Complicated

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Fandom : NARUTO

Rate : T dulu

Genre : Romance, Drama

Pair : Terlalu banyak, hingga author malas menyebutkan. Yang jelas main pairnya adalah SASUNARU.

.

Summary : Latihan drama dimulai. Hari Sabtu Naruto, Tayuya, dan Suigetsu berkumpul. RnR please~

.

CHAPTER 3

"ACTION!" teriak Karin yang kini menjadi sutradara di latihan drama kali ini.

Di hadapan Karin terlihat tiga orang yang tengah berdiri berhadapan. Orang-orang itu adalah Uzumaki Kyuubi, Uzumaki Naruto, dan Uchiha Sasuke. Kyuubi dan Sasuke tengah memegang pedang kayu—yang mereka pinjam dari club kendo—sedangkan Naruto berada di belakang Kyuubi. Kyuubi mengenakan t-shirt merah dengan gambar sayap iblis dan celana jeans panjang, Sasuke mengenakan kemeja biru yang bagian lengannya dilipat sesiku dan celana jeans hitam panjang, sedang Naruto, lelaki manis ini hanya mengenakan t-shirt kuning yang ditutupi oleh jaket warna biru muda dan celana jeans selutut. Ya, ini hanya latihan, jadi mereka boleh memakai pakaian bebas.

"Tak akan pernah kuserahkan sang putri padamu, walau kau adalah sahabatku sekalipun," ujar Kyuubi memulai drama, ekspresinya kini seperti orang yang tidak ingin kehilangan apapun.

"Hn, kau pikir aku takut?" ujar Sasuke menyeringai, Sasuke melirik Naruto lalu berlari cepat ke belakang Kyuubi untuk menarik Naruto dalam pelukannya.

"Look? Aku bisa mendapatkannya dengan mudah. Aku adalah pangeran vampire, ingat?" lanjut Sasuke lalu menjilat pipi Naruto

"Nggh…Le…paskan," Naruto berbicara dan memasang wajah jijik bercampur takut

Tiba-tiba Kyuubi menghunuskan pedangnya tepat di wajah Sasuke. Sasuke yang tidak lengah menangkis serangan Kyuubi sambil tetap memeluk Naruto makin erat. Kyuubi yang notabene memiliki penyakit brother complex langsung terbakar amarah, dengan cepat ia terus saja menyerang Sasuke bertubi-tubi dengan pedang kayu di tangannya.

"Kubunuh kau!" teriak Kyuubi penuh amarah

'Gila! Actingnya oas banget,' batin beberapa orang terpukau

"Sa…Sasuke-san, bisa kau lepaskan pelukanmu? Sepertinya Kyuubi marah beneran," bisik Naruto dengan wajah memelas. Sasuke menyeringai dan mengeliminasi jarak diantara mereka lalu berkata,

"Sayangnya aku tak bisa melepakan bidadari secantik kau," lalu Sasuke mencium Naruto lagi. Kali ini lebih lama.

"Mmh…Mmh…Lephas…" Naruto mencoba meronta, dia tak menyangka bahwa kekuatan Sasuke lebih kuat dari kekuatannya. Kyuubi, Shukaku, Inari langsung saja memisahkan Naruto dari pelukan dan cumbuan Sasuke dengan kekuatan penuh.

'Uzumaki Naruto, akan kubuat kau sengsara hingga memohon ampun kepadaku,' batin wanita berambut merah muda alias Haruno Sakura

.

Naruto yang sudah hamper terlelap dalam tidurnya kembali terbangun, ketika ia menyadari sebuah lengan putih memeluknya dari belakang. Ia menoleh kebelakang lalu memanyunkan bibirnya.

"Menma, aku lelah. Biarkan aku istirah—" Menma menempelkan ibu jarinya di bibir ranum Naruto lalu berbisik pelan di hadapan Naruto.

"Bibir ini, sudah ternoda oleh Uchiha pantat ayam itu. Aku harus mensucikannya, Naru," Menma hendak mengeliminasi jarak diantara mereka, namun ketika bibirnya dan bibir Naruto hanya berjarak 2 cm, Naruto segera menghentikannya.

"Aku mohon keluar, Menma. Aku ingin istirahat," ujar Naruto dengan serius dan mata memicing. Mata sapphire yang biasanya bening kini sedikit menggelap oleh menahan amarah.

"Baik-baik, kau jangan jadi seperti dulu. Aku tidak suka kau yang dulu," setelah itu Menma keluar dari kamar Naruto. Meninggalkan Naruto yang kini mengusap wajahnya frustasi.

"It's so complicated, you know, Menma?" gumam Naruto sambil tersenyum miris

Naruto turun dari kasurnya dan menuju ke lemari. Mengambil sebuah kemeja berwarna hitam dan celana yang senada, tak lupa mengambil blazer putih.

"Aku tak menyangka harus ke tempat itu lagi," Naruto mengganti piyamanya dengan pakaian yang telah ia ambil tadi. Setelah itu dia berjalan dengan santai menuju keluar apartemen sambil memainkan kunci cadangan di tangan kanannya.

"Naruto-kun? Sedang apa disini?" sebuah suara menyapa indera pendengarannya dan membuatnya menoleh. Ternyata orang yang tadi bersuara tadi adalah Uchiha Itachi yang baru pulang kerja.

"Ah, Itachi-san, aku mau ke suatu tempat. Duluan ya," Itachi membelalak kaget melihat penampilan Naruto yang lebih dewasa dari biasanya, sebuah pemikiran terlintas dibenaknya.

'Aawesome! Kalau gini caranya aku rela jadi ukenya!' batin Itachi menjerit girang bak tante-tante yang minta dibelai.

"Eh? Tadi…apa yang kupikirkan? Ah, sudahlah. Sebaiknya aku mengikuti bocah manis itu," Itachi yang mulanya ingin segera tidur, akhirnya berubah pikiran dan mengikuti—baca : membuntuti—Naruto.

.

Naruto melangkahkan kakinya memasuki sebuah bar. Setelah memasuki bar ia langsung saja kearah meja bartender dan duduk di kursi yang disediakan.

"He—eh, lihat siapa yang datang? Tak kusangka kau akan kemari lagi," ujar seorang wanita berambut panjang berwarna coklat madu, berbola mata emerald dan berdada besar. Panggil saja Mei. Namanya Terumi Mei.

"Mei, lama tak jumpa, kau masih jadi striptis?" tanya Naruto membalas sapaan Mei

"Ya, begitulah. Walau sebenarnya aku sudah bosan. Inginnya sih segera menikah." Mei memasang wajah sok dramatis dan itu membuat Naruto terkikik geli.

"Kau masih punya nyali juga kesini, Uzumaki kuning?" sebuah suara menyapa telinga Naruto di tempat yang bising ini. Naruto menoleh dengan seringai yang terpampang jelas di wajahnya. Lalu mendekat ke pemilik suara tersebut.

"Bartender-san, bagaimana kabarmu, sayang?"

"Naru, jangan goda dia. Sejak kau tinggal dia sering marah-marah sendiri. Seperti wanita yang sedang PMS." Kata Mei sambil bergelayut manja pada Naruto.

"Mei! Jauhkan tubuhmu dari Naruto!" bentak orang yang dibicarakan. Naruto dengan segera memeluk dan mengelus kepala orang tersebut lalu berbisik,

"Tenanglah, aku akan berada disini semalaman penuh, Sora sayang,"

Sora, Aoi Sora. Lelaki yang berprofesi sebagai bartender ini berambut biru sebahu yang lurus, berkulit tan, dan berbola mata biru gelap. Sora merupakan salah satu mantan Naruto.

"Baka! Kemana saja kau selama ini, heh?! Memutuskanku secara sepihak lalu menghilang begitu saja!" Sora memukul dada Naruto sebal, di sudut matanya terdapat air mata yang mau menetes. Naruto hanya dapat mengucapkan maaf.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang bola mata hitam mengamati mereka bertiga dengan pandangan tak percaya. Ya, pemilik sepasang mata itu adalah Itachi. Terkejut? Tentu saja. Bagaimana tidak terkejut bila lelaki super duper keren bak host di klub-klub dihadapan kalian merupakan lelaki manis yang tinggal di sebelah apartemen kalian.

'Mungkin inilah yang dinamakan SeKe,' batin Itachi menebak-nebak. Itachi mendekati tiga orang itu, setelah sampai disana ia berpura-pura memesan segelas minuman beralkohol.

"Loh, Itachi-san, kok ada disini?" tanya Naruto bingung

"Ah, hanya menghilangkan stress dari pekerjaan kantor." Jawab Itachi asal, Naruto mengangguk mengerti dan meneguk minuman beralkoholnya. Itachi mengerutkan keninganya,

"Naruto, kau minum? Bukannya kau masih dibawah umur?"

"Ne, Naruto itu umurnya sudah 18 tahun. Kalau kakaknya udah 19 tahun. Mereka berdua sama-sama pernah gak na—" mulut Mei langsung dibekap dengan pisang—yang entah dapat dari mana—oleh Naruto.

"Ini pesanan anda," Sora memberikan Itachi pesanannya, lalu menyibukkan kembali dengan gelas-gelas yang harus dilap.

Itachi menegak minumannya sedikit lalu mengalihkan pandangannya pada Naruto, tampak Naruto sedang memandang Sora.

'Ralat, Naruto memandang pantat bartender ini.' Batin Itachi membenarkan

"Ne, Itachi-san, aku tinggal dulu ya. Aku mau ke belakang," ujar Naruto berpamitan dan melangkah pergi.

"Ini sudah waktunya ya?" tanya Mei pada Sora. Sora melirik jam tangannya dan mengangguk sekali, lalu segera mengalihkan pandangannya kearah panggung di bar tersebut. Itachi kebingungan mendengar pembicaraan keduanya.

'Waktunya apa? Waktunya sahur? Sahur apa ya kira-kira? Tapi bukannya ini udah malam ya, sahurnya kan jam ' batin Itachi ngaco tingkat dewa.

Sebuah dentuman suara yang diketahui berasal dari sebuah piano diatas panggung memanggil orang-orang disana untuk menatapnya. Dan itu berhasil, semua pandangan tertuju pada sesosok lelaki diatas panggung yang sudah siap untuk memainkan piano tersebut.

"Eh, bukannya tak ada yang pernah memainkan piano tersebut?"

"Uwah, jarang sekali ada yang mau bermain piano di klub malam seperti ini,"

"Pasti membosankan,"

Masih banyak lagi reaksi-seaksi para tamu-tamu di bar itu. Itachi memicingkan matanya, berharap dapat melihat jelas siapa yang bermain piano itu.

"Itu Naruto," kata Sora seakan tahu apa yang dicari Itachi, Itachi terkejut.

Lagi. Dentuman piano berbunyi lagi, setelah dentuman ityu berhenti dan membuat ruangan bar itu sepi, Naruto mulai mengalunkan nada-nada indah.

"Rain and Tears, by Aphrodite's Child" suara Sora membuat Itachi menolehkan kepalanya pasa bartender itu dan mengerutkan keninganya. Permainan piano Naruto terus berlanjut, membiarkan banyak pertanyaan berkeliaran di benak Itachi.

"Rain and tears are the same, but in the sun, you've got to play the game," Naruto mulai menyanyikan lirik demi lirik dengan wajah yang sungguh menghayati

"When you cry in winter time, You can pretend, It's nothing but the rain,"

"How many times I've seen, tears coming from your blue eyes," Dan Naruto meneruskan lagu tersebut.

.

Hari Sabtu pun tiba, tepat jam 09.00 pagi, Tayuya dan Suigetsu sudah ada di dalam apartemen Naruto.

"Jadi, hari ini kita latihan lagu apa?" tanya Suigetsu duduk di sofa seenaknya

"Lagu romance. Tapu aku belum tahu judulnya," jawab Tayuya mengunyah snack yang dihidangkan. Suigetsu mengarahkan seluruh pandangannya ke ruangan yang sedang mereka tempati.

"Ngomong-ngomong, Tayuya, kapan terakhir kali kita ke apartemen Naruto?"

"Hm, mungkin ketika kita kelas 2 SMP. Kenapa?"

"Tidak, hanya saja aku merasa baru seperti kemarin kita kemari dan berkenalan dengan saudara-saudara Naruto dan Naruto." Jawab Suigetsu mengangkat bahunya

"Ya, dan anehnya, hamper semua teman se-SMPnya satu kelas dengannya lagi. Ya, hamper semua," tambah Tayuya. Ketika keheningan muncul, tiba-tiba suara langkah kaki mendekat kearah mereka,

"Maaf membuat kalian lama menunggu," ujar Naruto yang tengah membawa beberapa lembar kertas lalu duduk di samping Suigetsu.

"Kali ini, kita akan mencoba beberapa lagu, salah satunya lagu Love of My Life dari Queen. Kalian bawa alat music kalian kan?" tanya Naruto sambil menyerahkan kertas-kertas berisi lirik-lirik dan sejenisnya. Tayuya dan Suigetsu mengangguk bersamaan dan mencoba untuk mendalami music yang akan mereka mainkan.

"Naru, keyboardnya kutaruh disini ya," sebuah suara membuat Tayuya dan Suigetsu mengalihkan kepala dari kertas

"Hai Menma, lama tak jumpa." Sapa Suigetsu

"Kau masih hidup ya?" tanya Tayuya menyeringai dan hanya dibalas dengusan geli dari Menma. Menma melirik Naruto lalu berkata,

"Aku akan jadi vocalis kalian," lalu duduk diatas meja, Naruto yang melihat kembarannya hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Baiklah, ayo kita mulai dari lagu Love of My Life," Naruto berjalan kearah keyboardnya, Tayuya sudah bersiap dengan serulingnya, dan Suigetsu sudah bersiap dengan gitar kayu miliknya.

"Love of my life, you hurt me, you broken my heart, now you leave me,"

"Love of my life can't you see, bring it back bring it back, don't take away from me, because you don't know what it means to me," Menma menyanyikan lagu tersebut dengan penghayatan yang pas, namun Naruto tiba-tiba menyuruh semuanya berhenti dan bersuara dengan sebal kepada Menma,

"Kenapa kau menatapku seperti itu? Seakan-akan, aku mencuri hatimu dan tak mengembalikannya,"

"Eh? Aku kan hanya mencoba menghayati. Kau saja yang ke-pedean," balas Menma sambil menjulurkan lidahnya. Naruto mengelus dadanya sendiri mencoba untuk menenangkan amarahnya.

"Sudahlah, kita lanjutkan saja," kata Tayuya berusaha menenangkan suasana. Menma melanjutkan nyanyiannya dan dialuni oleh nada-nada yang kembali dimainkan oleh yang lain.

"Love of my life, don't leave me. You've stolen my love, you now desert me." Menma mendekati Naruto dan mengelus pipi tan Naruto dengan lembut.

"Love of my life can't you see, bring it back bring it back, don't take it away from me, because you don't know what it means to me." Menma member jeda sejenak dan digantikan oleh nada-nada yang mengalun lembut di telinganya. Ia mencium bibir Naruto yang lebih pendek darinya dengan lembut dan sekejap. Lalu ia melanjutkan lirik,

"You will remember when this is blown over. And everything's all by the way. When I grow older, I will there at your side. To remain I still love you. I still love you, I still love you," Menma memeluk Naruto dari belakang dengan erat dan menempelkan dagunya pada bahu Naruto lalu memejamkan mata. Tanpa tahu ulahnya menyebabkan Naruto memerah dan kesusahan untuk focus pada permainan musiknya.

"Hurry back, hurry back. Don't take it away from me, because you don't know what it means to me. Love of my life, Love of my life."

Keheningan seakan tak ada bosannya untuk mucul terus menerus. Menma masih memeluk Naruto, Naruto diam tak tahu harus berbuat apa, Tayuya hanya memandang Menma dan Naruto secara bergantian—hingga lehernya terasa sakit—, Suigetsu menguap lebar karena mengantuk.

"La…latihan kita sampai sini saja hari ini, entah…kenapa tiba-tiba aku merasa tidak enak badan. Jaa, mina-san." Naruto segera berlari ke kamarnya.

"Hush, hush, kalian sekarang pergi," usir Menma, bak mengusir ayam di desa.

"Kau pikir kami ayam?!" geram Tayuya, Suigetsu segera menyeret Tayuya keluar dari apartemen tersebut tanpa mengucapkan salam dan menahan amarahnya terhadap Menma.

_TBC_

Author's Note : Oke, di chapter ini, Author minya maaf Karena tidak bisa membalas review. Maaf bila alurnya juga kecepetan. Lalu, bagi penggemar KyuuNaru Incest. Bersiaplah. Karena di chapter depan MUNGKIN akan full KyuuNaru. Wuahahaha…hahahauhuk!uhuk!