dan Chikusa perlu dikurung di gudang untuk menutupi kebenaran. Yang di luar dugaan adalah bahwa I-pin mau bekerja sama. "Ini hari untuk mengerjai orang," alasan gadis chinesse itu sambil tersenyum polos layaknya orang tak punya dosa. Tapi siapa yang tahu isi hati seseorang?

Tiba-tiba suara metal yang saling beradu terdengar oleh Gokudera dan Tsuna. Kemudian dua orang paling berbahaya di sekolah berlalu melewati koridor sekolah di depan mereka. Tak sampai sedetik kemudian suara teriakan seorang pangeran [palsu] lah yang terdengar.

"Oii, Fraaan! Berhenti atau kubunuh kau!"

Fran melewati mereka, disusul Bel di belakangnya.

"Kau cocok sekali memakai baju itu, senpai!" ujar Fran datar. "Tapi bercanda, kau tampak bodoh memakainya. April Mop, senpai!"

Dari belakang, Tsuna dan Gokudera dapat melihat baju seragam Belphegor yang bukan seragam. Maksudnya adalah bahwa Belphegor sedang tidak memakai baju seragam melainkan sebuah kemeja motif sapi yang sepertinya adalah milik Lambo, guru fisika yang pemalas di Namimori. Apa yang sekiranya sudah dilakukan si wakil ketua OSIS, Fran, kepada si pangeran [palsu[ mejabat ketua OSIS? Entahlah, biarlah itu menjadi rahasia yang bersangkutan berdua.

"Rasanya April Mop tahun ini sedikit menakutkan," gumam Tsuna ketakutan, berharap saja tak ada seorang pun yang berniat mengerjainya.

# # #

Makan siang di atap, seorang Tsunahime, Gokudera Hayato, I-pin, dan Chrome Dokuro.

"Tumben sekali Hibari tidak ada disini," ucap Gokudera.

I-pin tersenyum mendengarnya. "Hobi Hibari adalah tidur siang di atap," katanya, sangat tidak nyambung. "Tapi khusus hari ini dia akan membiarkan orang-orang menjajah tempat favoritnya ini. Dia tahu lho kalau Rokudo Mukuro pasti akan kesini," kemudian gadis itu melirik Chrome yang duduk di sebelahnya. "Untuk meratapi nasib gara-gara dicampakkan pacarnya!"

Chrome tersedak.

"Ah? Chrome, kau baik-baik saja?" Tanya Tsuna panik sambil mengulurkan segelas air pada Chrome, entah dari mana.

Chrome segera meminum air yang disodorkan Tsuna. "Aku baik-baik saja, terima kasih, Tsuna," katanya sambil mengembalikan gelasnya kepada Tsuna. Kemudian dia menatap I-pin yang sibuk memakan bekal Gyoza-nya.

I-pin yang sadar kalau dipandangi pun menoleh ke arah Chrome. "Ada apa?" tanyanya.

Wajah Chrome sedikit memerah dan dia mengalihkan tatapan matanya. "Mu-mukuro-sama,…."

"Ya?"

"Bu-bukan,…"

"Bukan?" Tanya Tsuna dan I-pin yang penasaran. Gokudera sih tidak peduli.

"Pacarku," akhirnya kalimat itu selesai. "Dia itu kakakku beda ibu." Satu misteri terungkap.

Setelah keheningan selama beberapa detik, akhirnya Tsuna dan I-pin bisa mengeluarkan karbon dioksida yang sempat tertahan di paru-paru mereka. Kemudian tinggal tunggu sepuluh detik sebelum mereka akhirnya melontarkan pertanyaan, "Kau serius?" dengan nada suara dan wajah serius.

Chrome tak segera menjawab. "Hanya bercanda," ujarnya kemudian sambil melemparkan tatapan ke arah matahari yang bersinar terik, menghindari tatapan semua orang yang tak kalah membara.

"Jangan bercanda tentang hal seperti itu!" tegur Tsuna dan Gokudera. Eh, sepertinya sang pemilik rambut silver itu juga cukup kaget mendengar candaan Chrome tentang dia dan Mukuro yang sebenarnya adalah kakak-adik, walaupun sebenarnya bohong. Pokoknya Chrome dan Mukuro tak mungkin saudara.

"Tapi aku tak bercanda kok waktu kukatakan aku benci Mukuro-sama," tambah Chrome. "Bahkan saat aku mengatakan itu, aku tidak tahu bahwa sekarang adalah satu April. Aku baru tahu ketika Kumo-hito mengumumkan ke seluruh sekolah tentang tak memberi tahu Mukuro-sama tanggal berapa sekarang."

"Eh?" sekali lagi Chrome berhasil membuat temannya kaget. "Ke-kenapa kau sampai bicara seperti itu pada Mukuro? Pakai tamparan lagi," Tanya Tsuna.

"Aku kesal," jawab gadis pemalu itu kesal.

"Eh?"

"Pokoknya aku benci Mukuro-sama!"

Tak ada yang sadar bahwa ternyata Mukuro mendengarkan percakapan itu mulai dari saat Tsuna menanyakan alasan tindakan anarkis[?] Chrome. Ah, sekarang dia tampak lebih kosong dari pada sebelumnya. Berjuanglah Mukuro!

# # #

"Hei, kau baik-baik saja, Mukuro-kun?" Tanya Lussuria dengan nada melambai.

Yang ditanya hanya bisa menghela nafas panjang sebagai respon dan tetap diam bergeming dalam posisinya; siku bertumpu pada bingkai jendela dan kepalan tangan menyangga kepala, kaki disilangkan dan mata menatap lurus ke arah tak jelas. Sudah jelas pikirannya sedang berkelana, dan sepertinya dia tidak mendengar pertanyaan Lussuria.

"Mukuro-kun~?" Lussuria mencoba sekali lagi.

Tetap tak ada respon, walaupun sudah lebih dari sepuluh kali Lussuria mencoba. Kesabaran orang selalu ada batasnya, begitu pun dengan orang tidak peka seperti Lussuria.

BUAGH!

Sebuah tinju melayang ke kepala Mukuro, membuat pemuda tampan nan seksi dan bermata heterochromatic itu terjungkal ke depan dari kursinya, melewati ambang jendela dan jatuh di semak-semak mawar milik Lussuria.

"Aw,… aw,…" ucap Mukuro yang kesakitan tertusuk duri mawar. "Apa yang kau lakukan, Luss-sensei?" Tanya Mukuro tidak terima begitu keluar dari masalah, maksudnya bebas dari jeratan duri bunga.

"Siapa suruh kau tidak menggubris keberadaanku~," jawab Lussuria sambil mengibaskan tangan ke rambutnya. "Padahal kan aku mengkhawatirkanmu~," tambahnya sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya, sukses membuat Mukuro menahan muntah. "Lagi pula bukankah seharusnya sekarang kau bersenang-senang? Ini kan tanggal satu April."

JDER!

Serasa ada kilat yang menyambar kepala Mukuro, padahal hari itu sangat cerah secerah raut wajah (almarhum) Ieyatsu Sawada. "KAU BENAR!" serunya alay sekali. "Aku tak perlu patah hati!" nahlho? Dia suka beneran ya sama Chrome? "Aku akan menikmati hari ini untuk membalaskan dendam sakit hati dan pipiku!"

"Ganbatte, Mukuro-kun~!" Lussuria menyemangati.

Kini, di belakang dua orang partner-in-crime ini terdapat background laut yang sedang pasang. Semoga saja mereka tidak terkena ombaknya dan hanyut ke samudera. Kufufufu~

"Apa yang kalian lakukan disana dengan aura yang menyakitkan mata itu?" Tanya Hibari Kyoya yang kebetulan lewat.

Mukuro menoleh, kemudian menyeringai. Entah kenapa, Hibari merinding. Firasat buruk mulai berseliweran di kepalanya. Rencana pembalasan dendam Rokudo Mukuro sepertinya sudah dimulai… mungkin.

T B C

A/N : Minna-san, maaf ya lama update. Bener-bener minta maaf bagi yang nungguin fic ini, kalau ada.

Kemudian, mungkin garing banget ya cerita ini? Malahan chapter ini difokusin ke Mukuro. Tapi tenang, chapter depan saya akan berusaha memasukkan GokuTsunanya. Kan mereka berdua pemeran utama.

Yosha, ini dia balasan reviewnya! Terima kasih sudah membaca cerita ini!

Su 'Pioggia' Oxenstierna : Duuh, saya jadi malu nih kalau dibilangin seperti itu. Oke, semoga chapter ini pun kamu suka.

Yulie Fong : Namanya saja Mukuro. Orang mesum itu doyan gossip #plak! Oke, smoga kamu menikmati cerita ini!

LuvCookieMuch : ahaha, yang namanya Yama itu harus seperti itu. Kalau ga begitu, bukan Yama kan? Semoga kamu berkenan dengan cerita ini!