My Partner

Main Cast:

Kim Ryeowook as Yeoja

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Kim Yesung as Namja

Rated: T

Genre: Romance, Crime

Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata

Selamat Membaca

~o~

Tepat ketika Ryeowook masih mencari mobil Sungmin, suara sirine mobil polisi sayup-sayup mulai terdengar. Beberapa petugas dengan sigap menuju TKP untuk meringkus pelaku penembakan. Ternyata sesaat setelah terdengar suara tembakan, seorang petugas toko melaporkan peristiwa itu ke polisi. Ryeowook masih dapat melihat bagaiamana pelaku itu digiring memasuki mobil polisi. Sementara dirinya memanggil taksi yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

~o~

Taksi yang ditumpangi Ryeowook telah terparkir di halaman rumah Sungmin. Bersamaan dengan kedatangannya masuklah juga sebuah sedan warna hitam ke pekarangan rumah. Tak lama pemilik sedan itu keluar dari mobilnya dan menatap Ryeowook dengan heran.

"Ryeowook-ssi, kenapa kamu sendirian? Mana Nona Lee dan partnermu itu?"

"aah mereka… mereka sudah tiba lebih dulu. kaja" Ryeowook mengajak namja itu agar segera masuk, tangan kanan Ryeowook memegan tas mewah milik Sungmin. Tanpa pikir panjang mereka segera menemui Sungmin.

Diruang tamu, tampak Sungmin yang masih shock ditemani Kyuhyun. Tangan Sungmin memegang segelas airputih dan Kyuhyun duduk disampingnya.

"Nona Lee… apakah anda tidak apa-apa?" tanya Yesung cemas sambil memegang bahu Sungmin.

"ne. aku tidak apa-apa Manajer Kim. Beruntung tadi Kyuhyun menyelamatkanku. Kalau tidak, mungkin sekarang aku sudah mati" kata Sungmin sambil tersenyum pada Kyuhyun.

Sedangkan Ryeowook dia masih berdiri tak jauh dari kursi yang mereka duduki. Dia merasa malas untuk bergabung bersama mereka. Apalagi setelah mendengar perkataan Sungmin barusan, membuatnya semakin malas saja. Ryeowook menyimpan tas Sungmin diatas meja, tanpa sedikitpun ucapan terima kasih dari Sungmin.

"bukan hanya aku Nona, tapi Ryeowook juga yang telah menyelamatkamu. Bahkan dia rela memakaikan jas miliknya untuk melindungimu" ingat Kyuhyun

Yesung memperhatikan baju yang dikenakan Sungmin, dan memang benar dia memakai blazer Ryeowook, sementara Ryeowook dia hanya mengenakan kemeja biasa.

Mendengar ucapan Kyuhyun, Sungmin hanya menundukan kepala. Kyuhyun menatap Ryeowook sekilas, sebelum yeoja itu meninggalkan ruangan.

"aku permisi dulu, nanti jam tujuh aku akan kembali" pamit Kyuhyun.

Sebelum Kyuhyun beranjak dari duduknya, Sungmin memegang tangannya.

"kamu mau kemana?"

"aku perlu menghirup udara segar. Permisi" Kyuhyun segera meninggalkan Yesung dan Sungmin.

"kenapa tidak bilang kalau Ryeowook juga telah menyelamatkanmu?" tanya Yesung setelah melihat Kyuhyun keluar dari rumah.

"wae? Aku tidak menyukai yeoja itu, untuk apa aku menyebut namanya" kata Sungmin sambil menggembungkan pipinya.

"hmmh, ingat, dia bahkan rela mempertaruhkan nyawanya demi melindungi anda"

"lalu, itu masalah untukku?" Sungmin berhenti sejenak. "sudah menjadi tugasnya kan untuk melindungiku?"tanya Sungmin sengit. Yesung hanya menganggukan kepala.

"ya… itu memang sudah menjadi resikonya. Tapi jangan bilang kalau kalian tadi meninggalkannya?" kata Yesung lagi.

"emm, aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi lagi padaku, yaa terpaksa aku meminta Kyuhyun meninggalkannya" bela Sungmin. Yesung menggelengkan kepala mendengar jawaban Sungmin.

~o~

Ryeowook duduk di sebuah taman. Jemarinya masih sibuk mengusap pipinya yang basah oleh lelehan airmata. Dia sudah mencoba bertahan agar tidak menangis. Namun airmatanya keluar begitu saja.

"tadaaaa…." Sebuah kotak es krim kini berada di hadapannya.

Ryeowook mendongak, lalu mencoba tersenyum.

"Kyunnie…"

"yaaak… uljima…" Kyuhyun kaget mendapati Ryeowook yang sedang menangis, Kyuhyun segera berlutut di depan Ryeowook lalu menghapus airmata yang masih mengalir di pipi Ryeowook dengan lembut.

"Kyu… sudahlah…" Ryeowook menghindari jemari Kyuhyun, dia merasa tidak enak diperlakukan seperti ini oleh Kyuhyun.

"aku tahu kamu pasti akan kemari, jadi buang semua sedihmu. Makanlah…" kata Kyuhyun tersenyum sambil menyerahkan kotak es krim tersebut, Ryeowook menerimanya sambil mengangguk.

"tapi, bagaimana kamu bisa tahu aku ada disini?" tanya Ryeowook heran.

"aaah Wookie… memang kita sudah berapa saling mengenal? Hmmh? Aku cukup tahu dimana tempatmu untuk melarikan diri" kata Kyuhyun sambil duduk disamping Ryeowook, tangannya direntangkan diatas sandaran kursi.

"hmmh, memang sudah lama. tapi aku yakin kamu belum mengerti aku sepenuhnya" jawab Ryeowook sambil membuka kotak es krim itu, lalu mengambil sesendok dan disuapkan kedalam mulutnya.

"benarkah? Kalau begitu apa kamu juga sudah memahami aku Wookie?" tanya Kyuhyun sambil menatap Ryeowook.

"emh, tentu saja" angguk Ryeowook semangat.

"mana buktinya?"

"bukti? Emmm… sekarang coba buka mulutmu!" perintah Ryeowook.

"eh?"

"ayo cepat buka mulutmu!" perintahnya lagi.

Kyuhyun membuka mulutnya, tiba-tiba Ryeowook menyuapkan sesendok penuh es krim kedalam mulut Kyuhyun. Kyuhyun terbelalak kaget, dengan cepat dia segera melumerkan es krim itu lalu menelannya.

"apa maksudnya itu Wookie?" tanya Kyuhyun tidak mengerti.

"sudah kubilang kan aku memahamimu Kyu. Ketika kamu membuka mulutmu, kamu ingin memakan makanan yang ada padaku kan?" tanya Ryeowook sambil mengedip-ngedipkan matanya lucu.

"aiisshh… aku serius Wookie…" Kyuhyun gemas, dipejamkan matanya sambil bibirnya terkatup gemas, tangannya menggaruk-garuk kepala yang sama sekali tidak terasa gatal.

"hmmh, aku memang serius ko" jawab Ryeowook cuek sambil melanjutkan makan es krimnya.

"ya… ya… ya. Sebaiknya kamu teruskan saja makanmu!" kata Kyuhyun. Kepalanya menengadah menatap langit senja, tangannya kembali terentang di sandaran bangku.

Ryeowook hanya tersenyum saja. sebenarnya dia hanya ingin menyuapi Kyuhyun es krim itu. Karena Kyuhyun tidak suka makanan manis, dia jarang berbagi makanan dengan partnernya itu. Ryeowook menoleh kearah kirinya tempat Kyuhyun terduduk. Terdengar suara dengkuran halus dari namja yang ada disampingnya.

"apa Kyuhyun tidur?" Ryeowook memperhatikan wajah Kyuhyun, lalu merubah posisi duduknya menjadi menyamping.

Dengan posisi Kyuhyun yang menengadah, membuat Ryeowook ingin sekali menyandarkan dirinya di dada Kyuhyun. Tapi keinginannya itu segera ditepisnya jauh-jauh. Ryeowook kembali memperhatikan wajah Kyuhyun. Walaupun matanya terpejam tapi tidak mengurangi sedikitpun ketampanan namja itu. Keningnya, pipinya, hidungnya, bibirnya, Ryeowook asik menelisik tiap senti wajah Kyuhyun dengan matanya.

"kamu memang tampan Kyunnie" secara tidak sadar Ryeowook bergumam sendiri.

Sedang asyik memperhatikan Kyuhyun, tiba-tiba suara dering handphonenya membuyarkan semuanya. Ryeowook segera duduk lagi dengan posisi biasa.

"emmh…" Kyuhyun bergumam.

"Kyunnie… bangunlah. Ada yang menelponmu" kata Ryeowook sambil mengguncangkan tangan Kyuhyun.

Dengan malas, Kyuhyun membuka mata, lalu merogoh saku celana dan langsung menerima panggilan di handphonenya.

"yeobseyo…" sapa Kyuhyun lemas.

"Kyu~~~ kamu masih ada dimana?" tanya yeoja yang diseberang telpon manja.

"ah. Nona Lee?" Kyuhyun langsung sadar ketika mengetahui siapa yang menelponnya.

Mendengar nama Lee sudah dapat Ryeowook pastikan bahwa panggilan itu dari Sungmin.

"kenapa harus mengganggu aku dan Kyuhyun sih? Nanti juga kita akan pulang" cerca Ryeowook dalam hati.

"iya Nona, sebentar lagi kami akan kembali ke rumah" kata Kyuhyun masih bercakap-cakap dengan Sungmin.

"apa kamu sedang bersama Ryeowook?" tanya Sungmin.

"ne, aku sedang bersamanya sekarang" jawab Kyuhyun sambil melirik Ryeowook.

"cepatlah kemari!" perintah Sungmin tegas, setelah itu dia menutup telponnya.

Ryeowook menggembungkan pipinya tanda kesal.

"sudahlah Nona manis, jangan cemburu seperti itu. Kalau sudah selesai, kita pulang yuk" goda Kyuhyun tersenyum sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ryeowook.

Bluusshh

Wajah Ryeowook merona. Namun sayang, karena cahaya senja, membuat Kyuhyun tidak dapat melihat perubahan rona wajah Ryeowook.

"mwo? Aku… aku… siapa yang cemburu hah?" jawab Ryeowook tergagap sambil menjauhkan kepalanya dari wajah Kyuhyun.

"hmmh… lalu kapan kamu akan cemburu kalau aku dekat dengan Nona Lee?" goda Kyuhyun lagi.

"iisshh Kyu. Kamu bicara apa? Ayo kita pulang saja!" ajak Ryeowook sambil membereskan kotak es krimnya.

"tunggu. Lihatlah dulu matahari terbenam itu. Sangat cantik" Kyuhyun menahan tangan Ryeowook yang mau pergi, membuat Ryeowook duduk kembali. Mereka berdua menikmati detik-detik matahari yang kembali ke peraduannya.

"ngomong-ngomong, aku sangat bangga padamu Wookie" ucap Kyuhyun.

"bangga? Bangga kenapa?" Ryeowook tidak mengerti.

"kamu mau mempertaruhkan nyawamu sendiri demi Nona Lee. Bagaimanapun juga itu ide yang sangat membahayakan dirimu" Kyuhyun tersenyum.

"emmh, itu sudah menjadi tugas kita kan? Melindungi klien dengan cara apapun" Ryeowook menatap mata Kyuhyun.

"gomawo…" ucap Kyuhyun tiba-tiba.

"gomawo? Untuk apa?" Ryeowook tidak mengerti.

"emmh… ya… terima kasih saja…" Kyuhyun tersenyum kaku.

"Kyunnie… kamu… jangan bilang kamu mewakili Lee Sungmin berterima kasih padaku?" tanya Ryeowook dengan nada kesal.

"mwo?" Kyuhyun terperangah, dia kaget, karena bukan itu maksudnya.

"aissh, yeoja itu. Seharusnya kalau mau berterima kasih gunakan mulutnya sendiri, jangan minta diwakilkan segala" Ryeowook emosi. "kaja, kita pulang saja" Ryeowook menarik tangan Kyuhyun.

Kyuhyun yang mendengar penuturan Ryeowook hanya bisa mengelus dada dengan gemas, kapan Ryeowooknya akan peka dengan yang dia katakan.

"itu bukan permintaan Nona Lee, Wookie, aku sendiri yang berterima kasih padamu…" kata Kyuhyun, sambil tangannya masih terus ditarik oleh Ryeowook.

"jinja?" Ryeowook menghentikan langkahnya, lalu menatap Kyuhyun dengan serius.

"iya, itu memang benar. Nona Lee tidak pernah menyuruhku untuk berterima kasih padamu" angguk Kyuhyun.

"hmmh, dasar. Kalau begitu sama saja. sudah diselamatkan, jangankan berterima kasih, memberi sedikit senyumpun tidak. Aissh… aku jadi kesal sendiri" gerutu Ryeowook.

"jadi, kamu ingin dia berterima kasih padamu, begitu?" tanya Kyuhyun sambil tersenyum geli. "kalau begitu biar aku sampaikan padanya nanti" kata Kyuhyun sambil berjalan lebih cepat dari Ryeowook.

"Yaak, Kyunniee… jangan macam-macam. Aku tidak bermaksud seperti itu. Awas kalau kamu bilang pada Nona Lee" teriak Ryeowook sambil mengejar Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun mempercepat jalannya sambil terus menggoda Ryeowook. hati Kyuhyun sudah lega, melihat Ryeowook sudah kembali seperti sedia kala.

~o~

Siang itu, manajer Kim dan Kyuhyun dipanggil pihak kepolisian untuk mengungkapkan siapa dalang dari penembakan yang menimpa Sungmin kemarin. Kyuhyun dan Yesung berangkat bersama. Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam. Sedangkan Sungmin, saat ini dia tengah berada di salon dan ditemani Ryeowook. Walaupun enggan, tapi Ryeowook menyanggupi karena Kyuhyun diminta menjadi saksi di kantor polisi. Dirinya berpikir bahwa tidak mungkin dia ikut ke kantor polisi juga, sementara tidak ada yang menjaga Sungmin.

"beruntung sekali ada kalian berdua, sehingga Nona Lee masih terselamatkan" kata Yesung membuka pembicaraan, dirinya berada di balik kemudi saat ini.

"yaa… itu memang sudah menjadi tugasku dan Ryeowook untuk menjaganya"Kyuhyun menatap bosan jalan yang ada dihadapannya.

"sepertinya… kamu tidak begitu menyukaiku Kyuhyun-ssi. kenapa? kamu marah karena aku dekat dengan Ryeowook?" tanya Yesung begitu saja.

"mwo? Kenapa aku harus marah?" Kyuhyun menatap tidak suka pada Yesung. Mendengar Ryeowook yang membicarakan Yesung saja sudah membuatnya gerah, apalagi sekarang, dia harus satu mobil dengan namja "saingan"nya ini.

"jadi benar, kalian tidak sedang pacaran?" Yesung mengangkat sebelah alisnya.

"aku dan Ryeowook memang dekat. Tapi… dia bukan pacarku. Yaaa… Walaupun kemungkinan itu selalu ada" jawab Kyuhyun dengan berat.

Mendengar jawaban Kyuhyun, Yesung hanya menggendikan bahu. Dari jawabannya saja sudah diketahui bahwa Kyuhyun menyukai Ryeowook. Namun, dia ingat perkataan Ryeowook tempo hari bahwa anggota satu agensi dilarang berpacaran.

"oh ya, mengenai penembakan itu, kau tahu siapa yang menyuruhnya mencelakai Nona Lee?" Yesung mengalihkan topik pembicaraan.

"yah. kemarin dia mengaku bahwa yang menyuruhnya adalah Tuan Park. Apa kau tahu siapa dia?" tanya Kyuhyun. Mendengar nama Tuan Park, reflek Yesung menginjak remnya mendadak.

"Yaaak, kamu mau membunuhku hah?" teriak Kyuhyun dengan kaget.

"Tn. Park katamu?" nada bicara Yesung serius dan matanya menatap lurus wajah Kyuhyun.

"iya. Wae? Kamu mengenalnya?" Kyuhyun penasaran.

"kurang ajar. Rupanya dia tidak main-main" dengan geram, Yesung kembali menjalankan mobilnya.

"memangnya dia siapa?" Kyuhyun bertanya.

"dia adalah orang yang ingin merebut perusahaan . bahkan dia menentang Nona Lee untuk meneruskan perusahaan Appanya. Aku hanya tidak menyangka dia menggunakan cara ini sebagai perlawanan"

"dia sangat berbahaya. Kalau dibiarkan bisa jadi nyawamu juga berada dalam bahaya" ingat Kyuhyun.

"ya memang. Aku termasuk orang yang melawannya, mungkin saja sekarangpun dia sedang merencanakan kematianku" Yesung menyeringai.

"berhati-hatilah… jangan main-main dengan nyawamu sendiri" kata Kyuhyun, sementara itu Yesung hanya menyunggingkan senyumnya.

~o~

Hampir empat jam Ryeowook menunggui Sungmin dengan bosan. Sudah tiga buah majalah ia lalap habis untuk mengisi kebosanannya. Dari cermin dapat terlihat Sungmin tersenyum puas dapat mengerjai Ryeowook, membuatnya mati kebosanan adalah tujuannya hari ini.

"asik juga mengerjai anak ini. Lihat saja sampai kapan kamu bisa bertahan" kata hati Sungmin.

Ryeowook menatap Sungmin yang tersenyum-senyum sendiri. Kemudian Ryeowook beranjak dari duduknya dan menghampiri Sungmin yang masih nyaman dengan manicure yang masih belum selesai.

"Nona, apakah masih lama?" tanya Ryeowook

"hah. Apa kamu tidak bisa melihat? aku masih belum selesai. kamu tunggu saja disana" kata Sungmin cuek sambil menyuruh Ryeowook kembali duduk. "atau kalau kamu mau, kamu bisa pulang duluan" tawar Sungmin.

Ryeowook hanya mendelikan matanya bosan. Dia kembali ke tempat duduknya. Beberapa kali Ryeowook menguap, karena mengantuk.

Ddrrttt dddrrrtt

Handphonenya bergetar, menandakan sebuah sms yang masuk.

Kyuhyun:

"kamu dimana Wookie? apakah sedang bersama dengan ?"

Begitulah isi dari sms yang dikirimkan Kyuhyun.

Dengan segera Ryeowook membalas smsnya.

"Kyunniee.. aku bosan sekali. Aku sekarang masih berada di salon. Aku tidak tahu perawatan macam apa yang dia lakukan. Kamu tahu, aku sampai berakar menunggunya disini…"

Tak lama, sebuah balasan masuk

"hahaha… cupcupcup… yeoja kan memang begitu. Melakukan perawatan hingga berjam-jam lamanya. Sebaiknya kamu juga ikut perawatan Wookie, biar tambah cantik ^^…"

Ryeowook mempoutkan bibirnya setelah membaca isi sms dari Kyuhyun. Dengan gemas, dia mengetik

" Yaaak dasar. Kamu malah membuatku tambah kesal saja Kyunnie. Sudahlah. Bagaimana pemeriksaannya?"

"pemerikasaannya berjalan lancar. Hanya memerlukan bukti untuk menjerat orang itu"

Sungmin menatap Ryeowook yang asyik smsan. Dia mempoutkan mulutnya tidak suka.

"segera selesaikan saja ya…" perintahnya pada pegawai salon.

Sungmin mengambil handphone miliknya kemudian mendial seseorang.

"Kyuuu… aku sudah selesai. kamu bisa menjemputku disalon?" tanya Sungmin dengan nada yang manja.

Ryeowook mendengar Sungmin yang menelpon Kyuhyun. Dia mendecih tidak suka.

"kenapa harus selalu mengganggu aku dan Kyuhyun sih? Apa maunya Nona manja ini? Iisshh aku bisa gila" umpat Ryeowook dalam hati. Tangannya bersedekap di dada dan punggungnya bersandar di kursi. Sungmin yang melihat raut wajah Ryeowook tersenyum puas.

~o~

Kyuhyun sudah tiba di salon, sesuai dengan keinginan Sungmin yang meminta menjemputnya disana. Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihat raut wajah bosan Ryeowook.

"gwenchanha?" tanya Kyuhyun sebelum Ryeowook memasuki mobil.

"emmh…" Ryeowook hanya mengangguk saja.

Hampir lima belas menit mereka diperjalanan. Sungmin memohon agar dirinya diijinkan keluar sendirian. Hari ini adalah ulang tahun sahabatnya.

"jebal Kyu, kamu cukup antarkan aku kerumahnya saja setelah itu kamu bisa pulang. Ya boleh ya…" Sungmin memasang wajah imutnya agar diberikan ijin oleh Kyuhyun.

"Mian Nona, tapi anda tidak bisa bepergian seorang diri. Minimal salah satu diantara kami yang menemani anda" jawab Kyuhyun.

"ayolah Kyu, lagipula cuma sebentar. Tidak akan lama. hanya satu jam saja. janji" paksa Sungmin.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepala.

"nona, apakah tidak ingat kejadian kemarin? Lebih baik lagi jika anda membatasi untuk keluar rumah. Keadaannya saat ini masih belum memungkinkan" Ryeowook menjelaskan.

"aku tidak bicara padamu. Lagipula ini hak-ku, aku mau pergi kemanapun ya terserah aku dong" Sungmin sengit. "hentikan mobilnya sekarang!" perintah Sungmin kasar, tapi Kyuhyun masih menyetir mobilnya.

"aku bilang, hentikan sekarang, kalau tidak aku akan loncat" ancam Sungmin.

"ah iya baik baik Nona" Kyuhyun segera menepikan mobilnya.

Sungmin keluar, Ryeowook dan Kyuhyun mengejar Sungmin.

"Nona, saya mohon jangan seperti ini. Kembalilah, ke mobil, keadaannya masih belum aman, terlalu berbahaya untuk anda" Ryeowook berteriak karena jalanan yang ramai oleh kendaraan bermotor. Baju mereka sedikit basah karena disebelah kanannya terdapat air mancur yang tertiup angin.

"oke, aku akan kembali. Tapi aku minta hanya Kyuhyun yang mengantarku ke acara itu." Pinta Sungmin.

"mwo? Sebaiknya Ryeowook juga ikut Nona" pinta Kyuhyun.

"aniyo… tinggalkan aku disini, atau aku hanya pergi denganmu" Sungmin tersenyum puas.

"sudahlah Kyunnie. Turuti saja kemauannya. Aku bisa istirahat sejenak di rumah" bisik Ryeowook pada Kyuhyun yang ada disebelahnya, kemudian dengan enggan Kyuhyun menganggukan kepala.

"baiklah. Kalau begitu saya yang akan mengantar anda. Naiklah" ajak Kyuhyun dengan malas. Sungmin tersenyum senang.

Sungmin berjalan menuju mobil. kebetulan karena posisi Ryeowook menghalangi Sungmin, dengan tangan kanannya Sungmin mendorong tubuh Ryeowook untuk bergeser memberinya jalan.

Tapi kemudian

"byuuurrr…"

Entah karena tenaganya terlalu kuat atau kaki Ryeowook yang tidak seimbang menyebabkan tubuhnya jatuh kolam air mancur.

Tubuh Ryeowook basah kuyup, dirinya masih berada didalam kolam. Kyuhyun yang melihatnya kaget, segera dia membantu Ryeowook.

"Nona, apakah harus seperti ini?" tanya Kyuhyun emosi. "Wookie, kamu tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun pada Ryeowook yang sudah keluar dari kolam.

"aku, aku tidak sengaja…" Sungmin tampak kaget atas apa yang dia lakukan, segera dia memasuki mobil.

"sudahlah Kyunnie. Aku tidak apa-apa. Tadi aku merasa tidak seimbang saja… aku bisa mengeringkan bajuku dulu disini, nanti aku bisa naik taksi ko, tenang saja" kata Ryeowook mencoba tegar, wajah dan bibirnya menjadi pucat karena dingin.

"tapi Wookie…" belum selesai Kyuhyun dengan ucapannya sudah terdengar bunyi klakson mobil.

"yeoja itu…" Kyuhyun geram.

"pergilah. Mungkin acaranya akan segera dimulai. Aku tidak apa-apa Kyunnie… tidak perlu khawatir" bibirnya sedikit gemetar lalu Ryeowook mendorong tubuh Kyuhyun. Dengan enggan Kyuhyun menuruti permintaan Ryeowook.

"segeralah pulang, biar aku pesankan taksi untukmu" kata Kyuhyun sebelum memasuki mobil.

"tidak perlu. Aku bisa sendiri. Sana. Pergilah!" paksa Ryeowook.

Perlahan mobil itu meninggalkan Ryeowook,sebenarnya Kyuhyun tidak tega meninggalkan Ryeowook sendiri, tapi bagaimanapun juga tugasnya sebagai pengawal, mengharuskannya melakukan ini.

"mianhe Wookie" bisik Kyuhyun dalam hati.

Sementara itu Ryeowook yang sedari tadi menahan airmatanya, hanya bisa menundukkan badannya sambil memeluk lututnya. Bahunya bergetar, seiring dengan airmata yang mengucur deras dipipinya. Beberapa orang yang melewatinya hanya melihatnya sekilas. Mereka merasa aneh melihat seorang yeoja dengan tubuh basah kuyup menangis sambil memeluk lututnya.

To Be Continue

~o~

Huwaaa senengnya banyak yang ngreview, gomawo yaa.. mian updatenya kelamaan. Sebenarnya ni ff udah selesai ditulis beberapa hari yang lalu, tapiii… kendalanya ada di pulsa inetnya yang blm terisi. Hehe *jadi curhat ni*

Oke, untuk yang KMS jeongmal mianhe, ff ini bukanlah tntang kyumin. Sekali lagi mianhe. *bow

*gomawo yang udah ngasih review:

Yoon hyunwoon: udah tau kan skrng pairnya siapa? ^^

Vinos hyunell: nggak ko, wooknya gk tertembak. Hehe.. mian klo kpendekan. Chap ini bgmn? Mian jga updetnya lama. hehee..

Guest: gomawo chingu, klo bsa tulis dong namanya. Yaah.. ^^

Jovita: wkwkwk biarpun dipaksa update, tpi keadaan tidak memungkinkan. Wew. Sini gk usah sma yesung, aku aja yang melintirin hati kmu biar hilang tuh cintanya k wook. Hehe..

Jas merah: weiisshh tenang tenang… kkkk. Aq jga sebel ni harus bkin Ming yg kyk gni. Huhft.

Guest: ni udah lanjut.

Nataliakim8624: kapan yaaa? Kapan-kapan aja deh. Hehe..

Ryeo ryeo ryeong: ini udah lanjut. Aduuuh jangan sampe kebawa-bawa gtu dung. Ksian umin. Hehehe…

Deena: yups mereka emang cocok, tapi yewook juga cocok ko. ^^

Fiewook: gomawo. Wakakaka… fans yang baik, klo biasnya tersakiti, jadi ikut ngerasa sakit juga. Hehe…

Guest: nado saranghae.. tapi namamu siapa sayang? Hehe..

Wonnie: ni udah lanjut.

Cho ryeona: buahahah masih curiga ni sma yesung? Yups, bagi mereka cinta sangat sulit diucapkan, hanya bisa dicurahkan melalui perhatian dan rasa cemburu. Eeeaaa..

Dwihae: emmh…. Ini kyuwooknya gmn? Udah bnyak?

Dewi : yang pasti ini bukan kyumin.

Cloud prince: hehe… mian ya klo updateny klmaan. Handphone jenis itu gk dijual say, khusus buat misi mereka. *plaakk. Iya nii susah bnget bkin umin sadar sma kebaikan wookie. ckckck… tenang aja tuh wookienya selamt ko, gk terjadi apa2. Gomawo yaaa ^^.

Cloudlovekyusung: eits jangan maen cubit-cubitan. Sakit yeee. Heuheu. eeeh kta siapa itu gk berguna, berguna buat meningkatkn imajinasiku lagi. hehe… masih bkin penasaran nggak chap ini? ^^

Ryeofha2125: iya ni udah lanjut. Gomawo yaa udah suka sma ff ini ryeofha yang baik ^^

Piiepi158: gk bsa, umin dan wook adalah milikku. Hehee.. wook gk mau pamer jadinya dia naek taksi ajah. Hehe..

Kimryeosomniaelfishi: annyeong…. Kyuwook atau yewook ya? Liat ntar aja. Heuheu.

Ryeohaeme: aaah eonni… jangan getok2 Ming, kasian. Hihihi..

Raiaryeong9: gomawo… nggak ko, gk terjadi apa2 sma wook. ^^

Lavenclouds: waaah ada YWS yg mendukung KWS. Gomawo yaaa..

Array'ryeowook always: ohohoho…. Liat ntar aja yaaa.. ok..

Niisaa9: masih dipertanyakan ni perasaan Yesung buat wook. Ni udah dilanjut ^^

zaAra eviLKyu: huweee aq jdi nggak enak. Mian ini bukan kyumin say… mian ya mian …

minku odawara: yups, kyu-nya cemburu. Antara sengaja dan nggak… nado saranghae miku chan. Nggak apa2 bini changnya gk usah dibawa2. Okey. Hehee..

thiefhanie: nado saranghaeyo thiefhanie… hehe.. gk pa2 baca kalo sempet aja ya.

Rochan: kenapa masih curiga aja sma Ye? Iya setuju aq jga ksel sma Ming ini.

Santysomnia: siph ini udah lanjut. Gomawo ya santy…

Ryeo2119: hehe mian updatenya kelamaan ya.. gomawo yaa..

Hanazawa kay: tebak doong ^^/ apakah masih penasaran?

ryeoNa: iya ni udah lanjut. ^^

devi AF: hehe..berasa nemu harta karun kah? Hahaha *becanda. Gomawo udah suka sma ff ini. Mian, klo updatenya lama. ^^

dhia bintang: hmmh, alasannya, takut mengganggu keprofesionalitasan mereka. Kkk.

Ryeongkyulove: hehe… gimana ntar ya. Kyuwook ataupun yewook aq harap nggak ngecewain.

Ada yang belum kesebut?

Ditunggu lagi ya reviewnya, readerdeul dan reviewer tersayang. ^^/

See u

Saranghaeyo…